Mengenal Trichiasis: Ketika Bulu Mata Menuju ke Mata

Trichiasis atau dalam istilah medis sering disebut trikiasis, adalah kondisi saat bulu mata tumbuh ke arah dalam, menyentuh kornea atau konjungtiva mata. Gesekan ini dapat menyebabkan mata iritasi hingga luka kornea jika tidak segera ditangani.
Gejala Trichiasis yang Perlu Diwaspadai
Beberapa tanda utama yang biasanya muncul antara lain:
- Sensasi seperti ada yang mengganjal di mata
- Mata kemerahan, berair, nyeri, atau terasa gatal
- Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
- Pandangan kabur
Jika dibiarkan, gesekan bulu mata yang terus-menerus bisa menyebabkan abrasi atau ulkus kornea yang berpotensi mengganggu penglihatan permanen.
Apa Penyebab Trichiasis?
Trichiasis terjadi akibat kerusakan arah tumbuh bulu mata. Beberapa penyebab utama mencakup:
- Infeksi mata, seperti trakoma (Chlamydia trachomatis) dan blefaritis kronis
- Radang kelopak mata akibat alergi atau penyakit autoimun seperti pemfigoid okular dan Sindrom Stevens-Johnson
- Trauma fisik, seperti luka bakar atau cedera mata
- Gangguan bawaan: epiblepharon, kelainan pertumbuhan bulu mata (distichiasis), atau kondisi entropion
Faktor risiko lain mencakup usia lanjut, paparan bahan kimia, atau kurangnya kebersihan mata.
Diagnosa Trichiasis
Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan wawancara medis. Dokter mata biasanya menggunakan lampu slit-lamp untuk mengidentifikasi arah pertumbuhan bulu mata dan area kornea yang teriritasi.
Pilihan Pengobatan Trichiasis
Penanganan tergantung tingkat keparahan dan jumlah bulu mata yang tumbuh salah arah:
- Epilation: pencabutan bulu mata dengan pinset, cocok untuk kasus ringan. Efeknya sementara karena bulu sering tumbuh kembali dalam 3–5 bulan.
- Jika keluhan berulang atau banyak bulu mata terlibat, dokter dapat merekomendasikan tindakan permanen seperti:
- Ablasi laser atau frekuensi radio (radiofrequency ablation)
- Elektrolisis untuk menghancurkan folikel rambut secara permanen
- Cryosurgery, metode pembekuan folikel bulu mata
- Reposisi kelopak mata, terutama untuk kasus epiblepharon atau entropion bawaan.
Setelah intervensi, tetesan air mata buatan atau salep antibiotik mungkin diperlukan, terutama bila ada goresan pada mata.
Komplikasi yang Harus Diwaspadai
Jika tidak diatasi, trichiasis bisa menyebabkan:
- Abrasi kornea → cedera pada lapisan kornea
- Ulkus kornea → luka yang dapat menyebabkan infeksi dan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan
Langkah penanganan tepat waktu sangat penting untuk mencegah komplikasi ini.
Pencegahan Trichiasis
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Segera konsultasikan ke dokter jika ada tanda infeksi mata seperti merah atau bengkak
- Gunakan pelindung mata saat bekerja di lingkungan berbahaya (paparan bahan kimia, debu)
- Hindari mengucek mata berlebihan dan berbagi alat rias mata dengan orang lain
- Jaga kebersihan kelopak dan mata untuk menghindari blefaritis atau infeksi mata lainnya.
Trichiasis adalah kondisi mata serius yang seringkali tak terlihat sampai menimbulkan iritasi atau gejala lanjutan. Jika Anda atau orang di sekitar merasa seperti ada yang “mengganjal” di mata atau mengalami mata kemerahan berulang, segera lakukan pemeriksaan. Penanganan dini dan pilihan terapi yang sesuai bisa membantu mencegah risiko penglihatan menurun atau komplikasi lebih serius.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut tentang gejala atau penanganan trichiasis, konsultasikan segera dengan dokter mata terdekat.
Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:
(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)
Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


