Mengenal Pterigium, “Daging Tumbuh” di Mata yang Bisa Mengganggu Penglihatan

December 2, 2025 by markbro
Mengenal-Pterigium-“Daging-Tumbuh”-di-Mata-yang-Bisa-Mengganggu-Penglihatan.png

Pterygium adalah kondisi di mana selaput tipis (konjungtiva) dari bagian “putih mata” tumbuh ke arah kornea lapisan bening di depan mata sehingga membentuk tonjolan dengan warna kemerahan atau kekuningan. Tumor manifest ini bersifat jinak dan bukan kanker.

Pterygium bisa terjadi di satu mata atau keduanya, dan pertumbuhan selaput ini kadang dimulai dari lesi kecil bernama Pinguecula bercak kekuningan di putih mata akibat pengendapan lemak, protein, atau kalsium. Jika pinguecula terus berkembang, bisa berubah menjadi pterygium.

 

Mengapa Terjadi? Faktor Risiko Pterygium

Penyebab pasti pterygium belum diketahui secara absolut. Namun, ada sejumlah faktor lingkungan dan kebiasaan yang meningkatkan risiko berkembangnya kondisi ini, antara lain:

  • Paparan sinar matahari, terutama sinar ultraviolet (UV), dalam waktu lama seperti orang yang banyak berada di luar ruangan (pekerja outdoor, petani, nelayan, dsb.).
  • Mata yang sering terkena debu, pasir, angin, asap, atau kondisi lingkungan kering karena iritasi berulang bisa memicu pertumbuhan sel abnormal pada konjungtiva.
  • Faktor lain yang mungkin: mata kering kronis, polusi udara, atau paparan lingkungan dengan partikel pengiritasi mata.

Karena itu, pterygium lebih banyak ditemukan pada orang yang tinggal di iklim tropis atau subtropis, dengan banyak aktivitas luar ruangan.

 

Tanda dan Gejala Pterygium

Pterygium kadang tidak menimbulkan gejala sama sekali, terutama pada tahap awal. Namun ketika selaput tumbuh lebih besar, berikut gejala yang umum muncul:

  • Mata kemerahan atau tampak “darah”
  • Sensasi seperti ada pasir, gatal, terbakar, atau “ada yang mengganjal” di mata
  • Mata terasa kering, perih, atau mudah berair
  • Nyeri ringan terutama saat mata terpapar angin, debu, atau sinar matahari
  • Penglihatan kabur atau terganggu jika pterygium sudah menjalar ke bagian kornea bahkan bisa menyebabkan silindrisasi kornea (astigmatisme) atau distorsi pandangan

Karena sering tanpa gejala pada awalnya, banyak penderita pterygium baru menyadari kondisi ketika pertumbuhannya sudah cukup besar.

 

Diagnosis: Bagaimana Dokter Mengetahuinya?

Diagnosis pterygium umumnya dilakukan lewat pemeriksaan mata sederhana oleh dokter spesialis mata. Langkah pemeriksaan meliputi:

  • Pemeriksaan fisik mata kelopak konjungtiva
  • Penggunaan alat khusus seperti slit-lamp agar selaput abnormal bisa dilihat lebih jelas.
  • Jika diperlukan, tes tambahan seperti topografi kornea (untuk melihat perubahan bentuk kornea) atau foto dokumentasi agar pertumbuhan pterygium bisa dipantau.

Dengan diagnosa tepat, dokter bisa menyarankan tata laksana yang sesuai dari perawatan ringan hingga tindakan bedah jika diperlukan.

 

Pengobatan: Dari Tetep Mata Sampai Operasi

Penanganan pterygium tergantung pada tingkat keparahan dan keluhan pasien:

  • Jika pterygium kecil dan tidak menimbulkan gejala, biasanya tidak perlu pengobatan khusus cukup pantau secara berkala.
  • Untuk gejala ringan seperti mata merah, iritasi, atau kering dokter mungkin meresepkan obat tetes mata berupa pelembap (“air mata buatan”) atau salep mata. Jika peradangan cukup kuat, tetes mata kortikosteroid bisa digunakan dalam jangka pendek.
  • Jika pterygium sudah tumbuh ke kornea dan mengganggu penglihatan atau untuk alasan kosmetik operasi pengangkatan pterygium bisa dilakukan. Biasanya dengan teknik graft konjungtiva agar area bekas pengangkatan bisa pulih.

Namun perlu diingat: pterygium bisa muncul kembali (kambuh) setelah operasi terutama jika faktor risiko seperti sinar matahari atau debu masih ada.

 

Cara Mencegah Agar Pterygium Tak Memburuk

Kuncinya adalah melindungi mata dari iritasi dan paparan sinar UV. Berikut langkah pencegahan yang disarankan:

  • Saat beraktivitas di luar ruangan, gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV dan topi bertepi lebar untuk menghalangi sinar matahari langsung ke mata.
  • Hindari paparan debu, pasir, asap, angin kencang atau lingkungan kering terutama untuk orang yang sensitif mata. Gunakan pelindung mata bila perlu.
  • Gunakan tetes mata pelembap (artificial tears) jika mata sering kering ini membantu menjaga permukaan mata tetap sehat.
  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin, apalagi jika memiliki riwayat pterygium, sering terpapar matahari, atau bekerja di luar ruangan. Deteksi dini membantu pengobatan lebih efektif.

 

Pterygium adalah kondisi mata umum dan bersifat jinak bukan kanker. Meski kadang tanpa gejala, pterygium bisa menyebabkan ketidaknyamanan, iritasi, atau bahkan gangguan penglihatan bila tumbuh terlalu besar.

Dengan proteksi mata yang tepat, kebiasaan menjaga kelembapan mata, serta pemeriksaan rutin, Anda dapat mencegah pertumbuhan pterygium atau meminimalkan risiko kambuh. Jika kondisinya sudah mengganggu baik dari segi penglihatan maupun kenyamanan konsultasikan ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia

markbro



Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!