Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Pantangan-Makanan-Minuman-untuk-Alergi-Mata-yang-Sering-Terlewatkan.png
27/Feb/2026

Alergi mata gatal, berair, merah, dan tidak nyaman siapa pun yang mengalaminya pasti ingin cepat sembuh. Selain obat yang diresepkan dokter, pola makan dan minuman yang tepat juga berpengaruh besar terhadap intensitas gejala alergi mata. Mengetahui makanan serta minuman yang sebaiknya dihindari dapat membantu meredakan reaksi alergi sekaligus mempercepat proses pemulihan.

 

Apa Itu Alergi Mata?

Alergi mata terjadi saat sistem kekebalan bereaksi berlebihan terhadap pemicu tertentu (allergen), seperti serbuk sari, debu, bulu hewan, atau jamur. Reaksi ini memicu pelepasan histamin di jaringan mata sehingga menimbulkan gejala seperti mata gatal, berair, merah, terasa perih, dan bengkak.

Selain faktor lingkungan, pola makan juga dapat memperparah gejala alergi mata melalui respon inflamasi yang ditimbulkan oleh makanan atau minuman tertentu.

 

Makanan & Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Alergi Mata

  1. Makanan Tinggi Histamin

Beberapa makanan memiliki kandungan histamin alami atau memicu pelepasan histamin lebih banyak dalam tubuh. Histamin inilah yang menyebabkan peradangan dan gejala alergi makin terasa.

Hindari atau batasi konsumsi:

  • Keju matang dan produk olahan susu
  • Daging olahan seperti sosis atau kornet
  • Ikan kaleng / makanan diawetkan
  • Sayuran yang difermentasi (seperti sauerkraut)
    Histamin berlebih dapat memperparah rasa gatal dan kemerahan pada mata.

 

  1. Minuman Berkafein Berlebihan

Minuman seperti kopi, minuman energi, dan teh pekat dapat bersifat diuretic membuat tubuh cepat kehilangan cairan. Sedangkan dehidrasi justru dapat membuat gejala mata seperti gatal dan kering makin terasa.

Batasi minuman berkafein terutama saat gejala alergi sedang aktif.

 

  1. Makanan yang Memicu Inflamasi

Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan respon inflamasi dalam tubuh, sehingga dapat memperparah reaksi alergi secara umum.

Jenis yang perlu dibatasi antara lain:

  • Makanan cepat saji atau berminyak
  • Gorengan dan makanan tinggi lemak jenuh
  • Makanan tinggi gula sederhana (permen, kue manis, soda)
    Kondisi inflamasi yang meningkat dapat memperberat reaksi alergi termasuk di jaringan mata.

 

  1. Alergen Pangan Spesifik

Beberapa orang memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu yang bisa memicu reaksi menyeluruh termasuk pada mata.

Beberapa alergen umum meliputi:

  • Kacang
  • Telur
  • Seafood
  • Susu
    Jika Anda memiliki alergi makanan yang pasti telah teridentifikasi, konsumsilah sesuai pantangan yang dianjurkan dokter atau ahli gizi karena reaksi bisa memicu gejala alergi sistemik, termasuk mata.

 

Alternatif Makanan & Minuman yang Lebih Ramah untuk Alergi Mata

Untuk membantu meredakan gejala sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi, pilihlah:

  1. Makanan Kaya Antioksidan

Buah dan sayur yang kaya vitamin C, E, atau beta-karoten dapat membantu mendukung sistem imun dan menurunkan inflamasi:

  • Jeruk, kiwi, strawberry
  • Wortel, bayam, brokoli
  • Ubi jalar
    Antioksidan membantu tubuh memerangi stres oksidatif yang berkontribusi pada inflamasi alergi.
  1. Air Putih yang Cukup

Hidrasi yang baik sangat penting untuk kesehatan mata khususnya saat alergi aktif karena membantu menjaga kelembapan pada membran mata dan mengurangi kekeringan.

  1. Teh Herbal Ringan

Sementara teh berkafein tinggi sebaiknya dibatasi, teh herbal seperti chamomile, peppermint, atau teh hijau kadar ringan dapat membantu relaksasi dan tidak terlalu berdampak pada alergi. Sesuaikan dengan respon tubuh Anda sendiri.

 

Tips Tambahan Agar Gejala Alergi Mata Lebih Terkendali

Selain memperhatikan pantangan makanan, berikut beberapa langkah yang dapat membantu meredakan gejala:

  • Hindari mengucek atau menggosok mata secara berlebihan
  • Jaga kebersihan tangan dan area wajah
  • Gunakan kacamata atau pelindung saat berada di tempat berdebu atau berangin
  • Kompres mata dengan air dingin untuk meredakan gatal dan bengkak

 

Alergi mata bisa membuat hidup tidak nyaman namun dengan mengenali pantangan makanan dan minuman yang dapat memperparah gejala, serta memilih konsumsi yang mendukung kesehatan tubuh, gejala alergi pada mata dapat dikelola lebih baik.
Perubahan pola makan yang cermat, hidrasi cukup, dan gaya hidup sehat merupakan langkah penting dalam membantu meredakan reaksi alergi dan menjaga kesehatan mata secara keseluruhan.

Jika gejala alergi mata berlanjut atau semakin mengganggu aktivitas, segera konsultasikan dengan dokter mata atau tenaga medis profesional untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Posisi-Membaca-yang-Benar-Cara-Menjaga-Kesehatan-Mata-Saat-Aktivitas-Membaca.png
26/Feb/2026

Membaca menjadi aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari baik untuk pelajar, pekerja, maupun dewasa. Namun, kebiasaan membaca dengan posisi tubuh yang salah dapat memberikan tekanan berlebih pada mata dan tulang leher, yang lama-kelamaan dapat memicu gejala tidak nyaman seperti mata cepat lelah, sakit kepala, atau pegal leher. Karena itu, penting memahami posisi membaca yang benar agar mata tetap sehat dan nyaman dalam jangka panjang.

 

Mengapa Posisi Membaca Penting bagi Kesehatan Mata?

Saat kita membaca baik buku, artikel digital, atau layar ponsel mata harus bekerja terus-menerus fokus pada satu titik. Jika posisi tubuh tidak benar, otot-otot mata bekerja lebih keras, yang dapat menyebabkan ketegangan mata, penglihatan kabur sesaat, atau sakit leher dan punggung karena postur tubuh yang buruk.

Oleh karena itu, selain menjaga jarak pandang dan pencahayaan yang baik, posisi membaca yang tepat sangat berperan penting dalam menjaga kenyamanan visual dan postur tubuh secara keseluruhan.

 

6 Prinsip Posisi Membaca yang Benar

Berikut ini panduan posisi yang dianjurkan agar mata tidak cepat lelah dan tubuh tetap nyaman saat membaca:

  1. Jaga Jarak Pandang Ideal

Saat membaca buku atau dokumen cetak, idealnya jarak antara mata dan bacaan adalah sekitar 30–40 cm. Jarak ini membantu mata tetap fokus tanpa menegangkan otot-ototnya.

  1. Posisi Buku atau Layar yang Tepat

Buku atau layar sebaiknya berada sedemikian rupa sehingga bagian atas bacaan sedikit berada di bawah level mata atau sekitar sejajar dengan hidung. Ini membantu leher tetap dalam posisi netral dan tidak menunduk terlalu jauh.

  1. Gunakan Pencahayaan yang Cukup

Pencahayaan yang kurang atau terlalu silau bisa membuat mata bekerja lebih keras. Pastikan ruangan cukup terang, dan sumber cahaya tidak langsung mengenai mata atau memantul ke permukaan bacaan.

  1. Hindari Membaca Saat Berbaring

Membaca sambil berbaring, baik di tempat tidur atau sofa, sering memaksa leher dan kepala dalam posisi tidak ergonomis. Hal ini dapat memberi tekanan ekstra pada leher dan punggung atas, serta membuat mata lebih cepat lelah karena fokus yang kurang stabil.

  1. Istirahatkan Mata Secara Berkala

Bahkan dalam posisi membaca yang benar, mata tetap perlu istirahat. Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit membaca, alihkan pandangan ke objek yang jaraknya sekitar 6 meter selama 20 detik untuk merilekskan otot mata.

  1. Gadjet Tidak Selalu Sama dengan Buku

Saat membaca dari layar gadget seperti ponsel atau tablet, perhatikan jarak dan posisi karena sering kali layar terlalu dekat atau terlalu rendah. Usahakan layar sedikit diangkat sehingga mata tidak harus mencari fokus terlalu tajam pada jarak yang sangat dekat.

 

Posisi membaca yang benar memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan mata dan kenyamanan tubuh saat membaca. Dengan menjaga jarak pandang ideal, posisi buku atau layar yang tepat, serta istirahat mata secara berkala, kita dapat mengurangi kelelahan mata, nyeri leher, atau bahkan sakit kepala akibat membaca terlalu lama dengan postur yang kurang tepat.

Mulai dari hal sederhana seperti mengatur jarak dan pencahayaan hingga rutin beristirahat, kebiasaan membaca yang baik akan membantu menjaga kesehatan mata sekaligus meningkatkan fokus dan produktivitas dalam aktivitas

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


7-Penyebab-Mata-Bintitan-dan-Cara-Mengatasinya-dengan-Tepat.png
25/Feb/2026

Mata bintitan (hordeolum) adalah kondisi umum yang sering dialami banyak orang. Meski biasanya bukan kondisi serius, bintitan dapat menimbulkan rasa nyeri, bengkak, dan tidak nyaman di kelopak mata. Mengetahui penyebabnya serta cara penanganan yang tepat penting agar keluhan cepat mereda dan tidak menimbulkan komplikasi.

 

Apa Itu Mata Bintitan?

Bintitan adalah pembengkakan kecil yang terjadi di kelopak mata akibat penyumbatan dan peradangan pada kelenjar minyak di sekitar bulu mata. Bintitan biasanya terasa seperti benjolan kecil yang merah, nyeri saat disentuh, dan kadang berisi nanah.

 

7 Penyebab Mata Bintitan yang Perlu Diperhatikan

  1. Kebersihan Mata yang Kurang Terjaga

Kotoran, debu, riasan mata, atau sisa make-up yang tidak dibersihkan dengan baik dapat menyumbat pori dan kelenjar di kelopak mata, mengundang bakteri dan memicu bintitan.

  1. Sering Mengucek Mata

Mengucek mata terlalu sering, terutama dengan tangan kotor, dapat memindahkan bakteri ke area kelopak mata dan menyebabkan peradangan.

  1. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri Staphylococcus aureus merupakan penyebab umum bintitan, di mana bakteri masuk melalui pori yang tersumbat dan menyebabkan peradangan.

  1. Kulit Berminyak atau Kelainan Kulit

Orang dengan kulit berminyak atau kondisi kulit seperti dermatitis seboroik dan rosacea memiliki risiko lebih tinggi mengalami bintitan akibat produksi minyak yang berlebihan.

  1. Penggunaan Lensa Kontak yang Kurang Higienis

Lensa kontak yang tidak dibersihkan dengan baik atau penggunaan lensa saat tangan tidak bersih dapat memperkenalkan bakteri ke mata dan memicu bintitan.

  1. Ritme Tidur yang Tidak Teratur

Kurang tidur atau tidur tidak nyenyak dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi termasuk pada area mata.

  1. Stres dan Kelelahan

Tingkat stres dan kelelahan fisik yang tinggi dapat memengaruhi sistem imun, sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak di kelenjar kelopak mata.

 

Cara Mengatasi Mata Bintitan dengan Aman

Kompres Hangat

Kompres hangat selama 10–15 menit beberapa kali sehari dapat membantu membuka pori yang tersumbat dan mempercepat proses pengeluaran nanah.

Jaga Kebersihan Area Mata

Selalu bersihkan wajah dan mata dari sisa make-up setiap hari. Hindari penggunaan produk kosmetik yang sudah kadaluwarsa atau tidak cocok dengan kulit Anda.

Hindari Mengucek atau Menekan Bintitan

Menyentuh atau memencet bintitan dapat memperburuk peradangan dan bahkan menyebarkan infeksi bakteri ke bagian lain.

Pengobatan Medis

Jika bintitan tidak kunjung membaik dengan kompres hangat dan kebersihan, dokter dapat meresepkan tetes antibiotik atau salep untuk membantu mengatasi infeksi bakteri. Pada beberapa kasus yang lebih parah, pembedahan kecil untuk mengeluarkan nanah mungkin diperlukan.

 

Mata bintitan umumnya bukan kondisi darurat, tetapi tetap perlu penanganan yang tepat agar tidak berkembang menjadi infeksi lebih luas. Menjaga kebersihan mata, menghindari kebiasaan yang meningkatkan risiko infeksi, serta menerapkan kompres hangat merupakan langkah dasar yang efektif. Bila keluhan tak kunjung membaik, periksakan segera ke dokter mata untuk evaluasi dan perawatan lanjutan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Jangan-Salah-Pilih-Ini-Bedanya-Epicanthoplasty-Blepharoplasty.png
24/Feb/2026

Di dunia estetika dan bedah plastik mata, dua istilah yang sering muncul adalah epicanthoplasty dan blepharoplasty. Walaupun keduanya berkaitan dengan kelopak atau area mata, keduanya memiliki tujuan, teknik, serta hasil yang berbeda. Mengetahui perbedaan ini penting agar pasien memilih perawatan yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan hasilnya.

 

Apa Itu Epicanthoplasty?

Epicanthoplasty adalah prosedur bedah yang dirancang untuk mengubah bentuk lipatan kulit di sudut dalam mata yang dikenal sebagai epicanthal fold atau selaput epikanthus. Lipatan ini lebih sering tampak pada kelompok etnis tertentu dan dapat membuat mata terlihat “lebih kecil” atau kurang terbuka.

Tujuan Epicanthoplasty

  • Mengecilkan atau menghilangkan epicanthal fold
  • Membuat mata terlihat lebih besar dan terbuka
  • Meningkatkan simetri area mata
  • Sering dikombinasikan dengan operasi kelopak mata ganda (double eyelid) untuk hasil estetik optimal

Prosedur ini umumnya ditujukan bagi individu yang merasa bentuk mata tertutup oleh lipatan epikanthus dan menginginkan tampilan mata yang lebih terbuka secara estetis.

 

Apa Itu Blepharoplasty?

Sementara itu, blepharoplasty adalah istilah medis untuk operasi kelopak mata. Tujuan utamanya adalah memperbaiki kelopak yang turun, berkerut, atau memiliki jaringan lemak serta kulit yang berlebih.

Tujuan Blepharoplasty

  • Menghilangkan kulit yang kendur atau berlebih di kelopak mata atas atau bawah
  • Mengurangi kantung mata akibat lemak berlebih
  • Mengatasi kelopak mata yang turun dan mengganggu pandangan
  • Berkontribusi pada tampilan wajah yang lebih segar dan muda

Berbeda dengan epicanthoplasty yang fokus pada sudut mata bagian dalam, blepharoplasty lebih luas mencakup seluruh kelopak mata.

 

Perbandingan Epicanthoplasty dan Blepharoplasty

Aspek Epicanthoplasty Blepharoplasty
Area Fokus Lipatan epikanthus di sudut dalam mata Kelopak atas dan/atau bawah
Tujuan Utama Membuka tampilan mata, merubah bentuk sudut mata Mengatasi kulit/lemak berlebih dan fungsi kelopak
Cocok Untuk Ingin mata terlihat lebih terbuka estetis Ingin memperbaiki kelopak turun/berganda/longgar
Teknik Operasi Memodifikasi lipatan kulit di sudut mata Mengangkat jaringan kulit/lemak di kelopak mata
Efek pada Fungsi Mata Fokus estetika bentuk Bisa memengaruhi fungsi penglihatan jika kelopak sangat turun

 

Kapan Sebaiknya Memilih Epicanthoplasty?

Epicanthoplasty umumnya disarankan jika:

  • Lipatan epikanthus membuat mata terlihat lebih kecil
  • Tidak ada keluhan terkait kelopak yang turun
  • Tujuan utama adalah peningkatan estetika bentuk mata
  • Pasien menginginkan hasil mata yang tampak lebih “open” tanpa efek pada area kelopak lainnya

 

Kapan Sebaiknya Memilih Blepharoplasty?

Blepharoplasty lebih cocok jika:

  • Kelopak mata mengalami kelebihan kulit atau kantung lemak
  • Kelopak yang turun mulai mengganggu bidang pandang
  • Ingin tampilan yang lebih muda di area kelopak atas atau bawah secara menyeluruh
  • Keluhan lebih banyak terkait fungsi ataupun estetika umum kelopak mata

 

Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Tindakan?

Sebelum memutuskan menjalani epicanthoplasty atau blepharoplasty, pasien sebaiknya melakukan konsultasi menyeluruh dengan dokter spesialis mata atau bedah plastik. Hal yang perlu dibahas antara lain:

  1. Tujuan dan Harapan Hasil
    Diskusikan apa yang ingin Anda capai supaya dokter dapat merekomendasikan tindakan yang paling tepat.
  2. Pemeriksaan Kesehatan Mata
    Dokter akan mengevaluasi kondisi jaringan kulit, otot, dan fungsi kelopak untuk menentukan teknik yang sesuai.
  3. Risiko dan Proses Pemulihan
    Masing-masing prosedur memiliki risiko dan periode pemulihan berbeda, yang perlu dipahami dahulu oleh pasien sebelum tindakan dilakukan.

 

Inti perbedaan antara epicanthoplasty dan blepharoplasty terletak pada area fokus, tujuan estetika/fungsional, serta teknik yang digunakan.

  • Epicanthoplasty tepat untuk mengubah bentuk sudut mata dan membuat mata terlihat lebih terbuka secara estetika.
  • Blepharoplasty lebih sesuai untuk menangani kelopak yang turun, berlebih, atau mengganggu fungsi penglihatan.

Keduanya merupakan prosedur yang aman dan efektif jika dilakukan oleh dokter berpengalaman dengan persiapan medis yang matang. Konsultasi dengan dokter profesional tetap menjadi langkah pertama yang sangat penting untuk menentukan pilihan yang paling tepat sesuai kondisi individual dan ekspektasi Anda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Operasi-Kelopak-Mata-Solusi-Mengatasi-Kelopak-yang-Turun-atau-Berlebih.png
21/Feb/2026

Operasi kelopak mata merupakan salah satu prosedur bedah kosmetik dan fungsional yang sering dilakukan untuk memperbaiki kondisi kelopak mata yang turun (ptosis) atau kelopak yang berlebihan (dermatochalasis). Prosedur ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki penampilan tetapi juga dapat membantu meningkatkan kenyamanan dan fungsi penglihatan.

 

Apa Itu Operasi Kelopak Mata?

Operasi kelopak mata adalah tindakan medis yang dilakukan untuk mengoreksi kelopak mata atas atau bawah yang bermasalah, baik karena kelainan bawaan, penuaan, cedera, atau sekadar perubahan struktur seiring waktu. Tindakan ini juga dikenal sebagai blepharoplasty.

 

Tujuan dan Manfaat Operasi Kelopak Mata

Operasi kelopak mata dapat dilakukan untuk beberapa alasan, antara lain:

  1. Meningkatkan Fungsi Penglihatan

Pada beberapa orang, kelopak mata yang turun dapat menghalangi sebagian bidang pandang sehingga membuat aktivitas harian terganggu. Operasi ini mampu memperbaiki posisi kelopak sehingga membantu penglihatan menjadi lebih optimal.

  1. Memperbaiki Penampilan

Seiring bertambahnya usia, kulit kelopak mata bisa kendur dan tampak berlipat-lipat sehingga memberikan kesan lelah atau lebih tua. Operasi ini membantu memberikan tampilan yang lebih segar dan rapi.

  1. Mengurangi Ketidaknyamanan

Kelopak yang terlalu kendur atau berlebih dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, terutama saat memakai lensa kontak atau riasan mata. Operasi membantu menghilangkan hambatan tersebut.

 

Siapa yang Cocok Menjalani Operasi Ini?

Operasi kelopak mata biasanya disarankan pada individu yang:

  • Memiliki kelopak mata yang turun atau berlipat berlebihan
  • Mengalami gangguan bidang pandang atas akibat kelopak mata
  • Ingin memperbaiki tampilan estetika di sekitar mata
  • Tidak memiliki kondisi medis yang kontraindikasi untuk operasi

Namun, keputusan operasi tetap harus melalui konsultasi dengan dokter spesialis mata atau bedah plastik untuk memastikan keamanan dan hasil yang optimal.

 

Bagaimana Prosedur Operasi Kelopak Mata Dilakukan?

Operasi ini umumnya dilakukan melalui beberapa tahap:

  1. Konsultasi Awal

Dokter akan memeriksa kondisi kelopak mata, mengambil foto, serta membahas harapan dan tujuan pasien. Pemeriksaan juga mencakup evaluasi kesehatan umum untuk memastikan pasien layak menjalani operasi.

  1. Anestesi

Operasi biasanya dilakukan dengan anestesi lokal (bius daerah) sehingga pasien tetap sadar tetapi area operasi tidak terasa sakit.

  1. Bedah Kelopak Mata

Dokter akan membuat sayatan di area kelopak sesuai rencana, lalu mengangkat kulit atau jaringan berlebih, dan memperbaiki posisi otot atau lemak jika diperlukan.

  1. Penjahitan

Setelah perbaikan selesai, sayatan akan ditutup dengan jahitan halus yang umumnya disembunyikan di lipatan alami kelopak.

 

Pemulihan Pascaoperasi

Setelah operasi kelopak mata, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan sembuh. Beberapa langkah pemulihan yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan
  • Hindari aktivitas berat sementara waktu
  • Jangan mengucek mata agar jahitan dan jaringan tidak terganggu
  • Ikuti jadwal kontrol yang dianjurkan dokter

Pembengkakan dan memar biasanya akan berkurang dalam beberapa hari hingga minggu, dan hasil akhir operasi dapat terlihat setelah kawasan mata pulih.

 

Risiko dan Efek Samping Operasi

Meskipun umumnya aman, operasi kelopak mata tetap memiliki risiko seperti:

  • Pembengkakan atau memar sementara
  • Rasa tidak nyaman atau sensasi tegang di area operasi
  • Risiko infeksi atau pendarahan
  • Hasil estetika yang mungkin memerlukan penyesuaian tambahan

Diskusikan semua kemungkinan ini dengan dokter sebelum memutuskan tindakan untuk memahami harapan dan batasannya.

 

Operasi kelopak mata adalah prosedur yang efektif untuk mengatasi kelopak yang turun, berlebih, atau mengganggu fungsi penglihatan dan estetika wajah. Dengan evaluasi menyeluruh dan tindakan profesional dari dokter spesialis, operasi ini dapat membantu meningkatkan kenyamanan, fungsi visual, dan kepercayaan diri pasien. Jika Anda atau orang terdekat mempertimbangkan operasi kelopak mata, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter spesialis untuk menentukan apakah prosedur ini sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Operasi-Ptosis-Solusi-Mengangkat-Kelopak-Mata-yang-Turun.png
20/Feb/2026

Ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata bagian atas turun lebih rendah dari posisi normal, hingga dapat menghalangi sebagian atau seluruh ukuran pupil. Meski sering dianggap sekadar penampilan mata yang lesu, ptosis dapat memengaruhi penglihatan, kenyamanan, dan kualitas hidup penderitanya. Salah satu pilihan pengobatan yang efektif untuk ptosis adalah operasi ptosis.

 

Apa Itu Operasi Ptosis?

Operasi ptosis adalah tindakan bedah yang bertujuan memperbaiki posisi kelopak mata yang turun dengan mengencangkan atau memperbaiki otot yang mengangkat kelopak mata (levator muscle). Prosedur ini bertujuan agar kelopak kembali ke posisi normal sehingga penglihatan menjadi lebih jelas dan wajah tampak lebih segar.

 

Siapa yang Membutuhkan Operasi Ptosis?

Operasi ptosis direkomendasikan ketika ptosis:

  • Mengganggu penglihatan, terutama bila kelopak menutupi pupil
  • Menyebabkan kelelahan mata karena upaya kompensasi yang berlebihan
  • Memberi dampak pada kualitas hidup atau penampilan
  • Tidak membaik dengan terapi konservatif

Operasi tidak selalu harus dilakukan segera jika ptosis ringan dan tidak mengganggu fungsi. Keputusan tindakan harus didiskusikan antara pasien dan dokter spesialis mata berdasarkan evaluasi menyeluruh.

 

Bagaimana Prosedur Operasi Ptosis Dilakukan?

Operasi ptosis dilakukan oleh dokter spesialis mata atau dokter bedah mata yang berpengalaman. Langkah umumnya meliputi:

  1. Pemeriksaan Praoperasi
    Dokter akan menilai tingkat keparahan ptosis, kekuatan otot pengangkat kelopak (levator), dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Pemeriksaan juga dapat mencakup foto atau pengukuran khusus untuk merencanakan tindakan yang tepat.
  2. Anestesi
    Operasi dapat dilakukan dengan anestesi lokal (bius sebagian) atau kombinasi dengan sedasi ringan, tergantung kebutuhan pasien dan tingkat ptosis.
  3. Bedah Kelopak Mata
    Melalui sayatan kecil pada lipatan kelopak, dokter akan mengencangkan otot levator atau mengganti struktur penopangnya sehingga kelopak mata berada pada posisi normal.
  4. Penjahitan dan Penyelesaian
    Setelah koreksi selesai, luka ditutup dengan jahitan halus. Proses ini dirancang agar bekas luka berada di lipatan alami kelopak sehingga tidak terlalu terlihat.

 

Manfaat Operasi Ptosis

Operasi ptosis memberikan beberapa keuntungan bagi pasien, di antaranya:

  • Mengembalikan posisi normal kelopak mata
  • Memperbaiki atau membebaskan bidang pandang yang terhalang
  • Mengurangi kelelahan mata karena usaha kompensasi terus-menerus
  • Menampilkan wajah yang lebih segar dan simetris

 

Risiko dan Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Seperti semua tindakan bedah, operasi ptosis memiliki potensi risiko, meskipun kecil, antara lain:

  • Infeksi atau pendarahan ringan di area operasi
  • Perubahan posisi kelopak yang tidak sempurna
  • Mata terasa kering atau iritasi sementara
  • Asimetri antara kedua kelopak mata

Untuk meminimalkan risiko ini, pasien perlu mengikuti instruksi dokter dan kontrol pascaprosedur secara berkala.

 

Pemulihan Pascabedah

Setelah operasi ptosis, pemulihan biasanya berlangsung cepat, tetapi setiap pasien bisa berbeda-beda. Beberapa langkah yang dianjurkan selama masa pemulihan meliputi:

  • Mengompres area operasi sesuai petunjuk dokter
  • Menghindari aktivitas berat atau mengucek mata
  • Menggunakan obat tetes mata atau salep sesuai resep
  • Kontrol pasca pembedahan untuk menilai hasil dan pemulihan

 

Operasi ptosis adalah pilihan efektif untuk memperbaiki posisi kelopak mata yang turun, terutama apabila kondisi ini mengganggu penglihatan atau aktivitas sehari-hari. Dengan teknik yang tepat oleh dokter spesialis mata dan perencanaan yang matang, operasi ini dapat membantu meningkatkan fungsi visual dan kualitas hidup pasien. Jika Anda mengalami kelopak mata yang terus turun atau menghalangi pandangan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis mata untuk evaluasi lebih lanjut

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Ptosis-Gangguan-Kelopak-Mata-yang-Bisa-Mengganggu-Penglihatan-dan-Penampilan.png
19/Feb/2026

Ptosis adalah istilah medis untuk kondisi ketika kelopak mata bagian atas turun lebih rendah dari posisi normal. Meski sering dianggap sebagai masalah kosmetik, ptosis bisa berdampak pada fungsi penglihatan, terutama jika kelopak mata menghalangi bagian pupil. Kondisi ini dapat terjadi pada satu atau kedua mata, dan dapat menyerang siapa saja, baik anak maupun orang dewasa.

 

Apa Itu Ptosis?

Ptosis atau drooping eyelid adalah keadaan di mana kelopak mata atas turun dan tidak membuka sepenuhnya saat mata terbuka. Sebagai akibatnya, sebagian atau seluruh pupil bisa tertutup, sehingga penglihatan otomatis terhambat.

Kelopak mata yang turun bisa tampak ringan atau sangat jelas, tergantung pada derajat ptosisnya. Kondisi ini bisa muncul secara bertahap atau tiba-tiba, dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

 

Penyebab Ptosis

Ptosis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

  1. Penuaan (Ptosis Senilis)
    Seiring bertambahnya usia, otot yang mengangkat kelopak mata (levator) dapat melemah. Ini merupakan penyebab paling umum ptosis pada orang dewasa.
  2. Cedera Mata atau Operasi Mata Sebelumnya
    Trauma pada struktur kelopak atau jaringan di sekitarnya dapat menyebabkan ptosis. Operasi mata yang tidak tepat juga dapat mempengaruhi otot levator.
  3. Gangguan Neuromuskular
    Beberapa kondisi saraf atau otot, seperti myasthenia gravis, dapat memengaruhi kemampuan otot mengangkat kelopak mata.
  4. Ptosis Kongenital
    Beberapa bayi lahir dengan kelopak mata yang turun karena otot levator tidak berkembang dengan baik sejak lahir.

 

Gejala yang Sering Terjadi

Ptosis tidak selalu langsung terasa, tetapi sejumlah tanda umumnya adalah:

  • Kelopak mata tampak turun saat mata terbuka
  • Mata cepat lelah saat melihat
  • Sering mengangkat alis atau mendongak untuk melihat lebih jelas
  • Kesulitan melihat ke atas tanpa menggerakkan kepala
  • Penglihatan menjadi terganggu jika pupil tertutup oleh kelopak mata

 

Jenis-Jenis Ptosis

Ptosis dapat dibedakan berdasarkan cara munculnya dan penyebabnya:

Ptosis Kongenital
Terjadi sejak lahir karena kelainan otot levator. Kondisi ini sering kali membutuhkan evaluasi lebih dini oleh dokter anak atau spesialis mata.

Ptosis Akuisita
Muncul setelah lahir sebagai akibat penuaan, cedera, penyakit otot, atau efek samping operasi.

 

Diagnosis Ptosis

Diagnosis ptosis dilakukan melalui pemeriksaan mata lengkap oleh dokter spesialis mata. Pemeriksaan ini meliputi:

  • Evaluasi fungsi otot kelopak mata
  • Pengukuran derajat penurunan kelopak
  • Pemeriksaan saraf dan otot seputar mata
  • Tes tambahan jika dicurigai adanya gangguan sistemik

Dokter akan memastikan apakah ptosis murni bersifat struktural, atau disertai gangguan neurologis yang perlu penanganan lebih lanjut.

 

Pilihan Pengobatan

Penanganan ptosis ditentukan dari penyebab dan tingkat keparahannya:

  1. Operasi Ptosis
    Operasi merupakan pilihan utama untuk mengangkat atau memperkuat otot levator agar kelopak kembali pada posisi normal. Prosedur ini berbeda tergantung kasus tiap pasien.
  2. Penanganan Penyakit Penyerta
    Jika ptosis disebabkan oleh gangguan neuromuskular seperti myasthenia gravis, pengobatan terhadap kondisi dasar juga diperlukan.
  3. Tindakan Non-Operatif
    Dalam beberapa kasus ringan, penggunaan penyangga kelopak atau terapi konservatif bisa menjadi pilihan sementara sampai keputusan tindakan definitif.

 

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami:

  • Penurunan kemampuan melihat akibat kelopak menutupi pupil
  • Kelopak mata tampak semakin turun
  • Sakit atau nyeri di sekitar mata
  • Gejala lain yang mencurigakan seperti kelemahan otot wajah

Diagnosis dan penanganan yang tepat dapat mencegah gangguan penglihatan lebih lanjut dan membantu mendapatkan hasil pengobatan yang optimal.

 

Ptosis adalah kondisi turunnya kelopak mata atas yang dapat mengganggu fungsi penglihatan dan tampilan. Penyebabnya beragam, mulai dari faktor penuaan, cedera, gangguan otot atau saraf, hingga kelainan bawaan. Penanganan yang akurat oleh dokter spesialis mata sangat penting terutama jika ptosis sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Mengetahui tanda awal dan segera berkonsultasi dapat membantu hasil pengobatan menjadi lebih baik.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Berikut-Fakta-Papiledema-Tidak-Boleh-Diabaikan.png
13/Feb/2026

Papiledema adalah kondisi medis yang ditandai dengan pembengkakan saraf optik akibat meningkatnya tekanan di dalam rongga kepala. Meski berkaitan dengan mata, papiledema sebenarnya merupakan tanda adanya gangguan serius pada otak atau sistem saraf pusat. Oleh karena itu, kondisi ini perlu dikenali dan ditangani sejak dini.

 

Papiledema Bukan Penyakit Mata Biasa

Papiledema terjadi bukan karena infeksi atau iritasi mata secara langsung, melainkan akibat tekanan intrakranial yang meningkat. Tekanan tersebut menyebabkan saraf optik membengkak, sehingga fungsi penglihatan dapat terganggu. Kondisi ini hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan mata oleh tenaga medis.

 

Dapat Menjadi Tanda Penyakit Serius

Pembengkakan saraf optik pada papiledema sering kali berkaitan dengan kondisi medis yang serius, seperti tumor otak, perdarahan di otak, cedera kepala, infeksi, atau gangguan aliran cairan otak. Karena itu, papiledema menjadi tanda peringatan yang tidak boleh diabaikan.

 

Sering Tidak Menimbulkan Gejala di Awal

Pada tahap awal, papiledema kerap tidak menunjukkan keluhan yang jelas. Namun seiring waktu, gejala dapat muncul berupa penglihatan kabur, penglihatan ganda, sakit kepala yang semakin berat, mual, muntah, hingga sensitif terhadap cahaya. Inilah sebabnya pemeriksaan mata rutin menjadi penting, terutama bagi orang dengan faktor risiko tertentu.

 

Memerlukan Pemeriksaan Medis Menyeluruh

Untuk menegakkan diagnosis papiledema, dokter akan melakukan pemeriksaan saraf mata dan dapat melanjutkannya dengan pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI kepala. Tujuannya adalah untuk mengetahui penyebab pasti peningkatan tekanan di dalam kepala agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

 

Penanganan Bergantung pada Penyebab

Pengobatan papiledema tidak dilakukan dengan cara yang sama pada setiap pasien. Penanganan difokuskan pada kondisi yang mendasarinya, misalnya pengobatan infeksi, penurunan tekanan intrakranial, atau tindakan medis tertentu jika ditemukan gangguan serius. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan saraf optik permanen.

 

Papiledema merupakan kondisi serius yang menandakan adanya peningkatan tekanan di dalam kepala. Meski sering tidak bergejala pada awalnya, papiledema berpotensi menyebabkan gangguan penglihatan permanen jika tidak ditangani. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami keluhan penglihatan atau sakit kepala berat yang tidak biasa.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Bengkak-Ini-Pilihan-Obat-dan-Cara-Menanganinya-Sesuai-Penyebabnya.png
13/Feb/2026

Mata bengkak bisa menjadi pengalaman yang tidak nyaman. Kondisi ini bisa terjadi pada kelopak mata atas atau bawah, di satu sisi atau kedua mata sekaligus. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari kurang tidur dan menangis sampai alergi, infeksi, atau gangguan medis lain yang lebih serius.

Pilihan penanganan dan obat yang tepat sangat bergantung pada apa yang menyebabkan pembengkakan. Karena itu penting mengetahui penyebabnya terlebih dahulu agar perawatan yang dilakukan efektif dan aman.

 

  1. Obat Tetes Antihistamin untuk Mata Bengkak Akibat Alergi

Jika pembengkakan disebabkan oleh alergi mata, misalnya karena serbuk sari, debu, bulu hewan, atau kosmetik tertentu, obat tetes mata antihistamin menjadi pilihan yang umum.

Obat ini bekerja dengan menghambat histamin, yaitu zat dalam tubuh yang memicu gejala alergi seperti gatal, kemerahan, dan pembengkakan. Contoh zat aktif dalam tetes ini antara lain olopatadine, ketotifen, dan levocabastine.

Catatan: Selalu gunakan sesuai petunjuk dokter atau apoteker, terutama jika Anda memiliki riwayat sensitivitas mata atau memakai lensa kontak.

 

  1. Obat Antibiotik untuk Infeksi Bakteri

Mata bengkak yang disertai dengan lendir, nanah, nyeri, atau kelopak mata terasa berat bisa jadi tanda infeksi bakteri, seperti konjungtivitis atau bintitan. Dalam kasus ini, dokter biasanya meresepkan obat antibiotik.

Antibiotik yang diresepkan bisa berupa:

  • Tetes mata
  • Salep mata
  • Obat minum, tergantung tingkat keparahan infeksi.

Tujuan pengobatan adalah untuk memberantas bakteri yang menjadi penyebab peradangan sekaligus meredakan pembengkakan.

 

  1. Obat Antijamur Jika Infeksi Disebabkan Jamur

Walaupun relatif lebih jarang, infeksi jamur pada mata juga dapat mengakibatkan pembengkakan. Untuk kondisi ini, dokter akan meresepkan obat antijamur, baik dalam bentuk tetes, tablet, ataupun injeksi sesuai kebutuhan medis pasien.

Salah satu contoh obat yang sering diberikan adalah natamycin, yang efektif melawan jenis jamur tertentu.

 

  1. Obat Tetes Kortikosteroid untuk Peradangan Parah

Pada kasus inflamasi mata yang kuat, dokter dapat meresepkan tetes mata kortikosteroid untuk membantu mengurangi pembengkakan. Obat ini sering digunakan jika pembengkakan disebabkan oleh reaksi alergi berat, cedera, atau setelah operasi.

Namun, obat ini hanya boleh digunakan dengan pengawasan dokter karena penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan efek samping serius.

 

  1. Obat NSAID untuk Redakan Peradangan

Beberapa kondisi peradangan mata ringan dapat diatasi dengan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID). Obat ini bisa membantu meredakan pembengkakan setelah trauma atau operasi.

Namun seperti kortikosteroid, NSAID harus diberikan oleh tenaga medis profesional, terutama pada pasien dengan masalah kornea atau gangguan mata lainnya.

 

Penanganan Sederhana yang Bisa Dilakukan di Rumah

Selain pengobatan medis, beberapa langkah non-obat juga dapat membantu meredakan mata bengkak, terutama untuk kasus ringan seperti akibat kurang tidur atau menangis:

  • Kompres dingin: Tempelkan kain bersih yang dibasahi air dingin atau es batu yang dibungkus kain pada mata selama 10–15 menit.
  • Hindari mengucek mata: Mengucek dapat memperparah iritasi dan meningkatkan pembengkakan.
  • Istirahat cukup: Tidur 7–8 jam membantu mengurangi retensi cairan di area mata.

Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu meredakan pembengkakan ringan. Namun jika pembengkakan tidak membaik dalam 24–48 jam, makin nyeri, atau disertai gangguan penglihatan, segeralah konsultasikan ke dokter mata untuk evaluasi dan pengobatan yang tepat.

Mata bengkak dapat disebabkan oleh banyak hal dari yang ringan seperti alergi dan kurang tidur hingga infeksi serius. Mengetahui penyebabnya adalah kunci untuk memilih obat dan perawatan yang tepat. Tidak semua obat mata cocok untuk semua penyebab, sehingga pemeriksaan dokter mata sangat dianjurkan sebelum memulai pengobatan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Awas-Papiledema-Pembengkakan-Saraf-Optik-yang-Bisa-Jadi-Tanda-Penyakit-Serius.png
12/Feb/2026

Papiledema bukan sekadar istilah medis asing yang hanya dibicarakan dokter. Kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya masalah serius di dalam otak atau sistem saraf, sehingga perlu Anda pahami dengan baik.

 

Papiledema Itu Apa Sebenarnya?

Papiledema adalah pembengkakan pada saraf optik mata yang terjadi karena tekanan di dalam kepala meningkat. Saraf optik berfungsi sebagai jalur penghubung antara mata dan otak. Ketika tekanan di ruang kepala meningkat, bagian ini ikut “membengkak” dan terlihat menyolok saat diperiksa dokter mata.

Kondisi ini biasanya terjadi dua sisi mata sekaligus (bilateral), dan bisa menjadi petunjuk bahwa ada sesuatu yang berlangsung tidak normal di dalam otak.

 

Gejala yang Harus Diwaspadai

Papiledema seringkali tidak langsung terasa oleh penderitanya pada tahap awal. Namun, seiring perkembangan, beberapa gejala dapat muncul, seperti:

  • Gangguan penglihatan: kabur, berbayang, atau bahkan penglihatan menjadi hilang sementara.
  • Sakit kepala yang bisa makin terasa ketika bangun tidur atau saat batuk/tekanan.
  • Mual dan muntah, kadang disertai sensasi lebih sensitif terhadap cahaya.
  • Suara berdengung di telinga tanpa sumber jelas (pulsatile tinnitus).

Gejala ini bisa memuncak saat papiledema cukup parah, dan bila tidak ditangani bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang lebih serius bahkan sampai permanen.

 

Penyebab Tekanan Kepala yang Tinggi

Papiledema sendiri bukanlah penyakit, melainkan tanda atau gejala dari kondisi lain yang mendasarinya. Beberapa penyebab umum yang bisa meningkatkan tekanan di dalam kepala antara lain:

  • Penumpukan cairan serebrospinal di otak (hidrosefalus)
  • Infeksi berat seperti meningitis atau ensefalitis
  • Tumor otak
  • Cedera kepala yang parah
  • Perdarahan di dalam otak
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Abses atau nanah di otak

Penyebab lain termasuk kondisi yang tekanan intracranialnya meningkat tanpa penyebab yang jelas (idiopathic intracranial hypertension).

 

Bagaimana Cara Dokter Mendiagnosis Papiledema?

Jika dokter mencurigai papiledema, pemeriksaan sering dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan mata lengkap melalui oftalmoskopi untuk melihat kondisi saraf optik secara langsung.
  • CT scan atau MRI kepala untuk melihat struktur otak dan mencari penyebabnya.
  • Analisa cairan serebrospinal (lumbar puncture) jika diperlukan.

 

Pengobatan Berdasarkan Penyebab

Pengobatan papiledema tidak hanya fokus pada pembengkakan saraf optik, tetapi juga pada mengatasi penyebab yang mendasarinya.

  • Jika disebabkan oleh tumor otak, tindakan bisa berupa operasi, radioterapi atau kemoterapi.
  • Untuk kasus yang berkaitan dengan infeksi, dokter akan memberikan antibiotik atau antiviral sesuai kebutuhan.
  • Jika karena tekanan darah tinggi, penurun tekanan darah diresepkan.
  • Dalam beberapa kasus tekanan cairan serebrospinal tinggi tanpa penyebab nyata, dokter bisa melakukan pungsi lumbal untuk mengurangi tekanan.

 

Papiledema bukan sekadar gangguan mata biasa, tetapi bisa menjadi pertanda adanya kondisi serius di dalam otak yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan segera. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala-gejala di atas terutama yang berkaitan dengan penglihatan dan sakit kepala hebat, segera konsultasikan ke dokter atau unit gawat darurat. Deteksi dini dapat sangat membantu dalam mencegah komplikasi yang lebih berat.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!