Waspadai Degenerasi Makula: Gangguan Penglihatan yang Sering Terabaikan

July 4, 2025 by markbro
Waspadai-Degenerasi-Makula-Gangguan-Penglihatan-yang-Sering-Terabaikan.png

Degenerasi makula adalah salah satu gangguan penglihatan yang umumnya menyerang kelompok usia lanjut, terutama wanita. Kondisi ini menyebabkan penurunan kemampuan melihat secara perlahan, terutama pada bagian tengah pandangan mata, sehingga aktivitas seperti membaca, menulis, mengemudi, atau mengenali wajah seseorang menjadi sulit dilakukan.

 

Apa Itu Degenerasi Makula?

Degenerasi makula terkait usia atau age-related macular degeneration (AMD) merupakan penyakit mata progresif yang menyerang makula bagian tengah retina yang bertanggung jawab terhadap penglihatan tajam. Penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, namun para ahli meyakini kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Kebanyakan penderita berusia di atas 60 tahun. Namun, risiko akan meningkat jika seseorang memiliki kebiasaan merokok, menderita obesitas, mengalami hipertensi, memiliki riwayat degenerasi makula dalam keluarga, atau sering terpapar sinar matahari.

 

Gejala yang Muncul

Degenerasi makula berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Seiring waktu, penderita akan mulai merasakan gangguan pada penglihatan, seperti munculnya garis-garis atau kabur di bagian tengah pandangan. Ini dapat membuat pengenalan wajah menjadi sulit, serta menyebabkan kesulitan melihat dalam kondisi cahaya redup.

Dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun, gejala ini bisa memburuk. Ada dua bentuk degenerasi makula yang dapat terjadi, yakni tipe basah dan tipe kering. Tipe basah berkembang lebih cepat dan umumnya menyebabkan kerusakan yang lebih signifikan dibandingkan tipe kering.

Pentingnya Pemeriksaan Dini

Karena gejala awal kerap tidak disadari, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama bagi individu yang berusia di atas 50 tahun. Jika mengalami penglihatan kabur atau perubahan dalam melihat warna, segera periksakan ke dokter mata.

Pemeriksaan mata rutin dianjurkan setiap dua tahun bagi orang yang berusia di bawah 40 tahun, dan setiap satu hingga dua tahun bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas. Pemeriksaan ini mencakup tes garis Amsler, oftalmoskopi, serta teknik pencitraan seperti optical coherence tomography dan fluorescein angiography untuk mendeteksi adanya perubahan atau kebocoran pembuluh darah pada makula.

Penanganan dan Pengobatan

Pengobatan degenerasi makula difokuskan pada upaya mempertahankan kualitas penglihatan dan memperlambat perkembangan penyakit. Pada tahap awal, penderita biasanya belum memerlukan terapi khusus, namun harus rutin memeriksakan mata setiap tahun.

Beberapa langkah gaya hidup yang disarankan meliputi berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, rajin berolahraga, serta mengonsumsi makanan kaya antioksidan dan zinc seperti bayam, brokoli, kacang-kacangan, daging sapi, produk susu, dan roti gandum. Suplemen yang mengandung vitamin E, vitamin C, dan zinc juga dapat membantu memperlambat kerusakan.

Pada kasus yang lebih lanjut, penanganan disesuaikan dengan jenis degenerasi makula. Beberapa pilihan terapi yang tersedia meliputi pemasangan lensa khusus untuk membantu penglihatan, penyuntikan obat anti-VEGF ke bola mata guna memperbaiki dan menjaga kualitas penglihatan, serta terapi laser untuk mencegah kehilangan penglihatan lebih lanjut.

Jika penglihatan tidak membaik, pasien dapat mengikuti program rehabilitasi penglihatan. Program ini bertujuan untuk membantu penderita menyesuaikan diri dengan penglihatan yang terbatas. Strategi yang bisa dilakukan antara lain menggunakan kaca pembesar, membaca buku dengan huruf besar, memperbesar tampilan layar elektronik, mengganti lampu menjadi lebih terang, hingga menggunakan teknologi suara sebagai bantuan navigasi.

 

Risiko dan Komplikasi

Salah satu komplikasi paling serius dari degenerasi makula adalah kebutaan sentral, yaitu kehilangan kemampuan melihat pada bagian tengah pandangan. Meskipun tidak menyebabkan kebutaan total karena penglihatan tepi tetap utuh, penderita tetap berisiko mengalami isolasi sosial dan depresi. Pada beberapa kasus, mereka bahkan dapat mengalami halusinasi visual atau sindrom Charles-Bonnet.

 

Upaya Pencegahan

Pencegahan degenerasi makula dapat dilakukan dengan menghindari faktor risiko yang dapat dikendalikan. Ini termasuk berhenti merokok, melindungi mata dari sinar matahari dengan kacamata berlensa pelindung UV, serta menjalani pemeriksaan mata secara teratur.

Pola makan sehat juga memainkan peran penting. Konsumsi buah dan sayur yang kaya antioksidan, serta makanan yang mengandung vitamin C, E, zinc, dan tembaga sangat disarankan. Selain itu, bagi mereka yang memiliki risiko tinggi, berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan suplemen lutein dapat menjadi langkah preventif tambahan.

Degenerasi makula memang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun dengan deteksi dini dan pengelolaan yang tepat, kualitas hidup penderita tetap dapat terjaga. Pemeriksaan mata secara berkala, penerapan gaya hidup sehat, dan dukungan keluarga menjadi kunci penting dalam menghadapi kondisi ini.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia

markbro



Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!