Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Sering-Disangka-Bintitan-Kenali-Apa-Itu-Kalazion.png
18/Apr/2026

Muncul benjolan di kelopak mata sering kali langsung dianggap sebagai bintitan. Padahal, kondisi tersebut bisa jadi adalah kalazion, yaitu gangguan mata yang berbeda penyebab dan penanganannya.

Kalazion merupakan benjolan yang terbentuk di kelopak mata akibat tersumbatnya kelenjar minyak (kelenjar meibom). Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa mengganggu kenyamanan bahkan penglihatan jika ukurannya membesar.

Apa Itu Kalazion?

Kalazion adalah pembengkakan atau benjolan padat di kelopak mata yang biasanya tidak terasa nyeri. Kondisi ini dapat muncul di kelopak mata atas maupun bawah, bahkan bisa terjadi pada satu atau kedua mata.

Berbeda dengan bintitan yang disebabkan infeksi bakteri dan terasa sakit, kalazion terjadi karena penyumbatan kelenjar minyak sehingga minyak menumpuk dan membentuk benjolan.

Penyebab Kalazion

Penyebab utama kalazion adalah tersumbatnya kelenjar minyak di kelopak mata. Selain itu, beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya, seperti:

  • Blefaritis (peradangan kelopak mata)
  • Rosacea atau dermatitis seboroik
  • Kebiasaan menyentuh mata dengan tangan kotor
  • Riwayat kalazion sebelumnya
  • Penyakit tertentu seperti diabetes

 

Gejala yang Perlu Dikenali

Kalazion biasanya berkembang perlahan dan tidak langsung menimbulkan rasa sakit. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

  • Benjolan padat di kelopak mata
  • Pembengkakan ringan pada kelopak mata
  • Mata terasa tidak nyaman atau seperti ada yang mengganjal
  • Mata berair
  • Penglihatan kabur jika benjolan cukup besar.

Jika terjadi infeksi, benjolan bisa menjadi merah, membesar, dan terasa nyeri.

 

Apakah Kalazion Berbahaya?

Kalazion umumnya tidak berbahaya dan sering dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun, jika dibiarkan, benjolan bisa membesar dan menekan bola mata sehingga menyebabkan gangguan penglihatan.

Dalam kasus tertentu, kalazion juga dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik.

Cara Mengatasi Kalazion

Sebagian besar kalazion bisa diatasi dengan perawatan mandiri di rumah, seperti:

  • Kompres hangat selama 10–15 menit, 3–4 kali sehari
  • Pijat lembut area kelopak mata setelah kompres
  • Menjaga kebersihan area mata

Namun, hindari memencet benjolan karena dapat memperparah kondisi.

Jika tidak kunjung membaik, dokter dapat memberikan pengobatan seperti obat tetes, suntikan steroid, atau tindakan kecil untuk mengangkat benjolan.

 

Cara Mencegah Kalazion

Untuk mencegah kalazion, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh mata
  • Membersihkan wajah dan area mata secara rutin
  • Menghindari mengucek mata
  • Mengganti dan menjaga kebersihan kosmetik mata

 

Kalazion adalah benjolan di kelopak mata yang sering disalahartikan sebagai bintitan. Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperhatikan agar tidak berkembang menjadi lebih serius.

Dengan menjaga kebersihan mata dan mengenali gejalanya sejak dini, Anda dapat mencegah serta menangani kalazion dengan lebih efektif.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Konsumsi-Teh-Hijau-dan-Perlindungannya-terhadap-Retinopati-Diabetik.png
16/Apr/2026

Retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi serius dari diabetes melitus yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan pembuluh darah pada retina akibat kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama.

Seiring meningkatnya jumlah penderita diabetes, risiko komplikasi seperti retinopati diabetik juga semakin tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang efektif, termasuk melalui pola hidup sehat dan konsumsi nutrisi tertentu.

 

Peran Teh Hijau dalam Kesehatan Mata

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal J Diabetes Research menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau secara rutin memiliki potensi efek protektif terhadap retinopati diabetik.

Teh hijau diketahui mengandung berbagai senyawa aktif, seperti polifenol dan antioksidan, yang berperan dalam:

  • Mengurangi stres oksidatif
  • Menekan peradangan
  • Melindungi pembuluh darah dari kerusakan

Kandungan ini diyakini membantu menjaga kesehatan retina, terutama pada penderita diabetes.

 

Hasil Penelitian

Penelitian tersebut menggunakan metode case-control study untuk menganalisis hubungan antara konsumsi teh hijau dan kejadian retinopati diabetik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi teh hijau secara rutin memiliki risiko lebih rendah mengalami retinopati diabetik dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana seperti minum teh hijau dapat memberikan manfaat tambahan dalam mencegah komplikasi diabetes.

 

Mengapa Retinopati Diabetik Berbahaya?

Retinopati diabetik sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Jika tidak terdeteksi dan ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Penurunan penglihatan
  • Perdarahan pada retina
  • Kerusakan permanen pada mata
  • Kebutaan

Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi sangat penting bagi penderita diabetes.

 

Upaya Pencegahan Retinopati Diabetik

Selain konsumsi teh hijau, terdapat beberapa langkah penting untuk mencegah retinopati diabetik, antara lain:

  • Mengontrol kadar gula darah secara rutin
  • Menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol
  • Melakukan pemeriksaan mata secara berkala
  • Menerapkan pola makan sehat
  • Berolahraga secara teratur

Kombinasi antara gaya hidup sehat dan konsumsi makanan atau minuman kaya antioksidan dapat membantu menurunkan risiko komplikasi.

 

Konsumsi teh hijau secara rutin berpotensi memberikan efek perlindungan terhadap retinopati diabetik, berkat kandungan antioksidan yang dimilikinya. Meskipun demikian, teh hijau bukanlah pengganti pengobatan utama diabetes, melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang mendukung pencegahan komplikasi. Pengelolaan diabetes yang baik tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan mata dan mencegah gangguan penglihatan di masa depan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Stop-Kebanyakan-Garam-5-Makanan-Ini-Bisa-Memperburuk-Retinopati-Diabetik.png
14/Apr/2026

Penglihatan kabur sering dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda masalah serius, terutama bagi penderita diabetes, terlebih jika disertai dengan berat badan berlebih atau obesitas. Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah retinopati diabetik, yaitu kerusakan pada pembuluh darah di retina akibat kadar gula darah yang tinggi.

Selain gula darah, asupan garam (natrium) yang berlebihan juga dapat memperburuk kondisi ini. Konsumsi garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, yang pada akhirnya mempercepat kerusakan pembuluh darah, termasuk di mata. Hal ini membuat risiko retinopati diabetik semakin meningkat.

 

Apa Itu Retinopati Diabetik?

Retinopati diabetik adalah gangguan pada mata yang terjadi ketika pembuluh darah di retina rusak akibat diabetes. Retina sendiri berperan penting dalam proses penglihatan.
Kerusakan ini dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur, muncul bayangan, hingga berujung pada kebutaan jika tidak ditangani dengan baik.

 

Hubungan Garam, Diabetes, dan Kesehatan Mata

Mengacu pada informasi kesehatan, konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan memperburuk kontrol diabetes. Tekanan darah tinggi mempercepat kerusakan pembuluh darah kecil, termasuk di retina.
Akibatnya:

  • Pembuluh darah mata lebih mudah rusak
  • Risiko retinopati diabetik meningkat
  • Gangguan penglihatan terjadi lebih cepat

 

Pantangan Makanan Tinggi Garam

Agar risiko tidak semakin besar, penderita diabetes perlu membatasi konsumsi makanan tinggi garam berikut:

  1. Makanan cepat saji & olahan
    Seperti burger, pizza, dan nugget yang tinggi natrium serta lemak.
  2. Makanan kalengan
    Contohnya sarden, tuna, atau sayur kaleng yang biasanya mengandung garam tambahan sebagai pengawet.
  3. Daging olahan & ikan asin
    Seperti sosis, bakso, dan ikan asin yang memiliki kadar garam sangat tinggi.
  4. Saus & bumbu siap pakai
    Misalnya kecap asin, saus botolan, dan bumbu instan.
  5. Camilan asin
    Keripik, kacang asin, dan snack kemasan lainnya.

 

Hubungan Berat Badan dan Diabetes dengan Mata

Berat badan berlebih atau obesitas juga berperan besar dalam meningkatkan risiko komplikasi diabetes, termasuk retinopati diabetik.
Obesitas membuat tubuh lebih sulit mengontrol kadar gula darah. Akibatnya:

  • Kadar gula darah cenderung tinggi
  • Pembuluh darah lebih mudah rusak
  • Risiko gangguan mata meningkat lebih cepat

Bahkan, penderita diabetes dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami retinopati dibandingkan yang hanya mengalami kelebihan berat badan biasa.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Retinopati diabetik sering tidak menimbulkan gejala di awal. Namun, beberapa tanda yang bisa muncul antara lain:

  • Penglihatan kabur
  • Muncul bintik atau bayangan (floaters)
  • Sulit melihat dengan jelas
  • Penurunan penglihatan secara bertahap

Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

 

Cara Mencegah Kerusakan Mata

Kabar baiknya, retinopati diabetik dapat dicegah dengan langkah sederhana, yaitu:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengontrol kadar gula darah secara rutin
  • Membatasi konsumsi garam (kurang dari 2.300 mg per hari)
  • Menggunakan rempah alami sebagai pengganti garam
  • Menjalani pola hidup sehat
  • Melakukan pemeriksaan mata secara berkala

 

Mata kabur bukan sekadar gangguan biasa. Pada penderita diabetes, kondisi ini bisa menjadi tanda retinopati diabetik yang berisiko menyebabkan kebutaan. Konsumsi garam berlebih, ditambah dengan diabetes dan obesitas, dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah di mata.

Mulai sekarang, batasi asupan garam dan pilih makanan yang lebih sehat agar kesehatan mata tetap terjaga dalam jangka panjang.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Jangan-Abaikan-Mata-Blur-Bisa-Dipicu-Berat-Badan-Diabetes.png
11/Apr/2026

Penglihatan kabur sering dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda masalah serius, terutama bagi penderita diabetes—terlebih jika disertai dengan berat badan berlebih atau obesitas.

Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah retinopati diabetik, yaitu kerusakan pada pembuluh darah di retina akibat kadar gula darah yang tinggi.

Apa Itu Retinopati Diabetik?

Retinopati diabetik adalah gangguan pada mata yang terjadi ketika pembuluh darah di retina rusak akibat diabetes. Retina sendiri berperan penting dalam proses penglihatan.

Kerusakan ini dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur, muncul bayangan, hingga berujung pada kebutaan jika tidak ditangani dengan baik.

Hubungan Berat Badan dan Diabetes dengan Mata

Berat badan berlebih atau obesitas memiliki peran besar dalam meningkatkan risiko komplikasi diabetes, termasuk retinopati diabetik.

Obesitas membuat tubuh lebih sulit mengontrol kadar gula darah. Akibatnya:

  • Kadar gula darah cenderung tinggi
  • Pembuluh darah lebih mudah rusak
  • Risiko gangguan mata meningkat lebih cepat

Bahkan, penderita diabetes dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami retinopati dibandingkan yang hanya mengalami kelebihan berat badan biasa.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Retinopati diabetik sering tidak menimbulkan gejala di awal. Namun, beberapa tanda yang bisa muncul antara lain:

  • Penglihatan kabur
  • Muncul bintik atau bayangan (floaters)
  • Sulit melihat dengan jelas
  • Penurunan penglihatan secara bertahap

Jika mengalami gejala tersebut, jangan menunda untuk memeriksakan diri.

Cara Mencegah Kerusakan Mata

Kabar baiknya, retinopati diabetik dapat dicegah dengan langkah sederhana, yaitu:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengontrol kadar gula darah secara rutin
  • Menjalani pola hidup sehat
  • Melakukan pemeriksaan mata secara berkala

Langkah-langkah ini sangat penting untuk melindungi kesehatan mata dalam jangka panjang.

Mata kabur bukan sekadar gangguan biasa. Pada penderita diabetes, kondisi ini bisa menjadi tanda retinopati diabetik yang berisiko menyebabkan kebutaan. Kombinasi diabetes dan obesitas semakin meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah di mata. Jangan tunggu sampai penglihatan terganggu parah. Mulai jaga berat badan, kontrol gula darah, dan rutin periksa mata untuk menjaga kesehatan penglihatan Anda.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Kenali-Terapi-Retinoblastoma-untuk-Menyelamatkan-Penglihatan-Anak.png
09/Apr/2026

Retinoblastoma adalah jenis kanker mata yang umumnya menyerang anak-anak. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel retina tumbuh secara tidak terkendali. Jika tidak ditangani dengan baik, retinoblastoma dapat menyebabkan kebutaan bahkan mengancam nyawa.

Kabar baiknya, dengan penanganan yang tepat dan deteksi dini, peluang kesembuhan retinoblastoma cukup tinggi. Salah satu kunci keberhasilan terapi adalah pemilihan metode pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien.

 

Tujuan Pengobatan Retinoblastoma

Pengobatan retinoblastoma tidak hanya bertujuan untuk menghilangkan kanker, tetapi juga:

  • Menyelamatkan nyawa pasien
  • Mempertahankan fungsi penglihatan
  • Mencegah penyebaran kanker ke organ lain

Jenis terapi yang dipilih biasanya disesuaikan dengan ukuran tumor, lokasi, serta tingkat penyebarannya.

 

5 Metode Pengobatan Retinoblastoma

Berikut beberapa metode pengobatan yang umum digunakan:

  1. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan metode yang paling sering digunakan. Terapi ini menggunakan obat untuk membunuh atau mengecilkan sel kanker. Obat dapat diberikan melalui suntikan, infus, atau diminum.

Kemoterapi juga sering digunakan sebagai terapi awal untuk memperkecil tumor sebelum tindakan lain dilakukan.

  1. Terapi Radiasi (Radioterapi)

Radioterapi menggunakan sinar energi tinggi untuk menghancurkan sel kanker. Terapi ini bisa dilakukan dari luar tubuh (external beam) atau dari dalam (brachytherapy).

Metode ini biasanya digunakan pada kasus tertentu, terutama jika kanker sulit ditangani dengan terapi lain.

  1. Terapi Laser

Terapi laser bertujuan untuk menghancurkan pembuluh darah yang memasok nutrisi ke tumor. Dengan terputusnya suplai darah, sel kanker akan mati.

Terapi ini umumnya digunakan pada tumor berukuran kecil.

  1. Cryotherapy (Terapi Dingin)

Cryotherapy adalah metode yang menggunakan suhu sangat dingin untuk membekukan dan menghancurkan sel kanker.

Metode ini efektif untuk tumor kecil dan sering dikombinasikan dengan terapi lain.

  1. Operasi (Enukleasi)

Jika tumor sudah sangat besar atau tidak merespons terapi lain, dokter dapat melakukan operasi pengangkatan bola mata (enukleasi).

Tindakan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran kanker ke bagian tubuh lain. Setelah operasi, pasien biasanya akan menggunakan mata palsu.

 

Kombinasi Terapi untuk Hasil Optimal

Dalam banyak kasus, pengobatan retinoblastoma tidak hanya menggunakan satu metode saja. Dokter dapat mengombinasikan beberapa terapi untuk hasil yang lebih optimal, misalnya kemoterapi dikombinasikan dengan laser atau cryotherapy.

Pendekatan ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus mempertahankan penglihatan semaksimal mungkin.

 

Pentingnya Deteksi Dini

Semakin cepat retinoblastoma terdeteksi, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Munculnya bercak putih pada pupil
  • Mata juling
  • Mata merah atau bengkak

Jika ditemukan gejala tersebut, segera periksakan anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Retinoblastoma merupakan kanker mata pada anak yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Terdapat berbagai metode pengobatan seperti kemoterapi, radioterapi, terapi laser, cryotherapy, hingga operasi. Dengan diagnosis dini dan terapi yang sesuai, peluang kesembuhan sangat besar dan risiko komplikasi dapat diminimalkan. Oleh karena itu, kewaspadaan orang tua sangat penting dalam mengenali gejala sejak awal.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Waspada-Komplikasi-Retinoblastoma-Mata-Anak-Bisa-Terancam.png
06/Apr/2026

Retinoblastoma merupakan kanker mata yang umumnya menyerang anak-anak, terutama usia balita. Penyakit ini terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal di retina, yaitu bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya. Jika tidak ditangani dengan cepat, retinoblastoma dapat mengganggu penglihatan hingga menyebabkan kerusakan permanen pada mata.

 

Komplikasi Retinoblastoma yang Perlu Diwaspadai

Tanpa penanganan yang tepat, retinoblastoma dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, antara lain:

  1. Ablasi Retina (Retina Lepas)

Retina dapat terlepas dari jaringan penyangganya, sehingga mengganggu proses penglihatan dan berisiko menyebabkan kebutaan.

  1. Perdarahan di Dalam Mata

Pertumbuhan tumor dapat memicu perdarahan pada bola mata yang mengganggu fungsi visual.

  1. Glaukoma (Tekanan Mata Tinggi)

Tekanan di dalam mata meningkat akibat tumor, yang dapat merusak saraf optik dan menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

  1. Selulitis Orbita (Peradangan Jaringan Sekitar Mata)

Peradangan serius pada jaringan sekitar mata dapat terjadi dan memperburuk kondisi anak.

  1. Phthisis Bulbi (Bola Mata Menyusut)

Pada kondisi berat, bola mata dapat mengecil dan kehilangan fungsinya secara permanen.

Selain itu, retinoblastoma juga berisiko menyebar ke organ lain (metastasis) jika tidak segera ditangani.

 

Cara Diagnosis Retinoblastoma

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Pemeriksaan mata dengan oftalmoskop untuk melihat kondisi retina secara langsung
  • USG, CT scan, atau MRI guna mengetahui lokasi, ukuran, dan penyebaran tumor
  • Pemeriksaan lanjutan untuk menentukan stadium penyakit dan langkah penanganan yang tepat

 

Pentingnya Deteksi Dini

Gejala retinoblastoma sering kali sulit dikenali, terutama pada bayi dan anak kecil. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Muncul bercak putih pada pupil
  • Mata juling
  • Mata merah atau bengkak
  • Gangguan penglihatan

Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat dan meningkatkan peluang kesembuhan.

 

Retinoblastoma adalah penyakit serius yang dapat mengancam penglihatan anak jika tidak segera ditangani. Komplikasi seperti ablasi retina, glaukoma, hingga penyusutan bola mata bisa terjadi pada kondisi yang sudah lanjut. Karena itu, orang tua perlu lebih waspada terhadap tanda-tanda awal dan tidak menunda pemeriksaan. Penanganan sejak dini dapat menjadi kunci untuk menyelamatkan penglihatan dan kesehatan mata anak.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Penanganan-Retinoblastoma-Langkah-Medis-untuk-Menyelamatkan-Penglihatan.png
04/Apr/2026

Retinoblastoma merupakan kanker yang terjadi pada retina akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak dan dapat terjadi pada satu atau kedua mata.

 

Penyebab Retinoblastoma

Retinoblastoma disebabkan oleh mutasi genetik pada sel retina. Mutasi ini membuat sel terus berkembang tanpa kontrol hingga membentuk tumor.

Terdapat dua jenis penyebab utama:

  • Herediter (keturunan): diturunkan dari orang tua
  • Non-herediter (sporadis): terjadi secara spontan tanpa riwayat keluarga

 

Bagaimana Retinoblastoma Didiagnosis?

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Pemeriksaan mata secara menyeluruh
  • USG mata atau MRI untuk melihat ukuran dan penyebaran tumor
  • Tes genetik untuk mengetahui faktor keturunan

Pemeriksaan ini penting untuk menentukan tingkat keparahan dan rencana pengobatan.

 

Pilihan Pengobatan Retinoblastoma

Penanganan retinoblastoma tergantung pada ukuran dan penyebaran tumor. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:

  1. Kemoterapi

Digunakan untuk mengecilkan tumor atau membunuh sel kanker.

  1. Terapi Laser

Bertujuan menghentikan aliran darah ke tumor sehingga sel kanker mati.

  1. Krioterapi

Metode pembekuan untuk menghancurkan sel kanker.

  1. Radioterapi

Menggunakan radiasi untuk membunuh sel kanker.

  1. Operasi

Pada kasus berat, bola mata mungkin perlu diangkat untuk mencegah penyebaran kanker.

 

Retinoblastoma merupakan kanker mata yang serius, namun dapat ditangani dengan baik jika terdeteksi lebih awal. Dengan diagnosis yang tepat dan terapi yang sesuai, peluang kesembuhan menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk tidak menunda pemeriksaan jika terdapat gejala pada mata anak.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Anak-Tampak-Putih-Bisa-Jadi-Tanda-Retinoblastoma.png
02/Apr/2026

Retinoblastoma adalah kanker mata yang paling sering terjadi pada anak, terutama di bawah usia 5 tahun. Penyakit ini berkembang pada retina, yaitu bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya. Meskipun tergolong langka, retinoblastoma dapat menyebabkan kebutaan bahkan mengancam nyawa jika tidak ditangani sejak dini.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Retinoblastoma sering kali tidak disadari pada tahap awal. Namun, ada beberapa tanda khas yang bisa dikenali oleh orang tua, antara lain:

  • Muncul pantulan putih pada pupil (seperti mata kucing saat terkena cahaya)
  • Mata juling (tidak sejajar)
  • Mata merah atau bengkak tanpa sebab jelas
  • Penurunan penglihatan
  • Nyeri pada mata

Gejala ini dapat terlihat saat memotret anak menggunakan flash atau dalam kondisi pencahayaan tertentu.

 

Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?

Retinoblastoma dapat berkembang dengan cepat. Jika terlambat ditangani, tumor dapat menyebar ke bagian lain tubuh seperti otak dan tulang.

Namun, jika terdeteksi sejak dini, peluang keberhasilan pengobatan sangat tinggi dan fungsi penglihatan masih dapat dipertahankan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika orang tua melihat tanda-tanda berikut:

  • Pantulan putih pada mata anak
  • Mata juling yang muncul tiba-tiba
  • Perubahan bentuk atau warna mata

Pemeriksaan mata secara rutin juga penting, terutama pada anak dengan riwayat keluarga retinoblastoma.

 

Retinoblastoma adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian khusus. Mengenali gejala sejak dini dapat menyelamatkan penglihatan bahkan nyawa anak. Peran orang tua sangat penting dalam mendeteksi tanda awal dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


5-Manfaat-Kacamata-Anti-Radiasi-untuk-Menjaga-Kesehatan-Mata.png
31/Mar/2026

Di era digital saat ini, penggunaan gadget seperti smartphone, laptop, dan televisi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, paparan layar yang berlebihan dapat memberikan dampak pada kesehatan mata, terutama akibat cahaya biru (blue light) dan radiasi sinar ultraviolet (UV).

Salah satu solusi yang banyak digunakan adalah kacamata anti radiasi. Lantas, apa saja manfaatnya bagi kesehatan mata?

Apa Itu Kacamata Anti Radiasi?

Kacamata anti radiasi adalah kacamata dengan lensa khusus yang dirancang untuk mengurangi paparan cahaya biru dari layar digital serta melindungi mata dari sinar UV.

Dengan perlindungan ini, mata menjadi lebih nyaman saat beraktivitas, baik di depan layar maupun di luar ruangan.

 

Manfaat Kacamata Anti Radiasi

  1. Mengurangi Kelelahan Mata

Salah satu manfaat utama kacamata anti radiasi adalah membantu mengurangi kelelahan mata digital (digital eye strain) akibat terlalu lama menatap layar.

Gejala seperti mata pegal, perih, dan tegang dapat berkurang dengan penggunaan kacamata ini.

  1. Melindungi Mata dari Sinar UV

Kacamata anti radiasi mampu menghalau sinar ultraviolet yang dapat merusak struktur mata, termasuk kornea dan lensa.

Perlindungan ini penting, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

  1. Mencegah Risiko Kerusakan Mata

Paparan radiasi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan mata seperti katarak dan degenerasi makula. Kacamata anti radiasi membantu melindungi retina dari kerusakan tersebut.

  1. Meningkatkan Kualitas Tidur

Cahaya biru dari gadget dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang mengatur tidur. Dengan mengurangi paparan cahaya biru, kacamata ini dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

  1. Meningkatkan Kenyamanan Visual

Kacamata anti radiasi juga dapat mengurangi silau dan meningkatkan kontras, sehingga tampilan layar lebih nyaman dilihat dan tidak membuat mata cepat lelah.

 

Apakah Kacamata Anti Radiasi Selalu Diperlukan?

Penggunaan kacamata anti radiasi sangat dianjurkan bagi:

  • Pekerja yang sering menggunakan komputer
  • Pelajar yang belajar dengan perangkat digital
  • Pengguna gadget dalam waktu lama

Namun, penting untuk diketahui bahwa keluhan mata lelah tidak hanya disebabkan oleh radiasi, tetapi juga karena durasi penggunaan layar yang terlalu lama.

Karena itu, penggunaan kacamata tetap perlu diimbangi dengan kebiasaan sehat, seperti mengatur waktu penggunaan gadget.

 

Tips Menjaga Kesehatan Mata

Selain menggunakan kacamata anti radiasi, beberapa langkah berikut juga penting dilakukan:

  • Terapkan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit, lihat objek jauh selama 20 detik)
  • Batasi penggunaan gadget
  • Konsumsi makanan bergizi untuk kesehatan mata
  • Periksakan mata secara rutin

 

Kacamata anti radiasi memiliki berbagai manfaat, mulai dari mengurangi kelelahan mata, melindungi dari sinar UV, hingga meningkatkan kenyamanan saat menggunakan gadget.

Meski demikian, menjaga kesehatan mata tidak cukup hanya dengan menggunakan kacamata. Pola hidup sehat dan penggunaan gadget yang bijak tetap menjadi kunci utama untuk menjaga penglihatan tetap optimal.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


4-Tips-Mencegah-Trakhoma-yang-Perlu-Diketahui.png
30/Mar/2026

Trakhoma merupakan infeksi mata akibat bakteri Chlamydia trachomatis yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan jika tidak ditangani dengan baik. Penyakit ini mudah menular, terutama di lingkungan dengan kebersihan dan sanitasi yang kurang baik. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan mata.

Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah trakhoma.

  1. Menjaga Kebersihan Wajah dan Tangan

Kebersihan diri merupakan kunci utama dalam mencegah penularan trakhoma. Membiasakan mencuci wajah dan tangan dengan air bersih dapat membantu menghilangkan bakteri yang menempel di area mata.

Hal ini sangat penting, terutama pada anak-anak yang lebih sering menyentuh wajah dan berisiko tinggi tertular infeksi.

  1. Tidak Berbagi Barang Pribadi

Trakhoma dapat menular melalui benda yang terkontaminasi, seperti handuk, sapu tangan, atau pakaian. Oleh karena itu, sebaiknya hindari berbagi barang pribadi dengan orang lain, terutama jika ada anggota keluarga yang mengalami infeksi mata.

Langkah sederhana ini dapat membantu memutus rantai penularan.

  1. Menjaga Kebersihan Lingkungan dan Sanitasi

Lingkungan yang kotor dan padat penduduk meningkatkan risiko penyebaran trakhoma. Kurangnya akses air bersih dan sanitasi yang buruk juga menjadi faktor utama penularan penyakit ini.

Upaya yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan
  • Mengelola sampah dengan baik
  • Memastikan ketersediaan air bersih

Lingkungan yang bersih membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri.

  1. Mengendalikan Lalat dan Sumber Penularan

Lalat dapat menjadi perantara penyebaran bakteri penyebab trakhoma. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya lalat.

Beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Menutup makanan dengan baik
  • Membersihkan sampah secara rutin
  • Mengelola limbah rumah tangga dengan benar

 

Pentingnya Pencegahan Sejak Dini

Trakhoma biasanya dimulai dengan gejala ringan seperti mata gatal dan iritasi, tetapi infeksi berulang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata.

Karena itu, pencegahan sejak dini sangat penting untuk menghindari komplikasi serius, termasuk kebutaan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!