Memahami dan Mengatasi Mata Juling (Strabismus) pada Anak

Strabismus, atau yang dikenal sebagai mata juling, adalah kondisi ketika mata tidak bergerak secara simultan ke arah yang sama. Pada anak, kondisi ini paling sering terdeteksi antara usia 1–4 tahun dan sangat jarang berkembang setelah usia 6 tahun. Ini terjadi ketika otot mata tidak bekerja sinkron sesuai perintah otak.
Mengenal Gejala
Tanda-tanda strabismus bisa meliputi:
- Mata terlihat tidak sejajar satu mata lurus, satunya menyimpang ke dalam, luar, atas, atau bawah.
- Anak sering menu tutup satu mata, memiringkan kepala, atau menyipitkan mata, terutama saat terkena sinar terang.
- Kesulitan memperkirakan kedalaman atau secara visual memenggal objek yang dilihat.
- Gejala ini mungkin lebih terlihat oleh orang lain daripada anak itu sendiri.
Penyebab yang Umum
Berbagai faktor bisa menyebabkan mata juling berkembang pada anak, antara lain:
- Faktor genetik seperti riwayat keluarga dengan strabismus.
- Kondisi medis atau neurologis seperti cerebral palsy, sindrom Down, kelahiran prematur, hidrosefalus, tumor otak, cedera kepala.
- Gangguan penglihatan refraktif seperti rabun jauh, rabun dekat, atau katarak sedini mungkin.
- Otot atau saraf penggerak mata tidak bekerja dengan baik.
Penanganan Strabismus pada Anak
Penanganan dini sangat penting agar kondisi ini tidak berkembang menjadi ambliopia (mata malas) atau kerusakan penglihatan permanen.
- Kacamata Khusus
Dipakai bila strabismus disebabkan oleh gangguan refraksi (misalnya rabun jauh). Kacamata dapat membantu menyelaraskan pandangan dan memperkuat otot mata lemah.
- Penutup Mata (Eye Patch)
Menutupi mata yang dominan sehingga mata yang lemah terpaksa digunakan dan dilatih merespons visual dengan lebih optimal.
- Penggunaan Obat Tetes Mata
Biasanya mengandung atropin agar mata yang dominan kabur pandangannya, memaksa otak untuk menggunakan mata yang lemah.
- Terapi Penglihatan (Vision Therapy)
Meliputi latihan otot mata secara terstruktur, seperti pencil push-up, untuk meningkatkan koordinasi dan fokus kedua bola mata.
- Operasi Korektif
Diperlukan apabila penanganan non-bedah gagal atau kondisi cukup serius. Operasi dilakukan untuk mengatur ulang posisi atau panjang otot bola mata agar kembali sejajar. Biasanya disertai dengan terapi tambahan pasca operasi.
Mengapa Penanganan Dini Krusial?
Tanpa pengobatan tepat waktu, hampir 50% anak dengan strabismus dapat mengalami ambliopia, yaitu kondisi mata yang tidak berkembang secara optimal dan berujung pada penurunan kemampuan penglihatan. Penanganan lebih cepat meningkatkan efek terapi dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Kapan Harus Mengunjungi Dokter?
Segera periksakan anak ke dokter mata apabila Anda melihat:
- Mata anak tidak bergerak atau fokus ke arah yang sama.
- Anak sering mengeluh penglihatan ganda atau terlihat memiringkan kepala.
- Anak kesulitan mengikuti bola atau objek bergerak dengan kedua mata.
Mata juling atau strabismus pada anak merupakan kondisi serius yang membutuhkan deteksi dan penanganan cepat. Dengan kombinasikan kacamata, terapi mata, penutup mata, hingga operasi bila perlu, kita bisa membantu anak mempertahankan kualitas penglihatan dan kepercayaan diri mereka.
Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:
(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)
Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


