Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Presbiopi-Kenapa-Mata-Mulai-Tak-Fokus-Dekat-saat-Usia-Bertambah.png
11/Sep/2025

Apa Itu Presbiopi?

Presbiopi atau dalam Bahasa Inggris disebut presbyopia adalah kondisi di mana mata perlahan kehilangan kemampuannya untuk memfokuskan objek dekat. Umumnya mulai muncul sekitar usia 40 tahun dan semakin memburuk hingga usia sekitar 65 tahun.

Mengapa Bisa Terjadi?

Seiring bertambahnya usia, lensa mata yang semula fleksibel menjadi semakin kaku. Hal ini membuat mata sulit mengubah fokus antara objek jauh dan dekat. Beberapa literatur menyebutkan bahwa otot pengerut di sekitar lensa juga ikut kehilangan elastisitas, memperparah kondisi.

Tanda-tanda Awal yang Sering Dirasakan

  • Membutuhkan cahaya lebih terang saat membaca
  • Menahan buku atau ponsel dengan tangan menjauh untuk melihat lebih jelas
  • Pandangan kabur saat melihat objek dekat
  • Mudah lelah, nyeri kepala, dan mata lelah setelah membaca

Siapa Saja yang Rentan?

Hampir setiap orang akan mengalami presbiopi diperkirakan sekitar 1,8 miliar orang di seluruh dunia sudah mengalaminya pada 2015, dan jumlahnya terus meningkat seiring pertambahan usia global. Dalam sebuah studi di India, ditemukan bahwa lima puluh persen lebih orang usia menengah bahkan mengidap presbiopi terlebih mereka yang berusia 30–39 tahun, memiliki hipertensi, atau tanpa pendidikan formal.

Bagaimana Cara Memeriksanya?

Presbiopi dapat didiagnosis melalui pemeriksaan oftalmologi sederhana, termasuk uji refraksi untuk melihat ketajaman penglihatan dekat dan pemeriksaan kesehatan mata umum.

Solusi untuk Presbiopi

Koreksi Non-bedah:

  • Kacamata baca: solusi paling umum dan mudah digunakan.
  • Lensa kontak multifokal atau monovision: lensa khusus yang membantu pandangan jarak jauh dan dekat sekaligus.

Prosedur Bedah:

  • PresbyLASIK atau Laser Blended Vision: operasi laser yang memperpanjang kedalaman fokus mata.

Terapi Inovatif (masih dalam pengembangan):

  • Intraocular lens (lensa buatan) dan corneal inlays (implan transparan di kornea) untuk mengatasi presbiopi secara permanen.
  • Tetes mata khusus seperti pilocarpine atau senyawa lipoic acid choline ester yang sedang diuji klinis.

 

Ringkasan Singkat

Aspek Penjelasan Singkat
Definisi Kesulitan fokus dekat akibat penuaan lensa dan otot mata
Gejala Awal Memegang objek jauh, mata cepat lelah, pandangan kabur saat membaca dekat
Pemeriksaan Tes refraksi dan pemeriksaan mata rutin
Solusi Kacamata baca, lensa kontak multifokal/monovision, operasi laser, hingga terapi inovatif
Kapan Mulai Umumnya mulai terasa di usia 40-an

Presbiopi memang bagian alami penuaan, tetapi bukan berarti tak bisa diatasi. Dengan pendekatan yang tepat seperti penggunaan kacamata atau lensa khusus Anda bisa tetap menikmati berbagai aktivitas dekat dengan nyaman.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mengenal-Heterochromia-Saat-Mata-Memiliki-Warna-Berbeda-dan-Perlukah-Diobati.png
10/Sep/2025

Apa Itu Heterochromia?

Heterochromia adalah kondisi di mana seseorang memiliki dua mata dengan warna iris berbeda (complete heterochromia), satu iris dengan dua warna (sectoral), atau lingkaran warna berbeda di sekitar pupil (central heterochromia). Biasanya dominan sebagai efek genetik tanpa menyiratkan gangguan kesehatan.

Mengapa Bisa Terjadi?

  1. Lahir (Kongenital/Genetik)
    Disebabkan mutasi genetik yang mengatur distribusi melanin dalam iris. Ini umumnya tidak berbahaya dan tidak mengancam penglihatan.
  2. Didapat (Akusisi)
    Dapat juga muncul akibat trauma mata, peradangan, glaukoma atau pengobatannya, cedera, atau penyakit mata lainnya seperti uveitis, pertumbuhan tumor, dan efek samping dari tetes mata tertentu.

Apakah Heterochromia Dapat Disembuhkan?

Secara umum, tidak perlu perawatan, terutama bila tidak menimbulkan keluhan medis.

Jika heterochromia merupakan Gejala kondisi lain (seperti tumor, iritasi, atau gangguan saraf), maka yang perlu diobati adalah penyebab dasarnya, bukan heterochromia itu sendiri.

Pilihan Secara Estetika

Jika penampilan mata yang berbeda dirasa mengganggu, pilihan kosmetik seperti lensa kontak berwarna bisa dipertimbangkan. Ini murni pilihan personal dan bukan kebutuhan medis.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

  • Bila Anda atau anak tiba-tiba mengalami perubahan warna iris
  • Bila heterochromia disertai gejala lain seperti perubahan pupil, mata merah, pandangan kabur, atau rasa tidak nyaman
    Dokter terutama spesialis mata akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan apakah ada kondisi yang perlu diatasi.

Ringkasan

Aspek Penjelasan
Definisi Perbedaan warna iris antar atau dalam satu mata
Penyebab Genetik (umumnya jinak) atau kondisi medis yang mendasari (trauma, infeksi, tumor, dll.)
Pengobatan Tidak perlu jika jinak; fokus pada penyebab jika ada kondisi lain yang memicu
Pilihan kosmetik Lensa kontak berwarna menjadi opsi estetika, bukan kebutuhan pengobatan
Konsultasi Dianjurkan bila ada perubahan mendadak atau gejala lain menyertai heterochromia

Heterochromia adalah kondisi unik yang dapat muncul secara alami dan biasanya tidak mengancam kesehatan mata. Pengobatan hanya relevan jika terdapat penyakit penyerta. Pada banyak kasus, perbedaan warna inilah yang membuatnya terasa istimewa sebuah tanda keunikan genetik yang memukau.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Memahami-dan-Mengatasi-Mata-Juling-Strabismus-pada-Anak.png
09/Sep/2025

Strabismus, atau yang dikenal sebagai mata juling, adalah kondisi ketika mata tidak bergerak secara simultan ke arah yang sama. Pada anak, kondisi ini paling sering terdeteksi antara usia 1–4 tahun dan sangat jarang berkembang setelah usia 6 tahun. Ini terjadi ketika otot mata tidak bekerja sinkron sesuai perintah otak.

Mengenal Gejala

Tanda-tanda strabismus bisa meliputi:

  • Mata terlihat tidak sejajar satu mata lurus, satunya menyimpang ke dalam, luar, atas, atau bawah.
  • Anak sering menu tutup satu mata, memiringkan kepala, atau menyipitkan mata, terutama saat terkena sinar terang.
  • Kesulitan memperkirakan kedalaman atau secara visual memenggal objek yang dilihat.
  • Gejala ini mungkin lebih terlihat oleh orang lain daripada anak itu sendiri.

Penyebab yang Umum

Berbagai faktor bisa menyebabkan mata juling berkembang pada anak, antara lain:

  • Faktor genetik seperti riwayat keluarga dengan strabismus.
  • Kondisi medis atau neurologis seperti cerebral palsy, sindrom Down, kelahiran prematur, hidrosefalus, tumor otak, cedera kepala.
  • Gangguan penglihatan refraktif seperti rabun jauh, rabun dekat, atau katarak sedini mungkin.
  • Otot atau saraf penggerak mata tidak bekerja dengan baik.

 

Penanganan Strabismus pada Anak

Penanganan dini sangat penting agar kondisi ini tidak berkembang menjadi ambliopia (mata malas) atau kerusakan penglihatan permanen.

  1. Kacamata Khusus

Dipakai bila strabismus disebabkan oleh gangguan refraksi (misalnya rabun jauh). Kacamata dapat membantu menyelaraskan pandangan dan memperkuat otot mata lemah.

  1. Penutup Mata (Eye Patch)

Menutupi mata yang dominan sehingga mata yang lemah terpaksa digunakan dan dilatih merespons visual dengan lebih optimal.

  1. Penggunaan Obat Tetes Mata

Biasanya mengandung atropin agar mata yang dominan kabur pandangannya, memaksa otak untuk menggunakan mata yang lemah.

  1. Terapi Penglihatan (Vision Therapy)

Meliputi latihan otot mata secara terstruktur, seperti pencil push-up, untuk meningkatkan koordinasi dan fokus kedua bola mata.

  1. Operasi Korektif

Diperlukan apabila penanganan non-bedah gagal atau kondisi cukup serius. Operasi dilakukan untuk mengatur ulang posisi atau panjang otot bola mata agar kembali sejajar. Biasanya disertai dengan terapi tambahan pasca operasi.

 

Mengapa Penanganan Dini Krusial?

Tanpa pengobatan tepat waktu, hampir 50% anak dengan strabismus dapat mengalami ambliopia, yaitu kondisi mata yang tidak berkembang secara optimal dan berujung pada penurunan kemampuan penglihatan. Penanganan lebih cepat meningkatkan efek terapi dan mencegah komplikasi jangka panjang.

 

Kapan Harus Mengunjungi Dokter?

Segera periksakan anak ke dokter mata apabila Anda melihat:

  • Mata anak tidak bergerak atau fokus ke arah yang sama.
  • Anak sering mengeluh penglihatan ganda atau terlihat memiringkan kepala.
  • Anak kesulitan mengikuti bola atau objek bergerak dengan kedua mata.

 

Mata juling atau strabismus pada anak merupakan kondisi serius yang membutuhkan deteksi dan penanganan cepat. Dengan kombinasikan kacamata, terapi mata, penutup mata, hingga operasi bila perlu, kita bisa membantu anak mempertahankan kualitas penglihatan dan kepercayaan diri mereka.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Retinopati-Diabetik-Komplikasi-Mata-yang-Wajib-Diwaspadai-Penderita-Diabetes.png
06/Sep/2025

Retinopati diabetik adalah kondisi kerusakan pembuluh darah di retina sebagai akibat diabetes yang tidak terkontrol. Meskipun sering tidak menunjukkan gejala di tahap awal, kondisi ini bisa membawa konsekuensi serius seperti gangguan penglihatan hingga kebutaan permanen jika tidak ditangani dengan baik.

 

Mengapa Retinopati Diabetik Bisa Terjadi?

Diabetes menyebabkan tingginya kadar gula darah yang merusak pembuluh darah halus di retina lapisan belakang mata yang penting untuk penglihatan. Akibatnya, suplai darah ke retina terganggu, memicu pertumbuhan pembuluh darah baru yang tidak sempurna dan mudah bocor atau pecah. Ini adalah proses utama dalam retinopati diabetik.

 

Tahapan Perkembangan Penyakit

  1. Non-Proliferatif (NPDR)
    Tahap awal, ditandai oleh pelemahan dinding pembuluh darah, munculnya pembengkakan (edema makula), hingga kebocoran cairan maupun darah ke retina.
  2. Proliferatif (PDR)
    Tahap lanjut yang lebih berisiko, ditandai dengan pertumbuhan kembali pembuluh darah abnormal yang rentan bocor, dapat menyebabkan perdarahan vitreous, pembentukan jaringan parut, hingga lepasnya retina dan glaukoma.

 

Siapa yang Berisiko?

  • Seluruh penderita diabetes baik tipe 1, tipe 2, maupun gestasional berisiko mengalami retinopati diabetik, terutama jika gula darah sulit dikontrol.
  • Risiko meningkat jika disertai hipertensi, kolesterol tinggi, merokok, kehamilan, atau durasi diabetes yang Panjang.

 

Gejala yang Muncul

Gejala retinopati diabetik biasanya baru terasa saat kondisi sudah parah, seperti:

  • Pandangan kabur atau berbayang
  • Muncul noda seperti floaters atau bercak pelangi
  • Area gelap atau kosong pada penglihatan
  • Gangguan persepsi warna dan sensasi nyeri mata

 

Diagnosa: Periksa Mata Rutin Itu Penting

Pemeriksaan mata awal tanpa menunggu gejala sangat krusial. Dokter akan melakukan pemeriksaan retina dengan oftalmoskopi setelah pupil dilebarkan. Bila perlu, dilanjutkan dengan fluorescein angiography atau OCT untuk melihat pembuluh darah dan edema retina secara detail.

 

Penanganan dan Terapi yang Tersedia

  1. Kontrol gula darah dan tekanan darah adalah langkah utama mencegah progresi kondisi ini.
  2. Injeksi Anti-VEGF seperti ranibizumab atau bevacizumab untuk menghambat pertumbuhan pembuluh darah abnormal.
  3. Laser fotokoagulasi untuk menghancurkan pembuluh darah rusak dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
  4. Vitrectomy (operasi pengambilan vitreous cairan mata) pada kasus perdarahan hebat atau jaringan parut yang menyebabkan retina lepas.

 

Pencegahan: Deteksi Dini Menyelamatkan Penglihatan

  • Tak ada obat total, tapi 90% kehilangan penglihatan bisa dicegah lewat pengelolaan intensif penyakit dan pemeriksaan mata secara berkala.
  • Disarankan pemeriksaan mata setahun sekali, dan lebih sering pada wanita hamil atau kondisi berat.

 

Retinopati diabetik adalah komplikasi mata serius yang dapat dicegah jika diabetes dikontrol ketat dan mata diperiksa secara rutin. Jangan menunda periksa mata meski penglihatan terasa baik, langkah pengobatan dini dengan terapi seperti laser atau injeksi anti-VEGF dapat menyelamatkan penglihatan Anda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Pilihan-Pengobatan-Mata-Plus-Dari-Alat-Bantu-Hingga-Bedah-Laser.png
04/Sep/2025

Rabun dekat atau yang dikenal sebagai mata plus (hipermetropia) adalah kondisi di mana penglihatan objek dekat menjadi kabur, meski penglihatan jauh masih jelas. Meski bukan penyakit, kondisi ini bisa mengganggu kegiatan sehari-hari jika dibiarkan. Berikut berbagai cara menanganinya:

 

Alat Bantu Optik: Kacamata dan Lensa Kontak

  • Kacamata adalah solusi paling sederhana dan umum. Lensa cembung (+) membantu membelokkan cahaya agar jatuh tepat di retina, memperjelas pandangan dekat.
  • Lensa kontak menjadi alternatif praktis bagi yang tak nyaman dengan kacamata. Penggunaan lensa mengoreksi penglihatan jarak dekat dengan langsung melekat di kornea, tapi perlu perawatan khusus agar terhindar dari infeksi mata.

 

Perawatan Sehari-hari untuk Mendukung Kesehatan Mata

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah:

  • Gunakan kacamata anti-radiasi ketika beraktivitas di bawah cahaya terang, seperti sinar UV saat di luar ruangan.
  • Perbanyak asupan gizi baik untuk mata, seperti vitamin A, lutein, zeaxanthin, dan omega-3 ditemukan dalam sayur hijau, ikan berlemak, serta buah kaya vitamin C dan E.
  • Pastikan ruangan memiliki penerangan cukup untuk mencegah mata tegang saat membaca atau bekerja.
  • Istirahatkan mata mengambil jeda 20 menit setiap bekerja, lalu fokuskan pandangan ke objek jauh untuk mengurangi ketegangan.
  • Periksa mata secara rutin, terutama pada anak-anak, minimal dua kali setahun untuk deteksi awal perubahan jumlah plus.

 

Operasi Refraktif: Solusi Permanen bagi Penglihatan Buruk

Untuk yang menginginkan kebebasan dari kacamata atau lensa kontak, operasi refraktif bisa menjadi opsi:

  • LASIK: Metode populer yang membuat flap pada kornea dan membentuknya dengan laser agar fokus cahaya kembali ke retina. Pemulihan cepat dan return penglihatan tajam.
  • LASEK: Mirip LASIK, tetapi lapisan epitel hanya diangkat sebagian. Prosedurnya lambat pemulihannya, namun aman untuk kornea tipis.
  • PRK (Photorefractive Keratectomy): Epitel diangkat seluruhnya, lalu kornea dibentuk ulang dengan laser. Pemulihan lebih lama, tapi efektif untuk koreksi jangka panjang.

 

Prosedur Refraktif Lain: RLE dan Ortho-K

  • Refractive Lens Exchange (RLE): Mengganti lensa alami mata dengan lensa intraokular buatan. Biasanya dipilih pada pasien usia di atas 40 tahun atau kondisi hipermetropia parah.
  • Ortho-K (Orthokeratology): Lensa kontak keras RGP yang dikenakan saat tidur untuk membentuk kornea. Efek terlihat di pagi hari. Cocok untuk rabun dekat ringan.

 

Risiko dan Pertimbangan Sebelum Operasi

  • Setiap prosedur laser membawa risiko efek samping seperti mata kering, silau, infeksi, atau penglihatan kabur sementara.
  • Tidak semua orang menjadi sepenuhnya bebas dari kacamata pasca operasi. Konsultasikan rencana, manfaat, serta risiko secara menyeluruh dengan dokter mata.

 

Berbagai pilihan tersedia bagi penderita mata plus, mulai dari penggunaan kacamata dan lensa kontak hingga operasi korektif permanen. Pilihan terbaik sangat bergantung pada tingkat keparahan rabun, kenyamanan pribadi, dan kesiapan fisik. Konsultasi dengan dokter mata adalah langkah pertama dan paling penting untuk menentukan perawatan yang tepat demi penglihatan optimal.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mengenal-Dampak-Buruk-Blue-Light-Cahaya-Kecil-yang-Bisa-Merusak-Kesehatan.png
03/Sep/2025

Paparan cahaya biru (blue light) dari layar gadget kini menjadi perhatian kesehatan publik. Meski hadir di mana-mana mulai dari ponsel, tablet, hingga laptop efek sinar ini ternyata tak boleh diabaikan.

 

  1. Mata Lelah dan Terasa Kering (Digital Eye Strain)

Blue light bersifat menyebar dan mudah menyulitkan otot mata dalam memfokuskan pandangan. Ditambah, kebiasaan berkedip yang berkurang saat menatap layar menyebabkan mata cepat lelah, kering, hingga iritasi. Gejala umum seperti pandangan kabur, sakit kepala, hingga nyeri leher sering muncul setelah terlalu lama menatap layar.

 

  1. Gangguan Tidur karena Melatonin Terganggu

Penggunaan gadget di malam hari memengaruhi ritme sirkadian dengan menekan hormon melatonin yang penting untuk tidur. Hal ini membuat sulit tidur, insomnia, bahkan ritme tidur bisa terasa “reset” jika berlangsung lama. Akibatnya, risiko penyakit kronis seperti obesitas, depresi, dan gangguan bipolar ikut meningkat.

 

  1. Risiko Kerusakan Retina dan Degenerasi Makula

Blue light dapat menerobos bagian depan mata hingga mencapai retina wilayah sensitif yang berperan atas tajamnya penglihatan. Paparan jangka panjang terkait dengan peningkatan risiko degenerasi makula, glaukoma, hingga kerusakan retina progresif yang bisa mengarah pada kebutaan.

 

  1. Ancaman Katarak karena Kerusakan Lensa

Lensa mata sebenarnya menjaga retina dari sinar biru, tapi paparan berlebihan dapat mengurangi transparansi lensa itu sendiri. Akibatnya, risiko terbentuknya katarak meningkat dan kualitas penglihatan bisa menurun seiring waktu.

 

  1. Dampak pada Kulit: Penuaan Dini dan Hiperpigmentasi

Tak hanya mata, kulit juga merasakan efek negatif blue light. Paparan berkepanjangan bisa mempercepat penuaan kulit melalui stres oksidatif, merusak kolagen dan elastin, serta mempercepat munculnya kerutan. Selain itu, blue light juga bisa merangsang produksi melanin berlebih, yang menyebabkan hiperpigmentasi atau flek gelap.

Langkah Cerdas Melindungi Diri dari Blue Light

  • Atur durasi layar: Terapkan aturan 20-20-20 setiap 20 menit, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 6 meter.
  • Aktifkan mode malam (Night Shift) atau filter blue light untuk mengurangi emisi cahaya biru saat malam.
  • Gunakan kacamata anti–blue light hanya jika benar-benar diperlukan dan dibarengi praktik sehat lainnya.
  • Kurangi penggunaan perangkat sebelum tidur dan ciptakan suasana gelap agar ritme sirkadian dan produksi melatonin tetap terjaga.
  • Lindungi kulit dengan produk antiradikal bebas dan rutin gunakan sunscreen untuk mencegah stres oksidatif akibat blue light.

 

Meskipun blue light dari layar gadget tak terlihat berbahaya dalam dosis kecil, paparan berlebih terbukti berdampak serius mulai dari mata lelah, gangguan tidur, bahkan risiko penyakit mata dan kulit pada jangka panjang. Namun dengan manajemen waktu layar yang bijak dan kebiasaan sehat, kita bisa tetap terhubung dengan dunia digital tanpa mengabaikan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Waspada-Radiasi-Blue-Light-dari-Gadget-Kenali-Efeknya-dan-Cara-Melindungi-Mata.png
01/Sep/2025

Seiring meningkatnya penggunaan gadget dalam keseharian, paparan terhadap cahaya biru (blue light) turut bertambah dan berdampak pada kesehatan mata. Yuk, kenali apa itu blue light, bagaimana efeknya terhadap mata, dan langkah nyata untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan penglihatan.

 

Apa Itu Blue Light dan Mengapa Perlu Diperhatikan?

Blue light adalah cahaya tampak dengan panjang gelombang sekitar 400–450 nm, yang meski tampak putih, justru dominan memiliki komponen biru.

Berbeda dengan sinar UV, blue light ini penetrative dapat menembus kornea dan lensa, hingga mencapai retina.

 

Dampak Blue Light pada Mata

  • Digital eye strain: Penggunaan layar dalam waktu lama bisa menyebabkan mata kering, lelah, pandangan kabur, dan sakit kepala.
  • Efek fotokimia (jangka panjang): Penelitian awal menunjukkan kemungkinan kerusakan retina jika paparan blue light sangat intens meski saat ini belum ada bukti bahwa penggunaan gadget normal menyebabkan kondisi serius seperti degenerasi makula.
  • Gangguan tidur: Paparan blue light di malam hari dapat menekan hormon melatonin dan menunda waktu tidur.

Cara Tepat Melindungi Mata dari Blue Light

  1. Rule 20–20–20: Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 6 meter selama 20 detik untuk mengurangi ketegangan mata.
  2. Kurangi durasi layer terutama menjelang tidur untuk menjaga ritme sirkadian dan melatonin tetap stabil.
  3. Aktifkan mode malam atau pengaturan suhu warna hangat: Atur layar agar menampilkan warna lebih hangat, mengurangi emisi cahaya biru sebelum tidur.
  4. Teteskan air mata buatan dan kelah mister: Membantu menjaga kelembapan mata saat terlalu lama menatap layar.
  5. Skrining visual dan kacamata preskripsi sesuai kebutuhan: Pilih kacamata yang cocok untuk jarak layar agar mata tidak mudah tegang; penggunaan blue-light-blocking lens tidak terbukti signifikan manfaatnya.
  6. Lengkapi nutrisi untuk mata: Asupan buah, sayur, dan nutrisi seperti lutein, zeaxanthin, omega-3, vitamin C, E, dan zinc sangat membantu kesehatan retina.

 

Paparan blue light dari gadget memang bisa menyebabkan ketidaknyamanan seperti mata lelah atau gangguan tidur, tapi bukti ilmiah belum menunjukkan bahwa penggunaan layar secara normal menyebabkan kerusakan mata jangka panjang atau penyakit serius. Kunci perlindungan adalah melakukan adaptasi sederhana seperti istirahat mata, pengaturan layar, dan nutrisi yang tepat untuk tetap menikmati teknologi tanpa mengorbankan kesehatan mata.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Goresan-di-Mata-Ini-Cara-Pertolongan-Pertama-pada-Kornea-yang-Aman.png
29/Aug/2025

Goresan atau luka pada kornea bagian bening di depan mata adalah kondisi umum yang bisa terjadi karena debu, pasir, kuku, atau bahkan lensa kontak. Meskipun biasanya ringan dan dapat sembuh dalam beberapa hari, namun perlu ditangani hati-hati agar tidak berkembang menjadi infeksi atau ulkus.

 

Tanda Kornea Tergores

Gejala yang sering muncul meliputi:

  • Rasa ada sesuatu di mata (grit), hingga terus-menerus berkedip
  • Mata merah, berair, dan terasa nyeri
  • Penglihatan kabur dan sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
  • Kepala terasa berat atau tegang sekitar area mata

 

Langkah Pertolongan Pertama yang Disarankan

  1. Bilasan mata
    Bersihkan mata dengan air bersih atau saline untuk mengekskret debris. Gunakan alat seperti eyecup atau gelas bersih di sudut mata.
  2. Kedip instensi dan tarik kelopak atas ke bawah
    Membiarkan mata berkedip atau menarik kelopak atas ke bawah dapat memicu air mata membantu mengeluarkan benda asing.
  3. Hindari mengucek mata atau menggunakan alat sembarangan
    Mengucek atau menggunakan cotton bud, pinset, atau benda apapun bisa memperparah kondisi.
  4. Jangan pakai lensa kontak selama pemulihan
    Penggunaan lensa saat kornea terluka bisa meningkatkan risiko infeksi berat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera minta pertolongan medis bila:

  • Nyeri berlangsung lebih dari satu hari tanpa membaik
  • Ada penurunan penglihatan mendadak
  • Muncul kilatan cahaya, tirai gelap, atau mata sulit dibuka
  • Terdeteksi benda yang tertancap di mata

 

Penanganan Medis yang Perlu Dilakukan

  • Dokter akan melakukan flushing menggunakan saline, mungkin diberi tetes bius, lalu menghapus partikel asing jika diperlukan.
  • Biasanya diberikan antibiotik tetes atau salep mata untuk mencegah infeksi.
  • Obat pereda nyeri seperti NSAID oral atau tetes mata bisa diresepkan jika diperlukan.

 

Prognosis dan Pemulihan

Sebagian besar goresan kornea ringan akan sembuh dalam 24–48 jam tanpa komplikasi. Untuk kasus yang lebih parah, bisa membutuhkan waktu hingga beberapa hari. Patching (menutup mata dengan perban tertutup) kini dianggap tidak mempercepat penyembuhan dan malah bisa meningkatkan risiko infeksi, terutama pada pengguna lensa kontak.

 

Pencegahan Efektif

  • Gunakan pelindung mata (kaca pelindung, googles) saat bekerja dengan alat pertukangan, memainkan olahraga bola, potong tanaman, atau penggunaan bahan kimia.
  • Untuk pengguna lensa kontak, selalu jaga kebersihan, gunapakai sesuai dosis, dan hindari pemakaian saat mata kering.

 

Ringkasan Cepat

Aspek Penanganan & Pencegahan
Pertolongan pertama Bilas mata, kedip, hindari mengucek dan penggunaan lensa
Perlu ke dokter? Bila gejala menetap, ada objek tertancap, atau penglihatan terganggu
Tindakan medis Pemeriksaan, antibiotik, obat pereda nyeri
Pemulihan Biasanya 1–3 hari; hindari patching
Cegah cedera Pakai pelindung mata dan jaga kebersihan lensa

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Floaters-Mata-Gejala-Penyebab-dan-Cara-Menanganinya.png
27/Aug/2025

Floaters, atau bayangan kecil yang tampak melayang-layang dalam pandangan, sering kali menjadi gangguan visual yang mengganggu. Yuk, kenali penyebab, kapan harus waspada, dan bagaimana menangani kondisi ini dengan bijak.

Apa Itu Floaters?

Floaters adalah bayangan berbentuk titik, garis, benang, atau jaring-jaring halus yang tampak mengambang di area penglihatan. Umumnya terlihat saat menatap latar terang, seperti langit biru atau kertas putih. Secara teknis, floaters adalah bayangan yang dihasilkan oleh gumpalan kolagen atau debris dalam vitreous, zat seperti jelly di dalam mata.

Penyebab Floaters

  • Penuaan vitreous: Seiring bertambah usia, vitreous bisa mengental, mengkerut, dan mencair (posterior vitreous detachment—PVD), menyebabkan partikel terbentuk dan muncul sebagai floaters.
  • Rabaan retina atau pendarahan vitreous akibat diabetes atau cedera yang mengenalkan floaters sebagai tanda kondisi darurat.
  • Penyebab lain: peradangan mata, infeksi, operasi mata, hingga astigmatisme juga dapat meningkatkan sensitivitas terhadap floaters.

Kapan Harus Waspada?

Sebagian besar floaters bersifat jinak. Namun, segera konsultasikan ke dokter bila:

  • Floaters muncul secara tiba dan banyak.
  • Disertai kilatan cahaya (flashes).
  • Muncul sensasi tirai gelap atau bayangan di tepi penglihatan—bisa jadi tanda robekan atau detasemen retina.

Diagnosis Floaters Mata

Pemeriksaan biasanya meliputi dilatasi pupil untuk mengecek retina dan vitreous secara menyeluruh. Bila perlu, dokter mata dapat melakukan:

  • OCT (Optical Coherence Tomography) atau ultrasonografi untuk pemeriksaan lanjutan.

Apakah Perlu Diobati?

  • Floaters ringan umumnya tidak memerlukan tindakan dan lama-kelamaan Anda bisa terbiasa sehingga tampak berkurang.
  • Jika sangat mengganggu, pilihan perawatan meliputi:
    • Laser vitreolysis: penghancuran partikel floaters menggunakan laser. Prosedur singkat dan non-bedah.
    • Vitrectomy: operasi pengangkatan sebagian kaca mata, digantikan cairan steril. Efektif, tetapi memiliki risiko seperti infeksi, katarak, dan robekan retina.

 

Floaters mata umumnya tidak berbahaya dan menjadi lebih bisa ditoleransi seiring waktu. Namun, bila ditemukan bersamaan dengan gejala seperti kilatan cahaya, bayangan gelap, atau penurunan penglihatan, segeralah melakukan pemeriksaan mata untuk memastikan tidak terjadi kondisi serius seperti robekan atau detasemen retina.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Menyelami-Stargardt-Gangguan-Genetik-Retina-yang-Perlu-Diwaspadai.png
25/Aug/2025

Stargardt disease adalah kondisi langka dan genetik yang menyebabkan penurunan penglihatan sentral, umumnya dimulai sejak masa kanak-kanak atau remaja. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan zat lemak di makula area kecil di retina yang bertanggung jawab atas ketajaman penglihatan sehingga secara perlahan merusak sel-sel penglihatan.

Gejala Umum

Gangguan penglihatan sentral secara bertahap menjadi kabur atau hilang, sering disertai kemunculan bintik abu-abu, hitam, atau buram di pandangan. Penderitanya juga mungkin mengalami sensitivitas terhadap cahaya, kesulitan beradaptasi antara tingkat pencahayaan, dan gangguan persepsi warna. Dalam kasus lanjutan, beberapa orang bisa kehilangan penglihatan periferal atau penglihatan malam juga.

Apa Penyebabnya?

Stargardt muncul karena mutasi pada gen ABCA4, yang berperan dalam pemanfaatan vitamin A untuk pembentukan sel retina. Mutasi ini menyebabkan akumulasi lipofuscin material lemak berwarna kuning yang merusak sel retina, khususnya di makula. Kondisi ini diturunkan dalam pola resesif autosomal, artinya seseorang perlu mendapat gen rusak dari kedua orang tua.

Varian langka juga melibatkan gen lain seperti ELOVL4 atau PROM1, yang diwariskan dalam pola dominan.

Diagnosa: Mengenali Secara Akurat

Dokter mata dapat mendiagnosa Stargardt melalui pemeriksaan retina dan penggunaan tetes untuk melebarkan pupil. Metode lanjutan meliputi:

  • Foto fundus retina atau OCT untuk melihat penumpukan lipofuscin.
  • Elektroretinogram (ERG) untuk menilai respons retina terhadap cahaya.
  • Tes warna bila ada kecurigaan gangguan persepsi warna.
  • Tes genetik untuk konfirmasi mutasi ABCA4.

Apa Pengobatannya?

Saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan Stargardt. Namun, beberapa langkah dapat membantu memperlambat gejala:

  • Lindungi mata dari paparan sinar matahari dengan kacamata UV dan topi.
  • Hindari suplemen vitamin A berlebihan yang bisa mempercepat akumulasi lipofuscin.
  • Jangan merokok dan hindari asap rokok.
  • Gunakan alat bantu penglihatan (low vision aids) dan terapi rehabilitasi untuk memaksimalkan sisa penglihatan.

Jejak Penelitian dan Terapi Masa Depan

Penelitian mutakhir menunjukkan beberapa pendekatan potensial, antara lain:

  • Terapi gen untuk memperbaiki mutasi ABCA4 dan menghentikan akumulasi lipofuscin.
  • Percobaan obat seperti gildeuretinol (ALK-001) yang dirancang untuk memperlambat kerusakan retina.
  • Uji klinis penggunaan metformin oral untuk melihat efektivitasnya dalam memperlambat kehilangan penglihatan Stargardt.
  • Terapi sel punca dan pemodelan retina melalui AI dan OCT untuk evaluasi dan terapi lebih akurat.

 

Ringkasan

Stargardt adalah penyakit mata genetik yang menyebabkan penurunan penglihatan sentral seumur hidup. Berikut poin penting yang perlu diingat:

  • Terjadi karena mutasi gen ABCA4 (atau varian langka lain).
  • Dicirikan oleh kehilangan penglihatan sentral, bintik lipofuscin, dan sensitivitas terhadap cahaya.
  • Diagnosis melibatkan pemeriksaan retina dan tes genetik.
  • Belum ada pengobatan tuntas, tetapi rehabilitasi dan proteksi visual penting dilakukan.
  • Penelitian aktif dalam bidang terapi gen, obat baru, dan teknologi implan retina.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!