Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Mata-Perih-Setelah-Nonton-Main-HP-Coba-3-Cara-Simpel-Ini.png
09/Jun/2026

Menonton film favorit, scrolling media sosial, bermain game, atau bekerja di depan laptop memang sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Namun, terlalu lama menatap layar dapat membuat mata bekerja lebih keras dan memicu berbagai keluhan, seperti mata perih, kering, terasa berat, hingga penglihatan yang kurang nyaman.

Kondisi ini sering dikenal sebagai mata lelah atau eye strain. Meski umumnya tidak berbahaya, mata lelah dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas jika tidak ditangani dengan baik.

Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu meredakan keluhan mata lelah.

 

Mengapa Mata Bisa Menjadi Lelah?

Saat menatap layar dalam waktu lama, frekuensi berkedip biasanya berkurang. Akibatnya, permukaan mata menjadi lebih cepat kering dan mudah mengalami iritasi.

Selain itu, mata juga harus terus fokus pada objek dalam jarak yang sama untuk waktu yang lama. Kondisi ini membuat otot-otot mata bekerja lebih keras sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Beberapa gejala mata lelah yang sering dirasakan antara lain:

  • Mata perih atau terasa panas
  • Mata kering
  • Mata berair
  • Penglihatan buram sementara
  • Mata terasa berat
  • Sakit kepala setelah melihat layar terlalu lama
  1. Istirahatkan Mata Sejenak

Cara paling sederhana untuk mengatasi mata lelah adalah dengan memberikan waktu istirahat yang cukup bagi mata.

Jika Anda sering bekerja atau beraktivitas di depan layar, cobalah menerapkan aturan 20-20-20. Caranya, setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.

Kebiasaan ini membantu mengurangi ketegangan pada otot mata dan membuat mata lebih rileks.

  1. Kompres Mata dengan Air Hangat

Mengompres mata menggunakan kain bersih yang telah dibasahi air hangat dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada mata yang lelah.

Kompres hangat membantu meningkatkan kenyamanan pada area sekitar mata dan membuat mata terasa lebih rileks setelah digunakan beraktivitas dalam waktu lama.

Lakukan kompres selama beberapa menit sambil memejamkan mata agar efek relaksasinya lebih maksimal.

  1. Atur Kecerahan Layar

Kecerahan layar yang terlalu terang maupun terlalu redup dapat membuat mata bekerja lebih keras.

Pastikan tingkat pencahayaan layar disesuaikan dengan kondisi ruangan. Selain itu, usahakan menjaga jarak pandang yang nyaman saat menggunakan ponsel, tablet, atau laptop.

Jika memungkinkan, aktifkan fitur pelindung mata atau mode malam (night mode) untuk membantu mengurangi ketegangan akibat paparan cahaya dari layar.

 

Jangan Lupakan Kesehatan Mata

Mata merupakan organ penting yang bekerja hampir sepanjang hari. Karena itu, mata juga membutuhkan waktu untuk beristirahat, terutama jika Anda sering menggunakan perangkat digital.

Dengan mengistirahatkan mata secara berkala, mengompres mata dengan air hangat, dan mengatur kecerahan layar dengan tepat, keluhan mata lelah biasanya dapat berkurang dan aktivitas sehari-hari pun tetap nyaman dilakukan.

Namun, jika mata perih, penglihatan buram, atau keluhan lainnya tidak kunjung membaik meski sudah beristirahat, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Terlalu-Lama-di-Depan-Laptop-atau-HP-Kenali-7-Tanda-Mata-Mulai-Kelelahan.png
08/Jun/2026

Di era digital, aktivitas di depan layar laptop, komputer, tablet, atau ponsel sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, terlalu lama menatap layar dapat membuat mata bekerja lebih keras dan memicu kondisi yang dikenal sebagai mata lelah atau eye strain.

Meski sering dianggap sepele, mata lelah dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya agar dapat segera melakukan langkah pencegahan dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Mata Lelah?

Mata lelah adalah kondisi ketika mata bekerja terlalu lama tanpa istirahat yang cukup. Kondisi ini sering terjadi akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu yang panjang, membaca terlalu lama, atau aktivitas lain yang membutuhkan fokus penglihatan secara terus-menerus.

Keluhan biasanya akan membaik setelah mata diistirahatkan, tetapi jika terus diabaikan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

  1. Mata Berair

Salah satu tanda mata mulai lelah adalah mata yang tiba-tiba sering berair tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini merupakan respons alami mata untuk menjaga permukaannya tetap lembap saat mengalami iritasi atau kelelahan.

  1. Penglihatan Buram

Menatap layar dalam waktu lama dapat membuat pandangan menjadi kurang fokus atau tampak berbayang. Penglihatan buram biasanya bersifat sementara, tetapi dapat mengganggu pekerjaan atau aktivitas yang membutuhkan ketelitian.

  1. Mata Gatal

Mata yang terasa gatal tidak selalu disebabkan oleh debu atau alergi. Mata lelah juga dapat memicu rasa gatal akibat berkurangnya kelembapan pada permukaan mata.

  1. Mudah Silau

Ketika mata mengalami kelelahan, sensitivitas terhadap cahaya dapat meningkat. Akibatnya, cahaya lampu atau sinar matahari terasa lebih menyilaukan dibandingkan biasanya.

  1. Mata Kering

Saat menggunakan laptop atau ponsel, seseorang cenderung lebih jarang berkedip. Hal ini dapat menyebabkan mata terasa kering, kesat, berat, atau tidak nyaman.

  1. Sering Menyipitkan Mata

Jika Anda merasa harus sering menyipitkan mata untuk melihat objek dengan lebih jelas, hal tersebut bisa menjadi salah satu tanda bahwa mata sedang bekerja terlalu keras.

  1. Mata Panas atau Perih

Mata lelah juga dapat menimbulkan sensasi panas, nyeri, atau perih, terutama setelah berjam-jam menatap layar tanpa jeda. Keluhan ini terkadang disertai rasa tidak nyaman saat menggerakkan atau melirik.

Bagaimana Cara Mencegah Mata Lelah?

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko mata lelah, antara lain:

  • Istirahatkan mata secara berkala saat bekerja di depan layar.
  • Terapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.
  • Atur pencahayaan ruangan agar tidak terlalu terang atau terlalu redup.
  • Jaga jarak pandang yang nyaman saat menggunakan laptop atau ponsel.
  • Perbanyak berkedip untuk membantu menjaga kelembapan mata.
  • Konsumsi air putih yang cukup dan terapkan pola hidup sehat.

 

Jangan Abaikan Keluhan pada Mata

Jika mata sering terasa lelah, penglihatan buram tidak kunjung membaik, atau muncul keluhan lain yang semakin mengganggu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan mata. Penanganan yang tepat dapat membantu mengetahui penyebab keluhan dan mencegah gangguan penglihatan yang lebih serius.

Menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menjaga kesehatan organ tubuh lainnya. Dengan memberikan waktu istirahat yang cukup bagi mata, Anda dapat tetap nyaman dan produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Pandangan-Kabur-Bisa-Jadi-Astigmatisme.png
05/Jun/2026

Pandangan yang tampak kabur sering kali dikaitkan dengan rabun jauh atau rabun dekat. Namun, ada kondisi lain yang juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan, yaitu astigmatisme. Kelainan mata ini dapat membuat objek terlihat tidak jelas, berbayang, bahkan tampak melengkung.

Astigmatisme merupakan salah satu gangguan refraksi yang cukup sering terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

 

Mengenal Astigmatisme

Astigmatisme terjadi ketika kornea atau lensa mata memiliki bentuk yang tidak simetris. Pada mata normal, kornea dan lensa berbentuk melengkung secara merata sehingga cahaya dapat difokuskan tepat ke retina.

Namun pada penderita astigmatisme, bentuk kornea atau lensa yang tidak rata menyebabkan cahaya tersebar ke beberapa titik fokus. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur atau tidak tajam, baik saat melihat benda yang dekat maupun jauh.

Kondisi ini dapat terjadi sendiri atau bersamaan dengan gangguan penglihatan lain, seperti rabun jauh (miopi) maupun rabun dekat (hipermetropi).

 

Jenis Astigmatisme

Astigmatisme dibedakan berdasarkan bagian mata yang mengalami kelainan.

Astigmatisme Korneal

Jenis ini terjadi ketika kornea memiliki kelengkungan yang tidak normal. Karena kornea merupakan bagian pertama yang menerima cahaya, perubahan bentuk sekecil apa pun dapat memengaruhi kualitas penglihatan.

Astigmatisme Lentikular

Astigmatisme lentikular terjadi akibat bentuk lensa mata yang tidak sempurna. Kondisi ini membuat cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan secara optimal pada retina.

Apa Penyebab Astigmatisme?

Sebagian besar kasus astigmatisme sudah ada sejak lahir. Namun, kondisi ini juga dapat berkembang akibat beberapa faktor, seperti:

  • Cedera atau trauma pada mata
  • Bekas operasi mata
  • Kelainan atau penyakit yang memengaruhi kornea
  • Perubahan bentuk kornea akibat kondisi tertentu

Karena sering berkembang secara perlahan, banyak penderita tidak menyadari bahwa penglihatannya mengalami gangguan hingga keluhan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Gejala yang Sering Dirasakan

Astigmatisme dapat menimbulkan berbagai keluhan, antara lain:

  • Penglihatan kabur atau tidak fokus
  • Objek terlihat berbayang
  • Sulit melihat detail pada jarak dekat maupun jauh
  • Mata mudah lelah
  • Sering memicingkan mata saat melihat
  • Sakit kepala setelah membaca atau bekerja dalam waktu lama

Pada anak-anak, astigmatisme yang tidak terdeteksi dapat memengaruhi kemampuan belajar karena mereka kesulitan melihat tulisan dengan jelas.

 

Bisakah Astigmatisme Diatasi?

Kabar baiknya, astigmatisme dapat dikoreksi sehingga penglihatan menjadi lebih jelas. Penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi mata masing-masing pasien.

Beberapa pilihan penanganan yang umum dilakukan meliputi:

Kacamata

Lensa silinder pada kacamata membantu mengoreksi pembiasan cahaya yang tidak sempurna sehingga penglihatan menjadi lebih fokus.

Lensa Kontak

Lensa kontak khusus dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kualitas penglihatan pada penderita astigmatisme.

Operasi Refraktif

Pada kondisi tertentu, prosedur seperti LASIK dapat menjadi pilihan untuk memperbaiki bentuk kornea dan mengurangi gangguan penglihatan.

 

Jangan Tunda Pemeriksaan Mata

Pandangan kabur yang terjadi terus-menerus sebaiknya tidak dianggap sepele. Semakin cepat astigmatisme terdeteksi, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan untuk membantu menjaga kualitas penglihatan.

Jika Anda mulai merasakan penglihatan yang tidak jelas, mata cepat lelah, atau sering mengalami sakit kepala saat membaca dan bekerja, segera lakukan pemeriksaan mata. Dengan diagnosis yang tepat, gangguan penglihatan dapat ditangani sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan nyaman.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Sayu-dan-Kelopak-Terlihat-Lesu-Kenali-Penyebab-dan-Cara-Mengatasinya.png
29/May/2026

Mata sayu atau kelopak mata yang terlihat lesu sering membuat wajah tampak lelah dan kurang segar. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kurang istirahat hingga gangguan kesehatan tertentu.

Meski sering dianggap sepele, mata sayu yang terjadi terus-menerus tetap perlu diperhatikan agar tidak mengganggu kenyamanan maupun kesehatan mata.

Apa Itu Mata Sayu?

Mata sayu adalah kondisi ketika kelopak mata terlihat turun, lemas, atau mata tampak kurang terbuka seperti biasanya. Pada beberapa orang, kondisi ini dapat disertai rasa berat pada kelopak mata.

Mata sayu bisa terjadi pada satu mata maupun kedua mata sekaligus.

Penyebab Mata Sayu yang Perlu Diketahui

  1. Kurang Tidur dan Kelelahan

Kurang istirahat dapat membuat otot di sekitar mata menjadi lelah sehingga mata terlihat sayu dan kurang segar.

  1. Stres

Stres dan kelelahan mental dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk area mata.

  1. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, otot dan jaringan di sekitar mata dapat melemah sehingga kelopak mata tampak turun.

  1. Mata Kering

Kurangnya produksi air mata dapat membuat mata terasa berat, tidak nyaman, dan tampak lesu.

  1. Penggunaan Gadget Berlebihan

Menatap layar terlalu lama dapat membuat mata cepat lelah dan menyebabkan mata terlihat sayu.

  1. Gangguan Saraf atau Otot

Pada beberapa kasus, mata sayu bisa berkaitan dengan gangguan saraf atau otot tertentu yang memengaruhi pergerakan kelopak mata.

Gejala yang Bisa Menyertai

Selain mata terlihat lesu, beberapa keluhan lain yang dapat muncul antara lain:

  • Mata terasa berat
  • Penglihatan terasa kurang nyaman
  • Mata cepat lelah
  • Sulit membuka mata dengan lebar
  • Mata kering atau berair

Cara Mengatasi Mata Sayu

Penanganan mata sayu perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

Istirahat yang Cukup

Tidur yang cukup membantu otot mata kembali rileks dan mengurangi tampilan mata lelah.

Batasi Penggunaan Gadget

Istirahatkan mata secara berkala saat bekerja di depan layar menggunakan aturan 20-20-20:
setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik.

Kompres Dingin

Kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa lelah dan membuat area mata terasa lebih segar.

Jaga Kesehatan Mata

Pastikan mata tetap lembap dan hindari kebiasaan mengucek mata terlalu sering.

 

Mata sayu memang sering disebabkan oleh kelelahan, tetapi kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya gangguan tertentu. Menjaga pola hidup sehat, istirahat cukup, dan merawat kesehatan mata dapat membantu mata tetap nyaman dan terlihat segar setiap hari.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Kemasukan-Debu-Jangan-Panik-Ini-Cara-Aman-Menanganinya.png
28/May/2026

Mata kemasukan debu adalah kondisi yang cukup sering terjadi, terutama saat berkendara, beraktivitas di luar ruangan, atau berada di lingkungan berdebu. Meski terlihat sepele, penanganan yang kurang tepat dapat menyebabkan iritasi bahkan melukai permukaan mata.

Karena itu, penting mengetahui cara membersihkan mata dengan aman agar keluhan cepat membaik dan kesehatan mata tetap terjaga.

 

Kenapa Mata Terasa Tidak Nyaman Saat Kemasukan Debu?

Saat partikel debu masuk ke mata, permukaan mata bisa mengalami iritasi. Kondisi ini biasanya menyebabkan:

  • Mata terasa mengganjal
  • Perih atau panas
  • Mata berair
  • Mata merah
  • Sensitif terhadap cahaya

Tubuh sebenarnya memiliki mekanisme alami melalui air mata untuk membantu mengeluarkan benda asing. Namun, pada beberapa kondisi, mata tetap perlu dibersihkan dengan cara yang benar.

 

Cara Aman Membersihkan Mata yang Kemasukan Debu

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  1. Gunakan Air yang Aman

Bilas mata menggunakan:

  • Air matang yang sudah didinginkan
  • Larutan saline steril

Hindari menggunakan air keran secara langsung karena kebersihannya belum tentu terjamin dan dapat meningkatkan risiko iritasi atau infeksi.

  1. Posisi Kepala dengan Benar

Miringkan kepala ke samping dengan posisi mata yang sakit berada lebih rendah. Cara ini membantu kotoran keluar lebih mudah saat mata dibilas.

  1. Bilas Perlahan

Bilas mata secara perlahan dari sudut luar menuju bagian dalam mata agar partikel debu dapat ikut keluar bersama aliran cairan.

  1. Jangan Menggosok Mata

Menggosok mata saat kemasukan debu dapat membuat partikel menggesek permukaan mata dan menyebabkan iritasi atau luka pada kornea.

Sebisa mungkin hindari menyentuh atau mengucek mata meski terasa mengganjal.

  1. Ulangi Jika Masih Tidak Nyaman

Jika mata masih terasa mengganjal, pembilasan dapat diulang perlahan sampai mata terasa lebih nyaman.

 

Jaga Kesehatan Mata Sehari-hari

Untuk membantu mencegah mata kemasukan debu:

  • Gunakan pelindung mata saat berkendara atau bekerja
  • Hindari menyentuh mata dengan tangan kotor
  • Jaga kebersihan tangan dan area sekitar mata

Mata merupakan organ penting yang perlu dijaga kesehatannya. Penanganan yang tepat saat mata kemasukan debu dapat membantu mencegah iritasi dan menjaga penglihatan tetap nyaman.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Bangun-Tidur-Mata-Bengkak-Ternyata-Bukan-Cuma-Kurang-Tidur.png
26/May/2026

Bangun pagi lalu mendapati mata terlihat bengkak memang bisa membuat panik atau kurang percaya diri. Banyak orang mengira kondisi ini hanya disebabkan oleh kurang tidur. Padahal, mata bengkak juga bisa dipicu oleh berbagai faktor lain yang sering tidak disadari.

Sebagian besar mata bengkak memang bersifat ringan dan dapat membaik sendiri. Namun, penting untuk mengetahui penyebabnya agar penanganannya lebih tepat.

 

Apa Itu Mata Bengkak?

Mata bengkak adalah kondisi ketika area di sekitar mata terlihat sembab atau membesar. Kondisi ini biasanya terjadi akibat penumpukan cairan, iritasi, atau peradangan di jaringan sekitar mata.

Mata bengkak dapat muncul pada salah satu mata maupun keduanya, tergantung penyebab yang mendasarinya.

 

Penyebab Mata Bengkak yang Sering Terjadi

Berikut beberapa penyebab mata bengkak yang cukup umum:

  1. Kurang Tidur

Kurang tidur dapat menyebabkan aliran cairan di sekitar mata terganggu sehingga area mata tampak sembab saat bangun tidur.

  1. Alergi

Paparan debu, serbuk sari, bulu hewan, atau kosmetik tertentu dapat memicu reaksi alergi yang menyebabkan mata bengkak, gatal, dan berair.

  1. Konsumsi Garam Berlebihan

Makanan tinggi garam dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga area sekitar mata tampak lebih bengkak.

  1. Menangis Terlalu Lama

Menangis dalam waktu lama dapat membuat pembuluh darah di sekitar mata melebar dan menyebabkan mata tampak sembab.

  1. Sering Mengucek Mata

Mengucek mata terlalu sering dapat memicu iritasi dan peradangan ringan pada jaringan sekitar mata.

  1. Konsumsi Alkohol dan Rokok

Alkohol dan rokok dapat memengaruhi sirkulasi cairan serta menyebabkan dehidrasi yang membuat mata terlihat lebih bengkak dan lelah.

 

Cara Mengatasi Mata Bengkak

Pada kondisi ringan, mata bengkak biasanya dapat diatasi dengan perawatan sederhana di rumah, seperti:

Kompres Dingin

Tempelkan kompres dingin pada area mata selama sekitar 10–15 menit untuk membantu mengurangi bengkak.

Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi

Posisi kepala yang sedikit lebih tinggi dapat membantu mencegah penumpukan cairan di area mata saat tidur.

Hindari Pemicu Alergi

Jika mata bengkak dipicu alergi, usahakan menghindari faktor pemicunya seperti debu atau kosmetik tertentu.

Istirahat yang Cukup

Tidur yang cukup membantu tubuh memperbaiki kondisi jaringan dan mengurangi mata sembab.

 

Meski sering dianggap ringan, mata bengkak tetap perlu diperhatikan, terutama jika terjadi berulang atau disertai keluhan lain. Menjaga pola hidup sehat, cukup tidur, dan menghindari kebiasaan yang memicu iritasi dapat membantu menjaga kesehatan mata tetap optimal.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mitos-atau-Fakta-Boleh-Tidur-Pakai-Lensa-Kontak.png
25/May/2026

Bagi pengguna lensa kontak, melepas lensa sebelum tidur terkadang terasa merepotkan. Tidak sedikit orang yang memilih tetap tidur menggunakan lensa kontak karena merasa lebih praktis. Namun, apakah kebiasaan ini sebenarnya aman?

Jawabannya: mitos. Tidur menggunakan lensa kontak bukan kebiasaan yang dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mata.

Mengapa Tidur dengan Lensa Kontak Berbahaya?

Saat tidur, mata tetap membutuhkan oksigen untuk menjaga kesehatan kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata. Penggunaan lensa kontak saat tidur dapat mengurangi suplai oksigen ke kornea sehingga mata menjadi lebih rentan mengalami iritasi dan infeksi.

Selain itu, lensa kontak yang digunakan terlalu lama dapat menjadi tempat menumpuknya kuman dan bakteri yang memicu gangguan pada mata.

Risiko yang Bisa Terjadi

Tidur dengan lensa kontak dapat meningkatkan risiko berbagai masalah mata, seperti:

  1. Mata Kering dan Iritasi

Kurangnya oksigen membuat mata terasa kering, merah, perih, atau tidak nyaman saat bangun tidur.

  1. Infeksi Mata

Kuman dapat berkembang lebih mudah pada lensa kontak yang digunakan terlalu lama, terutama jika kebersihannya kurang terjaga.

  1. Ulkus Kornea

Salah satu komplikasi serius yang dapat terjadi adalah ulkus kornea, yaitu luka terbuka pada kornea akibat infeksi. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat, penglihatan kabur, bahkan gangguan penglihatan permanen jika tidak segera ditangani.

Cara Aman Menggunakan Lensa Kontak

Agar kesehatan mata tetap terjaga, penting untuk menggunakan dan merawat lensa kontak dengan benar.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Selalu lepas lensa kontak sebelum tidur
  • Gunakan cairan khusus untuk membersihkan lensa
  • Hindari membersihkan lensa dengan air keran
  • Ganti lensa kontak sesuai masa pakai
  • Cuci tangan sebelum memasang atau melepas lensa
  • Bersihkan tempat penyimpanan lensa secara rutin

Jangan Abaikan Keluhan pada Mata

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami:

  • Mata merah
  • Nyeri pada mata
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan kabur
  • Mata terasa mengganjal

Keluhan tersebut dapat menjadi tanda iritasi atau infeksi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

 

Mulai Lebih Peduli dengan Kesehatan Mata

Kebiasaan kecil seperti tidur menggunakan lensa kontak mungkin terlihat sepele, tetapi dapat berdampak besar pada kesehatan penglihatan. Dengan penggunaan yang benar dan perawatan yang tepat, risiko gangguan mata dapat diminimalkan sehingga mata tetap sehat dan nyaman setiap hari.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Jangan-Asal-Bersihkan-Lensa-Kontak-Risiko-Ulkus-Kornea-Mengintai.png
22/May/2026

Lensa kontak memang praktis dan nyaman digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Namun, penggunaan dan perawatan yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko gangguan mata serius, salah satunya ulkus kornea.

 

Apa Itu Ulkus Kornea?

Ulkus kornea adalah luka terbuka pada kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, atau parasit yang menyerang mata.

 

Mengapa Lensa Kontak Bisa Menjadi Penyebab?

Lensa kontak yang tidak dibersihkan dengan benar dapat menjadi tempat berkembangnya kuman dan mikroorganisme berbahaya. Penggunaan air biasa atau air keran untuk membersihkan lensa sangat tidak disarankan karena air dapat mengandung bakteri maupun parasit yang berisiko menginfeksi mata.

Selain itu, penggunaan lensa kontak melebihi masa pakai juga dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi pada kornea.

 

Cara Aman Membersihkan Lensa Kontak

Agar kesehatan mata tetap terjaga, penting untuk merawat lensa kontak dengan benar. Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan:

  1. Gunakan Cairan Khusus

Selalu gunakan cairan pembersih khusus lensa kontak untuk membersihkan dan menyimpan lensa.

  1. Hindari Membersihkan dengan Air Biasa

Jangan menggunakan air keran, air mineral, maupun air sembarangan untuk mencuci lensa kontak karena dapat membawa kuman penyebab infeksi.

  1. Ganti Lensa Sesuai Masa Pakai

Gunakan lensa kontak sesuai aturan pemakaian dan segera ganti jika sudah melewati batas penggunaan.

  1. Jaga Kebersihan Tangan

Cuci tangan terlebih dahulu sebelum memasang atau melepas lensa kontak.

  1. Hindari Tidur dengan Lensa Kontak

Tidur menggunakan lensa kontak dapat mengurangi suplai oksigen ke mata dan meningkatkan risiko infeksi.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Segera periksakan diri jika mengalami keluhan seperti:

  • Mata merah
  • Nyeri pada mata
  • Mata terasa mengganjal
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan kabur
  • Keluar cairan dari mata

Semakin cepat ulkus kornea ditangani, semakin besar peluang kondisi mata kembali sehat dan terhindar dari komplikasi serius.

Jangan anggap sepele cara membersihkan lensa kontak. Perawatan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah risiko gangguan penglihatan di kemudian hari.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


8-Tanda-Gejala-Ulkus-Kornea-yang-Sering-Diabaikan.png
20/May/2026

Lensa kontak memang praktis dan nyaman digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Namun, penggunaan dan perawatan yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko gangguan mata serius, salah satunya ulkus kornea.

 

Apa Itu Ulkus Kornea?

Ulkus kornea adalah luka terbuka pada kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, atau parasit yang menyerang mata.

 

Mengapa Lensa Kontak Bisa Menjadi Penyebab?

Lensa kontak yang tidak dibersihkan dengan benar dapat menjadi tempat berkembangnya kuman dan mikroorganisme berbahaya. Penggunaan air biasa atau air keran untuk membersihkan lensa sangat tidak disarankan karena air dapat mengandung bakteri maupun parasit yang berisiko menginfeksi mata.

Selain itu, penggunaan lensa kontak melebihi masa pakai juga dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi pada kornea.

 

Cara Aman Membersihkan Lensa Kontak

Agar kesehatan mata tetap terjaga, penting untuk merawat lensa kontak dengan benar. Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan:

  1. Gunakan Cairan Khusus

Selalu gunakan cairan pembersih khusus lensa kontak untuk membersihkan dan menyimpan lensa.

  1. Hindari Membersihkan dengan Air Biasa

Jangan menggunakan air keran, air mineral, maupun air sembarangan untuk mencuci lensa kontak karena dapat membawa kuman penyebab infeksi.

  1. Ganti Lensa Sesuai Masa Pakai

Gunakan lensa kontak sesuai aturan pemakaian dan segera ganti jika sudah melewati batas penggunaan.

  1. Jaga Kebersihan Tangan

Cuci tangan terlebih dahulu sebelum memasang atau melepas lensa kontak.

  1. Hindari Tidur dengan Lensa Kontak

Tidur menggunakan lensa kontak dapat mengurangi suplai oksigen ke mata dan meningkatkan risiko infeksi.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Segera periksakan diri jika mengalami keluhan seperti:

  • Mata merah
  • Nyeri pada mata
  • Mata terasa mengganjal
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan kabur
  • Keluar cairan dari mata

Semakin cepat ulkus kornea ditangani, semakin besar peluang kondisi mata kembali sehat dan terhindar dari komplikasi serius.

Jangan anggap sepele cara membersihkan lensa kontak. Perawatan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah risiko gangguan penglihatan di kemudian hari.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Waspada-Luka-pada-Kornea-Mata-yang-Dapat-Mengancam-Penglihatan.png
18/May/2026

Mata merah, terasa perih, berair, atau seperti ada yang mengganjal sering kali dianggap sebagai iritasi biasa. Namun, kondisi tersebut bisa menjadi tanda ulkus kornea, yaitu luka terbuka pada kornea yang dapat mengganggu penglihatan dan berisiko menyebabkan komplikasi serius bila tidak segera ditangani.

Kornea merupakan lapisan bening di bagian depan mata yang berfungsi melindungi mata sekaligus membantu memfokuskan penglihatan. Ketika kornea mengalami luka atau infeksi, penglihatan dapat menjadi kabur bahkan berisiko menyebabkan kebutaan.

Apa Itu Ulkus Kornea?

Ulkus kornea adalah luka terbuka yang terjadi pada kornea akibat infeksi maupun cedera. Kondisi ini sering ditandai dengan mata merah, nyeri, sensitif terhadap cahaya, keluar kotoran mata, hingga penurunan penglihatan.

Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, ulkus kornea dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata.

Penyebab Ulkus Kornea

Ulkus kornea paling sering disebabkan oleh infeksi. Berikut beberapa penyebab utamanya:

  1. Infeksi Virus

Beberapa virus seperti herpes simplex dan cacar air dapat menyebabkan infeksi pada kornea. Infeksi virus dapat kambuh kembali terutama ketika daya tahan tubuh menurun, stres, atau terlalu lama terpapar sinar matahari.

  1. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri sering terjadi pada pengguna lensa kontak, terutama jika kebersihannya tidak dijaga atau digunakan terlalu lama. Penggunaan lensa kontak saat tidur juga meningkatkan risiko infeksi.

  1. Infeksi Jamur

Jamur dapat menginfeksi kornea akibat paparan tanah, tanaman, air kotor, atau penggunaan obat tetes mata tertentu dalam jangka panjang.

  1. Infeksi Parasit

Salah satu penyebabnya adalah mikroorganisme dari air yang terkontaminasi. Risiko meningkat pada pengguna lensa kontak yang berenang atau membersihkan lensa dengan air yang tidak steril.

 

Faktor Risiko Lain

Selain infeksi, beberapa kondisi berikut juga dapat memicu terjadinya ulkus kornea:

  • Mata kering
  • Gangguan kelopak mata atau bulu mata
  • Cedera mata akibat debu, kuku, kaca, atau benda asing lainnya
  • Kekurangan vitamin A
  • Paparan bahan kimia

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala ulkus kornea dapat berkembang cepat dan menimbulkan rasa tidak nyaman yang cukup berat. Beberapa tanda yang umum terjadi antara lain:

  • Mata merah
  • Nyeri atau perih pada mata
  • Sensasi mengganjal
  • Mata berair
  • Keluar kotoran mata
  • Penglihatan kabur
  • Sensitif terhadap cahaya

Segera periksakan diri ke dokter mata jika gejala tidak membaik atau justru semakin berat.

Cara Mencegah Ulkus Kornea

Ulkus kornea dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan mata, terutama bagi pengguna lensa kontak. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan yaitu:

  • Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh mata atau lensa kontak
  • Membersihkan lensa kontak sesuai anjuran
  • Tidak menggunakan lensa kontak terlalu lama
  • Menghindari penggunaan lensa kontak saat tidur atau berenang
  • Menggunakan pelindung mata saat bekerja di area berdebu atau berisiko cedera
  • Mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin A

Menjaga kebersihan mata dan melakukan penanganan sejak dini adalah langkah penting untuk melindungi penglihatan Anda.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!