Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts
artikel-2024-04-16T104827.493.png
16/Apr/2024

Kondisi yang menyebabkan salah satu atau kedua mata menonjol dari soket (tempat bola mata bersandar) disebut proptosis (exophthalmos). Penyakit Graves, yang menyebabkan kelenjar tiroid terlalu aktif, adalah penyebab paling umum dari menonjolnya mata, atau proptosis, jika menonjolnya lebih dari 2 mm.

Saraf yang mengirimkan sinyak antara mata dan otak ini tertekan, yang berpotensi memengaruhi penglihatan Anda secara permanen jika tidak ditangani dengan segera jika Anda menderita proptosis.

 

Gejala Proptosis

Proptosis, atau mata menonjol, dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Sakit pada mata
  • Mata menjadi kering
  • Iritasi pada mata
  • Sensitive terhadap sinar matahari
  • Mata yang berair
  • Penglihatan yang tidak jelas atau ganda
  • Kesusahan membuat mata bergerak

Jika Anda mengalami proptosis yang parah, Anda mungkin tidak dapat menutup mata dengan benar karena kornea (jaringan transparan yang menutupi bagian mata) mengering, yang dapat menyebabkan kerusakan.

Kornea mata yang sangat kering dapat menyebabkan infeksi atau bisul, yang dapat membahayakan penglihatan jika tidak ditangani segera. Jika Anda melihat salah satu atau kedua mata Anda menonjol, atau jika Anda mengalami gejala lain yang disebutkan di atas, segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pengobatan.

 

Penyebab Proptosis

Orang yang memiliki kondisi mata menonjol atau proptosis sering mengeluh tentang mata yang terlihat melotot atau raut wajah yang terlihat marah. Meskipun demikian, perubahan wajah hanyalah sebagian kecil dari masalah yang ada. Penonjolan bola mata ini mungkin merupakan masalah kesehatan yang lebih serius daripada hanya masalah ekspresi wajah. Salah satu bahaya yang harus Anda perhatikan adalah kehilangan penglihatan. Untuk mengetahui penanganan yang tepat, Anda harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

Ini adalah empat penyebab yang harus diwaspadai:

  • Penyakit Graves
    Penyakit Graves adalah penyakit di mana sistem imun tubuh menyerang kelenjar tiroid, yang menyebabkan mata menonjol. Exophthalmos atau ekssoftalmus adalah istilah lain untuk proptosis mata yang disebabkan oleh gangguan hormon tiroid. Sistem kekebalan menyerang daerah lemak dan otot di belakang bola mata selain kelenjar tiroid. Akibatnya, kedua jaringan tersebut membengkak, membuat mata menonjol keluar. Dalam kebanyakan kasus, kedua bola mata menonjol bersamaan dengan tanda-tanda tambahan seperti:

    • Mata warna merah
    • Kesulitan menutup kelopak mata dengan benar
    • Penglihatan duplikat
    • Penurunan tajam dalam kemampuan untuk melihat
  • Tumor ganas atau jinak
    Jenis tumor yang berbeda dapat menyebabkan bola mata menonjol. Seringkali, salah satu mata menonjol secara bertahap. Beberapa jenis tumor termasuk:

    • Tumor jinak yang terbentuk dalam jaringan pembuluh darah disebut angioma. Untuk mengetahui seberapa besar tumor, pemeriksaan tambahan seperti USG atau CT-Scan diperlukan.
    • Lekemia akut tipe mieloid adalah jenis kanker darah yang dapat menyebabkan penonjolan pada salah satu atau kedua bola mata karena sel kanker, perdarahan di belakang bola mata, atau hambatan aliran darah vena. Kondisi ini diobati dengan mengobati leukemia melalui kemoterapi, yang menyebabkan mata menonjol.
    • Gejala awal kanker mata pada anak-anak adalah warna putih di daerah hitam mata (pupil). Tanda yang muncul belakangan dan biasanya memiliki angka kesembuhan yang lebih rendah adalah proptosis bola mata.

 

  • Selulitis orbita
    Peradangan yang terjadi pada bola mata dan organ-organ di sekitar mata dikenal sebagai ulkus orbita, yang sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Kemerahan pada kelopak mata, gangguan penglihatan yang cukup signifikan, dan rasa nyeri hebat biasanya merupakan gejala tambahan selain mata yang menonjol.
  • Benturan pada mata
    Jika Anda menerima pukulan atau hantaman benda tumpul di area mata Anda, Anda dapat mengalami pembengkakan pada otot-otot bola mata, perdarahan di belakang bola mata, atau patah tulang-tulang penyangga bola mata, yang pada gilirannya dapat menyebabkan bola mata menonjol. Anda pasti harus berkonsultasi dengan dokter mata untuk mengetahui penyebab pastinya. Anda tidak perlu menunggu sampai kondisi menjadi parah atau bahkan muncul proptosis mata; pemeriksaan rutin juga dapat membantu Anda mengantisipasi potensi masalah.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-04-15T104410.443.png
15/Apr/2024

Tidak selalu mudah untuk membedakan air mata sedih dan bahagia. Saat Anda tahu mengapa seseorang menangis, Anda baru bisa membedakannya. Saat Anda mengalami perubahan emosi, seperti sedih, bahagia, sakit, atau bahkan marah, menangis adalah respons yang wajar.

Menurut situs American Psychological Association, menangis adalah cara untuk menyampaikan emosi. Oleh karena itu, faktor paling mendasar yang membedakan air mata bahagia atau sedih adalah emosi yang sedang Anda rasakan saat itu. Selain menangis karena sedih atau bahagia, menangis juga bisa karena perubahan emosi lainnya seperti sakit, kecewa, marah, atau simpati. Menangis menghilangkan racun dari tubuh dan menjaga keseimbangan emosional. Tidak ada alasan untuk enggan melakukannya.

 

Alasan Kenapa Kita Menangis Saat Sedih atau Bahagia

Setelah mengetahui bagaimana air mata sedih dan bahagia berbeda, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa seseorang menangis saat mengalami perubahan emosi. Meskipun setiap orang mungkin memiliki alasan yang berbeda-beda untuk menangis, ini adalah beberapa alasan umum mengapa orang menangis:

  • Emosi tidak stabil
    Menurut Oriana Aragon dari Association for Psychological Science, tubuh Anda akan mengeluarkan air mata secara otomatis ketika Anda sedih atau bahagia karena tubuh Anda mengeluarkan emosi yang berlebihan untuk menyeimbangkannya kembali.
  • Tubuh Anda sedang mengalami stress
    Tidak hanya menghadapi beban berat, stres juga bisa terjadi saat mengalami tekanan emosi, seperti saat terlalu sedih atau terlalu gembira. Studi yang diterbitkan oleh jurnal Personality and Individual Differences menunjukkan bahwa banyak wanita Jerman memilih menangis untuk menghilangkan tekanan.
  • Mencari empati
    Meskipun perbedaan antara air mata bahagia dan sedih terletak pada emosi yang Anda alami, faktanya keduanya dilakukan untuk mencari perhatian, simpati, atau dukungan. Orang adalah sosial. Anda pasti membutuhkan dukungan dari orang lain saat mengalami kesulitan emosi. Saat Anda bahagia atau berduka, Anda ingin membaginya dengan orang lain. Anda menangis, secara tidak langsung menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda bahagia atau sedih.
  • Sebagai cara untuk berempati
    Menangis bukan hanya karena kondisi Anda berubah. Faktor-faktor individu juga dapat berperan. Misalnya, ketika Anda menyaksikan peristiwa yang menyedihkan, mengharukan, atau membahagiakan, Anda mungkin tanpa sadar menangis bersama orang lain, meskipun Anda bukan orang yang mengalaminya. Ini lagi-lagi disebabkan oleh fakta bahwa manusia adalah makhluk sosial yang memiliki sifat empati. Jika Anda mengalami perasaan ini, Anda merasa seperti Anda memiliki hak untuk merasakan emosi orang lain.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-04-05T153650.920.png
05/Apr/2024

Mata bintitan dapat terjadi pada siapa saja secara tiba-tiba. Kondisi ini tidak hanya mengganggu penampilan tetapi juga menyebabkan rasa sakit, jadi banyak penderita yang ingin mengatasi bintitan di mata segera. Cara yang paling cepat dan aman untuk meredakan bintitan mata secara alami di rumah adalah dengan menggunakan kompres air hangat. Anda dapat mengompres benjolan di mata Anda dengan air hangat. Anda hanya perlu memanaskan sedikit air, kemudian rendam kain bersih. Setelah basah, letakkan kain di atas mata yang terluka. Tutup mata saat mengompres. Untuk mendapatkan hasil yang baik, kompres selama sepuluh hingga lima belas menit dan ulangi prosedur dua hingga empat kali sehari selama beberapa hari. Setelah kompres selesai, pijat mata Anda secara perlahan dengan tangan yang telah dibersihkan. Tujuannya adalah untuk membuka kelenjar minyak yang telah tersumbat. Cara ini juga dapat meredakan bintitan dan peradangan.

 

Cara Pengobatan Menggunakan Kompres Air Hangat

Untuk membantu cairan atau nanah pada bintitan keluar secara alami, kompres hangat dapat diterapkan pada mata yang terkena dampak. Ini mempercepat pemulihan masalah mata. Caranya sebagai berikut:

  • Siapkan air panas dan handuk lembut.
  • Celupkan handuk ke dalam air hangat. Peras hingga air tidak menetes dari handuk.
  • Letakkan handuk hangat pada area mata yang terluka selama 5–10 menit. Ulangi ini dua hingga empat kali setiap hari.

Meskipun bintitan hanya terjadi pada salah satu mata, gunakan handuk hangat yang berbeda untuk mengompres kedua mata.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-04-03T132612.293.png
03/Apr/2024

Antara lensa kontak (softlens) dan kacamata, mana yang Anda pilih? Mungkin ada beberapa orang yang suka menggunakan softlens karena alasan penampilan. Namun, penggunaan softlens yang salah dapat menyebabkan kerusakan atau penyakit pada mata.

Mata yang rusak karena softlens dapat merugikan Anda. Menurut Food and Drug Administration, kondisi ini dapat berkembang secara cepat dan dapat menjadi sangat serius, bahkan dapat menyebabkan kebutaan dalam beberapa kasus. Oleh karena itu, pastikan untuk menggunakan dan merawat lensa kontak Anda dengan benar, apapun jenisnya.

 

Penyakit yang Berisiko Menyerang Mata Karena Softlens

  • Keratitis
    Ketika lensa kontak digunakan, kornea dapat mengalami kerusakan yang disebut keratitis. Salah satu bahaya yang paling umum dari pemakaian softlens adalah ini. paparan kuman dapat menyebabkan penyakit ini. Hal-hal di bawah ini dapat menyebabkan paparan kuman.
    Pakaian softlens saat mandi dapat memungkinkan lensa kontak terkena air.

    • Tidak mengganti lensa kontak setiap kali Anda menggunakannya.
    • Tidur dengan softlens.
    • Tidak menjaga lensa atau wadahnya tetap bersih; ini mencakup menggunakan larutan pembersih lensa kontak yang sudah dipakai.
    • Di bawah lensa terdapat jamur, bakteri, atau parasit.
    • Virus herpes simpleks.

Keratitis, apa pun penyebab infeksinya, seringkali menimbulkan berbagai gejala, seperti yang disebutkan di bawah ini.

    • Jika Anda menggunakan softlens, Anda mungkin mengalami iritasi atau mata merah.
    • Rasa sakit di dalam atau di sekitar mata
    • Mata sangat peka terhadap cahaya.
    • Tiba-tiba, pandangan menjadi buram.
    • Mata berair tanpa alasan.

Dalam kasus yang parah, kerusakan kornea mata yang disebabkan oleh penggunaan softlens ini dapat menetap sehingga memerlukan transplantasi kornea. Hindari air, yang dapat merusak softlens, untuk mencegah infeksi akibat pakai lensa kontak. Pastikan juga lensa tetap bersih dan diganti secara teratur.

  • Konjungtivitis
    Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat juga dapat menyebabkan konjungtivitis atau peradangan pada konjungtiva (selaput transparan yang melapisi kelopak dan bola mata). Infeksi virus atau bakteri sering menyebabkan peradangan ini. Namun, reaksi alergi dan iritasi yang disebabkan oleh penggunaan softlens juga dapat menjadi penyebabnya.
    Konjungtivitis, yang mirip dengan keratitis, dapat menyebabkan mata merah, sakit, gatal, dan bengkak. Selain itu, mata mungkin buram dan lebih sensitif terhadap cahaya.
  • Sindrom mata kering
    Ketika Anda menggunakan lensa kontak, Anda dapat mengalami kering mata karena kurangnya oksigen yang masuk ke mata Anda. Jika Anda sebelumnya memiliki masalah mata kering, kondisi Anda mungkin menjadi lebih parah. Mata Anda mungkin merah, gatal, dan tersengat.
    Oleh karena itu, lepaskan lensa Anda segera jika Anda mengalami gejala mata kering saat menggunakan softlens. Jika Anda juga memiliki riwayat penyakit mata kering sebelumnya, Anda juga harus mendapatkan perawatan dari dokter sebelum menggunakan softlens.
  • Reaksi alergi
    Apakah Anda alergi terhadap lensa kontak? Ya, beberapa orang memang memiliki alergi terhadap bahan dari lensa kontak atau larutan yang digunakan pada softlens ini. Bagi mereka yang menderita kondisi ini, menggunakan softlens dapat menyebabkan mata merah, gatal, berair, dan sensasi terbakar. Anda dapat mengatasinya dengan menggunakan obat tetes mata untuk alergi.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-04-02T112439.870.png
02/Apr/2024

Papillary edema adalah kondisi di mana saraf di sekitar bola mata Anda bengkak. Namun, alasan apa yang mendasari pembengkakan saraf mata pada seseorang? Apakah bengkak saraf mata menyebabkan kebutaan? Papilledema adalah kondisi medis di mana saraf optik membengkak di area optic disc, tempat saraf optik masuk ke dalam bagian belakang bola mata. Saraf optik yang melalui area optic disc terdiri dari kumpulan serat saraf yang membawa informasi visual ke otak dan retina mata. Penyakit mata ini menyebabkan pembengkakan area optic disc yang berisi saraf-saraf optik ini. Oleh karena itu, papilledema dianggap sebagai kondisi medis yang serius dan harus ditangani oleh dokter.

Pembengkakan Saraf Mata yang Bisa Menyebabkan Kebutaan

Gejala Papilledema yang Muncul

Symptom awal papilledema termasuk:

  • pandangannya menjadi kabur,
  • penglihatan dual,
  • Mata seperti melihat kilatan cahaya, dan penglihatan hilang seketika.

Jika tekanan otak terus berlanjut, gejala-gejala di atas mungkin menjadi lebih intens dan berlangsung lebih lama. Dalam beberapa kasus, tanda-tanda bahkan menjadi semakin parah dan tidak hilang.

Selain itu, gejala yang mungkin terjadi adalah:

  • mual serta muntah,
  • sakit kepala, serta Seolah-olah dia mendengar suara yang berbeda di telinga.

 

Penyebab Papilledema

Peningkatan tekanan di sekitar otak menyebabkan pembengkakan di area optic disc. Tekanan ini dapat disebabkan oleh peningkatan cairan serebrospinal (CSF) atau disingkatnya. CSF pada dasarnya mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang dan berfungsi untuk melindungi mereka dari kerusakan.

Namun, CSF yang lebih baik dapat memenuhi area di sekitar disk optik, yang menyebabkan saraf-saraf di area ini tertekan dan membengkak. Pembengkakan otak juga dapat menyebabkan tekanan, seperti:

  • cedera kepala,
  • tidak memiliki hemoglobin atau sel darah merah yang cukup,
  • hidrosel,
  • perdarahan di otak,
  • peradangan di dalam otak yang dikenal sebagai ensefalitis,
  • menengitis,
  • hipertensi,
  • adanya nanah sebagai hasil dari abses otak, dan
  • tumor pada otak.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-04-01T092030.393.png
01/Apr/2024

Dua jenis kelainan refraksi mata yang paling sering terjadi adalah mata minus dan mata silinder. Meskipun keduanya membuat pandangan kabur, ada perbedaan antara keduanya.

 

Perbedaan Mata Minus dan Silinder

Untuk memungkinkan mata untuk melihat objek dengan jelas, cahaya yang ditangkap oleh kornea dan lensa (bagian depan mata) dibiaskan ke retina, yaitu jaringan peka cahaya di belakang mata. Namun, baik miopi maupun astigmatisme memiliki penyebab, gejala, dan pengobatan yang berbeda. Berikut perbedaan dari mata minus dan silinder:

  • Faktor yang menyebabkan pandangan menjadi kabur
    Penyebab mata minus dan mata silinder adalah kelainan refraksi (pembiasan cahaya), yang menyebabkan keduanya menunjukkan gejala kabur. Penyebab mata minus adalah bola mata yang memendek, yang membuat kornea terlalu melengkung, sehingga cahaya yang masuk tidak difokuskan pada retina. Cahaya yang diteruskan justru jatuh jauh di depan retina daripada tepat pada retina. Akibatnya, saat melihat objek dari jarak yang jauh, pandangan mata menjadi kabur dan sulit terfokus. Pada mata silinder, ini terjadi karena bentuk kelengkungan kornea atau lensa yang berbeda, yang membuat cahaya tidak dapat dibiaskan tepat pada retina. Akibatnya, objek tidak dapat dilihat baik dari jarak dekat maupun jauh.
  • Perbedaan ciri antara mata silinder dan mata minus
    Orang dengan mata silinder tidak hanya merasakan objek yang dilihat berbayang, tetapi mereka juga merasakan pandangan yang kabur dan pusing ketika mereka tidak dapat melihat objek dari jarak jauh dengan jelas. Salah satu gejala umum mata silinder adalah garis lurus menjadi miring. Hal ini disebabkan oleh gangguan fokus yang dialami, yang mengganggu kemampuan mata untuk melihat ketegasan dan bentuk objek. Mata silinder memiliki gejala baik saat melihat objek dekat maupun jauh, berbeda dengan mata minus yang gejalanya hanya muncul saat melihat objek dari jarak jauh.
  • Faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan gangguan focus
    Peneliti menemukan bahwa miopi dan astigmatisme sama-sama dapat disebabkan oleh gen. Namun, ada beberapa variabel risiko tambahan yang meningkatkan kemungkinan Anda mengalami mata minus dan silinder. National Eye Institute menyatakan bahwa mata minus umumnya muncul pada anak-anak berusia 6–14 tahun. Hal ini terjadi saat bentuk mata berkembang, jadi kerusakan ini biasanya sudah ada pada orang dewasa dengan mata minus saat mereka masih kecil. Selain itu, kondisi kesehatan tertentu juga dapat menyebabkan mata minus, seperti komplikasi diabetes pada mata. Sementara itu, kondisi mata minus yang parah, efek dari operasi katarak, dan keratokonus, yang merupakan penipisan kornea, adalah faktor yang paling berpotensi menyebabkan mata silinder.
  • Lensa yang digunakan
    Perawatan miopi dan astigmatisme pasti berbeda. Lensa kontak dan lensa korektif harus cekung atau negatif jika Anda memiliki mata minus. Lensa cekung memungkinkan cahaya terfokus dan jatuh tepat di retina karena mereka memperkecil kelengkungan kornea yang terlalu besar. Kacamata berlensa silinder, di sisi lain, adalah metode untuk mengatasi mata silinder. Kacamata dengan lensa silinder memiliki kemampuan untuk menggabungkan bayangan yang dihasilkan oleh kelainan pembiasan sehingga mata kembali dapat melihat objek dalam bentuk yang jelas.

 

Manakah yang Lebih Parah

Masalah refraktif atau gangguan penglihatan yang paling umum adalah miopi (mata minus) dan astigmatisme (mata silinder). Tidak dapat dikatakan mana yang lebih parah di antara keduanya, karena tingkat kelainan refraksi tersebut tergantung pada besarnya angka miopi atau silinder mata. Perbedaan antara mata minus dan silinder meliputi tingkat gangguan penglihatan yang terjadi pada masing-masing kondisi.

Kacamata atau kotak lensa dapat digunakan untuk mengatasi mata minus, tetapi kondisi dapat bertambah sampai penderita berusia 18–20 tahun. Hal ini dapat disebabkan oleh penderita yang tidak menjaga kesehatan matanya. Misalnya, jika seseorang terlalu lama menggunakan perangkat elektronik atau komputer tanpa mengistirahatkan matanya, kerusakan mata silinder biasanya tidak berkembang, terutama jika penderitanya telah menggunakan lensa koreksi yang tepat.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-03-28T154730.697.png
28/Mar/2024

Mata juling, juga dikenal sebagai strabismus, adalah salah satu gangguan penglihatan yang dapat menyerang orang dewasa dan anak-anak. Untuk memaksimalkan pengobatan, berbagai pemeriksaan harus dilakukan untuk memastikan jenis dan berat kejulingan mata. Berikut adalah lima pemeriksaan mata yang dapat dilakukan pada orang yang diduga mengalami mata juling.

 

Macam-macam Pemeriksaan Mata Juling

Untuk memastikan kebenaran mata juling, Anda dapat menjalani beberapa pemeriksaan berikut:

  • Test ketajaman mata
    Anda atau anak-anak yang dicurigai memiliki mata juling harus menjalani pemeriksaan tajam penglihatan atau visus. Penderita mata juling, terutama pada anak-anak, juga sering mengalami mata malas atau ambliopia. Tingkat umur anak dapat disesuaikan dengan pemeriksaan visus, juga dikenal sebagai ketajaman mata. Ini dapat dilakukan dengan anak di bawah dua tahun dengan alat khusus yang berisi gambar-gambar yang dapat disebutkan oleh anak. Jika anak-anak sudah dapat membaca huruf dengan baik, ketajaman mata mereka dapat diperiksa dengan huruf abjad, metode yang sama dengan yang digunakan untuk mengevaluasi orang dewasa.
  • Tes yang menunjukkan gerakan bola mata
    Test mata metode ini akan menilai pergerakan bola mata ke delapan arah mata angin dan posisi mata saat memandang ke depan. Sebuah senter kecil akan digunakan sebagai penunjuk arah yang harus diikuti oleh mata. Cover test juga akan dilakukan pada setiap arah mata angin.
  • Pemeriksaan cover
    Salah satu tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menentukan apakah seseorang dengan mata yang terlihat normal sebenarnya mengalami kondisi juling yang tersembunyi. Tes akan dilakukan dengan bergantian menutup salah satu sisi mata. Selanjutnya, dokter mata akan memastikan apakah bola mata bergerak atau tidak. Dalam kondisi normal, bahkan ketika salah satu mata ditutup, tidak akan terjadi pergerakan bola mata.
  • Tes mata Hirschberg
    Tes ini dilakukan untuk mengukur tingkat kejulingan mata pada mata yang sudah terlihat juling dalam posisi normal. Setelah sebelumnya diminta untuk melihat benda tertentu di kejauhan, pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan senter kecil yang diarahkan ke mata. Untuk mengetahui perkiraan derajat kejulingan, ukur pantulan cahaya senter dari tengah pupil ke titik baru. Namun, pada orang dengan mata juling, pantulan cahaya akan berada di arah yang berlawanan dengan mata juling.
  • Pemeriksaan bagian dalam bola mata
    Jenis tes mata ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang disebut funduskopi untuk melihat bagian dalam bola mata. Pemeriksaan ini dilakukan pada kedua mata untuk mengidentifikasi kemungkinan gangguan di dalam bola mata, seperti kanker mata yang dikenal sebagai retinoblastoma.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-03-26T113022.099.png
26/Mar/2024

Diagnosis Cat Eye Syndrome

Dokter dapat dengan cepat membedakan sindrom mata kucing berdasarkan gejalanya yang khas. Dokter akan meminta orang tua anak dan ayah ibunya untuk menjalani tes genetik setelah gejala muncul. Beberapa hal termasuk dalam pemeriksaan genetik ini.

  • Kariotipe adalah prosedur laboratorium yang menghasilkan representasi kromosom.
  • FISH adalah metode untuk menemukan DNA kromosom tertentu.

Dokter dapat mendiagnosis cat eye syndrome pada beberapa kasus sebelum kelahiran bayi. Mereka akan mencurigai adanya kelainan melalui USG dan tes amniosentesis.

 

Pengobatan Cat Eye Syndrome

Karena sindrom mata kucing memengaruhi banyak sistem tubuh, banyak hal yang terlibat dalam pengobatannya.  Pengobatan sindrom mata cat tergantung pada gejala khusus yang dialami anak, seperti:

  • Operasi perawatan jantung
    Pengobatan sindrom mata kucing, jika itu merupakan kelainan jantung bawaan, mencakup penggunaan obat-obatan hingga prosedur pembedahan. Ukuran, tingkat keparahan, dan jenis kelainan anatomi yang berbeda menentukan prosedur bedah yang akan dilakukan. Anak-anak berisiko mengalami infeksi bakteri pada lapisan jantung dan katup (endokarditis) sebelum dan sesudah operasi kelainan jantung. Oleh karena itu, sebagai langkah pencegahan, anak harus menerima terapi antibiotik. Sebelum dan sesudah operasi, dokter akan memberikan resep.
  • Terapi yang sesuai dengan kondisi
    Perawatan ini diberikan jika gejala cat eye syndrome menunjukkan kelainan tulang. Bahkan tidak menutup kemungkinan operasi pembedahan, terapi ini mencakup tindakan fisik dan ortopedi. Terapi hormon akan diberikan kepada anak yang tubuhnya sangat pendek dan mengalami kekurangan hormon pertumbuhan. Anak-anak dengan keterlambatan perkembangan juga harus mendapatkan terapi yang mendukung pertumbuhan mereka. Sindrom mata kucing adalah kondisi langka yang dapat mempengaruhi sistem tubuh lainnya. Kondisi ini sering menyebabkan orang tua putus asa dengan kondisi anak mereka. Namun, anak dapat menjadi lebih bersemangat untuk menjalani hidupnya dengan beberapa jenis perawatan dan pengobatan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-03-22T103417.010.png
22/Mar/2024

Salah satu kelainan kromosom yang dapat terjadi pada anak adalah sindrom mata kucing, yang merupakan kelainan kromosom yang mempengaruhi berbagai bagian tubuh. Kondisi ini memiliki gejala yang sangat beragam, mencakup bagian mata, tetapi juga telinga, mata, jantung, dan ginjal.

Anak-anak yang didiagnosis dengan sindrom mata cat memiliki satu kromosom tambahan berukuran kecil di setiap sel mereka. Materi genetik dari kromosom 22 terdiri dari kromosom kecil ini, yang merupakan tanda khas dari kondisi tersebut. Sebagian besar anak dengan sindrom mata kucing lahir tanpa gejala sebelumnya.

 

Gejala yang Muncul dari Cat Eye Syndrome

Sindrom mata kucing pada anak-anak dapat menunjukkan berbagai gejala. Kelainan ini biasanya mencakup area mata, telinga, anus, jantung, dan bahkan kemampuan intelektual anak. Syndrome mata cat biasanya menunjukkan gejala berikut:

  • Coloboma iris
    Kondisi ini muncul ketika pupil—bagian hitam mata—tidak berbentuk bulat tetapi memiliki celah di tengahnya yang mirip dengan lubang kunci. Kondisi ini tidak mengganggu penglihatan jika hanya terjadi gangguan pada iris. Namun, koloboma yang lebih luas yang melibatkan lapisan mata lain dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.

 

  • Anus yang mengalami kelainan
    Sindrom mata kucing menyebabkan anus yang sangat kecil atau sempit. Bahkan bisa terjadi atresia anal, di mana saluran anusnya tidak ada sama sekali. Salah satu kelainan anus lainnya adalah fistula, atau saluran, yang terletak di tempat yang tidak normal di bagian ujung usus besar, juga dikenal sebagai rektum. Pria mungkin memiliki fistula di antara rektum dan otot yang mengumpul di kandung kemih atau di area di belakang kelamin, sementara wanita mungkin memiliki fistula di antara rektum, kandung kemih, atau vagina. Kondisi ini dapat diobati melalui pembedahan.

 

  • Kelainan pada bentuk telinga
    Bentuk telinga berbeda pada 80% anak dengan cat eye syndrome. Kelainan bentuk telinga ini ditunjukkan dengan pertumbuhan gumpalan kecil di kulit depan telinga luar. Selain itu, dalam beberapa kasus sindrom mata kucing, saluran telinga luar mungkin buntu atau bahkan tidak ada sama sekali. Namun, dalam kebanyakan kasus, tidak adanya saluran telinga luar berkontribusi pada gangguan pendengaran anak. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa suara tidak dapat dengan mudah dipindahkan dari telinga luar ke telinga dalam.

 

  • Kondisi yang mengganggu fungsi jantung
    Anak-anak dengan sindrom mata kucing mungkin memiliki penyakit jantung kongenital saat lahir. Tetralogy of Fallot (ToF) adalah salah satu gangguan fungsi jantung yang mungkin terjadi, serta kebocoran jantung seperti atrial septal defect (ASD) atau ventricular septal defect (VSD). Pada orang dengan penyakit yang parah, kelainan jantung bawaan ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

 

  • Tulang yang tidak normal
    Salah satu kelainan tulang yang mungkin terjadi pada anak dengan sindrom mata cat adalah tulang belakang melengkung (skoliosis) atau tidak ada tulang di ibu jari lengan bawah (aplasia radial).

 

  • Kelainan pada ginjal
    Anak-anak dengan sindrom mata cat mengalami kelainan ginjal berikut:

    • anomali pada satu atau kedua ginjal (hipoplasia ginjal unilateral atau bilateral),
    • ada ginjal tambahan, juga disebut ginjal supernumerary,
    • anak yang tidak memiliki ginjal (agenesis unilateral),
    • pembengkakan ginjal yang tidak normal

Kondisi alat pada anak perempuan adalah kelainan reproduktif. kelamin yang tidak normal atau vagina yang tidak ada. Sementara pada anak laki-laki, testis tidak turun.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


1711007328605-1200x698.jpeg
20/Mar/2024

Ptosis adalah kondisi di mana kelopak mata bagian atas turun atau membuat mata sayu. Ini dapat terjadi pada salah satu mata atau keduanya, dan dalam kasus yang lebih parah, pengidapnya juga dapat mengalami kesulitan untuk melihat. Pasalnya, kelopak mata yang sayu dapat menutupi pupil mata, menyebabkan seseorang tidak dapat melihat. Selain itu, kondisi ini dapat mengurangi kepercayaan diri seseorang dalam penampilan mereka.

 

Kenapa Mata Sayu Sebelah Bisa Terjadi

Perlu diingat bahwa siapa pun dapat mengalami kelopak mata yang turun atau mata sayu, bahkan anak-anak. Namun, kondisi mata sayu sebelah paling sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Hal ini tentunya dipicu oleh proses penuaan alami pada kulit dan tubuh. Karena itu, otot yang bertanggung jawab untuk mengangkat kelopak mata adalah otot levator mata.

Dengan bertambahnya usia, otot-otot di sekitar mata akan meregang, yang berarti kelopak mata akan lebih mudah jatuh. Mata sayu sebelah juga dapat disebabkan oleh beberapa hal lain, seperti trauma, atau mungkin disebabkan oleh masalah neurologis pada tubuh. Namun, kadang-kadang penyebab pasti dari mata sayu sebelah atau ptosis tidak diketahui.

Pada sisi lain, ptosis kongenital, yang merupakan kondisi bawaan lahir di mana otot levator mata tidak berkembang dengan baik, dapat menyebabkan masalah ini pada anak-anak. Anak-anak dengan ptosis ini juga dapat mengalami ambliopia, yang juga dikenal sebagai mata malas. Selain itu, gangguan ini dapat memperlambat atau membatasi penglihatan mereka.

 

Cara Mengatasi Mata Sayu Sebelah

Perawatan untuk mata sayu sebelah, juga dikenal sebagai ptosis, akan berbeda dan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Sebagai contoh, dokter biasanya tidak akan memberikan pengobatan khusus untuk kondisi mata sayu yang disebabkan oleh faktor usia atau bawaan sejak lahir.  Karena kondisi tersebut sebenarnya tidak membahayakan kesehatan seseorang. Namun, seseorang dengan mata sayu sebelah dapat memilih untuk menjalani operasi plastik jika penampilannya dianggap mengganggu.

Dokter akan menyarankan perawatan medis jika kelopak mata yang turun menghalangi penglihatan pasien. Dokter juga mungkin menyarankan operasi jika diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Di sisi lain, pilihan perawatan lain adalah menggunakan kruk ptosis, kacamata yang menahan kelopak mata. Ketika mata sayu turun hanya sementara, perawatan ini juga biasanya berhasil. Jika seseorang bukan kandidat yang baik untuk operasi mata, kacamata tersebut juga akan direkomendasikan.

Penyebab dan pengobatan mata sayu sebelah dijelaskan di sini. Mata sayu sebelah dapat disebabkan oleh berbagai penyebab. Mulai dari penyebab alami hingga kondisi medis yang lebih serius. Namun, kondisi mata sayu sebelah paling sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Namun, metode pengobatan mata sayu berbeda-beda tergantung pada penyebab utama mata sayu dan tingkat keparahannya.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!