Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Waspadai-Ablasio-Retina-Gangguan-Serius-yang-Dapat-Sebabkan-Kehilangan-Penglihatan.png
17/Jun/2025

Retina adalah lapisan tipis yang terletak di bagian terdalam bola mata dan memiliki peranan sangat penting dalam proses penglihatan. Fungsinya adalah menerima cahaya dari luar, lalu mengubahnya menjadi sinyal saraf yang akan diteruskan ke otak. Melalui lapisan fotoreseptor, retina mengelola cahaya agar penglihatan kita menjadi jelas dan tajam, termasuk dalam hal warna serta intensitasnya. Ketika retina mengalami kerusakan, maka kemampuan melihat pun dapat terganggu secara signifikan.

Salah satu kondisi serius yang dapat terjadi pada retina adalah ablasio retina. Ini adalah gangguan ketika retina terlepas dari bagian belakang bola mata. Saat retina terlepas, pasokan oksigen dan nutrisi ke sel-sel saraf mata menjadi terganggu. Hal ini dapat berujung pada hilangnya penglihatan, baik sebagian maupun secara total, tergantung pada seberapa besar area retina yang terlepas.

Ablasio retina tergolong kondisi darurat medis. Jika mengalami perubahan penglihatan secara tiba-tiba, segera cari pertolongan medis. Penanganan yang lambat dapat meningkatkan risiko kehilangan penglihatan permanen. Gangguan ini dialami sekitar 0,3 persen populasi, dan lebih umum terjadi pada individu lansia berusia 60 hingga 70 tahun. Pria dilaporkan lebih sering mengalaminya dibandingkan wanita.

Yang membuat kondisi ini berbahaya adalah karena sering kali tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga banyak penderita tidak menyadarinya sejak awal. Namun, ada beberapa gejala yang dapat menjadi peringatan, seperti pandangan menjadi buram, kehilangan sebagian bidang penglihatan, munculnya kilatan cahaya secara tiba-tiba, bagian penglihatan tampak seperti tertutup tirai, area gelap dalam pandangan, serta melihat banyak floaters atau bayangan seperti benang dan titik-titik hitam yang melayang-layang di depan mata.

Ablasio retina dapat terbagi menjadi tiga jenis. Pertama adalah ablasio retina regmatogen, yaitu kondisi yang disebabkan oleh robekan atau lubang pada retina. Melalui lubang ini, cairan vitreus dapat masuk ke belakang retina dan memisahkannya dari lapisan yang menyuplai nutrisi dan oksigen. Ini adalah tipe ablasio retina yang paling umum terjadi. Kedua adalah ablasio retina traksi, yang terjadi akibat jaringan pada permukaan retina berkontraksi dan menarik retina dari tempatnya. Kondisi ini sering dikaitkan dengan komplikasi diabetes. Ketiga adalah ablasio retina eksudatif, yang terjadi akibat penumpukan cairan di bawah retina yang menyebabkan pemisahan tanpa adanya robekan. Umumnya disebabkan oleh peradangan, infeksi, tumor, atau tekanan darah tinggi.

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami ablasio retina antara lain usia di atas 50 tahun, riwayat ablasio retina pada salah satu mata, memiliki keluarga dengan riwayat serupa, rabun jauh yang berat (lebih dari 6 dioptri), pernah menjalani operasi mata seperti operasi katarak, mengalami cedera mata berat, atau memiliki riwayat penyakit mata lainnya.

 

Pilihan pengobatan untuk ablasio retina sangat bergantung pada kondisi pasien. Jika ditemukan adanya robekan atau lubang namun retina belum sepenuhnya terlepas, dokter dapat melakukan tindakan laser fotokoagulasi. Laser akan membentuk jaringan parut di sekitar robekan agar retina tetap menempel pada tempatnya.

Jika retina sudah terlepas, maka diperlukan tindakan pembedahan. Beberapa metode operasi yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Pneumatic retinopexy, yaitu penyuntikan gelembung gas ke dalam bola mata agar menekan retina ke posisi semula. Umumnya digunakan jika area retina yang terlepas relatif kecil.
  2. Vitrektomi, yaitu pengangkatan cairan vitreus dan jaringan yang menarik retina. Setelah itu, gelembung gas atau silikon disuntikkan untuk menahan retina. Bila digunakan silikon, maka pasien perlu menjalani prosedur tambahan untuk mengangkatnya setelah 3 hingga 6 bulan.
  3. Scleral buckling, yaitu pemasangan ikat silikon di bagian luar putih mata (sklera) agar dinding mata menekan retina ke tempatnya. Jika pelepasan retina cukup luas, silikon dapat diletakkan secara permanen melingkari mata tanpa mengganggu penglihatan.

Meski tidak semua kasus ablasio retina bisa dicegah, terdapat langkah-langkah penting yang dapat membantu menurunkan risikonya. Pertama, segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata jika muncul floaters, kilatan cahaya, atau perubahan lapang pandang. Kedua, lakukan pemeriksaan mata secara rutin setidaknya sekali dalam setahun. Bagi penderita diabetes, pemeriksaan perlu dilakukan lebih sering. Ketiga, jaga kadar gula darah dan tekanan darah agar pembuluh darah retina tetap sehat. Keempat, gunakan pelindung mata ketika berolahraga atau melakukan aktivitas yang berisiko terhadap mata.

Menjaga kesehatan mata tidak boleh diabaikan. Gangguan penglihatan yang tampak sepele bisa saja menjadi gejala awal dari kondisi serius. Pemeriksaan rutin minimal sekali setahun sangat dianjurkan agar penglihatan tetap optimal sepanjang waktu.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mengenal-Kalazion-Benjolan-di-Kelopak-Mata-yang-Sering-Disangka-Jerawat.jpg
10/Jun/2025

Kalazion merupakan kondisi berupa benjolan atau pembengkakan yang umumnya muncul di kelopak mata bagian atas. Meskipun terlihat seperti jerawat atau kista biasa, benjolan ini terbentuk akibat penumpukan minyak dari kelenjar meibom yang mengalami penyumbatan. Proses pembentukannya berlangsung secara perlahan dan seringkali disertai rasa nyeri yang hanya muncul sementara di awal kemunculannya.

Kondisi ini paling banyak dialami oleh orang dewasa berusia antara 30 hingga 50 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan semua kelompok usia dapat mengalaminya, meskipun kasus pada anak-anak tergolong langka.

 

Mengapa Kalazion Bisa Terjadi?

Akar dari munculnya kalazion adalah peradangan pada kelenjar meibom di kelopak mata. Kelenjar ini sebenarnya berfungsi penting, yakni memproduksi pelumas untuk menjaga kelembapan dan perlindungan mata. Ketika saluran kelenjar tersumbat akibat peradangan, minyak akan mengental dan akhirnya membentuk benjolan.

 

Siapa yang Lebih Rentan Terkena Kalazion?

Walau bisa terjadi pada siapa saja, beberapa kondisi tertentu bisa meningkatkan risikonya, seperti:

  • Peradangan kronis pada kelopak mata (blepharitis)
  • Gangguan kulit seperti dermatitis seboroik dan rosacea
  • Penyakit metabolik kronis seperti diabetes
  • Riwayat pernah mengalami kalazion sebelumnya

 

Fakta Menarik Tentang Kalazion

  1. Kalazion tidak mengenal usia, meski lebih sering muncul pada orang dewasa.
  2. Banyak orang mengira kalazion adalah jerawat biasa di kelopak mata.
  3. Benjolan kecil bisa sembuh dengan sendirinya tanpa bantuan medis.
  4. Perawatan kebersihan kelopak mata berperan penting dalam mencegah kemunculannya.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Kalazion memiliki gejala khas berupa benjolan di kelopak mata bagian atas. Di awal, benjolan bisa terasa nyeri, tapi keluhan ini cenderung hilang seiring waktu. Gejala lain yang dapat menyertai antara lain:

  • Pembengkakan ringan pada kelopak mata
  • Sensasi tidak nyaman seperti ada yang mengganjal
  • Kulit kelopak tampak kemerahan
  • Mata berair dan mudah teriritasi
  • Penglihatan bisa sedikit buram jika benjolan menekan bola mata

 

Bagaimana Kalazion Didiagnosis?

Diagnosis kalazion biasanya dilakukan melalui pemeriksaan langsung oleh dokter. Umumnya tidak diperlukan tes lanjutan yang rumit. Prosedur pemeriksaan bisa mencakup:

  • Menanyakan riwayat kesehatan dan penyakit mata sebelumnya
  • Pemeriksaan fisik mata, termasuk kondisi kelopak, bulu mata, dan kulit sekitarnya
  • Pengamatan detail menggunakan pembesaran dan cahaya untuk melihat dasar bulu mata serta saluran minyak

 

Penanganan Awal dan Perawatan Mandiri

Langkah pertama yang sering disarankan untuk mengatasi kalazion adalah dengan melakukan perawatan rumahan yang sederhana. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan meliputi:

  • Mengompres kelopak mata menggunakan handuk hangat selama 10 menit, 3-4 kali sehari. Ini membantu melunakkan minyak yang menyumbat saluran kelenjar.
  • Melakukan pijatan lembut pada kelopak mata setelah kompres.
  • Membersihkan area kelopak dengan sampo bayi yang aman untuk mata.
  • Menjaga tangan tetap bersih dan menghindari menyentuh atau memencet benjolan.

 

Pengobatan Medis Jika Tidak Kunjung Sembuh

Bila kalazion tidak menunjukkan tanda-tanda membaik dalam satu bulan, penanganan medis mungkin diperlukan. Metode yang umum dilakukan adalah:

  • Penggunaan obat tetes atau salep antibiotik jika disertai infeksi
  • Tetes mata dengan kandungan steroid untuk mengurangi peradangan
  • Suntikan kortikosteroid langsung ke dalam benjolan
  • Tindakan bedah minor untuk mengangkat benjolan secara permanen jika perawatan lain tidak efektif

 

Kemungkinan Komplikasi

Meskipun tidak berbahaya, kalazion yang tidak dirawat dengan baik bisa menimbulkan komplikasi seperti:

  • Infeksi sekunder atau abses
  • Peradangan kronis yang berulang
  • Gangguan penglihatan akibat tekanan pada bola mata
  • Terbentuknya jaringan parut
  • Muncul kembali di tempat yang sama atau berbeda
  • Blepharitis berulang

 

Cara Efektif Mencegah Kalazion

Pencegahan kalazion sangat bergantung pada kebersihan dan kebiasaan sehari-hari. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:

  • Mencuci tangan secara rutin, terutama sebelum menyentuh area wajah atau mata
  • Merawat lensa kontak dengan benar, termasuk mencuci tangan sebelum memakainya dan membersihkannya dengan larutan khusus
  • Membersihkan wajah setiap hari, terutama setelah memakai riasan
  • Mengganti produk make-up secara berkala dan tidak menggunakan kosmetik milik orang lain
  • Membersihkan alat make-up setelah digunakan dan menghapus riasan sebelum tidur hingga bersih sempurna

 

Kapan Sebaiknya Menghubungi Dokter?

Jika kalazion tidak menunjukkan perbaikan setelah beberapa minggu perawatan rumahan, penting untuk segera menemui dokter spesialis mata. Terutama jika benjolan semakin membesar, menyebabkan nyeri berkepanjangan, atau mengganggu penglihatan. Penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi lebih lanjut dan memastikan kondisi bukan gejala dari gangguan lain yang lebih serius. Kalazion mungkin tampak sepele, namun bisa menimbulkan ketidaknyamanan yang cukup signifikan. Mengetahui gejala awal, memahami penyebabnya, dan melakukan perawatan mandiri yang tepat bisa membantu menghindari intervensi medis. Namun, bila kondisi memburuk atau sering kambuh, jangan ragu untuk memeriksakannya lebih lanjut demi mencegah komplikasi jangka panjang. Kesehatan mata tak hanya bergantung pada penglihatan, tapi juga pada perhatian terhadap perubahan kecil yang mungkin muncul pada area sekitarnya.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-09-19T144351.018.png
19/Sep/2024

Sakit mata akan mengganggu segalanya. Itu membuat Anda tidak nyaman beraktivitas, dan rekan kerja Anda mungkin menjauhi Anda karena dianggap dapat menularkan penyakit meskipun tidak bersentuhan langsung.

Sebagian orang percaya bahwa sakit mata menular melalui pandangan, jadi penderita diminta untuk menghindari orang lain dan bahkan mengenakan kacamata hitam untuk menghindari kontak mata langsung. Apakah benar bahwa sakit mata dapat menyebar melalui pandangan? Anda dapat menemukan faktanya di sini.

 

Bagaimana Sakit Mata Menular

Konjungtivitis adalah kondisi meradangnya konjungtiva, yaitu selaput bening yang melapisi seluruh bagian terdepan mata, yang menyebabkan mata merah. Konjungtivitis dapat menyebabkan mata merah. Alergi, cipratan bahan kimia ke mata, masuknya benda asing ke mata, dan faktor lain dapat menyebabkan konjungtivitis. Infeksi bakteri, virus, jamur, dan parasit adalah penyebab yang paling umum Lebih dari 50% kasus konjungtivitis disebabkan oleh virus. Oleh karena itu, jenis penyakit ini sangat mudah menular.

Apakah dapat terjadi penularan sakit mata melalui pandangan tanpa sentuhan atau kontak? Tidak. Berikut ini adalah cara penularan penyakit mata yang benar dan berdasarkan bukti medis:

  • Sentuhan tangan
    Ketika orang sehat menyentuh mata tanpa mencuci tangan, virus dapat menyebar. Ketika kekebalan seseorang menurun, penularan menjadi lebih mudah. begitu juga dengan infeksi bakteri di mata. Sebagian besar bakteri dapat bertahan di permukaan selama 8 hingga beberapa hari, tetapi virus dapat bertahan selama 2 bulan.
  • Batuk dan bersin
    Selain itu, cairan yang keluar saat batuk atau bersin dapat menjadi sumber sakit mata.
  • Kontak erat
    Kontak dekat yang dapat menyebabkan sakit mata adalah jabat tangan, pelukan, atau ciuman.
  • Lensa mata
    Bakteri yang menyebabkan penyakit mata dapat tumbuh lewat lensa kontak jika Anda tidak sering membersihkannya.

 

Cara Mencegah Sakit Mata yang Menular

Agar terhindar dari penularan sakit mata, lakukan hal-hal yang bersih dan sehat setiap hari, seperti:

  • Hindari menyentuh mata Anda dengan tangan kotor atau tidak dicuci.
  • Sangat penting untuk mencuci tangan sebelum menyentuh mulut, hidung, atau mata dengan sabun dan air mengalir.
  • Hindari berbagi handuk setelah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Tidak berbagi alat perawatan mata atau kosmetik dengan orang lain

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-06-06T104837.631.png
06/Jun/2024

Cara mengempeskan mata bengkak dapat mempercepat pemulihan kondisi yang mengganggu penampilan dan aktivitas ini. Beberapa metode ini bahkan dapat dilakukan dengan bahan-bahan yang tersedia di rumah Anda sendiri, tanpa harus mengeluarkan uang banyak.

Mata bengkak dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti kurang tidur, menangis, reaksi alergi, hingga gejala penyakit seperti konjungtivitis, blefaritis, bintitan, selulitis, herpes zoster, dan penyakit Graves. Biasanya, mata bengkak akan sembuh sendiri dalam beberapa hari.

Namun, ada beberapa cara untuk mengatasi mata bengkak dan mempercepat penyembuhannya. Cara-cara ini tidak rumit, dan bahannya dapat ditemukan di rumah.

 

Metode Mengempeskan Mata Bengkak

Pengobatan untuk mata bengkak bergantung pada penyebabnya. Jika itu disebabkan oleh infeksi, dokter mungkin meresepkan obat antibiotik atau salep untuk mengurangi peradangan dan meringankan gejala. Selain itu, Anda dapat mengurangi pembengkakan mata dengan cara-cara berikut untuk mempercepat penyembuhannya:

  • Kompres dengan kompres hangat
    Untuk meredakan mata bengkak, kompres hangat dapat membantu. Ini dapat meredakan bengkak yang disebabkan oleh alergi, penyumbatan kelenjar minyak pada kelopak mata, atau peradangan ringan. Otot mata dapat merelaksasi dengan kompres hangat. Untuk membuat kompres hangat, campurkan kain bersih dengan air hangat. Kemudian, kompres kain ke mata yang bengkak selama lima belas menit. Ulangi prosedur ini dua kali setiap hari.
  • Tempelkan irisan mentimun di atas mata
    Mentimun, berkat kandungan vitamin C dan asam folatnya, dapat membantu mengempeskan mata yang bengkak. Selain itu, sifat antiinflamasinya dapat menenangkan kulit dan membuat kulit di sekitar mata lebih segar. Sebelum digunakan, dinginkan mentimun dengan menyimpannya di dalam kulkas selama beberapa saat. Setelah itu, cuci mentimun sampai bersih dan potongnya menjadi irisan tipis. Berbaringlah dengan santai, lalu letakkan irisan mentimun di kedua kelopak mata Anda sampai dinginnya hilang.
  • Pijat area mata Anda
    Untuk mengempeskan mata bengkak, pijatan lembut di sekitar mata dapat membantu mengeluarkan cairan yang mengendap dan mengurangi ketegangan otot di sekitar mata. Pijat area mata yang bengkak dengan ujung jari dengan gerakan melingkar selama beberapa menit. Jangan memijat terlalu keras dan hentikan pijatan jika terasa sakit. Gua sha dapat digunakan untuk memijat area sekitar mata Anda dengan jari. Aroma dingin batu giok yang dihasilkannya akan membuat Anda merasa lebih santai dan segar.
  • Beri obat tetes mata
    Cara selanjutnya untuk mengurangi bengkak di mata adalah dengan menggunakan obat tetes mata. Obat tetes mata yang mengandung tetrahydrozoline dapat dibeli secara bebas dan digunakan sebanyak satu tetes pada masing-masing mata setiap 8 hingga 12 jam sekali. Anda juga dapat mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan.

Anda dapat menggunakan obat tetes mata yang mengandung antihistamin untuk mengurangi kemerahan, terbakar, dan gatal pada mata yang disebabkan oleh alergi ringan. Namun, pastikan untuk mengikuti anjuran yang tertera pada label kemasan saat menggunakannya.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


04/Apr/2024

Ibu sering panik ketika mata bayi mereka tiba-tiba merah, kan? Bayi memiliki mata merah yang cukup umum, tetapi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Mari, ketahui lebih lanjut tentang penyebab mata bayi merah dan cara mengobatinya.

 

Kenapa Mata Bayi bisa Memerah

Bayi mungkin memiliki mata merah karena berbagai alasan, mulai dari tanda mengantuk hingga kondisi medis yang lebih serius. Pada kebanyakan kasus, penyebab mata merah bayi tidak berbahaya. Namun, beberapa penyebab dapat menular dan harus diperiksa segera oleh dokter. Dokter mungkin memeriksa mata bayi Anda dan menanyakan gejalanya. Dalam kasus ini, perawatan yang diberikan akan bergantung pada penyebab mata merah. Jika bayi Anda memiliki mata merah, berikut adalah beberapa penyebabnya dan cara mengobatinya.

  • Konjungtivitis
    Peradangan yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri menyebabkan konjungtivitis, yang menyebabkan mata bagian putih menjadi berwarna merah muda atau merah. Gejala lain yang sering terjadi adalah mata gatal, berair, dan keluar cairan kuning kental yang dapat berkerak. Jenis konjungtivis bayi yang paling umum adalah sebagai berikut.

    • Konjungtivitis inklusi (klamidia)
      Kondisi ini dapat menular dari ibu ke bayinya selama persalinan. Bayi mengalami gejala seperti mata merah, pembengkakan kelopak mata, dan keluar nanah, yang biasanya muncul antara lima dan dua belas hari setelah kelahiran.
    • Konjungtivitis gonokokal
      Ini dapat berkembang pada bayi baru lahir menjadi bakteriemia (infeksi serius pada aliran darah) atau meningitis (infeksi serius pada lapisan otak dan sumsum tulang belakang). Selain kemerahan pada mata, ada nanah kental dan bengkak di mata.
    • Konjungtivitis kimia
      Obat tetes mata yang diberikan kepada bayi baru lahir untuk membantu mencegah infeksi bakteri yang dapat mengiritasi dapat menyebabkan konjungtivitis kimia. Kondisi ini ditandai dengan kemerahan dan pembengkakan kelopak mata selama 24-36 jam. Bayi yang mengalami konjungtivitis mungkin mengalami kemerahan pada matanya sendiri atau dengan bantuan obat. Dokter juga mungkin menyarankan untuk mengeluarkan cairan bayi, membersihkan matanya, dan memberikan kompres dingin. Jika mata merah tidak hilang selama lebih dari dua minggu, Anda harus berkonsultasi dengan dokter lagi

 

  • Iritasi
    Iritasi juga dapat menyebabkan mata bayi kemerahan karena beberapa hal, seperti:

    • rokok,
    • parfum,
    • solar screen,
    • sampo, dan
    • klorin dalam kolam air.

Iritan biasanya menyebabkan mata bayi merah, yang dapat hilang dengan sendirinya jika bayi Anda keluar dari area iritan atau setelah Anda membersihkannya dari rumah. Namun, cara lain untuk mengatasi mata merah akibat iritasi pada bayi adalah dengan membersihkannya dengan air jika ada sesuatu yang tersangkut di matanya. Anda juga bisa mengeluarkannya dengan cotton bud basah.

 

  • Alergi
    Jika anak sensitif terhadap alergen dan terpapar alergen, terutama di mata, mereka dapat menghasilkan histamin untuk melawan alergen. Ini menyebabkan mata bayi Anda menjadi merah, bengkak, dan gatal. Tetapi alergi jarang terjadi pada bayi di bawah satu tahun. Namun, bayi Anda mungkin mengalami alergi terhadap debu, serbuk sari, atau asap yang menyebabkan mata kemerahan, gatal, bengkak, berair, dan hidung meler. Cara terbaik untuk mengatasi mata bayi yang kemerahan karena alergi adalah menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan alergi. Jika ini tidak dapat dilakukan, dokter mungkin meresepkan antihistamin agar bayi Anda merasa lebih baik.

 

  • Saluran air mata tersumbat
    Menurut Baby Center, setidaknya 20% bayi baru lahir mengalami penyumbatan saluran air mata. Bayi yang memiliki penyumbatan saluran air mata dapat mengalami gejala konjungtivitis, yaitu keluarnya cairan putih atau kuning dan mata yang kemerahan. Saluran air mata yang tersumbat seringkali akan hilang sendirinya, terutama pada bayi di bawah usia enam bulan. Dokter mungkin meminta Anda untuk memijat mata anak Anda beberapa kali setiap hari jika saluran air matanya tersumbat. Salah satu cara untuk mengatasi mata bayi merah adalah memijatnya untuk membuka sumbatan. Namun, temui dokter mata segera jika saluran air mata si Kecil tidak kunjung terbuka dengan sendirinya atau jika ada infeksi di matanya. Dokter mata akan memeriksa mata Anda untuk menemukan masalah tambahan dan, jika diperlukan, dapat mengobati penyumbatan dengan operasi.

 

  • Flu
    Anda mungkin tidak menyadari fakta bahwa flu bayi juga dapat menyebabkan mata merah. Selain itu, sistem kekebalan tubuh bayi belum sempurna, yang membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit termasuk flu yang sering menular. Gejala flu pada anak hampir sama dengan orang dewasa, tetapi lebih parah pada anak di bawah usia dua tahun dan dengan kondisi kronis seperti jantung, paru-paru, atau masalah neurologis. Di sisi lain, perawatan medis biasanya tidak diperlukan untuk flu. Dokter terkadang meresepkan obat antivirus untuk anak-anak yang terkena flu. Obat ini bekerja paling baik jika diberikan kepada si Kecil dalam dua hari pertama dia terkena flu. Ini dapat membuat gejala flu menjadi lebih ringan dan mempersingkat penyakit dalam beberapa hari.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-01-15T093846.036.png
15/Jan/2024

Arcus kornea adalah kelainan yang ditandai dengan adanya cincin berwarna putih, abu-abu muda, atau biru di sekitar lingkaran warna-warni mata (kornea). Kornea biasanya transparan, memungkinkan warna iris di bawahnya bersinar. Namun, keberadaan cincin ini membuat iris mata Anda tampak memiliki dua warna yang berbeda. Ini sebenarnya adalah perubahan warna kornea.

Gejala penyakit ini seringkali diawali dengan terbentuknya sedikit lengkungan pada batas atas dan bawah kornea. Kurva tersebut secara bertahap bersatu membentuk cincin yang mengelilingi seluruh batas kornea. Karena penyakit ini tidak menyebabkan gangguan penglihatan, maka biasanya dianggap aman. Namun, orang yang memiliki riwayat keluarga hiperkolesterolemia harus berhati-hati terhadap penyakit ini.

 

Kenapa Arcus Kornea Bisa Terjadi

Lengkungan kornea pikun disebabkan oleh sisa zat lemak (lipid) atau kolesterol dalam tubuh. Gangguan ini biasanya berhubungan dengan penuaan pada orang lanjut usia dan tidak ada hubungannya dengan peningkatan kadar kolesterol. Namun, arcus senilis bisa berkembang pada orang yang lebih muda.

Ini biasanya menunjukkan bahwa Anda memiliki riwayat keluarga dengan kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi. Orang dengan hiperlipidemia familial biasanya mengalami lengkungan atau cincin ini sebelum usia 45 tahun. Gangguan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

Penanganan Arcus Kornea

Arcus kornea pikun mudah diidentifikasi saat pemeriksaan mata ke dokter spesialis. Dokter hanya akan memeriksa mata Anda dan, jika diperlukan, menggunakan mikroskop slit-lamp. Gangguan ini tidak memiliki gejala dan tidak menyebabkan masalah penglihatan, sehingga tidak diperlukan pengobatan khusus.

Namun, jika penyakit ini disebabkan oleh peningkatan kadar kolesterol, Anda mungkin perlu membatasi konsumsi kolesterol. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun menurut Gary S Hirshfield MD di situs AAO, diet rendah kolesterol tidak akan menghilangkan arcus kornea. Anda mungkin memerlukan operasi mata untuk menutupnya agar tidak terlihat. Tindakan ini disebut juga dengan tato kornea.

Meski begitu, operasi bukanlah pilihan yang disarankan. Hal ini karena arcus senilis tidak mengganggu penglihatan, dan prosedur ini hanya bertujuan untuk memperbaiki tampilan mata. Jika Anda mengkhawatirkan tampilan mata Anda, tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda boleh memakai lensa kontak untuk menyembunyikannya.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2024-01-11T100920.490.png
11/Jan/2024

Mata panda bisa membuat kita tampak lebih tua, lelah, dan tidak segar. Jika Anda memiliki mata panda, ada pengobatan rumahan yang bisa Anda coba, mulai dari kompres hingga bahan kimia alami. Mata panda adalah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan tampilan lingkaran hitam pada kulit di sekitar mata. Penyakit ini umumnya disertai mata bengkak atau sembab. Mata panda seringkali tidak berbahaya dan hanya bersifat sementara.

Mata panda bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Riasan atau concealer sering digunakan untuk menutupi mata panda, meski tidak sepenuhnya menghilangkan masalah tersebut.

 

Cara Mengatasi Mata Panda

Ada berbagai teknik mudah menghilangkan mata panda di rumah, antara lain:

  • Gunakan kompres dingin.
    Mata panda terjadi ketika pembuluh darah di bawah kulit sekitar mata membesar. Untuk menghilangkan mata panda, letakkan kompres dingin di bawah mata untuk menyempitkan pembuluh darah yang melebar. Cukup bungkus es batu dengan sapu tangan bersih atau rendam dalam air dingin sebelum mengoleskannya ke area sekitar mata yang berubah warna selama 15-20 menit.
  • Cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh
    Salah satu penyebab mata panda adalah kekurangan cairan tubuh yang kadang disebut dehidrasi. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, sebaiknya minum air putih minimal 8 gelas setiap hari. Kekurangan cairan tubuh bisa menyebabkan lesu dan membuat mata panda semakin terlihat.
  • Menggunakan bahan-bahan alami
    Produk alami seperti minyak almond atau gel lidah buaya dapat digunakan untuk mencerahkan warna gelap mata panda. Menurut penelitian, zat tersebut mengandung antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu meminimalkan lingkaran hitam dan bengkak pada mata. Zat alami tersebut dapat membantu menghidrasi kulit di sekitar mata sehingga tampak lebih cerah.
  • Kompres dengan teh celup
    Teh, baik hitam atau hijau, mengandung kafein dan antioksidan yang membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mencerahkan kulit. Untuk menyembuhkan mata panda, kompres dengan teh basah dingin selama 15-20 menit.
  • Tinggikan kepala Anda saat tidur
    Cara ini bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan mata panda dan mengurangi pembengkakan di bawah mata akibat penumpukan cairan. Anda boleh mengangkat kepala saat tidur dengan menumpuk dua bantal atau lebih.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol
    Minuman beralkohol dapat menyebabkan dehidrasi ringan, sehingga membuat mata panda lebih menonjol. Selain itu, konsumsi kopi yang berlebihan menyebabkan Anda begadang lebih lama sehingga membuat mata panda semakin sulit bergerak.
  • Menggunakan Krim Mata
    Beberapa perawatan mata, seperti yang mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin K, atau ekstrak daun teh, terbukti dapat meminimalkan kerutan kulit dan menyembunyikan mata panda. Namun temuan tersebut tidak muncul secara instan. Anda mungkin perlu mengoleskan krim mata selama beberapa minggu hingga mata panda menjadi kurang terlihat.
  • Tidur yang cukup
    Kelelahan dan kurang tidur adalah salah satu penyebab mata panda yang paling umum. Untuk menghilangkan mata panda, Anda memerlukan tidur minimal 7-9 jam setiap malamnya. Hindari tidur atau begadang secara rutin.

 

Selain itu, Anda juga harus meminimalkan waktu yang Anda habiskan untuk melihat perangkat, memakai tabir surya dengan setidaknya SPF 30, dan menggunakan pelembab yang mengandung molekul pro-kolagen seperti asam hialuronat, gliserol, dan amino-peptida. Zat ini mendorong pembentukan kolagen, yang membantu menghilangkan kerutan sekaligus menghidrasi dan mengencangkan kulit. Selain itu, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat membantu Anda menghilangkan mata panda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2023-12-13T134806.374.png
13/Dec/2023

Obat tetes mata dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah mata. Namun jenis obat tetes mata yang digunakan harus disesuaikan dengan penyakit yang diobati. Oleh karena itu, sebelum memilih obat tetes mata, tentukan dulu keluhan apa yang Anda alami pada mata Anda.

Penglihatan dapat dipengaruhi oleh berbagai masalah mata. Kondisi ini seringkali ditandai dengan mata merah, gatal, perih, dan rasa tidak nyaman. Oleh karena itu, penggunaan obat tetes mata merupakan salah satu tahap pertama dalam mengatasi ketidaknyamanan mata.

 

Kondisi Mata Apa Saja yang Membutuhkan Obat Tetes Mata

Ada beberapa keluhan pada mata yang membutuhkan obat tetes mata, di antaranya:

  • Mata Kering
    Ketika kelenjar air mata tidak menghasilkan cukup air mata untuk melembabkan bola mata, maka mata menjadi kering. Hal ini dapat menyebabkan mata merah dan meradang. Mata kering juga bisa terjadi ketika Anda melihat layar komputer dalam waktu lama, kurang tidur, atau menggunakan lensa kontak dalam waktu lama.
  • Iritasi
    Paparan partikel di udara seperti debu, kabut asap, dan asap rokok dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada mata. Jika debu atau benda lain masuk ke dalam mata, mata menjadi merah, iritasi, dan berair. Paparan amonium nitrat pada pupuk dan air kolam yang mengandung klorin juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada mata.
  • Infeksi
    Mata yang tidak bersih rentan terserang penyakit virus, bakteri, atau jamur. Infeksi mata sering kali dimulai pada satu mata dan mungkin menyebar ke mata lainnya atau bahkan ke orang lain. Infeksi mata dapat menimbulkan berbagai gejala, antara lain mata merah, gatal, nyeri, sensitivitas cahaya, dan gangguan penglihatan. Uveitis dan konjungtivitis adalah dua penyakit mata yang umum.
  • Alergi
    Respon antibodi yang berlebihan terhadap alergen yang masuk ke mata, seperti serbuk sari dan bulu binatang, menyebabkan alergi mata. Penyakit ini ditandai dengan mata gatal, merah, berair, dan bengkak.

28/Apr/2023

Apakah Anda sering menatap layar laptop Anda selama berjam-jam? atau terus-menerus menggunakan gadget di ruangan gelap? Jika demikian, perhatikan! Kedua aktivitas tersebut dapat memicu ketegangan mata yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat melihat.

Tips Mengurangi Gangguan Mata Akibat Komputer Dan Gadget

  • Jarak mata dengan monitor kurang lebih sekitar 60 cm.posisi tepi atas monitor harus dibawah eye level sehingga pandangan mata sedikit menunduk
  • Perhatikan brightness dari monitor. Ideal brightness 80% dan juga cahaya lampu harus cukup agar mata tidak bekerja terlalu keras
  • Perhatikan rules of 20-20-20. Tiap 20 menit, pejamkan mata atau alihkan pandangan kea rah yang jauh selama 20 detik
  • Gunakan tetes air mata, apabila mata terasa kering
  • Untuk pengguna contact lens dapat pertimbangkan :
    • Beri mata istirahat dengan sesekali menggunakan kaca mata
    • Copot contact lens setiap menjelang tidur malam
    • Bersihkan contac lens dengan pembersih khusus

mata-berair.png
15/Mar/2023

Air mata diproduksi secara terus menerus oleh kelenjar lakrimal. Air mata sangat penting karena melapisi permukaan depan mata dengan lapisan transparan tipis dan mencegah mata menjadi kering. Biasanya, air mata dengan cepat mengalir keluar dari mata melalui sistem saluran kompleks yang berawal dari sudut terdalam kelopak mata ke hidung. Jika terdapat gangguan pada ekuilibtium ini, terjadilah kondisi yang disebut kelainan air mata atau mata berair.

Penyebab Mata Berair

  • Ada beberapa hal lain yang menyebabkan gangguan air mata atau mata berair ini, antara lain :
  • Mata Lelah
  • Alergi
  • Radang kelopak mata
  • Infeksi pada mata
  • Faktor lingkungan
  • Flu
  • Efek samping dari radiasi
  • Efek samping dari obat-obatan



Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!