Trakoma (Trachoma): Infeksi Mata Penyebab Kebutaan yang Dapat Dicegah

Bayangkan anak kecil di lingkungan padat penduduk, bermain dengan teman-temannya tanpa sadar terus menggunakan handuk atau kain bekas yang sama, atau berenang di sumber air yang kurang bersih. Dalam kisah sehari-hari seperti itu, bisa muncul penyakit yang sering luput dari perhatian, yaitu trachoma infeksi mata kronis yang dapat berujung kebutaan bila tak ditangani secara tepat.
Trachoma adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis pada mata, dan menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah.
Gejala dan Tahapan Trachoma
Trachoma sering terjadi di kalangan anak-anak, khususnya pada usia 3-6 tahun, meskipun dampaknya baru muncul cukup lama kemudian.
Berikut beberapa gejala yang khas:
- Mata merah atau kelopak mata yang bengkak.
- Mata terasa gatal, ada cairan lendir atau nanah.
- Pada tahap lanjut: kelopak mata bagian dalam bisa berubah bentuk, bulu mata tumbuh ke dalam (trichiasis), kornea menjadi keruh.
Menurut klasifikasi dari World Health Organization (WHO), trachoma terbagi menjadi beberapa stadium; dari pembentukan folikel kecil di kelopak mata hingga pengeruhan kornea yang menghambat cahaya masuk.
Mengapa Trachoma Bisa Terjadi?
Trachoma tak hanya soal bakteri semata banyak faktor lingkungan dan kebersihan yang memengaruhinya:
- Lingkungan padat penduduk dengan sanitasi buruk dan air bersih yang terbatas.
- Kebiasaan berbagi handuk, sapu tangan, atau kain yang berkali-kali dipakai tanpa dicuci bersih.
- Serangga (seperti lalat) yang menempel di mata/saluran air mata dan membantu pemindahan bakteri.
- Anak-anak lebih rentan karena sistem imun dan kebersihan diri yang belum optimal.
Pengobatan & Penanganan Trachoma
Penanganan trachoma tergantung pada stadium penyakit:
- Pada tahap awal: diberikan antibiotik seperti azithromycin, doxycycline atau obat yang sesuai untuk membunuh bakteri.
- Bila sudah terjadi perubahan bentuk kelopak mata atau bulu mata tumbuh ke dalam: mungkin perlu operasi (misalnya untuk memperbaiki kelopak atau transplantasi kornea) agar komplikasi seperti kebutaan bisa dicegah.
- Strategi global yang diterapkan WHO dikenal sebagai SAFE: Surgery, Antibiotics, Facial cleanliness, and Environmental improvement. Menekankan bahwa pengobatan bukan hanya obat, tapi juga kebersihan wajah & lingkungan.
Pencegahan: Langkah‐Langkah yang Bisa Dilakukan
Karena trachoma banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kebersihan, berikut langkah pencegahan yang amat penting:
- Mencuci tangan dan wajah secara rutin, terutama anak‐anak.
- Hindari berbagi barang pribadi seperti handuk atau sapu tangan.
- Pastikan akses air bersih cukup, lingkungan bebas dari genangan air atau tempat berkembangnya lalat.
- Edukasi keluarga dan komunitas tentang pentingnya kebersihan mata dan wajah.
- Jika Anda tinggal atau bekerja di daerah dengan risiko tinggi (sanitasi buruk, banyak kasus mata merah berulang), rutin memeriksakan mata anak ke dokter.
Trachoma adalah penyakit mata yang mungkin terasa “jauh” di pikiran kita namun kenyataannya bisa terjadi bahkan di lingkungan hati-hari kita bila kebersihan, lingkungan dan edukasi kurang diperhatikan.
Dengan mengenali gejala sejak dini, melakukan upaya pencegahan melalui kebiasaan bersih, dan memastikan pengobatan segera bila terdiagnosis kita bisa menjaga agar mata anak, keluarga dan komunitas kita tetap sehat dan bebas dari ancaman kebutaan.
Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:
(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)
Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


