Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts
artikel-79.png
04/Sep/2023

Mata juling atau disebut juga strabismus sering terjadi pada anak-anak. Otot mata yang menempel pada otak tidak berfungsi dengan baik pada mata juling. Akibatnya, gerakan mata kiri dan kanan yang seharusnya bergerak searah menjadi berbeda. Mata juling bisa dialami anak sejak lahir atau berkembang seiring pertumbuhannya. Kebanyakan mata juling dapat dideteksi ketika anak-anak berusia antara satu dan empat tahun, dan jarang muncul setelah usia enam tahun.

Ada beberapa cara yang umumnya direkomendasikan untuk mengatasi mata juling pada anak, antara lain :

  • Menggunakan kaca mata atau lensa kontak
    Pada beberapa keadaan, penggunaan kacamata anak sudah cukup untuk meluruskan mata, apalagi jika mata julingnya sedikit.
  • Memakai penutup mata sementara
    Untuk menstimulasi mata yang lebih lemah, akan dipasang penutup mata sementara pada mata dominan. Berguna untuk anak di bawah usia tujuh tahun bila digunakan selama 2-6 jam per hari.
  • Melakukan operasi otot mata
    Operasi otot mata digunakan untuk mengubah panjang atau letak otot yang mengelilingi mata agar tampak lurus. Terapi penglihatan sering digunakan bersamaan dengan operasi ini untuk meningkatkan koordinasi mata.
  • Menggunakan obat tetes mata atau suntik botox
    Untuk mengaburkan penglihatan pada mata dominan, dokter mungkin akan memberikan obat tetes mata. Selain itu, mata juling dapat diobati dengan suntikan botox untuk mengecilkan otot mata yang bekerja terlalu keras.
  • Melakukan uji keseimbangan dan fokus mata
    Dokter akan melakukan tes untuk mengetahui seberapa efektif mata anak berkonsentrasi dan bergerak. Tes dilakukan untuk melatih kapasitas otot mata dalam mengubah fokus penglihatan dan menyeimbangkan pergerakan bola mata.

artikel-4.png
01/Sep/2023

Keratoconus adalah gangguan mata yang ditandai dengan penipisan kornea hingga membuat kornea berbentuk cembung seperti kerucut serta menonjol ke luar dan ke bawah. Kornea adalah lapisan tipis pada bagian depan mata untuk melindungi pupil, iris, dan ruang anterior mata. Keratoconus atau keratokonus mulai terjadi pada orang berusia 10 hingga 25 tahun. Gangguan kornea ini memengaruhi kedua bola mata dan gejala dapat berkembang lambat hingga 10 tahun.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalami keratokonus:

  1. Faktor Keturunan: Keratokonus bukan penyakit genetik namun berdasarkan data, 1 dari 10 penderita keratokonus memiliki orang tua yang juga menderita gangguan kornea yang sama.
  2. Mengucek Mata: Kebiasaan menggaruk atau mengucek mata secara agresif dapat merusak bentuk kornea.
  3. Riwayat Medis: Orang dengan riwayat asma, alergi mata, retinitis pigmentosa, sindrom Ehlos Dahlers, dan sindrom Down rentan mengalami komplikasi keratokonus.



Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!