Mata merah tanpa disertai rasa sakit bisa dialami oleh siapa saja. Meskipun tampak sepele, kondisi ini kadang membuat kita bingung karena tidak disertai rasa perih atau nyeri yang biasanya menyertai iritasi mata. Dalam banyak kasus, kondisi ini bukanlah pertanda masalah serius, namun tetap penting untuk memahami penyebabnya dan mengetahui langkah yang tepat untuk menanganinya.
Penyebab Mata Merah Tanpa Rasa Sakit
Mata yang tampak merah tanpa disertai keluhan nyeri bisa disebabkan oleh berbagai hal. Berikut adalah beberapa pemicu umum yang sering terjadi:
- Alergi
Reaksi alergi terhadap serbuk sari, debu, bulu hewan, atau zat alergen lainnya dapat membuat mata menjadi merah meski tanpa rasa sakit. Tubuh melepaskan histamin sebagai respons terhadap alergen, sehingga pembuluh darah di mata melebar dan menyebabkan kemerahan.
- Iritasi Lingkungan
Paparan asap rokok, polusi udara, bahan kimia di udara, atau bahkan semprotan parfum dapat menyebabkan iritasi ringan pada mata yang terlihat dari warna merah pada area putih mata.
- Kelelahan Mata
Terlalu lama menatap layar komputer, ponsel, atau membaca dalam waktu lama dapat menyebabkan mata mengalami kelelahan. Kondisi ini bisa membuat mata memerah karena kurangnya waktu istirahat untuk otot-otot mata, dan jika terus dibiarkan dapat berisiko menyebabkan gangguan penglihatan seperti rabun jauh.
- Paparan Sinar Matahari
Berada di bawah terik matahari tanpa menggunakan pelindung mata dapat membuat mata terpapar sinar ultraviolet berlebih. Hal ini bisa mengiritasi permukaan mata dan membuatnya tampak merah.
Apakah Mata Merah Tanpa Rasa Sakit Berbahaya?
Sebagian besar kasus mata merah yang tidak menimbulkan rasa sakit bersifat ringan dan tidak berbahaya. Biasanya hal ini berkaitan dengan iritasi ringan, alergi musiman, atau paparan lingkungan yang dapat ditangani dengan pengobatan rumahan sederhana. Namun, ada pula beberapa kondisi medis yang perlu diwaspadai, seperti:
- Infeksi Mata
Beberapa infeksi seperti konjungtivitis (mata merah/pink eye) atau keratitis dapat menimbulkan mata merah pada tahap awal tanpa disertai nyeri. Jika tidak ditangani, infeksi ini bisa berkembang menjadi lebih serius dan menyebabkan komplikasi.
- Penyakit Autoimun
Gangguan sistem kekebalan tubuh seperti rheumatoid arthritis atau lupus dapat memengaruhi mata. Peradangan yang terjadi bisa menyebabkan kemerahan bahkan tanpa rasa nyeri yang menyertai.
- Benda Asing di Mata
Masuknya partikel kecil seperti debu, serat, atau serpihan kecil lainnya bisa menyebabkan iritasi. Kadang tidak terasa sakit, namun tetap menyebabkan pembuluh darah di mata melebar sebagai respons alami tubuh.
- Glaukoma
Meskipun pada umumnya glaukoma tidak menimbulkan kemerahan, namun pada kasus tertentu seperti glaukoma sudut tertutup, peningkatan tekanan di dalam bola mata bisa membuat mata tampak merah karena pembuluh darah menjadi lebih menonjol.
Peradangan atau Aneurisma Pembuluh Darah di Mata
Kondisi medis yang memengaruhi pembuluh darah mata, seperti peradangan atau pelebaran pembuluh darah (aneurisma), juga dapat membuat mata terlihat merah walaupun tidak terasa sakit.
Apabila mata merah berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain seperti mata berair, kepekaan terhadap cahaya, atau perubahan tajam dalam penglihatan, sebaiknya segera periksa ke dokter mata. Pemeriksaan lebih lanjut akan membantu menemukan penyebab pasti dan memberikan perawatan yang sesuai.
Langkah Tepat Mengatasi Mata Merah Tanpa Rasa Sakit
Untuk mengurangi atau meredakan mata merah, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah:
- Istirahatkan Mata
Kurangi aktivitas yang membuat mata lelah, seperti menatap layar terlalu lama. Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
- Gunakan Tetes Mata
Tetes mata yang diformulasikan untuk mengatasi iritasi ringan atau alergi bisa membantu meredakan kemerahan. Pilih tetes mata tanpa pengawet bila digunakan dalam jangka waktu lama.
- Kompres Dingin
Tempelkan kain bersih yang telah direndam air dingin pada mata selama beberapa menit. Ini dapat membantu mengecilkan pembuluh darah dan mengurangi kemerahan atau pembengkakan.
- Hindari Pemicu
Identifikasi faktor pemicu yang membuat mata Anda merah. Bila disebabkan oleh alergi, hindari kontak dengan alergen seperti debu atau bulu binatang. Bila disebabkan oleh iritasi lingkungan, usahakan berada di tempat yang bersih dan minim polusi.
- Hindari Lensa Kontak atau Kacamata yang Tidak Tepat
Pastikan bahwa lensa kontak yang digunakan dalam kondisi bersih dan sesuai dengan resep dokter. Kacamata juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan mata agar tidak memperburuk iritasi.
- Gunakan Air Mata Buatan
Di lingkungan yang kering atau saat mata terasa kering, air mata buatan dapat membantu menjaga kelembapan alami mata.
- Hindari Obat Tetes yang Mengandung Zat Penghilang Rasa Nyeri
Beberapa tetes mata mengandung zat anestesi ringan untuk meredakan ketidaknyamanan. Penggunaan jangka panjang justru bisa menutupi gejala penting dan menyebabkan ketergantungan.
- Jaga Kebersihan Mata
Cuci tangan sebelum menyentuh area sekitar mata. Hindari kebiasaan menggosok mata karena bisa memperparah iritasi atau menyebabkan luka mikro yang memperburuk kondisi.
Mata merah tanpa rasa sakit bisa berasal dari hal sederhana seperti alergi atau kelelahan, namun juga bisa menandakan adanya masalah kesehatan tertentu yang lebih serius. Karena itu, penting untuk mengenali gejala dan penyebabnya, serta segera mengambil tindakan yang tepat. Jika kondisi tidak membaik atau disertai gangguan penglihatan lainnya, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter mata agar mendapatkan penanganan secara menyeluruh dan aman.
Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:
(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)
Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia













