Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Agar-Obat-Tetes-Mata-Bekerja-Optimal-Begini-Cara-Pemakaiannya.png
31/Oct/2025

Menggunakan obat tetes mata tampak sederhana, namun jika diterapkan secara sembarangan, manfaatnya bisa berkurang atau bahkan menimbulkan risiko. Berikut panduan praktis agar Anda bisa meneteskan obat dengan tepat dari persiapan hingga langkah pasca penggunaan.

 

Persiapan: Kunci agar Obat Tetes Mata Efektif

Sebelum Anda meneteskan obat ke mata, ada beberapa hal penting yang harus dilakukan agar pemakaian aman dan optimal:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Ini untuk mencegah kuman atau debu ikut masuk ke mata melalui botol tetes.
  2. Lepaskan terlebih dahulu lensa kontak, kecuali obat tetes yang digunakan memang untuk lensa kontak.
  3. Cek kondisi kemasan obat tetes mata. Pastikan botol belum rusak, segel masih utuh, dan tanggal kedaluwarsa belum lewat.

 

Langkah Penggunaan yang Tepat

Untuk memastikan obat bekerja maksimal dan menyerap baik ke mata, ikuti langkah berikut:

  • Berbaring atau duduk sambil mengangkat kepala dan melihat ke atas.
  • Tarik kelopak mata bagian bawah sehingga terbentuk kantong kecil yang bisa menjadi “wadah” tetesan.
  • Pegang botol obat tetes dan posisikan ujung pipet sekitar 2-3 cm dari mata. Pastikan ujung pipet tidak menyentuh mata agar tidak terjadi kontaminasi.
  • Tekan kemasan untuk meneteskan satu tetes ke dalam kantong kelopak bawah.
  • Setelah tetes masuk, tutup mata perlahan selama 2-3 menit tanpa berkedip. Tekan bagian sudut mata dekat hidung dengan jari agar obat tidak langsung masuk ke saluran air mata dan terserap ke tubuh secara sistemik.
  • Jika Anda harus menggunakan lebih dari satu jenis obat tetes, beri jeda sekitar 5 menit sebelum jenis obat selanjutnya.
  • Hapus kelebihan obat yang menetes ke pipi dengan tissue bersih, tutup botol kembali rapat, dan cuci tangan Anda.

 

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

Beberapa kebiasaan salah saat meneteskan obat mata bisa menghambat hasil atau bahkan memperparah kondisi:

  • Meneteskan dua tetes sekaligus tanpa memberi jeda obat pertama belum diserap, sehingga kedua bisa mendorong obat pertama keluar.
  • Menyentuh ujung botol ke mata atau jari meningkatkan risiko infeksi atau kontaminasi.
  • Tak mencuci tangan sebelum dan sesudah membuat mata rentan terhadap bakteri kuman.
  • Menggunakan obat tetes yang sudah kedaluwarsa atau kemasan rusak bisa mengurangi efektivitas atau menimbulkan risiko baru.

 

Ringkasan dan Tips Tambahan

Meneteskan obat ke mata sebenarnya adalah tindakan kecil tapi bila dilakukan dengan benar, bisa berdampak besar bagi kesehatan mata Anda.
Tips cepat:

  • Selalu hati-hati dan tenang saat menetes;
  • Pastikan kebersihan botol dan tangan;
  • Ikuti instruksi dokter atau petunjuk kemasan;
  • Bila Anda merasa tidak nyaman atau memiliki kondisi mata khusus (misalnya setelah operasi atau infeksi), konsultasikan ke dokter spesialis mata.

Mata adalah salah satu organ paling berharga kita sedikit perhatian akan membawa perbedaan besar.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Keratitis-Peradangan-Kornea-yang-Tak-Boleh-Diabaikan.png
30/Oct/2025

Pernahkah Anda merasakan mata merah mendadak, nyeri saat membuka kelopak, atau penglihatan samar seolah bayangan melintas? Bisa jadi itu bukan sekadar “mata lelah” melainkan tanda dari keratitis, suatu kondisi di mana lapisan transparan di bagian depan mata yakni Kornea mengalami peradangan atau infeksi.

 

Apa Itu Keratitis?

Keratitis adalah peradangan atau infeksi pada kornea mata. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai penyebab mulai dari infeksi oleh bakteri, virus, jamur, hingga cedera atau iritasi yang tidak diobati.

Saat kornea terpengaruh, penglihatan dapat terganggu mulai dari kabur ringan, rasa nyeri seperti ada benda asing di mata, hingga kondisi yang lebih parah seperti luka terbuka pada kornea yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan jika tak segera diatasi.

 

Gejala yang Patut Diwaspadai

Beberapa gejala yang sering muncul saat seseorang mengalami keratitis antara lain:

  • Mata merah, kemerahan yang tampak jelas.
  • Rasa sakit atau perih, terutama saat membuka mata atau terkena cahaya terang (fotofobia).
  • Sensasi seperti ada benda asing di mata atau mata terasa berpasir.
  • Penglihatan kabur atau penglihatan menurun secara tiba-tiba.
  • Mata berair atau belekan yang tidak biasa.

Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala tersebut, terutama bila menggunakan lensa kontak atau baru saja mengalami cedera pada mata, sebaiknya segera periksa ke dokter mata. Karena keratitis bisa berkembang cepat dan menyebabkan kerusakan permanen jika terlambat ditangani.

 

Penyebab dan Faktor Risiko

Keratitis dapat muncul melalui berbagai jalan, dengan beberapa penyebab dan faktor risiko berikut:

  • Infeksi: Bakteri (Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa), virus (seperti Herpes Simpleks), jamur (Fusarium, Aspergillus), atau parasit (Acanthamoeba).
  • Cedera atau iritasi kornea: Goresan kecil, benda asing yang masuk ke mata, paparan sinar UV atau zat kimia.
  • Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis atau terlalu lama: Ini adalah salah satu faktor paling sering ditemukan.
  • Sistem imun yang menurun: Bayi, lansia, atau orang dengan penyakit kronis memiliki risiko lebih tinggi.
  • Kebiasaan buruk seperti mengucek mata atau memakai lensa kontak saat tidur.

 

Pengobatan & Penanganan

Penanganan keratitis sangat bergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan kondisi kornea saat ditemukan. Berikut garis besar pengobatan yang umum dilakukan:

  • Untuk keratitis ringan, kadang hanya diperlukan tetes air mata buatan atau salep ringan untuk mengurangi iritasi.
  • Jika penyebabnya bakteri, virus, atau jamur dokter akan meresepkan tetes mata antibiotik, antivirus, atau antijamur sesuai penyebab.
  • Pada kasus berat yang menyebabkan luka atau ulkus pada kornea, tindakan seperti transplantasi kornea bisa diperlukan sebagai penanganan akhir.
  • Setelah pengobatan, pemantauan rutin oleh dokter mata sangat penting untuk memastikan tidak ada kerusakan permanen dan penglihatan dapat pulih sebaik mungkin.

 

Pencegahan: Kuncinya Ada di Kebiasaan Sehari-hari

Kita bisa melakukan banyak langkah sederhana untuk mencegah keratitis dan menjaga kornea tetap sehat:

  • Gunakan lensa kontak dengan benar: cuci tangan terlebih dulu, jangan tidur dengan lensa dalam mata, ganti wadah dan cairan secara teratur.
  • Hindari mengucek mata, terutama saat merasa gatal atau ada benda kecil di mata. Sebab goresan kecil bisa menjadi jalan masuk infeksi.
  • Lindungi mata dari paparan sinar UV atau benda asing saat berada di luar ruangan atau bekerja di lingkungan berdebu. Gunakan kacamata pelindung bila perlu.
  • Segera periksakan jika mata merah, nyeri, atau penglihatan berubah dibanding menunggu hingga memburuk.
  • Jaga sistem kekebalan tubuh dengan tidur cukup, pola makan seimbang, dan hindari stres berkepanjangan.

 

Kornea mungkin tipis dan bening, tapi jangan salah ia memegang peran besar dalam cara kita melihat dunia. Kondisi seperti keratitis yang menyerang bagian itu tidak boleh dianggap ringan. Dengan mengenali gejala sejak awal, menjaga kebiasaan yang sehat, dan mendapatkan penanganan medis tepat waktu, kita bisa menjaga penglihatan tetap tajam dan mencegah kerusakan serius.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Kornea-Mata-Lapisan-Bening-Kecil-dengan-Peran-Besar-untuk-Penglihatan.png
29/Oct/2025

Saat kita menatap seseorang, hal pertama yang terlihat adalah bagian berwarna dari matanya. Tapi di balik keindahan itu, ada satu bagian penting yang sering terlupakan kornea, lapisan bening yang menjadi “jendela” utama bagi mata kita untuk melihat dunia dengan jelas.

Kornea mungkin tampak sepele karena bentuknya tipis dan transparan. Namun tanpa bagian ini, mata tidak akan bisa memfokuskan cahaya, dan penglihatan kita pun akan menjadi kabur.

 

Apa Itu Kornea dan Apa Fungsinya?

Kornea adalah lapisan bening yang menutupi bagian depan bola mata, tepat di depan pupil dan iris. Tugas utamanya ada dua: melindungi mata dan membiaskan cahaya.

  • Sebagai pelindung, kornea menjadi garda terdepan yang menahan debu, kuman, dan partikel asing agar tidak masuk ke bagian dalam mata.
  • Sebagai pengatur fokus, kornea membantu membiaskan cahaya yang masuk agar jatuh tepat ke retina — bagian mata yang berfungsi menangkap gambar.

Menurut penjelasan dari Hello Sehat, kornea terdiri dari beberapa lapisan tipis yang bekerja sama menjaga kejernihan dan kekuatannya. Karena tidak memiliki pembuluh darah, kornea mendapatkan oksigen langsung dari udara dan air mata.

 

Masalah yang Sering Terjadi pada Kornea

Karena letaknya di bagian paling depan, kornea mudah mengalami gangguan. Beberapa kondisi umum yang bisa menyerang kornea antara lain:

  1. Infeksi dan radang (keratitis) — bisa disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau pemakaian lensa kontak yang tidak higienis.
  2. Ulkus kornea — luka terbuka pada permukaan kornea yang menyebabkan nyeri, mata merah, dan penglihatan kabur.
  3. Cedera akibat benda asing atau kebiasaan mengucek mata — goresan kecil saja bisa menimbulkan luka serius.
  4. Kerusakan akibat sinar UV — paparan sinar matahari berlebihan dapat merusak jaringan halus pada kornea.
  5. Keratokonus — kondisi ketika bentuk kornea menonjol seperti kerucut sehingga mengubah fokus cahaya dan menyebabkan penglihatan buram.

Masalah pada kornea tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tapi bisa berujung pada gangguan penglihatan jangka panjang bila tidak segera ditangani.

 

Tanda-Tanda Kornea Bermasalah

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Mata terasa nyeri atau perih seperti ada pasir.
  • Penglihatan kabur atau buram mendadak.
  • Mata berair berlebihan.
  • Sensitif terhadap cahaya terang.
  • Ada bercak putih pada permukaan mata.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis mata. Pemeriksaan dini dapat mencegah kerusakan lebih parah dan memulihkan fungsi penglihatan lebih cepat.

 

Cara Menjaga Kesehatan Kornea

Menjaga kornea tidak memerlukan perawatan rumit, cukup dengan kebiasaan sederhana seperti:

  • Cuci tangan sebelum menyentuh area mata.
  • Gunakan kacamata pelindung saat bepergian di luar ruangan atau di lingkungan berdebu.
  • Hindari mengucek mata terlalu keras.
  • Bersihkan dan gunakan lensa kontak sesuai petunjuk dokter mata.
  • Konsumsi makanan kaya vitamin A, seperti wortel, bayam, dan ikan, untuk menjaga kesehatan jaringan mata.
  • Periksa mata secara berkala, terutama jika sering menggunakan gadget atau memiliki gangguan penglihatan.

 

Kornea adalah lapisan kecil namun berperan besar bagi kehidupan kita. Ia bukan hanya melindungi, tetapi juga memastikan setiap warna, bentuk, dan cahaya yang kita lihat tetap jernih.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


4-Fakta-Unik-Tentang-Air-Mata-yang-Jarang-Diketahui.png
27/Oct/2025

Siapa sangka, air mata yang sering dianggap sebagai simbol kesedihan ternyata punya banyak peran penting untuk tubuh kita.
Setiap tetes air mata bukan hanya ekspresi emosi, tapi juga bagian dari sistem pertahanan tubuh yang canggih. Dari menjaga kelembapan mata hingga membantu kita merasa lega setelah menangis, air mata punya cerita menarik di baliknya.

Yuk, kenali empat fakta menarik tentang air mata berikut ini.

 

  1. Air Mata Melindungi dan Membersihkan Mata

Pernah merasa tiba-tiba keluar air mata saat ada debu yang masuk ke mata? Itu bukan hal aneh.
Air mata bekerja sebagai “pembersih alami” mata. Ia membantu menyingkirkan debu, asap, atau partikel kecil yang bisa mengiritasi permukaan mata.
Jenis ini disebut air mata refleks, dan tanpa disadari, mekanisme sederhana ini menjaga penglihatan kita tetap jernih dan sehat.

 

  1. Mengandung Zat Anti-Bakteri

Selain melembapkan, air mata juga mengandung lisozim enzim yang bisa melawan bakteri penyebab infeksi.
Bayangkan saja, setiap kali mata kita sedikit berair, sebenarnya tubuh sedang berusaha membunuh kuman yang mungkin menempel.
Jadi, jangan buru-buru kesal saat mata terasa berair bisa jadi itu pertahanan alami tubuh sedang bekerja keras menjaga kamu tetap sehat.

 

  1. Menangis Bisa Bantu Redakan Stres

Ada alasan mengapa setelah menangis seseorang merasa lebih lega.
Air mata yang keluar karena emosi mengandung hormon stres dan zat kimia yang, ketika dikeluarkan, membantu menurunkan ketegangan dalam tubuh.
Menangis bukan tanda kelemahan justru cara alami tubuh untuk “merilis” emosi yang menumpuk. Kadang, satu tangisan bisa jauh lebih menenangkan daripada seribu kata.

 

  1. Air Mata Juga Punya Peran di Hidung

Pernah merasa hidung ikut meler saat menangis? Itu karena saluran air mata terhubung langsung ke hidung melalui saluran kecil bernama nasolakrimalis.
Jadi ketika air mata diproduksi berlebih, sebagian mengalir ke hidung dan membantu menjaga kelembapan rongga hidung.
Itulah sebabnya, menangis tidak hanya melibatkan emosi, tapi juga respons fisiologis seluruh wajah kita.

 

Air mata adalah cara tubuh berbicara. Ia membersihkan, melindungi, dan kadang juga menyembuhkan.
Jadi, jika kamu merasa ingin menangis, jangan tahan. Itu bukan tanda lemah, tapi justru bukti bahwa tubuhmu bekerja sebagaimana mestinya.

Menangis bisa jadi bentuk penyembuhan bukan hanya untuk mata, tapi juga untuk hati.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mengucek-Mata-Terasa-Lega-tapi-Bisa-Picu-Kerusakan-Kornea-dan-Infeksi.png
22/Oct/2025

Saat mata terasa gatal, ada debu yang masuk, atau ketika kita bangun tidur dengan kantung mata, seringkali insting pertama kita adalah mengucek mata. Rasanya melegakan sejenak tangan memberi tekanan, lalu mata terasa sedikit “lega”. Namun, ternyata kebiasaan ini bukan tanpa risiko. Artikel ini akan mengulas mengapa mengucek mata bisa berdampak buruk, apa saja efeknya, dan bagaimana kita bisa merawat mata dengan lebih aman.

 

Kenapa Kita Sering Mengucek Mata?

Mengucek mata tampaknya menjadi reaksi natural saat:

  • Mata terasa gatal atau ada benda asing masuk.
  • Mata terasa lelah atau kering setelah menatap layar terlalu lama.
  • Bangun tidur dan melihat kantung mata atau mata terasa sesak.

Secara mekanis, mengucek bisa memicu keluarnya air mata tambahan yang membantu melembapkan mata dan menghilangkan debu. Sayangnya, manfaat sekejap itu bisa dibayar dengan konsekuensi jangka panjang jika dilakukan terlalu sering atau terlalu keras.

 

Dampak Negatif Mengucek Mata yang Harus Diketahui

Beberapa masalah mata yang dapat timbul akibat kebiasaan mengucek mata antara lain:

  1. Infeksi mata
    Tangan kita menyentuh banyak benda dari gagang pintu hingga gadget yang bisa menjadi sumber bakteri atau parasit. Sentuhan ke mata lalu digosok bisa memindahkan kuman dan memicu infeksi.
  2. Kantung mata dan lingkaran hitam
    Tekanan berulang pada area bawah mata dapat memperburuk kondisi kantung mata dan lingkaran hitam di bawah mata.
  3. Mata berdarah (sub­conjunctival hemorrhage)
    Mengucek terlalu keras bisa memecahkan pembuluh darah kecil pada bagian putih mata, menghasilkan bercak merah yang cukup menakutkan.
  4. Risiko penyakit mata serius seperti glaukoma atau keratokonus
    – Tekanan berulang di dalam mata dapat memperburuk kondisi glaukoma.
    – Pada keratokonus, kornea menipis dan berubah bentuk; kebiasaan mengucek mata dianggap sebagai faktor risiko.
  5. Kelopak mata bengkak atau terluka
    Gesekan keras atau berulang bisa menimbulkan luka kecil di kelopak mata atau menyebabkan pembengkakan kronis.

 

Bagaimana Cara Menjauhkan Diri dari Kebiasaan Ini?

Menghindari mengucek mata bukan berarti tidak boleh sama sekali menyentuhnya melainkan dilakukan dengan lebih sadar dan hati-hati. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan sehari-hari:

  • Coba kedipkan mata beberapa kali saat mata terasa gatal atau ada sensasi mengganjal, daripada langsung mengucek.
  • Bila ada benda asing atau debu yang terasa: jangan mengucek bilas mata dengan larutan saline atau air bersih.
  • Lepaskan lensa kontak sebelum melakukan pembersihan mata agar risiko iritasi atau infeksi berkurang.
  • Gunakan kompres dingin atau kain lembut yang dibasahi air untuk meredakan rasa gatal atau perih di mata.
  • Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh area sekitar mata.
  • Bila mata terasa terus-menerus gatal atau muncul gejala seperti kemerahan atau penglihatan kabur lebih baik konsultasikan ke dokter mata.

 

Mata kita adalah jendela dunia mereka memungkinkan kita belajar, bekerja, melihat orang yang kita cintai, dan menikmati keindahan sekitar. Kebiasaan sederhana seperti mengucek mata mungkin terlihat sepele, tapi bila dilakukan berulang dan tanpa disadari bisa membawa dampak negatif yang nyata.
Mulailah untuk lebih sadar terhadap kebiasaan sehari-hari, dan berikan mata Anda perawatan yang layak sedikit perhatian hari ini dapat berarti penglihatan yang lebih baik dan aman di masa depan

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Membersihkan-Mata-dengan-Benar-Simpel-Aman-dan-Tanpa-Risiko.png
20/Oct/2025

Mata adalah jendela dunia tanpa mata yang sehat, banyak aktivitas kita bisa terganggu. Namun, kebanyakan orang buru-buru mengucek mata ketika terasa gatal atau ada debu masuk. Tahukah Anda? Kebiasaan itu justru bisa memperburuk iritasi atau menyebabkan luka mikro di permukaan mata.

 

Lantas, bagaimana cara membersihkan mata yang aman? Simak panduan berikut:

  1. Cuci Tangan dengan Sabun & Air

Sebelum menyentuh area mata, pastikan tangan Anda bersih. Cuci tangan selama minimal 20 detik menggunakan sabun lembut dan bilas dengan air mengalir. Jangan pernah menyentuh mata langsung dengan tangan kotor.

  1. Lepaskan Lensa Kontak (Jika Ada)

Gunakan mata tanpa lensa saat membersihkan. Lensa kontak bisa menahan kotoran atau cairan pembersih di permukaan mata, yang justru dapat memperparah kondisi iritasi.

  1. Posisi Nyaman & Kepala Menunduk

Miringkan kepala sedikit ke depan atau ke samping agar cairan pembersih dapat mengalir dari mata, bukan ke dalamnya. Ini membantu mencegah penyebaran iritan ke bagian mata yang sehat.

  1. Bilas dengan Air atau Larutan Mata

Gunakan air bersih (air matang atau steril) atau larutan pembersih mata yang aman dan terdaftar (hindari bahan yang mengandung pengawet kuat). Alirkan cairan dari sudut mata bagian dalam ke arah luar, secara perlahan dan lembut. Lakukan selama sekitar 10–15 menit jika diperlukan.

  1. Angkat Partikel Kecil dengan Lembut

Jika masih ada butiran kecil (debu, pasir) yang tersisa, boleh dibantu dengan kapas bersih yang dibasahi atau lakban medis kecil, tetapi lakukan sangat pelan dan hati-hati agar tidak melukai kornea. Jangan menggosok mata!

  1. Gunakan Kompres Hangat atau Dingin

Jika mata terasa bengkak, perih, atau lelah, kompres lembut dengan handuk bersih yang telah dibasahi (hangat atau dingin) bisa membantu meredakan ketidaknyamanan. Tapi hindari tekanan berlebih.

  1. Hindari Cara Berisiko
  • Jangan mengucek mata, meskipun terasa mengganjal ini bisa melukai permukaan mata (kornea).
  • Hindari penggunaan larutan sembarangan seperti air sabun, air sirih, atau obat tetes yang tidak diresepkan dokter.
  • Jangan menggunakan tisu kasar atau kain kasar di permukaan mata.

 

Jika setelah dibersihkan gejala seperti kemerahan, nyeri, pandangan kabur, reaksi semakin parah, atau muncul cairan nanah, segera konsultasikan ke dokter mata.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Operasi-Keratoplasti-untuk-Presbiopi-Mungkinkah-Menjadi-Solusi-Mata-Tua.png
17/Oct/2025

Presbiopi, atau yang biasa disebut “mata tua,” adalah kondisi alami saat kemampuan melihat benda dekat menurun akibat berkurangnya elastisitas lensa mata biasanya muncul sekira usia 40-an. Banyak orang kemudian bertanya: “Apakah operasi keratoplasti bisa mengatasi presbiopi?” Mari kita ulas bersama.

 

Apa Itu Operasi Keratoplasti?

Keratoplasti adalah istilah umum untuk operasi pada kornea mata, terutama prosedur transplantasi kornea. Tujuannya adalah mengganti bagian kornea yang rusak atau cacat dengan donor kornea sehat untuk memperbaiki penglihatan.

Namun, keratoplasti bukanlah metode utama untuk mengobati presbiopi, karena presbiopi terjadi akibat perubahan pada lensa mata, bukan kornea.

 

Apakah Keratoplasti Efektif untuk Presbiopi?

Menurut artikel Halodoc, operasi keratoplasti bukanlah solusi ideal untuk presbiopi. Beberapa hal yang harus dipahami:

  • Presbiopi lebih berhubungan dengan lensa mata, bukan kornea.
  • Prosedur refraktif seperti LASIK atau metode lain lebih sering digunakan untuk memperbaiki penglihatan terkait refraksi (rabun jauh, dekat, astigmatisme).
  • Bahkan untuk jenis operasi refraktif, hasilnya sering berupa mengurangi ketergantungan pada kacamata dekat, bukan menghilangkan presbiopi sepenuhnya.

 

Alternatif yang Lebih Umum Digunakan

Beberapa metode yang lebih sering ditawarkan untuk mengatasi atau meringankan efek presbiopi:

  • Kacamata baca / bifokal / progresif sebagai cara paling aman dan konvensional
  • Lensa kontak multifokal atau monovision
  • Operasi refraktif seperti LASIK untuk menyesuaikan kornea agar mata dapat melihat dekat lebih baik
  • Implantasi lensa intraokular (IOL), mengganti lensa alami dengan lensa buatan agar fokus bisa berubah lebih fleksibel

 

Hal yang Perlu Dipertimbangkan

  • Operasi seperti keratoplasti membawa risiko dan tidak menjamin hasil sempurna untuk presbiopi.
  • Usia, kondisi mata, kelenturan lensa, dan struktur kornea sangat mempengaruhi apakah metode tertentu bisa berhasil.
  • Konsultasi menyeluruh dengan dokter mata sangat penting: diskusikan harapan, risiko, dan pilihan terbaik untuk kondisi mata Anda.

 

Meskipun terdengar menarik, operasi keratoplasti bukanlah jawaban tunggal untuk masalah presbiopi. Untuk presbiopi, solusi yang lebih realistis dan aman adalah kombinasi lensa baca, teknik refraktif, atau implantasi lensa khusus.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Malas-Amblyopia-Ketika-Satu-Mata-Mulai-Diabaikan-Otak.png
15/Oct/2025

Mata malas, atau dalam istilah medis disebut amblyopia, adalah kondisi di mana satu mata tidak berkembang dengan optimal sejak masa kanak-kanak. Sinyal visual dari mata tersebut ke otak tidak bekerja dengan baik, sehingga otak secara perlahan “mengabaikan” mata yang lemah dan lebih mengandalkan mata yang lebih tajam. Akibatnya, kemampuan penglihatan permanen di mata yang malas bisa berkurang jika tak ditangani sedini mungkin.

 

Apa Penyebab Mata Malas?

Beberapa kondisi bisa memicu terjadinya mata malas, terutama bila terjadi saat penglihatan anak sedang berkembang:

  • Mata juling (strabismus): mata tidak selaras, sehingga otak menerima dua gambar berbeda dan memilih satu saja.
  • Perbedaan refraksi (rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme) antara kedua mata, sehingga satu mata lebih “dimanjakan”.
  • Katarak pada anak yang mengaburkan lensa dan menyebabkan penglihatan buram sehingga memicu amblyopia.
  • Kelainan struktur mata lainnya seperti ptosis (kelopak mata turun) atau luka pada kornea yang membuat penglihatan satu mata terganggu.

Faktor risiko tambahan meliputi kelahiran prematur, berat lahir rendah, atau riwayat keluarga yang memiliki kondisi ini.

 

Gejala yang Harus Diwaspadai

Mata malas sulit dikenali oleh anak sendiri, namun orang tua bisa memperhatikan tanda-tanda berikut:

  • Sering menutup satu mata atau menyipitkan mata saat melihat
  • Mata tidak sejajar atau tampak juling
  • Memiringkan kepala agar pandangan lebih jelas
  • Sulit mengikuti benda bergerak
  • Mata cepat lelah / sering digosok
  • Hasil pemeriksaan tajam penglihatan salah satu mata buruk dibandingkan mata lainnya

Jika Anda melihat tanda-tanda tersebut, penting memeriksakan anak ke dokter mata sejak dini.

 

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Mata Malas?

  • Dokter akan menanyakan riwayat penglihatan dan memeriksa kondisi kedua mata.
  • Untuk anak kecil, dokter mungkin menggunakan alat sederhana untuk melihat respons terhadap cahaya atau objek bergerak.
  • Untuk anak usia di atas 3 tahun, tes tajam penglihatan dilakukan secara terpisah pada masing-masing mata.
  • Pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan refraksi, pemeriksaan struktur mata, dan kelainan lain akan dilakukan sesuai kebutuhan.

 

Penanganan & Pengobatan

Tujuan utama terapi adalah merangsang penggunaan mata yang lemah agar otak “melibatkan” mata itu kembali. Beberapa metode perawatan meliputi:

  • Kacamata / lensa korektif untuk memperbaiki refraksi yang tidak seimbang.
  • Penutup mata (eye patch): mata yang sehat ditutup beberapa jam sehari agar mata lemah bekerja lebih aktif.
  • Obat tetes mata jenis tertentu untuk mengaburkan penglihatan mata sehat sementara waktu, memaksa mata lemah untuk lebih digunakan.
  • Operasi, jika penyebab mata malas adalah katarak, mata juling, atau kelainan struktural lainnya.

Perawatan biasanya dilakukan selama beberapa bulan hingga tahun, tergantung tingkat keparahan. Semakin dini dimulai, semakin besar peluang keberhasilan.

 

Kenapa Harus Cepat Ditangani?

Jika tidak segera diobati saat masa anak-anak (biasanya sebelum usia 7–8 tahun), perubahan di otak yang menyebabkan penglihatan mata malas menjadi permanen bisa sulit dibalik. Mata yang malas bisa kehilangan fungsi secara permanen.

Mata malas bukan sekadar “mata yang malas melihat” ini adalah gangguan serius dalam perkembangan penglihatan. Dengan kesadaran orang tua, pemeriksaan mata rutin, dan tindakan medis yang tepat sejak dini, kondisi ini sangat mungkin diatasi.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Kebiasaan-Sehari-hari-yang-Sering-Dianggap-Sepele-Tapi-Bisa-Merusak-Mata.png
14/Oct/2025

Mata adalah harta tak ternilai. Tanpa mata yang sehat, menikmati keindahan sekitar, melihat orang terkasih, atau menikmati karya seni menjadi sulit. Tapi sering kali kita meremehkan kebiasaan kecil yang secara perlahan merusak mata. Berikut kebiasaan yang perlu kita sadari dan ubah supaya mata tetap sehat.

 

Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari

  1. Menatap layar gadget terlalu lama
    Smartphone, tablet, dan komputer memang memudahkan kerja dan komunikasi. Tapi jika berjam-jam tanpa istirahat, mata menjadi lelah, kering, dan pandangan bisa menjadi kabur.
  2. Membaca atau melihat hal di tempat gelap atau terlalu terang
    Cahaya yang tidak pas membuat otot mata bekerja keras untuk fokus, yang bisa menyebabkan sakit kepala dan mata cepat lelah.
  3. Mengucek mata pakai tangan kotor
    Ketika mata gatal, mengucek mungkin terasa lega, tapi tangan penuh kuman bisa membawa infeksi, bahkan bisa melukai permukaan mata.
  4. Tidur menggunakan lensa kontak atau lupa melepas make-up mata
    Malam hari adalah waktu pemulihan mata. Kalau lensa kontak tetap dipakai, atau make-up masih menempel, bisa menyebabkan iritasi atau infeksi.
  5. Kurang istirahat / tidur yang tidak cukup
    Begadang atau tidur yang terganggu membuat mata tidak punya cukup waktu untuk pulih. Mata bisa merah, perih, berair, dan lama-kelamaan penglihatan bisa terganggu.
  6. Merokok dan paparan asap
    Kandungan asap rokok dan bahan kimia di dalamnya dapat mempercepat berkembangnya katarak atau gangguan pada retina. Mata juga bisa jadi lebih mudah kering atau iritasi.
  7. Tidak memakai perlindungan mata terhadap sinar UV atau debu
    Matahari siang, sinar UV, debu, dan partikel udara yang tajam bisa merusak permukaan mata dan menyebabkan kondisi seperti katarak atau kerusakan kornea jika tidak dilindungi.

 

Kenapa Penting untuk Mengubah Kebiasaan Ini

  • Karena kerusakan mata akibat kebiasaan buruk seringnya muncul perlahan dan tidak disadari sampai gejalanya sudah jelas.
  • Mata yang sering lelah atau merah jika terus dibiarkan bisa mempercepat penurunan fungsi penglihatan.
  • Dengan mengubah kebiasaan sehari-hari, kita bisa melindungi mata dari risiko serius seperti infeksi, gangguan retina, katarak, dan kerusakan permanent.

 

Tips Agar Mata Tetap Sehat

  • Istirahat sejenak dari layar (contoh: aturan 20-20-20: tiap 20 menit lihat objek jauh selama 20 detik).
  • Gunakan lampu yang cukup saat membaca atau bekerja, hindari cahaya langsung yang menyilaukan.
  • Pastikan kebersihan tangan terutama sebelum menyentuh mata, lepas lensa kontak sebelum tidur, dan bersihkan make-up dengan benar.
  • Tidur cukup dan hindari begadang.
  • Gunakan kacamata hitam atau pelindung UV saat keluar rumah, dan pelindung mata saat melakukan aktivitas berisiko.

 

Menyadari bahwa mata butuh “break” bukan berarti lemah  malah sebaliknya, itu tanda bahwa kita peduli dan ingin mata bisa melihat dengan jelas lebih lama. Mulailah dari kebiasaan kecil hari ini, agar mata tetap terang dan sehat di masa depan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Kenapa-Membaca-dalam-Gelap-Bisa-“Membebani”-Mata.png
11/Oct/2025

Mungkin kamu pernah duduk di kasur, lampu padam, tapi tetap membuka buku di tangan “cuma sebentar”, pikirmu. Tapi tahu nggak, kebiasaan itu sebenarnya bikin mata bekerja ekstra: pupil melebar agar bisa “menyedot” sedikit cahaya yang ada, dan sel-sel retina harus sangat keras menafsirkan tulisan.

Meski belum ada bukti kuat bahwa membaca dalam gelap langsung bikin mata rusak permanen, efeknya nyata terasa: mata cepat lelah, tidak nyaman, dan makin susah fokus.

 

Apa yang Terjadi Saat Membaca dalam Gelap?

  • Otot mata bekerja ekstra keras
    Tanpa pencahayaan cukup, otot-otot yang mengontrol fokus harus menegangkan lebih lama agar tulisan tetap terbaca.
  • Sulit fokus & penglihatan buram sesaat
    Pelebaran pupil untuk mendapat lebih banyak cahaya bisa mengganggu ketajaman fokus sehingga tampilan menjadi samar atau bergelombang.
  • Mata cepat kering
    Saat fokus membaca, kita cenderung jarang berkedip. Di ruang gelap, kondisi itu makin mempercepat penguapan air mata, menyebabkan mata terasa kering atau perih.
  • Tanda kelelahan
    Gejala seperti pandangan kabur, mata merah, sensitif cahaya, hingga sakit kepala bisa muncul karena “beban kerja” mata yang berlebihan.

 

Tips Agar Membaca Nyaman & Aman untuk Mata

  • Gunakan pencahayaan yang cukup: lampu meja yang terang tapi tidak menyilaukan
  • Jaga jarak membaca: tidak terlalu dekat
  • Istirahatkan mata setiap 20–30 menit: arahkan pandangan ke jauh sejenak
  • Perbanyak berkedip agar mata tetap lembap
  • Kalau kondisi sudah membuat mata perih atau lelah, sebaiknya berhenti dulu dan beri relaksasi

 

Membaca dalam gelap bukanlah “membunuh mata” secara langsung, tapi kebiasaan itu bisa mempercepat kelelahan dan ketidaknyamanan yang akhirnya memaksa kita mengedip, memicingkan mata, atau bahkan menyerah duluan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!