Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Mata-Silinder-pada-Anak-Mengapa-Bisa-Terjadi-sejak-Dini.png
09/Aug/2025

Mata silinder atau astigmatisme sering dianggap masalah penglihatan ringan, namun pada anak–anak, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas belajar dan tumbuh kembang bila tidak ditangani sejak dini.

 

Penyebab Mata Silinder pada Anak

Berdasarkan penjelasan dari HelloSehat, beberapa faktor ini kerap menjadi pemicu berkembangnya mata silinder pada anak:

  1. Faktor Genetik dan Bawaan Lahir
    Banyak anak lahir dengan bentuk kornea tidak sempurna, baik itu oval atau tidak simetris sehingga berisiko mengalami astigmatisme sejak kecil. Kondisi ini umumnya diturunkan dari orang tua atau keluarga lain yang memiliki refraksi serupa.
  2. Cedera atau Riwayat Operasi Mata
    Trauma langsung, infeksi berat, atau tindakan bedah seperti operasi katarak dapat mengubah bentuk kornea, menimbulkan bekas luka atau kelengkungan tidak rata yang menjadi pemicu mata silinder. Operasi refraktif juga bisa berkontribusi pada kondisi ini.
  3. Penyakit Kornea seperti Keratokonus
    Keratokonus adalah kondisi di mana kornea menipis dan menonjol berbentuk kerucut, menyebabkan distorsi penglihatan serius dan astigmatisme berkembang pesat.
  4. Kebiasaan Menggosok Mata Berlebihan
    Anak-anak yang sering menggosok mata dengan kuat, terutama karena alergi atau gatal, dapat merusak permukaan kornea yang masih fleksibel, memperparah atau memicu silinder.
  5. Paparan Gadget yang Berlebihan
    Penggunaan gadget terlalu lama dapat menyebabkan gangguan bias mata, termasuk astigmatisme. Untuk mengurangi risiko ini, disarankan membatasi penggunaan gadget, terutama sebelum tidur.

 

Efek pada Aktivitas Anak dan Pentingnya Deteksi Dini

Astigmatisme sering tidak disadari oleh anak karena mereka belum bisa menyampaikan keluhan visual. Namun, gangguan ini bisa berlangsung diam–diam dan berpengaruh buruk, seperti:

  • Kesulitan membaca papan tulis
  • Sering meniru, memiringkan kepala, atau memicingkan mata
  • Sering keluhan sakit kepala atau mata pegal

Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin ke dokter mata sangat krusial, terutama jika ada riwayat keluarga atau tanda mencurigakan muncul.

 

Penanganan yang Rekomended untuk Anak

Jika anak didiagnosis silinder, berikut pilihan koreksi yang umum dilakukan:

  • Kacamata dengan lensa silinder – Aman dan mudah digunakan untuk anak-anak
  • Lensa kontak torik – Alternatif tanpa bingkai yang efektif
  • Ortho-K – Lensa khusus dipakai saat tidur untuk membentuk ulang kornea sementara
  • Operasi refraktif (seperti LASIK) – Opsi permanen untuk kasus tertentu dan sesuai medis

 

Mata silinder pada anak bisa muncul karena faktor genetik, kornea tidak sempurna, cedera, penyakit mata, atau gaya hidup seperti terlalu sering bermain gadget dan menggosok mata keras. Karena sering tidak disadari langsung, diperlukan kepedulian orang tua untuk mengenali tanda awal dan melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Dengan penanganan tepat, seperti kacamata dan penggunaan lensa khusus anak tetap dapat memiliki penglihatan optimal dan mendukung kesuksesan belajarnya.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Benarkah-Sakit-Mata-Menular-Lewat-Pandangan-Ini-Jawabannya.png
07/Aug/2025

Terkadang Anda mendengar mitos bahwa sakit mata bisa menular hanya dengan menatap mata penderita. Lalu, benarkah hal tersebut? Artikel ini membahas fakta medis, penyebab, penularan, dan cara pencegahan yang tepat.

 

Mitos Tatapan Menularkan Sakit Mata

Sakit mata sebenarnya tidak menular melalui tatapan atau sekadar kontak mata. Penularan hanya terjadi jika ada transfer cairan seperti air mata yang terkontaminasi virus atau bakteri. Fakta bahwa kita sering menatap orang sakit tanpa tertular adalah bukti bahwa penyebaran tidak berasal dari pandangan saja.

 

Bagaimana Sakit Mata Sebenarnya Ditularkan?

Penularan penyakit mata, seperti konjungtivitis, terjadi melalui:

  • Sentuhan Tangan
    Bakteri atau virus menempel ke tangan penderita, lalu berpindah ketika menyentuh mata orang lain.
  • Droplet dari Batuk atau Bersin
    Partikel cairan berisi patogen dapat masuk ke mata orang lain melalui udara sekitar.
  • Kontak Erat yang Melibatkan Sentuhan
    Misalnya melalui ciuman, pelukan, atau jabat tangan dengan orang yang baru menyentuh matanya sendiri tanpa mencuci tangan.

 

Cara Mencegah Penularan Sakit Mata

Berikut langkah efektif untuk terhindar dari infeksi mata:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh mata, hidung, atau mulut.
  • Jangan berbagi handuk, bantal, atau kosmetik mata dengan orang lain.
  • Hindari menyentuh atau menggosok mata dengan tangan kotor.
  • Jaga kebersihan alat kebersihan pribadi seperti tisu dan kapas.
  • Bila sedang sakit mata, gunakan masker atau kacamata pelindung ringan untuk menghindari penyebaran lewat tetesan cairan.

 

Ringkasan

  • Sakit mata tidak menular melalui tatapan.
  • Penularan terjadi lewat cairan mata atau tangan yang terkontaminasi.
  • Kebersihan tangan dan kebiasaan sehat adalah kunci utama mencegah penularan.
  • Jangan panik atau menjauh kepada penderita hanya karena melihat mata mereka, fokuslah pada praktik higienis untuk menjaga mobilitas sosial dan kesehatan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Pentingnya-Asupan-Vitamin-untuk-Kesehatan-Mata-Anak-Ini-Jenis-dan-Sumber-Alaminya.png
06/Aug/2025

Kesehatan mata anak sering kali terabaikan dalam keseharian. Padahal, penglihatan yang baik sangat penting dalam menunjang tumbuh kembang serta proses belajar mereka. Untuk itu, orang tua perlu memberikan asupan vitamin yang tepat guna menjaga fungsi penglihatan anak sejak dini.

Mengapa Vitamin Mata Penting untuk Anak?

Mata merupakan salah satu organ sensorik paling aktif pada anak-anak. Aktivitas seperti membaca, menonton, bermain, dan belajar sangat bergantung pada penglihatan yang baik. Kurangnya asupan nutrisi, terutama vitamin yang dibutuhkan mata, dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan seperti mata kering, rabun jauh, bahkan gangguan retina.

Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan vitamin mata merupakan langkah penting untuk mencegah masalah penglihatan di usia anak-anak.

Jenis Vitamin yang Dibutuhkan Mata Anak

Berikut adalah beberapa jenis vitamin yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata anak:

  1. Vitamin A

Vitamin A sangat penting untuk menjaga lapisan kornea dan membantu mata beradaptasi dalam kondisi gelap. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan mata kering dan bahkan rabun senja.

Sumber alami: Wortel, ubi jalar, hati ayam, telur, dan bayam.

  1. Vitamin C

Vitamin ini berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi mata dari radikal bebas, serta membantu memperkuat pembuluh darah di mata.

Sumber alami: Jeruk, kiwi, stroberi, tomat, dan paprika.

  1. Vitamin E

Sebagai antioksidan, vitamin E membantu melindungi sel mata dari kerusakan akibat paparan sinar UV dan polusi.

Sumber alami: Kacang almond, biji bunga matahari, dan minyak sayur.

  1. Lutein dan Zeaxanthin

Kedua zat ini termasuk dalam kelompok karotenoid yang ditemukan di retina mata. Fungsinya untuk menyaring cahaya biru dan menjaga kesehatan retina.

Sumber alami: Sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam, kangkung, dan brokoli.

  1. Omega-3

Asam lemak omega-3 membantu mendukung perkembangan retina dan menjaga kelembapan mata anak, terutama pada usia dini.

Sumber alami: Ikan salmon, ikan sarden, chia seed, dan kenari.

 

Suplemen Mata, Perlu atau Tidak?

Suplemen vitamin mata sebenarnya tidak selalu dibutuhkan jika anak sudah mendapatkan cukup nutrisi dari makanan sehari-hari. Namun, dalam beberapa kondisi, seperti anak dengan gangguan penglihatan tertentu atau pola makan yang kurang seimbang, dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen tambahan.

Sebelum memberikan suplemen, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter spesialis anak atau dokter mata.

 

Tips Menjaga Kesehatan Mata Anak

Selain dari makanan dan suplemen, berikut beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mata anak:

  • Batasi waktu menatap layar (TV, gadget) maksimal 1–2 jam per hari.
  • Ajak anak bermain di luar ruangan secara rutin untuk paparan cahaya alami.
  • Pastikan pencahayaan cukup saat anak belajar atau membaca.
  • Periksakan mata anak secara berkala, terutama jika muncul keluhan penglihatan.

 

Memberikan vitamin mata sejak dini sangat penting untuk menjaga kesehatan penglihatan anak. Asupan dari makanan alami seperti sayur, buah, ikan, dan kacang-kacangan bisa membantu memenuhi kebutuhan vitamin A, C, E, omega-3, serta lutein dan zeaxanthin. Dengan pola makan seimbang dan kebiasaan sehat, anak dapat tumbuh dengan penglihatan yang optimal.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Waspadai-Pemfigoid-Membran-Mukosa-Okular-Kelainan-Mata-Langka-yang-Bisa-Sebabkan-Kebutaan.png
05/Aug/2025

Gangguan mata tidak selalu berkaitan dengan rabun atau infeksi ringan. Salah satu kondisi serius yang patut diwaspadai adalah pemfigoid membran mukosa okular (ocular mucous membrane pemphigoid/OMMP), yakni penyakit autoimun kronis langka yang menyerang konjungtiva selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.

Kondisi ini menyebabkan peradangan jangka panjang dan dapat berujung pada jaringan parut permanen hingga kebutaan jika tidak ditangani sejak dini.

 

Apa Itu Pemfigoid Membran Mukosa Okular?

OMMP merupakan bentuk dari penyakit yang dikenal sebagai cicatricial pemphigoid, yaitu penyakit autoimun yang menyerang membran mukosa tubuh seperti mulut, tenggorokan, dan mata.

Pada kasus yang mengenai mata, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan konjungtiva, sehingga menyebabkan iritasi, luka terbuka, dan pembentukan jaringan parut. Penyakit ini tergolong progresif, artinya gejalanya bisa memburuk secara perlahan.

 

Gejala dan Tahapan Perkembangan

Gejala awal OMMP sering kali mirip dengan infeksi mata biasa, sehingga sulit dikenali. Penderita dapat mengalami:

  • Mata merah
  • Nyeri ringan hingga berat
  • Sensasi seperti ada pasir di mata
  • Kering atau mata berair
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia)

Seiring berjalannya waktu, peradangan kronis dapat menyebabkan konjungtiva menempel ke kelopak mata (simbiosis), pertumbuhan bulu mata ke arah dalam (trichiasis), hingga penutupan saluran air mata.

Pada tahap lanjut, jaringan parut yang terbentuk bisa mengganggu fungsi kornea dan menyebabkan kebutaan permanen.

 

Siapa yang Berisiko?

Pemfigoid membran mukosa okular lebih sering ditemukan pada orang berusia di atas 60 tahun, dan lebih banyak dialami oleh perempuan dibanding laki-laki. Namun, penyakit ini sangat langka dan biasanya berkembang perlahan.

 

Diagnosis dan Penanganan

Diagnosis penyakit ini memerlukan pemeriksaan klinis menyeluruh, termasuk biopsi jaringan konjungtiva untuk mengonfirmasi adanya antibodi autoimun. Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Penanganan utama meliputi:

  • Kortikosteroid sistemik atau topikal untuk menekan peradangan
  • Imunosupresan, seperti azathioprine atau cyclophosphamide, untuk menghambat reaksi sistem kekebalan tubuh
  • Operasi, bila terjadi gangguan serius seperti pertumbuhan bulu mata ke arah bola mata (entropion)

Penderita juga perlu mendapatkan perawatan suportif untuk menjaga kelembapan mata dan mencegah infeksi sekunder.

 

Pentingnya Deteksi Dini

Karena gejalanya bisa samar di awal, penting bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan iritasi mata kronis, terutama pada kelompok usia lanjut. Pemeriksaan ke dokter spesialis mata sangat dianjurkan jika mengalami keluhan yang tidak kunjung membaik dalam waktu lama.

Pemfigoid membran mukosa okular adalah kondisi autoimun langka namun serius yang menyerang lapisan pelindung mata. Deteksi dan pengobatan sejak dini merupakan kunci untuk mencegah kebutaan permanen. Jangan abaikan gejala mata merah atau rasa tidak nyaman yang berlangsung lama karena bisa jadi, itu bukan sekadar iritasi biasa.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mengenal-Trichiasis-Ketika-Bulu-Mata-Menuju-ke-Mata.png
02/Aug/2025

Trichiasis atau dalam istilah medis sering disebut trikiasis, adalah kondisi saat bulu mata tumbuh ke arah dalam, menyentuh kornea atau konjungtiva mata. Gesekan ini dapat menyebabkan mata iritasi hingga luka kornea jika tidak segera ditangani.

Gejala Trichiasis yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda utama yang biasanya muncul antara lain:

  • Sensasi seperti ada yang mengganjal di mata
  • Mata kemerahan, berair, nyeri, atau terasa gatal
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
  • Pandangan kabur
    Jika dibiarkan, gesekan bulu mata yang terus-menerus bisa menyebabkan abrasi atau ulkus kornea yang berpotensi mengganggu penglihatan permanen.

Apa Penyebab Trichiasis?

Trichiasis terjadi akibat kerusakan arah tumbuh bulu mata. Beberapa penyebab utama mencakup:

  • Infeksi mata, seperti trakoma (Chlamydia trachomatis) dan blefaritis kronis
  • Radang kelopak mata akibat alergi atau penyakit autoimun seperti pemfigoid okular dan Sindrom Stevens-Johnson
  • Trauma fisik, seperti luka bakar atau cedera mata
  • Gangguan bawaan: epiblepharon, kelainan pertumbuhan bulu mata (distichiasis), atau kondisi entropion
    Faktor risiko lain mencakup usia lanjut, paparan bahan kimia, atau kurangnya kebersihan mata.

Diagnosa Trichiasis

Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan wawancara medis. Dokter mata biasanya menggunakan lampu slit-lamp untuk mengidentifikasi arah pertumbuhan bulu mata dan area kornea yang teriritasi.

Pilihan Pengobatan Trichiasis

Penanganan tergantung tingkat keparahan dan jumlah bulu mata yang tumbuh salah arah:

  • Epilation: pencabutan bulu mata dengan pinset, cocok untuk kasus ringan. Efeknya sementara karena bulu sering tumbuh kembali dalam 3–5 bulan.
  • Jika keluhan berulang atau banyak bulu mata terlibat, dokter dapat merekomendasikan tindakan permanen seperti:
    • Ablasi laser atau frekuensi radio (radiofrequency ablation)
    • Elektrolisis untuk menghancurkan folikel rambut secara permanen
    • Cryosurgery, metode pembekuan folikel bulu mata
    • Reposisi kelopak mata, terutama untuk kasus epiblepharon atau entropion bawaan.

Setelah intervensi, tetesan air mata buatan atau salep antibiotik mungkin diperlukan, terutama bila ada goresan pada mata.

Komplikasi yang Harus Diwaspadai

Jika tidak diatasi, trichiasis bisa menyebabkan:

  • Abrasi kornea → cedera pada lapisan kornea
  • Ulkus kornea → luka yang dapat menyebabkan infeksi dan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan
    Langkah penanganan tepat waktu sangat penting untuk mencegah komplikasi ini.

Pencegahan Trichiasis

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Segera konsultasikan ke dokter jika ada tanda infeksi mata seperti merah atau bengkak
  • Gunakan pelindung mata saat bekerja di lingkungan berbahaya (paparan bahan kimia, debu)
  • Hindari mengucek mata berlebihan dan berbagi alat rias mata dengan orang lain
  • Jaga kebersihan kelopak dan mata untuk menghindari blefaritis atau infeksi mata lainnya.

 

Trichiasis adalah kondisi mata serius yang seringkali tak terlihat sampai menimbulkan iritasi atau gejala lanjutan. Jika Anda atau orang di sekitar merasa seperti ada yang “mengganjal” di mata atau mengalami mata kemerahan berulang, segera lakukan pemeriksaan. Penanganan dini dan pilihan terapi yang sesuai bisa membantu mencegah risiko penglihatan menurun atau komplikasi lebih serius.

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut tentang gejala atau penanganan trichiasis, konsultasikan segera dengan dokter mata terdekat.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!