Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Mitos-atau-Fakta-Boleh-Tidur-Pakai-Lensa-Kontak.png
25/May/2026

Bagi pengguna lensa kontak, melepas lensa sebelum tidur terkadang terasa merepotkan. Tidak sedikit orang yang memilih tetap tidur menggunakan lensa kontak karena merasa lebih praktis. Namun, apakah kebiasaan ini sebenarnya aman?

Jawabannya: mitos. Tidur menggunakan lensa kontak bukan kebiasaan yang dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mata.

Mengapa Tidur dengan Lensa Kontak Berbahaya?

Saat tidur, mata tetap membutuhkan oksigen untuk menjaga kesehatan kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata. Penggunaan lensa kontak saat tidur dapat mengurangi suplai oksigen ke kornea sehingga mata menjadi lebih rentan mengalami iritasi dan infeksi.

Selain itu, lensa kontak yang digunakan terlalu lama dapat menjadi tempat menumpuknya kuman dan bakteri yang memicu gangguan pada mata.

Risiko yang Bisa Terjadi

Tidur dengan lensa kontak dapat meningkatkan risiko berbagai masalah mata, seperti:

  1. Mata Kering dan Iritasi

Kurangnya oksigen membuat mata terasa kering, merah, perih, atau tidak nyaman saat bangun tidur.

  1. Infeksi Mata

Kuman dapat berkembang lebih mudah pada lensa kontak yang digunakan terlalu lama, terutama jika kebersihannya kurang terjaga.

  1. Ulkus Kornea

Salah satu komplikasi serius yang dapat terjadi adalah ulkus kornea, yaitu luka terbuka pada kornea akibat infeksi. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat, penglihatan kabur, bahkan gangguan penglihatan permanen jika tidak segera ditangani.

Cara Aman Menggunakan Lensa Kontak

Agar kesehatan mata tetap terjaga, penting untuk menggunakan dan merawat lensa kontak dengan benar.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Selalu lepas lensa kontak sebelum tidur
  • Gunakan cairan khusus untuk membersihkan lensa
  • Hindari membersihkan lensa dengan air keran
  • Ganti lensa kontak sesuai masa pakai
  • Cuci tangan sebelum memasang atau melepas lensa
  • Bersihkan tempat penyimpanan lensa secara rutin

Jangan Abaikan Keluhan pada Mata

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami:

  • Mata merah
  • Nyeri pada mata
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan kabur
  • Mata terasa mengganjal

Keluhan tersebut dapat menjadi tanda iritasi atau infeksi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

 

Mulai Lebih Peduli dengan Kesehatan Mata

Kebiasaan kecil seperti tidur menggunakan lensa kontak mungkin terlihat sepele, tetapi dapat berdampak besar pada kesehatan penglihatan. Dengan penggunaan yang benar dan perawatan yang tepat, risiko gangguan mata dapat diminimalkan sehingga mata tetap sehat dan nyaman setiap hari.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Jangan-Asal-Bersihkan-Lensa-Kontak-Risiko-Ulkus-Kornea-Mengintai.png
22/May/2026

Lensa kontak memang praktis dan nyaman digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Namun, penggunaan dan perawatan yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko gangguan mata serius, salah satunya ulkus kornea.

 

Apa Itu Ulkus Kornea?

Ulkus kornea adalah luka terbuka pada kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, atau parasit yang menyerang mata.

 

Mengapa Lensa Kontak Bisa Menjadi Penyebab?

Lensa kontak yang tidak dibersihkan dengan benar dapat menjadi tempat berkembangnya kuman dan mikroorganisme berbahaya. Penggunaan air biasa atau air keran untuk membersihkan lensa sangat tidak disarankan karena air dapat mengandung bakteri maupun parasit yang berisiko menginfeksi mata.

Selain itu, penggunaan lensa kontak melebihi masa pakai juga dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi pada kornea.

 

Cara Aman Membersihkan Lensa Kontak

Agar kesehatan mata tetap terjaga, penting untuk merawat lensa kontak dengan benar. Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan:

  1. Gunakan Cairan Khusus

Selalu gunakan cairan pembersih khusus lensa kontak untuk membersihkan dan menyimpan lensa.

  1. Hindari Membersihkan dengan Air Biasa

Jangan menggunakan air keran, air mineral, maupun air sembarangan untuk mencuci lensa kontak karena dapat membawa kuman penyebab infeksi.

  1. Ganti Lensa Sesuai Masa Pakai

Gunakan lensa kontak sesuai aturan pemakaian dan segera ganti jika sudah melewati batas penggunaan.

  1. Jaga Kebersihan Tangan

Cuci tangan terlebih dahulu sebelum memasang atau melepas lensa kontak.

  1. Hindari Tidur dengan Lensa Kontak

Tidur menggunakan lensa kontak dapat mengurangi suplai oksigen ke mata dan meningkatkan risiko infeksi.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Segera periksakan diri jika mengalami keluhan seperti:

  • Mata merah
  • Nyeri pada mata
  • Mata terasa mengganjal
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan kabur
  • Keluar cairan dari mata

Semakin cepat ulkus kornea ditangani, semakin besar peluang kondisi mata kembali sehat dan terhindar dari komplikasi serius.

Jangan anggap sepele cara membersihkan lensa kontak. Perawatan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah risiko gangguan penglihatan di kemudian hari.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


8-Tanda-Gejala-Ulkus-Kornea-yang-Sering-Diabaikan.png
20/May/2026

Lensa kontak memang praktis dan nyaman digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Namun, penggunaan dan perawatan yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko gangguan mata serius, salah satunya ulkus kornea.

 

Apa Itu Ulkus Kornea?

Ulkus kornea adalah luka terbuka pada kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, atau parasit yang menyerang mata.

 

Mengapa Lensa Kontak Bisa Menjadi Penyebab?

Lensa kontak yang tidak dibersihkan dengan benar dapat menjadi tempat berkembangnya kuman dan mikroorganisme berbahaya. Penggunaan air biasa atau air keran untuk membersihkan lensa sangat tidak disarankan karena air dapat mengandung bakteri maupun parasit yang berisiko menginfeksi mata.

Selain itu, penggunaan lensa kontak melebihi masa pakai juga dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi pada kornea.

 

Cara Aman Membersihkan Lensa Kontak

Agar kesehatan mata tetap terjaga, penting untuk merawat lensa kontak dengan benar. Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan:

  1. Gunakan Cairan Khusus

Selalu gunakan cairan pembersih khusus lensa kontak untuk membersihkan dan menyimpan lensa.

  1. Hindari Membersihkan dengan Air Biasa

Jangan menggunakan air keran, air mineral, maupun air sembarangan untuk mencuci lensa kontak karena dapat membawa kuman penyebab infeksi.

  1. Ganti Lensa Sesuai Masa Pakai

Gunakan lensa kontak sesuai aturan pemakaian dan segera ganti jika sudah melewati batas penggunaan.

  1. Jaga Kebersihan Tangan

Cuci tangan terlebih dahulu sebelum memasang atau melepas lensa kontak.

  1. Hindari Tidur dengan Lensa Kontak

Tidur menggunakan lensa kontak dapat mengurangi suplai oksigen ke mata dan meningkatkan risiko infeksi.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Segera periksakan diri jika mengalami keluhan seperti:

  • Mata merah
  • Nyeri pada mata
  • Mata terasa mengganjal
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan kabur
  • Keluar cairan dari mata

Semakin cepat ulkus kornea ditangani, semakin besar peluang kondisi mata kembali sehat dan terhindar dari komplikasi serius.

Jangan anggap sepele cara membersihkan lensa kontak. Perawatan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah risiko gangguan penglihatan di kemudian hari.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Waspada-Luka-pada-Kornea-Mata-yang-Dapat-Mengancam-Penglihatan.png
18/May/2026

Mata merah, terasa perih, berair, atau seperti ada yang mengganjal sering kali dianggap sebagai iritasi biasa. Namun, kondisi tersebut bisa menjadi tanda ulkus kornea, yaitu luka terbuka pada kornea yang dapat mengganggu penglihatan dan berisiko menyebabkan komplikasi serius bila tidak segera ditangani.

Kornea merupakan lapisan bening di bagian depan mata yang berfungsi melindungi mata sekaligus membantu memfokuskan penglihatan. Ketika kornea mengalami luka atau infeksi, penglihatan dapat menjadi kabur bahkan berisiko menyebabkan kebutaan.

Apa Itu Ulkus Kornea?

Ulkus kornea adalah luka terbuka yang terjadi pada kornea akibat infeksi maupun cedera. Kondisi ini sering ditandai dengan mata merah, nyeri, sensitif terhadap cahaya, keluar kotoran mata, hingga penurunan penglihatan.

Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, ulkus kornea dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata.

Penyebab Ulkus Kornea

Ulkus kornea paling sering disebabkan oleh infeksi. Berikut beberapa penyebab utamanya:

  1. Infeksi Virus

Beberapa virus seperti herpes simplex dan cacar air dapat menyebabkan infeksi pada kornea. Infeksi virus dapat kambuh kembali terutama ketika daya tahan tubuh menurun, stres, atau terlalu lama terpapar sinar matahari.

  1. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri sering terjadi pada pengguna lensa kontak, terutama jika kebersihannya tidak dijaga atau digunakan terlalu lama. Penggunaan lensa kontak saat tidur juga meningkatkan risiko infeksi.

  1. Infeksi Jamur

Jamur dapat menginfeksi kornea akibat paparan tanah, tanaman, air kotor, atau penggunaan obat tetes mata tertentu dalam jangka panjang.

  1. Infeksi Parasit

Salah satu penyebabnya adalah mikroorganisme dari air yang terkontaminasi. Risiko meningkat pada pengguna lensa kontak yang berenang atau membersihkan lensa dengan air yang tidak steril.

 

Faktor Risiko Lain

Selain infeksi, beberapa kondisi berikut juga dapat memicu terjadinya ulkus kornea:

  • Mata kering
  • Gangguan kelopak mata atau bulu mata
  • Cedera mata akibat debu, kuku, kaca, atau benda asing lainnya
  • Kekurangan vitamin A
  • Paparan bahan kimia

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala ulkus kornea dapat berkembang cepat dan menimbulkan rasa tidak nyaman yang cukup berat. Beberapa tanda yang umum terjadi antara lain:

  • Mata merah
  • Nyeri atau perih pada mata
  • Sensasi mengganjal
  • Mata berair
  • Keluar kotoran mata
  • Penglihatan kabur
  • Sensitif terhadap cahaya

Segera periksakan diri ke dokter mata jika gejala tidak membaik atau justru semakin berat.

Cara Mencegah Ulkus Kornea

Ulkus kornea dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan mata, terutama bagi pengguna lensa kontak. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan yaitu:

  • Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh mata atau lensa kontak
  • Membersihkan lensa kontak sesuai anjuran
  • Tidak menggunakan lensa kontak terlalu lama
  • Menghindari penggunaan lensa kontak saat tidur atau berenang
  • Menggunakan pelindung mata saat bekerja di area berdebu atau berisiko cedera
  • Mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin A

Menjaga kebersihan mata dan melakukan penanganan sejak dini adalah langkah penting untuk melindungi penglihatan Anda.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Jangan-Diabaikan-6-Ciri-di-Mata-Bisa-Jadi-Tanda-Tumor-1.png
15/May/2026

Tekanan darah tinggi atau hipertensi tidak hanya berdampak pada jantung dan pembuluh darah, tetapi juga dapat merusak mata. Kondisi ini dikenal sebagai retinopati hipertensi, yaitu kerusakan pada pembuluh darah retina akibat tekanan darah yang terlalu tinggi.

Yang perlu diwaspadai, gangguan pada mata akibat hipertensi sering berkembang perlahan tanpa gejala jelas. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan penglihatan hingga gangguan permanen.

 

Apa Itu Retinopati Hipertensi?

Retinopati hipertensi adalah kerusakan pembuluh darah pada retina akibat tekanan darah tinggi yang berlangsung terus-menerus.

Retina merupakan bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak agar kita bisa melihat dengan jelas.

Ketika tekanan darah tidak terkontrol, pembuluh darah retina dapat:

  • Menyempit
  • Bocor
  • Rusak
  • Mengganggu aliran darah ke mata

Akibatnya, fungsi penglihatan dapat terganggu.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, retinopati hipertensi sering tidak menimbulkan gejala. Namun seiring kondisi memburuk, penderita dapat mengalami:

  • Penglihatan kabur
  • Pandangan buram
  • Sakit kepala
  • Mata terasa tidak nyaman
  • Gangguan penglihatan mendadak

Karena sering tidak disadari, pemeriksaan mata rutin sangat penting bagi penderita hipertensi.

 

Kenapa Kerusakan Mata Bisa Sulit Pulih?

Kerusakan retina akibat tekanan darah tinggi dapat menyebabkan perubahan permanen pada pembuluh darah dan jaringan mata.

Pada beberapa kasus, penglihatan yang sudah terganggu tidak dapat kembali sepenuhnya seperti semula. Karena itu, pencegahan dan pengendalian tekanan darah menjadi langkah paling penting untuk mencegah kerusakan bertambah parah.

 

Cara Penanganan Retinopati Hipertensi

  1. Menjalani Gaya Hidup Sehat

Perubahan gaya hidup menjadi langkah utama untuk membantu mengontrol tekanan darah.

Beberapa hal yang dianjurkan antara lain:

  • Mengurangi konsumsi garam
  • Menjaga berat badan ideal
  • Rutin berolahraga
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Menghindari rokok dan alkohol
  • Mengelola stres dengan baik

Kebiasaan sehat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, termasuk di area mata.

  1. Minum Obat Secara Rutin

Bagi penderita hipertensi, obat tekanan darah perlu dikonsumsi sesuai anjuran dokter.

Penggunaan obat secara rutin membantu:

  • Menjaga tekanan darah tetap stabil
  • Mengurangi risiko kerusakan pembuluh darah
  • Mencegah komplikasi lebih lanjut pada mata dan organ lain

Jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

  1. Tindakan Medis Bila Diperlukan

Jika kondisi retina sudah mengalami kerusakan lebih berat, dokter dapat melakukan penanganan tambahan seperti:

  • Terapi laser
  • Suntikan pada mata
  • Penanganan khusus sesuai kondisi retina

Tujuannya adalah membantu mencegah kerusakan semakin parah dan menjaga fungsi penglihatan.

 

Pentingnya Kontrol Rutin

Kunci utama mencegah gangguan mata akibat hipertensi adalah menjaga tekanan darah tetap terkontrol dan melakukan pemeriksaan rutin.

Penderita hipertensi dianjurkan untuk:

  • Rutin memeriksa tekanan darah
  • Kontrol ke dokter secara berkala
  • Memeriksakan kesehatan mata secara rutin
  • Segera periksa jika muncul gangguan penglihatan

Semakin cepat gangguan terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan yang lebih berat.

 

Jaga Tekanan Darah, Jaga Penglihatan

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat berdampak serius pada kesehatan mata. Meski kerusakan yang sudah terjadi tidak selalu bisa pulih sepenuhnya, kondisi ini tetap dapat dicegah agar tidak semakin parah.

Mulailah menjaga tekanan darah sejak dini dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin agar kesehatan mata dan kualitas penglihatan tetap terjaga.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Hati-Hati-Darah-Tinggi-Bisa-Diam-Diam-Merusak-Mata.png
12/May/2026

Banyak orang berpikir tekanan darah tinggi atau hipertensi hanya berbahaya untuk jantung. Padahal, kondisi ini juga bisa berdampak serius pada kesehatan mata. Yang sering tidak disadari, kerusakan akibat darah tinggi bisa terjadi perlahan tanpa gejala yang jelas.

Karena itu, meski masih muda dan merasa sehat, menjaga tekanan darah tetap normal tetap penting dilakukan sejak sekarang.

 

Bagaimana Darah Tinggi Bisa Merusak Mata?

Tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat membuat pembuluh darah di tubuh mengalami kerusakan, termasuk pembuluh darah kecil pada retina mata. Retina merupakan bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya dan membantu proses penglihatan.

Saat tekanan darah tidak terkontrol:

  • Pembuluh darah menjadi menegang dan menyempit
  • Aliran darah ke retina terganggu
  • Retina dapat mengalami kerusakan secara perlahan

Kondisi ini dikenal sebagai retinopati hipertensi. Jika terus dibiarkan, penglihatan bisa menjadi kabur, menurun, bahkan berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan.

 

Kenapa Kondisi Ini Sering Tidak Disadari?

Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena banyak orang tidak merasakan keluhan apa pun meski tekanan darahnya tinggi. Kerusakan pada mata pun bisa berkembang diam-diam.

Pada tahap awal, penderita mungkin tidak mengalami gejala sama sekali. Namun ketika kerusakan semakin berat, beberapa keluhan yang bisa muncul antara lain:

  • Penglihatan kabur
  • Mata terasa tidak nyaman
  • Penglihatan ganda
  • Sakit kepala
  • Penurunan penglihatan secara tiba-tiba

Karena gejalanya tidak selalu jelas, pemeriksaan tekanan darah dan kesehatan mata secara rutin sangat penting dilakukan.

 

Faktor Risiko yang Memperparah Kerusakan Mata

Beberapa kondisi dan kebiasaan dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan retina akibat hipertensi, seperti:

  • Penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah
  • Merokok dan konsumsi alkohol
  • Kolesterol tinggi
  • Obesitas
  • Diabetes atau gula darah tinggi
  • Gangguan ginjal
  • Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak
  • Kurang aktivitas fisik
  • Stres berkepanjangan

Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin besar pula kemungkinan terjadinya komplikasi pada mata dan organ tubuh lainnya.

 

Cara Mencegah Kerusakan Mata Akibat Hipertensi

Menjaga tekanan darah tetap stabil merupakan langkah utama untuk melindungi kesehatan mata. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Batasi konsumsi garam berlebih
  • Perbanyak makan buah dan sayur
  • Rutin berolahraga
  • Hindari merokok dan alkohol
  • Jaga berat badan ideal
  • Kelola stres dengan baik
  • Rutin cek tekanan darah
  • Konsumsi obat sesuai anjuran dokter bila memiliki hipertensi

Selain itu, pemeriksaan mata secara rutin juga penting, terutama bagi penderita hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi.

Darah tinggi bukan hanya masalah orang tua. Gaya hidup modern membuat risiko hipertensi kini bisa dialami siapa saja, termasuk usia muda. Jangan tunggu muncul gejala berat, karena kerusakan pada mata bisa terjadi tanpa disadari. Mulai jaga pola hidup sehat dari sekarang agar kesehatan mata tetap terjaga di masa depan.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Dari-Radioterapi-hingga-Operasi-Ini-Cara-Atasi-Tumor-Mata.png
09/May/2026

Benjolan atau perubahan pada area mata sering dianggap sepele. Padahal, dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bisa menjadi tanda tumor mata yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Tumor mata adalah pertumbuhan jaringan abnormal di dalam atau sekitar mata. Penanganannya bisa berbeda-beda tergantung jenis, ukuran, dan tingkat keparahannya.

 

Penanganan Tumor Mata

Dokter akan menentukan terapi yang paling sesuai berdasarkan kondisi pasien. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Radioterapi

Radioterapi menggunakan sinar radiasi untuk menghancurkan atau mengecilkan sel tumor. Metode ini sering digunakan untuk membantu mengontrol pertumbuhan tumor pada area mata.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan obat-obatan khusus untuk membunuh sel tumor atau menghentikan pertumbuhannya. Penanganan ini biasanya disesuaikan dengan jenis tumor yang dialami pasien.

  1. Operasi

Pada beberapa kondisi, tindakan operasi diperlukan untuk mengangkat tumor. Operasi dapat berupa:

  • Pengangkatan sebagian tumor
  • Pengangkatan seluruh tumor
  • Pengangkatan bagian mata yang terdampak jika kondisi sudah berat

Jenis operasi akan disesuaikan dengan lokasi dan perkembangan tumor.

 

Pemulihan Setelah Operasi Tumor Mata

Setelah operasi, area mata biasanya mengalami:

  • Bengkak
  • Rasa tidak nyaman
  • Memar ringan

Kondisi ini dapat berlangsung sekitar 1–2 minggu atau lebih tergantung prosedur yang dilakukan.

 

Perawatan yang Perlu Dilakukan

Agar proses pemulihan berjalan baik, beberapa hal berikut penting diperhatikan:

  • Menjaga kebersihan area mata
  • Menghindari menyentuh atau menggosok mata
  • Menutup sementara area operasi sesuai anjuran dokter
  • Rutin kontrol untuk memantau kondisi penyembuhan

 

Tumor mata membutuhkan penanganan yang tepat sesuai kondisi masing-masing pasien, mulai dari radioterapi, kemoterapi, hingga operasi.

Jika menemukan perubahan yang tidak biasa pada mata, segera lakukan pemeriksaan agar diagnosis dan pengobatan bisa dilakukan lebih cepat.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Jangan-Diabaikan-6-Ciri-di-Mata-Bisa-Jadi-Tanda-Tumor.png
08/May/2026

Mata merah, bengkak, atau terasa nyeri sering dianggap sebagai iritasi biasa. Padahal, dalam beberapa kasus, perubahan pada mata bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius, salah satunya tumor mata.

Tumor mata adalah pertumbuhan sel abnormal yang muncul di dalam atau sekitar mata. Kondisi ini tidak selalu bersifat ganas, tetapi tetap perlu diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui sejak dini.

 

Apa Itu Tumor Mata?

Tumor mata dapat muncul pada bagian mata mana pun, termasuk kelopak mata, bola mata, atau jaringan di sekitarnya. Tumor bisa bersifat jinak maupun ganas, sehingga pemeriksaan dokter sangat penting untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.

 

Ciri-Ciri Tumor Mata yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan antara lain:

  1. Benjolan atau luka yang tidak sembuh
    Jika terdapat benjolan atau luka di area mata yang tidak kunjung membaik, sebaiknya segera diperiksa.
  2. Perubahan pada kelopak mata
    Kelopak mata yang tampak merah, menebal, bersisik, atau berubah bentuk bisa menjadi tanda gangguan yang perlu diwaspadai.
  3. Bengkak yang tidak kunjung hilang
    Pembengkakan di sekitar mata yang menetap atau semakin membesar perlu mendapat perhatian medis.
  4. Iritasi atau infeksi berulang
    Mata yang sering mengalami iritasi atau infeksi berulang bisa menandakan adanya masalah lain yang mendasari.
  5. Nyeri pada mata
    Nyeri yang muncul terus-menerus, terutama jika disertai perubahan bentuk atau benjolan, tidak boleh diabaikan.
  6. Penglihatan terganggu
    Penglihatan kabur, menurun, atau terasa terhalang dapat menjadi tanda adanya gangguan pada struktur mata.

 

Tumor mata tidak selalu berbahaya, tetapi gejalanya tidak boleh disepelekan. Jika muncul benjolan, luka yang sulit sembuh, kelopak mata berubah, atau penglihatan terganggu, segera lakukan pemeriksaan.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Perbedaan-Epiblepharon-Bawaan-dan-Didapat-yang-Perlu-Diwaspadai.png
06/May/2026

Bulu mata yang tumbuh ke arah dalam dan menyentuh permukaan mata bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, iritasi, bahkan gangguan penglihatan. Kondisi ini dikenal sebagai epiblepharon. Menariknya, epiblepharon tidak selalu memiliki penyebab yang sama—ada yang sudah ada sejak lahir, ada juga yang muncul kemudian.

Memahami perbedaannya penting agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat.

 

Apa Itu Epiblepharon?

Epiblepharon adalah kondisi kelopak mata di mana lipatan kulit menyebabkan bulu mata terdorong ke arah dalam, sehingga mengenai bola mata. Hal ini dapat menyebabkan iritasi, mata berair, hingga kemerahan.

 

Epiblepharon Bawaan

Epiblepharon bawaan adalah kondisi yang sudah ada sejak lahir. Beberapa cirinya antara lain:

  • Sudah muncul sejak bayi
  • Lebih sering terjadi dibandingkan jenis didapat
  • Gejala kadang baru disadari saat anak bertambah besar

Pada banyak kasus, kondisi ini bisa membaik seiring pertumbuhan wajah anak. Namun, jika menyebabkan iritasi berat, tetap perlu penanganan medis.

 

Epiblepharon Didapat

Berbeda dengan bawaan, epiblepharon didapat muncul setelah lahir akibat faktor tertentu, seperti:

  • Cedera pada area mata
  • Riwayat operasi kelopak mata
  • Peradangan atau infeksi

Jenis ini perlu lebih diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya masalah lain pada mata.

 

Kenapa Penting Dibedakan?

Meski terlihat mirip, penyebab epiblepharon bawaan dan didapat berbeda. Hal ini memengaruhi cara penanganannya.

  • Epiblepharon bawaan sering kali cukup dipantau
  • Epiblepharon didapat biasanya membutuhkan evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebabnya

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan ke dokter jika mengalami:

  • Mata merah atau sering berair
  • Sensasi seperti ada benda asing di mata
  • Iritasi yang tidak kunjung membaik

 

Epiblepharon bisa terjadi sejak lahir atau muncul kemudian karena kondisi tertentu. Meski tampak serupa, keduanya memiliki penyebab yang berbeda sehingga perlu dikenali dengan baik.

Dengan diagnosis yang tepat, penanganan bisa disesuaikan agar kesehatan mata tetap terjaga.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Anak-Sering-Mengucek-Mata-Waspadai-Epiblepharon-Sejak-Dini.png
04/May/2026

Kebiasaan anak mengucek mata sering kali dianggap hal biasa, misalnya karena mengantuk atau kelilipan. Namun, jika terjadi berulang dan disertai keluhan lain, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan pada mata, salah satunya adalah Epiblepharon.

Mengenali kondisi ini sejak dini penting agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan hingga gangguan pada kesehatan mata anak.

 

Apa Itu Epiblepharon?

Epiblepharon adalah kondisi ketika terdapat lipatan kulit tambahan pada kelopak mata yang mendorong bulu mata ke arah dalam. Akibatnya, bulu mata dapat menyentuh permukaan mata (kornea) dan menyebabkan iritasi.

Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak dan sering ditemukan pada anak dengan keturunan Asia. Epiblepharon dapat terjadi pada satu atau kedua mata.

 

Mengapa Bisa Terjadi?

Epiblepharon biasanya berkaitan dengan struktur anatomi kelopak mata yang belum berkembang sempurna. Seiring pertumbuhan wajah anak, kondisi ini dalam beberapa kasus dapat membaik dengan sendirinya.

Namun, pada kondisi tertentu, gesekan bulu mata yang terus-menerus dapat menimbulkan masalah jika tidak ditangani dengan tepat.

 

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Beberapa tanda yang dapat muncul pada anak dengan epiblepharon antara lain:

  • Mata sering berair
  • Mata tampak merah atau iritasi
  • Sensasi seperti ada benda asing di mata
  • Anak sering mengucek mata
  • Keluhan terasa lebih jelas saat melihat ke bawah

Gejala ini muncul akibat bulu mata yang bergesekan langsung dengan permukaan mata.

 

Apakah Epiblepharon Berbahaya?

Pada kasus ringan, epiblepharon mungkin hanya menimbulkan ketidaknyamanan ringan. Namun, jika dibiarkan, gesekan yang terus-menerus dapat menyebabkan iritasi kronis hingga gangguan pada kornea.

Karena itu, pemantauan dan pemeriksaan rutin tetap diperlukan untuk memastikan kondisi mata anak tetap sehat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika anak mengalami:

  • Mata merah yang tidak kunjung membaik
  • Sering mengucek mata berlebihan
  • Keluhan seperti nyeri atau silau
  • Penglihatan tampak terganggu

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai.

 

Penanganan Epiblepharon

Penanganan epiblepharon tergantung pada tingkat keparahannya:

  • Kasus ringan biasanya cukup dipantau secara berkala
  • Pemberian obat tetes atau salep untuk mengurangi iritasi
  • Tindakan medis atau operasi ringan jika kondisi tidak membaik atau menimbulkan gangguan serius

Tujuan utama penanganan adalah mencegah kerusakan pada permukaan mata dan menjaga kenyamanan anak.

 

Anak yang sering mengucek mata tidak selalu sekadar kelilipan. Kondisi seperti epiblepharon perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan iritasi jika tidak ditangani dengan baik.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!