Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Jangan-Diabaikan-6-Ciri-di-Mata-Bisa-Jadi-Tanda-Tumor-1.png
15/May/2026

Tekanan darah tinggi atau hipertensi tidak hanya berdampak pada jantung dan pembuluh darah, tetapi juga dapat merusak mata. Kondisi ini dikenal sebagai retinopati hipertensi, yaitu kerusakan pada pembuluh darah retina akibat tekanan darah yang terlalu tinggi.

Yang perlu diwaspadai, gangguan pada mata akibat hipertensi sering berkembang perlahan tanpa gejala jelas. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan penglihatan hingga gangguan permanen.

 

Apa Itu Retinopati Hipertensi?

Retinopati hipertensi adalah kerusakan pembuluh darah pada retina akibat tekanan darah tinggi yang berlangsung terus-menerus.

Retina merupakan bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak agar kita bisa melihat dengan jelas.

Ketika tekanan darah tidak terkontrol, pembuluh darah retina dapat:

  • Menyempit
  • Bocor
  • Rusak
  • Mengganggu aliran darah ke mata

Akibatnya, fungsi penglihatan dapat terganggu.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, retinopati hipertensi sering tidak menimbulkan gejala. Namun seiring kondisi memburuk, penderita dapat mengalami:

  • Penglihatan kabur
  • Pandangan buram
  • Sakit kepala
  • Mata terasa tidak nyaman
  • Gangguan penglihatan mendadak

Karena sering tidak disadari, pemeriksaan mata rutin sangat penting bagi penderita hipertensi.

 

Kenapa Kerusakan Mata Bisa Sulit Pulih?

Kerusakan retina akibat tekanan darah tinggi dapat menyebabkan perubahan permanen pada pembuluh darah dan jaringan mata.

Pada beberapa kasus, penglihatan yang sudah terganggu tidak dapat kembali sepenuhnya seperti semula. Karena itu, pencegahan dan pengendalian tekanan darah menjadi langkah paling penting untuk mencegah kerusakan bertambah parah.

 

Cara Penanganan Retinopati Hipertensi

  1. Menjalani Gaya Hidup Sehat

Perubahan gaya hidup menjadi langkah utama untuk membantu mengontrol tekanan darah.

Beberapa hal yang dianjurkan antara lain:

  • Mengurangi konsumsi garam
  • Menjaga berat badan ideal
  • Rutin berolahraga
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Menghindari rokok dan alkohol
  • Mengelola stres dengan baik

Kebiasaan sehat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, termasuk di area mata.

  1. Minum Obat Secara Rutin

Bagi penderita hipertensi, obat tekanan darah perlu dikonsumsi sesuai anjuran dokter.

Penggunaan obat secara rutin membantu:

  • Menjaga tekanan darah tetap stabil
  • Mengurangi risiko kerusakan pembuluh darah
  • Mencegah komplikasi lebih lanjut pada mata dan organ lain

Jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

  1. Tindakan Medis Bila Diperlukan

Jika kondisi retina sudah mengalami kerusakan lebih berat, dokter dapat melakukan penanganan tambahan seperti:

  • Terapi laser
  • Suntikan pada mata
  • Penanganan khusus sesuai kondisi retina

Tujuannya adalah membantu mencegah kerusakan semakin parah dan menjaga fungsi penglihatan.

 

Pentingnya Kontrol Rutin

Kunci utama mencegah gangguan mata akibat hipertensi adalah menjaga tekanan darah tetap terkontrol dan melakukan pemeriksaan rutin.

Penderita hipertensi dianjurkan untuk:

  • Rutin memeriksa tekanan darah
  • Kontrol ke dokter secara berkala
  • Memeriksakan kesehatan mata secara rutin
  • Segera periksa jika muncul gangguan penglihatan

Semakin cepat gangguan terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan yang lebih berat.

 

Jaga Tekanan Darah, Jaga Penglihatan

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat berdampak serius pada kesehatan mata. Meski kerusakan yang sudah terjadi tidak selalu bisa pulih sepenuhnya, kondisi ini tetap dapat dicegah agar tidak semakin parah.

Mulailah menjaga tekanan darah sejak dini dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin agar kesehatan mata dan kualitas penglihatan tetap terjaga.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Hati-Hati-Darah-Tinggi-Bisa-Diam-Diam-Merusak-Mata.png
12/May/2026

Banyak orang berpikir tekanan darah tinggi atau hipertensi hanya berbahaya untuk jantung. Padahal, kondisi ini juga bisa berdampak serius pada kesehatan mata. Yang sering tidak disadari, kerusakan akibat darah tinggi bisa terjadi perlahan tanpa gejala yang jelas.

Karena itu, meski masih muda dan merasa sehat, menjaga tekanan darah tetap normal tetap penting dilakukan sejak sekarang.

 

Bagaimana Darah Tinggi Bisa Merusak Mata?

Tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat membuat pembuluh darah di tubuh mengalami kerusakan, termasuk pembuluh darah kecil pada retina mata. Retina merupakan bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya dan membantu proses penglihatan.

Saat tekanan darah tidak terkontrol:

  • Pembuluh darah menjadi menegang dan menyempit
  • Aliran darah ke retina terganggu
  • Retina dapat mengalami kerusakan secara perlahan

Kondisi ini dikenal sebagai retinopati hipertensi. Jika terus dibiarkan, penglihatan bisa menjadi kabur, menurun, bahkan berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan.

 

Kenapa Kondisi Ini Sering Tidak Disadari?

Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena banyak orang tidak merasakan keluhan apa pun meski tekanan darahnya tinggi. Kerusakan pada mata pun bisa berkembang diam-diam.

Pada tahap awal, penderita mungkin tidak mengalami gejala sama sekali. Namun ketika kerusakan semakin berat, beberapa keluhan yang bisa muncul antara lain:

  • Penglihatan kabur
  • Mata terasa tidak nyaman
  • Penglihatan ganda
  • Sakit kepala
  • Penurunan penglihatan secara tiba-tiba

Karena gejalanya tidak selalu jelas, pemeriksaan tekanan darah dan kesehatan mata secara rutin sangat penting dilakukan.

 

Faktor Risiko yang Memperparah Kerusakan Mata

Beberapa kondisi dan kebiasaan dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan retina akibat hipertensi, seperti:

  • Penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah
  • Merokok dan konsumsi alkohol
  • Kolesterol tinggi
  • Obesitas
  • Diabetes atau gula darah tinggi
  • Gangguan ginjal
  • Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak
  • Kurang aktivitas fisik
  • Stres berkepanjangan

Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin besar pula kemungkinan terjadinya komplikasi pada mata dan organ tubuh lainnya.

 

Cara Mencegah Kerusakan Mata Akibat Hipertensi

Menjaga tekanan darah tetap stabil merupakan langkah utama untuk melindungi kesehatan mata. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Batasi konsumsi garam berlebih
  • Perbanyak makan buah dan sayur
  • Rutin berolahraga
  • Hindari merokok dan alkohol
  • Jaga berat badan ideal
  • Kelola stres dengan baik
  • Rutin cek tekanan darah
  • Konsumsi obat sesuai anjuran dokter bila memiliki hipertensi

Selain itu, pemeriksaan mata secara rutin juga penting, terutama bagi penderita hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi.

Darah tinggi bukan hanya masalah orang tua. Gaya hidup modern membuat risiko hipertensi kini bisa dialami siapa saja, termasuk usia muda. Jangan tunggu muncul gejala berat, karena kerusakan pada mata bisa terjadi tanpa disadari. Mulai jaga pola hidup sehat dari sekarang agar kesehatan mata tetap terjaga di masa depan.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Dari-Radioterapi-hingga-Operasi-Ini-Cara-Atasi-Tumor-Mata.png
09/May/2026

Benjolan atau perubahan pada area mata sering dianggap sepele. Padahal, dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bisa menjadi tanda tumor mata yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Tumor mata adalah pertumbuhan jaringan abnormal di dalam atau sekitar mata. Penanganannya bisa berbeda-beda tergantung jenis, ukuran, dan tingkat keparahannya.

 

Penanganan Tumor Mata

Dokter akan menentukan terapi yang paling sesuai berdasarkan kondisi pasien. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Radioterapi

Radioterapi menggunakan sinar radiasi untuk menghancurkan atau mengecilkan sel tumor. Metode ini sering digunakan untuk membantu mengontrol pertumbuhan tumor pada area mata.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan obat-obatan khusus untuk membunuh sel tumor atau menghentikan pertumbuhannya. Penanganan ini biasanya disesuaikan dengan jenis tumor yang dialami pasien.

  1. Operasi

Pada beberapa kondisi, tindakan operasi diperlukan untuk mengangkat tumor. Operasi dapat berupa:

  • Pengangkatan sebagian tumor
  • Pengangkatan seluruh tumor
  • Pengangkatan bagian mata yang terdampak jika kondisi sudah berat

Jenis operasi akan disesuaikan dengan lokasi dan perkembangan tumor.

 

Pemulihan Setelah Operasi Tumor Mata

Setelah operasi, area mata biasanya mengalami:

  • Bengkak
  • Rasa tidak nyaman
  • Memar ringan

Kondisi ini dapat berlangsung sekitar 1–2 minggu atau lebih tergantung prosedur yang dilakukan.

 

Perawatan yang Perlu Dilakukan

Agar proses pemulihan berjalan baik, beberapa hal berikut penting diperhatikan:

  • Menjaga kebersihan area mata
  • Menghindari menyentuh atau menggosok mata
  • Menutup sementara area operasi sesuai anjuran dokter
  • Rutin kontrol untuk memantau kondisi penyembuhan

 

Tumor mata membutuhkan penanganan yang tepat sesuai kondisi masing-masing pasien, mulai dari radioterapi, kemoterapi, hingga operasi.

Jika menemukan perubahan yang tidak biasa pada mata, segera lakukan pemeriksaan agar diagnosis dan pengobatan bisa dilakukan lebih cepat.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Jangan-Diabaikan-6-Ciri-di-Mata-Bisa-Jadi-Tanda-Tumor.png
08/May/2026

Mata merah, bengkak, atau terasa nyeri sering dianggap sebagai iritasi biasa. Padahal, dalam beberapa kasus, perubahan pada mata bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius, salah satunya tumor mata.

Tumor mata adalah pertumbuhan sel abnormal yang muncul di dalam atau sekitar mata. Kondisi ini tidak selalu bersifat ganas, tetapi tetap perlu diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui sejak dini.

 

Apa Itu Tumor Mata?

Tumor mata dapat muncul pada bagian mata mana pun, termasuk kelopak mata, bola mata, atau jaringan di sekitarnya. Tumor bisa bersifat jinak maupun ganas, sehingga pemeriksaan dokter sangat penting untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.

 

Ciri-Ciri Tumor Mata yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan antara lain:

  1. Benjolan atau luka yang tidak sembuh
    Jika terdapat benjolan atau luka di area mata yang tidak kunjung membaik, sebaiknya segera diperiksa.
  2. Perubahan pada kelopak mata
    Kelopak mata yang tampak merah, menebal, bersisik, atau berubah bentuk bisa menjadi tanda gangguan yang perlu diwaspadai.
  3. Bengkak yang tidak kunjung hilang
    Pembengkakan di sekitar mata yang menetap atau semakin membesar perlu mendapat perhatian medis.
  4. Iritasi atau infeksi berulang
    Mata yang sering mengalami iritasi atau infeksi berulang bisa menandakan adanya masalah lain yang mendasari.
  5. Nyeri pada mata
    Nyeri yang muncul terus-menerus, terutama jika disertai perubahan bentuk atau benjolan, tidak boleh diabaikan.
  6. Penglihatan terganggu
    Penglihatan kabur, menurun, atau terasa terhalang dapat menjadi tanda adanya gangguan pada struktur mata.

 

Tumor mata tidak selalu berbahaya, tetapi gejalanya tidak boleh disepelekan. Jika muncul benjolan, luka yang sulit sembuh, kelopak mata berubah, atau penglihatan terganggu, segera lakukan pemeriksaan.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Perbedaan-Epiblepharon-Bawaan-dan-Didapat-yang-Perlu-Diwaspadai.png
06/May/2026

Bulu mata yang tumbuh ke arah dalam dan menyentuh permukaan mata bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, iritasi, bahkan gangguan penglihatan. Kondisi ini dikenal sebagai epiblepharon. Menariknya, epiblepharon tidak selalu memiliki penyebab yang sama—ada yang sudah ada sejak lahir, ada juga yang muncul kemudian.

Memahami perbedaannya penting agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat.

 

Apa Itu Epiblepharon?

Epiblepharon adalah kondisi kelopak mata di mana lipatan kulit menyebabkan bulu mata terdorong ke arah dalam, sehingga mengenai bola mata. Hal ini dapat menyebabkan iritasi, mata berair, hingga kemerahan.

 

Epiblepharon Bawaan

Epiblepharon bawaan adalah kondisi yang sudah ada sejak lahir. Beberapa cirinya antara lain:

  • Sudah muncul sejak bayi
  • Lebih sering terjadi dibandingkan jenis didapat
  • Gejala kadang baru disadari saat anak bertambah besar

Pada banyak kasus, kondisi ini bisa membaik seiring pertumbuhan wajah anak. Namun, jika menyebabkan iritasi berat, tetap perlu penanganan medis.

 

Epiblepharon Didapat

Berbeda dengan bawaan, epiblepharon didapat muncul setelah lahir akibat faktor tertentu, seperti:

  • Cedera pada area mata
  • Riwayat operasi kelopak mata
  • Peradangan atau infeksi

Jenis ini perlu lebih diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya masalah lain pada mata.

 

Kenapa Penting Dibedakan?

Meski terlihat mirip, penyebab epiblepharon bawaan dan didapat berbeda. Hal ini memengaruhi cara penanganannya.

  • Epiblepharon bawaan sering kali cukup dipantau
  • Epiblepharon didapat biasanya membutuhkan evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebabnya

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan ke dokter jika mengalami:

  • Mata merah atau sering berair
  • Sensasi seperti ada benda asing di mata
  • Iritasi yang tidak kunjung membaik

 

Epiblepharon bisa terjadi sejak lahir atau muncul kemudian karena kondisi tertentu. Meski tampak serupa, keduanya memiliki penyebab yang berbeda sehingga perlu dikenali dengan baik.

Dengan diagnosis yang tepat, penanganan bisa disesuaikan agar kesehatan mata tetap terjaga.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Anak-Sering-Mengucek-Mata-Waspadai-Epiblepharon-Sejak-Dini.png
04/May/2026

Kebiasaan anak mengucek mata sering kali dianggap hal biasa, misalnya karena mengantuk atau kelilipan. Namun, jika terjadi berulang dan disertai keluhan lain, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan pada mata, salah satunya adalah Epiblepharon.

Mengenali kondisi ini sejak dini penting agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan hingga gangguan pada kesehatan mata anak.

 

Apa Itu Epiblepharon?

Epiblepharon adalah kondisi ketika terdapat lipatan kulit tambahan pada kelopak mata yang mendorong bulu mata ke arah dalam. Akibatnya, bulu mata dapat menyentuh permukaan mata (kornea) dan menyebabkan iritasi.

Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak dan sering ditemukan pada anak dengan keturunan Asia. Epiblepharon dapat terjadi pada satu atau kedua mata.

 

Mengapa Bisa Terjadi?

Epiblepharon biasanya berkaitan dengan struktur anatomi kelopak mata yang belum berkembang sempurna. Seiring pertumbuhan wajah anak, kondisi ini dalam beberapa kasus dapat membaik dengan sendirinya.

Namun, pada kondisi tertentu, gesekan bulu mata yang terus-menerus dapat menimbulkan masalah jika tidak ditangani dengan tepat.

 

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Beberapa tanda yang dapat muncul pada anak dengan epiblepharon antara lain:

  • Mata sering berair
  • Mata tampak merah atau iritasi
  • Sensasi seperti ada benda asing di mata
  • Anak sering mengucek mata
  • Keluhan terasa lebih jelas saat melihat ke bawah

Gejala ini muncul akibat bulu mata yang bergesekan langsung dengan permukaan mata.

 

Apakah Epiblepharon Berbahaya?

Pada kasus ringan, epiblepharon mungkin hanya menimbulkan ketidaknyamanan ringan. Namun, jika dibiarkan, gesekan yang terus-menerus dapat menyebabkan iritasi kronis hingga gangguan pada kornea.

Karena itu, pemantauan dan pemeriksaan rutin tetap diperlukan untuk memastikan kondisi mata anak tetap sehat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika anak mengalami:

  • Mata merah yang tidak kunjung membaik
  • Sering mengucek mata berlebihan
  • Keluhan seperti nyeri atau silau
  • Penglihatan tampak terganggu

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai.

 

Penanganan Epiblepharon

Penanganan epiblepharon tergantung pada tingkat keparahannya:

  • Kasus ringan biasanya cukup dipantau secara berkala
  • Pemberian obat tetes atau salep untuk mengurangi iritasi
  • Tindakan medis atau operasi ringan jika kondisi tidak membaik atau menimbulkan gangguan serius

Tujuan utama penanganan adalah mencegah kerusakan pada permukaan mata dan menjaga kenyamanan anak.

 

Anak yang sering mengucek mata tidak selalu sekadar kelilipan. Kondisi seperti epiblepharon perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan iritasi jika tidak ditangani dengan baik.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Bunga-Korejat-dan-Kesehatan-Mata-Perhatikan-Cara-Pakainya.png
30/Apr/2026

Penggunaan bahan alami untuk menjaga kesehatan mata masih banyak dilakukan di masyarakat, salah satunya bunga korejat. Tanaman ini dipercaya dapat membantu mengatasi keluhan pada mata, seperti iritasi ringan atau mata merah.

Namun, di balik manfaat yang dipercaya secara tradisional, bunga korejat juga memiliki risiko karena mengandung getah yang bersifat iritatif. Oleh karena itu, penggunaannya tidak boleh sembarangan dan perlu dilakukan dengan hati-hati.

 

Apa Itu Bunga Korejat?

Bunga korejat dikenal sebagai tanaman liar yang sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Beberapa orang menggunakannya sebagai tetes mata alami untuk membantu meredakan gangguan ringan pada mata.

Meski demikian, belum semua manfaatnya didukung oleh bukti medis yang kuat, sehingga penggunaannya tetap perlu kewaspadaan.

 

Risiko Penggunaan Bunga Korejat

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah adanya getah putih pada tanaman korejat yang dapat menyebabkan iritasi. Jika tidak digunakan dengan benar, justru dapat memperparah kondisi mata.

Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain:

  • Iritasi atau rasa perih berlebihan
  • Mata merah dan bengkak
  • Infeksi jika tidak higienis
  • Gangguan penglihatan sementara

Karena itu, kebersihan dan cara penggunaan menjadi faktor yang sangat penting.

 

Langkah Aman Menggunakan Bunga Korejat

Jika tetap ingin menggunakan bunga korejat secara tradisional, berikut langkah yang perlu diperhatikan agar lebih aman:

  • Pilih bunga yang segar, lalu cuci bersih di bawah air mengalir
  • Gunakan tangkai saja, hindari bagian lain yang mengandung getah putih
  • Rendam tangkai menggunakan air matang yang sudah dingin selama beberapa menit
  • Gunakan air rendaman sebagai tetes mata, cukup 1–3 tetes pada setiap mata

Sensasi perih ringan mungkin dirasakan dan masih tergolong normal. Namun, jika muncul rasa tidak nyaman berlebihan, sebaiknya segera hentikan penggunaan.

 

Kapan Harus Menghindari Penggunaan?

Penggunaan bunga korejat sebaiknya dihindari jika:

  • Mata sedang mengalami infeksi berat
  • Terdapat luka pada mata
  • Mengalami gangguan penglihatan
  • Keluhan tidak kunjung membaik

Dalam kondisi tersebut, penanganan medis jauh lebih aman dan dianjurkan.

 

Pentingnya Konsultasi Medis

Meskipun bahan alami terlihat lebih aman, tidak semua cocok digunakan untuk area sensitif seperti mata. Penggunaan tanpa pengawasan dapat menimbulkan risiko yang tidak diinginkan.

Jika mengalami keluhan pada mata, seperti nyeri, kemerahan, atau penglihatan terganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Bunga korejat memang dikenal dalam pengobatan tradisional untuk membantu kesehatan mata. Namun, penggunaannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena adanya risiko iritasi dari getah tanaman.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Merah-Mendadak-Ini-Cara-Cepat-Mencegahnya.png
28/Apr/2026

Melihat mata tiba-tiba merah seperti berdarah memang bisa bikin panik. Tapi tenang, kondisi ini sering kali merupakan perdarahan subkonjungtiva, yaitu pecahnya pembuluh darah kecil di bagian putih mata. Meski terlihat mengerikan, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa minggu.

Perdarahan ini biasanya tidak menimbulkan nyeri atau gangguan penglihatan, namun tetap perlu diwaspadai agar tidak sering terjadi.

 

Kenapa Mata Bisa Tiba-Tiba Merah?

Perdarahan subkonjungtiva terjadi ketika pembuluh darah halus di bawah konjungtiva pecah. Beberapa pemicunya antara lain:

  • Batuk atau bersin terlalu kuat
  • Mengucek mata terlalu keras
  • Mengejan atau mengangkat beban berat
  • Tekanan darah tinggi atau diabetes
  • Penggunaan obat pengencer darah

 

Tips Mengurangi Risiko Perdarahan Mata

Agar kondisi ini tidak sering terjadi, kamu bisa melakukan langkah pencegahan berikut:

  1. Jaga kesehatan tubuh
    Kontrol tekanan darah dan diabetes dengan pola makan sehat serta olahraga ringan. Kondisi kesehatan yang baik membantu menjaga pembuluh darah tetap kuat.
  2. Hati-hati saat bersin atau batuk
    Hindari mengejan atau batuk terlalu keras karena dapat meningkatkan tekanan di pembuluh darah mata.
  3. Jangan menggosok mata
    Mengucek mata, terutama dengan tangan kotor, bisa memicu iritasi bahkan menyebabkan pembuluh darah pecah. Gunakan tisu bersih atau bilas dengan air jika mata terasa gatal.
  4. Lindungi mata saat beraktivitas
    Gunakan kacamata pelindung saat olahraga atau aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera pada mata.
  5. Perhatikan penggunaan obat
    Jika kamu mengonsumsi obat pengencer darah, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan penggunaannya aman dan sesuai.

 

Kapan Harus Waspada?

Meski umumnya tidak berbahaya, segera periksa ke dokter jika:

  • Disertai nyeri hebat
  • Penglihatan terganggu
  • Terjadi berulang
  • Muncul setelah cedera pada mata

 

Mata merah seperti berdarah memang terlihat menakutkan, tetapi biasanya tidak berbahaya. Dengan menjaga kesehatan, menghindari kebiasaan yang memicu tekanan pada mata, serta melindungi mata dari cedera, risiko kondisi ini bisa diminimalkan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Besar-Sebelah-Normal-atau-Tanda-Masalah-Kesehatan.png
27/Apr/2026

Perbedaan ukuran mata kanan dan kiri sering kali membuat seseorang merasa kurang percaya diri. Kondisi ini dikenal sebagai mata besar sebelah atau asimetri mata. Dalam beberapa kasus, hal ini bisa tergolong normal. Namun, pada kondisi tertentu, perbedaan ukuran mata juga dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.

 

Apa Itu Mata Besar Sebelah?

Mata besar sebelah adalah kondisi ketika ukuran atau bentuk kedua mata terlihat tidak simetris. Perbedaan ini bisa terjadi secara alami sejak lahir atau muncul seiring waktu.

Pada sebagian orang, perbedaan ukuran mata yang ringan masih dianggap normal dan tidak berbahaya. Namun, jika terjadi perubahan secara tiba-tiba, kondisi ini perlu diwaspadai.

 

Penyebab Mata Besar Sebelah

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan mata terlihat tidak simetris antara lain:

  1. Faktor Alami (Genetik)

Sebagian orang memang memiliki bentuk wajah yang tidak sepenuhnya simetris. Hal ini termasuk perbedaan ukuran mata yang ringan.

  1. Ptosis (Kelopak Mata Turun)

Ptosis terjadi ketika kelopak mata bagian atas turun sehingga membuat mata terlihat lebih kecil di satu sisi.

  1. Pembengkakan atau Peradangan

Infeksi atau iritasi pada mata dapat menyebabkan pembengkakan, sehingga salah satu mata tampak lebih besar atau menonjol.

  1. Gangguan Otot atau Saraf

Masalah pada otot atau saraf di sekitar mata dapat memengaruhi posisi kelopak mata dan ukuran tampilan mata.

  1. Cedera atau Trauma

Benturan atau cedera pada area wajah dapat menyebabkan perubahan bentuk atau ukuran mata.

 

Kapan Harus Diwaspadai?

Mata besar sebelah perlu mendapatkan perhatian medis jika disertai dengan gejala berikut:

  • Terjadi secara tiba-tiba
  • Disertai nyeri pada mata
  • Penglihatan terganggu
  • Mata merah atau bengkak
  • Kelopak mata sulit digerakkan

Gejala-gejala tersebut bisa menandakan adanya kondisi medis yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

 

Cara Mengatasi Mata Besar Sebelah

Penanganan kondisi ini bergantung pada penyebabnya, di antaranya:

  • Jika disebabkan faktor alami, biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus
  • Jika akibat infeksi atau peradangan, dokter dapat memberikan obat seperti antibiotik atau antiinflamasi
  • Jika disebabkan ptosis, dapat dipertimbangkan tindakan medis atau operasi
  • Jika akibat cedera, diperlukan penanganan sesuai tingkat keparahan

Dalam beberapa kasus, perawatan kosmetik juga dapat menjadi pilihan untuk memperbaiki tampilan.

 

Mata besar sebelah tidak selalu berbahaya, terutama jika terjadi secara alami. Namun, perubahan yang muncul secara tiba-tiba atau disertai gejala lain perlu diwaspadai.

Jika Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat. Deteksi dini dapat membantu mencegah masalah yang lebih serius.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


4-Tips-Mengatasi-Nistagmus-agar-Penglihatan-Lebih-Nyaman.png
25/Apr/2026

Nistagmus adalah kondisi ketika mata bergerak cepat dan tidak terkendali, sehingga dapat mengganggu penglihatan dan keseimbangan. Gerakan ini bisa terjadi ke samping, atas-bawah, atau berputar, dan sering membuat penglihatan terasa kabur atau tidak stabil.

Meski tidak selalu bisa disembuhkan sepenuhnya, ada beberapa cara yang dapat membantu mengurangi gejala dan membuat penglihatan lebih nyaman.

  1. Menggunakan Kacamata atau Lensa Kontak

Kacamata atau lensa kontak dapat membantu memperjelas penglihatan. Saat penglihatan lebih fokus, gerakan mata yang tidak terkontrol juga bisa berkurang.

  1. Menggunakan Obat-obatan

Dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan obat seperti gabapentin, baclofen, atau terapi tertentu untuk membantu mengurangi gejala. Namun, penggunaan obat harus sesuai anjuran dokter.

  1. Operasi Otot Mata

Jika gejala cukup berat, dokter mungkin menyarankan operasi otot mata. Tindakan ini bertujuan memperbaiki posisi otot mata agar gerakan lebih terkendali dan posisi kepala lebih nyaman.

  1. Operasi Koreksi Penglihatan (LASIK)

Pada penderita nistagmus yang juga memiliki gangguan refraksi seperti rabun jauh, prosedur LASIK dapat membantu meningkatkan kualitas penglihatan. Meski tidak menyembuhkan, gejala bisa menjadi lebih ringan.

 

Perlu Diingat

Penanganan nistagmus sangat bergantung pada penyebabnya. Pada beberapa kasus, kondisi ini tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikontrol agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Nistagmus memang dapat memengaruhi kualitas penglihatan, tetapi dengan penanganan yang tepat, gejalanya bisa dikurangi.

Jika kamu atau orang terdekat mengalami tanda-tanda nistagmus, sebaiknya segera periksa ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!