Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Goresan-di-Mata-Ini-Cara-Pertolongan-Pertama-pada-Kornea-yang-Aman.png
29/Aug/2025

Goresan atau luka pada kornea bagian bening di depan mata adalah kondisi umum yang bisa terjadi karena debu, pasir, kuku, atau bahkan lensa kontak. Meskipun biasanya ringan dan dapat sembuh dalam beberapa hari, namun perlu ditangani hati-hati agar tidak berkembang menjadi infeksi atau ulkus.

 

Tanda Kornea Tergores

Gejala yang sering muncul meliputi:

  • Rasa ada sesuatu di mata (grit), hingga terus-menerus berkedip
  • Mata merah, berair, dan terasa nyeri
  • Penglihatan kabur dan sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
  • Kepala terasa berat atau tegang sekitar area mata

 

Langkah Pertolongan Pertama yang Disarankan

  1. Bilasan mata
    Bersihkan mata dengan air bersih atau saline untuk mengekskret debris. Gunakan alat seperti eyecup atau gelas bersih di sudut mata.
  2. Kedip instensi dan tarik kelopak atas ke bawah
    Membiarkan mata berkedip atau menarik kelopak atas ke bawah dapat memicu air mata membantu mengeluarkan benda asing.
  3. Hindari mengucek mata atau menggunakan alat sembarangan
    Mengucek atau menggunakan cotton bud, pinset, atau benda apapun bisa memperparah kondisi.
  4. Jangan pakai lensa kontak selama pemulihan
    Penggunaan lensa saat kornea terluka bisa meningkatkan risiko infeksi berat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera minta pertolongan medis bila:

  • Nyeri berlangsung lebih dari satu hari tanpa membaik
  • Ada penurunan penglihatan mendadak
  • Muncul kilatan cahaya, tirai gelap, atau mata sulit dibuka
  • Terdeteksi benda yang tertancap di mata

 

Penanganan Medis yang Perlu Dilakukan

  • Dokter akan melakukan flushing menggunakan saline, mungkin diberi tetes bius, lalu menghapus partikel asing jika diperlukan.
  • Biasanya diberikan antibiotik tetes atau salep mata untuk mencegah infeksi.
  • Obat pereda nyeri seperti NSAID oral atau tetes mata bisa diresepkan jika diperlukan.

 

Prognosis dan Pemulihan

Sebagian besar goresan kornea ringan akan sembuh dalam 24–48 jam tanpa komplikasi. Untuk kasus yang lebih parah, bisa membutuhkan waktu hingga beberapa hari. Patching (menutup mata dengan perban tertutup) kini dianggap tidak mempercepat penyembuhan dan malah bisa meningkatkan risiko infeksi, terutama pada pengguna lensa kontak.

 

Pencegahan Efektif

  • Gunakan pelindung mata (kaca pelindung, googles) saat bekerja dengan alat pertukangan, memainkan olahraga bola, potong tanaman, atau penggunaan bahan kimia.
  • Untuk pengguna lensa kontak, selalu jaga kebersihan, gunapakai sesuai dosis, dan hindari pemakaian saat mata kering.

 

Ringkasan Cepat

Aspek Penanganan & Pencegahan
Pertolongan pertama Bilas mata, kedip, hindari mengucek dan penggunaan lensa
Perlu ke dokter? Bila gejala menetap, ada objek tertancap, atau penglihatan terganggu
Tindakan medis Pemeriksaan, antibiotik, obat pereda nyeri
Pemulihan Biasanya 1–3 hari; hindari patching
Cegah cedera Pakai pelindung mata dan jaga kebersihan lensa

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Floaters-Mata-Gejala-Penyebab-dan-Cara-Menanganinya.png
27/Aug/2025

Floaters, atau bayangan kecil yang tampak melayang-layang dalam pandangan, sering kali menjadi gangguan visual yang mengganggu. Yuk, kenali penyebab, kapan harus waspada, dan bagaimana menangani kondisi ini dengan bijak.

Apa Itu Floaters?

Floaters adalah bayangan berbentuk titik, garis, benang, atau jaring-jaring halus yang tampak mengambang di area penglihatan. Umumnya terlihat saat menatap latar terang, seperti langit biru atau kertas putih. Secara teknis, floaters adalah bayangan yang dihasilkan oleh gumpalan kolagen atau debris dalam vitreous, zat seperti jelly di dalam mata.

Penyebab Floaters

  • Penuaan vitreous: Seiring bertambah usia, vitreous bisa mengental, mengkerut, dan mencair (posterior vitreous detachment—PVD), menyebabkan partikel terbentuk dan muncul sebagai floaters.
  • Rabaan retina atau pendarahan vitreous akibat diabetes atau cedera yang mengenalkan floaters sebagai tanda kondisi darurat.
  • Penyebab lain: peradangan mata, infeksi, operasi mata, hingga astigmatisme juga dapat meningkatkan sensitivitas terhadap floaters.

Kapan Harus Waspada?

Sebagian besar floaters bersifat jinak. Namun, segera konsultasikan ke dokter bila:

  • Floaters muncul secara tiba dan banyak.
  • Disertai kilatan cahaya (flashes).
  • Muncul sensasi tirai gelap atau bayangan di tepi penglihatan—bisa jadi tanda robekan atau detasemen retina.

Diagnosis Floaters Mata

Pemeriksaan biasanya meliputi dilatasi pupil untuk mengecek retina dan vitreous secara menyeluruh. Bila perlu, dokter mata dapat melakukan:

  • OCT (Optical Coherence Tomography) atau ultrasonografi untuk pemeriksaan lanjutan.

Apakah Perlu Diobati?

  • Floaters ringan umumnya tidak memerlukan tindakan dan lama-kelamaan Anda bisa terbiasa sehingga tampak berkurang.
  • Jika sangat mengganggu, pilihan perawatan meliputi:
    • Laser vitreolysis: penghancuran partikel floaters menggunakan laser. Prosedur singkat dan non-bedah.
    • Vitrectomy: operasi pengangkatan sebagian kaca mata, digantikan cairan steril. Efektif, tetapi memiliki risiko seperti infeksi, katarak, dan robekan retina.

 

Floaters mata umumnya tidak berbahaya dan menjadi lebih bisa ditoleransi seiring waktu. Namun, bila ditemukan bersamaan dengan gejala seperti kilatan cahaya, bayangan gelap, atau penurunan penglihatan, segeralah melakukan pemeriksaan mata untuk memastikan tidak terjadi kondisi serius seperti robekan atau detasemen retina.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Menyelami-Stargardt-Gangguan-Genetik-Retina-yang-Perlu-Diwaspadai.png
25/Aug/2025

Stargardt disease adalah kondisi langka dan genetik yang menyebabkan penurunan penglihatan sentral, umumnya dimulai sejak masa kanak-kanak atau remaja. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan zat lemak di makula area kecil di retina yang bertanggung jawab atas ketajaman penglihatan sehingga secara perlahan merusak sel-sel penglihatan.

Gejala Umum

Gangguan penglihatan sentral secara bertahap menjadi kabur atau hilang, sering disertai kemunculan bintik abu-abu, hitam, atau buram di pandangan. Penderitanya juga mungkin mengalami sensitivitas terhadap cahaya, kesulitan beradaptasi antara tingkat pencahayaan, dan gangguan persepsi warna. Dalam kasus lanjutan, beberapa orang bisa kehilangan penglihatan periferal atau penglihatan malam juga.

Apa Penyebabnya?

Stargardt muncul karena mutasi pada gen ABCA4, yang berperan dalam pemanfaatan vitamin A untuk pembentukan sel retina. Mutasi ini menyebabkan akumulasi lipofuscin material lemak berwarna kuning yang merusak sel retina, khususnya di makula. Kondisi ini diturunkan dalam pola resesif autosomal, artinya seseorang perlu mendapat gen rusak dari kedua orang tua.

Varian langka juga melibatkan gen lain seperti ELOVL4 atau PROM1, yang diwariskan dalam pola dominan.

Diagnosa: Mengenali Secara Akurat

Dokter mata dapat mendiagnosa Stargardt melalui pemeriksaan retina dan penggunaan tetes untuk melebarkan pupil. Metode lanjutan meliputi:

  • Foto fundus retina atau OCT untuk melihat penumpukan lipofuscin.
  • Elektroretinogram (ERG) untuk menilai respons retina terhadap cahaya.
  • Tes warna bila ada kecurigaan gangguan persepsi warna.
  • Tes genetik untuk konfirmasi mutasi ABCA4.

Apa Pengobatannya?

Saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan Stargardt. Namun, beberapa langkah dapat membantu memperlambat gejala:

  • Lindungi mata dari paparan sinar matahari dengan kacamata UV dan topi.
  • Hindari suplemen vitamin A berlebihan yang bisa mempercepat akumulasi lipofuscin.
  • Jangan merokok dan hindari asap rokok.
  • Gunakan alat bantu penglihatan (low vision aids) dan terapi rehabilitasi untuk memaksimalkan sisa penglihatan.

Jejak Penelitian dan Terapi Masa Depan

Penelitian mutakhir menunjukkan beberapa pendekatan potensial, antara lain:

  • Terapi gen untuk memperbaiki mutasi ABCA4 dan menghentikan akumulasi lipofuscin.
  • Percobaan obat seperti gildeuretinol (ALK-001) yang dirancang untuk memperlambat kerusakan retina.
  • Uji klinis penggunaan metformin oral untuk melihat efektivitasnya dalam memperlambat kehilangan penglihatan Stargardt.
  • Terapi sel punca dan pemodelan retina melalui AI dan OCT untuk evaluasi dan terapi lebih akurat.

 

Ringkasan

Stargardt adalah penyakit mata genetik yang menyebabkan penurunan penglihatan sentral seumur hidup. Berikut poin penting yang perlu diingat:

  • Terjadi karena mutasi gen ABCA4 (atau varian langka lain).
  • Dicirikan oleh kehilangan penglihatan sentral, bintik lipofuscin, dan sensitivitas terhadap cahaya.
  • Diagnosis melibatkan pemeriksaan retina dan tes genetik.
  • Belum ada pengobatan tuntas, tetapi rehabilitasi dan proteksi visual penting dilakukan.
  • Penelitian aktif dalam bidang terapi gen, obat baru, dan teknologi implan retina.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Lelah-Kenali-Penyebab-Gejala-dan-Cara-Mengatasinya.png
22/Aug/2025

Apa Itu Mata Lelah?

Mata lelah dalam istilah medis disebut astenopia adalah kondisi di mana mata bekerja terlalu keras dan tanpa jeda cukup. Aktivitas seperti membaca lama, menatap layar komputer atau gadget, dan berkendara jauh merupakan penyebab umum mata menjadi cepat lelah. Meskipun tergolong kondisi ringan, gejalanya bisa menimbulkan pandangan gelap di bawah mata (mata panda), terutama pada individu dengan warna kulit cerah.

Sebagian besar kasus mata lelah akan membaik dengan istirahat, namun bila dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa menandakan gangguan mata yang lebih serius.

Gejala Mata Lelah yang Perlu Diwaspadai

Selain rasa berat atau lelah pada mata, gejala lain yang bisa muncul antara lain:

  • Mata terasa perih, gatal, atau kering
  • Mata berair, penglihatan kabur, atau berbayang (ganda)
  • Sakit kepala atau pusing, leher pegal
  • Sensitivitas terhadap cahaya, hingga sulit membuka kedua mata
  • Sulit berkonsentrasi

Jika kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter mata.

Apa Penyebab Mata Lelah?

Berikut sekilas penyebab yang umum ditemui:

  • Kegiatan visual berkelanjutan seperti membaca atau berkendara jarak jauh
  • Menatap layar digital dalam waktu lama tanpa jeda
  • Paparan cahaya berlebih dari gadget atau lampu terang serta bacaan di ruangan gelap
  • Stres, kelelahan, atau udara kering dari AC dan kipas
  • Kondisi mata kering atau gangguan refraksi (miopia, hipermetropi, astigmatisme, presbiopia) yang tidak dikoreksi

Cara Meringankan Mata Lelah Secara Mandiri

Kabar baiknya, banyak cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakan mata lelah:

  1. Atur pencahayaan dan filter layar digital, hindari silau atau cahaya terlalu redup
  2. Gunakan metode 20–20–20: setiap 20 menit, istirahatkan pandangan selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 6 meter
  3. Batasi durasi layar: maksimal 4,5 jam untuk dewasa, dan 1–2 jam untuk anak-anak. Jika melebihi, pastikan menggunakan aturan 20–20–20
  4. Gunakan kacamata anti-radiasi atau lensa pelindung bila sering menatap layar
  5. Obati mata kering dengan air mata buatan bila perlu
  6. Tingkatkan kelembapan ruangan dengan humidifier atau atur suhu ruangan agar tidak terlalu kering

Jika gejala tidak membaik dengan perawatan di rumah, atau terus muncul secara berulang, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk diagnosis lebih lanjut.

Mata lelah atau astenopia merupakan kondisi yang muncul akibat penggunaan mata secara berlebihan, seperti menatap layar dalam waktu lama atau membaca tanpa jeda. Meski umumnya tidak berbahaya, gejalanya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani. Dengan istirahat yang cukup, penerapan metode 20-20-20, serta pengaturan pencahayaan dan kelembapan ruangan, keluhan mata lelah dapat dikurangi. Namun, jika gejala terus berulang atau semakin parah, pemeriksaan ke dokter mata sangat disarankan untuk mencegah gangguan yang lebih serius

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Iritis-Peradangan-Iris-Gejala-Penyebab-dan-Pentingnya-Penanganan-Cepat.png
20/Aug/2025

Iritis adalah bentuk peradangan yang terjadi pada iris, yakni bagian berwarna di sekitar pupil mata, dan merupakan jenis paling umum dari uveitis (peradangan uvea). Jika tidak segera ditindaklanjuti, kondisi ini bisa menyebabkan glaukoma atau bahkan kehilangan penglihatan.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Iritis dapat menyerang satu atau kedua mata secara mendadak, dengan durasi hingga tiga bulan. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Kemerahan pada mata
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman, bahkan terasa seperti tekanan ringan
  • Sensitivitas terhadap cahaya (photophobia)
  • Penurunan ketajaman penglihatan

Menurut sumber lain, tanda lain bisa berupa:

  • Sakit kepala
  • Perubahan bentuk pupil (tidak bulat sempurna)
  • Mata berair
  • Kehilangan penglihatan akut dalam beberapa kasus

Penyebab Iritis

Seringkali penyebab iritis tidak diketahui (idiopatik), tapi beberapa faktor yang diduga terlibat antara lain:

  • Cedera pada mata, seperti trauma tumpul, luka tembus, atau paparan kimia
  • Infeksi oleh virus (misalnya herpes, cacar air) maupun bakteri dan parasit seperti tuberkulosis, sifilis, toksoplasmosis
  • Gangguan autoimun atau inflamasi sistemik seperti ankylosing spondylitis, penyakit Crohn, lupus, juvenile idiopathic arthritis, Behçet’s disease, atau sarcoidosis

Kenapa Segera Mendapat Penanganan Itu Penting?

Penanganan dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius seperti:

  • Glaukoma, akibat penumpukan tekanan
  • Katarak
  • Adhesi iris (synechiae), dimana iris melekat pada lensa atau kornea
  • Edema makula, detasemen retina, atau kerusakan saraf optik

Apa yang Dilakukan Dokter?

Diagnosis iritis melibatkan pemeriksaan mata menyeluruh, termasuk:

  • Observasi dengan slit-lamp microscope untuk memeriksa kondisi iris dan sel di ruang anterior mata
  • Pertanyaan seputar riwayat gejala, sistemik, cedera mata, dan faktor risiko lainnya

Pengobatan Umum

Perawatan biasanya melibatkan:

  • Obat tetes steroid untuk mengurangi peradangan
  • Cycloplegic drops (misalnya atropin) untuk meredakan nyeri akibat spasme otot iris dan mencegah adherensi
  • Pada kasus yang lebih kompleks, bisa ditambahkan terapi oral atau suntik steroid, imunosupresan, bahkan tindakan bedah jika diperlukan

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Rayakan-Penglihatan-Sehat-Ini-7-Jurus-Ampuh-Merawat-Mata-Anda.png
19/Aug/2025

Penglihatan adalah salah satu indera paling vital dalam hidup. Untuk itu, merawat mata sejak dini, mulai dari menghindari kelelahan hingga menerapkan pola hidup sehat bukan pilihan, melainkan sebuah kewajiban.

Berdasarkan panduan Alodokter, berikut tujuh langkah praktis merawat kesehatan mata secara lengkap dan mudah diterapkan:

 

  1. Periksakan Mata secara Rutin

Melakukan pemeriksaan mata minimal 2 tahun sekali penting untuk deteksi dini penyakit seperti glaukoma, katarak, dan degenerasi macula terutama jika Anda berusia di atas 40 tahun. Pemeriksaan ini juga bisa mendeteksi dampak penyakit sistemik seperti diabetes atau hipertensi.

  1. Penuhi Asupan Nutrisi Mata

Pastikan konsumsi makanan kaya vitamin A, C, E, lutein, selenium, dan asam lemak omega-3 nutrisi penting untuk menangkal gangguan degeneratif, menjaga kelembapan, dan memperkuat retina. Sumbernya bisa ditemukan pada sayur hijau, ikan, telur, kacang, dan buah jeruk.

  1. Lakukan Istirahat Saat Menatap Gawai

Rutinitas 20–20–20: setiap 20 menit layar, alihkan pandangan ke objek sejauh kurang lebih 6 meter selama 20 detik. Ini membantu mengurangi mata lelah, kering, dan risiko gangguan penglihatan akibat terlalu lama menatap layar.

  1. Lindungi dari Sinar UV

Sinar ultraviolet dapat merusak permukaan mata dan mendorong munculnya katarak atau degenerasi makula. Pakailah kacamata hitam anti-UVA/UVB atau topi saat beraktivitas outdoor.

  1. Hindari Rokok

Merokok bukan hanya merugikan paru dan jantung, juga menempatkan mata pada risiko besar, seperti degenerasi makula hingga kerusakan saraf optik.

  1. Rawat Area Mata dengan Higienis

Bersihkan area mata sebelum dan sesudah makeup. Hindari berbagi alat rias dan ganti alat kosmetik jika sudah berubah warna, tekstur, atau menimbulkan iritasi.

  1. Olahraga Teratur

Selain menyehatkan jantung, olahraga juga bermanfaat untuk menjaga mata. Penelitian menunjukkan olahraga bisa menurunkan risiko glaukoma hingga 25% dan mengurangi peluang degenerasi makula.

 

Tambahan

  • Atasi Digital Eye Strain
    Istirahat mata, pengaturan ergonomis layar, dan pencahayaan yang sesuai adalah strategi utama untuk mengurangi ketegangan mata saat bekerja dengan layar.
  • Gaya Hidup untuk Mata Sehat
    Kombinasi diet seimbang, olahraga, tidur cukup, dan pemeriksaan rutin terbukti efektif menjaga penglihatan dalam jangka panjang.

 

Mata adalah jendela dunia merawatnya dengan rutin, nutrisi seimbang, perlindungan, dan gaya hidup sehat akan membuat dunia tetap cerah untuk Anda. Adopsi kebiasaan ini mulai hari ini, dan jadikan mata sehat sebagai investasi jangka panjang.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Anisometropia-Ketika-Mata-Kiri-dan-Kanan-Tak-Sepadan.png
18/Aug/2025

Memiliki kondisi mata yang tidak sama misalnya satu rabun jauh, satunya tidak bisa jadi bukan sekadar perbedaan biasa. Kondisi medis ini dikenal sebagai anisometropia, dan bisa mengganggu fungsi visual serta keseimbangan pandangan jika tak ditangani dengan tepat.

 

Apa Itu Anisometropia?

Anisometropia terjadi ketika kedua mata memiliki kelainan refraksi yang berbeda secara signifikan, misalnya mata kanan rabun jauh, sementara kiri rabun dekat atau astigmatisme meski satu mata normal sekalipun. Jika perbedaannya lebih dari 2 dioptri, kondisi ini diklasifikasikan sebagai anisometropia berat; kurang dari itu, masuk kategori ringan.

 

Jenis Anisometropia yang Perlu Diketahui

Anisometropia terbagi menjadi dua kategori utama:

  • Absolut: Keduanya mengalami miopia atau hipermetropi dalam intensitas yang berbeda:
    • Simple: Satu mata normal, mata lain mengalami miopia atau hipermetropi
    • Compound: Keduanya mengalami jenis refraksi yang sama (miopia atau hipermetropi), tapi berbeda kuat
    • Mixed: Satu mata miopia, satunya hipermetropi
  • Relatif: Mengacu pada perbedaan refraksi diastigmatisme antara kedua mata:
    • Simple: Salah satu mata normal, mata lainnya astigmatisme
    • Compound: Keduanya astigmatis, namun perbedaan pada aksis (arah) astigmatisme

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pada fase awal, anisometropia bisa tidak menimbulkan gejala signifikan. Seiring berkembangnya perbedaan refraksi, gejala berikut mungkin muncul:

  • Penglihatan kabur sebelah mata
  • Objek tampak tidak simetris saat dilihat oleh masing-masing mata
  • Mata cepat lelah, nyeri, atau penglihatan ganda
  • Gejala berat: Sakit kepala, pusing, dan mual

 

Apa Penyebabnya?

  • Kongenital: Kelainan ini biasanya muncul sejak lahir akibat perkembangan refraksi mata yang tidak seimbang.
  • Genetik: Faktor keturunan juga berpengaruh.
  • Didapat: Trauma atau cedera mata, termasuk akibat operasi seperti katarak, bisa menyebabkan anisometropia.

 

Pilihan Penanganan Efektif

  1. Kacamata atau lensa kontak: Memberikan koreksi refraksi yang berbeda untuk tiap mata. Meskipun tidak menyembuhkan, solusi ini bisa memperbaiki penglihatan saat digunakan.
  2. Laser Vision Correction (LVC): Metode langsung dan permanen, termasuk:
    • Femto LASIK: Membuat flap kornea, kemudian meratakan permukaan kornea dengan laser excimer
    • ReLEx SMILE: Metode inovatif tanpa flap, pemulihan lebih cepat dan risiko mata kering lebih rendah

 

Anisometropia bukan sekadar perbedaan kecil antar mata. Jika tidak diperhatikan, kondisi ini bisa mengganggu kualitas penglihatan dan kenyamanan. Untungnya, berbagai pilihan koreksi dari kacamata hingga operasi laser tersedia bagi mereka yang membutuhkannya. Konsultasikan dengan dokter mata untuk solusi terbaik sesuai kebutuhan Anda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Jangan-Abaikan-Mata-Anda-Kenali-Manfaat-Pemeriksaan-Screening-Retina.png
14/Aug/2025

Pemeriksaan kesehatan ritmik tak hanya penting bagi jantung atau gula darah, mata anda juga perlu perhatian setara. Screening retina adalah prosedur sederhana tapi krusial yang bisa mendeteksi gangguan mata sebelum gejala nyata muncul.

 

Apa Itu Screening Retina?

Screening retina adalah pemeriksaan menyeluruh pada bagian belakang mata termasuk retina, saraf optik, dan pembuluh darah dengan menggunakan alat bernama ophthalmoscope atau kamera digital khusus. Hasil pemeriksaan ini membantu dokter mendeteksi potensi gangguan mata secara dini.

 

Gangguan Mata yang Bisa Dideteksi Sejak Awal

Berikut beberapa kondisi serius yang bisa ditemukan melalui screening retina:

  • Ablasio Retina
    Retina terlepas dari struktur penopangnya perlu penanganan segera untuk mencegah kebutaan permanen.
  • Retinopati Diabetik
    Kerusakan retina akibat diabetes yang bisa berkembang tanpa gejala hingga menimbulkan kebutaan.
  • Glaukoma
    Penyakit yang merusak saraf optik karena tekanan bola mata meningkat; gejala seperti kebutaan terjadi hanya saat sudah parah.
  • Degenerasi Makula
    Umum pada lansia, menyebabkan rusaknya area mata yang bertanggung jawab untuk melihat detail.

 

Mengapa Screening Retina Penting?

  1. Deteksi Dini → Penyelamatan Penglihatan
    Banyak gangguan yang tidak menunjukkan gejala awal. Pemeriksaan rutin membantu mencegah kerusakan permanen.
  2. Kelengkapan Gambar Mata Digital
    Hasil pemeriksaan yang dipotret menjadi dokumentasi kondisi retina berguna sebagai pembanding di masa mendatang.
  3. Efektif untuk Berbagai Kondisi
    Baik untuk risiko bawaan, diabetes, maupun usia lanjut, screening retina terbukti penting untuk deteksi muslihat mulai dari kelainan retina hingga efek obat atau penyakit sistemik.

 

Kapan Sebaiknya Melakukan Screening?

  • Setiap tahun, sebagai bagian dari pemeriksaan mata rutin, khususnya untuk penderita diabetes atau berisiko glaukoma dan makula degenerasi.
  • Segera lakukan, jika mengalami gejala seperti kilatan cahaya, penglihatan mengambang, atau gangguan visual mendadak terutama terkait ablasi retina.

 

Screening retina bukan tindakan medis mewah melainkan upaya preventif penting untuk menjaga cahaya penglihatan tetap terang. Dengan deteksi dini, mayoritas kondisi berbahaya bisa dihindari sebelum memburuk. Jadi, pastikan Anda tidak skip pemeriksaan ini dalam jadwal kesehatan rutin.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Oklusi-Arteri-Retina-Sentral-CRAO-Ancaman-Tak-Terduga-pada-Penglihatan.png
13/Aug/2025

Oklusi arteri retina sentral adalah keadaan darurat medis mata yang terjadi ketika arteri utama yang mensuplai darah ke retina tersumbat sering disebut sebagai “stroke mata.” Kondisi ini menyebabkan gangguan penglihatan mendadak dan serius, dan membutuhkan penanganan segera untuk menyelamatkan retina serta penglihatan.

 

Apa Itu CRAO dan Penyebabnya?

Arteri retina sentral merupakan cabang dari arteri oftalmika dan merupakan satu-satunya pembuluh darah yang memberi suplai ke sebagian besar retina. Ketika terjadi oklusi, aliran darah ke retina terganggu, menyebabkan kekurangan oksigen yang cepat dan bisa mengakibatkan kerusakan permanen.

Penyebab paling umum adalah emboli partikel seperti gumpalan darah atau kolesterol yang menghalangi arteri retina.

 

Tanda & Gejala yang Harus Diwaspadai

  • Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba pada satu mata tanpa rasa nyeri.
  • Pada pemeriksaan khusus, terlihat “titik merah ceri” (cherry red spot) di area makula, menandai oklusi serius pada retina meski daerah sekitarnya tampak pucat dan membengkak.

 

Penanganan Medis dan Potensi Pemulihan

CRAO adalah keadaan yang memerlukan tindakan cepat. Metode penanganan termasuk:

  • Terapi oksigen hiperbarik untuk memberikan suplai oksigen sementara pada retina.
  • Upaya mengurangi tekanan intraokular, melakukan pijat mata, hingga pemberian obat pembeku darah efektivitasnya sangat tergantung pada seberapa cepat pengobatan dilakukan setelah oklusi terjadi.

Pemulihan penglihatan semakin kecil peluangnya jika pengobatan terlambat. Bila aliran darah ke retina terhenti lebih dari beberapa jam, kerusakan dapat bersifat permanen.

 

Risiko Tambahan: Hubungan dengan Stroke dan Komorbiditas

Pasien dengan CRAO memiliki risiko meningkat mengalami stroke otak hingga sepuluh kali lipat dalam 3–4 tahun pertama setelah kejadian. Kondisi medis penyerta seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung juga umum dijumpai dan dapat memicu CRAO.

 

Pencegahan & Langkah Kewaspadaan

  • Jaga kesehatan pembuluh darah dengan mengontrol tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol. Hindari merokok dan obesitas.
  • Bila tiba-tiba mengalami kehilangan penglihatan satu mata, segera cari pertolongan medis CRAO perlu ditangani di UGD secepat mungkin.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Gadget-dan-Mata-Anak-Waspadai-Efek-Negatif-yang-Tak-Terlihat.png
12/Aug/2025

Gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak mulai dari belajar daring hingga bermain game. Namun, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan gadget berlebihan bisa berdampak serius pada kesehatan mata anak.

 

Efek Negatif terhadap Mata Anak

  1. Iritasi hingga Ketegangan Mata (Digital Eye Strain)

Aktivitas menatap layar secara terus-menerus dapat menyebabkan mata cepat lelah, kering, pandangan kabur, sakit kepala, hingga kesulitan fokus. Kondisi ini dikenal sebagai digital eye strain atau computer vision syndrome. Hal ini diperparah karena anak-anak lebih jarang berkedip saat menatap layar, sehingga kelembapan alami mata terganggu.

  1. Risiko Rabun Dekat (Myopia) Meningkat

Penelitian menunjukkan bahwa setiap tambahan satu jam layar harian meningkatkan risiko rabun jauh sebesar 21 %. Selain itu, paparan layar yang berlebihan sering kali dikombinasikan dengan minimnya waktu bermain di luar, yang turut mempercepat berkembangnya miopia.

  1. Astigmatisme dan Iritasi Inklusif

Paparan layar yang berkepanjangan turut dikaitkan dengan peningkatan risiko astigmatisme, terutama melalui gangguan pada film mata dan iritasi kelopak. Kondisi ini bisa menyebabkan penglihatan kabur dan gangguan visual lebih lanjut.

  1. Gangguan Tidur karena Sinar Biru

Cahaya biru dari layar gadget mengganggu produksi hormon melatonin, yang vital untuk siklus tidur. Paparan gadget sebelum tidur seringkali menyebabkan kesulitan tidur dan mengurangi kualitas istirahat anak.

 

Cara Melindungi Mata Anak dari Dampak Gadget

  • Batasi waktu penggunaan gadget sesuai usia anak, misalnya maksimal 1 jam per hari untuk anak prasekolah.
  • Gunakan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter).
  • Pastikan pencahayaan ruangan cukup agar mata tidak bekerja terlalu keras.
  • Atur jarak pandang layar minimal 30–40 cm dari mata anak.
  • Gunakan font yang cukup besar untuk mengurangi ketegangan mata.
  • Ajak anak bermain di luar ruangan secara rutin untuk melatih fokus mata pada jarak jauh.
  • Lakukan pemeriksaan mata rutin minimal setahun sekali, terutama jika anak sering mengeluh mata lelah atau penglihatan kabur.

 

Penggunaan gadget berlebihan memberikan tantangan serius bagi mata anak-anak, mulai dari ketegangan visual, gangguan tidur, hingga risiko rabun jauh meningkat. Tetapi, dengan penerapan rutinitas sehat seperti istirahat layar terbatas, bermain di luar, dan pemeriksaan mata berkala, orang tua dapat melindungi vision anak dan mendukung perkembangan visualnya ke depan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!