Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

4-Fakta-Unik-Tentang-Air-Mata-yang-Jarang-Diketahui.png
27/Oct/2025

Siapa sangka, air mata yang sering dianggap sebagai simbol kesedihan ternyata punya banyak peran penting untuk tubuh kita.
Setiap tetes air mata bukan hanya ekspresi emosi, tapi juga bagian dari sistem pertahanan tubuh yang canggih. Dari menjaga kelembapan mata hingga membantu kita merasa lega setelah menangis, air mata punya cerita menarik di baliknya.

Yuk, kenali empat fakta menarik tentang air mata berikut ini.

 

  1. Air Mata Melindungi dan Membersihkan Mata

Pernah merasa tiba-tiba keluar air mata saat ada debu yang masuk ke mata? Itu bukan hal aneh.
Air mata bekerja sebagai “pembersih alami” mata. Ia membantu menyingkirkan debu, asap, atau partikel kecil yang bisa mengiritasi permukaan mata.
Jenis ini disebut air mata refleks, dan tanpa disadari, mekanisme sederhana ini menjaga penglihatan kita tetap jernih dan sehat.

 

  1. Mengandung Zat Anti-Bakteri

Selain melembapkan, air mata juga mengandung lisozim enzim yang bisa melawan bakteri penyebab infeksi.
Bayangkan saja, setiap kali mata kita sedikit berair, sebenarnya tubuh sedang berusaha membunuh kuman yang mungkin menempel.
Jadi, jangan buru-buru kesal saat mata terasa berair bisa jadi itu pertahanan alami tubuh sedang bekerja keras menjaga kamu tetap sehat.

 

  1. Menangis Bisa Bantu Redakan Stres

Ada alasan mengapa setelah menangis seseorang merasa lebih lega.
Air mata yang keluar karena emosi mengandung hormon stres dan zat kimia yang, ketika dikeluarkan, membantu menurunkan ketegangan dalam tubuh.
Menangis bukan tanda kelemahan justru cara alami tubuh untuk “merilis” emosi yang menumpuk. Kadang, satu tangisan bisa jauh lebih menenangkan daripada seribu kata.

 

  1. Air Mata Juga Punya Peran di Hidung

Pernah merasa hidung ikut meler saat menangis? Itu karena saluran air mata terhubung langsung ke hidung melalui saluran kecil bernama nasolakrimalis.
Jadi ketika air mata diproduksi berlebih, sebagian mengalir ke hidung dan membantu menjaga kelembapan rongga hidung.
Itulah sebabnya, menangis tidak hanya melibatkan emosi, tapi juga respons fisiologis seluruh wajah kita.

 

Air mata adalah cara tubuh berbicara. Ia membersihkan, melindungi, dan kadang juga menyembuhkan.
Jadi, jika kamu merasa ingin menangis, jangan tahan. Itu bukan tanda lemah, tapi justru bukti bahwa tubuhmu bekerja sebagaimana mestinya.

Menangis bisa jadi bentuk penyembuhan bukan hanya untuk mata, tapi juga untuk hati.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mengucek-Mata-Terasa-Lega-tapi-Bisa-Picu-Kerusakan-Kornea-dan-Infeksi.png
22/Oct/2025

Saat mata terasa gatal, ada debu yang masuk, atau ketika kita bangun tidur dengan kantung mata, seringkali insting pertama kita adalah mengucek mata. Rasanya melegakan sejenak tangan memberi tekanan, lalu mata terasa sedikit “lega”. Namun, ternyata kebiasaan ini bukan tanpa risiko. Artikel ini akan mengulas mengapa mengucek mata bisa berdampak buruk, apa saja efeknya, dan bagaimana kita bisa merawat mata dengan lebih aman.

 

Kenapa Kita Sering Mengucek Mata?

Mengucek mata tampaknya menjadi reaksi natural saat:

  • Mata terasa gatal atau ada benda asing masuk.
  • Mata terasa lelah atau kering setelah menatap layar terlalu lama.
  • Bangun tidur dan melihat kantung mata atau mata terasa sesak.

Secara mekanis, mengucek bisa memicu keluarnya air mata tambahan yang membantu melembapkan mata dan menghilangkan debu. Sayangnya, manfaat sekejap itu bisa dibayar dengan konsekuensi jangka panjang jika dilakukan terlalu sering atau terlalu keras.

 

Dampak Negatif Mengucek Mata yang Harus Diketahui

Beberapa masalah mata yang dapat timbul akibat kebiasaan mengucek mata antara lain:

  1. Infeksi mata
    Tangan kita menyentuh banyak benda dari gagang pintu hingga gadget yang bisa menjadi sumber bakteri atau parasit. Sentuhan ke mata lalu digosok bisa memindahkan kuman dan memicu infeksi.
  2. Kantung mata dan lingkaran hitam
    Tekanan berulang pada area bawah mata dapat memperburuk kondisi kantung mata dan lingkaran hitam di bawah mata.
  3. Mata berdarah (sub­conjunctival hemorrhage)
    Mengucek terlalu keras bisa memecahkan pembuluh darah kecil pada bagian putih mata, menghasilkan bercak merah yang cukup menakutkan.
  4. Risiko penyakit mata serius seperti glaukoma atau keratokonus
    – Tekanan berulang di dalam mata dapat memperburuk kondisi glaukoma.
    – Pada keratokonus, kornea menipis dan berubah bentuk; kebiasaan mengucek mata dianggap sebagai faktor risiko.
  5. Kelopak mata bengkak atau terluka
    Gesekan keras atau berulang bisa menimbulkan luka kecil di kelopak mata atau menyebabkan pembengkakan kronis.

 

Bagaimana Cara Menjauhkan Diri dari Kebiasaan Ini?

Menghindari mengucek mata bukan berarti tidak boleh sama sekali menyentuhnya melainkan dilakukan dengan lebih sadar dan hati-hati. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan sehari-hari:

  • Coba kedipkan mata beberapa kali saat mata terasa gatal atau ada sensasi mengganjal, daripada langsung mengucek.
  • Bila ada benda asing atau debu yang terasa: jangan mengucek bilas mata dengan larutan saline atau air bersih.
  • Lepaskan lensa kontak sebelum melakukan pembersihan mata agar risiko iritasi atau infeksi berkurang.
  • Gunakan kompres dingin atau kain lembut yang dibasahi air untuk meredakan rasa gatal atau perih di mata.
  • Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh area sekitar mata.
  • Bila mata terasa terus-menerus gatal atau muncul gejala seperti kemerahan atau penglihatan kabur lebih baik konsultasikan ke dokter mata.

 

Mata kita adalah jendela dunia mereka memungkinkan kita belajar, bekerja, melihat orang yang kita cintai, dan menikmati keindahan sekitar. Kebiasaan sederhana seperti mengucek mata mungkin terlihat sepele, tapi bila dilakukan berulang dan tanpa disadari bisa membawa dampak negatif yang nyata.
Mulailah untuk lebih sadar terhadap kebiasaan sehari-hari, dan berikan mata Anda perawatan yang layak sedikit perhatian hari ini dapat berarti penglihatan yang lebih baik dan aman di masa depan

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Membersihkan-Mata-dengan-Benar-Simpel-Aman-dan-Tanpa-Risiko.png
20/Oct/2025

Mata adalah jendela dunia tanpa mata yang sehat, banyak aktivitas kita bisa terganggu. Namun, kebanyakan orang buru-buru mengucek mata ketika terasa gatal atau ada debu masuk. Tahukah Anda? Kebiasaan itu justru bisa memperburuk iritasi atau menyebabkan luka mikro di permukaan mata.

 

Lantas, bagaimana cara membersihkan mata yang aman? Simak panduan berikut:

  1. Cuci Tangan dengan Sabun & Air

Sebelum menyentuh area mata, pastikan tangan Anda bersih. Cuci tangan selama minimal 20 detik menggunakan sabun lembut dan bilas dengan air mengalir. Jangan pernah menyentuh mata langsung dengan tangan kotor.

  1. Lepaskan Lensa Kontak (Jika Ada)

Gunakan mata tanpa lensa saat membersihkan. Lensa kontak bisa menahan kotoran atau cairan pembersih di permukaan mata, yang justru dapat memperparah kondisi iritasi.

  1. Posisi Nyaman & Kepala Menunduk

Miringkan kepala sedikit ke depan atau ke samping agar cairan pembersih dapat mengalir dari mata, bukan ke dalamnya. Ini membantu mencegah penyebaran iritan ke bagian mata yang sehat.

  1. Bilas dengan Air atau Larutan Mata

Gunakan air bersih (air matang atau steril) atau larutan pembersih mata yang aman dan terdaftar (hindari bahan yang mengandung pengawet kuat). Alirkan cairan dari sudut mata bagian dalam ke arah luar, secara perlahan dan lembut. Lakukan selama sekitar 10–15 menit jika diperlukan.

  1. Angkat Partikel Kecil dengan Lembut

Jika masih ada butiran kecil (debu, pasir) yang tersisa, boleh dibantu dengan kapas bersih yang dibasahi atau lakban medis kecil, tetapi lakukan sangat pelan dan hati-hati agar tidak melukai kornea. Jangan menggosok mata!

  1. Gunakan Kompres Hangat atau Dingin

Jika mata terasa bengkak, perih, atau lelah, kompres lembut dengan handuk bersih yang telah dibasahi (hangat atau dingin) bisa membantu meredakan ketidaknyamanan. Tapi hindari tekanan berlebih.

  1. Hindari Cara Berisiko
  • Jangan mengucek mata, meskipun terasa mengganjal ini bisa melukai permukaan mata (kornea).
  • Hindari penggunaan larutan sembarangan seperti air sabun, air sirih, atau obat tetes yang tidak diresepkan dokter.
  • Jangan menggunakan tisu kasar atau kain kasar di permukaan mata.

 

Jika setelah dibersihkan gejala seperti kemerahan, nyeri, pandangan kabur, reaksi semakin parah, atau muncul cairan nanah, segera konsultasikan ke dokter mata.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Operasi-Keratoplasti-untuk-Presbiopi-Mungkinkah-Menjadi-Solusi-Mata-Tua.png
17/Oct/2025

Presbiopi, atau yang biasa disebut “mata tua,” adalah kondisi alami saat kemampuan melihat benda dekat menurun akibat berkurangnya elastisitas lensa mata biasanya muncul sekira usia 40-an. Banyak orang kemudian bertanya: “Apakah operasi keratoplasti bisa mengatasi presbiopi?” Mari kita ulas bersama.

 

Apa Itu Operasi Keratoplasti?

Keratoplasti adalah istilah umum untuk operasi pada kornea mata, terutama prosedur transplantasi kornea. Tujuannya adalah mengganti bagian kornea yang rusak atau cacat dengan donor kornea sehat untuk memperbaiki penglihatan.

Namun, keratoplasti bukanlah metode utama untuk mengobati presbiopi, karena presbiopi terjadi akibat perubahan pada lensa mata, bukan kornea.

 

Apakah Keratoplasti Efektif untuk Presbiopi?

Menurut artikel Halodoc, operasi keratoplasti bukanlah solusi ideal untuk presbiopi. Beberapa hal yang harus dipahami:

  • Presbiopi lebih berhubungan dengan lensa mata, bukan kornea.
  • Prosedur refraktif seperti LASIK atau metode lain lebih sering digunakan untuk memperbaiki penglihatan terkait refraksi (rabun jauh, dekat, astigmatisme).
  • Bahkan untuk jenis operasi refraktif, hasilnya sering berupa mengurangi ketergantungan pada kacamata dekat, bukan menghilangkan presbiopi sepenuhnya.

 

Alternatif yang Lebih Umum Digunakan

Beberapa metode yang lebih sering ditawarkan untuk mengatasi atau meringankan efek presbiopi:

  • Kacamata baca / bifokal / progresif sebagai cara paling aman dan konvensional
  • Lensa kontak multifokal atau monovision
  • Operasi refraktif seperti LASIK untuk menyesuaikan kornea agar mata dapat melihat dekat lebih baik
  • Implantasi lensa intraokular (IOL), mengganti lensa alami dengan lensa buatan agar fokus bisa berubah lebih fleksibel

 

Hal yang Perlu Dipertimbangkan

  • Operasi seperti keratoplasti membawa risiko dan tidak menjamin hasil sempurna untuk presbiopi.
  • Usia, kondisi mata, kelenturan lensa, dan struktur kornea sangat mempengaruhi apakah metode tertentu bisa berhasil.
  • Konsultasi menyeluruh dengan dokter mata sangat penting: diskusikan harapan, risiko, dan pilihan terbaik untuk kondisi mata Anda.

 

Meskipun terdengar menarik, operasi keratoplasti bukanlah jawaban tunggal untuk masalah presbiopi. Untuk presbiopi, solusi yang lebih realistis dan aman adalah kombinasi lensa baca, teknik refraktif, atau implantasi lensa khusus.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Malas-Amblyopia-Ketika-Satu-Mata-Mulai-Diabaikan-Otak.png
15/Oct/2025

Mata malas, atau dalam istilah medis disebut amblyopia, adalah kondisi di mana satu mata tidak berkembang dengan optimal sejak masa kanak-kanak. Sinyal visual dari mata tersebut ke otak tidak bekerja dengan baik, sehingga otak secara perlahan “mengabaikan” mata yang lemah dan lebih mengandalkan mata yang lebih tajam. Akibatnya, kemampuan penglihatan permanen di mata yang malas bisa berkurang jika tak ditangani sedini mungkin.

 

Apa Penyebab Mata Malas?

Beberapa kondisi bisa memicu terjadinya mata malas, terutama bila terjadi saat penglihatan anak sedang berkembang:

  • Mata juling (strabismus): mata tidak selaras, sehingga otak menerima dua gambar berbeda dan memilih satu saja.
  • Perbedaan refraksi (rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme) antara kedua mata, sehingga satu mata lebih “dimanjakan”.
  • Katarak pada anak yang mengaburkan lensa dan menyebabkan penglihatan buram sehingga memicu amblyopia.
  • Kelainan struktur mata lainnya seperti ptosis (kelopak mata turun) atau luka pada kornea yang membuat penglihatan satu mata terganggu.

Faktor risiko tambahan meliputi kelahiran prematur, berat lahir rendah, atau riwayat keluarga yang memiliki kondisi ini.

 

Gejala yang Harus Diwaspadai

Mata malas sulit dikenali oleh anak sendiri, namun orang tua bisa memperhatikan tanda-tanda berikut:

  • Sering menutup satu mata atau menyipitkan mata saat melihat
  • Mata tidak sejajar atau tampak juling
  • Memiringkan kepala agar pandangan lebih jelas
  • Sulit mengikuti benda bergerak
  • Mata cepat lelah / sering digosok
  • Hasil pemeriksaan tajam penglihatan salah satu mata buruk dibandingkan mata lainnya

Jika Anda melihat tanda-tanda tersebut, penting memeriksakan anak ke dokter mata sejak dini.

 

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Mata Malas?

  • Dokter akan menanyakan riwayat penglihatan dan memeriksa kondisi kedua mata.
  • Untuk anak kecil, dokter mungkin menggunakan alat sederhana untuk melihat respons terhadap cahaya atau objek bergerak.
  • Untuk anak usia di atas 3 tahun, tes tajam penglihatan dilakukan secara terpisah pada masing-masing mata.
  • Pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan refraksi, pemeriksaan struktur mata, dan kelainan lain akan dilakukan sesuai kebutuhan.

 

Penanganan & Pengobatan

Tujuan utama terapi adalah merangsang penggunaan mata yang lemah agar otak “melibatkan” mata itu kembali. Beberapa metode perawatan meliputi:

  • Kacamata / lensa korektif untuk memperbaiki refraksi yang tidak seimbang.
  • Penutup mata (eye patch): mata yang sehat ditutup beberapa jam sehari agar mata lemah bekerja lebih aktif.
  • Obat tetes mata jenis tertentu untuk mengaburkan penglihatan mata sehat sementara waktu, memaksa mata lemah untuk lebih digunakan.
  • Operasi, jika penyebab mata malas adalah katarak, mata juling, atau kelainan struktural lainnya.

Perawatan biasanya dilakukan selama beberapa bulan hingga tahun, tergantung tingkat keparahan. Semakin dini dimulai, semakin besar peluang keberhasilan.

 

Kenapa Harus Cepat Ditangani?

Jika tidak segera diobati saat masa anak-anak (biasanya sebelum usia 7–8 tahun), perubahan di otak yang menyebabkan penglihatan mata malas menjadi permanen bisa sulit dibalik. Mata yang malas bisa kehilangan fungsi secara permanen.

Mata malas bukan sekadar “mata yang malas melihat” ini adalah gangguan serius dalam perkembangan penglihatan. Dengan kesadaran orang tua, pemeriksaan mata rutin, dan tindakan medis yang tepat sejak dini, kondisi ini sangat mungkin diatasi.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Kebiasaan-Sehari-hari-yang-Sering-Dianggap-Sepele-Tapi-Bisa-Merusak-Mata.png
14/Oct/2025

Mata adalah harta tak ternilai. Tanpa mata yang sehat, menikmati keindahan sekitar, melihat orang terkasih, atau menikmati karya seni menjadi sulit. Tapi sering kali kita meremehkan kebiasaan kecil yang secara perlahan merusak mata. Berikut kebiasaan yang perlu kita sadari dan ubah supaya mata tetap sehat.

 

Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari

  1. Menatap layar gadget terlalu lama
    Smartphone, tablet, dan komputer memang memudahkan kerja dan komunikasi. Tapi jika berjam-jam tanpa istirahat, mata menjadi lelah, kering, dan pandangan bisa menjadi kabur.
  2. Membaca atau melihat hal di tempat gelap atau terlalu terang
    Cahaya yang tidak pas membuat otot mata bekerja keras untuk fokus, yang bisa menyebabkan sakit kepala dan mata cepat lelah.
  3. Mengucek mata pakai tangan kotor
    Ketika mata gatal, mengucek mungkin terasa lega, tapi tangan penuh kuman bisa membawa infeksi, bahkan bisa melukai permukaan mata.
  4. Tidur menggunakan lensa kontak atau lupa melepas make-up mata
    Malam hari adalah waktu pemulihan mata. Kalau lensa kontak tetap dipakai, atau make-up masih menempel, bisa menyebabkan iritasi atau infeksi.
  5. Kurang istirahat / tidur yang tidak cukup
    Begadang atau tidur yang terganggu membuat mata tidak punya cukup waktu untuk pulih. Mata bisa merah, perih, berair, dan lama-kelamaan penglihatan bisa terganggu.
  6. Merokok dan paparan asap
    Kandungan asap rokok dan bahan kimia di dalamnya dapat mempercepat berkembangnya katarak atau gangguan pada retina. Mata juga bisa jadi lebih mudah kering atau iritasi.
  7. Tidak memakai perlindungan mata terhadap sinar UV atau debu
    Matahari siang, sinar UV, debu, dan partikel udara yang tajam bisa merusak permukaan mata dan menyebabkan kondisi seperti katarak atau kerusakan kornea jika tidak dilindungi.

 

Kenapa Penting untuk Mengubah Kebiasaan Ini

  • Karena kerusakan mata akibat kebiasaan buruk seringnya muncul perlahan dan tidak disadari sampai gejalanya sudah jelas.
  • Mata yang sering lelah atau merah jika terus dibiarkan bisa mempercepat penurunan fungsi penglihatan.
  • Dengan mengubah kebiasaan sehari-hari, kita bisa melindungi mata dari risiko serius seperti infeksi, gangguan retina, katarak, dan kerusakan permanent.

 

Tips Agar Mata Tetap Sehat

  • Istirahat sejenak dari layar (contoh: aturan 20-20-20: tiap 20 menit lihat objek jauh selama 20 detik).
  • Gunakan lampu yang cukup saat membaca atau bekerja, hindari cahaya langsung yang menyilaukan.
  • Pastikan kebersihan tangan terutama sebelum menyentuh mata, lepas lensa kontak sebelum tidur, dan bersihkan make-up dengan benar.
  • Tidur cukup dan hindari begadang.
  • Gunakan kacamata hitam atau pelindung UV saat keluar rumah, dan pelindung mata saat melakukan aktivitas berisiko.

 

Menyadari bahwa mata butuh “break” bukan berarti lemah  malah sebaliknya, itu tanda bahwa kita peduli dan ingin mata bisa melihat dengan jelas lebih lama. Mulailah dari kebiasaan kecil hari ini, agar mata tetap terang dan sehat di masa depan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Kenapa-Membaca-dalam-Gelap-Bisa-“Membebani”-Mata.png
11/Oct/2025

Mungkin kamu pernah duduk di kasur, lampu padam, tapi tetap membuka buku di tangan “cuma sebentar”, pikirmu. Tapi tahu nggak, kebiasaan itu sebenarnya bikin mata bekerja ekstra: pupil melebar agar bisa “menyedot” sedikit cahaya yang ada, dan sel-sel retina harus sangat keras menafsirkan tulisan.

Meski belum ada bukti kuat bahwa membaca dalam gelap langsung bikin mata rusak permanen, efeknya nyata terasa: mata cepat lelah, tidak nyaman, dan makin susah fokus.

 

Apa yang Terjadi Saat Membaca dalam Gelap?

  • Otot mata bekerja ekstra keras
    Tanpa pencahayaan cukup, otot-otot yang mengontrol fokus harus menegangkan lebih lama agar tulisan tetap terbaca.
  • Sulit fokus & penglihatan buram sesaat
    Pelebaran pupil untuk mendapat lebih banyak cahaya bisa mengganggu ketajaman fokus sehingga tampilan menjadi samar atau bergelombang.
  • Mata cepat kering
    Saat fokus membaca, kita cenderung jarang berkedip. Di ruang gelap, kondisi itu makin mempercepat penguapan air mata, menyebabkan mata terasa kering atau perih.
  • Tanda kelelahan
    Gejala seperti pandangan kabur, mata merah, sensitif cahaya, hingga sakit kepala bisa muncul karena “beban kerja” mata yang berlebihan.

 

Tips Agar Membaca Nyaman & Aman untuk Mata

  • Gunakan pencahayaan yang cukup: lampu meja yang terang tapi tidak menyilaukan
  • Jaga jarak membaca: tidak terlalu dekat
  • Istirahatkan mata setiap 20–30 menit: arahkan pandangan ke jauh sejenak
  • Perbanyak berkedip agar mata tetap lembap
  • Kalau kondisi sudah membuat mata perih atau lelah, sebaiknya berhenti dulu dan beri relaksasi

 

Membaca dalam gelap bukanlah “membunuh mata” secara langsung, tapi kebiasaan itu bisa mempercepat kelelahan dan ketidaknyamanan yang akhirnya memaksa kita mengedip, memicingkan mata, atau bahkan menyerah duluan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Buram-Bukan-Karena-Layar-Tapi-Diabetes-Mengintai.png
10/Oct/2025

Di era sekarang, screen time sudah jadi bagian dari hidup sehari-hari. Banyak orang merasa matanya buram dan langsung menyalahkan layar gadget. Padahal, kalau kamu punya diabetes, penglihatan buram bisa jadi alarm serius dari komplikasi yang sedang mengintai.

 

Komplikasi Diabetes: Datang Cepat atau Diam-Diam

Komplikasi Akut
Kadang muncul tiba-tiba, seperti hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) atau ketoasidosis diabetik (KAD). Keduanya bisa bikin tubuh lemas, pusing, bahkan mengancam nyawa bila terlambat ditangani.

Komplikasi Kronis
Kalau dibiarkan, diabetes bisa pelan-pelan merusak banyak organ: mata, jantung, ginjal, saraf, sampai kulit. Efeknya sering nggak terasa di awal, tapi berbahaya dalam jangka panjang.

 

Dampak pada Mata: Jangan Disepelekan

Buat penderita diabetes, mata adalah salah satu organ paling rentan. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  • Penglihatan buram perlahan yang tidak membaik dengan istirahat.
  • Risiko katarak & glaukoma meningkat lebih cepat dibanding orang tanpa diabetes.
  • Kalau terlambat ditangani, bisa berujung pada kebutaan permanen.

 

Jangan Tunggu Sampai Gelap

Buram bukan cuma soal layar. Diabetes bisa mencuri penglihatan tanpa terasa. Tapi kabar baiknya, dengan deteksi dini, kontrol gula darah, dan perawatan yang tepat, kesehatan mata tetap bisa terjaga meski screen time tinggi.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Endophthalmitis-Infeksi-Serius-di-Dalam-Mata-yang-Tak-Boleh-Diabaikan.png
09/Oct/2025

Endophthalmitis adalah kondisi infeksi dan peradangan pada cairan di dalam mata yaitu aqueous humor dan vitreous humor. Meski tidak terlalu sering terjadi, kondisi ini dapat mengancam penglihatan bila tidak segera ditangani.

 

Penyebab & Klasifikasi

Infeksi ini bisa berasal dari luar atau dari dalam tubuh:

  • Exogenous endophthalmitis: bakteri atau jamur masuk lewat luka mata, operasi, atau suntikan intra-okular.
  • Endogenous endophthalmitis: infeksi dari bagian tubuh lain menyebar melalui aliran darah ke mata. Lebih jarang tetapi bisa terjadi jika kondisi sistemik lemah.

Beberapa faktor risiko meliputi operasi katarak, suntikan ke dalam mata (intravireal), trauma penetrasi, sistem kekebalan tubuh yang lemah, penyakit infeksi berat.

 

Gejala Awal & Tanda Peringatan

Gejala endophthalmitis biasanya muncul cukup dramatis. Jika Anda mengalami beberapa gejala berikut setelah prosedur mata atau cedera, segera ke dokter:

  • Nyeri hebat pada mata
  • Mata merah dan bengkak
  • Penurunan penglihatan mendadak
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia)
  • Keluar cairan atau nanah dari mata
  • Edema kelopak mata
  • Bisa juga timbul hypopyon, endapan sel putih (sel darah putih) di bagian depan mata sebagai respons terhadap infeksi

 

Diagnosis

Dokter mata akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk:

  • Riwayat kesehatan & prosedur mata sebelumnya
  • Pemeriksaan mata dengan mikroskop slit lamp
  • Ambil sampel cairan dari mata (aqueous / vitreous tap) untuk kultur bakteri/jamur
  • Ultrasonografi mata (jika bagian dalam mata tak bisa dilihat langsung)

 

Penanganan & Pengobatan

Penanganan seharusnya cepat dan agresif agar kerusakan minimal. Beberapa metode yang dilakukan:

  • Injeksi intraokular antibiotik/jamur langsung ke dalam vitreous humor
  • Obat anti-inflamasi (kortikosteroid) bisa digunakan bersama antibiotik untuk mengurangi kerusakan akibat reaksi tubuh sendiri
  • Vitrectomy: operasi untuk mengangkat cairan terinfeksi dari dalam mata dan menggantinya dengan cairan bersih
  • Dalam kasus berat yang tidak merespons terapi, bahkan evisceration (pengosongan isi mata) mungkin diperlukan untuk mengendalikan infeksi.

 

Prognosis & Pencegahan

Prognosis sangat tergantung pada seberapa cepat pengobatan dimulai dan kondisi kesehatan pasien. Semakin cepat, semakin besar peluang penglihatan bisa dipertahankan.

Untuk mencegah:

  • Terapkan kebersihan ketat saat prosedur mata
  • Gunakan alat pelindung mata saat bekerja atau beraktivitas yang berisiko
  • Segera tangani luka atau infeksi pada tubuh agar tidak menyebar ke mata
  • Dokter mata biasanya memberi protokol pencegahan pasca operasi (mis. antibiotik intraokular)

 

Endophthalmitis bukan kondisi ringan; ia memerlukan penanganan darurat agar risiko kehilangan penglihatan dapat diminimalisir. Jika Anda pernah menjalani operasi mata atau mengalami cedera pada mata dan timbul nyeri, mata merah, atau penglihatan menurun, jangan tunda untuk segera memeriksakan ke dokter spesialis mata.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Waktu-Aman-Memakai-Lensa-Kontak-Jangan-Terlalu-Lama-Mata-Butuh-“Napas”.png
07/Oct/2025

Lensa kontak memang praktis dan nyaman namun tidak boleh dipakai seharian tanpa jeda. Pemakaian berlebih bisa memicu iritasi, kekeringan, hingga risiko infeksi. Berikut panduan wajib untuk menjaga mata tetap sehat selama menggunakan lensa kontak.

 

Berapa Lama Waktu Ideal Memakai Lensa Kontak?

Memakai lensa kontak lebih dari 12 jam dalam satu hari sudah dianggap berisiko tinggi. Beberapa sumber menyebut bahwa durasi aman berkisar antara 14–16 jam, namun ini tergantung jenis lensa dan kondisi mata pengguna.

Jika mulai muncul keluhan seperti mata kering, merah, atau tidak nyaman itu sinyal mata butuh istirahat. Jangan dipaksakan.

 

Risiko Memakai Lensa Kontak Terlalu Lama

Pemakaian lensa kontak yang melebihi batas ideal bisa menyebabkan:

  • Iritasi dan kemerahan
  • Mata terasa kering atau seperti berpasir
  • Luka pada kornea akibat gesekan
  • Infeksi mata karena mikroorganisme punya lebih banyak waktu berkembang
  • Penurunan kenyamanan atau sensitivitas terhadap cahaya

Beberapa media kesehatan juga memperingatkan bahwa penggunaan yang terlalu lama bisa menyebabkan luka pada lapisan luar mata (abrasi) dan iritasi kronis.

 

Tips Agar Lensa Kontak Tidak Overused

Berikut langkah-praktis untuk menjaga keamanan dan kenyamanan mata saat memakai lensa:

  1. Patuh pada batas waktu pemakaian jangan melebihi 12 jam.
  2. Lepaskan lensa sebelum tidur, kecuali lensa khusus yang direkomendasikan untuk pemakaian semalam (night-use).
  3. Gunakan lensa sekali pakai bila kondisi mata cenderung “sensitif” atau kering.
  4. Istirahatkan mata dengan memakai kacamata di sela hari atau saat gejala muncul.
  5. Gunakan tetes mata buatan, terutama jika mata terasa kering atau pegal.
  6. Pastikan kebersihan lensa dan wadahnya agar tidak jadi tempat berkembangnya mikroba.
  7. Segera lepas lensa bila muncul gejala serius seperti nyeri hebat, perubahan penglihatan, atau kemerahan tak kunjung reda.

 

Memakai lensa kontak dengan tepat bukan cuma soal kenyamanan tapi soal kesehatan mata. Batas waktu penggunaannya bukan sekadar anjuran klinis, melainkan perlindungan agar mata Anda tidak cedera atau terinfeksi. Bila mata sudah memberi sinyal “lelah”, hentikan penggunaan dan beri istirahat. Mata Anda berhak untuk ‘bernapas’ juga.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!