Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Retinal-Tear-Robekan-pada-Retina-yang-Harus-Diwaspadai.png
13/Nov/2025

Bayangkan: tiba-tiba Anda melihat kilatan cahaya di pandangan Anda atau muncul “bintik hitam” baru yang bergerak saat Anda menatap layar. Bisa jadi itu bukan sekadar kelelahan mata melainkan tanda dari retinal tear, yaitu kondisi ketika lapisan retina di bagian belakang mata mengalami robekan. Menurut ulasan dari Cleveland Clinic, meski robekan ini masih bisa ditangani, apabila diabaikan bisa berkembang menjadi kondisi yang jauh lebih serius yaitu Retinal Detachment (lepasnya retina).

 

Apa Itu Retinal Tear?

Retinal tear adalah robekan atau luka pada retina lapisan tipis sel-jaringan di bagian belakang bola mata yang tugasnya menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal visual ke otak.
Penyebab umum robekan ini adalah ketika zat seperti gel vitreus yang ada dalam mata (vitreous humour) terseret atau tertarik kuat ke retina hingga membuat robekan kecil.
Robekan ini tidak sama dengan lepasnya retina tetapi bisa menjadi pintu masuk bagi cairan untuk masuk di belakang retina sehingga memicu retina terlepas bila tidak segera ditangani.

 

Gejala yang Harus Diwaspadai

Anda mungkin punya robekan retina jika mengalami salah satu atau lebih gejala berikut:

  • Kilatan cahaya tiba-tiba (photopsia) atau “flash” ketika mata bergerak.
  • Muncul banyak bintik hitam atau “floaters” baru yang melayang saat melihat ke permukaan terang.
  • Penglihatan buram secara tiba-tiba atau bayangan seperti tirai mulai muncul di pinggir pandangan.
  • Kadang robekan bisa tanpa gejala yang terasa inilah mengapa pemeriksaan mata rutin penting.

Jika Anda mendapati salah satu dari gejala di atas, segera periksakan ke dokter mata. Karena semakin cepat robekan ditangani, semakin besar peluang menjaga penglihatan.

 

Faktor Pemicu dan Kelompok Risiko

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya retinal tear antara lain:

  • Usia semakin bertambah, vitreous dalam mata mengalami perubahan struktur.
  • Miopia (rabun jauh) berat retina lebih tipis atau meregang, membuatnya lebih rentan terhadap robekan.
  • Riwayat keluarga dengan masalah retina atau detasemen retina.
  • Cedera atau trauma pada mata, pukulan, benturan keras, atau pemakaian lensa kontak yang tidak cocok juga bisa memicu.
  • Kondisi seperti degenerasi retina (contoh: Lattice Degeneration) yang membuat retina lebih lemah.

Penanganan: Waktu Adalah Kunci

Penanganan robekan retina harus dilakukan oleh dokter spesialis mata (olfalmolog) atau retina specialist. Menurut sumber, prosedur umum yang dilakukan:

  • Lasik retina atau laser fotokoagulasi: menggunakan laser untuk membuat “batas luka” di sekitar robekan agar cairan tidak masuk ke belakang retina.
  • Cryopexy: menggunakan suhu sangat dingin untuk “membekukan” area robekan sehingga membentuk jaringan parut yang menahan retina agar tidak terlepas.
  • Pengawasan dan kontrol ketat: setelah laser atau cryopexy, dokter akan memantau kondisi retina hingga stabil dan mencegah komplikasi.

Prognosisnya cukup baik jika robekan segera ditemukan dan ditangani. Namun jika dibiarkan, bisa berkembang menjadi lepasnya retina yang merupakan keadaan darurat medis.

 

Cara Mencegah & Menjaga Kesehatan Retina

Walau tidak semua robekan bisa dicegah, terdapat langkah-proaktif yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan retina Anda:

  • Lakukan pemeriksaan mata rutin, terutama jika Anda punya risiko seperti miopia atau riwayat keluarga.
  • Lindungi mata Anda: saat melakukan olahraga ekstrem, berkendara, atau bekerja di lingkungan berisiko, gunakan pelindung mata.
  • Segera konsultasi ke dokter bila melihat “flash” atau banyak “floaters” baru muncul. Jangan tunggu hingga penglihatan menurun.
  • Kendalikan kondisi yang bisa memengaruhi retina seperti tinggi miopia, trauma mata, atau gangguan mata lain.

 

Robekan pada retina mungkin terdengar “kecil”, tapi dampaknya bisa sangat besar bagi kehidupan sehari-hari terutama bagi kemampuan melihat dengan jelas. Dengan mengenali gejala sejak awal, bertindak cepat, dan menjaga kebiasaan sehat untuk mata Anda, peluang untuk mempertahankan penglihatan akan semakin besar.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Penglihatan-Mulai-Kabur-Saat-Diabetes-Hati-Hati-Edema-Makula.png
12/Nov/2025

Jika Anda atau orang terdekat hidup dengan Diabetes Mellitus, maka penting untuk benar-benar memahami risiko yang mengintai mata Anda. Salah satu komplikasi yang sering terlupakan namun sangat berbahaya adalah Edema Makula Diabetik (EMD) suatu kondisi di mana makula, bagian tengah retina yang sangat penting untuk penglihatan tajam, mengalami pembengkakan akibat penumpukan cairan.

 

Apa Itu Edema Makula Diabetik?

Makula adalah pusat retina yang bertugas menangkap detil dan warna saat kita melihat langsung ke depan. Ketika seseorang mengidap diabetes dalam jangka panjang dan kadar gula darahnya tidak terkontrol, pembuluh darah kecil di retina bisa rusak dan bocor. Akibatnya, cairan menumpuk di makula, menyebabkan jaringan menebal dan penglihatan terganggu itulah yang disebut edema makula diabetik.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Karena makula berada di pusat penglihatan, gangguan pada makula sangat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

  • Penglihatan menjadi kabur atau bergelombang, terutama di bagian tengah bidang pandang.
  • Warna tampak kurang cerah atau “pudar”.
  • Melihat bayangan gelap atau titik-titik hitam yang tampak bergerak saat mata digerakkan.
  • Dalam tahap awal, sering kali tidak bergejala, sehingga penderita mungkin tidak menyadari adanya gangguan.

Jika Anda sudah menderita diabetes dan mulai merasakan gejala-gejala di atas sebaiknya segera memeriksakan mata ke dokter spesialis.

 

Mengapa Diabetes Bisa Menyebabkan Kondisi Ini?

Beberapa mekanisme membuat penderita diabetes lebih rentan mengalami EMD:

  • Kadar gula darah tinggi secara terus-menerus merusak pembuluh darah kecil di retina, membuat dindingnya melemah dan bocor.
  • Kebocoran pembuluh darah menyebabkan akumulasi cairan di makula dan penebalan jaringan retina.
  • Faktor risiko lain yang memperbesar kemungkinan munculnya EMD: lamanya menderita diabetes, kadar gula yang tidak terkendali, memiliki komplikasi ginjal ataupun kolesterol tinggi, juga tekanan darah tinggi.

Diagnosis dan Penanganan

Untuk memastikan ada atau tidaknya EMD, dokter mata akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Tes ketajaman penglihatan.
  • Foto retina (fundus) melihat kondisi pembuluh darah retina.
  • Optical coherence tomography (OCT) untuk melihat dengan jelas keberadaan cairan di makula dan seberapa parah pembengkakannya.

Penanganannya meliputi:

  • Terapi laser untuk menutup pembuluh darah yang bocor.
  • Suntikan obat ke mata seperti agen anti-VEGF untuk menghambat pembentukan pembuluh darah baru dan mengurangi pembengkakan.
  • Pengobatan kombinasi: kadang laser dan suntikan digabungkan untuk hasil lebih baik.

 

Pencegahan: Kunci Agar Mata Anda Tak Melewatkan Cerita

Karena kondisi ini berkaitan erat dengan kontrol diabetes dan gaya hidup, maka langkah pencegahan sangatlah penting:

  • Jaga kadar gula darah dalam rentang normal melalui diet, olahraga, dan obat sesuai anjuran.
  • Kendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol agar pembuluh darah retina tak makin rusak.
  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama jika sudah menderita diabetes beberapa tahun. Deteksi dini bisa sangat menyelamatkan penglihatan.

 

Mata bukan hanya “alat melihat”, tapi juga jendela dunia indah dan penuh warna. Jika Anda hidup dengan diabetes, jangan anggap remeh perubahan kecil pada penglihatan. Kenali gejalanya, lakukan pemeriksaan secara rutin, dan jalani gaya hidup sehat untuk menjaga agar mata Anda tetap cerah dan tajam.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Trakoma-Trachoma-Infeksi-Mata-Penyebab-Kebutaan-yang-Dapat-Dicegah.png
10/Nov/2025

Bayangkan anak kecil di lingkungan padat penduduk, bermain dengan teman-temannya tanpa sadar terus menggunakan handuk atau kain bekas yang sama, atau berenang di sumber air yang kurang bersih. Dalam kisah sehari-hari seperti itu, bisa muncul penyakit yang sering luput dari perhatian, yaitu trachoma infeksi mata kronis yang dapat berujung kebutaan bila tak ditangani secara tepat.

Trachoma adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis pada mata, dan menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah.

 

Gejala dan Tahapan Trachoma

Trachoma sering terjadi di kalangan anak-anak, khususnya pada usia 3-6 tahun, meskipun dampaknya baru muncul cukup lama kemudian.
Berikut beberapa gejala yang khas:

  • Mata merah atau kelopak mata yang bengkak.
  • Mata terasa gatal, ada cairan lendir atau nanah.
  • Pada tahap lanjut: kelopak mata bagian dalam bisa berubah bentuk, bulu mata tumbuh ke dalam (trichiasis), kornea menjadi keruh.

Menurut klasifikasi dari World Health Organization (WHO), trachoma terbagi menjadi beberapa stadium; dari pembentukan folikel kecil di kelopak mata hingga pengeruhan kornea yang menghambat cahaya masuk.

 

Mengapa Trachoma Bisa Terjadi?

Trachoma tak hanya soal bakteri semata banyak faktor lingkungan dan kebersihan yang memengaruhinya:

  • Lingkungan padat penduduk dengan sanitasi buruk dan air bersih yang terbatas.
  • Kebiasaan berbagi handuk, sapu tangan, atau kain yang berkali-kali dipakai tanpa dicuci bersih.
  • Serangga (seperti lalat) yang menempel di mata/saluran air mata dan membantu pemindahan bakteri.
  • Anak-anak lebih rentan karena sistem imun dan kebersihan diri yang belum optimal.

 

Pengobatan & Penanganan Trachoma

Penanganan trachoma tergantung pada stadium penyakit:

  • Pada tahap awal: diberikan antibiotik seperti azithromycin, doxycycline atau obat yang sesuai untuk membunuh bakteri.
  • Bila sudah terjadi perubahan bentuk kelopak mata atau bulu mata tumbuh ke dalam: mungkin perlu operasi (misalnya untuk memperbaiki kelopak atau transplantasi kornea) agar komplikasi seperti kebutaan bisa dicegah.
  • Strategi global yang diterapkan WHO dikenal sebagai SAFE: Surgery, Antibiotics, Facial cleanliness, and Environmental improvement. Menekankan bahwa pengobatan bukan hanya obat, tapi juga kebersihan wajah & lingkungan.

 

Pencegahan: Langkah‐Langkah yang Bisa Dilakukan

Karena trachoma banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kebersihan, berikut langkah pencegahan yang amat penting:

  • Mencuci tangan dan wajah secara rutin, terutama anak‐anak.
  • Hindari berbagi barang pribadi seperti handuk atau sapu tangan.
  • Pastikan akses air bersih cukup, lingkungan bebas dari genangan air atau tempat berkembangnya lalat.
  • Edukasi keluarga dan komunitas tentang pentingnya kebersihan mata dan wajah.
  • Jika Anda tinggal atau bekerja di daerah dengan risiko tinggi (sanitasi buruk, banyak kasus mata merah berulang), rutin memeriksakan mata anak ke dokter.

 

Trachoma adalah penyakit mata yang mungkin terasa “jauh” di pikiran kita namun kenyataannya bisa terjadi bahkan di lingkungan hati-hari kita bila kebersihan, lingkungan dan edukasi kurang diperhatikan.
Dengan mengenali gejala sejak dini, melakukan upaya pencegahan melalui kebiasaan bersih, dan memastikan pengobatan segera bila terdiagnosis kita bisa menjaga agar mata anak, keluarga dan komunitas kita tetap sehat dan bebas dari ancaman kebutaan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Waspadai-Sakit-Mata-Menular-Kenali-Ciri-dan-Penanganannya.png
07/Nov/2025

Mata organ kecil ini punya peran besar dalam kehidupan sehari-hari kita. Saat mata terasa merah, gatal, berair atau bahkan ada nanahnya, mungkin itu bukan sekadar ‘lelah’ tapi bisa jadi sakit mata menular. Kondisi ini tidak hanya membuat tidak nyaman, tetapi bisa memengaruhi aktivitas dan mengancam penglihatan bila ditangani terlambat.

 

Gejala Umum dan Cara Penyebarannya

Beberapa tanda yang sering muncul pada sakit mata menular:

  • Mata merah, bengkak, terasa “berpasir”.
  • Gatal, berair atau ada lendir/nanah (terutama pada konjungtivitis bakteri)
  • Sensitif terhadap cahaya, penglihatan kabur atau tidak nyaman.
  • Kelopak mata nyeri saat disentuh atau ada benjolan kecil.

Penularan bisa terjadi melalui beberapa jalur, terutama jika penyebabnya adalah infeksi virus atau bakteri:

  • Kontak langsung dengan mata atau cairan (air mata, nanah) penderita.
  • Menyentuh benda yang sudah terkontaminasi (handuk, lensa kontak, kosmetik) lalu menyentuh mata.
  • Berbagi penggunaan alat pribadi dengan penderita.

 

Jenis-Jenis yang Perlu Diketahui

Beberapa jenis sakit mata menular yang umum:

  • Konjungtivitis (mata merah – infeksi pada selaput mata): bisa akibat virus atau bakteri.
  • Keratitis (radang kornea): mata bagian depan (kornea) terkena, bisa disebabkan oleh virus herpes, bakteri, jamur atau parasit.
  • Trakoma: infeksi bakteri Chlamydia trachomatis, lebih umum di lingkungan dengan sanitasi terbatas; bila tidak diobati, bisa menyebabkan kebutaan.
  • Endoftalmitis: kondisi serius di mana bagian dalam mata terinfeksi; seringkali membutuhkan penanganan medis segera.

 

Bagaimana Cara Pengobatan?

Pengobatan tergantung pada penyebab dan jenis infeksi:

  • Bila disebabkan bakteri: antibiotik dalam bentuk tablet/kapsul atau salep/tetes mata.
  • Bila disebabkan virus: bisa memerlukan obat antivirus, namun beberapa kasus ringan mungkin sembuh dengan perawatan pendukung.
  • Untuk meredakan gejala (nyeri, bengkak): tetes mata air mata buatan, kompres hangat atau dingin bisa membantu.
  • Hindari penggunaan lensa kontak sementara waktu jika mata sedang infeksi.

Cara Mencegah agar Tidak Tertular atau Menyebarkan

Pencegahan sangat penting agar Anda tidak ikut tertular atau memperparah penyebaran ke orang lain:

  • Rajin cuci tangan dengan sabun selama ±20 detik, terutama setelah menyentuh mata atau wajah.
  • Hindari menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan kotor.
  • Jangan berbagi barang pribadi seperti handuk, bantal, kacamata, lensa kontak atau kosmetik mata.
  • Jika Anda mengalami sakit mata menular, gunakan tisu bersih untuk membersihkan cairan mata dan segera buang tisu ke tempat sampah.
  • Bersihkan sprei, sarung bantal, guling, handuk secara rutin dengan deterjen dan air hangat.
  • Bagi pemakai lensa kontak: pastikan pemakaian dan perawatan lensa sesuai dengan rekomendasi, jangan dipakai bersama orang lain atau saat mata sedang infeksi.

 

Sakit mata menular memang bisa ringan tapi bila disepelekan, bisa menyebabkan komplikasi atau menyebar ke orang terdekat. Mengenali gejala sejak awal, mengambil langkah pengobatan dan pencegahan dengan tepat, adalah tindakan bijak untuk menjaga kenyamanan penglihatan Anda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Merah-Setelah-Berenang-Ini-Penyebab-dan-Cara-Mengatasinya.png
06/Nov/2025

Setelah sesi berenang yang menyegarkan, tak sedikit dari kita mengalami mata merah atau terasa perih. Sementara sebagian orang mengabaikannya sebagai “efek biasa air kolam”, kondisi ini sebenarnya bisa menjadi sinyal bahwa mata sedang mengalami iritasi atau bahkan infeksi ringan. Agar berenang tetap aman dan mata tetap nyaman, berikut ulasan lengkap tentang kenapa mata bisa merah setelah berenang, dan apa yang bisa Anda lakukan.

 

Kenapa Mata Bisa Merah Setelah Berenang?

Beberapa faktor umum menyebabkan mata menjadi merah atau berair setelah berenang:

  • Klorin dan bahan kimia dalam air kolam: Banyak kolam menggunakan klorin atau senyawa pembersih lain untuk membunuh kuman. Sayangnya, bahan kimia ini bisa mengiritasi selaput mata dan menyebabkan kemerahan.
  • Aliran air yang masuk ke mata atau splash langsung saat berenang: Benda asing kecil atau aliran air kuat bisa membuat mata “terkejut” dan memicu respons kemerahan.
  • Bakteri atau mikroorganisme dari kolam: Bila kondisi kolam kurang bersih, organisme seperti Pseudomonas atau jamur bisa masuk ke mata dan menyebabkan infeksi yang lebih serius.
  • Gesekan atau pengucekan mata setelah berenang: Kebiasaan mengucek mata setelah kemasukan air atau iritasi bisa memperparah kondisi merah dan mengiritasi kornea lebih lanjut.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Mata merah setelah berenang tak selalu berbahaya, namun jika Anda juga mengalami salah satu dari berikut, sebaiknya segera diperiksakan:

  • Mata terasa sangat perih atau nyeri, lebih dari biasa.
  • Mata berair terus-menerus atau ada lendir berwarna kuning/kehijauan.
  • Penglihatan mulai kabur atau sensitif terhadap cahaya.
  • Mata tidak kembali normal dalam beberapa hari.
  • Ada rasa “berpasir” terus-menerus atau Anda melihat bercak putih di mata.

 

Cara Aman Merawat Mata Setelah Berenang

Agar mata cepat pulih dan tidak bermasalah, berikut langkah-praktis yang bisa dilakukan setelah Anda berenang:

  1. Bilas mata dengan air bersih atau gunakan tetes mata air bersih (sesuai rekomendasi dokter) setelah keluar dari kolam.
  2. Hindari mengucek mata: bila terasa pedih atau berair, usap perlahan dengan kain lembut yang bersih.
  3. Gunakan kacamata renang berkualitas untuk melindungi mata dari klorin dan kontak langsung dengan air kolam.
  4. Jika kolam berada di area terbuka, kenakan pelindung mata tambahan seperti kacamata hitam setelah berenang untuk membantu mata lebih cepat pulih dari iritasi.
  5. Jika menggunakan lensa kontak, lepaskan lensa segera setelah berenang dan bersihkan atau ganti sesuai petunjuk.
  6. Jika mata merah terus-menerus atau disertai gejala infeksi, jangan menunda ke dokter mata untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Pencegahan agar Mata Tetap Nyaman saat Berenang

  • Pilih kolam renang yang bersih dan memiliki prosedur filtrasi serta klorin yang tepat.
  • Pastikan air kolam tidak terlalu kuat mengalir ke area mata.
  • Gunakan kacamata renang yang pas dan kedap untuk mencegah air masuk ke mata.
  • Setelah berenang, batasi kontak langsung dengan sinar matahari kuat dan debu agar mata tidak mudah iritasi.
  • Minum cukup air agar tubuh dan mata tidak mengalami dehidrasi, mata yang kering lebih mudah iritasi.

 

Mata merah setelah berenang memang relatif umum, namun bukan hal yang harus dibiarkan begitu saja. Dengan mengetahui penyebabnya, tanggap melakukan perawatan sederhana, dan menjaga kebersihan mata Anda dapat tetap menikmati aktivitas air tanpa harus mengorbankan kenyamanan mata.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Bayi-Belekan-Kenali-Penyebab-Cara-Menangani-dan-Waktu-untuk-Konsultasi.png
04/Nov/2025

Saat Si Kecil bangun tidur dan Anda mendapati sudut matanya tampak lengket, belek atau “belekan”, jangan buru-buru panik. Meski kejadian ini cukup umum, terutama pada bayi baru lahir, ada baiknya kita memahami penyebabnya, cara penanganannya yang tepat di rumah serta kapan-harus-cek ke dokter agar tidak terjadi komplikasi.

 

Apa Itu Belekan Mata pada Bayi?

Belekan adalah istilah sehari-hari untuk kotoran/ lendir di sudut mata yang menempel atau mengering setelah bayi tidur atau dalam keadaan istirahat. Pada bayi, kondisi ini bisa terjadi karena sistem air mata mereka belum matang sepenuhnya atau saluran air mata (nasolakrimalis) belum terbuka optimal.

 

Penyebab Umum dan Faktor Risiko

Berikut ini beberapa penyebab dan kondisi yang sering terkait dengan mata bayi belekan:

  • Saluran air mata tersumbat: Ini penyebab paling umum, di mana air mata tidak mengalir sempurna ke hidung sehingga menumpuk dan membentuk lendir.
  • Infeksi ringan pada mata: Baik infeksi bakterial ataupun virus bisa memunculkan mata merah, lendir kekuningan atau kehijauan, dan belekan yang tidak kunjung membaik.
  • Iritasi atau benda asing: Debu kecil atau paparan lingkungan yang kurang bersih juga bisa memicu mata bayi mengeluarkan lendir sebagai respons perlindungan.
  • Saluran air mata belum matang: Bayi baru lahir masih punya saluran yang belum sempurna, sehingga tingkat kejadiannya lebih tinggi.

 

Tanda-Waktu yang Perlu Diwaspadai

Meski seringkali tidak serius, ada kondisi saat Anda perlu lebih waspada dan segera konsultasi dokter anak atau dokter mata, seperti:

  • Belekan terus-menerus muncul selama berminggu-minggu tanpa perbaikan.
  • Lendir mata berwarna kuning kehijauan atau disertai nanah.
  • Mata bayi merah, bengkak kelopak mata atau bayi tampak sakit saat membuka mata.
  • Bayi mengucek mata terus-menerus atau terlihat sangat tidak nyaman saat membuka mata.
  • Disertai gejala lain seperti demam, muntah-muntah, atau penurunan aktivitas.
    Menurut sumber, bila kondisi tidak membaik atau ada tanda infeksi, pengawasan medis segera direkomendasikan.

 

Cara Penanganan di Rumah yang Aman

Sebagian besar kasus belekan pada bayi bisa dibantu dengan perawatan sederhana di rumah. Berikut langkah-nya:

  1. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air bersih setiap kali hendak membersihkan mata bayi kebersihan tangan sangat penting.
  2. Gunakan kapas atau kain lembut yang dibasahi dengan air hangat (tidak panas) untuk membersihkan sudut mata bayi. Usap perlahan dari sudut bagian dalam (dekat hidung) ke arah luar.
  3. Ulangi bersihkan dengan kapas bersih setiap kali usapan agar tidak menyebarkan kuman bila ada infeksi ringan.
  4. Hindari meneteskan ASI ke mata bayi sebagai cara membersihkan, karena dapat menimbulkan iritasi atau infeksi tambahan.
  5. Pastikan bayi istirahat cukup dan hindari paparan lingkungan yang terlalu berdebu atau sinar matahari langsung ke mata bayi.
  6. Pantau kondisi selama 1-2 hari: bila membaik, tendensi positif; jika makin parah atau tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter.

 

Kenapa Penting Ditangani dengan Baik?

Meskipun belekan sering tampak “sepele”, namun bila disertai infeksi atau saluran air mata tersumbat parah, bisa menimbulkan komplikasi seperti infeksi berat atau gangguan penglihatan jika tidak diperhatikan. Dengan perawatan awal yang baik dan pemantauan, banyak kasus lebih ringan yang bisa membaik dengan sendirinya atau dengan sedikit bantuan medis.

Sebagai orang tua, melihat mata bayi belekan memang bisa membuat khawatir. Tetapi ingatlah: kebanyakan kasus dapat diatasi dengan perawatan sederhana di rumah dan pengamatan yang teliti. Kombinasi antara kebersihan, langkah yang tepat, dan kesiagaan Anda sebagai orang tua adalah kunci agar mata Si Kecil tetap sehat dan nyaman.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Pantangan-Makanan-Minuman-untuk-Alergi-Mata-Panduan-agar-Senyuman-Tetap-Nyaman.png
03/Nov/2025

Alergi mata sering dianggap sepele dengan gejala seperti mata merah, gatal atau berair. Namun, tahukah Anda bahwa apa yang kita makan dan minum sehari-hari bisa memperparah kondisi ini? Artikel ini menyajikan informasi penting tentang makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi atau dihindari oleh penderita alergi mata dengan bahasa yang mudah dipahami.

 

Apa Itu Alergi Mata?

Alergi mata terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen, seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau zat-lainnya. Reaksi ini membuat mata menjadi gatal, berair, kemerahan, dan kadang-kala bengkak. Meskipun alergi mata sering dipicu faktor lingkungan, pola makan dan minum juga dapat berperan memperburuk kondisi.

 

Makanan & Minuman yang Sebaiknya Dibatasi

Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang menurut sumber dapat memperparah alergi mata atau membuat gejalanya lebih berat:

  • Susu sapi dan produk olahannya: Jika seseorang punya alergi terhadap susu sapi, maka mengonsumsi susu atau turunannya (keju, yoghurt, es krim) bisa memicu atau memperparah reaksi alergi termasuk yang berhubungan dengan mata.
  • Makanan dengan bahan tambahan atau zat pewarna: Meskipun tidak selalu langsung memicu alergi mata pada semua orang, bahan tambahan seperti pewarna, pengawet, atau penyedap rasa bisa menjadi pemicu reaksi bagi individu sensitif.
  • Makanan laut dan kerang: Bagi sebagian orang, kerang dan makanan laut menjadi pemicu alergi yang kemudian bisa membawa dampak ke mata (gatal, kemerahan). Penting mengenali jika Anda punya riwayat alergi jenis makanan ini.
  • Minuman berkafein dan beralkohol: Meskipun bukan pemicu langsung selalu, minuman seperti kopi atau alkohol bisa memicu dehidrasi atau memperparah kondisi mata yang sudah sensitive dengan demikian gejala alergi mata bisa semakin terasa.
  • Makanan sangat pedas atau asam: Untuk beberapa orang, makanan sangat pedas atau bersifat asam bisa memicu mucosal irritation (iritasi pada membran mukosa) termasuk di area mata mengingat mata dan selaput di sekitarnya sangat sensitif.

 

Langkah Praktis Meminimalkan Risiko

  • Catat pola makan Anda: Jika Anda sering mengalami alergi mata, cobalah mencatat makanan/minuman yang dikonsumsi sebelum gejala muncul. Ini bisa membantu Anda mengenali pemicu pribadi.
  • Hindari konsumsi makanan/minuman di atas secara rutin bila Anda sudah tahu punya sensitivitas tertentu.
  • Tingkatkan asupan makanan yang mendukung kesehatan mata dan sistem kekebalan, seperti sayuran hijau, buah-buahan kaya vitamin A dan C, ikan berlemak (omega-3).
  • Konsultasikan ke dokter atau ahli alergi bila gejala alergi mata sering muncul atau memburuk. Dokter bisa membantu melakukan pemeriksaan alergi dan memberikan saran diet yang personal.

Mata adalah organ luar yang sangat ekspresif dan ketika mata Anda alergi, bukan hanya rasa gatal yang jadi masalah, tetapi kenyamanan sehari-hari bisa terganggu. Dengan memperhatikan apa yang Anda konsumsi, Anda sedang memberi dukungan penting bagi kesehatan mata Anda sendiri.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Agar-Obat-Tetes-Mata-Bekerja-Optimal-Begini-Cara-Pemakaiannya.png
31/Oct/2025

Menggunakan obat tetes mata tampak sederhana, namun jika diterapkan secara sembarangan, manfaatnya bisa berkurang atau bahkan menimbulkan risiko. Berikut panduan praktis agar Anda bisa meneteskan obat dengan tepat dari persiapan hingga langkah pasca penggunaan.

 

Persiapan: Kunci agar Obat Tetes Mata Efektif

Sebelum Anda meneteskan obat ke mata, ada beberapa hal penting yang harus dilakukan agar pemakaian aman dan optimal:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Ini untuk mencegah kuman atau debu ikut masuk ke mata melalui botol tetes.
  2. Lepaskan terlebih dahulu lensa kontak, kecuali obat tetes yang digunakan memang untuk lensa kontak.
  3. Cek kondisi kemasan obat tetes mata. Pastikan botol belum rusak, segel masih utuh, dan tanggal kedaluwarsa belum lewat.

 

Langkah Penggunaan yang Tepat

Untuk memastikan obat bekerja maksimal dan menyerap baik ke mata, ikuti langkah berikut:

  • Berbaring atau duduk sambil mengangkat kepala dan melihat ke atas.
  • Tarik kelopak mata bagian bawah sehingga terbentuk kantong kecil yang bisa menjadi “wadah” tetesan.
  • Pegang botol obat tetes dan posisikan ujung pipet sekitar 2-3 cm dari mata. Pastikan ujung pipet tidak menyentuh mata agar tidak terjadi kontaminasi.
  • Tekan kemasan untuk meneteskan satu tetes ke dalam kantong kelopak bawah.
  • Setelah tetes masuk, tutup mata perlahan selama 2-3 menit tanpa berkedip. Tekan bagian sudut mata dekat hidung dengan jari agar obat tidak langsung masuk ke saluran air mata dan terserap ke tubuh secara sistemik.
  • Jika Anda harus menggunakan lebih dari satu jenis obat tetes, beri jeda sekitar 5 menit sebelum jenis obat selanjutnya.
  • Hapus kelebihan obat yang menetes ke pipi dengan tissue bersih, tutup botol kembali rapat, dan cuci tangan Anda.

 

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

Beberapa kebiasaan salah saat meneteskan obat mata bisa menghambat hasil atau bahkan memperparah kondisi:

  • Meneteskan dua tetes sekaligus tanpa memberi jeda obat pertama belum diserap, sehingga kedua bisa mendorong obat pertama keluar.
  • Menyentuh ujung botol ke mata atau jari meningkatkan risiko infeksi atau kontaminasi.
  • Tak mencuci tangan sebelum dan sesudah membuat mata rentan terhadap bakteri kuman.
  • Menggunakan obat tetes yang sudah kedaluwarsa atau kemasan rusak bisa mengurangi efektivitas atau menimbulkan risiko baru.

 

Ringkasan dan Tips Tambahan

Meneteskan obat ke mata sebenarnya adalah tindakan kecil tapi bila dilakukan dengan benar, bisa berdampak besar bagi kesehatan mata Anda.
Tips cepat:

  • Selalu hati-hati dan tenang saat menetes;
  • Pastikan kebersihan botol dan tangan;
  • Ikuti instruksi dokter atau petunjuk kemasan;
  • Bila Anda merasa tidak nyaman atau memiliki kondisi mata khusus (misalnya setelah operasi atau infeksi), konsultasikan ke dokter spesialis mata.

Mata adalah salah satu organ paling berharga kita sedikit perhatian akan membawa perbedaan besar.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Keratitis-Peradangan-Kornea-yang-Tak-Boleh-Diabaikan.png
30/Oct/2025

Pernahkah Anda merasakan mata merah mendadak, nyeri saat membuka kelopak, atau penglihatan samar seolah bayangan melintas? Bisa jadi itu bukan sekadar “mata lelah” melainkan tanda dari keratitis, suatu kondisi di mana lapisan transparan di bagian depan mata yakni Kornea mengalami peradangan atau infeksi.

 

Apa Itu Keratitis?

Keratitis adalah peradangan atau infeksi pada kornea mata. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai penyebab mulai dari infeksi oleh bakteri, virus, jamur, hingga cedera atau iritasi yang tidak diobati.

Saat kornea terpengaruh, penglihatan dapat terganggu mulai dari kabur ringan, rasa nyeri seperti ada benda asing di mata, hingga kondisi yang lebih parah seperti luka terbuka pada kornea yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan jika tak segera diatasi.

 

Gejala yang Patut Diwaspadai

Beberapa gejala yang sering muncul saat seseorang mengalami keratitis antara lain:

  • Mata merah, kemerahan yang tampak jelas.
  • Rasa sakit atau perih, terutama saat membuka mata atau terkena cahaya terang (fotofobia).
  • Sensasi seperti ada benda asing di mata atau mata terasa berpasir.
  • Penglihatan kabur atau penglihatan menurun secara tiba-tiba.
  • Mata berair atau belekan yang tidak biasa.

Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala tersebut, terutama bila menggunakan lensa kontak atau baru saja mengalami cedera pada mata, sebaiknya segera periksa ke dokter mata. Karena keratitis bisa berkembang cepat dan menyebabkan kerusakan permanen jika terlambat ditangani.

 

Penyebab dan Faktor Risiko

Keratitis dapat muncul melalui berbagai jalan, dengan beberapa penyebab dan faktor risiko berikut:

  • Infeksi: Bakteri (Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa), virus (seperti Herpes Simpleks), jamur (Fusarium, Aspergillus), atau parasit (Acanthamoeba).
  • Cedera atau iritasi kornea: Goresan kecil, benda asing yang masuk ke mata, paparan sinar UV atau zat kimia.
  • Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis atau terlalu lama: Ini adalah salah satu faktor paling sering ditemukan.
  • Sistem imun yang menurun: Bayi, lansia, atau orang dengan penyakit kronis memiliki risiko lebih tinggi.
  • Kebiasaan buruk seperti mengucek mata atau memakai lensa kontak saat tidur.

 

Pengobatan & Penanganan

Penanganan keratitis sangat bergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan kondisi kornea saat ditemukan. Berikut garis besar pengobatan yang umum dilakukan:

  • Untuk keratitis ringan, kadang hanya diperlukan tetes air mata buatan atau salep ringan untuk mengurangi iritasi.
  • Jika penyebabnya bakteri, virus, atau jamur dokter akan meresepkan tetes mata antibiotik, antivirus, atau antijamur sesuai penyebab.
  • Pada kasus berat yang menyebabkan luka atau ulkus pada kornea, tindakan seperti transplantasi kornea bisa diperlukan sebagai penanganan akhir.
  • Setelah pengobatan, pemantauan rutin oleh dokter mata sangat penting untuk memastikan tidak ada kerusakan permanen dan penglihatan dapat pulih sebaik mungkin.

 

Pencegahan: Kuncinya Ada di Kebiasaan Sehari-hari

Kita bisa melakukan banyak langkah sederhana untuk mencegah keratitis dan menjaga kornea tetap sehat:

  • Gunakan lensa kontak dengan benar: cuci tangan terlebih dulu, jangan tidur dengan lensa dalam mata, ganti wadah dan cairan secara teratur.
  • Hindari mengucek mata, terutama saat merasa gatal atau ada benda kecil di mata. Sebab goresan kecil bisa menjadi jalan masuk infeksi.
  • Lindungi mata dari paparan sinar UV atau benda asing saat berada di luar ruangan atau bekerja di lingkungan berdebu. Gunakan kacamata pelindung bila perlu.
  • Segera periksakan jika mata merah, nyeri, atau penglihatan berubah dibanding menunggu hingga memburuk.
  • Jaga sistem kekebalan tubuh dengan tidur cukup, pola makan seimbang, dan hindari stres berkepanjangan.

 

Kornea mungkin tipis dan bening, tapi jangan salah ia memegang peran besar dalam cara kita melihat dunia. Kondisi seperti keratitis yang menyerang bagian itu tidak boleh dianggap ringan. Dengan mengenali gejala sejak awal, menjaga kebiasaan yang sehat, dan mendapatkan penanganan medis tepat waktu, kita bisa menjaga penglihatan tetap tajam dan mencegah kerusakan serius.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Kornea-Mata-Lapisan-Bening-Kecil-dengan-Peran-Besar-untuk-Penglihatan.png
29/Oct/2025

Saat kita menatap seseorang, hal pertama yang terlihat adalah bagian berwarna dari matanya. Tapi di balik keindahan itu, ada satu bagian penting yang sering terlupakan kornea, lapisan bening yang menjadi “jendela” utama bagi mata kita untuk melihat dunia dengan jelas.

Kornea mungkin tampak sepele karena bentuknya tipis dan transparan. Namun tanpa bagian ini, mata tidak akan bisa memfokuskan cahaya, dan penglihatan kita pun akan menjadi kabur.

 

Apa Itu Kornea dan Apa Fungsinya?

Kornea adalah lapisan bening yang menutupi bagian depan bola mata, tepat di depan pupil dan iris. Tugas utamanya ada dua: melindungi mata dan membiaskan cahaya.

  • Sebagai pelindung, kornea menjadi garda terdepan yang menahan debu, kuman, dan partikel asing agar tidak masuk ke bagian dalam mata.
  • Sebagai pengatur fokus, kornea membantu membiaskan cahaya yang masuk agar jatuh tepat ke retina — bagian mata yang berfungsi menangkap gambar.

Menurut penjelasan dari Hello Sehat, kornea terdiri dari beberapa lapisan tipis yang bekerja sama menjaga kejernihan dan kekuatannya. Karena tidak memiliki pembuluh darah, kornea mendapatkan oksigen langsung dari udara dan air mata.

 

Masalah yang Sering Terjadi pada Kornea

Karena letaknya di bagian paling depan, kornea mudah mengalami gangguan. Beberapa kondisi umum yang bisa menyerang kornea antara lain:

  1. Infeksi dan radang (keratitis) — bisa disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau pemakaian lensa kontak yang tidak higienis.
  2. Ulkus kornea — luka terbuka pada permukaan kornea yang menyebabkan nyeri, mata merah, dan penglihatan kabur.
  3. Cedera akibat benda asing atau kebiasaan mengucek mata — goresan kecil saja bisa menimbulkan luka serius.
  4. Kerusakan akibat sinar UV — paparan sinar matahari berlebihan dapat merusak jaringan halus pada kornea.
  5. Keratokonus — kondisi ketika bentuk kornea menonjol seperti kerucut sehingga mengubah fokus cahaya dan menyebabkan penglihatan buram.

Masalah pada kornea tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tapi bisa berujung pada gangguan penglihatan jangka panjang bila tidak segera ditangani.

 

Tanda-Tanda Kornea Bermasalah

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Mata terasa nyeri atau perih seperti ada pasir.
  • Penglihatan kabur atau buram mendadak.
  • Mata berair berlebihan.
  • Sensitif terhadap cahaya terang.
  • Ada bercak putih pada permukaan mata.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis mata. Pemeriksaan dini dapat mencegah kerusakan lebih parah dan memulihkan fungsi penglihatan lebih cepat.

 

Cara Menjaga Kesehatan Kornea

Menjaga kornea tidak memerlukan perawatan rumit, cukup dengan kebiasaan sederhana seperti:

  • Cuci tangan sebelum menyentuh area mata.
  • Gunakan kacamata pelindung saat bepergian di luar ruangan atau di lingkungan berdebu.
  • Hindari mengucek mata terlalu keras.
  • Bersihkan dan gunakan lensa kontak sesuai petunjuk dokter mata.
  • Konsumsi makanan kaya vitamin A, seperti wortel, bayam, dan ikan, untuk menjaga kesehatan jaringan mata.
  • Periksa mata secara berkala, terutama jika sering menggunakan gadget atau memiliki gangguan penglihatan.

 

Kornea adalah lapisan kecil namun berperan besar bagi kehidupan kita. Ia bukan hanya melindungi, tetapi juga memastikan setiap warna, bentuk, dan cahaya yang kita lihat tetap jernih.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!