Mengenal Jenis dan Penyebab Buta Warna Parsial secara Mendalam

June 16, 2025 by markbro
Mengenal-Jenis-dan-Penyebab-Buta-Warna-Parsial-secara-Mendalam.png

Buta warna adalah kondisi gangguan penglihatan warna yang secara umum terbagi menjadi dua jenis, yaitu buta warna parsial dan buta warna total. Pada kondisi buta warna parsial, seseorang mengalami kesulitan dalam membedakan warna-warna tertentu saja. Sementara pada kasus buta warna total atau penglihatan monokromatik, semua warna tampak seperti hitam dan putih saja, karena ketidakmampuan total dalam mengenali spektrum warna.

 

Penyebab Buta Warna Parsial

Beberapa faktor dapat menyebabkan seseorang mengalami buta warna parsial. Berikut penjelasannya:

Faktor Genetik

Buta warna parsial paling sering terjadi karena faktor keturunan. Kelainan ini muncul ketika terjadi gangguan pada fotopigmen, yaitu zat yang berperan dalam mendeteksi warna melalui sel-sel kerucut di retina. Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan kelainan ini, maka risiko mengalami buta warna parsial akan lebih tinggi.

 

Cedera pada Mata atau Otak

Kerusakan pada retina akibat trauma atau cedera fisik dapat menyebabkan gangguan dalam mengenali warna. Selain itu, cedera pada otak, terutama di bagian yang mengatur persepsi warna, juga bisa memicu kondisi ini.

 

Penyakit Degeneratif dan Neurologis

Beberapa penyakit dapat memengaruhi saraf di retina atau otak dan berujung pada gangguan penglihatan warna. Penyakit-penyakit seperti glaukoma, degenerasi makula, Parkinson, Alzheimer, stroke, dan diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada sistem penglihatan warna dan mengakibatkan buta warna parsial.

 

Efek Samping Obat-obatan

Konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa berdampak pada kemampuan membedakan warna. Beberapa obat seperti klorpromazin, tioridazin, etambutol, dan hydroxychloroquine diketahui dapat menimbulkan gangguan penglihatan warna sebagai efek samping. Namun, dalam banyak kasus, gangguan ini bersifat sementara dan akan membaik setelah obat dihentikan.

Penuaan

Seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan visual akan mengalami penurunan secara alami. Risiko buta warna parsial meningkat pada kelompok usia lanjut, terutama jika mereka mengalami kondisi seperti katarak atau degenerasi makula yang mengganggu fungsi retina.

 

Jenis-Jenis Buta Warna Parsial

Buta warna parsial diklasifikasikan berdasarkan jenis warna yang sulit dibedakan. Dua kategori utamanya adalah buta warna merah-hijau dan biru-kuning.

 

 Buta Warna Merah-Hijau

Jenis ini merupakan yang paling umum, disebabkan oleh tidak berfungsinya atau hilangnya sel kerucut merah atau hijau pada retina. Buta warna merah-hijau terdiri dari beberapa subtipe:

 

  • Deuteranopia

Tidak adanya sel kerucut hijau menyebabkan warna merah tampak kekuningan kecokelatan dan warna hijau terlihat seperti krem.

  • Protanopia

Kehilangan sel kerucut merah membuat warna merah tampak abu-abu atau gelap, sedangkan warna jingga dan hijau terlihat kekuningan. Warna ungu dan biru juga menjadi sulit dibedakan.

  • Protanomali

Fungsi sel kerucut merah terganggu, sehingga warna seperti merah, jingga, dan kuning tampak lebih gelap dan menyerupai hijau. Kondisi ini cenderung ringan dan tidak banyak mengganggu aktivitas.

  • Deuteranomali

Adanya gangguan pada sel kerucut hijau menyebabkan warna hijau dan kuning tampak kemerahan, serta menyulitkan pembedaan warna ungu dan biru. Ini merupakan bentuk paling ringan dari buta warna merah-hijau.

 

Buta Warna Biru-Kuning

Jenis ini lebih jarang ditemukan dan disebabkan oleh kelainan pada sel kerucut biru (tritan):

  • Tritanomali

Gangguan pada fungsi fotopigmen biru membuat warna biru terlihat lebih kehijauan, dan sulit membedakan warna kuning dengan merah.

  • Tritanopia

Tidak adanya sel kerucut biru menyebabkan warna biru tampak kehijauan dan warna kuning berubah menjadi ungu atau abu-abu muda. Kasus ini sangat jarang terjadi.

 

Penanganan dan Prognosis

Buta warna parsial yang bersifat genetik bersifat permanen dan tidak dapat disembuhkan, karena belum tersedia teknologi medis untuk mengganti sel pigmen warna di retina. Meski demikian, kondisi ini umumnya tidak mengganggu kesehatan secara keseluruhan dan tidak memerlukan penanganan medis khusus selama tidak menghambat aktivitas sehari-hari. Sebagian besar penderita dapat tetap beraktivitas dengan normal, hanya dengan sedikit penyesuaian pada lingkungan atau kegiatan yang melibatkan pengenalan warna.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia

markbro



Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!