Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts
artikel-2024-05-28T084714.698.png
28/May/2024

Orang tua kadang-kadang mungkin tidak menyadari dan membiarkan kebiasaan sehari-hari itu terjadi, yang dapat menyebabkan kerusakan mata, terutama pada anak-anak. Namun, semakin lama dibiarkan, risiko kerusakan mata dan penurunan fungsi indra penglihatan meningkat.

Terlalu lama menatap layar handphone hingga tidak mampu menyampaikan gejala penyakit mata sering menjadi pemicu kerusakan mata yang rentan pada anak-anak. Oleh karena itu, dibutuhkan lebih banyak perhatian dan pemeriksaan rutin untuk mengidentifikasi risiko gangguan mata dan untuk mencegah kerusakan berkembang menjadi kondisi yang lebih buruk.

 

Beberapa Kebiasaan Merusak Mata Anak

Tanpa disadari, beberapa aktivitas sehari-hari ternyata dapat memengaruhi kesehatan mata Anda. Ini harus diperhatikan, terutama pada anak-anak karena kerusakan pada mata dapat mengganggu perkembangan mereka dan membuat mereka kehilangan kesempatan, seperti bekerja di bidang yang membutuhkan kesehatan mata.

Ada beberapa kebiasaan yang dapat membahayakan mata anak, seperti:

  • Layar perangkat
    Terlalu lama menatap layar perangkat elektronik atau komputer dapat menyebabkan mata lelah dan sakit kepala karena otot mata bekerja lebih banyak untuk melihat layar. Sinar biru, yang juga dikenal sebagai “sinar biru”, dapat menyebabkan degenerasi makula pada retina mata. Jika diabaikan, dapat menyebabkan kebutaan.
  • Keluar tanpa perlindungan
    Selain itu, jika Anda terbiasa keluar rumah tanpa pelindung mata, seperti kacamata hitam, maka Anda berisiko mengalami kerusakan mata. Sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari harus diabaikan karena dapat membahayakan mata dan menyebabkan penyakit seperti katarak, degenerasi makula, atau pterygium.
  • Cedera pada Mata
    Anak-anak sering mengalami cedera pada mata karena mereka aktif, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata jika diabaikan begitu saja. Sayangnya, anak-anak sering mengabaikan dan tidak bisa menyampaikan gejala cedera dengan baik. Dalam hal ini, risiko kerusakan mata dapat meningkat. Ingatlah untuk menghindari cedera yang menyebabkan penglihatan kabur, kesulitan membuka mata, bercak di area tertentu, ketidakmampuan bola mata untuk bergerak, dan perbedaan antara kedua mata.
  • Benda Lain
    Anak-anak biasanya sangat ingin tahu dan tertarik pada semua hal. Ini dapat menyebabkan Si Kecil memasukkan atau meletakkan benda asing ke matanya. Kebiasaan memasukkan benda asing ke mata dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan kerusakan mata.
  • Tidak Melakukan Pemeriksaan Rutin
    Kebiasaan mengabaikan pemeriksaan mata secara teratur dapat meningkatkan risiko kerusakan mata. Ini karena penyakit mata dapat terlambat ditangani dan berisiko menimbulkan komplikasi parah. Selain itu, jika anak tidak mengetahui riwayat penyakit mata dalam keluarganya, kondisi ini dapat diperburuk.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-05-25T121745.453.png
25/May/2024

Belek pada mata adalah kumpulan minyak, cairan, dan kotoran yang menyerupai lendir. Mata belekan adalah hal yang normal saat bangun tidur. Namun, ini dapat menunjukkan penyakit mata seperti infeksi atau peradangan.

Khususnya jika belek muncul secara teratur dan lendirnya berwarna hijau atau kekuningan dan disertai dengan gejala lain, seperti rasa gatal di mata, mata merah dan terasa perih, penglihatan kabur, dan sensitivitas terhadap cahaya atau fotofobia.

Hal ini tidak dapat disepelekan dan memerlukan perawatan segera. Karena mata belekan yang tidak hilang dapat mengganggu aktivitas Anda, ketahuilah beberapa cara mengobati mata belekan sesuai dengan penyebabnya.

 

Mengatasi Mata Belekan

Mata belekan perlu pemeriksaan dari dokter mata. Pemeriksaan akan dimulai dengan wawancara tentang riwayat medis individu yang mengalami gejala. Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah cairan mampu melewati saluran air mata.

Pengobatan untuk kondisi ini akan bervariasi, sementara itu, tergantung pada kondisi yang mendasarinya. Ada beberapa pilihan perawatan yang tersedia:

  • Pemberian obat tetes mata oleh dokter dalam kasus infeksi.
  • Mengatasi penyebab alergi yang menyebabkan mata belekan.
  • Pemberian antibiotik oleh dokter dalam kasus mata belekan yang disebabkan oleh infeksi bakteri
  • Untuk memperbaiki saluran air mata yang tersumbat, letakkan handuk basah dan hangat di mata beberapa kali sehari.
  • Dokter akan memberikan obat untuk mengobati penyakit utama jika disebabkan oleh infeksi menular seksual.

Selain menjaga kesehatan mata, pastikan untuk menjaga kesehatan tubuh juga. Ini dapat dicapai dengan memenuhi asupan nutrisi penting dengan makan makanan yang sehat dan suplemen.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-05-20T103739.845.png
20/May/2024

Orang tua harus lebih berhati-hati dalam mengenali jenis sakit mata yang sering dialami anak-anak karena sakit mata pada anak-anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi, iritasi, hingga kelainan bawaan lahir. Salah satu masalah kesehatan yang harus diperhatikan orang tua adalah sakit mata anak. Ini karena gangguan mata akan menyulitkan anak untuk membaca, berkonsentrasi, dan mempelajari hal baru.

 

Penyakit Mata Anak yang Umum Terjadi

Sebagai bagian penting dari perkembangan anak, penting bagi orang tua untuk mengetahui apa saja jenis penyakit mata yang paling sering dialami anak-anak dan obat mata anak yang tepat untuk mengatasinya.

Berikut ini adalah beberapa jenis sakit mata yang dapat dialami oleh anak-anak dan metode untuk mengobatinya:

  • Konjungtivitis
    Peradangan pada konjungtiva, yaitu jaringan di bagian dalam kelopak mata dan di sekitar mata, disebut konjungtivitis. Faktor-faktor yang menyebabkan kondisi ini termasuk infeksi mata yang disebabkan oleh virus atau bakteri, reaksi alergi, atau iritasi yang disebabkan oleh paparan bahan kimia, debu, atau asap. Jika peradangan disebabkan oleh alergi, dokter dapat memberikan antibiotik tetes mata atau salep mata. Ada beberapa perawatan di rumah yang dapat membantu Si Kecil mengatasi sakit matanya. Salah satu cara untuk melakukan perawatan ini adalah dengan memberikan kompres dingin pada mata dengan kompres hangat di antaranya, dan ingat untuk selalu mencuci tangan dan menghindari mengucek mata.
  • Bintitan
    Salah satu penyakit mata yang paling umum pada anak adalah bintitan, bersama dengan konjungtivitis. Infeksi bakteri biasanya menyebabkan pembengkakan kecil di dalam atau di sekitar kelopak mata ini. Jika anak-anak tidak menjaga kebersihan matanya atau memiliki kebiasaan tertentu, seperti sering mengucek mata dengan tangan yang kotor, bintitan mungkin lebih mudah terjadi. Bintitan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu tanpa pengobatan. Anda dapat membantu Si Kecil mengatasi gejalanya dengan memberi kompres hangat pada matanya yang berbintitan selama 5–10 menit. Anda dapat mengulangi prosedur ini tiga hingga empat kali sehari sambil menunggu kondisinya membaik. Ingatlah untuk selalu mengingatkan Si Kecil untuk menghindari menekan benjolan di matanya. Namun, jika bintitan tetap ada selama dua minggu, disertai dengan demam, pembengkakan, dan nyeri hebat pada mata, dan darah atau nanah keluar dari benjolan, segera bawa Si Kecil ke dokter mata.
  • Selulitis orbital
    Sakit mata anak ini harus diperhatikan. Selulitis orbital adalah infeksi bakteri pada jaringan lemak, otot, dan tulang di sekitar bola mata. Ini bisa menyebar dari sinusitis (rongga sinus) atau dari cedera yang dialami anak pada matanya. Anak-anak yang menderita sakit mata ini akan menunjukkan beberapa keluhan, seperti: Mata bengkak dan merah, sehingga sulit untuk menutupnya Rewel karena merasa sakit pada mata Penglihatan terganggu Demam Sulit untuk menggerakkan bola mata. Jika Anak Anda menunjukkan beberapa gejala di atas, segera bawa dia ke dokter mata untuk pemeriksaan dan perawatan yang tepat. Risiko meningitis, sepsis, dan bahkan kebutaan dapat meningkat jika Si Kecil tidak mendapatkan perawatan yang tepat waktu. Dokter akan memberikan antibiotik untuk mengobati selulitis orbital pada anak. Namun, dalam kasus yang lebih parah atau jika obat antibiotik tidak berhasil mengobati sakit mata ini, dokter harus melakukan operasi pada mata.
  • Sumbatan kelenjar air mata
    Jika buah hati Anda berusia di bawah satu tahun dan mengalami gejala seperti air mata keluar secara terus menerus, pembengkakan di sekitar mata, kelopak saling menempel, dan mata berkerak, itu mungkin merupakan gejala air mata tersumbat. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi baru lahir dan biasanya akan sembuh sendiri setelah mereka tumbuh. Biasanya, sumbatan kelenjar air mata baru akan membaik setelah anak berusia sekitar satu tahun. Untuk membantu Si Kecil yang mengalami sumbatan kelenjar air mata, cobalah mengusap atau memijat kelopak matanya dengan lembut. Setelah dipijat, matanya juga bisa diberikan kompres hangat dua hingga tiga kali dalam sehari. Namun, jangan lupa untuk mencuci tangan Anda hingga bersih sebelum dan sesudah memijatnya.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-05-17T152224.907.png
17/May/2024

Semua orang dapat mengalami mata merah, jadi gunakan obat mata merah yang sesuai dengan penyebabnya dengan benar agar tidak memperparah keadaan. Obat mata merah dapat digunakan untuk mengatasi mata merah. Untuk memastikan pengobatan bekerja dengan baik dan tidak memperparah kondisi Anda, pelajari penyebab mata merah Anda terlebih dahulu.

 

Obat Mata Merah Berdasarkan Penyebabnya

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat mata merah untuk memastikan penyebab mata merah Anda dan memberi Anda obat yang tepat. Dokter dapat memberikan beberapa obat untuk mata merah berdasarkan penyebabnya:

  • Steroid
    Dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata steroid untuk mengurangi peradangan jika mata merah karena peradangan, seperti akibat iritasi, cedera, atau prosedur medis. Hydrocortisone, prednisolone, dan dexamethasone adalah beberapa steroid yang digunakan dalam obat tetes mata. Penggunaan obat mata merah steroid dalam jangka waktu yang lama tidak diizinkan karena dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya, seperti glaukoma dan katarak.
  • Antibiotik
    Konjungitivitis, blefaritis, keratitis, dan uveitis adalah beberapa jenis mata merah yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat diobati dengan antibiotik. Dokter dapat meresepkan antibiotik dalam bentuk pil, salep, atau cairan tetes mata. Neomycin, bacitracin, polimixin B, dan gentamicin adalah beberapa antibiotik yang biasa digunakan sebagai obat mata merah karena penyebabnya.
  • Antihistamin
    Obat antihistamin biasanya digunakan untuk mengobati mata merah alergi. Obat-obatan ini tidak hanya meredakan mata merah tetapi juga mampu mengatasi reaksi alergi lainnya, seperti gatal atau berair, dengan menghentikan produksi histamin yang berlebihan. Azelastine hydrochloride, levocabastine, dan alcaftadine adalah obat antihistamin tetes mata yang sering diresepkan.
  • Air mata buatan
    Kondisi mata kering adalah keadaan di mana lapisan mata tidak melembabkan dengan baik, menyebabkan mata merah dan perih. Air mata buatan adalah jenis obat tetes mata yang paling umum digunakan untuk mengobati mata kering. Ini juga bisa digunakan untuk meredakan iritasi yang terjadi di mata. Obat mata merah yang didasarkan pada penyebabnya ini mudah ditemukan dan dapat dibeli tanpa resep dokter.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-05-15T153154.619.png
15/May/2024

Karena sulit dikenali dan tidak memiliki gejala, tumor kelopak mata seringkali dianggap tidak berbahaya. Namun, jika tidak ditangani sedini mungkin, tumor kelopak mata dapat berkembang dan berpotensi menjadi kanker.

Pertumbuhan sel yang tidak normal di bagian kelopak mata dikenal sebagai tumor kelopak mata. Sel-sel tumor biasanya muncul di jaringan atau permukaan kulit kelopak mata.

Dalam kondisi normal, tubuh akan mengontrol pembentukan sel baru untuk menggantikan sel yang telah rusak atau mati. Namun, sifat sel terkadang dapat berubah dan sel dapat tumbuh secara tidak terkendali. Kondisi ini dapat menyebabkan tumor.

Tumor kelopak mata biasanya terletak di epidermis, atau lapisan terluar kulit kelopak mata. Pada awalnya, tumor ini mungkin tidak menimbulkan gejala, seperti perubahan warna kulit kelopak mata, timbulnya benjolan, dan akhirnya kerontokan bulu mata.

 

Penyebab Tumbuhnya Tumor Kelopak Mata

Sampai saat ini, tidak ada penyebab pasti tumor kelopak mata. Namun, beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko munculnya tumor kelopak mata, seperti:

  • Paparan tinggi terhadap radiasi ultraviolet
  • Warna kulit yang lebih cerah atau kadar melanin yang lebih rendah
  • Usia di atas lima puluh tahun
  • Contoh kasus kanker kulit

Selain itu, penyakit tumor atau kanker juga bisa bersifat turunan. Misalnya, seseorang lebih berisiko menderita tumor di kelopak mata jika ada anggota keluarga yang juga menderita penyakit tersebut.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-05-14T134715.192.png
14/May/2024

Pernah menemukan benjolan kecil di kelopak mata yang tidak sakit? Namun, ini bukan jenis bintitan yang biasanya berwarna merah. Kondisi ini disebut kalazion karena penyumbatan pada kelenjar sebaceous.

Kelopak mata atas atau bawah dapat mengalami kalazion. Benjolan ini biasanya berukuran 2-8 milimeter. Tidak perlu terlalu khawatir tentang kondisi ini karena dapat hilang tanpa penanganan khusus.

 

Penyebab Kalazion

Kelenjar meibom terletak di dalam permukaan bagian dalam kelopak mata dan berfungsi untuk memproduksi cairan yang kemudian dicampur dengan air mata untuk melindungi dan melembapkan mata sehingga tidak kering dan teriritasi. Jika kelenjar ini tersumbat, cairan akan menumpuk dan membentuk benjolan yang berisi cairan. Ini adalah kalazion.

Semua orang dapat mengalami kalazion, dan ada beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan itu:

  • Jika Anda menderita rosacea atau dermatitis seboroik
  • Blefaritis, peradangan di tepi kelopak mata yang umum
  • Diabetes
  • Ada kalazion sebelumnya.

 

Gejala Kalazion

Orang dewasa mengalami kalazion lebih sering daripada anak-anak. Biasanya, gejala termasuk:

  • Benjolan kecil di kelopak mata
  • Membekaknya kelopak mata
  • Gangguan atau rasa ketidaknyamanan
  • Kelopak mata memerah
  • Mata yang berair
  • Nyeri atau iritasi kecil
  • Benjolan yang sangat besar bahkan dapat menekan bola mata, menyebabkan kabur.

 

Cara Mengatasi Kalazion

Seringkali, tanpa perawatan khusus, kalazion hilang dalam beberapa hari atau minggu. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu proses penyembuhan kalazion:

  • Kompres air hangat: Anda dapat menggunakan kain flanel atau handuk kecil yang telah direndam dalam air hangat. Kompres dengan lembut kelopak mata selama lima hingga sepuluh menit. Lakukan ini secara teratur. Untuk melembapkan permukaan benjolan dan mengurangi rasa mengganjal pada kelopak mata, berikan sentuhan hangat dan sedikit tekanan ke benjolan.
  • Pijatan: Untuk mengeluarkan cairan dari benjolan, kompres area benjolan dengan air hangat dan pijat dengan lembut. Pastikan tangan Anda bersih sebelum melakukannya, atau gunakan cotton bud.
  • Untuk menghindari pembentukan cairan di dalam benjolan, bersihkan kelopak mata dua kali sehari untuk menghilangkan minyak dan sel kulit mati.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-05-08T155706.162.png
08/May/2024

Pernah mengalami mata gatal tetapi hanya pada waktu tertentu? Gatal di mata biasanya terjadi di siang hari, tetapi banyak orang yang mengaku gatal di malam hari. Ini membuat tidak nyaman dan bahkan mengganggu aktivitas harian.

Faktor utama mengapa mata gatal di malam hari adalah karena Anda terlalu sibuk melakukan aktivitas di siang hari sehingga Anda tidak menyadari rasa tidak nyaman di mata Anda. Pada akhirnya, rasa gatal baru terasa di malam hari ketika aktivitas Anda berkurang. Namun sebenarnya, mata gatal malam hari Anda punya beberapa penyebab

 

Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

  • Respon alergi
    Di malam hari, mata mungkin gatal karena alergi yang menyerang mata atau kelopak mata. Ini mungkin karena terkena debu, polusi, asap rokok, atau bulu saat beraktivitas seharian. Seseorang juga dapat mengalami reaksi alergi jika tidak sengaja terkena produk pembersih atau perawatan pribadi seperti sabun, deterjen, parfum, cat kuku, pewarna rambut, dan lainnya. Riasan wajah, khususnya riasan mata seperti eyeliner, eyeshadow, dan maskara, dapat menyebabkan mata gatal pada malam hari bahkan tanpa Anda sadari. Ini karena kelopak mata sangat sensitif terhadap berbagai alergen yang ada di sekitar Anda.
  • Mata yang kering
    Mata kering sering ditandai dengan berair, gatal, mengganjal, peka terhadap cahaya, dan kemerahan. Jika tidak diobati segera, kondisi ini dapat semakin parah, terutama pada malam hari. Mata kering mungkin membuat pandangan Anda terganggu dan sulit melihat jelas di malam hari. Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan obat tetes mata kering yang dapat Anda beli tanpa resep dokter.
  • Konjungtivitis
    Infeksi yang terjadi di konjungtiva, yaitu membran transparan antara kelopak dan bagian putih mata, dikenal sebagai konjungtivitis. Sakit mata yang ditandai dengan mata yang tampak kemerahan dan gatal sepanjang hari, termasuk di malam hari.
  • Mata yang lelah
    Kelelahan mata dapat menjadi penyebab mata gatal pada malam hari Anda. Biasanya karena terlalu lama menatap layar ponsel, berkendara jarak jauh, atau terlalu lama menatap layar monitor. Membaca di bawah cahaya redup di malam hari juga bisa membuat mata Anda lelah. Penglihatan kabur, sakit kepala, sensitivitas terhadap cahaya, dan kesulitan membuka mata dengan normal adalah gejala umum dari kondisi ini.
  • Blefaritis
    Belfaritis adalah peradangan di kelopak mata, tepat di tempat pertumbuhan bulu mata. Kondisi ini dapat terjadi ketika bakteri, tungau, atau debu menutup kelenjar minyak pada folikel rambut di kelopak mata. Kelopak Anda mungkin berkerak dan gatal. Di malam hari, semua gejala ini akan memburuk.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-05-04T124644.031.png
04/May/2024

Floaters mata, atau opacities vitreous, adalah kondisi di mana Anda mengalami bercak kecil di mata Anda yang menghalangi bidang penglihatan Anda. Floaters mata dapat berbentuk senar, sarang laba-laba, atau bintik-bintik hitam atau abu-abu yang melayang ketika Anda menggerakkan mata Anda dan tampak melesat jika Anda mencoba melihatnya dengan seksama.

Sebagian besar floaters mata adalah akibat dari perubahan yang terjadi seiring bertambahnya usia karena zat seperti jeli (vitreous) di dalam mata menjadi lebih cair. Serat kecil yang ada di vitreous cenderung menggumpal dan membentuk bayangan kecil pada retina Anda. Floaters adalah bayangan.

Jika Anda tiba-tiba melihat floaters di mata Anda, segera hubungi dokter. Jika Anda melihat cahaya berkedip atau kehilangan penglihatan tepi Anda, itu bisa menjadi gejala keadaan darurat yang membutuhkan perhatian segera.

 

Gejala Floaters Mata

Floaters mata biasanya menunjukkan gejala berikut:

  • Bercak pada langit yang terlihat seperti rangkaian material yang mengambang atau bintik gelap.
  • Bercak bergerak saat Anda menggerakkan mata Anda, jadi saat Anda mencoba melihatnya, bercak akan dengan cepat bergerak ke luar penglihatan Anda.
  • Bercak terlihat paling jelas saat Anda melihat latar belakang yang terang dan polos, seperti dinding putih atau langit biru.
  • Bercak yang akhirnya hilang dari pandangan Anda.

Bayangan ini bergerak di sekitar mata Anda, seperti namanya. Saat Anda mencoba untuk fokus, bayangan tersebut sering menghindar. Ketika Anda mengalami kondisi ini, biasanya tidak akan hilang, tetapi dapat membaik dengan waktu.

Kemungkinan ada gejala dan tanda-tanda yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda khawatir tentang gejala tertentu.

 

Penyebab Floaters Mata

Kebanyakan floaters adalah kolagen, bintik kecil protein yang termasuk dalam gel seperti vitreous di bagian belakang mata. Kualitas penglihatan Anda cenderung menurun dengan bertambahnya usia. Bagian-bagian kecil yang menggumpal terbentuk dari serat protein yang membentuk vitrous. Floaters adalah bayangan yang muncul pada retina. Anda mungkin melihat kilatan karena vitreous telah ditarik dari retina.

Beberapa penyebab floaters mata adalah sebagai berikut:

  • Perubahan pada mata yang berhubungan dengan usia
    Kondisi ini paling sering terjadi karena perubahan pada vitreous yang terkait dengan usia; zat seperti jeli memenuhi bola mata dan membantu menjaga bentuknya. Dengan waktu, vitreous mencair dan menyusut. Sebagian besar cahaya yang masuk ke dalam mata dihalangi oleh sisa-sisa vitreous yang menggumpal. Ini menyebabkan bayangan kecil pada retina.
  • Proses inflamasi di belakang mata
    Posterior uveitis adalah peradangan pada lapisan uvea di belakang mata, yang dapat menyebabkan bayangan pada mata. Ini dapat terjadi karena penyakit peradangan atau infeksi.
  • Darah di mata
    Perdarahan pada vitreous dapat merusak dan mengganggu pembuluh darah.
  • Retina yang pecah
    Saat vitreous yang menyusut tersangkut pada retina dan merobeknya, robekan retina dapat terjadi. Tanpa perawatan yang tepat, robekan retina dapat menyebabkan retinal detachment, akumulasi cairan di belakang retina yang memisahkan retina dari mata, yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
  • Pengobatan dan operasi mata
    Gelembung udara dapat terjadi ketika obat tertentu ditambahkan ke cairan vitreus. Sampai mata Anda menyerap gelembung ini, Anda akan menganggapnya sebagai bayangan. Dalam beberapa prosedur, gelembuk minyak silikon dimasukkan ke dalam vitreous, yang dapat muncul sebagai bayangan atau bintik kecil pada mata.
  • Diabetes retinopati
    Diabetes dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang mengarah ke retina. Jika pembuluh darah ini rusak, retina mungkin tidak dapat menangkap gambar dan cahaya.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-05-02T132503.932.png
02/May/2024

Terlalu lama melihat layar digital menuntut mata untuk lebih fokus, bekerja lebih keras, dan membuat orang rentan mengalami masalah mata. Masalah yang paling sering terjadi akibat terlalu lama melihat layar digital adalah mata kering (DE) atau mata kering, yang disebabkan oleh penggunaan terus menerus komputer, tablet, atau smartphone. Sakit kepala, pandangan kabur, pegal-pegal pada leher, lelah, mata sakit, mata kering, pandangan ganda, dan vertigo adalah gejala dari penyakit ini.

 

Risiko Computer Vision Syndrome dan Mata Kering yang Meningkat

Dibandingkan generasi sebelumnya, masyarakat di seluruh dunia semakin bergantung pada teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan pekerjaan mereka di era digital. Pengguna internet berusia 16-64 tahun di Indonesia rata-rata menghabiskan 8 jam 36 menit per hari di internet, lebih dari rata-rata global 6 jam 43 menit per hari. Jumlah keluhan mata yang berkaitan dengan dry eye dan computer vision syndrome meningkat sebagai akibat dari jumlah waktu yang dihabiskan untuk melihat layar digital setiap hari.

Penyakit mata kering, juga dikenal sebagai mata kering, adalah penyakit multifaktorial yang mempengaruhi air mata dan permukaan mata. Gejalanya termasuk ketidaknyamanan, kesulitan untuk melihat, dan ketidakstabilan film air mata, yang dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan mata.

Sedangkan CVS mengacu pada spektrum gejala yang berhubungan dengan penglihatan dan otot yang terlihat akibat penggunaan layar terus menerus, seperti komputer, tablet, atau smartphone. Kedua penyakit ini, kering mata dan CVS, dapat terjadi secara bersamaan dan saling berhubungan.

 

Gejala yang Muncul Akibat Computer Vision Syndrome

  • Kekeringan dan peradangan di mata
  • Sensasi panas di mata
  • Asthenopia, atau rasa lelah atau tegang pada mata
  • Keluarnya air mata yang berlebihan atau epifora
  • Kondisi di mana jumlah darah yang berlebihan dalam pembuluh darah disertai dengan pelebaran pembuluh darah, dikenal sebagai hiperemia.
  • Penglihatan yang kabur
  • Diplopia, atau penglihatan ganda, atau penglihatan berbayang
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Sementara ilusi atau penipuan warna dalam persepsi warna

Beberapa gejala ini diduga berasal dari robekan dan ketidakfungsian permukaan mata, seperti sensasi iritasi, rasa terbakar, dan kekeringan. Di sisi lain, gejala seperti asthenopia, penglihatan kabur dan ganda, selain masalah permukaan, juga dapat berasal dari gangguan yang terjadi dalam sistem akomodatif dan gerakan bola mata.

Nyeri muskuloskeletal di leher, punggung, dan bahu adalah keluhan ekstraokuler lain yang terkait dengan sindrom visi komputer. Computer vision syndrome dilaporkan terjadi pada kira-kira lima puluh hingga sembilan puluh persen orang yang menggunakan komputer. Kerusakan mata yang disebabkan oleh penggunaan komputer dapat bervariasi tergantung pada jenis perangkat dan pola penggunaan. Kerusakan mata yang disebabkan oleh penggunaan komputer memiliki berbagai faktor.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!