Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts
04/Apr/2024

Ibu sering panik ketika mata bayi mereka tiba-tiba merah, kan? Bayi memiliki mata merah yang cukup umum, tetapi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Mari, ketahui lebih lanjut tentang penyebab mata bayi merah dan cara mengobatinya.

 

Kenapa Mata Bayi bisa Memerah

Bayi mungkin memiliki mata merah karena berbagai alasan, mulai dari tanda mengantuk hingga kondisi medis yang lebih serius. Pada kebanyakan kasus, penyebab mata merah bayi tidak berbahaya. Namun, beberapa penyebab dapat menular dan harus diperiksa segera oleh dokter. Dokter mungkin memeriksa mata bayi Anda dan menanyakan gejalanya. Dalam kasus ini, perawatan yang diberikan akan bergantung pada penyebab mata merah. Jika bayi Anda memiliki mata merah, berikut adalah beberapa penyebabnya dan cara mengobatinya.

  • Konjungtivitis
    Peradangan yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri menyebabkan konjungtivitis, yang menyebabkan mata bagian putih menjadi berwarna merah muda atau merah. Gejala lain yang sering terjadi adalah mata gatal, berair, dan keluar cairan kuning kental yang dapat berkerak. Jenis konjungtivis bayi yang paling umum adalah sebagai berikut.

    • Konjungtivitis inklusi (klamidia)
      Kondisi ini dapat menular dari ibu ke bayinya selama persalinan. Bayi mengalami gejala seperti mata merah, pembengkakan kelopak mata, dan keluar nanah, yang biasanya muncul antara lima dan dua belas hari setelah kelahiran.
    • Konjungtivitis gonokokal
      Ini dapat berkembang pada bayi baru lahir menjadi bakteriemia (infeksi serius pada aliran darah) atau meningitis (infeksi serius pada lapisan otak dan sumsum tulang belakang). Selain kemerahan pada mata, ada nanah kental dan bengkak di mata.
    • Konjungtivitis kimia
      Obat tetes mata yang diberikan kepada bayi baru lahir untuk membantu mencegah infeksi bakteri yang dapat mengiritasi dapat menyebabkan konjungtivitis kimia. Kondisi ini ditandai dengan kemerahan dan pembengkakan kelopak mata selama 24-36 jam. Bayi yang mengalami konjungtivitis mungkin mengalami kemerahan pada matanya sendiri atau dengan bantuan obat. Dokter juga mungkin menyarankan untuk mengeluarkan cairan bayi, membersihkan matanya, dan memberikan kompres dingin. Jika mata merah tidak hilang selama lebih dari dua minggu, Anda harus berkonsultasi dengan dokter lagi

 

  • Iritasi
    Iritasi juga dapat menyebabkan mata bayi kemerahan karena beberapa hal, seperti:

    • rokok,
    • parfum,
    • solar screen,
    • sampo, dan
    • klorin dalam kolam air.

Iritan biasanya menyebabkan mata bayi merah, yang dapat hilang dengan sendirinya jika bayi Anda keluar dari area iritan atau setelah Anda membersihkannya dari rumah. Namun, cara lain untuk mengatasi mata merah akibat iritasi pada bayi adalah dengan membersihkannya dengan air jika ada sesuatu yang tersangkut di matanya. Anda juga bisa mengeluarkannya dengan cotton bud basah.

 

  • Alergi
    Jika anak sensitif terhadap alergen dan terpapar alergen, terutama di mata, mereka dapat menghasilkan histamin untuk melawan alergen. Ini menyebabkan mata bayi Anda menjadi merah, bengkak, dan gatal. Tetapi alergi jarang terjadi pada bayi di bawah satu tahun. Namun, bayi Anda mungkin mengalami alergi terhadap debu, serbuk sari, atau asap yang menyebabkan mata kemerahan, gatal, bengkak, berair, dan hidung meler. Cara terbaik untuk mengatasi mata bayi yang kemerahan karena alergi adalah menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan alergi. Jika ini tidak dapat dilakukan, dokter mungkin meresepkan antihistamin agar bayi Anda merasa lebih baik.

 

  • Saluran air mata tersumbat
    Menurut Baby Center, setidaknya 20% bayi baru lahir mengalami penyumbatan saluran air mata. Bayi yang memiliki penyumbatan saluran air mata dapat mengalami gejala konjungtivitis, yaitu keluarnya cairan putih atau kuning dan mata yang kemerahan. Saluran air mata yang tersumbat seringkali akan hilang sendirinya, terutama pada bayi di bawah usia enam bulan. Dokter mungkin meminta Anda untuk memijat mata anak Anda beberapa kali setiap hari jika saluran air matanya tersumbat. Salah satu cara untuk mengatasi mata bayi merah adalah memijatnya untuk membuka sumbatan. Namun, temui dokter mata segera jika saluran air mata si Kecil tidak kunjung terbuka dengan sendirinya atau jika ada infeksi di matanya. Dokter mata akan memeriksa mata Anda untuk menemukan masalah tambahan dan, jika diperlukan, dapat mengobati penyumbatan dengan operasi.

 

  • Flu
    Anda mungkin tidak menyadari fakta bahwa flu bayi juga dapat menyebabkan mata merah. Selain itu, sistem kekebalan tubuh bayi belum sempurna, yang membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit termasuk flu yang sering menular. Gejala flu pada anak hampir sama dengan orang dewasa, tetapi lebih parah pada anak di bawah usia dua tahun dan dengan kondisi kronis seperti jantung, paru-paru, atau masalah neurologis. Di sisi lain, perawatan medis biasanya tidak diperlukan untuk flu. Dokter terkadang meresepkan obat antivirus untuk anak-anak yang terkena flu. Obat ini bekerja paling baik jika diberikan kepada si Kecil dalam dua hari pertama dia terkena flu. Ini dapat membuat gejala flu menjadi lebih ringan dan mempersingkat penyakit dalam beberapa hari.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-01-15T093846.036.png
15/Jan/2024

Arcus kornea adalah kelainan yang ditandai dengan adanya cincin berwarna putih, abu-abu muda, atau biru di sekitar lingkaran warna-warni mata (kornea). Kornea biasanya transparan, memungkinkan warna iris di bawahnya bersinar. Namun, keberadaan cincin ini membuat iris mata Anda tampak memiliki dua warna yang berbeda. Ini sebenarnya adalah perubahan warna kornea.

Gejala penyakit ini seringkali diawali dengan terbentuknya sedikit lengkungan pada batas atas dan bawah kornea. Kurva tersebut secara bertahap bersatu membentuk cincin yang mengelilingi seluruh batas kornea. Karena penyakit ini tidak menyebabkan gangguan penglihatan, maka biasanya dianggap aman. Namun, orang yang memiliki riwayat keluarga hiperkolesterolemia harus berhati-hati terhadap penyakit ini.

 

Kenapa Arcus Kornea Bisa Terjadi

Lengkungan kornea pikun disebabkan oleh sisa zat lemak (lipid) atau kolesterol dalam tubuh. Gangguan ini biasanya berhubungan dengan penuaan pada orang lanjut usia dan tidak ada hubungannya dengan peningkatan kadar kolesterol. Namun, arcus senilis bisa berkembang pada orang yang lebih muda.

Ini biasanya menunjukkan bahwa Anda memiliki riwayat keluarga dengan kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi. Orang dengan hiperlipidemia familial biasanya mengalami lengkungan atau cincin ini sebelum usia 45 tahun. Gangguan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

Penanganan Arcus Kornea

Arcus kornea pikun mudah diidentifikasi saat pemeriksaan mata ke dokter spesialis. Dokter hanya akan memeriksa mata Anda dan, jika diperlukan, menggunakan mikroskop slit-lamp. Gangguan ini tidak memiliki gejala dan tidak menyebabkan masalah penglihatan, sehingga tidak diperlukan pengobatan khusus.

Namun, jika penyakit ini disebabkan oleh peningkatan kadar kolesterol, Anda mungkin perlu membatasi konsumsi kolesterol. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun menurut Gary S Hirshfield MD di situs AAO, diet rendah kolesterol tidak akan menghilangkan arcus kornea. Anda mungkin memerlukan operasi mata untuk menutupnya agar tidak terlihat. Tindakan ini disebut juga dengan tato kornea.

Meski begitu, operasi bukanlah pilihan yang disarankan. Hal ini karena arcus senilis tidak mengganggu penglihatan, dan prosedur ini hanya bertujuan untuk memperbaiki tampilan mata. Jika Anda mengkhawatirkan tampilan mata Anda, tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda boleh memakai lensa kontak untuk menyembunyikannya.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-01-11T100920.490.png
11/Jan/2024

Mata panda bisa membuat kita tampak lebih tua, lelah, dan tidak segar. Jika Anda memiliki mata panda, ada pengobatan rumahan yang bisa Anda coba, mulai dari kompres hingga bahan kimia alami. Mata panda adalah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan tampilan lingkaran hitam pada kulit di sekitar mata. Penyakit ini umumnya disertai mata bengkak atau sembab. Mata panda seringkali tidak berbahaya dan hanya bersifat sementara.

Mata panda bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Riasan atau concealer sering digunakan untuk menutupi mata panda, meski tidak sepenuhnya menghilangkan masalah tersebut.

 

Cara Mengatasi Mata Panda

Ada berbagai teknik mudah menghilangkan mata panda di rumah, antara lain:

  • Gunakan kompres dingin.
    Mata panda terjadi ketika pembuluh darah di bawah kulit sekitar mata membesar. Untuk menghilangkan mata panda, letakkan kompres dingin di bawah mata untuk menyempitkan pembuluh darah yang melebar. Cukup bungkus es batu dengan sapu tangan bersih atau rendam dalam air dingin sebelum mengoleskannya ke area sekitar mata yang berubah warna selama 15-20 menit.
  • Cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh
    Salah satu penyebab mata panda adalah kekurangan cairan tubuh yang kadang disebut dehidrasi. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, sebaiknya minum air putih minimal 8 gelas setiap hari. Kekurangan cairan tubuh bisa menyebabkan lesu dan membuat mata panda semakin terlihat.
  • Menggunakan bahan-bahan alami
    Produk alami seperti minyak almond atau gel lidah buaya dapat digunakan untuk mencerahkan warna gelap mata panda. Menurut penelitian, zat tersebut mengandung antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu meminimalkan lingkaran hitam dan bengkak pada mata. Zat alami tersebut dapat membantu menghidrasi kulit di sekitar mata sehingga tampak lebih cerah.
  • Kompres dengan teh celup
    Teh, baik hitam atau hijau, mengandung kafein dan antioksidan yang membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mencerahkan kulit. Untuk menyembuhkan mata panda, kompres dengan teh basah dingin selama 15-20 menit.
  • Tinggikan kepala Anda saat tidur
    Cara ini bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan mata panda dan mengurangi pembengkakan di bawah mata akibat penumpukan cairan. Anda boleh mengangkat kepala saat tidur dengan menumpuk dua bantal atau lebih.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol
    Minuman beralkohol dapat menyebabkan dehidrasi ringan, sehingga membuat mata panda lebih menonjol. Selain itu, konsumsi kopi yang berlebihan menyebabkan Anda begadang lebih lama sehingga membuat mata panda semakin sulit bergerak.
  • Menggunakan Krim Mata
    Beberapa perawatan mata, seperti yang mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin K, atau ekstrak daun teh, terbukti dapat meminimalkan kerutan kulit dan menyembunyikan mata panda. Namun temuan tersebut tidak muncul secara instan. Anda mungkin perlu mengoleskan krim mata selama beberapa minggu hingga mata panda menjadi kurang terlihat.
  • Tidur yang cukup
    Kelelahan dan kurang tidur adalah salah satu penyebab mata panda yang paling umum. Untuk menghilangkan mata panda, Anda memerlukan tidur minimal 7-9 jam setiap malamnya. Hindari tidur atau begadang secara rutin.

 

Selain itu, Anda juga harus meminimalkan waktu yang Anda habiskan untuk melihat perangkat, memakai tabir surya dengan setidaknya SPF 30, dan menggunakan pelembab yang mengandung molekul pro-kolagen seperti asam hialuronat, gliserol, dan amino-peptida. Zat ini mendorong pembentukan kolagen, yang membantu menghilangkan kerutan sekaligus menghidrasi dan mengencangkan kulit. Selain itu, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat membantu Anda menghilangkan mata panda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2023-12-13T134806.374.png
13/Dec/2023

Obat tetes mata dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah mata. Namun jenis obat tetes mata yang digunakan harus disesuaikan dengan penyakit yang diobati. Oleh karena itu, sebelum memilih obat tetes mata, tentukan dulu keluhan apa yang Anda alami pada mata Anda.

Penglihatan dapat dipengaruhi oleh berbagai masalah mata. Kondisi ini seringkali ditandai dengan mata merah, gatal, perih, dan rasa tidak nyaman. Oleh karena itu, penggunaan obat tetes mata merupakan salah satu tahap pertama dalam mengatasi ketidaknyamanan mata.

 

Kondisi Mata Apa Saja yang Membutuhkan Obat Tetes Mata

Ada beberapa keluhan pada mata yang membutuhkan obat tetes mata, di antaranya:

  • Mata Kering
    Ketika kelenjar air mata tidak menghasilkan cukup air mata untuk melembabkan bola mata, maka mata menjadi kering. Hal ini dapat menyebabkan mata merah dan meradang. Mata kering juga bisa terjadi ketika Anda melihat layar komputer dalam waktu lama, kurang tidur, atau menggunakan lensa kontak dalam waktu lama.
  • Iritasi
    Paparan partikel di udara seperti debu, kabut asap, dan asap rokok dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada mata. Jika debu atau benda lain masuk ke dalam mata, mata menjadi merah, iritasi, dan berair. Paparan amonium nitrat pada pupuk dan air kolam yang mengandung klorin juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada mata.
  • Infeksi
    Mata yang tidak bersih rentan terserang penyakit virus, bakteri, atau jamur. Infeksi mata sering kali dimulai pada satu mata dan mungkin menyebar ke mata lainnya atau bahkan ke orang lain. Infeksi mata dapat menimbulkan berbagai gejala, antara lain mata merah, gatal, nyeri, sensitivitas cahaya, dan gangguan penglihatan. Uveitis dan konjungtivitis adalah dua penyakit mata yang umum.
  • Alergi
    Respon antibodi yang berlebihan terhadap alergen yang masuk ke mata, seperti serbuk sari dan bulu binatang, menyebabkan alergi mata. Penyakit ini ditandai dengan mata gatal, merah, berair, dan bengkak.

28/Apr/2023

Apakah Anda sering menatap layar laptop Anda selama berjam-jam? atau terus-menerus menggunakan gadget di ruangan gelap? Jika demikian, perhatikan! Kedua aktivitas tersebut dapat memicu ketegangan mata yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat melihat.

Tips Mengurangi Gangguan Mata Akibat Komputer Dan Gadget

  • Jarak mata dengan monitor kurang lebih sekitar 60 cm.posisi tepi atas monitor harus dibawah eye level sehingga pandangan mata sedikit menunduk
  • Perhatikan brightness dari monitor. Ideal brightness 80% dan juga cahaya lampu harus cukup agar mata tidak bekerja terlalu keras
  • Perhatikan rules of 20-20-20. Tiap 20 menit, pejamkan mata atau alihkan pandangan kea rah yang jauh selama 20 detik
  • Gunakan tetes air mata, apabila mata terasa kering
  • Untuk pengguna contact lens dapat pertimbangkan :
    • Beri mata istirahat dengan sesekali menggunakan kaca mata
    • Copot contact lens setiap menjelang tidur malam
    • Bersihkan contac lens dengan pembersih khusus

mata-berair.png
15/Mar/2023

Air mata diproduksi secara terus menerus oleh kelenjar lakrimal. Air mata sangat penting karena melapisi permukaan depan mata dengan lapisan transparan tipis dan mencegah mata menjadi kering. Biasanya, air mata dengan cepat mengalir keluar dari mata melalui sistem saluran kompleks yang berawal dari sudut terdalam kelopak mata ke hidung. Jika terdapat gangguan pada ekuilibtium ini, terjadilah kondisi yang disebut kelainan air mata atau mata berair.

Penyebab Mata Berair

  • Ada beberapa hal lain yang menyebabkan gangguan air mata atau mata berair ini, antara lain :
  • Mata Lelah
  • Alergi
  • Radang kelopak mata
  • Infeksi pada mata
  • Faktor lingkungan
  • Flu
  • Efek samping dari radiasi
  • Efek samping dari obat-obatan

Desain-tanpa-judul-98.png
24/Jan/2023

penyakit retina adalah sakit mata yang menyerang retina dan menyebabkan penglihatan penderitanya tergangguPenyakit retina menimbulkan gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur, pandangan bergaris, bahkan hingga kehilangan penglihatan.
Retina terletak di bagian belakang mata. Sebagai bagian dari sistem saraf pusat, retina terhubung dengan otak dan berperan menangkap cahaya dari luar yang kemudian akan diterjemahkan oleh otak. Hal inilah yang membuat seseorang dapat melihat.
Penyakit retina dapat diobati, yang jenis pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Sebaliknya, jika tidak diobati, penyakit retina bisa menimbulkan gangguan penglihatan parah bahkan kebutaan.
Penyakit retina dapat diobati, yang jenis pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Sebaliknya, jika tidak diobati, penyakit retina bisa menimbulkan gangguan penglihatan parah bahkan kebutaan.

Jenis dan Penyebab Penyakit Retina

Penyebab penyakit retina tergantung pada jenisnya. Beberapa jenis penyakit retina yang paling umum terjadi adalah:

1. Ablasi retina

Ablasi retina adalah penyakit akibat robekan pada retina sehingga retina terlepas dari posisi normalnya. Ablasi retina dapat terjadi akibat perubahan kondisi cairan pada bola mata atau munculnya jaringan parut di area retina, khususnya pada penderita diabetes.

2. Retinoblastoma

Retinoblastoma adalah penyakit retina yang disebabkan oleh tumbuhnya jaringan kanker pada retina. Jaringan kanker yang terbentuk dapat menyebar ke jaringan lain, seperti otak dan tulang belakang. Retinoblastoma merupakan penyakit retina yang cukup langka dan biasanya terjadi pada anak-anak.

3. Retinitis pigmentosa

Retinitis pigmentosa adalah penyakit genetik yang memengaruhi kemampuan retina dalam merespons cahaya. Penyakit ini menyebabkan penurunan kemampuan melihat seiring waktu, tetapi tidak akan buta sepenuhnya. Penyakit ini merupakan penyakit genetik sehingga dapat diwariskan dari orang tua ke anaknya.

4. Degenerasi makula

Degenerasi makula adalah penyakit retina yang disebabkan oleh kerusakan pada pusat retina. Penyakit ini dapat membuat pandangan menjadi kabur atau ada bagian yang tidak terjangkau penglihatan. Degenerasi makula dipicu oleh pertambahan usia dan berisiko dialami oleh orang yang memiliki keluarga dengan riwayat degenerasi makula.

5. Retinopati diabetik

Retinopati diabetik adalah penyakit retina yang muncul akibat komplikasi dari diabetes. Retinopati diabetik menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah retina sehingga membuat retina bengkak atau terdapat kapiler darah tidak nomal yang pecah. Kondisi ini menyebabkan padangan menjadi kabur atau terganggu.

6. Retinopathy of Prematurity (ROP)

Retinopathy of prematurity (ROP) adalah penyakit retina gangguan tumbuh kembang pada bayi yang terlahir prematur. ROP terjadi ketika perkembangan pembuluh darah di bola mata bayi tidak sempurna. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya pembuluh darah abnormal di bola matanya yang akan menyebabkan perdarahan pada retina.

7. Amaurosis fugax

Amaurosis fugax adalah hilangnya penglihatan pada salah satu atau kedua mata yang bersifat sementara. Kondisi ini disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah retina, serta dapat menjadi tanda awal stroke.

Faktor risiko penyakit retina

Risiko terkena penyakit-penyakit retina di atas dapat meningkat karena sejumlah faktor, antara lain:
  • Berusia 40 tahun ke atas
  • Mengalami cedera pada mata
  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit retina
  • Menderita penyakit kronis, seperti diabetes atau hipertensi

Gejala Penyakit Retina

Gejala penyakit retina yang muncul pada penderitanya bermacam-macam, tergantung penyebabnya. Namun, gejala yang umumnya muncul pada penderita penyakit retina adalah gangguan penglihatan berupa:
  • Pandangan kabur
  • Luas pandangan menjadi terbatas
  • Floaters
  • Kilatan-kilatan cahaya atau photopsia
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Gangguan pada kemampuan membedakan warna
Gejala penyakit retina dapat berkembang secara perlahan seiring bertambahnya usia atau berkembang secara cepat. Gejala tersebut dapat terjadi pada salah satu atau kedua belah mata.

Diagnosis Penyakit Retina

Untuk mendiagnosis penyakit retina, dokter akan terlebih dahulu menanyakan gejala yang dialami, serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh, termasuk memeriksa ketajaman penglihatan dan gerakan bola mata. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan oftalmoskopi, yaitu pemeriksaan retina dengan alat khusus.
Untuk memastikan jenis dan penyebab penyakit retina yang diderita, pasien akan diminta menjalani pemeriksaan penunjang, seperti:
  • USG mata, CT scandan MRI
    Ketiga pemeriksaan ini dapat memberi gambaran retina yang lebih jelas secara visual. Tujuannya untuk membantu menetapkan diagnosis dan menentukan pengobatan, termasuk memeriksa kemungkinan adanya cedera atau tumor pada mata.
  • Optical coherence tomography (OCT)
    Pemeriksaan ini dapat menampillkan gambaran retina yang digunakan untuk mendeteksi kelainan retina pada penyakit degenerasi makula.
  • Tes Amsler grid
    Tes ini dilakukan untuk menguji ketajaman penglihatan di tengah dengan menggunakan alat yang mengandung gambar bergaris untuk dilihat pasien. Pasien kemudian akan diminta mendeskripsikan kondisi garis yang dilihat.
  • Angiografi mata
    Angiografi mata dilakukan untuk melihat pembuluh darah retina. Pemeriksaan ini membantu dokter mengetahui bila ada sumbatan, kebocoran, atau kelainan pada pembuluh darah di mata.
  • Tes genetik
    Tes genetik bertujuan untuk mendiagnosis penyakit retina yang timbul akibat faktor keturunan. Dokter akan mengambil sampel DNA pasien dari jaringan tubuh tertentu, kemudian memeriksanya di laboratorium untuk melihat apakah penyakit retina pada pasien disebabkan oleh faktor genetik atau bukan.

Pengobatan Penyakit Retina

Pengobatan penyakit retina tergantung pada jenis dan penyebabnya. Pengobatan bertujuan untuk memperbaiki penglihatan pasien dan mencegah penyakit yang diderita bertambah buruk.
Pengobatan untuk penyakit retina umumnya dilakukan dengan tindakan khusus yang dilakukan oleh dokter spesialis mata. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan adalah:

1. Penyuntikan obat pada mata

Penyuntikan terutama ditujukan pada vitreus atau gel bening pada mata. Tindakan ini digunakan untuk mengatasi degenerasi makula, pembuluh darah mata yang pecah, atau retinopati diabetik.

2. Vitrektomi

Vitrektomi adalah operasi untuk mengganti gel pada bagian mata yang disebut vitreus dengan menyuntikkan gas, udara, atau cairan ke dalamnya. Tindakan ini dilakukan untuk mengobati ablasi retina atau infeksi pada mata.

3. Cryopexy

Cryopexy adalah pembekuan dinding luar mata untuk mengobati retina yang robek. Tujuannya adalah untuk memperlambat kerusakan akibat luka dan mengembalikan retina agar tetap berada di dinding bola mata.

4. Scatter laser photocoagulation (SLP)

SLP merupakan prosedur untuk menyusutkan pembuluh darah baru yang tidak normal atau pendarahan yang membahayakan mata. Tindakan ini biasanya digunakan untuk mengobati retinopati diabetik.

5. Pneumatic retinopexy

Pneumatic retinopexy adalah penyuntikan udara atau gas pada mata untuk mengatasi beberapa jenis pemisahan retina. Tindakan ini dapat dikombinasikan dengan cyropexy atau laser photocoagulation.

6. Scleral buckling

Scleral buckling adalah metode perbaikan permukaan mata guna mengatasi ablasi retina. Tindakan ini diakukan dengan menambahkan silikon di luar bagian putih mata (sklera).

7. Implantasi prostesis retina

Metode pengobatan ini dilakukan dengan memasang retina prostesis (tiruan) melalui operasi. Pemasangan retina tiruan dilakukan pada pasien yang sulit melihat atau menderita kebutaan akibat penyakit retina, terutama akibat retinitis pigmentosa.

8. Terapi laser

Terapi laser dilakukan untuk memperbaiki robekan atau lubang pada retina. Selain memperbaiki robekan retina, pemanasan dengan sinar laser pada bagian yang robek tersebut juga akan menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang membuat retina menempel dengan jaringan penyangganya.

Komplikasi Penyakit Retina

Penyakit retina yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan penglihatan yang bersifat permanen dan kebutaaan. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan gangguan pada mata sedini mungkin.

Pencegahan Penyakit Retina

Pencegahan penyakit retina adalah dengan melakukan pemeriksaan mata secara rutin dan berkala, sesuai dengan usia.
Anak-anak perlu menjalani pemeriksaan mata paling tidak satu kali saat masih balita, usia sekolah, dan remaja, untuk memeriksa perkembangan penglihatannya. Selain itu, pemeriksaan mata juga dianjurkan setiap 1–2 tahun sekali sejak usia 40 tahun.
Seseorang yang memiliki faktor risiko menderita penyakit mata juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan mata secara berkala, meskipun belum berusia 40 tahun. Faktor risiko yang dimaksud adalah menderita penyakit diabetes dan hipertensi, atau memiliki keluarga dengan riwayat penyakit mata.

Desain-tanpa-judul-78.png
28/Nov/2022

Mata kering merupakan keluhan yang cukup sering dijumpai, apalagi di era teknologi seperti sekarang ini.

Meski bukan hal yang berbahaya hingga mengancam fungsi penglihatan, mata kering tetap harus harus ditangani dengan baik.

Faktanya, mata kering yang dibiarkan terjadi berkelanjutan bisa menyebabkan indra penglihatan Anda terasa gatal, mengganjal, dan mudah lelah.

Apabila kondisi tersebut tidak segera diobati juga, kornea Anda berisiko terluka. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa mata merah, terasa terbakar, buram, nyeri, dan pandangan silau.

cara mengobati mata kering sekaligus mencegahnya agar tak terjadi berulang:

1.KOMPRES HANGAT PADA KELOPAK MATA

Kompres hangat dapat dilakukan sekitar 4 kali dalam sehari dengan durasi 3 menit untuk membantu mengatasi mata kering.

Anda dapat menggunakan kapas kosmetik yang direndam dalam air hangat, kemudian diperas. Dengan posisi mata tertutup, tempelkan kapas yang masih terasa hangat ke bagian yang mengalami keluhan.

2.LEBIH SERING BERKEDIP

Ketika sedang terlalu fokus melakukan sesuatu, beberapa orang terkadang lupa untuk berkedip. Padahal, hal ini bisa meningkatkan risiko mata kering.

Agar tidak mengalaminya, pastikan untuk mengistirahatkan mata sejenak. Upayakan pula berkedip secara sadar guna membantu menjaga kelembapan permukaan bola mata.

3.AIR MATA BUATAN

Mengalami mata kering dan terasa mengganjal?  Anda boleh menggunakan air mata buatan (artificial tears) yang dapat dibeli bebas di apotek.

Pastikan untuk mematuhi aturan pakai agar manfaatnya lebih terasa. Secara umum, artificial tears dapat digunakan sekitar 4 kali dalam seharI.

4.SERING MENGINSTIRAHATKAN MATA

Mata bisa kelelahan apabila terlalu sering digunakan. Kondisi ini bisa memicu mata kering.

Agar tidak mengalami keluhan tersebut, Anda mesti mengistirahatkan mata setiap 20 menit sekali. Caranya bisa dengan memejamkan mata sejenak, atau melihat benda-benda yang jaraknya jauh.

5.SERING MELIHAT JAUH

Terlalu sering menatap dalam jarak dekat bisa membuat mata lelah dan kering.

Guna mengatasi kondisi tersebut, Anda perlu mengalihkan pandangan untuk melihat objek berjarak 6 meter atau lebih selama 20 detik.

6.KONSUMSI MAKANAN MENGANDUNG OMEGA-3

Tingkatkan konsumsi makanan yang tinggi omega 3, seperti seafood, kacang-kacangan, sayur, produk susu, dan telur.

Tidak hanya baik untuk kesehatan mata, mengonsumsi makanan-makanan tersebut dalam jumlah seimbang sangat baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

7.TERAPKAN ATURAN  3D

Bagi Anda yang harus menggunakan komputer atau laptop sepanjang hari, sangat penting untuk menerapkan kebiasaan 3D (distancedirection, dan duration).

Distance berarti Anda mesti memperhatikan jarak mata ke gawai agar tidak terlalu dekat atau terlalu jauh.

Direction berarti Anda mesti memperhatikan arah pandangan mata dengan gawai yang digunakan. Usahakan agar arahnya lurus dengan pandangan mata. Hindari penggunaan gawai dengan posisi berbaring.

Duration berarti Anda mesti memperhatikan waktu yang dihabiskan saat menggunakan gawai, yaitu tidak lebih dari 2 jam. Beristirahatlah sejenak dengan melihat objek berjarak jauh sebelum kembali menggunakan gawai.

8.HINDARI LINGKUNGAN BERASAP

Tidak hanya karena asap rokok, mata kering juga bisa terjadi akibat paparan polusi udara.

Oleh karena itu, agar mata tetap sehat, Anda mesti berupaya keluar dari area yang dipenuhi asap.

9.HINDARI PAPASAN AC SECARA LANGSUNG

Perhatikan posisi meja kerja Anda. Jika posisi meja kerja menghadap langsung ke arah AC, bisa jadi hal ini yang memicu keluhan mata kering.

Bila Anda mengalaminya, ubahlah posisi duduk Anda agar tidak langsung terpapar AC.

10.JAGA KELEMBAPAN RUANGAN

Berada di ruangan dengan kelembapan udara yang rendah bisa meningkatkan risiko mata kering. Apalagi, jika ruangan tersebut terpapar cahaya matahari secara langsung.

Oleh karena itu, pilihlah lingkungan bekerja dengan kelembapan udara yang cukup baik agar mata kering dapat dihindari.


Desain-tanpa-judul-71.png
24/Nov/2022

Buta warna adalah kondisi mata yang tidak mampu mata melihat warna secara normalPenderita penyakit ini sulit membedakan warna tertentu (buta warna parsial) atau bahkan seluruh warna (buta warna total).

Buta warna adalah penyakit yang umumnya didapat sejak lahir. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Buta warna merupakan penyakit seumur hidup. Agar penderita dapat beradaptasi dengan kondisi ini, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan jenis buta warna yang diderita.

Penyebab Buta Warna

Mata memiliki sel-sel saraf khusus yang bereaksi terhadap warna dan cahaya. Selain mendeteksi terang dan gelap, sel ini juga berfungsi untuk mendeteksi tiga pigmen warna, yakni merah, hijau, dan biru. Selanjutnya, otak akan menentukan persepsi warna dari apa yang ditangkap oleh sel dalam mata tersebut.

Pada penderita buta warna, sel yang mendeteksi pigmen warna rusak atau tidak berfungsi. Akibatnya, mata tidak dapat mendeteksi warna-warna tertentu atau bahkan seluruh warna.

Penyebab buta warna terbagi menjadi tiga, yakni sebagai berikut:

1. Diturunkan

Pada sebagian besar kasus, buta warna diturunkan dari orang tua ke anak. Buta warna turunan umumnya memengaruhi kedua mata. Tingkat keparahan buta warna pada penyakit turunan bisa ringan, sedang, hingga berat, dengan derajat keparahan yang tidak akan berubah hingga akhir hidup penderitanya.

2. Didapatkan

Selain keturunan, faktor-faktor berikut dapat menyebabkan seseorang terkena buta warna di kemudian hari:

  • Penyakit tertentu yang bisa menurunkan kemampuan melihat warna, seperti anemia sel sabit, diabetes, degenerasi makula, penyakit Alzheimer,

    multiple sclerosis, glaukoma, penyakit Parkinson, leukemia, atau kecanduan alkohol

  • Efek samping obat, seperti digoxin, ethambutol, phenytoin, sildenafil, dan hydroxychloroquine

  • Paparan zat kimia, misalnya

    carbon disulfide yang digunakan dalam industri rayon, atau styrene yang dimanfaatkan dalam industri plastik dan karet

  • Cedera mata, misalnya akibat kecelakaan atau benturan

3. Penuaan

Usia juga dapat menjadi penyebab seseorang menderita buta warna. Seiring usia bertambah, kemampuan mata dalam menangkap cahaya dan warna akan menurun sehingga dapat menimbulkan kesulitan dalam membedakan warna. Kondisi ini akan lebih buruk pada seseorang yang menderita penyakit katarak.

Gejala dan Jenis Buta Warna

Buta warna ditandai dengan kesulitan membedakan warna tertentu (buta warna parsial), atau bahkan seluruh warna (buta warna total). Tanda-tanda seseorang menderita buta warna antara lain:

  • Sulit mengikuti pelajaran di sekolah yang berhubungan dengan warna

  • Sulit membedakan warna lampu lalu lintas

  • Sulit membedakan warna obat

  • Sulit membedakan warna buah yang mentah dengan yang sudah matang, atau menentukan tingkat kematangan makanan yang sedang dimasak

Gejala buta warna pada tiap pasien dapat berbeda, tergantung sel pigmen yang rusak atau tidak berfungsi. Gejala ini terbagi menjadi tiga tipe, yakni merah-hijau, biru-kuning, dan total. Berikut ini adalah penjelasannya:

Buta warna merah-hijau

Beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita buta warna merah-hijau, yaitu:

  • Kuning dan hijau terlihat kemerahan

  • Oranye, merah, dan kuning terlihat seperti kehijauan

  • Merah terlihat seperti abu-abu gelap

  • Merah terlihat kuning kecokelatan, dan hijau terlihat seperti warna krem

Buta warna biru-kuning

Jenis ini juga termasuk buta warna parsial. Penderita kondisi ini mengalami gejala berupa:

  • Biru terlihat kehijauan

  • Sulit membedakan merah muda dengan kuning dan merah

  • Kuning terlihat seperti abu-abu atau ungu terang

Buta warna total

Berbeda dengan kedua tipe di atas, seseorang yang menderita buta warna total kesulitan membedakan semua warna. Bahkan, sekitar 10% dari penderita buta warna total hanya dapat melihat warna putih, abu-abu, dan hitam.

Diagnosis Buta Warna                    

Dokter akan melakukan pemeriksaan buta warna untuk mendiagnosis kondisi tersebut pada pasien. Beberapa jenis tes buta warna yang dapat dilakukan oleh dokter adalah:

Tes Ishihara

Tes Ishihara adalah yang paling sering digunakan. Dalam prosesnya, dokter akan meminta pasien untuk mengenali angka atau huruf yang tertera secara samar pada gambar berupa titik-titik berwarna.

Tes penyusunan warna

Dalam tes penyusunan warna, pasien harus menyusun warna yang berbeda sesuai dengan gradasi tingkat kepekatan warna.

Selain dua tes di atas, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk mencari tahu penyebab lain buta warna.

Pengobatan Buta Warna

Belum ada metode pengobatan yang dapat mengembalikan kemampuan pasien melihat warna sepenuhnya. Namun, pasien bisa melatih diri agar terbiasa dengan buta warna yang dideritanya.

Bagi orang tua, penting untuk mengenali gejala dan tanda-tanda buta warna pada anak. Tujuannya adalah agar orang tua bisa membantu anak beradaptasi dengan kondisinya sehingga aktivitas belajar atau kesehariannya dapat berjalan normal.

Segala kesulitan yang dialami pasien buta warna dapat dikurangi dengan beberapa upaya, seperti:

  • Berlatih mengingat segala aktivitas yang berkaitan dengan warna, misalnya dengan mengingat posisi warna pada rambu lampu lalu lintas

  • Menggunakan pencahayaan atau lampu yang terang di rumah dan kantor agar membantu memperjelas warna yang ada

  • Menggunakan teknologi pendukung yang tersedia, seperti aplikasi khusus yang dapat mendeteksi dan memberi tahu warna pada suatu objek

  • Menggunakan lensa kontak atau kacamata khusus yang dapat membantu pasien dalam mendeteksi warna tertentu sekaligus mengurangi intensitas cahaya yang dapat mengganggu penglihatan pasien

  • Meminta bantuan kerabat atau keluarga saat mengalami situasi sulit yang berhubungan dengan warna, misalnya ketika mencocokkan warna pakaian atau melihat apakah daging yang dimasak telah matang

Jika buta warna yang dialami pasien merupakan dampak dari penyakit tertentu atau efek samping obat, dokter akan mengatasi penyakit tersebut atau meresepkan obat lain.


Desain-tanpa-judul-70.png
23/Nov/2022

Mata malas adalah gangguan penglihatan pada salah satu mata karena otak dan mata tidak terhubung dengan baik. Akibatnya, daya penglihatan pada salah satu mata akan menurun sedangkan mata lainnya dapat melihat dengan jelas.

Mata malas atau amblyopia terjadi pada anak-anak. Kondisi ini menyebabkan kualitas atau fokus penglihatan yang dihasilkan oleh kedua mata berbeda. Akibatnya, otak hanya akan menerjemahkan sinyal penglihatan dari mata yang baik dan mengabaikan penglihatan dari mata yang mengalami gangguan (mata malas).

Mata malas umumnya terjadi sejak lahir hingga usia 7 tahun. Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, penyakit ini dapat menyerang kedua belah mata.

Penyebab Mata Malas

Mata malas terjadi ketika koneksi saraf dari salah satu mata ke otak tidak terbentuk sempurna pada masa kanak-kanak. Akibatnya, mata yang kemampuan penglihatannya buruk akan mengirimkan sinyal visual yang kabur atau keliru ke otak. Seiring waktu, kinerja kedua mata menjadi tidak sinkron dan otak akan mengabaikan sinyal dari mata yang buruk.

Mata malas pada anak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, yaitu:

1. Mata juling (strabismus)

Mata juling adalah kondisi ketika posisi kedua mata tidak sejajar dan melihat ke arah yang berbeda. Pada kondisi ini, salah satu mata melihat ke depan dan mata yang lain melihat ke atas, bawah, atau samping. Akibatnya, penderita tidak dapat memusatkan pandangan pada satu titik dan sering mengalami penglihatan ganda.

2. Gangguan refraksi

Kondisi ini terjadi akibat adanya perbedaan refraksi pada kedua mata. Akibatnya, mata yang penglihatannya lebih jelas akan lebih dominan digunakan untuk melihat. Contoh gangguan refraksi adalah rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme.

3. Katarak pada anak

Katarak menyebabkan terjadinya pengapuran pada lensa mata sehingga membuat penglihatan menjadi buram. Jika hanya terjadi pada salah satu mata, kondisi ini bisa memicu terjadinya mata malas pada anak.

4. Gangguan lain di mata

Luka pada kornea atau lapisan transparan di bagian depan mata dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan memicu mata malas. Di samping itu, mata malas juga bisa dipicu oleh ptosis atau kelopak mata terkulai.

Faktor risiko mata malas

Selain kondisi-kondisi di atas, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya mata malas, yaitu:

  • Kelahiran prematur

  • Lahir dengan berat badan di bawah normal

  • Faktor keturunan, terutama jika ada riwayat mata malas dalam keluarga

  • Gangguan perkembangan anak

Gejala Mata Malas

Anak-anak mungkin jarang menyadari bila mereka menderita gangguan penglihatan sehingga mata malas sulit dideteksi. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya mewaspadai gejala dan tanda berikut ini:

  • Mata terlihat tidak bekerja secara bersamaan

  • Salah satu mata sering bergerak ke arah dalam atau luar

  • Anak sulit memperkirakan jarak

  • Anak sering memicingkan mata atau menutup salah satu mata ketika melihat

  • Anak sering memiringkan kepala agar dapat melihat dengan lebih jelas

  • Hasil tes penglihatan yang buruk

Diagnosis Mata Malas

Untuk mendeteksi mata malas pada anak, orang tua dapat melakukan tes secara mandiri di rumah. Pemeriksaan dilakukan dengan menutup salah satu mata anak secara bergiliran dan meminta anak untuk melihat suatu objek.

Umumnya, anak akan mengeluh jika yang ditutupi adalah mata yang baik dan tidak akan mengeluh jika yang ditutupi adalah mata yang malas. Akan tetapi, untuk lebih memastikan diagnosis, orang tua disarankan untuk memeriksakan anak ke dokter.

Pada sebagian besar kasus, dokter bisa mendeteksi mata malas melalui pemeriksaan mata lengkap. Ketika pemeriksaan berlangsung, dokter akan memberikan tetes mata untuk memperlebar pupil dan memeriksa bagian belakang mata.

Metode pemeriksaan untuk mendiagnosis mata malas sesuai dengan usia anak dan tahap perkembangannya. Pada bayi dan balita, dokter akan mendeteksi katarak dengan menggunakan alat pembesar. Dokter juga akan memeriksa kemampuan bayi dan balita dalam melirik dan melihat benda bergerak.

Sementara, pada anak usia 3 tahun ke atas, dokter akan meminta anak melihat gambar atau huruf menggunakan masing-masing mata secara bergantian sambil menutup mata yang lain.

Pengobatan Mata Malas

Umumnya, peluang mata malas untuk sembuh cukup tinggi bila dideteksi dan diatasi sedini mungkin. Sebaliknya, penanganan yang baru diberikan setelah anak berusia di atas 6 tahun memiliki tingkat kesembuhan lebih rendah.

Penanganan mata malas bertujuan untuk mengatasi penyebabnya dan mengajarkan anak untuk membiasakan diri melihat dengan mata yang terkena penyakit ini. Metode pengobatannya akan dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan kondisi dan efeknya pada penglihatan anak.

Beberapa metode penanganan mata malas yang akan disarankan oleh dokter adalah:

1. Kacamata

Pemakaian kacamata dapat memperbaiki mata malas yang disebabkan oleh kelainan refraksi, seperti rabun dekat, rabun jauh, dan astigmatisme.

2. Penutup mata

Penanganan mata malas dengan penutup mata paling efektif bagi pasien balita. Terapi ini dilakukan dengan memakaikan alat penutup mata ke mata yang normal. Tujuannya adalah untuk memperbaiki penglihatan pada mata yang malas.

Penutup mata umumnya dipakai selama 2–6 jam per hari. Pada beberapa kasus, terapi ini dapat dikombinasikan dengan penggunaan kacamata.

3. Obat tetes mata khusus

Metode ini menggunakan obat tetes mata khusus yang dapat mengaburkan pandangan pada mata yang normal. Hal ini akan mendorong anak-anak untuk menggunakan mata malas mereka. Namun, obat tetes mata seperti ini dapat memicu efek samping berupa peningkatan sensitivitas terhadap cahaya atau iritasi mata.

4. Operasi

Prosedur ini dianjurkan untuk mengatasi mata malas yang disebabkan oleh katarak atau mata juling. Operasi umumnya dilakukan dengan didahului pemberian bius total. Setelah menjalani operasi, anak harus menjalani pemulihan di rumah sakit.

Pada sebagian besar kasus, mata malas yang ditangani dengan tepat akan sembuh dalam beberapa minggu atau bulan. Namun, pengobatan umumnya perlu dilakukan selama 6 bulan hingga 2 tahun, terutama jika pasien mengalami kekambuhan.

Komplikasi Mata Malas

Jika tidak ditangani, mata malas bisa menyebabkan gangguan pada otot bola mata sehingga perlu dioperasi. Komplikasi lain yang dapat terjadi akibat mata malas adalah kebutaan pada mata yang malas.

Pencegahan Mata Malas

Untuk mencegah mata malas, bawa anak ke dokter untuk menjalani pemeriksaan mata. Pemeriksaan dapat dilakukan secara rutin pada saat anak berusia 6 bulan, 3 tahun, dan pada usia sekolah.

Tujuan pemeriksaan mata adalah untuk memastikan perkembangan penglihatan anak dan mendeteksi sedini mungkin bila anak mengalami gangguan penglihatan. Jika pada saat pemeriksaan dokter mencurigai anak menderita mata malas, penanganan dapat segera dilakukan.




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!