Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts
artikel-2024-07-10T154444.601.png
10/Jul/2024

Saat membeli lampu untuk penerangan di rumah, pilihan warna dan intensitas cahaya sering kali lebih penting daripada kesehatan mata. Menurut penelitian, paparan bola lampu yang sangat terang selama lebih dari 45 jam seminggu dapat meningkatkan risiko katarak dan pterigium. Beberapa alasan untuk hal ini termasuk:

  • Flicker
    Lampu memancarkan sinar yang berkedip atau flicker. Tidak semua orang dapat menerima hal ini. Kondisi ini dapat menyebabkan mata lelah, yang dapat mengganggu penglihatan bagi orang yang sensitif terhadap cahaya.
  • Sinar biru
    Paparan sinar biru dari lampu dapat berbahaya bagi mata karena dapat menyebabkan toksisitas pada saraf mata atau retina. Selain itu, paparan sinar biru juga dapat meningkatkan risiko munculnya katarak. Selain itu, paparan sinar biru yang berlebihan dapat menyebabkan masalah tidur, peningkatan risiko degenerasi makula, dan peningkatan risiko kanker mata.
  • Sinar ultraviolet (UV)
    Dengan kadar yang berbeda, setiap lampu memancarkan sinar ultraviolet. Lampu berbentuk spiral memancarkan intensitas sinar ultraviolet yang melebihi batas toleransi, yang dapat mengganggu kesehatan mata dan bersifat karsinogenik (memicu kanker).
  • Toksin
    Meskipun beberapa lampu tidak mengandung merkuri, beberapa memiliki toksin timbal, arsen, dan sejumlah racun lainnya yang perlu diperhatikan.

 

Cara Memilih Lampu yang Aman

Berikut cara memilih lampu yang aman bagi mata Anda:

  • Hindari Bola Lampu Putih Terang
    Bola lampu jenis ini paling umum digunakan karena murah dan mudah ditemukan. Namun, bola lampu putih terang memancarkan sinar kebiruan yang berbahaya bagi mata.
  • Idealnya, gunakan lampu pijar, LED, atau halogen
    Lampu pijar, lampu LED, dan lampu halogen dianggap aman bagi mata. Anda juga dapat menggunakan lampu Compact Fluorescent (CFL) berwarna putih untuk menerangi ruang kerja Anda; namun, jangan lupa bahwa lampu jenis ini masih memancarkan sinar ultraviolet (UV).

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-07-05T143810.837.png
05/Jul/2024

Mata yang bulat dan menonjol dianggap cantik di masyarakat umum. Mata yang belo dan terlihat penuh juga dapat membuat penampilan seseorang lebih berkesan dan menarik. Tidak mengherankan jika tindakan bedah plastik yang memanipulasi bagian mata saat ini semakin banyak dilakukan. Tapi jika mata menonjol terlalu banyak, Anda harus waspada karena itu bisa menjadi tanda penyakit hipertiroidisme atau hipertiroidisme.

 

Hipertiroid Menyebabkan Mata Menonjol

Penyebab mata menonjol akibat penyakit hipertiroid masih belum sepenuhnya dipahami.  Penonjolan mata berlebihan diperkirakan disebabkan oleh reaksi antigen-antibodi, proses peradangan, penyerapan air, dan pembentukan jaringan baru di belakang mata.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengunjungi dokter untuk memastikan dan melakukan pemeriksaan fisik. Untuk memastikan apakah benar ada kecurigaan hipertiroid, akan dilakukan pemeriksaan kadar hormon tiroid dalam darah. Jika ada kadar yang lebih tinggi dari normal, maka hipertiroid dapat didiagnosis.

Jangan khawatir; gejala hipertiroid dapat diatasi dengan obat-obatan dan berbagai terapi lain. Ini akan menghilangkan ketidaknyamanan penderita.

 

Ciri-ciri Mata Menonjol Akibat Hipertiorid

Kondisi menonjol pada mata biasanya terjadi pada kedua mata atau bilateral. Selain itu, pembesaran otot di belakang bola mata menyebabkan penonjolan mata pada penderita penyakit Graves. Tidak jarang kondisi mata yang menonjol tetap ada ketika kadar hormon tiroid dikontrol dengan baik. Akibatnya, mungkin diperlukan terapi operatif.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-06-26T134206.607.png
26/Jun/2024

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang terjadi karena tekanan tekanan intraokular pada bola mata. Penyakit ini berbahaya karena dapat menyebabkan kebutaan. Tidak ada cara untuk mencegah glaukoma memburuk hingga menyebabkan kerusakan indra penglihatan, yang berarti kebutaan. Namun, ada beberapa cara untuk mencegah glaukoma memburuk hingga menyebabkan kebutaan.

 

Metode Pencegahan Kebutaan Akibat Glaukoma

Di bawah ini sejumlah cara mencegah kehilangan penglihatan akibat glaukoma yang penting diketahui:

  • Melakukan Pemeriksaan Mata Berkala
    Kelompok orang yang berisiko tinggi mengidap glaukoma termasuk mereka yang memiliki riwayat keluarga pengidap glaukoma, diabetes, atau tekanan darah tinggi (hipertensi). Sangat penting untuk menjalani pemeriksaan mata secara teratur. Pemeriksaan mata dapat membantu mencegah glaukoma tahap awal, yang dapat mengurangi risiko kerusakan mata yang parah.
  • Olahraga Rutin dan Teratur
    Seseorang yang menderita glaukoma dapat mengurangi tekanan bola mata mereka dengan berolahraga secara teratur, yang idealnya terjadi tiga kali atau lebih setiap pekan. Untuk penderita glaukoma, jalan kaki dan jogging sangat disarankan. Pengidap glaukoma juga dapat melakukan senam aerobik sebanyak 3 hingga 4 kali setiap minggunya, dengan durasi minimal 25 menit per sesi. Selain itu, penderita glaukoma juga dapat melakukan aktivitas fisik seperti bersepeda, zumba, dan renang, karena latihan rutin dapat membantu mengurangi tekanan pada bola mata. Hal ini karena aktivitas tersebut dapat mengurangi faktor risiko diabetes dan hipertensi, yang merupakan faktor risiko glaukoma.
  • Jangan menggunakan obat tetes mata kecuali telah diresepkan oleh dokter Anda
    Dengan menggunakan obat tetes mata glaukoma yang diresepkan dokter secara teratur, kemungkinan kerusakan mata dapat diminimalkan. Obat mata ini membantu mengurangi tekanan yang terletak pada bola mata. Bahkan jika Anda tidak mengalami gejala glaukoma, gunakan obat tetes mata secara teratur untuk memaksimalkan manfaatnya.
  • Jangan lupa menggunakan kacamata pelindung
    Glaukoma dapat terjadi karena cedera mata yang serius, jadi gunakan kacamata pelindung untuk mencegahnya. Kacamata khusus ini utamanya digunakan dalam olahraga yang dapat membahayakan mata, seperti tenis atau badminton. Ketika Anda terlibat dalam proyek bangunan, pastikan untuk memakai kacamata pelindung. Pasien glaukoma harus mengontrol kondisinya untuk menjaga kesehatan mata mereka. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah glaukoma memburuk hingga menyebabkan kebutaan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-06-19T154102.855.png
19/Jun/2024

Mata adalah jendela dunia; tanpa mereka, Anda tidak akan dapat melihat indahnya dunia sekitar.  Meskipun fungsinya sangat penting, banyak orang yang masih memperhatikan kesehatan mata mereka. Apakah Anda salah satunya?

Jika itu benar, mulailah mengubah kebiasaan lama Anda. Anda harus mulai memeriksa mata Anda secara teratur tanpa perlu menunggu masalah kesehatan yang parah muncul.

 

Ciri-ciri Mata Membutuhkan Pemeriksaan

Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda perlu melihat dokter mata:

  • Kesulitan Menutup dan Membuka Mata
    Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda tiba-tiba mengalami kesulitan untuk membuka mata atau menutup kelopaknya.
  • Infeksi Mata Merah
    Segera periksa ke dokter jika Anda mengalami mata merah dan nyeri yang tidak tertahankan selama tiga atau lima hari.
  • Penglihatan Ganda
    Astigmatisme (silinder), rabun jauh (miopia), dan hipermetropia adalah beberapa penyebab penglihatan ganda. Masalah kesehatan lainnya juga dapat menyebabkan penglihatan ganda.
  • Pandangan Kabur
    Jika Anda memiliki pandangan yang kabur, itu bisa menjadi indikasi bahwa Anda membutuhkan kacamata untuk membantu fungsi penglihatan Anda. Oleh karena itu, konsultasikan segera masalah mata Anda dengan dokter mata Anda.
  • Sensitif terhadap cahaya
    Ketika Anda melihat cahaya yang tidak begitu terang, apakah Anda merasa sangat silau? Jika Anda menjawab ya, Anda mungkin memiliki hipersensitivitas terhadap cahaya. Jika Anda mengalami keluhan ini, Anda harus segera memeriksa mata Anda ke dokter. Ini karena hipersensitivitas terhadap cahaya dapat mengganggu aktivitas Anda atau bahkan membuat Anda sangat sulit untuk beraktivitas di luar rumah di siang hari.
  • Cedera pada Mata
    Anda harus melihat dokter mata jika Anda mengalami cedera pada mata Anda, baik karena benda tajam maupun tumpul yang menyebabkan bengkak dan ketidaknormalan lainnya.
  • Air Mata Terlalu Banyak Keluar
    Anda terus menangis meskipun Anda tidak menangis? Jika Anda menjawab ya, Anda harus segera memeriksa mata Anda dengan dokter untuk mengetahui sumber utama keluhan Anda.
  • Mengalami Perubahan dalam Penglihatan
    Meskipun mata Anda tampak sehat dan dapat melihat dengan jelas, apakah ada saat-saat ketika Anda mengalami pandangan buram? Jika itu benar, Anda mungkin mengalami perubahan dalam penglihatan Anda. Mata kering dapat menyebabkan fluktuasi penglihatan. Kadar gula tinggi, astigmatisme, dan mata silinder juga dapat menjadi penyebab kondisi ini.
  • Sakit kepala tidak pernah berhenti
    Beberapa jenis sakit kepala dapat mengganggu penglihatan Anda. Selain itu, mungkin ada hubungan antara gejala tersebut dan penyakit mata yang telah Anda alami sebelumnya. Oleh karena itu, jika Anda mengalami sakit kepala yang tidak berhenti yang menyebabkan ketidaknyamanan pada mata Anda, Anda harus segera melihat dokter.
  • Risiko Penyakit Mata Tinggi
    Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit mata, di antaranya adalah:

    • Memiliki riwayat penyakit mata dalam keluarga atau pribadi, seperti katarak, retinopati diabetik, glaukoma, atau degenerasi makula
    • Diabetes memiliki risiko retinopati diabetik, glaukoma, atau katarak.
    • Pekerjaan yang membutuhkan fungsi mata, seperti menggunakan komputer sepanjang hari
    • Menggunakan lensa kontak setiap hari
    • Pernah menderita cedera mata atau menjalani operasi mata sebelumnya
    • Memburuknya penglihatan secara bertahap

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-06-12T132727.697.png
12/Jun/2024

Salah satu cara untuk menjaga kesehatan mata anak dan mencegahnya dari gangguan penglihatan adalah dengan memberi mereka vitamin mata. Ini terutama benar karena banyak anak saat ini terlalu banyak menghabiskan waktu bermain perangkat elektronik, yang dapat memengaruhi kesehatan mata mereka.

Sebenarnya, anak-anak dapat mendapatkan vitamin mata dari makanan sehari-hari mereka, seperti daging, susu, sayuran, dan buah-buahan. Namun, vitamin ini juga ada dalam berbagai jenis suplemen untuk anak yang tersedia di apotek.

 

Vitamin untuk Mata Anak

Berikut ini adalah berbagai jenis vitamin mata untuk anak yang mampu menunjang kesehatan mata:

  • Vitamin A
    Vitamin A adalah vitamin mata anak yang paling penting. Nutrisi ini sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi penglihatan anak, terutama di malam hari, dan mengurangi risiko penyakit mata di kemudian hari seperti rabun senja. Anak-anak berusia 4 hingga 8 tahun rata-rata membutuhkan 400 mcg vitamin A setiap hari. Makanan seperti wortel, sayuran hijau, labu, paprika, dan hati sapi dapat memberikan vitamin A ini.
  • Vitamin E
    Sifat antioksidan vitamin E memungkinkan melindungi sel dari kerusakan, termasuk sel pada mata. Mengonsumsi vitamin E dalam jumlah yang cukup sejak kecil juga dapat menurunkan risiko penyakit mata seperti katarak, degenerasi makula, dan mata kering saat dewasa. Untuk anak usia 1 hingga 8 tahun, kebutuhan vitamin E umumnya antara 6 dan 7 mg. Bunda dapat memberi Si Kecil makanan yang kaya akan vitamin E, seperti telur ayam, alpukat, kacang tanah, dan sayuran hijau.
  • Vitamin C
    Anak-anak harus mengonsumsi vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh mereka dan untuk membuat kolagen, yaitu protein yang memberi struktur pada mata, terutama di kornea dan sklera. Buah dan sayur seperti jambu biji, jeruk, stroberi, brokoli, dan bayam adalah sumber vitamin C yang baik untuk Si Kecil. Anak-anak usia 1 hingga 3 tahun membutuhkan 15 mg vitamin C setiap hari, dan anak-anak usia 4 hingga 8 tahun membutuhkan 25 mg setiap hari.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-05-28T084714.698.png
28/May/2024

Orang tua kadang-kadang mungkin tidak menyadari dan membiarkan kebiasaan sehari-hari itu terjadi, yang dapat menyebabkan kerusakan mata, terutama pada anak-anak. Namun, semakin lama dibiarkan, risiko kerusakan mata dan penurunan fungsi indra penglihatan meningkat.

Terlalu lama menatap layar handphone hingga tidak mampu menyampaikan gejala penyakit mata sering menjadi pemicu kerusakan mata yang rentan pada anak-anak. Oleh karena itu, dibutuhkan lebih banyak perhatian dan pemeriksaan rutin untuk mengidentifikasi risiko gangguan mata dan untuk mencegah kerusakan berkembang menjadi kondisi yang lebih buruk.

 

Beberapa Kebiasaan Merusak Mata Anak

Tanpa disadari, beberapa aktivitas sehari-hari ternyata dapat memengaruhi kesehatan mata Anda. Ini harus diperhatikan, terutama pada anak-anak karena kerusakan pada mata dapat mengganggu perkembangan mereka dan membuat mereka kehilangan kesempatan, seperti bekerja di bidang yang membutuhkan kesehatan mata.

Ada beberapa kebiasaan yang dapat membahayakan mata anak, seperti:

  • Layar perangkat
    Terlalu lama menatap layar perangkat elektronik atau komputer dapat menyebabkan mata lelah dan sakit kepala karena otot mata bekerja lebih banyak untuk melihat layar. Sinar biru, yang juga dikenal sebagai “sinar biru”, dapat menyebabkan degenerasi makula pada retina mata. Jika diabaikan, dapat menyebabkan kebutaan.
  • Keluar tanpa perlindungan
    Selain itu, jika Anda terbiasa keluar rumah tanpa pelindung mata, seperti kacamata hitam, maka Anda berisiko mengalami kerusakan mata. Sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari harus diabaikan karena dapat membahayakan mata dan menyebabkan penyakit seperti katarak, degenerasi makula, atau pterygium.
  • Cedera pada Mata
    Anak-anak sering mengalami cedera pada mata karena mereka aktif, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata jika diabaikan begitu saja. Sayangnya, anak-anak sering mengabaikan dan tidak bisa menyampaikan gejala cedera dengan baik. Dalam hal ini, risiko kerusakan mata dapat meningkat. Ingatlah untuk menghindari cedera yang menyebabkan penglihatan kabur, kesulitan membuka mata, bercak di area tertentu, ketidakmampuan bola mata untuk bergerak, dan perbedaan antara kedua mata.
  • Benda Lain
    Anak-anak biasanya sangat ingin tahu dan tertarik pada semua hal. Ini dapat menyebabkan Si Kecil memasukkan atau meletakkan benda asing ke matanya. Kebiasaan memasukkan benda asing ke mata dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan kerusakan mata.
  • Tidak Melakukan Pemeriksaan Rutin
    Kebiasaan mengabaikan pemeriksaan mata secara teratur dapat meningkatkan risiko kerusakan mata. Ini karena penyakit mata dapat terlambat ditangani dan berisiko menimbulkan komplikasi parah. Selain itu, jika anak tidak mengetahui riwayat penyakit mata dalam keluarganya, kondisi ini dapat diperburuk.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-05-25T121745.453.png
25/May/2024

Belek pada mata adalah kumpulan minyak, cairan, dan kotoran yang menyerupai lendir. Mata belekan adalah hal yang normal saat bangun tidur. Namun, ini dapat menunjukkan penyakit mata seperti infeksi atau peradangan.

Khususnya jika belek muncul secara teratur dan lendirnya berwarna hijau atau kekuningan dan disertai dengan gejala lain, seperti rasa gatal di mata, mata merah dan terasa perih, penglihatan kabur, dan sensitivitas terhadap cahaya atau fotofobia.

Hal ini tidak dapat disepelekan dan memerlukan perawatan segera. Karena mata belekan yang tidak hilang dapat mengganggu aktivitas Anda, ketahuilah beberapa cara mengobati mata belekan sesuai dengan penyebabnya.

 

Mengatasi Mata Belekan

Mata belekan perlu pemeriksaan dari dokter mata. Pemeriksaan akan dimulai dengan wawancara tentang riwayat medis individu yang mengalami gejala. Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah cairan mampu melewati saluran air mata.

Pengobatan untuk kondisi ini akan bervariasi, sementara itu, tergantung pada kondisi yang mendasarinya. Ada beberapa pilihan perawatan yang tersedia:

  • Pemberian obat tetes mata oleh dokter dalam kasus infeksi.
  • Mengatasi penyebab alergi yang menyebabkan mata belekan.
  • Pemberian antibiotik oleh dokter dalam kasus mata belekan yang disebabkan oleh infeksi bakteri
  • Untuk memperbaiki saluran air mata yang tersumbat, letakkan handuk basah dan hangat di mata beberapa kali sehari.
  • Dokter akan memberikan obat untuk mengobati penyakit utama jika disebabkan oleh infeksi menular seksual.

Selain menjaga kesehatan mata, pastikan untuk menjaga kesehatan tubuh juga. Ini dapat dicapai dengan memenuhi asupan nutrisi penting dengan makan makanan yang sehat dan suplemen.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-05-20T103739.845.png
20/May/2024

Orang tua harus lebih berhati-hati dalam mengenali jenis sakit mata yang sering dialami anak-anak karena sakit mata pada anak-anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi, iritasi, hingga kelainan bawaan lahir. Salah satu masalah kesehatan yang harus diperhatikan orang tua adalah sakit mata anak. Ini karena gangguan mata akan menyulitkan anak untuk membaca, berkonsentrasi, dan mempelajari hal baru.

 

Penyakit Mata Anak yang Umum Terjadi

Sebagai bagian penting dari perkembangan anak, penting bagi orang tua untuk mengetahui apa saja jenis penyakit mata yang paling sering dialami anak-anak dan obat mata anak yang tepat untuk mengatasinya.

Berikut ini adalah beberapa jenis sakit mata yang dapat dialami oleh anak-anak dan metode untuk mengobatinya:

  • Konjungtivitis
    Peradangan pada konjungtiva, yaitu jaringan di bagian dalam kelopak mata dan di sekitar mata, disebut konjungtivitis. Faktor-faktor yang menyebabkan kondisi ini termasuk infeksi mata yang disebabkan oleh virus atau bakteri, reaksi alergi, atau iritasi yang disebabkan oleh paparan bahan kimia, debu, atau asap. Jika peradangan disebabkan oleh alergi, dokter dapat memberikan antibiotik tetes mata atau salep mata. Ada beberapa perawatan di rumah yang dapat membantu Si Kecil mengatasi sakit matanya. Salah satu cara untuk melakukan perawatan ini adalah dengan memberikan kompres dingin pada mata dengan kompres hangat di antaranya, dan ingat untuk selalu mencuci tangan dan menghindari mengucek mata.
  • Bintitan
    Salah satu penyakit mata yang paling umum pada anak adalah bintitan, bersama dengan konjungtivitis. Infeksi bakteri biasanya menyebabkan pembengkakan kecil di dalam atau di sekitar kelopak mata ini. Jika anak-anak tidak menjaga kebersihan matanya atau memiliki kebiasaan tertentu, seperti sering mengucek mata dengan tangan yang kotor, bintitan mungkin lebih mudah terjadi. Bintitan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu tanpa pengobatan. Anda dapat membantu Si Kecil mengatasi gejalanya dengan memberi kompres hangat pada matanya yang berbintitan selama 5–10 menit. Anda dapat mengulangi prosedur ini tiga hingga empat kali sehari sambil menunggu kondisinya membaik. Ingatlah untuk selalu mengingatkan Si Kecil untuk menghindari menekan benjolan di matanya. Namun, jika bintitan tetap ada selama dua minggu, disertai dengan demam, pembengkakan, dan nyeri hebat pada mata, dan darah atau nanah keluar dari benjolan, segera bawa Si Kecil ke dokter mata.
  • Selulitis orbital
    Sakit mata anak ini harus diperhatikan. Selulitis orbital adalah infeksi bakteri pada jaringan lemak, otot, dan tulang di sekitar bola mata. Ini bisa menyebar dari sinusitis (rongga sinus) atau dari cedera yang dialami anak pada matanya. Anak-anak yang menderita sakit mata ini akan menunjukkan beberapa keluhan, seperti: Mata bengkak dan merah, sehingga sulit untuk menutupnya Rewel karena merasa sakit pada mata Penglihatan terganggu Demam Sulit untuk menggerakkan bola mata. Jika Anak Anda menunjukkan beberapa gejala di atas, segera bawa dia ke dokter mata untuk pemeriksaan dan perawatan yang tepat. Risiko meningitis, sepsis, dan bahkan kebutaan dapat meningkat jika Si Kecil tidak mendapatkan perawatan yang tepat waktu. Dokter akan memberikan antibiotik untuk mengobati selulitis orbital pada anak. Namun, dalam kasus yang lebih parah atau jika obat antibiotik tidak berhasil mengobati sakit mata ini, dokter harus melakukan operasi pada mata.
  • Sumbatan kelenjar air mata
    Jika buah hati Anda berusia di bawah satu tahun dan mengalami gejala seperti air mata keluar secara terus menerus, pembengkakan di sekitar mata, kelopak saling menempel, dan mata berkerak, itu mungkin merupakan gejala air mata tersumbat. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi baru lahir dan biasanya akan sembuh sendiri setelah mereka tumbuh. Biasanya, sumbatan kelenjar air mata baru akan membaik setelah anak berusia sekitar satu tahun. Untuk membantu Si Kecil yang mengalami sumbatan kelenjar air mata, cobalah mengusap atau memijat kelopak matanya dengan lembut. Setelah dipijat, matanya juga bisa diberikan kompres hangat dua hingga tiga kali dalam sehari. Namun, jangan lupa untuk mencuci tangan Anda hingga bersih sebelum dan sesudah memijatnya.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-05-17T152224.907.png
17/May/2024

Semua orang dapat mengalami mata merah, jadi gunakan obat mata merah yang sesuai dengan penyebabnya dengan benar agar tidak memperparah keadaan. Obat mata merah dapat digunakan untuk mengatasi mata merah. Untuk memastikan pengobatan bekerja dengan baik dan tidak memperparah kondisi Anda, pelajari penyebab mata merah Anda terlebih dahulu.

 

Obat Mata Merah Berdasarkan Penyebabnya

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat mata merah untuk memastikan penyebab mata merah Anda dan memberi Anda obat yang tepat. Dokter dapat memberikan beberapa obat untuk mata merah berdasarkan penyebabnya:

  • Steroid
    Dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata steroid untuk mengurangi peradangan jika mata merah karena peradangan, seperti akibat iritasi, cedera, atau prosedur medis. Hydrocortisone, prednisolone, dan dexamethasone adalah beberapa steroid yang digunakan dalam obat tetes mata. Penggunaan obat mata merah steroid dalam jangka waktu yang lama tidak diizinkan karena dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya, seperti glaukoma dan katarak.
  • Antibiotik
    Konjungitivitis, blefaritis, keratitis, dan uveitis adalah beberapa jenis mata merah yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat diobati dengan antibiotik. Dokter dapat meresepkan antibiotik dalam bentuk pil, salep, atau cairan tetes mata. Neomycin, bacitracin, polimixin B, dan gentamicin adalah beberapa antibiotik yang biasa digunakan sebagai obat mata merah karena penyebabnya.
  • Antihistamin
    Obat antihistamin biasanya digunakan untuk mengobati mata merah alergi. Obat-obatan ini tidak hanya meredakan mata merah tetapi juga mampu mengatasi reaksi alergi lainnya, seperti gatal atau berair, dengan menghentikan produksi histamin yang berlebihan. Azelastine hydrochloride, levocabastine, dan alcaftadine adalah obat antihistamin tetes mata yang sering diresepkan.
  • Air mata buatan
    Kondisi mata kering adalah keadaan di mana lapisan mata tidak melembabkan dengan baik, menyebabkan mata merah dan perih. Air mata buatan adalah jenis obat tetes mata yang paling umum digunakan untuk mengobati mata kering. Ini juga bisa digunakan untuk meredakan iritasi yang terjadi di mata. Obat mata merah yang didasarkan pada penyebabnya ini mudah ditemukan dan dapat dibeli tanpa resep dokter.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-05-15T153154.619.png
15/May/2024

Karena sulit dikenali dan tidak memiliki gejala, tumor kelopak mata seringkali dianggap tidak berbahaya. Namun, jika tidak ditangani sedini mungkin, tumor kelopak mata dapat berkembang dan berpotensi menjadi kanker.

Pertumbuhan sel yang tidak normal di bagian kelopak mata dikenal sebagai tumor kelopak mata. Sel-sel tumor biasanya muncul di jaringan atau permukaan kulit kelopak mata.

Dalam kondisi normal, tubuh akan mengontrol pembentukan sel baru untuk menggantikan sel yang telah rusak atau mati. Namun, sifat sel terkadang dapat berubah dan sel dapat tumbuh secara tidak terkendali. Kondisi ini dapat menyebabkan tumor.

Tumor kelopak mata biasanya terletak di epidermis, atau lapisan terluar kulit kelopak mata. Pada awalnya, tumor ini mungkin tidak menimbulkan gejala, seperti perubahan warna kulit kelopak mata, timbulnya benjolan, dan akhirnya kerontokan bulu mata.

 

Penyebab Tumbuhnya Tumor Kelopak Mata

Sampai saat ini, tidak ada penyebab pasti tumor kelopak mata. Namun, beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko munculnya tumor kelopak mata, seperti:

  • Paparan tinggi terhadap radiasi ultraviolet
  • Warna kulit yang lebih cerah atau kadar melanin yang lebih rendah
  • Usia di atas lima puluh tahun
  • Contoh kasus kanker kulit

Selain itu, penyakit tumor atau kanker juga bisa bersifat turunan. Misalnya, seseorang lebih berisiko menderita tumor di kelopak mata jika ada anggota keluarga yang juga menderita penyakit tersebut.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!