Mengenal Dakriosistitis: Infeksi Kelenjar Air Mata yang Perlu Diwaspadai

July 12, 2025 by markbro
Mengenal-Dakriosistitis-Infeksi-Kelenjar-Air-Mata-yang-Perlu-Diwaspadai.png

Kelenjar air mata memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan mata dengan memproduksi air mata yang akan keluar melalui ujung mata. Cairan ini berfungsi melumasi, melindungi, dan membersihkan mata dari kotoran maupun partikel asing. Namun, kelenjar ini juga bisa mengalami gangguan serius seperti infeksi yang disebut dakriosistitis. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman hingga komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.

 

Apa Itu Dakriosistitis?

Dakriosistitis merupakan infeksi pada kelenjar air mata yang terjadi akibat peradangan, baik akut maupun kronis. Kondisi ini umumnya ditandai dengan luka, bengkak, serta kemerahan di area dekat hidung, tempat kelenjar lakrimal berada. Infeksi ini muncul karena tersumbatnya saluran lakrimal, yaitu saluran tempat air mata mengalir dari mata menuju rongga hidung.

Kelenjar lakrimal yang berukuran kecil terletak di kelopak mata bagian atas. Air mata yang diproduksi akan menyebar ke seluruh permukaan mata setiap kali berkedip, kemudian mengalir ke saluran kecil bernama puncta, menuju saluran lakrimal dan akhirnya ke hidung. Jika saluran ini tersumbat, cairan yang seharusnya mengalir keluar akan menumpuk, menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

 

Gejala yang Muncul

Dakriosistitis memiliki gejala khas yang perlu dikenali agar bisa segera ditangani. Beberapa di antaranya:

  • Produksi air mata berlebih
  • Nyeri atau ketidaknyamanan di area sekitar mata
  • Keluarnya nanah dari sudut mata
  • Pembengkakan dan kemerahan di dekat hidung
  • Demam, terutama pada kasus akut
  • Penglihatan kabur atau mata terasa berat
  • Keluarnya lendir atau belekan
  • Pengerasan pada kelopak mata

Dakriosistitis kronis biasanya menimbulkan gejala yang lebih ringan dan berlangsung dalam waktu lama, sedangkan bentuk akut sering disertai nanah dan demam yang menandakan peradangan hebat. Jika tidak segera diobati, infeksi akut dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya.

 

Komplikasi yang Dapat Terjadi

Infeksi kelenjar air mata yang tidak ditangani dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, antara lain:

  • Kebutaan, jika infeksi menyebar ke jaringan mata dan pembuluh darah
  • Abses otak, akibat penyebaran nanah ke otak
  • Meningitis, ketika peradangan menjalar ke selaput otak dan tulang belakang
  • Sepsis atau infeksi darah yang mengancam jiwa

 

Penyebab Dakriosistitis

Penyumbatan saluran air mata adalah penyebab utama dakriosistitis. Ketika saluran ini tersumbat sebagian atau sepenuhnya, air mata tidak dapat mengalir keluar, sehingga menjadi tempat berkembang biaknya bakteri seperti Staphylococcus aureus.

Dakriosistitis bisa terjadi pada siapa saja, namun paling sering ditemukan pada bayi. Pada bayi, kondisi ini dikenal sebagai dakriosistitis kongenital dan biasanya terjadi karena saluran air mata belum berkembang sempurna sejak lahir. Lubang-lubang kecil (puncta) yang belum terbuka dapat menyebabkan air mata tetap menggenang dan memicu infeksi. Meskipun sebagian besar kasus ini akan membaik dengan sendirinya seiring pertumbuhan, beberapa di antaranya memerlukan pemeriksaan lebih lanjut jika infeksi terus berulang.

 

Faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami dakriosistitis antara lain:

  • Usia lanjut. Lansia memiliki saluran air mata yang cenderung menyempit seiring bertambahnya usia, terutama pada wanita.
  • Infeksi kronis pada mata, saluran air mata, atau hidung, seperti sinusitis yang menimbulkan luka atau jaringan parut.
  • Cedera fisik seperti patah tulang hidung yang mengganggu saluran air mata.
  • Tumor di sekitar saluran air mata yang menekan dan menghambat aliran air mata.
  • Penggunaan obat kemoterapi atau terapi radiasi yang menimbulkan efek samping pada sistem saluran air mata.
  • Kelainan struktural seperti deviasi septum hidung.
  • Rhinitis atau peradangan pada lapisan dalam hidung.

 

Proses Diagnosis oleh Dokter

Diagnosis dakriosistitis biasanya diawali dengan wawancara gejala dan pemeriksaan fisik mata. Beberapa tes mungkin dilakukan untuk memastikan penyebabnya, antara lain:

  • Tes pengeringan air mata untuk mengukur kecepatan penguapan air mata
  • Pengairan dan probing dengan menyemprotkan larutan garam ke saluran air mata untuk melihat kelancaran aliran
  • Pemeriksaan pencitraan seperti X-ray, CT scan, atau MRI untuk mendeteksi letak dan penyebab penyumbatan

 

Pilihan Pengobatan Dakriosistitis

Pengobatan dakriosistitis akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa metode yang umum digunakan meliputi:

  1. Antibiotik

Digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri, baik dalam bentuk obat minum maupun tetes mata.

  1. Pijatan kelenjar air mata

Khusus untuk bayi, pijatan lembut di sekitar area hidung atas dapat membantu membuka sumbatan saluran air mata.

  1. Menunggu penyembuhan cedera

Jika penyumbatan disebabkan oleh trauma, dokter mungkin menyarankan untuk menunggu beberapa bulan guna melihat perbaikan alami.

  1. Dilatasi, probing, dan flushing

Teknik ini digunakan untuk memperlebar dan membersihkan saluran air mata, terutama pada bayi dan balita, atau dewasa dengan sumbatan parsial.

  1. Dilatasi kateter balon

Metode ini memanfaatkan balon kecil untuk membuka saluran yang tersumbat dan biasanya efektif untuk anak-anak dan orang dewasa dengan sumbatan ringan.

  1. Pemasangan stent atau intubasi

Selang silikon dipasang di mata sebagai saluran air mata buatan, dilakukan dengan anestesi lokal. Ini menjadi pilihan ketika antibiotik tidak lagi efektif.

  1. Operasi dacryocystorhinostomy (DCR)

Prosedur ini dilakukan untuk membuat saluran baru agar air mata bisa mengalir ke hidung. Biasanya disarankan jika infeksi akut tak kunjung sembuh atau pada kasus kronis yang berulang.

Dakriosistitis adalah infeksi kelenjar air mata yang tidak boleh diabaikan. Gejalanya bisa ringan hingga berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani. Mengetahui tanda-tanda awal, penyebab, serta metode pengobatannya dapat membantu Anda mencegah dan merawat kondisi ini dengan tepat. Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gejala dakriosistitis agar penanganan dapat segera dilakukan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia

markbro



Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!