Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts
artikel-2024-01-19T093845.777.png
19/Jan/2024

Rabun senja (nyctalopia) merupakan penyakit penglihatan yang menyebabkan penderitanya kesulitan melihat di lingkungan gelap atau minim cahaya, terutama pada malam hari. Penderita rabun senja mungkin masih dapat melihat, meskipun penglihatan mereka lebih buruk dibandingkan pada siang hari.

Sindrom ini, sering dikenal sebagai rabun senja, merupakan gejala dari penyakit atau kelainan mata lain, bukan penyakit itu sendiri. Rabun jauh dan kelainan refraksi lainnya juga dapat menyulitkan orang untuk melihat dengan baik di lingkungan dengan cahaya redup.

Itu sebabnya pengobatannya sangat bergantung pada kondisi yang mendasarinya. Jika penyebab rabun senja adalah masalah refraksi, penggunaan lensa korektif pada kacamata atau lensa kontak mungkin dapat membantu pasien melihat lebih baik. Pembedahan merupakan pilihan terapi yang efektif untuk masalah mata termasuk katarak.

 

Gejala Rabun Senja

Rabun senja atau rabun senja menyebabkan kesulitan melihat dengan jelas dalam situasi cahaya redup. Saat berada di luar ruangan, penurunan penglihatan biasanya terjadi menjelang matahari terbenam, saat matahari mulai terbenam.

Berhati-hatilah jika Anda sering menjumpai keadaan yang mungkin mengindikasikan tanda-tanda rabun senja, seperti berikut ini:

  • Berjalan sulit baginya, dan dia terus-menerus menabrak benda-benda di sekitarnya, bahkan ketika area tersebut remang-remang.
  • Sering pingsan saat berjalan di luar pada malam hari.
  • Kesulitan mengenali wajah-wajah yang dikenali di malam hari atau di lingkungan yang penerangannya redup.
  • Mata membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan diri ketika pencahayaan ruangan berpindah dari terang ke gelap.
  • Berkendara di malam hari sulit dilakukan karena penerangan yang kurang.
  • Dibutuhkan waktu lebih lama untuk melihat dengan jelas dalam suasana gelap.

 

Kenapa Rabun Senja Bisa Terjadi

Masalah penglihatan, seperti rabun jauh, berkembang ketika mata kesulitan menangkap cahaya dalam situasi minim cahaya atau di malam hari. Rabun senja disebabkan oleh kerusakan pada sel-sel saraf retina, yang merespons cahaya, terutama dalam kondisi cahaya redup.

Ada juga beberapa kelainan yang dapat menyebabkan rabun senja:

  • Rabun jauh, atau miopia
  • Glaukoma dan katarak
  • Efek Samping Pengobatan Glaukoma
  • Retina pigmentosa
  • Keratokonus
  • Komplikasi penglihatan terkait diabetes

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-01-18T102445.752.png
18/Jan/2024

Penyakit refraksi mata merupakan kelainan penglihatan yang disebabkan oleh ketidakmampuan mata melihat suatu benda dengan jelas. Hal ini dapat terjadi saat Anda menatap benda yang dekat, jauh, atau keduanya. Pembiasan adalah proses masuknya cahaya ke mata dari depan (kornea, pupil, retina) dan dibiaskan secara akurat pada retina (belakang mata). Hal ini memungkinkan tampilan item yang bersih.

Gejalanya sering kali disertai dengan penglihatan kabur. Namun, ini bukanlah penyakit mata, melainkan masalah fokus pada mata. Empat bentuk kelainan refraksi yang paling umum, kadang-kadang dikenal sebagai rabun jauh, adalah:

  • Miopia (rabun jauh) adalah suatu kondisi yang menyebabkan kesulitan melihat benda jauh dengan jelas.
  • Hipermetropia (rabun dekat) adalah ketidakmampuan melihat objek dengan baik dari dekat.
  • Astigmatisme (mata silindris) adalah kelainan di mana penglihatan terganggu sehingga membuat objek tampak kabur atau gelap.
  • Presbiopia (mata tua) adalah suatu kondisi di mana penglihatan memburuk seiring bertambahnya usia, sehingga mata menjadi lebih sulit untuk fokus pada objek jarak dekat.

Biasanya, pasien dengan kesulitan penglihatan akan memakai kacamata untuk meningkatkan penglihatannya.

 

Gejala Refraksi Mata

Ada beberapa indikasi dan gejala gangguan refraksi mata, namun yang paling banyak terjadi adalah ketidakmampuan melihat dengan baik.

Beberapa indikasi dan gejala kelainan refraksi yang sering terjadi adalah:

  • Penglihatan kabur atau kabur
  • Sering-seringlah memicingkan mata untuk melihat dengan jelas.
  • Sulit berkonsentrasi saat membaca buku, menonton TV, dan menatap layar komputer atau gadget
  • Mata tampak tertutup kabut.
  • Pencahayaan yang terlalu terang dapat mengiritasi atau menyilaukan mata.
  • Silau, atau melihat lingkaran cahaya di sekitar cahaya terang.
  • Sakit kepala
  • Mata menegang

 

Penyebab Refraksi Mata

Normalnya, untuk melihat dengan jelas, cahaya yang dikumpulkan mata dari sekitar benda yang Anda lihat dibiaskan dan jatuh tepat di depan retina Anda. Retina adalah jaringan peka cahaya yang mengirimkan impuls cahaya ke otak, memungkinkan Anda mengenali apa yang Anda lihat.

Segala bentuk kelainan refraksi (miopia, hiperopia, astigmatisme, dan presbiopia) terjadi ketika cahaya dari suatu objek yang dilihat mata tidak jatuh tepat di depan retina, melainkan di depan atau di belakangnya. Akibatnya, item yang Anda lihat tampak buram atau fokus.

Kelainan refraksi mata dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Panjang atau bentuk mata, seperti panjang atau pendek yang tidak normal.
  • Kelengkungan kornea merupakan lapisan terluar di depan mata.
  • Fungsi lensa mata menurun seiring bertambahnya usia.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-01-17T094117.823.png
17/Jan/2024

Hipermetropia atau sering juga disebut dengan rabun jauh merupakan kelainan yang menyebabkan Anda kesulitan melihat benda dekat dengan jelas. Kondisi ini merupakan kebalikan dari rabun jauh atau rabun jauh. Dalam beberapa situasi hiperopia parah, pasien mungkin hanya melihat objek yang jaraknya sangat jauh. Rabun jauh biasanya diturunkan dalam keluarga. Gejala hiperopia sebanding dengan gejala presbiopia pada orang lanjut usia.

Rabun jauh dapat diatasi dengan menggunakan kacamata plus atau lensa kontak. Pilihan lain untuk mengatasi masalah mata plus ini adalah operasi.

 

Gejala Hipermetropi

Hipermetropi terjadi ketika optik mata manusia terlalu lemah sehingga mengharuskan otot mata bekerja lebih keras agar dapat melihat dengan jelas. Pasien dengan rabun dekat ringan mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun.

Namun, Anda mungkin juga mengalami gejala rabun dekat, seperti:

  • Hal-hal di sekitar tampak kabur.
  • Nyeri atau kelelahan di sekitar mata
  • Gelisah dan lelah
  • Menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas.
  • Anak-anak dengan strabismus (mata juling) mungkin mengalami sakit kepala atau pusing saat membaca.

Kebanyakan anak penderita rabun jauh tidak menunjukkan gejala seperti penglihatan kabur. Selama rabun jauh anak tidak terlalu parah, maka ia dapat melihat dengan jelas baik benda jauh maupun dekat.

 

Penyebab Hipermetropi

Untuk melihat, sinar cahaya harus dibelokkan atau dibiaskan oleh lapisan air mata, kornea, dan lensa agar terkonsentrasi dan mendarat langsung di retina. Retina menerima gambar dari cahaya ini dan mengirimkannya ke otak melalui saraf optik.

Gambar atau cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh (atau dibiaskan) langsung pada retina, melainkan di belakang retina sehingga menyebabkan hipermetropia. Rabun jauh dapat disebabkan oleh mata yang pendek atau kornea yang tidak bengkok.

Lensa terletak jauh di belakang mata dibandingkan mata pada umumnya. Dalam keadaan yang jarang terjadi, masalah kesehatan lain, seperti retinopati atau kanker mata, menjadi penyebabnya.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-01-15T093846.036.png
15/Jan/2024

Arcus kornea adalah kelainan yang ditandai dengan adanya cincin berwarna putih, abu-abu muda, atau biru di sekitar lingkaran warna-warni mata (kornea). Kornea biasanya transparan, memungkinkan warna iris di bawahnya bersinar. Namun, keberadaan cincin ini membuat iris mata Anda tampak memiliki dua warna yang berbeda. Ini sebenarnya adalah perubahan warna kornea.

Gejala penyakit ini seringkali diawali dengan terbentuknya sedikit lengkungan pada batas atas dan bawah kornea. Kurva tersebut secara bertahap bersatu membentuk cincin yang mengelilingi seluruh batas kornea. Karena penyakit ini tidak menyebabkan gangguan penglihatan, maka biasanya dianggap aman. Namun, orang yang memiliki riwayat keluarga hiperkolesterolemia harus berhati-hati terhadap penyakit ini.

 

Kenapa Arcus Kornea Bisa Terjadi

Lengkungan kornea pikun disebabkan oleh sisa zat lemak (lipid) atau kolesterol dalam tubuh. Gangguan ini biasanya berhubungan dengan penuaan pada orang lanjut usia dan tidak ada hubungannya dengan peningkatan kadar kolesterol. Namun, arcus senilis bisa berkembang pada orang yang lebih muda.

Ini biasanya menunjukkan bahwa Anda memiliki riwayat keluarga dengan kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi. Orang dengan hiperlipidemia familial biasanya mengalami lengkungan atau cincin ini sebelum usia 45 tahun. Gangguan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

Penanganan Arcus Kornea

Arcus kornea pikun mudah diidentifikasi saat pemeriksaan mata ke dokter spesialis. Dokter hanya akan memeriksa mata Anda dan, jika diperlukan, menggunakan mikroskop slit-lamp. Gangguan ini tidak memiliki gejala dan tidak menyebabkan masalah penglihatan, sehingga tidak diperlukan pengobatan khusus.

Namun, jika penyakit ini disebabkan oleh peningkatan kadar kolesterol, Anda mungkin perlu membatasi konsumsi kolesterol. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun menurut Gary S Hirshfield MD di situs AAO, diet rendah kolesterol tidak akan menghilangkan arcus kornea. Anda mungkin memerlukan operasi mata untuk menutupnya agar tidak terlihat. Tindakan ini disebut juga dengan tato kornea.

Meski begitu, operasi bukanlah pilihan yang disarankan. Hal ini karena arcus senilis tidak mengganggu penglihatan, dan prosedur ini hanya bertujuan untuk memperbaiki tampilan mata. Jika Anda mengkhawatirkan tampilan mata Anda, tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda boleh memakai lensa kontak untuk menyembunyikannya.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-01-13T084503.514.png
13/Jan/2024

Mata kuning umumnya dikaitkan dengan penyakit kuning. Sebenarnya masih banyak penyakit lain yang mungkin menjadi penyebabnya, termasuk penyakit berbahaya yang harus segera diatasi. Oleh karena itu, semakin cepat mata kuning ditemukan dan penyebabnya diketahui, semakin baik pengobatannya.

Mata kuning dibedakan dengan menguningnya bagian putih mata (sklera). Secara umum, mata kuning menandakan adanya masalah pada kandung empedu, hati, pankreas, atau proses pemecahan sel darah merah.

 

Apa Penyebab Mata Kuning

Mata kuning muncul ketika kadar bilirubin tubuh terlalu tinggi. Bilirubin, bahan kimia yang dihasilkan oleh penghancuran sel darah merah, dapat mengubah urin dan feses menjadi kuning. Akibatnya, kadar bilirubin yang melebihi normal akan menimbulkan gejala umum seperti mata kuning.

Mata kuning bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Penyakit kuning
    Penyakit kuning disebabkan oleh penumpukan bilirubin dalam darah. Selain mata kuning, penyakit kuning juga ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kuning. Meskipun bayi baru lahir lebih mungkin terkena penyakit kuning, orang dewasa juga bisa mengalaminya. Etiologi penyakit kuning pada bayi baru lahir berbeda dengan orang dewasa. Penyakit kuning pada bayi baru lahir disebabkan oleh ketidakmampuan hati dalam menangani bilirubin secara memadai. Sementara itu, penyakit kuning pada orang dewasa dapat menandakan berbagai masalah kesehatan, termasuk hepatitis dan kanker pankreas.
  • Sirosis hati
    Sirosis hati adalah kelainan di mana jaringan parut terbentuk dan menyebabkan kerusakan pada hati. Gangguan ini dapat mengganggu kemampuan hati dalam memecah sel darah merah tua sehingga menyebabkan mata kuning. Tanda-tanda lain dari sirosis hati termasuk berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, dan kelelahan.
  • Batu empedu
    Gejala penderita batu empedu berbeda-beda sesuai dengan ukuran batu empedunya. Pasien batu empedu mungkin mengalami gejala seperti mata kuning. Gejala tersebut disertai rasa tidak nyaman di perut kanan atas, nyeri dada, dan mual/muntah.
  • Gangguan pancreas
    Saluran pankreas dan saluran empedu bergabung untuk mengosongkan empedu ke dalam usus kecil. Jika saluran pankreas terkena penyakit atau tersumbat, empedu tidak dapat mengalir dengan baik. Akibatnya timbul gejala mata kuning. Selain kedua penyakit tersebut, kanker pankreas juga bisa menyebabkan mata kuning.
  • Malaria
    Malaria disebabkan oleh parasit plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Malaria biasanya menghasilkan gejala seperti flu, demam, dan sakit kepala. Malaria, jika parah, akan menyebabkan kekurangan sel darah merah, yang mengakibatkan anemia, mata kuning, atau akibat seperti masalah ginjal dan kejang.
  • Leptospirosis
    Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini termasuk penyakit yang disebarkan oleh hewan, misalnya tikus. Leptospirosis menghasilkan gejala seperti flu, nyeri otot, dan diare. Selain itu, leptospirosis juga menimbulkan gejala normal, antara lain mata berwarna kuning atau kemerahan.
  • Gangguan Darah
    Fungsi sel darah merah yang tidak normal juga dapat menyebabkan mata kuning. Masalah darah dapat menyebabkan terganggunya proses pemecahan sel darah merah atau produksi bilirubin sehingga mengakibatkan mata berwarna kuning. Penyakit darah yang menjadi perhatian mungkin adalah anemia sel sabit.
  • Efek Samping Transfusi Darah
    Mata kuning mungkin muncul sebagai reaksi keras terhadap dampak buruk transfusi darah. Jika darah yang diperoleh tidak sesuai, sistem kekebalan tubuh akan menghancurkan sel darah baru. Akibatnya, tubuh memproduksi bilirubin dalam jumlah besar, yang membuat mata menjadi kuning. Mata kuning akibat transfusi darah dianggap sebagai kondisi darurat dan harus segera ditangani.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-01-12T111328.372.png
12/Jan/2024

Kacamata anti radiasi dibuat khusus untuk melindungi mata dari radiasi elektromagnetik, khususnya radiasi sinar biru. Cahaya biru ini biasanya dihasilkan oleh tampilan gadget elektronik termasuk komputer, laptop, dan ponsel pintar. Berbeda dengan kacamata standar, kacamata anti radiasi memiliki lapisan atau filter khusus yang mengurangi atau menyerap sebagian besar cahaya biru.

Radiasi cahaya biru dapat mengurangi kenyamanan mata, menimbulkan ketegangan mata, dan mempunyai efek berbahaya jangka panjang terhadap kesehatan mata. Orang yang menghabiskan banyak waktu di depan layar komputer atau gadget elektronik lainnya mungkin mempertimbangkan untuk menggunakan kacamata antiradiasi.

 

Apa Saja Manfaat Menggunakan Kacamata Anti Radiasi

Sebenarnya Anda bisa melihatnya melalui lensa. Kacamata anti radiasi memiliki lensa yang terbuat dari logam di kedua sisinya. Tujuan utamanya adalah untuk membatasi paparan sinar radiasi dari layar perangkat elektronik. Selain itu, lensa kacamata ini biasanya anti keras, anti silau, dan tahan air.

Menggunakan kacamata jenis ini akan memberi Anda manfaat berikut:

  • Mencegah mata kering
    Mata kering adalah gangguan penglihatan yang ditandai dengan rasa panas atau terbakar, perih, gatal, berair, dan rasa ada pasir di dalamnya. Masalah kesehatan ini biasanya disebabkan oleh terlalu lama menatap gawai dan jarang berkedip. Masalah ini menghalangi pelumas mata untuk bekerja dengan baik, sehingga menimbulkan gejala-gejala ini. Kacamata anti radiasi menggunakan lensa untuk membantu menyaring cahaya biru, sehingga mata dapat berkedip dengan baik.
  • Memblokir radiasi elektromagnetik
    Manfaat kedua adalah kemampuannya memblokir radiasi elektromagnetik. Hal ini disebabkan oleh proses pelapisan vakum ion yang canggih pada kacamata. Hasilnya, Anda tidak perlu khawatir tentang masalah terkait radiasi elektromagnetik.
  • Menurunkan kemungkinan kelelahan mata
    Selain itu, kacamata anti radiasi mengurangi kelelahan mata. Sindrom ini berkembang akibat paparan cahaya kuat dari ponsel atau barang elektronik. Mata yang lelah mungkin berair, nyeri, dan gatal, disertai gangguan penglihatan dan peningkatan kepekaan terhadap cahaya. Kacamata anti radiasi yang memiliki lapisan anti reflektif pada lensanya dapat mencegah silau dari layar gadget. Lapisan ini bekerja dengan cara mengurangi pantulan cahaya pada bagian belakang dan depan kacamata.
  • Menyegarkan penglihatan
    Kacamata ini berfungsi sebagai penembus dan penyerap cahaya, membantu menyegarkan penglihatan Anda. Ini melindungi mata dari silau dan memungkinkan perawatan yang tepat.
  • Mencegah ketegangan mata
    Menggunakan kacamata dengan lensa anti radiasi juga dapat membantu mengurangi ketegangan mata. Karena kacamata ini membantu mengurangi paparan sinar biru dari perangkat yang Anda gunakan. Ketegangan mata ditandai dengan gejala seperti mata nyeri, kering, merah, dan berkedut.

Dengan memakai kacamata anti radiasi, aturan kurangi screen time Dan perbanyak outdoor activities tetap harus dilakukan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-01-11T100920.490.png
11/Jan/2024

Mata panda bisa membuat kita tampak lebih tua, lelah, dan tidak segar. Jika Anda memiliki mata panda, ada pengobatan rumahan yang bisa Anda coba, mulai dari kompres hingga bahan kimia alami. Mata panda adalah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan tampilan lingkaran hitam pada kulit di sekitar mata. Penyakit ini umumnya disertai mata bengkak atau sembab. Mata panda seringkali tidak berbahaya dan hanya bersifat sementara.

Mata panda bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Riasan atau concealer sering digunakan untuk menutupi mata panda, meski tidak sepenuhnya menghilangkan masalah tersebut.

 

Cara Mengatasi Mata Panda

Ada berbagai teknik mudah menghilangkan mata panda di rumah, antara lain:

  • Gunakan kompres dingin.
    Mata panda terjadi ketika pembuluh darah di bawah kulit sekitar mata membesar. Untuk menghilangkan mata panda, letakkan kompres dingin di bawah mata untuk menyempitkan pembuluh darah yang melebar. Cukup bungkus es batu dengan sapu tangan bersih atau rendam dalam air dingin sebelum mengoleskannya ke area sekitar mata yang berubah warna selama 15-20 menit.
  • Cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh
    Salah satu penyebab mata panda adalah kekurangan cairan tubuh yang kadang disebut dehidrasi. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, sebaiknya minum air putih minimal 8 gelas setiap hari. Kekurangan cairan tubuh bisa menyebabkan lesu dan membuat mata panda semakin terlihat.
  • Menggunakan bahan-bahan alami
    Produk alami seperti minyak almond atau gel lidah buaya dapat digunakan untuk mencerahkan warna gelap mata panda. Menurut penelitian, zat tersebut mengandung antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu meminimalkan lingkaran hitam dan bengkak pada mata. Zat alami tersebut dapat membantu menghidrasi kulit di sekitar mata sehingga tampak lebih cerah.
  • Kompres dengan teh celup
    Teh, baik hitam atau hijau, mengandung kafein dan antioksidan yang membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mencerahkan kulit. Untuk menyembuhkan mata panda, kompres dengan teh basah dingin selama 15-20 menit.
  • Tinggikan kepala Anda saat tidur
    Cara ini bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan mata panda dan mengurangi pembengkakan di bawah mata akibat penumpukan cairan. Anda boleh mengangkat kepala saat tidur dengan menumpuk dua bantal atau lebih.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol
    Minuman beralkohol dapat menyebabkan dehidrasi ringan, sehingga membuat mata panda lebih menonjol. Selain itu, konsumsi kopi yang berlebihan menyebabkan Anda begadang lebih lama sehingga membuat mata panda semakin sulit bergerak.
  • Menggunakan Krim Mata
    Beberapa perawatan mata, seperti yang mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin K, atau ekstrak daun teh, terbukti dapat meminimalkan kerutan kulit dan menyembunyikan mata panda. Namun temuan tersebut tidak muncul secara instan. Anda mungkin perlu mengoleskan krim mata selama beberapa minggu hingga mata panda menjadi kurang terlihat.
  • Tidur yang cukup
    Kelelahan dan kurang tidur adalah salah satu penyebab mata panda yang paling umum. Untuk menghilangkan mata panda, Anda memerlukan tidur minimal 7-9 jam setiap malamnya. Hindari tidur atau begadang secara rutin.

 

Selain itu, Anda juga harus meminimalkan waktu yang Anda habiskan untuk melihat perangkat, memakai tabir surya dengan setidaknya SPF 30, dan menggunakan pelembab yang mengandung molekul pro-kolagen seperti asam hialuronat, gliserol, dan amino-peptida. Zat ini mendorong pembentukan kolagen, yang membantu menghilangkan kerutan sekaligus menghidrasi dan mengencangkan kulit. Selain itu, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat membantu Anda menghilangkan mata panda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-01-10T092930.134.png
10/Jan/2024

Mata panda, atau lingkaran hitam di bawah mata, sering kali dikaitkan dengan kurang tidur. Namun, kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh kurang tidur. Orang yang mengalami dehidrasi, lanjut usia, atau menderita kondisi tertentu juga mungkin terkena mata panda. Mata panda bisa dialami oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Kelainan ini ditandai dengan kantung mata yang tampak lebih gelap dibandingkan warna kulit wajah. Orang dengan mata panda tampak lelah dan lebih tua dari usia sebenarnya.

 

Kenapa Mata Panda Bisa Terjadi

Masalah mata panda bisa disebabkan oleh banyak faktor, antara lain:

  • Kurang tidur
    Ketika Anda kurang tidur, darah tidak mengalir dengan baik di sekitar mata Anda. Karena kulit di sekitar mata sangat tipis, darah yang terkumpul di sana pun terlihat. Selain mata panda, kurang tidur menyebabkan mata bengkak dan warna kulit buruk.
  • Faktor Usia
    Seiring bertambahnya usia, kulit kita semakin menipis. Perlahan, kulit mulai kehilangan kekenyalannya. Saat penyakit ini timbul, pembuluh darah di bawah mata menjadi lebih terlihat sehingga menimbulkan penampakan mata panda.
  • Kebiasaan melihat layar
    Menatap layar televisi, komputer, atau ponsel dalam waktu lama dapat menyebabkan ketegangan mata. Kelainan ini menyebabkan pembuluh darah di sekitar mata melebar. Akibatnya, kulit di sekitar mata menjadi lebih gelap.
  • Faktor genetik
    Mata panda juga bisa diturunkan dalam keluarga, misalnya dari orang tua ke anak. Selain itu, orang dengan kulit lebih gelap lebih mungkin terkena mata panda.
  • Dehidrasi
    Saat tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi, kulit di belakang mata tampak cekung dan kusam. Hal ini juga mungkin menjadi penyebab munculnya mata panda.
  • Kebiasaan merokok dan minum
    Kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol juga bisa menimbulkan mata panda. Mengonsumsi alkohol dan merokok lama kelamaan dapat menyebabkan aliran darah di kulit wajah menjadi kurang lancar sehingga menimbulkan lingkaran hitam di sekitar mata yang menyerupai mata panda. Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan degradasi kolagen sehingga membuat kulit kendur dan kusam.
  • Paparan sinar matahari
    Paparan sinar matahari menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak melanin sehingga menyebabkan kulit menjadi lebih gelap. Paparan sinar matahari yang sampai ke mata dapat memicu pigmentasi pada kulit sekitar mata sehingga membuat warnanya menjadi lebih gelap.
  • Alergi
    Reaksi alergi dan mata kering bisa menyebabkan lingkaran hitam. Saat alergi terjadi, tubuh meresponsnya dengan melepaskan histamin. Histamin menyebabkan pembuluh darah melebar dan menjadi lebih jelas, terutama di bawah mata.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-01-09T135953.156.png
09/Jan/2024

Tes Ishihara digunakan untuk menilai kapasitas mata dalam melihat dan membedakan warna. Tes ini paling sering digunakan untuk mendiagnosis buta warna total atau sebagian. Buta warna tidak serta merta membuat pasien menganggap semua warna sebagai abu-abu. Buta warna seperti ini sangat tidak biasa. Penderita buta warna seringkali tidak dapat membedakan warna yang berbeda, seperti merah dari hijau atau biru dari kuning.

Tes Ishihara dapat digunakan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami buta warna. Tes buta warna ini dapat dilakukan di rumah sakit oleh dokter mata atau di rumah. Meski bisa dilakukan secara mandiri, namun jika hasil pemeriksaan di rumah menunjukkan bahwa Anda menderita buta warna, sebaiknya konsultasikan ke dokter segera untuk memastikan diagnosisnya.

 

Seperti Apa Indikasi Tes Ishihara

Tes Ishihara dapat dilakukan pada siapa saja. Dokter biasanya meresepkan tes Ishihara untuk kondisi berikut:

  • Memiliki anggota keluarga yang menderita buta warna.
  • Mengalami kesulitan membedakan warna, seperti tidak bisa membedakan warna hijau dan merah.
  • Mengalami kesulitan dalam mempersepsikan suatu warna cerah atau tidak, seperti tidak dapat membedakan warna kuning muda dengan kuning muda
  • Mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi corak warna, seperti tidak bisa membedakan warna merah dan ungu.

 

Bagaimana Prosedur Tes Ishihara

Tes Ishihara dilakukan di ruangan dengan pencahayaan cukup. Dokter mata akan menguji kedua mata pasien satu per satu. Selama prosedur, pasien akan diinstruksikan untuk menutup salah satu matanya dan menatap gambar di kertas tes. Keseluruhan ujian Ishihara biasanya terdiri dari 38 kartu bergambar. Jika hanya untuk screening (tes pertama), kartu yang digunakan akan lebih sedikit.

Setiap kartu berisi gambar melingkar yang dibuat dari titik-titik dengan berbagai warna, tingkat kecerahan, dan ukuran. Titik-titik ini dapat disusun dalam pola angka, karakter, simbol, atau alur. Selama tes, pasien harus menutup salah satu matanya dan membaca karakter atau angka pada gambar. Setelah menyelesaikan satu sisi mata, dokter akan meminta pasien untuk menutup sisi lainnya dan mengulangi tes. Selain mengidentifikasi huruf atau angka pada gambar, dokter mungkin meminta pasien menjelaskan kecerahan warna yang mereka rasakan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-01-08T113432.689.png
08/Jan/2024

Radang mata yang disebut juga uveitis adalah kelainan yang menyebabkan pembengkakan pada lapisan tengah jaringan dinding mata (uvea). Peradangan mata dapat mempengaruhi salah satu atau kedua mata. Kondisi ini sering menyerang orang dewasa berusia 20 hingga 60 tahun.

Iritasi mata dapat terjadi secara tiba-tiba dan memburuk dengan cepat. Ketidaknyamanan pada mata, mata merah, dan gangguan penglihatan adalah tanda-tanda awal peradangan mata yang umum. Peradangan mata jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan penglihatan, termasuk kebutaan.

 

Jenis-jenis Radang Mata

Peradangan mata diklasifikasikan ke dalam kategori berbeda berdasarkan lokasi terjadinya. Ini adalah:

  • Uveitis anterior (mata depan)
    Uveitis anterior juga dikenal sebagai iritis karena menyerang iris, atau area berwarna di bagian depan mata. Jenis iritasi mata yang paling sering terjadi adalah iritis. Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai macam keadaan, termasuk kerusakan mata dan kondisi medis tertentu seperti rheumatoid arthritis, sifilis, tuberkulosis, dan herpes zoster.
  • Intermediate uveitis (mata tengah)
    Penyakit ini, umumnya dikenal sebagai iridosiklitis, menyerang uvea tengah. Istilah ‘menengah’ sebenarnya berkaitan dengan lokasi peradangan dan bukan tingkat keparahannya. Bentuk peradangan mata ini dapat menyerang siapa saja, meskipun lebih sering terjadi pada orang dewasa muda dan sering dikaitkan dengan penyakit autoimun seperti multiple sclerosis dan sarkoidosis.
  • Uveitis posterior (mata belakang)
    Karena menyerang koroid, yaitu jaringan pembuluh darah di mata yang mengangkut darah ke bagian belakang mata, radang mata ini disebut juga dengan koroiditis. Uveitis posterior lebih berbahaya dibandingkan uveitis anterior karena dapat merusak jaringan retina, mungkin mengakibatkan gangguan penglihatan atau kebutaan. Penyakit menular dan autoimun sering dikaitkan dengan bentuk peradangan mata ini.
  • Panuveitis
    Karena mempengaruhi seluruh uvea serta area penting mata (seperti iris, badan siliaris, dan koroid), panuveitis adalah jenis peradangan mata yang paling berbahaya. Panuveitis dapat menyebabkan berbagai gejala yang berhubungan dengan beberapa bentuk peradangan mata. Uveitis, atau radang mata, dapat terjadi secara tiba-tiba (akut) atau bertahap (kronis), dan dapat terulang kembali. Untuk mengatasinya, penyebab utama peradangan mata harus diatasi.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!