Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Mengapa-Objek-Dekat-Terlihat-Kabur-Kenali-Hipermetropi-atau-Rabun-Dekat.png
13/Dec/2025

Rabun dekat, dalam istilah medis dikenal sebagai hipermetropi, adalah salah satu jenis gangguan penglihatan yang membuat seseorang kesulitan melihat benda yang berada dekat, sementara objek di kejauhan biasanya masih tampak jelas.

 

Apa Itu Rabun Dekat?

Hipermetropi terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak fokus tepat pada retina (lapisan peka cahaya di bagian belakang mata), melainkan terfokus di belakangnya. Kondisi ini sering disebabkan oleh bentuk bola mata yang terlalu pendek atau kelengkungan kornea dan lensa yang tidak proporsional.

Hal ini berbeda dengan presbiopi, yaitu penurunan kemampuan fokus jarak dekat akibat penuaan struktur lensa mata.

 

Penyebab Rabun Dekat

Rabun dekat disebabkan oleh kesalahan pembiasan cahaya di dalam mata, yang membuat fokus jatuh di belakang retina. Bentuk bola mata yang terlalu pendek atau kelengkungan lensa yang tidak tepat biasanya menjadi faktor utama.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hipermetropi antara lain:

  • Memiliki keluarga dengan riwayat rabun dekat
  • Usia di atas 40 tahun
  • Kondisi medis seperti diabetes atau gangguan pada struktur mata tertentu

 

Gejala Rabun Dekat

Orang dengan hipermetropi biasanya mengalami beberapa gejala berikut:

  • Objek dekat terlihat kabur atau tidak fokus
  • Harus menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas
  • Mata cepat lelah, terasa tegang, atau terasa panas saat membaca atau bekerja dekat
  • Sakit kepala setelah aktivitas visual jarak dekat
  • Tidak nyaman saat menggunakan komputer atau membaca dalam waktu lama

 

Kapan Harus Periksa Mata?

Pemeriksaan mata perlu dilakukan jika gejala tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti membaca, menulis, atau menggunakan perangkat digital. Pemeriksaan mata juga penting dilakukan secara rutin pada anak, remaja, dan orang dewasa terutama yang memiliki faktor risiko hipermetropi.

 

Bagaimana Diagnosis Dilakukan?

Dokter mata akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk memastikan hipermetropi, termasuk:

  • Tes ketajaman penglihatan, yaitu membaca huruf atau simbol pada jarak berbeda.
  • Retinoskopi atau pemeriksaan menggunakan cahaya khusus untuk melihat pembiasan cahaya di dalam mata.
    Kadang dokter juga akan menggunakan tetes mata untuk melebarkan pupil agar pemeriksaan lebih akurat.

 

Pengobatan dan Penanganan

Tujuan utama penanganan hipermetropi adalah membantu cahaya difokuskan tepat ke retina sehingga penglihatan menjadi lebih jelas.

  1. Kacamata atau Lensa Kontak

Ini adalah solusi yang paling umum. Kacamata atau lensa kontak khusus dapat memperbaiki fokus cahaya sehingga objek dekat menjadi jelas.

  1. Operasi Refraktif (Laser)

Beberapa prosedur seperti LASIK, LASEK, atau PRK dapat dilakukan untuk mengubah bentuk kornea sehingga fokus cahaya menjadi lebih akurat. Metode ini sering dipilih oleh orang dewasa yang ingin terlepas dari kacamata atau lensa kontak.

Sebelum menjalani operasi, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter mengenai keuntungan dan risiko yang mungkin terjadi.

 

Tips Menjaga Kesehatan Mata

Walaupun hipermetropi sendiri tidak bisa sepenuhnya dicegah, berikut beberapa langkah yang membantu menjaga kesehatan mata secara umum:

  • Rutin periksa mata, terutama jika sudah masuk usia dewasa atau memiliki faktor risiko
  • Mengonsumsi makanan bernutrisi untuk mata seperti sayuran hijau dan ikan
  • Menjaga pencahayaan yang baik saat membaca atau bekerja
  • Menggunakan kacamata hitam saat terpapar sinar matahari langsung
  • Menghindari kebiasaan yang dapat merusak mata, seperti merokok atau paparan zat kimia tanpa pelindung mata

 

Komplikasi Jika Tidak Ditangani

Jika hipermetropi tidak dikoreksi, dapat menyebabkan beberapa masalah seperti:

  • Mata menjadi cepat lelah karena terus berusaha fokus
  • Cefalea atau sakit kepala setelah aktivitas visual intens
  • Potensi gangguan keseimbangan otot mata seperti mata juling atau dominasi satu mata

 

Rabun dekat bukan berarti melihat tidak bisa kembali jelas. Dengan pemeriksaan tepat, penggunaan lensa korektif yang sesuai, dan perawatan mata yang baik, kualitas penglihatan Anda dapat meningkat dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan nyaman.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Kelopak-Mata-Gatal-dan-Bengkak-Bisa-Jadi-Tanda-Blefaritis.png
11/Dec/2025

Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata, yang dapat menyebabkan kelopak terasa gatal, perih, kemerahan, bengkak, serta muncul kerak atau sisik di tepi bulu mata. Kondisi ini sering membuat mata terasa tidak nyaman seperti ada pasir di mata dan jika tidak ditangani dengan benar bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut atau komplikasi pada mata bagian dalam.

Penyebab blefaritis bisa beragam: dari produksi minyak kelopak mata yang tidak normal, infeksi bakteri, hingga kebersihan mata dan kulit yang kurang terjaga.

Karena sifatnya bisa kambuh atau kronis, penting mengetahui cara mengatasi dengan tepat bukan hanya meredakan gejala sementara.

 

Cara Mengatasi Blefaritis dengan Tepat

Berikut beberapa langkah perawatan yang efektif bisa dilakukan di rumah untuk membantu meredakan blefaritis:

  1. Membersihkan Kelopak Mata Secara Teratur

Gunakan air hangat dan kain bersih atau kapas lembut untuk membersihkan tepi kelopak terutama jika terdapat kerak atau sisik di bulu mata. Pembersihan membantu mengurangi penumpukan minyak, bakteri, atau sel kulit mati yang jadi pemicu.

Jika tersedia, penggunaan sampo bayi atau sabun lembut untuk kelopak mata dapat membantu menjaga kebersihan tanpa mengiritasi kulit.

  1. Kompres Hangat

Kompres hangat pada kelopak mata selama beberapa menit dapat membantu melonggarkan minyak atau kerak yang menyumbat kelenjar minyak di tepi kelopak. Ini membantu membuka pori dan mengurangi iritasi.

Lakukan kompres hangat secara teratur misalnya 1–2 kali sehari terutama pada pagi atau malam hari.

  1. Hindari Mengucek atau Menggosok Mata

Mengucek mata yang teriritasi bisa memperparah peradangan dan menimbulkan luka. Jika merasa gatal atau perih, lebih baik gunakan kompres hangat dan bersihkan kelopak dengan lembut daripada menggosok mata.

  1. Hindari Penggunaan Kosmetik / Lensa Kontak Saat Kelopak Terasa Iritasi

Kosmetik mata atau lensa kontak dapat memperburuk kondisi karena bisa mengandung zat iritan atau memperparah bakteri di sekitar mata. Sebaiknya hindari pemakaian hingga kelopak dan mata benar-benar sembuh.

  1. Jaga Kebersihan dan Hindari Pemicu Lain

Pastikan tangan selalu bersih sebelum menyentuh area mata, rutin mencuci muka, dan menjaga kebersihan wajah secara umum. Hindari debu, asap, polusi, atau bahan iritan karena ini bisa memicu flare-up blefaritis.

Jika Anda memakai lensa kontak, ganti dengan kacamata sementara hingga mata pulih sepenuhnya.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika langkah perawatan di rumah sudah dijalani, tetapi gejala seperti kemerahan, bengkak, iritasi, rasa sangat perih, mata merah terus, atau penglihatan terganggu tidak membaik dalam 1–2 minggu, disarankan untuk menemui dokter mata. Karena kadang blefaritis dapat disertai infeksi atau kondisi lain yang memerlukan obat khusus (misalnya salep antibiotik, tetes mata, atau perawatan medis lain).

Blefaritis memang bisa mengganggu kenyamanan mata, tetapi dengan perawatan rutin dan tepat seperti kebersihan kelopak, kompres hangat, dan menghindari iritan kondisi ini bisa dikendalikan. Kebiasaan sederhana sehari-hari memainkan peran besar dalam mencegah kekambuhan dan menjaga mata tetap sehat.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Kelopak-Mata-Gatal-dan-Bengkak-Bisa-Jadi-Tanda-Blefaritis.png
09/Dec/2025

Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata yang menyebabkan kelopak terasa sakit, kemerahan, bengkak, dan sering menimbulkan rasa gatal atau sensasi seperti berpasir di mata. Kondisi ini biasanya tidak menular, tetapi bisa sangat mengganggu kenyamanan mata.

Penyebab umum blefaritis adalah penyumbatan kelenjar minyak di tepi bulu mata sehingga minyak, sel kulit, dan bakteri menumpuk.

 

Gejala Blefaritis

Beberapa gejala yang umum muncul:

  • Kelopak mata membengkak, kemerahan, terasa gatal atau perih.
  • Mata berair, mata terasa kering, atau sensasi seperti ada pasir di mata.
  • Kelopak dan bulu mata penuh kerak atau sisik, terutama setelah bangun tidur.
  • Sensasi terbakar atau menyengat, mata sensitif terhadap cahaya, pandangan kadang kabur.

 

Faktor Pemicu & Risiko

Blefaritis bisa dipicu oleh beberapa kondisi, seperti:

  • Infeksi bakteri (misalnya bakteri Staphylococcus) pada tepi kelopak.
  • Penyakit kulit seperti ketombe, kulit berminyak, atau kondisi seperti Rosacea.
  • Kulit kepala/kulit wajah yang berketombe, iritasi akibat kosmetik, obat tetes mata, atau lensa kontak.
  • Produksi minyak kelopak mata yang tidak normal sehingga kelenjar mudah tersumbat.

 

Penanganan & Perawatan

Blefaritis tidak selalu bisa “sembuh total”, tapi gejalanya bisa dikendalikan dengan baik dengan perawatan teratur:

  • Kebersihan kelopak mata rutin: bersihkan tepi kelopak dengan air hangat + sabun ringan atau shampo bayi secara lembut untuk menghilangkan kerak dan minyak.
  • Kompres hangat: membantu melonggarkan minyak dan kerak, memudahkan pembersihan kelopak.
  • Obat tetes yang diresepkan dokter: bila ada peradangan berat, dokter bisa meresepkan tetes mata anti-inflamasi, air mata buatan, atau antibiotik jika ada infeksi.
  • Mengatasi faktor penyebab: jika blefaritis dipicu kondisi kulit (misalnya flaking, kulit berminyak, rosacea), maka perawatan kulit juga penting misalnya rutin keramas, menggunakan sampo khusus, dan menghindari kosmetik / lensa kontak hingga kondisi membaik.

Karena blefaritis bisa bersifat kronis, menjaga kebersihan kelopak secara konsisten menjadi kunci agar gejala tidak sering kambuh.

 

Potensi Komplikasi Jika Diabaikan

Jika tidak ditangani dengan benar, blefaritis dapat menyebabkan:

  • Mata menjadi sangat kering atau terlalu berair
  • Rambut bulu mata rontok atau tumbuh ke arah salah (menyebabkan iritasi)
  • Bentuk kelopak berubah bisa lipat ke dalam atau keluar
  • Infeksi tambahan seperti bintitan (stye), kista, atau bahkan luka kornea (ulcer) jika terus-menerus mengiritasi mata.

 

Blefaritis adalah peradangan kelopak mata yang umum terjadi dan sering membandel. Meski bukan kondisi mengancam nyawa, dampaknya terhadap kenyamanan mata dan penglihatan bisa signifikan bila diabaikan.

Kunci mengendalikan blefaritis adalah perawatan kebersihan kelopak yang konsisten, serta perawatan kulit dan mata jika ada kondisi lain seperti ketombe atau kulit berminyak. Jika keluhan tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter mata agar mendapat penanganan yang sesuai.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Pemulihan-Setelah-Operasi-Pterygium-Cara-Merawat-Mata-dengan-Aman.png
04/Dec/2025

Operasi pterygium biasanya dilakukan untuk mengangkat pertumbuhan jaringan abnormal pada mata dan memperbaiki penglihatan atau mengurangi iritasi. Setelah operasi, mata Anda membutuhkan perawatan khusus periode pemulihan sangat menentukan hasil operasi dan peluang sel pterygium muncul kembali. Berikut panduan merawat mata pasca-operasi, berdasarkan praktik medis terkini.

Apa yang Normal Setelah Operasi?

  • Mata biasanya terasa agak perih, sensasi seperti ada “pasir/kerikil”, dan agak sakit ringan selama beberapa hari.
  • Mata mungkin kemerahan atau sedikit bengkak ini bisa berlangsung 1–2 minggu.
  • Penglihatan bisa kabur sementara, dan mata lebih sensitif terhadap cahaya dalam beberapa hari sampai beberapa minggu.
  • Anda akan mendapat tetes mata antibiotik dan/atau antiinflamasi ini penting untuk membantu penyembuhan dan mencegah infeksi.

 

Hal-Hal yang Dianjurkan

Agar penyembuhan mata optimal, lakukan hal-hal berikut sesuai petunjuk dokter:

  • Gunakan obat tetes mata atau salep sesuai jadwal jangan melewatkan dosis.
  • Bersihkan kelopak mata secara lembut jika terasa lengket, dengan kain kasa bersih dan air steril/air rebus yang sudah didinginkan lakukan dengan tangan bersih.
  • Gunakan pelindung mata seperti kacamata hitam dengan perlindungan sinar UV ketika keluar rumah ini membantu melindungi mata dari sinar matahari, debu, dan angin.
  • Istirahat cukup hindari aktivitas berat, mengangkat beban berat, membungkuk atau aktivitas yang memberi tekanan pada mata selama 1–2 minggu awal.
  • Bisa membaca, menonton TV, atau bekerja di depan layar asal tidak berlebihan. Aktivitas ringan seperti ini umumnya diperbolehkan.

 

Hal-Hal yang Harus Dihindari

Untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan, hindari hal-hal berikut:

  • Jangan mengucek, menggosok, menekan, atau menyentuh mata yang sudah dioperasi ini bisa merusak jaringan penyembuhan.
  • Hindari berenang, bersentuhan langsung dengan air kolam, laut, atau bak mandi air bisa membawa bakteri dan meningkatkan risiko infeksi. Umumnya disarankan menghindari air selama minimal 1–2 minggu atau sesuai instruksi dokter.
  • Jangan memakai lensa kontak sampai mata benar-benar sembuh dan dokter mengizinkan penggunaan lensa kontak bisa menyebabkan iritasi atau infeksi.
  • Jangan menggunakan kosmetik atau make-up sekitar mata setidaknya 1 minggu setelah operasi produk kosmetik bisa mengandung bahan iritan atau bakteria.
  • Hindari lingkungan berdebu, berangin, atau berpolusi debu dan partikel bisa mengiritasi mata dan memperlambat penyembuhan.

 

Tanda-Tanda yang Wajib Diwaspadai & Kapan ke Dokter

Meskipun sebagian besar pemulihan berjalan normal, ada kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri yang makin parah, bukan berkurang
  • Pembengkakan atau kemerahan yang tidak membaik setelah 1–2 minggu
  • Keluar cairan terutama nanah dari mata
  • Penurunan penglihatan mendadak atau kabur yang tidak membaik
  • Sensasi ada benda asing yang tidak hilang setelah beberapa minggu

 

Mengapa Perawatan Pasca Operasi Itu Krusial

Perawatan pasca-operasi tidak hanya agar mata cepat sembuh, tapi juga untuk:

  • Mengurangi risiko komplikasi seperti infeksi, peradangan, atau kerusakan graft (jika teknik transplantasi jaringan dipakai).
  • Meminimalkan kemungkinan pertumbuhan ulang pterygium pencegahan dari paparan UV, debu, dan iritasi penting agar sel tidak kambuh.
  • Memastikan pemulihan penglihatan optimal jika perawatan diabaikan, hasil operasi bisa kurang maksimal.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mengenal-Pterigium-“Daging-Tumbuh”-di-Mata-yang-Bisa-Mengganggu-Penglihatan.png
02/Dec/2025

Pterygium adalah kondisi di mana selaput tipis (konjungtiva) dari bagian “putih mata” tumbuh ke arah kornea lapisan bening di depan mata sehingga membentuk tonjolan dengan warna kemerahan atau kekuningan. Tumor manifest ini bersifat jinak dan bukan kanker.

Pterygium bisa terjadi di satu mata atau keduanya, dan pertumbuhan selaput ini kadang dimulai dari lesi kecil bernama Pinguecula bercak kekuningan di putih mata akibat pengendapan lemak, protein, atau kalsium. Jika pinguecula terus berkembang, bisa berubah menjadi pterygium.

 

Mengapa Terjadi? Faktor Risiko Pterygium

Penyebab pasti pterygium belum diketahui secara absolut. Namun, ada sejumlah faktor lingkungan dan kebiasaan yang meningkatkan risiko berkembangnya kondisi ini, antara lain:

  • Paparan sinar matahari, terutama sinar ultraviolet (UV), dalam waktu lama seperti orang yang banyak berada di luar ruangan (pekerja outdoor, petani, nelayan, dsb.).
  • Mata yang sering terkena debu, pasir, angin, asap, atau kondisi lingkungan kering karena iritasi berulang bisa memicu pertumbuhan sel abnormal pada konjungtiva.
  • Faktor lain yang mungkin: mata kering kronis, polusi udara, atau paparan lingkungan dengan partikel pengiritasi mata.

Karena itu, pterygium lebih banyak ditemukan pada orang yang tinggal di iklim tropis atau subtropis, dengan banyak aktivitas luar ruangan.

 

Tanda dan Gejala Pterygium

Pterygium kadang tidak menimbulkan gejala sama sekali, terutama pada tahap awal. Namun ketika selaput tumbuh lebih besar, berikut gejala yang umum muncul:

  • Mata kemerahan atau tampak “darah”
  • Sensasi seperti ada pasir, gatal, terbakar, atau “ada yang mengganjal” di mata
  • Mata terasa kering, perih, atau mudah berair
  • Nyeri ringan terutama saat mata terpapar angin, debu, atau sinar matahari
  • Penglihatan kabur atau terganggu jika pterygium sudah menjalar ke bagian kornea bahkan bisa menyebabkan silindrisasi kornea (astigmatisme) atau distorsi pandangan

Karena sering tanpa gejala pada awalnya, banyak penderita pterygium baru menyadari kondisi ketika pertumbuhannya sudah cukup besar.

 

Diagnosis: Bagaimana Dokter Mengetahuinya?

Diagnosis pterygium umumnya dilakukan lewat pemeriksaan mata sederhana oleh dokter spesialis mata. Langkah pemeriksaan meliputi:

  • Pemeriksaan fisik mata kelopak konjungtiva
  • Penggunaan alat khusus seperti slit-lamp agar selaput abnormal bisa dilihat lebih jelas.
  • Jika diperlukan, tes tambahan seperti topografi kornea (untuk melihat perubahan bentuk kornea) atau foto dokumentasi agar pertumbuhan pterygium bisa dipantau.

Dengan diagnosa tepat, dokter bisa menyarankan tata laksana yang sesuai dari perawatan ringan hingga tindakan bedah jika diperlukan.

 

Pengobatan: Dari Tetep Mata Sampai Operasi

Penanganan pterygium tergantung pada tingkat keparahan dan keluhan pasien:

  • Jika pterygium kecil dan tidak menimbulkan gejala, biasanya tidak perlu pengobatan khusus cukup pantau secara berkala.
  • Untuk gejala ringan seperti mata merah, iritasi, atau kering dokter mungkin meresepkan obat tetes mata berupa pelembap (“air mata buatan”) atau salep mata. Jika peradangan cukup kuat, tetes mata kortikosteroid bisa digunakan dalam jangka pendek.
  • Jika pterygium sudah tumbuh ke kornea dan mengganggu penglihatan atau untuk alasan kosmetik operasi pengangkatan pterygium bisa dilakukan. Biasanya dengan teknik graft konjungtiva agar area bekas pengangkatan bisa pulih.

Namun perlu diingat: pterygium bisa muncul kembali (kambuh) setelah operasi terutama jika faktor risiko seperti sinar matahari atau debu masih ada.

 

Cara Mencegah Agar Pterygium Tak Memburuk

Kuncinya adalah melindungi mata dari iritasi dan paparan sinar UV. Berikut langkah pencegahan yang disarankan:

  • Saat beraktivitas di luar ruangan, gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV dan topi bertepi lebar untuk menghalangi sinar matahari langsung ke mata.
  • Hindari paparan debu, pasir, asap, angin kencang atau lingkungan kering terutama untuk orang yang sensitif mata. Gunakan pelindung mata bila perlu.
  • Gunakan tetes mata pelembap (artificial tears) jika mata sering kering ini membantu menjaga permukaan mata tetap sehat.
  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin, apalagi jika memiliki riwayat pterygium, sering terpapar matahari, atau bekerja di luar ruangan. Deteksi dini membantu pengobatan lebih efektif.

 

Pterygium adalah kondisi mata umum dan bersifat jinak bukan kanker. Meski kadang tanpa gejala, pterygium bisa menyebabkan ketidaknyamanan, iritasi, atau bahkan gangguan penglihatan bila tumbuh terlalu besar.

Dengan proteksi mata yang tepat, kebiasaan menjaga kelembapan mata, serta pemeriksaan rutin, Anda dapat mencegah pertumbuhan pterygium atau meminimalkan risiko kambuh. Jika kondisinya sudah mengganggu baik dari segi penglihatan maupun kenyamanan konsultasikan ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!