Stop Kebanyakan Garam! 5 Makanan Ini Bisa Memperburuk Retinopati Diabetik

Penglihatan kabur sering dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda masalah serius, terutama bagi penderita diabetes, terlebih jika disertai dengan berat badan berlebih atau obesitas. Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah retinopati diabetik, yaitu kerusakan pada pembuluh darah di retina akibat kadar gula darah yang tinggi.
Selain gula darah, asupan garam (natrium) yang berlebihan juga dapat memperburuk kondisi ini. Konsumsi garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, yang pada akhirnya mempercepat kerusakan pembuluh darah, termasuk di mata. Hal ini membuat risiko retinopati diabetik semakin meningkat.
Apa Itu Retinopati Diabetik?
Retinopati diabetik adalah gangguan pada mata yang terjadi ketika pembuluh darah di retina rusak akibat diabetes. Retina sendiri berperan penting dalam proses penglihatan.
Kerusakan ini dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur, muncul bayangan, hingga berujung pada kebutaan jika tidak ditangani dengan baik.
Hubungan Garam, Diabetes, dan Kesehatan Mata
Mengacu pada informasi kesehatan, konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan memperburuk kontrol diabetes. Tekanan darah tinggi mempercepat kerusakan pembuluh darah kecil, termasuk di retina.
Akibatnya:
- Pembuluh darah mata lebih mudah rusak
- Risiko retinopati diabetik meningkat
- Gangguan penglihatan terjadi lebih cepat
Pantangan Makanan Tinggi Garam
Agar risiko tidak semakin besar, penderita diabetes perlu membatasi konsumsi makanan tinggi garam berikut:
- Makanan cepat saji & olahan
Seperti burger, pizza, dan nugget yang tinggi natrium serta lemak. - Makanan kalengan
Contohnya sarden, tuna, atau sayur kaleng yang biasanya mengandung garam tambahan sebagai pengawet. - Daging olahan & ikan asin
Seperti sosis, bakso, dan ikan asin yang memiliki kadar garam sangat tinggi. - Saus & bumbu siap pakai
Misalnya kecap asin, saus botolan, dan bumbu instan. - Camilan asin
Keripik, kacang asin, dan snack kemasan lainnya.
Hubungan Berat Badan dan Diabetes dengan Mata
Berat badan berlebih atau obesitas juga berperan besar dalam meningkatkan risiko komplikasi diabetes, termasuk retinopati diabetik.
Obesitas membuat tubuh lebih sulit mengontrol kadar gula darah. Akibatnya:
- Kadar gula darah cenderung tinggi
- Pembuluh darah lebih mudah rusak
- Risiko gangguan mata meningkat lebih cepat
Bahkan, penderita diabetes dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami retinopati dibandingkan yang hanya mengalami kelebihan berat badan biasa.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Retinopati diabetik sering tidak menimbulkan gejala di awal. Namun, beberapa tanda yang bisa muncul antara lain:
- Penglihatan kabur
- Muncul bintik atau bayangan (floaters)
- Sulit melihat dengan jelas
- Penurunan penglihatan secara bertahap
Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Cara Mencegah Kerusakan Mata
Kabar baiknya, retinopati diabetik dapat dicegah dengan langkah sederhana, yaitu:
- Menjaga berat badan ideal
- Mengontrol kadar gula darah secara rutin
- Membatasi konsumsi garam (kurang dari 2.300 mg per hari)
- Menggunakan rempah alami sebagai pengganti garam
- Menjalani pola hidup sehat
- Melakukan pemeriksaan mata secara berkala
Mata kabur bukan sekadar gangguan biasa. Pada penderita diabetes, kondisi ini bisa menjadi tanda retinopati diabetik yang berisiko menyebabkan kebutaan. Konsumsi garam berlebih, ditambah dengan diabetes dan obesitas, dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah di mata.
Mulai sekarang, batasi asupan garam dan pilih makanan yang lebih sehat agar kesehatan mata tetap terjaga dalam jangka panjang.
Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:
(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)
Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


