Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts
artikel-2024-03-28T154730.697.png
28/Mar/2024

Mata juling, juga dikenal sebagai strabismus, adalah salah satu gangguan penglihatan yang dapat menyerang orang dewasa dan anak-anak. Untuk memaksimalkan pengobatan, berbagai pemeriksaan harus dilakukan untuk memastikan jenis dan berat kejulingan mata. Berikut adalah lima pemeriksaan mata yang dapat dilakukan pada orang yang diduga mengalami mata juling.

 

Macam-macam Pemeriksaan Mata Juling

Untuk memastikan kebenaran mata juling, Anda dapat menjalani beberapa pemeriksaan berikut:

  • Test ketajaman mata
    Anda atau anak-anak yang dicurigai memiliki mata juling harus menjalani pemeriksaan tajam penglihatan atau visus. Penderita mata juling, terutama pada anak-anak, juga sering mengalami mata malas atau ambliopia. Tingkat umur anak dapat disesuaikan dengan pemeriksaan visus, juga dikenal sebagai ketajaman mata. Ini dapat dilakukan dengan anak di bawah dua tahun dengan alat khusus yang berisi gambar-gambar yang dapat disebutkan oleh anak. Jika anak-anak sudah dapat membaca huruf dengan baik, ketajaman mata mereka dapat diperiksa dengan huruf abjad, metode yang sama dengan yang digunakan untuk mengevaluasi orang dewasa.
  • Tes yang menunjukkan gerakan bola mata
    Test mata metode ini akan menilai pergerakan bola mata ke delapan arah mata angin dan posisi mata saat memandang ke depan. Sebuah senter kecil akan digunakan sebagai penunjuk arah yang harus diikuti oleh mata. Cover test juga akan dilakukan pada setiap arah mata angin.
  • Pemeriksaan cover
    Salah satu tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menentukan apakah seseorang dengan mata yang terlihat normal sebenarnya mengalami kondisi juling yang tersembunyi. Tes akan dilakukan dengan bergantian menutup salah satu sisi mata. Selanjutnya, dokter mata akan memastikan apakah bola mata bergerak atau tidak. Dalam kondisi normal, bahkan ketika salah satu mata ditutup, tidak akan terjadi pergerakan bola mata.
  • Tes mata Hirschberg
    Tes ini dilakukan untuk mengukur tingkat kejulingan mata pada mata yang sudah terlihat juling dalam posisi normal. Setelah sebelumnya diminta untuk melihat benda tertentu di kejauhan, pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan senter kecil yang diarahkan ke mata. Untuk mengetahui perkiraan derajat kejulingan, ukur pantulan cahaya senter dari tengah pupil ke titik baru. Namun, pada orang dengan mata juling, pantulan cahaya akan berada di arah yang berlawanan dengan mata juling.
  • Pemeriksaan bagian dalam bola mata
    Jenis tes mata ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang disebut funduskopi untuk melihat bagian dalam bola mata. Pemeriksaan ini dilakukan pada kedua mata untuk mengidentifikasi kemungkinan gangguan di dalam bola mata, seperti kanker mata yang dikenal sebagai retinoblastoma.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-03-26T113022.099.png
26/Mar/2024

Diagnosis Cat Eye Syndrome

Dokter dapat dengan cepat membedakan sindrom mata kucing berdasarkan gejalanya yang khas. Dokter akan meminta orang tua anak dan ayah ibunya untuk menjalani tes genetik setelah gejala muncul. Beberapa hal termasuk dalam pemeriksaan genetik ini.

  • Kariotipe adalah prosedur laboratorium yang menghasilkan representasi kromosom.
  • FISH adalah metode untuk menemukan DNA kromosom tertentu.

Dokter dapat mendiagnosis cat eye syndrome pada beberapa kasus sebelum kelahiran bayi. Mereka akan mencurigai adanya kelainan melalui USG dan tes amniosentesis.

 

Pengobatan Cat Eye Syndrome

Karena sindrom mata kucing memengaruhi banyak sistem tubuh, banyak hal yang terlibat dalam pengobatannya.  Pengobatan sindrom mata cat tergantung pada gejala khusus yang dialami anak, seperti:

  • Operasi perawatan jantung
    Pengobatan sindrom mata kucing, jika itu merupakan kelainan jantung bawaan, mencakup penggunaan obat-obatan hingga prosedur pembedahan. Ukuran, tingkat keparahan, dan jenis kelainan anatomi yang berbeda menentukan prosedur bedah yang akan dilakukan. Anak-anak berisiko mengalami infeksi bakteri pada lapisan jantung dan katup (endokarditis) sebelum dan sesudah operasi kelainan jantung. Oleh karena itu, sebagai langkah pencegahan, anak harus menerima terapi antibiotik. Sebelum dan sesudah operasi, dokter akan memberikan resep.
  • Terapi yang sesuai dengan kondisi
    Perawatan ini diberikan jika gejala cat eye syndrome menunjukkan kelainan tulang. Bahkan tidak menutup kemungkinan operasi pembedahan, terapi ini mencakup tindakan fisik dan ortopedi. Terapi hormon akan diberikan kepada anak yang tubuhnya sangat pendek dan mengalami kekurangan hormon pertumbuhan. Anak-anak dengan keterlambatan perkembangan juga harus mendapatkan terapi yang mendukung pertumbuhan mereka. Sindrom mata kucing adalah kondisi langka yang dapat mempengaruhi sistem tubuh lainnya. Kondisi ini sering menyebabkan orang tua putus asa dengan kondisi anak mereka. Namun, anak dapat menjadi lebih bersemangat untuk menjalani hidupnya dengan beberapa jenis perawatan dan pengobatan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-03-22T103417.010.png
22/Mar/2024

Salah satu kelainan kromosom yang dapat terjadi pada anak adalah sindrom mata kucing, yang merupakan kelainan kromosom yang mempengaruhi berbagai bagian tubuh. Kondisi ini memiliki gejala yang sangat beragam, mencakup bagian mata, tetapi juga telinga, mata, jantung, dan ginjal.

Anak-anak yang didiagnosis dengan sindrom mata cat memiliki satu kromosom tambahan berukuran kecil di setiap sel mereka. Materi genetik dari kromosom 22 terdiri dari kromosom kecil ini, yang merupakan tanda khas dari kondisi tersebut. Sebagian besar anak dengan sindrom mata kucing lahir tanpa gejala sebelumnya.

 

Gejala yang Muncul dari Cat Eye Syndrome

Sindrom mata kucing pada anak-anak dapat menunjukkan berbagai gejala. Kelainan ini biasanya mencakup area mata, telinga, anus, jantung, dan bahkan kemampuan intelektual anak. Syndrome mata cat biasanya menunjukkan gejala berikut:

  • Coloboma iris
    Kondisi ini muncul ketika pupil—bagian hitam mata—tidak berbentuk bulat tetapi memiliki celah di tengahnya yang mirip dengan lubang kunci. Kondisi ini tidak mengganggu penglihatan jika hanya terjadi gangguan pada iris. Namun, koloboma yang lebih luas yang melibatkan lapisan mata lain dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.

 

  • Anus yang mengalami kelainan
    Sindrom mata kucing menyebabkan anus yang sangat kecil atau sempit. Bahkan bisa terjadi atresia anal, di mana saluran anusnya tidak ada sama sekali. Salah satu kelainan anus lainnya adalah fistula, atau saluran, yang terletak di tempat yang tidak normal di bagian ujung usus besar, juga dikenal sebagai rektum. Pria mungkin memiliki fistula di antara rektum dan otot yang mengumpul di kandung kemih atau di area di belakang kelamin, sementara wanita mungkin memiliki fistula di antara rektum, kandung kemih, atau vagina. Kondisi ini dapat diobati melalui pembedahan.

 

  • Kelainan pada bentuk telinga
    Bentuk telinga berbeda pada 80% anak dengan cat eye syndrome. Kelainan bentuk telinga ini ditunjukkan dengan pertumbuhan gumpalan kecil di kulit depan telinga luar. Selain itu, dalam beberapa kasus sindrom mata kucing, saluran telinga luar mungkin buntu atau bahkan tidak ada sama sekali. Namun, dalam kebanyakan kasus, tidak adanya saluran telinga luar berkontribusi pada gangguan pendengaran anak. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa suara tidak dapat dengan mudah dipindahkan dari telinga luar ke telinga dalam.

 

  • Kondisi yang mengganggu fungsi jantung
    Anak-anak dengan sindrom mata kucing mungkin memiliki penyakit jantung kongenital saat lahir. Tetralogy of Fallot (ToF) adalah salah satu gangguan fungsi jantung yang mungkin terjadi, serta kebocoran jantung seperti atrial septal defect (ASD) atau ventricular septal defect (VSD). Pada orang dengan penyakit yang parah, kelainan jantung bawaan ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

 

  • Tulang yang tidak normal
    Salah satu kelainan tulang yang mungkin terjadi pada anak dengan sindrom mata cat adalah tulang belakang melengkung (skoliosis) atau tidak ada tulang di ibu jari lengan bawah (aplasia radial).

 

  • Kelainan pada ginjal
    Anak-anak dengan sindrom mata cat mengalami kelainan ginjal berikut:

    • anomali pada satu atau kedua ginjal (hipoplasia ginjal unilateral atau bilateral),
    • ada ginjal tambahan, juga disebut ginjal supernumerary,
    • anak yang tidak memiliki ginjal (agenesis unilateral),
    • pembengkakan ginjal yang tidak normal

Kondisi alat pada anak perempuan adalah kelainan reproduktif. kelamin yang tidak normal atau vagina yang tidak ada. Sementara pada anak laki-laki, testis tidak turun.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


1711007328605-1200x698.jpeg
20/Mar/2024

Ptosis adalah kondisi di mana kelopak mata bagian atas turun atau membuat mata sayu. Ini dapat terjadi pada salah satu mata atau keduanya, dan dalam kasus yang lebih parah, pengidapnya juga dapat mengalami kesulitan untuk melihat. Pasalnya, kelopak mata yang sayu dapat menutupi pupil mata, menyebabkan seseorang tidak dapat melihat. Selain itu, kondisi ini dapat mengurangi kepercayaan diri seseorang dalam penampilan mereka.

 

Kenapa Mata Sayu Sebelah Bisa Terjadi

Perlu diingat bahwa siapa pun dapat mengalami kelopak mata yang turun atau mata sayu, bahkan anak-anak. Namun, kondisi mata sayu sebelah paling sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Hal ini tentunya dipicu oleh proses penuaan alami pada kulit dan tubuh. Karena itu, otot yang bertanggung jawab untuk mengangkat kelopak mata adalah otot levator mata.

Dengan bertambahnya usia, otot-otot di sekitar mata akan meregang, yang berarti kelopak mata akan lebih mudah jatuh. Mata sayu sebelah juga dapat disebabkan oleh beberapa hal lain, seperti trauma, atau mungkin disebabkan oleh masalah neurologis pada tubuh. Namun, kadang-kadang penyebab pasti dari mata sayu sebelah atau ptosis tidak diketahui.

Pada sisi lain, ptosis kongenital, yang merupakan kondisi bawaan lahir di mana otot levator mata tidak berkembang dengan baik, dapat menyebabkan masalah ini pada anak-anak. Anak-anak dengan ptosis ini juga dapat mengalami ambliopia, yang juga dikenal sebagai mata malas. Selain itu, gangguan ini dapat memperlambat atau membatasi penglihatan mereka.

 

Cara Mengatasi Mata Sayu Sebelah

Perawatan untuk mata sayu sebelah, juga dikenal sebagai ptosis, akan berbeda dan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Sebagai contoh, dokter biasanya tidak akan memberikan pengobatan khusus untuk kondisi mata sayu yang disebabkan oleh faktor usia atau bawaan sejak lahir.  Karena kondisi tersebut sebenarnya tidak membahayakan kesehatan seseorang. Namun, seseorang dengan mata sayu sebelah dapat memilih untuk menjalani operasi plastik jika penampilannya dianggap mengganggu.

Dokter akan menyarankan perawatan medis jika kelopak mata yang turun menghalangi penglihatan pasien. Dokter juga mungkin menyarankan operasi jika diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Di sisi lain, pilihan perawatan lain adalah menggunakan kruk ptosis, kacamata yang menahan kelopak mata. Ketika mata sayu turun hanya sementara, perawatan ini juga biasanya berhasil. Jika seseorang bukan kandidat yang baik untuk operasi mata, kacamata tersebut juga akan direkomendasikan.

Penyebab dan pengobatan mata sayu sebelah dijelaskan di sini. Mata sayu sebelah dapat disebabkan oleh berbagai penyebab. Mulai dari penyebab alami hingga kondisi medis yang lebih serius. Namun, kondisi mata sayu sebelah paling sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Namun, metode pengobatan mata sayu berbeda-beda tergantung pada penyebab utama mata sayu dan tingkat keparahannya.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel.png
15/Mar/2024

Jika ada inflamasi diskus optikus, itu disebut papilitis atau neuritis optik. Peradangan dan kerusakan di bagian saraf optik yang disebut diskus optikus, juga disebut bintik buta, terjadi pada serabut retina saraf optik yang masuk ke papil saraf optik yang berada dalam bola saraf optik.

 

Kenapa Neuritis Optik Bisa Terjadi

Multiple sklerosis adalah penyebab umum neuritis optik, tetapi pada beberapa kasus, multiple sklerosis kemudian ditemukan. Tumor, zat kimia atau obat (seperti timam, arsen, metil alkohol, antibiotika tertentu), dan infeksi (seperti ensefalitis virus, meningitis, sifilis, sinusitis, tuberkulosis, HIV, dan arteritis temporalis) juga dapat menyebabkan neuritis optik. Diabetes, anemia pernisiosa, penyakit autoimun tertentu, penyakit Graves, reaksi alergi akibat sengatan lebah, dan cedera adalah penyebab neuritis optik yang jarang terjadi. Penyebab neuritis optik biasanya tidak diketahui.

 

Gejala Neuritis Optik

Salah satu atau kedua mata dapat mengalami neuritis optik. Gejala mungkin muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap, yaitu:

  • Penglihatan yang kabur
  • Penglihatan menjadi gelap, seolah-olah ada yang mematikan lampu
  • Warna menjadi pudar dan kusam.
  • Nyeri yang terletak di bagian belakang rongga mata
  • Sulit untuk menggerakkan mata

Jika Anda kepanasan atau lelah, gejala neuritis optik mungkin menjadi lebih buruk. Misalnya, Anda mungkin melihat lebih banyak gejala saat berolahraga atau mandi.

 

Cara Pengobatan Neuritis Optik

Pengobatan yang paling umum adalah penggunaan kortikosteroid, salah satunya adalah methylprednisolone. Pengobatan ini sangat membantu meningkatkan penglihatan bagi sebagian penderita, tetapi biasanya tidak terlalu berdampak bagi mereka yang menderita multiple sclerosis atau kondisi lainnya. Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera periksa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-03-06T105640.866.png
06/Mar/2024

Kondisi di mana bulu mata tumbuh ke arah yang salah, yaitu menuju bola mata, disebut trikiasis. Ini dapat terjadi pada seluruh kelopak mata atau hanya pada sebagian kecil darinya. Salah tumbuh bulu mata dapat menyebabkan cedera, peradangan (peradangan), dan masalah lainnya pada mata atau kesehatan secara keseluruhan. Ini juga dapat menyebabkan bola mata dan kulit di sekitarnya menjadi iritasi dan berair.

Bulu mata yang mengenai bola mata dapat menyebabkan luka dan gangguan penglihatan dalam kasus yang cukup parah. Sayangnya, sangat sulit untuk menemukan pengobatan atau penanganan yang dapat menyembuhkan trikiasis secara tuntas. Pengobatan dan penanganan umumnya tergantung pada kelainan anatomi yang menyebabkan salah arah pada bulu mata.

Sayangnya, tidak ada pengobatan atau penanganan yang benar-benar menyembuhkan trikiasis. Pengobatan dan penanganan biasanya bergantung pada kelainan anatomi yang menyebabkan bulu mata salah arah.

 

Kenapa Trikiasis Bisa Terjadi

Trikiasis dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa. Beberapa faktor dapat menyebabkan bulu mata tumbuh ke arah yang salah, seperti infeksi mata, masalah sistem imun tubuh, atau trauma.

Beberapa penyebab paling umum dari trikiasis adalah sebagai berikut:

  • Penyakit autoimun
    Selain itu, beberapa penyakit autoimun, seperti pemfigoid okular dan sindrom Stevens-Johnson, berkontribusi pada perkembangan kondisi ini. Pemfigoid okular terjadi ketika konjungtiva pada mata mengalami kesulitan dengan selaput mukosanya, sedangkan sindrom Stevens-Johnson menyebabkan luka dan kerusakan segera pada selaput konjungtiva.
  • Infeksi
    Infeksi, seperti trakoma dan herpes zoster, adalah salah satu penyebab bulu mata salah arah tumbuh yang paling umum. Herpes zoster adalah infeksi virus pada mata yang mirip dengan trakoma, yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan dapat menyebabkan bulu mata tumbuh ke arah yang salah.
  • Proses peradangan
    Selain itu, peradangan di sekitar mata dapat mengubah arah pertumbuhan bulu mata. Beberapa di antaranya adalah blepharitis dan VKC. Kondisi kronis yang dikenal sebagai blepharitis menyebabkan peradangan dan iritasi pada kelopak mata.
    Kelopak mata dapat mengelupas, memerah, dan mengeluarkan lendir yang mengandung bakteri. Namun, vernal keratoconjunctivitis adalah reaksi alergi pada mata yang paling sering terjadi pada anak laki-laki. Dalam situasi seperti ini, ada kemungkinan bulu mata tumbuh dalam arah yang salah.
  • Trauma yang dialami mata
    Jika mata Anda pernah mengalami trauma karena kejadian atau prosedur tertentu, kemungkinan besar bulu mata Anda akan tumbuh dengan tidak wajar. Luka bakar pada kelopak mata adalah salah satu penyebab trauma pada mata. Selain itu, luka pascaoperasi dan paparan zat kimia, seperti obat tetes glaukoma dan alkali, dapat menyebabkan pertumbuhan bulu mata yang tidak normal.
  • Epiblephanor
    Epiblepharon adalah kondisi yang cukup umum pada anak-anak, terutama dari ras Asia, ketika lipatan kelopak mata memiliki bentuk yang tidak normal yang menyebabkan bulu mata atas tumbuh ke arah yang tidak wajar.

 

Gejala yang Muncul Akibat Trikiasis

Rasa ada sesuatu yang mengganjal dan mengganggu di bola mata adalah gejala yang paling umum dari trikiasis. Jika Anda memperhatikan dengan cermat, Anda akan menemukan bahwa bulu mata Anda tumbuh ke arah yang tidak sesuai. Kondisi ini biasanya terjadi di seluruh bulu mata atau hanya di sebagian.

Beberapa gejala dan tanda lain yang mungkin terjadi adalah:

  • Bola mata menjadi merah
  • Selain itu, kulit di sekitar mata memerah
  • Sensitivitas tinggi terhadap cahaya, atau fotofobia
  • Mata lebih kering
  • Rasa sakit atau gatal pada mata

Anda juga mungkin mengalami pandangan yang kabur; kondisi ini dapat menyebabkan masalah mata jika tidak ditangani segera.

Jika bulu mata terlalu lama bergesekan dengan kornea, itu dapat menyebabkan abrasi atau bahkan ulkus kornea. Ada kemungkinan bahwa seseorang memiliki beberapa tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Periksakan diri Anda segera ke dokter jika Anda khawatir tentang gejala.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-03-04T143436.951.png
04/Mar/2024

Bagi kebanyakan pekerja kantoran, memelototi layar komputer selama berjam-jam membuat mata lelah dan leher kaku. Keluhan kesehatan ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas kerja yang signifikan seiring berjalannya waktu. Untuk mengatasi mata merah dan keluhan fisik lainnya yang disebabkan oleh pekerjaan sehari-hari di depan komputer, berikut adalah beberapa saran sederhana.

 

Metode untuk Mengurangi Mata Lelah yang Disebabkan oleh Pekerjaan Sehari-hari di depan Komputer

  • Mengatur pencahayaan yang tepat
    Cahaya yang terlalu terang, baik dari sinar matahari luar ruangan yang masuk melalui jendela maupun pencahayaan kantor yang berlebihan, sering menyebabkan mata lelah. Oleh karena itu, Anda harus selalu mengernyitkan mata saat bekerja. Jika memungkinkan, cat dinding kamar Anda dengan warna gelap dan hasil akhir matte.
    Kurangi cahaya dari luar dengan menutup tirai dan gunakan lebih sedikit lampu di dalam rumah atau gunakan lampu dengan intensitas rendah. Posisikan layar komputer Anda di samping jendela, bukan di depan atau di belakangnya, jika memungkinkan.
  • Lebih sering berkedip
    Saat bekerja di depan komputer, sangat penting untuk berkedip untuk menyegarkan mata Anda. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang berkerja di komputer berkedip lebih jarang—sekitar sepertiga dari normal—sehingga mereka berisiko mengalami mata kering. Untuk mengurangi risiko, cobalah untuk berlatih berkedip sepuluh kali dengan menutup mata sangat lambat setiap dua puluh menit.
  • Rutin cek mata
    Proses rutin melakukan pemeriksaan mata di dokter mata adalah langkah pertama untuk mencegah mata menjadi merah karena terlalu lama menghabiskan waktu di depan komputer. Menurut penelitian, orang seharusnya menjalani pemeriksaan mata sebelum mulai bekerja dengan komputer, dan kemudian setahun sekali setelah itu.
  • Konfigurasikan kontras lampu laptop
    Selain itu, CVS dapat disebabkan oleh perubahan pada dinding dan layar komputer Anda. Keterangannya harus sebanding dengan lingkungan tempat kerja Anda. Anda harus mempertimbangkan untuk memasang layar anti-glare pada monitor Anda. Jika Anda masih menggunakan monitor komputer berbentuk tabung (juga dikenal sebagai cathode ray tube atau CRT), Anda harus menggantinya dengan layar kristal cair (LCD). Layar LCD juga memiliki permukaan anti reflektif dan lebih aman bagi mata, sedangkan CRT lebih mudah menyebabkan CVS. Anda juga harus menyesuaikan kontras ukuran dan warna teks untuk menjadi lebih nyaman untuk mata Anda, terutama saat membaca.
  • Pejamkan mata sejenak
    Satu penelitian yang diterbitkan oleh NIOS menyatakan bahwa memejamkan mata untuk waktu yang singkat adalah metode yang efektif untuk mengurangi kelelahan mata. Anda juga dapat melakukan peregangan otot dasar empat kali selama lima menit sepanjang hari kerja. Untuk mengurangi ketegangan dan kelelahan otot, berdiri dan putar-putar tungkai kaki dan lengan dengan berdiri, serta punggung dan bahu. Jika waktu makan siang Anda memungkinkan, coba tidur siang sejenak.
  • Olahraga mata
    Setiap dua puluh menit, berpaling dari komputer dan menatap benda jauh selama dua puluh detik (sekitar dua puluh kaki atau enam meter) untuk menghindari mata lelah karena terlalu fokus pada layar komputer. Sebagian dokter mata menyebutnya “rule 20-20-20”. Melihat jauh membantu melemaskan otot mata, yang mengurangi kelelahan mata. Untuk melihat contoh senam mata di kantor, klik tautan berikut.
  • Memakai kacamata komputer harus dipertimbangkan
    Jika Anda memakai kacamata, pastikan untuk memilih lensa yang memiliki lapisan anti-reflective (AR) karena lapisan AR mengurangi silau dengan mengurangi jumlah cahaya yang memantul dari permukaan depan dan belakang lensa. Anda juga dapat mengubah resep kacamata Anda untuk membuat kacamata komputer yang lebih nyaman untuk Anda gunakan. Hal ini berlaku terutama bagi mereka yang biasanya menggunakan lensa kontak dan mengalami masalah mata kering saat bekerja di depan komputer.
  • Modifikasi tempat Anda bekerja
    Tempatkan halaman tertulis di dekat monitor jika Anda perlu berputar antara kertas dan layar komputer. Pastikan sinar tidak jatuh ke mata atau layar komputer Anda jika Anda menggunakan lampu meja.
    Selain itu, Anda harus mengatur tempat kerja dan kursi Anda dengan ketinggian yang tepat agar Anda dapat mempertahankan postur yang sehat saat bekerja di depan komputer. Untuk posisi yang nyaman untuk kepala dan leher, pilih perabotan ergonomis dan tempatkan layar komputer Anda sekitar lima puluh hingga enam puluh sentimeter dari mata Anda, dengan bagian tengah layar sekitar sepuluh hingga lima belas derajat di bawah mata Anda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-03-02T094538.596.png
02/Mar/2024

Istilah “retinitis pigmentosa” mengacu pada kumpulan penyakit yang menyerang retina. Lapisan dalam mata yang disebut retina bertugas menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal yang ditransmisikan ke otak, yang memungkinkan mata untuk melihat objek.

Ada dua sel fotoreseptor di dalam retina yang membantu mata melihat dengan menangkap cahaya. Sel batang dan sel kerucut (konus) adalah dua jenis sel yang berbeda. Sel batang membantu Anda melihat dalam keadaan gelap, sementara sel kerucut menangkap cahaya untuk membantu Anda melihat dalam keadaan terang. Retinitis pigmentosa merusak sel fotoreseptor, terutama sel batang retina.Akibatnya, penyakit ini akan secara bertahap mengurangi kemampuan melihat, akhirnya menyebabkan kebutaan.

 

Gejala yang Muncul

Penyakit ini mungkin memiliki tanda-tanda dan gejala yang berbeda untuk setiap pasien. Gejala retinitis pigmentosa biasanya muncul di antara usia sepuluh hingga tiga puluh tahun, tergantung pada jenis penyakit yang diderita. Beberapa orang bahkan mungkin baru merasakan gejalanya setelah mereka dewasa. Selain itu, gejala penyakit ini biasanya akan bervariasi.

Ada orang yang gejalanya meningkat secara bertahap, tetapi ada juga orang yang gejalanya meningkat dalam waktu yang cukup singkat.

Berikut adalah beberapa gejala retinitis pigmentosa yang umum:

  • Mata sangat peka terhadap Cahaya
    Selain itu, beberapa pasien retinitis pigmentosa mengatakan bahwa mereka mengalami gejala yang lebih sensitif pada mata mereka ketika terpapar cahaya; kondisi ini disebut fotofobia. Selain itu, ada juga beberapa kasus di mana pasien melihat kilatan cahaya atau kedipan cahaya; kondisi ini disebut fotopsia dalam istilah medis.
  • Penyempitan lapang pandang, juga dikenal sebagai visi tunnel
    Penyempitan lapang pandang, juga dikenal sebagai tunnel vision, adalah salah satu gejala utama gangguan ini. Pasien menggambarkan gejala ini seperti melihat dari dalam terowongan atau sedotan, dengan hanya bagian tengah yang terlihat.
  • Tidak dapat melihat dalam kegelapan
    Sulit untuk melihat dalam kondisi gelap adalah gejala lain yang banyak dilaporkan pada penderita retinitis pigmentosa. Setelah lima belas atau tiga puluh menit, penglihatan orang normal seharusnya dapat beradaptasi dalam kegelapan. Namun, orang dengan retinitis pigmentosa hampir sama sekali tidak dapat melihat saat gelap. Akibatnya, pasien sering tersandung saat berjalan di dalam gelap atau mengalami kesulitan saat menyetir di malam hari.

 

Kenapa Retinitis Pigmentosa Bisa Terjadi

Retinitis pigmentosa adalah kelainan penglihatan yang disebabkan oleh kerusakan pada salah satu atau beberapa dari lima puluh gen. Gen-gen ini mengatur bagaimana tubuh menghasilkan protein yang dibutuhkan oleh sel fotoreseptor pada retina untuk bekerja. Jika salah satu gen tersebut rusak, produksi protein yang diperlukan oleh sel fotoreseptor akan berkurang, dan sel fotoreseptor pada retina tidak akan dapat berfungsi dengan baik. Ini menyebabkan gangguan penglihatan.

Retinitis pigmentosa adalah kondisi yang diturunkan dari orang tua ke anak karena hubungannya dengan mutasi genetik. Ini berarti bahwa jika gen yang bermasalah dimiliki oleh salah satu atau kedua orang tua, mereka mungkin mewarisi penyakit ini.

 

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-03-01T095800.675.png
01/Mar/2024

Kesehatan mata dapat dipengaruhi oleh posisi membaca yang berkaitan dengan postur tubuh, jarak antara objek dengan mata, dan intensitas penerangan. Misalnya, membaca di tempat gelap atau saat tidur dapat menyebabkan rabun jauh (miopi) dan gangguan penglihatan lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukannya dengan benar setiap kali Anda membaca. Saat membaca ulasan berikut, mari kita ketahui posisi tubuh yang ideal.

 

Tips Menerapkan Posisi Membaca yang Benar

Dalam situasi tertentu, membaca dapat bermanfaat bagi kesehatan Anda. Anda tidak hanya dapat mempertahankan ketajaman penglihatan, tetapi juga mengurangi kelelahan mata, meningkatkan sirkulasi darah, dan tentu saja meningkatkan kosentrasi.

Karena membaca adalah bagian dari aktivitas sehari-hari, hal ini semakin penting untuk dilakukan.

Membaca dalam posisi yang benar sangat penting tidak hanya untuk buku tetapi juga ketika Anda menggunakan laptop atau smartphone. Untuk melakukannya, Anda perlu memperhatikan beberapa hal:

  • Atur jarak antara mata dan objek yang dibaca
    Saat membaca, jaga jarak antara mata Anda dan objek yang Anda baca. Karena jarak pandang cenderung menjadi lebih dekat, membaca sambil berbaring tidak disarankan. Jarak ideal antara mata dan objek bacaan adalah 25-30 sentimeter (cm). Selain itu, perhatikan sudut pandang dan arah mata Anda. Saat membaca, pandangan mata Anda idealnya membentuk sudut 60 derajat dengan objek yang Anda baca. Artinya, objek harus terlihat, tetapi tidak terlalu rendah.
    Untuk mengetahui posisi membaca yang tepat ini, pastikan siku tangan sejajar dengan permukaan meja di mana laptop atau buku diletakkan. Selama Anda membaca, sangat penting untuk tetap duduk tegak dan tidak bergerak mendekati apa pun yang Anda baca. Untuk membuatnya lebih nyaman, Anda bisa menggunakan alat seperti penyanggah buku untuk memastikan buku tetap tegak.
  • Berikan waktu sejenak untuk mengistirahatkan mata
    Mata bekerja keras saat membaca buku atau menatap layar. Hal ini dapat menyebabkan mata kering dan kelelahan yang cepat. Akibatnya, sangat penting untuk berhenti sejenak dari aktivitas Anda untuk mengalihkan pandangan Anda. Menurut Mayo Clinic, senam mata dengan aturan 20–20–20 membantu meningkatkan fokus dan mencegah mata lelah.
    Jadi, Anda akan fokus membaca dalam posisi yang benar selama dua puluh menit. Setelah itu, Anda bisa menjauhkan pandangan Anda dari objek yang sedang Anda baca dan fokus pada objek yang berjarak sekitar dua puluh inci atau lima puluh sentimeter dari Anda selama dua puluh detik. Anda juga dapat memejamkan mata selama berjam-jam setelah membaca. Intinya, Pastikan mata Anda mendapatkan cukup istirahat.
  • Duduk dengan tubuh tegak
    Setiap orang harus membaca sambil duduk dengan punggung tegak dan kaki lurus. Tujuannya adalah untuk mempercepat aliran darah ke seluruh tubuh. Jika Anda sering membaca dalam waktu yang lama, pastikan Anda duduk di kursi dengan sandaran yang nyaman untuk menopang tubuh Anda.
    Berbagai keluhan seperti nyeri punggung, kaku leher, dan pegal di bahu dapat dihindari dengan membaca dengan duduk tegak. Selama membaca, jangan menundukkan kepala atau membungkukkan bahu mendekati apa yang Anda baca.
  • Maksimalkan pencahayaan dalam ruangan
    Untuk melihat objek bacaan dengan jelas, pencahayaan ruangan sangat penting. Meskipun demikian, pencahayaan yang sangat terang bukan berarti lebih baik untuk mata. Membaca di tempat yang terlalu terang juga bisa membuat mata silau, dan membaca di tempat yang redup juga bisa membuat mata buram. Kedua kondisi ini sama-sama dapat menyebabkan Anda kesulitan untuk fokus membaca dan kering mata dengan cepat, meskipun Anda sudah membaca dengan benar.
    Oleh karena itu, ketika membaca di dalam ruangan, pastikan pencahayaan mata cukup. Intensitas cahaya yang tepat juga harus disesuaikan dengan besarnya ruangan. Anda juga bisa menjaga cahaya terfokus pada objek sehingga mata dapat melihatnya sepenuhnya. Mengarahkan lampu tepat ke meja adalah caranya.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!