Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Si-Kecil-Sering-Mengucek-Mata-Ini-Tanda-Ia-Mungkin-Perlu-Kacamata.png
28/Jan/2026

Mata adalah salah satu indera penting pada tumbuh kembang anak. Namun, tidak semua gangguan penglihatan pada anak mudah dikenali, terutama ketika si kecil belum bisa menjelaskan apa yang dia lihat. Karena itu, orang tua perlu tahu tanda-tanda anak yang mungkin memerlukan kacamata agar masalah penglihatan dapat ditangani sejak dini.

 

  1. Sering Mengucek Mata

Anak yang sering mengucek mata, terutama setelah bermain, belajar, atau menatap layar, bisa menjadi sinyal bahwa mata mereka merasa tegang atau kurang nyaman. Meskipun sering tampak sepele, kebiasaan ini bisa jadi pertanda bahwa si kecil mulai mengalami ketegangan visual.

 

  1. Mata Mudah Lelah atau Berkedip Berlebihan

Jika anak cepat lelah saat membaca buku atau melihat benda dalam jarak jauh, atau berkedip lebih sering dari biasanya, ini bisa menunjukkan bahwa otot-otot mata bekerja terlalu keras untuk melihat dengan jelas. Perubahan perilaku seperti ini perlu diperhatikan sebagai tanda awal gangguan penglihatan.

 

  1. Menutup Satu Mata Saat Melihat Sesuatu

Kadang anak akan menutup satu mata, atau memiringkan kepala saat melihat papan tulis atau televisi. Ini bisa menjadi salah satu cara anak ‘mengkompensasi’ penglihatan yang kurang jelas pada salah satu mata. Gejala seperti ini sering kali menjadi penanda bahwa penglihatan anak tidak seimbang antara kedua matanya.

 

  1. Rekomendasi “Tidak Fokus” Pada Objek Jauh atau Dekat

Anak yang sering memegang buku sangat dekat ke wajah, atau berdiri terlalu dekat saat menonton televisi, dapat menandakan bahwa penglihatannya kabur pada jarak tertentu baik dekat maupun jauh. Ini adalah salah satu alasan anak mungkin membutuhkan kacamata untuk koreksi penglihatan.

 

  1. Kesulitan Mengikuti Pelajaran di Sekolah

Anak yang mulai mengeluh sakit kepala saat belajar, atau kesulitan melihat papan tulis dari kejauhan, bisa jadi mengalami gangguan refraksi. Gangguan seperti rabun jauh (myopia), rabun dekat (hypermetropia), atau silinder (astigmatisme) dapat memengaruhi kemampuan anak dalam memproses materi pelajaran secara visual.

 

  1. Mata Terlihat “Tidak Sejajar”

Jika salah satu mata anak tampak melirik ke arah berbeda dari mata lainnya (strabismus), kondisi ini perlu diperiksa dokter mata. Ketidaksejajaran mata dapat menjadi tanda masalah penglihatan yang membutuhkan koreksi khusus, termasuk kacamata atau terapi visual.

 

  1. Rewel atau Menolak Aktivitas Visual

Beberapa anak mungkin tidak dapat menjelaskan gangguan yang mereka rasakan, tetapi akan menunjukkan perilaku seperti sering rewel saat membaca, menonton TV, atau bermain gadget. Perubahan perilaku ini bisa menjadi sinyal bahwa mereka mengalami ketidaknyamanan visual.

 

  1. Riwayat Keluarga dengan Masalah Mata

Faktor genetik bisa berperan dalam gangguan penglihatan. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat rabun jauh, silinder, atau gangguan refraksi lain, kemungkinan anak juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah serupa.

 

Kenapa Pemeriksaan Mata Dini Itu Penting?

Pemeriksaan mata secara periodik terutama pada masa tumbuh kembang sangat penting. Tanda-tanda gangguan penglihatan sering kali tidak disadari oleh anak karena mereka berpikir melihat seperti itulah yang normal. Dengan pemeriksaan mata rutin oleh dokter spesialis mata, kelainan seperti rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme, bahkan mata malas (amblyopia) dapat dideteksi lebih cepat dan ditangani sedini mungkin.

 

Mata yang sehat adalah kunci tumbuh kembang anak yang optimal. Sebagai orang tua, mengenali tanda-tanda bahwa si kecil mungkin membutuhkan kacamata dapat membantu mencegah masalah visual yang lebih serius di kemudian hari. Bila Anda melihat beberapa gejala di atas pada anak, pertimbangkan untuk membawa mereka ke pemeriksaan mata menyeluruh agar solusi yang tepat dapat diberikan sesuai kebutuhan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Gadget-dan-Mata-Malas-Benarkah-Ada-Kaitannya.png
27/Jan/2026

Di era digital seperti sekarang, penggunaan gadget ponsel, tablet, laptop telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, bila digunakan secara berlebihan atau tanpa jeda istirahat yang cukup, gadget bisa berdampak pada kesehatan mata, termasuk meningkatkan risiko terjadinya mata malas atau amblyopia yang muncul lebih cepat dari biasanya.

 

Apa Itu Mata Malas (Amblyopia)?

Ambloypia atau disebut juga mata malas adalah kondisi gangguan penglihatan yang umumnya terjadi ketika satu mata tidak berkembang fungsi penglihatannya dengan baik sejak usia dini. Hal ini membuat otak “mengabaikan” input visual dari mata yang lebih lemah, sehingga penglihatan di mata tersebut tidak berkembang secara optimal.

 

Bagaimana Gadget Bisa Memicu Mata Malas?

Penggunaan gadget, terutama pada anak-anak, dapat berkontribusi terhadap munculnya atau memburuknya gangguan penglihatan karena beberapa alasan berikut:

  1. Penekanan Jangka Panjang pada Jarak Dekat

Saat menatap layar gadget dalam waktu lama, mata dipaksa fokus pada objek yang berada sangat dekat. Ketika hal ini terjadi berulang dalam jangka panjang, otot-otot mata dapat mengalami kelelahan kronis sehingga kemampuan fokus pada jarak jauh menjadi terganggu.

 

  1. Mengurangi Frekuensi Berkedip

Menatap layar gadget yang terus menerus sering membuat seseorang jarang berkedip, sehingga permukaan mata menjadi kering. Mata yang kering bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan fokus yang dapat memengaruhi perkembangan visual, terutama pada anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan.

 

  1. Menurunnya Stimulasi Visual Lainnya

Anak yang lebih sering bermain gadget cenderung melihat objek di jarak dekat, sementara stimulasi visual seperti melihat dan mengamati objek jauh menjadi berkurang. Ketidakseimbangan ini dapat menghambat perkembangan kedua mata secara optimal, sehingga meningkatkan risiko amblyopia atau gangguan fokus mata lainnya.

 

Siapa yang Berisiko Lebih Tinggi?

Mata malas paling sering terjadi pada anak-anak usia dini, karena sistem visual mereka masih dalam tahap pertumbuhan dan sangat responsif terhadap pola penggunaan mata. Namun, jika tidak mendapat perhatian sejak kecil, kondisi ini dapat berlanjut hingga dewasa.

 

Cara Mencegah Mata Malas Terkait Gadget

Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat membantu mencegah gangguan penglihatan akibat penggunaan gadget:

Batasi Waktu Layar

Untuk anak-anak (dan juga orang dewasa), batasi durasi waktu penggunaan gadget setiap hari, serta pastikan ada jeda istirahat secara berkala.

Optimalkan Kondisi Pencahayaan

Pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang cukup dan tidak terlalu silau saat menatap layar elektronik.

Pemeriksaan Mata Rutin

Sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini, pemeriksaan mata secara berkala sangat dianjurkan, terutama pada anak usia sekolah.

 

Penggunaan gadget yang terlalu lama tanpa jeda dapat memicu atau memperburuk gangguan penglihatan seperti mata malas, terutama pada anak yang sedang dalam fase perkembangan mata. Dengan pembatasan waktu layar, pola istirahat yang baik, dan pemeriksaan mata berkala, risiko gangguan visual dapat dikurangi secara signifikan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Cara-Mencegah-Mata-Malas-Amblyopia-dan-Mendukung-Perkembangan-Penglihatan-Anak.png
24/Jan/2026

Mata malas atau amblyopia merupakan kondisi yang sering terjadi pada masa tumbuh kembang anak. Walaupun kacamata atau terapi medis dapat membantu memperbaikinya, peran orang tua dalam pencegahan dan deteksi dini sangat penting untuk keberhasilan pengobatan.

 

Mengapa Amblyopia Harus Dicegah Sejak Dini?

Selama masa kanak-kanak, sistem visual masih dalam tahap perkembangan. Bila satu mata tidak mendapat stimulasi yang cukup, otak cenderung memprioritaskan mata yang lebih baik. Hal ini menyebabkan penglihatan pada mata yang tertinggal tidak berkembang dengan optimal kondisi ini disebut amblyopia.

 

Tanda-Tanda Awal yang Perlu Orang Tua Waspadai

Anak yang mengalami mata malas sering kali menunjukkan tanda-tanda halus seperti:

  • Mata yang tidak sejajar (melirik)
  • Sering menggosok mata atau menyipitkan mata
  • Menghindari aktivitas visual seperti membaca atau menonton
  • Satu mata cenderung “’tidak dipakai” dalam melihat

Deteksi tanda-tanda ini sejak dini sangat membantu dalam mempercepat penanganan.

 

Pola Hidup dan Kebiasaan yang Mendukung Kesehatan Mata Anak

Selain pemeriksaan profesional, kebiasaan baik sejak dini juga mendukung kesehatan visual anak, antara lain:

  • Batasi waktu layar pada gadget yang terlalu lama
  • Pastikan pencahayaan cukup saat membaca atau belajar
  • Jadwalkan pemeriksaan mata rutin pada usia dini
  • Perhatikan perkembangan penglihatan sejak dini

Perubahan kebiasaan sederhana ini dapat membantu stimulasi visual yang lebih optimal.

 

Peran Pemeriksaan Mata Teratur

Pemeriksaan mata secara rutin terutama pada masa tumbuh kembang sangat dianjurkan untuk mendeteksi gangguan seperti amblyopia atau kelainan refraksi lebih awal. Dokter mata dapat melakukan pengecekan fungsi penglihatan lengkap termasuk pemeriksaan tajam penglihatan, pemeriksaan refraksi, serta evaluasi otot mata dan saraf penglihatan.

 

Penanganan yang Bisa Dilakukan

Penanganan amblyopia tidak hanya bersifat medis, tetapi juga melibatkan dukungan pola hidup. Beberapa langkah yang dapat dilakukan setelah diagnosis meliputi:

  • Kacamata korektif untuk memperbaiki fokus visual
  • Terapi menutup mata dominan untuk melatih mata yang lemah
  • Pelatihan visual terarah di bawah pengawasan dokter mata

Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang keberhasilan terapi.

 

Amblyopia adalah gangguan penglihatan yang dapat dicegah dan ditangani secara efektif bila dikenali sejak dini. Peran orang tua dalam pengamatan gejala awal, pengaturan kebiasaan visual yang sehat, dan pemeriksaan mata rutin menjadi kunci keberhasilan mencegah mata malas berkembang lebih lanjut.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Amblyopia-Mata-Malas-Penyebab-Gejala-dan-Pengobatannya.png
21/Jan/2026

Amblyopia atau yang dikenal sebagai mata malas adalah kondisi gangguan penglihatan yang umumnya muncul pada masa kanak-kanak. Kondisi ini terjadi ketika salah satu mata tidak berkembang dengan baik dalam melihat, walaupun saraf mata dan struktur mata secara fisik normal. Amblyopia tidak hanya sekadar rabun jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini dapat berpengaruh pada kemampuan penglihatan permanen.

 

Apa Itu Amblyopia?

Amblyopia adalah gangguan perkembangan visual di mana otak “menyukai” satu mata dan mengabaikan mata lainnya. Akibatnya, mata yang diabaikan tidak berkembang dengan baik sehingga penglihatan menjadi lebih lemah dibanding mata yang dominan.

 

Penyebab Amblyopia

Amblyopia biasanya disebabkan oleh salah satu dari kondisi berikut:

  1. Strabismus (mata juling)
    Ketidaksinkronan otot mata membuat otak mematikan sinyal dari satu mata untuk menghindari penglihatan ganda.
  2. Refraksi yang tidak seimbang
    Perbedaan besar dalam kebutuhan kacamata antara dua mata (misalnya satu mata rabun jauh, satu mata rabun dekat) membuat mata yang lebih lemah tidak “dipakai” otak.
  3. Halangan di depan mata
    Kondisi seperti katarak bawaan atau kelopak mata yang terus menutupi mata dapat menyebabkan amblyopia karena visual tidak terstimulasi dengan baik.

 

Gejala Amblyopia yang Perlu Diwaspadai

Gejala amblyopia bisa jadi tidak jelas pada awalnya, terutama pada anak kecil yang belum bisa menggambarkan penglihatan mereka. Beberapa tanda yang dapat dikenali antara lain:

  • Mata tampak melirik atau tidak sejajar
  • Sering menyipitkan mata
  • Tampak mengabaikan satu mata
  • Sulit fokus pada objek tertentu
  • Menutup satu mata saat melihat sesuatu

Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter mata anak untuk evaluasi lebih lanjut.

 

Penanganan Amblyopia

Penanganan yang dilakukan tergantung pada penyebabnya, namun umumnya meliputi:

  • Koreksi refraksi (misalnya kacamata) untuk memperbaiki fokus
  • Menutup mata dominan (occlusion therapy) agar mata yang lemah “dipaksa” bekerja
  • Obat tetes mata tertentu untuk menurunkan penglihatan di mata dominan sementara
  • Operasi jika amblyopia disebabkan oleh kelainan anatomi seperti katarak atau strabismus

Semakin dini intervensi dilakukan, semakin besar peluang pemulihan penglihatan. Amblyopia yang tidak ditangani sejak usia anak biasanya lebih sulit membaik pada usia dewasa.

 

Amblyopia merupakan gangguan perkembangan visual yang paling sering terjadi pada masa kanak-kanak. Kenali gejala sejak dini dan lakukan pemeriksaan mata secara rutin terutama pada anak usia dini. Dengan terapi yang tepat, banyak kasus amblyopia dapat mengalami perbaikan penglihatan yang signifikan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


5-Gerakan-Olahraga-untuk-Mata-Sehat-yang-Bisa-Dilakukan-di-Rumah.png
17/Jan/2026

Dalam keseharian, mata sering mengalami kelelahan terutama jika banyak menatap layar komputer, ponsel, atau membaca dalam waktu lama. Selain memperhatikan pola makan dan pemeriksaan rutin, olahraga mata sederhana dapat membantu menjaga kebugaran organ penglihatan. Berikut lima gerakan yang mudah dilakukan kapan saja:

 

  1. Aturan 20-20-20: Kurangi Ketegangan Mata

Ketika menatap layar dalam waktu panjang, mata mudah lelah. Aturan 20-20-20 membantu mengurangi ketegangan:

  • Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan
  • Fokus pada objek yang berjarak sekitar 20 kaki (±6 meter)
  • Lakukan selama 20 detik

Gerakan ini membantu otot mata rileks dan mengurangi ketegangan akibat fokus terlalu lama pada jarak dekat.

 

  1. Peregangan Fokus Jauh–Dekat

Gerakan ini melatih kemampuan fokus mata dan fleksibilitas otot fokus (lens):

  1. Fokuskan pandangan pada objek di jarak dekat (sekitar 30 cm) selama 10 detik
  2. Ganti fokus pada objek jauh (lebih dari 6 meter) selama 10 detik
  3. Ulangi beberapa kali secara bergantian

Latihan ini dapat membantu membuat mata lebih siap beradaptasi dari jarak dekat ke jauh tanpa merasa cepat lelah.

 

  1. Gerakan Mengikuti Panjang & Horizontal

Mata memiliki otot yang perlu dilatih juga secara horizontal dan vertikal:

  • Gerakkan pandangan ke kiri dan kanan perlahan
  • Selanjutnya, gerakkan pandangan ke atas dan ke bawah
  • Lakukan masing-masing 10-15 kali

Gerakan ini membantu memperkuat otot di sekitar mata serta memperlancar aliran darah ke area mata.

 

  1. Putaran Mata Searah Jarum Jam dan Sebaliknya

Latihan ini membantu melatih mobilitas bola mata secara menyeluruh:

  1. Tutup mata atau biarkan terbuka
  2. Gerakkan bola mata searah jarum jam 5 kali
  3. Ulangi gerakan berlawanan arah jarum jam 5 kali

Gerakan ini dapat membantu merilekskan otot mata yang bekerja terlalu keras saat menatap layar atau membaca terlalu lama.

 

  1. Pijat Lembut Sekitar Mata

Selain gerakan mata, memberikan pijatan lembut dapat memperbaiki sirkulasi darah:

  • Gunakan ujung jari untuk pijat ringan di sekitar alis, sudut mata, dan tulang pipi
  • Lakukan 1–2 menit setiap kali latihan
  • Pastikan tangan bersih sebelum memijat

Pijatan ini membantu merilekskan otot sekitar mata serta membantu mengurangi rasa tegang atau kering.

 

Tips Tambahan untuk Mata Sehat

Selain olahraga mata, beberapa kebiasaan sehat yang bisa Anda terapkan:

  • Jaga jarak ideal dengan layar (sekitar 50–70 cm)
  • Sesuaikan pencahayaan ruangan agar tidak terlalu silau atau gelap
  • Konsumsi makanan bergizi untuk mata seperti wortel, bayam, omega-3 dari ikan, dan buah-buahan kaya vitamin C

 

Melakukan olahraga mata sederhana secara rutin dapat membantu mengurangi ketegangan, menjaga kelenturan otot mata, dan meningkatkan kenyamanan penglihatan terutama jika Anda sering bekerja dengan layar atau menyelesaikan tugas membaca panjang. Latihan ringan seperti aturan 20-20-20, fokus jauh–dekat, gerakan horizontal, putaran bola mata, serta pijatan lembut bisa menjadi bagian dari rutinitas harian untuk mata yang lebih sehat dan tahan terhadap kelelahan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Tips-Menjaga-Kesehatan-Mata-Setelah-Usia-40-Tahun.png
15/Jan/2026

Memasuki usia 40 tahun, perubahan pada fungsi mata mulai menjadi hal yang umum dialami banyak orang. Mata mungkin lebih mudah lelah, fokus pada objek dekat menjadi lebih sulit (presbyopia), dan risiko gangguan kesehatan mata seperti katarak, glaukoma, atau degenerasi makula meningkat seiring bertambahnya usia.

Bagaimanapun, kesehatan mata tetap bisa dipertahankan dan dijaga dengan langkah-langkah sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa cara yang efektif:

 

  1. Lakukan Pemeriksaan Mata Secara Rutin

Pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata sangat penting, terutama setelah usia 40 tahun. Banyak kondisi mata yang serius seperti glaukoma atau degenerasi makula berkembang tanpa gejala jelas. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah sejak dini sehingga penanganannya bisa lebih efektif.

 

  1. Konsumsi Makanan Bergizi yang Menunjang Kesehatan Mata

Nutrisi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata. Beberapa jenis makanan yang baik dikonsumsi antara lain:

  • Sayuran hijau seperti bayam dan kale yang kaya lutein dan zeaxanthin
  • Ikan berlemak seperti salmon yang mengandung omega-3
  • Buah-buahan seperti jeruk yang kaya vitamin C
  • Kacang-kacangan dan biji sebagai sumber vitamin E dan antioksidan

Kombinasi nutrisi ini dapat membantu melindungi retina, mendukung produksi air mata, dan mengurangi risiko gangguan mata berkaitan usia.

 

  1. Kurangi Waktu Menatap Layar

Aktivitas sehari-hari yang sering melibatkan gadget, komputer, atau layar digital dapat memicu ketegangan mata digital. Untuk mengurangi efeknya, gunakan aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau ±6 meter selama 20 detik. Teknik ini membantu mengurangi kelelahan dan menjaga kenyamanan mata.

 

  1. Lindungi Mata dari Paparan Sinar UV

Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat mempercepat penurunan kualitas lensa mata dan berkontribusi pada risiko katarak atau degenerasi makula. Gunakan kacamata hitam dengan pelindung 100% UV saat berada di luar ruangan, bahkan saat cuaca mendung.

 

  1. Berhenti Merokok dan Terapkan Gaya Hidup Sehat

Merokok dapat meningkatkan risiko gangguan mata seperti katarak dan degenerasi makula. Menghentikan kebiasaan ini serta menerapkan pola hidup sehat seperti olahraga teratur, menjaga tekanan darah dan kadar gula darah dapat mendukung kesehatan mata dan tubuh secara keseluruhan.

 

  1. Kenali Perubahan Mata yang Normal

Seiring bertambahnya usia, beberapa perubahan pada mata adalah hal yang wajar, seperti:

  • Presbyopia kesulitan melihat objek dekat (misalnya membaca huruf kecil) karena lensa mata menjadi kurang fleksibel
  • Penurunan produksi air mata yang dapat menyebabkan mata lebih mudah kering
  • Sensitivitas terhadap silau atau cahaya terang

Mengenali perubahan ini membantu Anda lebih waspada dan mengetahui kapan perlu mencari bantuan medis.

 

Usia 40 tahun ke atas memang membawa sejumlah perubahan pada sistem penglihatan, tetapi dengan langkah-langkah sederhana seperti pemeriksaan mata rutin, pola makan bergizi, perlindungan UV, serta gaya hidup sehat, Anda dapat mempertahankan kesehatan mata lebih optimal. Perubahan kecil yang konsisten dapat membantu menjaga penglihatan tetap tajam dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Degenerasi-Makula-Tidak-Selalu-Turunan-Kenali-Faktor-Risikonya.png
14/Jan/2026

Degenerasi makula, yang sering dikenal sebagai age-related macular degeneration (AMD), adalah kondisi medis yang menyerang makula bagian retina yang bertanggung jawab atas penglihatan pusat dan detail tajam. Kondisi ini biasa terjadi pada usia lanjut dan menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada orang dewasa yang lebih tua.

Banyak orang yang bertanya: Apakah degenerasi makula termasuk penyakit turunan? Jawabannya adalah iya tetapi bukan sejelas penyakit genetik murni, melainkan kondisi yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

 

Peran Faktor Genetik dalam Degenerasi Makula

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik atau riwayat keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan risiko seseorang mengalami degenerasi makula. Ini berarti jika orang tua atau saudara kandung memiliki kondisi ini, kemungkinan Anda juga lebih besar mengalami hal yang sama dibanding orang tanpa riwayat keluarga.

Keturunan terlihat sebagai salah satu faktor risiko yang tidak bisa diubah, dan beberapa varian gen tertentu telah dikaitkan dengan peningkatan risiko AMD. Meskipun begitu, degenerasi makula tidak selalu langsung “diturunkan” seperti penyakit genetik klasik, melainkan lebih ke predisposisi atau kecenderungan yang dipengaruhi oleh gen tertentu.

 

Genetik vs Penyakit Turunan: Apa Bedanya?

Istilah penyakit turunan sering diasosiasikan dengan kondisi yang pasti menurun dari orang tua ke anak melalui satu gen tunggal. Degenerasi makula berbeda:

  • AMD tidak selalu muncul pada semua anggota keluarga, bahkan jika ada riwayat keluarga.
  • Ia dipengaruhi oleh beberapa faktor genetik sekaligus, bukan hanya satu gen tunggal.
  • Faktor lingkungan dan gaya hidup juga ikut menentukan apakah AMD akan berkembang atau tidak.

Dengan kata lain, memiliki keluarga dengan AMD meningkatkan risiko, tetapi tidak menjamin 100% bahwa seseorang akan mengalaminya.

 

Faktor Risiko Lain yang Bukan Turunan

Selain genetik, ada sejumlah faktor risiko lain yang bisa memengaruhi perkembangan degenerasi makula, antara lain:

  • Usia risiko meningkat seiring bertambahnya usia (umumnya di atas 50 tahun)
  • Merokok meningkatkan risiko secara signifikan
  • Hipertensi dan kolesterol tinggi faktor kardiovaskular yang berkaitan
  • Paparan sinar matahari berlebih
  • Obesitas dan pola makan tidak sehat

Ini menunjukkan bahwa AMD adalah kondisi multifaktorial artinya dipengaruhi oleh banyak hal, bukan semata faktor keturunan.

 

Mengapa Risiko Keluarga Perlu Diperhatikan?

Mengetahui adanya riwayat degenerasi makula di keluarga penting karena bisa mendorong tindakan pencegahan lebih awal. Jika Anda memiliki orang tua atau saudara dekat yang didiagnosis AMD:

  • Pertimbangkan pemeriksaan mata rutin sejak dini
  • Terapkan gaya hidup sehat seperti berhenti merokok, konsumsi makanan bergizi, dan kontrol tekanan darah
  • Diskusikan faktor risiko dengan dokter mata Anda untuk pemantauan lebih intensif.

 

Degenerasi makula memiliki komponen genetik yang membuatnya lebih mungkin terjadi jika ada riwayat keluarga, tetapi tidak sepenuhnya bersifat diturunkan secara langsung seperti penyakit genetik klasik. Usia, gaya hidup, serta faktor kesehatan lain memainkan peran penting dalam apakah kondisi ini akan muncul atau tidak.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Jenis-Jenis-Degenerasi-Makula-yang-Perlu-Diwaspadai.png
12/Jan/2026

Degenerasi makula adalah kondisi medis yang memengaruhi bagian tengah retina, yaitu makula area yang bertanggung jawab atas penglihatan pusat dan detail tajam, seperti membaca, mengenali wajah, atau melihat objek kecil. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun, namun bisa terjadi lebih awal terutama jika ada faktor risiko tertentu.

Makula yang mengalami degenerasi tidak lagi berfungsi optimal, sehingga menyebabkan gangguan penglihatan pusat yang dapat menurunkan kualitas hidup bila tidak ditangani sedini mungkin.

 

  1. Degenerasi Makula Kering (Dry AMD)

Degenerasi makula kering merupakan bentuk yang paling umum, sekitar sekitar 80-90% kasus degenerasi makula. Kondisi ini berkembang secara perlahan dan ditandai oleh:

  • Penumpukan drusen, yaitu endapan kecil berwarna kekuningan di bawah retina
  • Penipisan dan hilangnya sel fotoreseptor di makula

Akibatnya, penglihatan pusat menjadi kabur atau tampak kurang tajam seiring waktu. Karena berlangsung bertahap, banyak penderita awalnya tidak menyadari perubahan penglihatan sampai kondisinya lebih lanjut.

Ciri-Ciri Degenerasi Makula Kering

  • Penglihatan kabur atau kurang tajam
  • Kesulitan membaca atau melihat detail kecil
  • Warna tampak kurang cerah dibandingkan sebelumnya

Walaupun belum ada obat yang bisa menyembuhkan sepenuhnya degenerasi makula kering, deteksi dini dan perubahan gaya hidup tertentu dapat membantu memperlambat progresinya.

 

  1. Degenerasi Makula Basah (Wet AMD)

Walau jumlahnya lebih sedikit, degenerasi makula basah cenderung lebih cepat dan agresif dibandingkan bentuk kering. Pada kondisi ini, terjadi pertumbuhan pembuluh darah abnormal di bawah retina yang mudah bocor dan berdarah. Kebocoran ini menyebabkan kerusakan pada jaringan makula yang berakibat penglihatan pusat menjadi terganggu secara signifikan dalam waktu singkat.

Gejala Utama Degenerasi Makula Basah

  • Penglihatan tampak terdistorsi atau bergelombang
  • Bagian tengah objek terlihat gelap atau hilang
  • Perubahan penglihatan berlangsung cepat

Karena sifatnya yang progresif cepat, degenerasi makula basah memerlukan penanganan medis segera untuk meminimalkan kerusakan permanen pada penglihatan.

 

  1. Degenerasi Makula Tipe Lainnya

Selain dua bentuk utama di atas, ada pula varian degenerasi makula yang lebih jarang atau yang muncul bersamaan dengan kondisi mata lain, misalnya:

  • Degenerasi makula geografis, yaitu tahap lanjutan dari AMD kering yang menyebabkan ekspansi area kerusakan makula
  • Makulopati terkait pertambahan usia (non-AMD) yang muncul akibat faktor lain seperti trauma atau penyakit genetik

Meskipun jarang, bentuk-bentuk ini tetap perlu diwaspadai karena dapat berdampak signifikan pada penglihatan pusat jika tidak ditangani dengan baik.

 

Faktor Risiko yang Meningkatkan Kemungkinan Terjadinya Degenerasi Makula

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko berkembangnya degenerasi makula, antara lain:

  • Usia di atas 50 tahun
  • Riwayat keluarga dengan degenerasi makula
  • Merokok
  • Paparan sinar matahari berlebihan tanpa perlindungan
  • Hipertensi atau kolesterol tinggi
  • Diet rendah antioksidan dan omega 3

Pengenalan terhadap faktor risiko membantu individu lebih waspada dan rutin melakukan pemeriksaan mata yang komprehensif.

 

Pentingnya Pemeriksaan Mata Rutin

Karena degenerasi makula terutama berkembang secara perlahan, pemeriksaan mata secara rutin sangat penting terutama bagi mereka dengan faktor risiko tinggi. Pemeriksaan dini memungkinkan diagnosis yang lebih akurat dan intervensi cepat untuk mencegah kehilangan penglihatan lebih lanjut.

 

Degenerasi makula merupakan kondisi serius yang dapat mengganggu penglihatan pusat dan kualitas hidup. Dua bentuk utama yang perlu diwaspadai adalah degenerasi makula kering yang berkembang lambat namun umum dan degenerasi makula basah yang progresif dengan cepat. Mengenali gejala dan faktor risiko sejak dini serta rutin melakukan pemeriksaan mata adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan penglihatan dalam jangka panjang.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Aman-Waspadai-Risiko-Degenerasi-Makula.png
09/Jan/2026

Mata adalah jendela dunia menangkap dan mengirimkan gambar ke otak agar kita dapat membaca, mengenali wajah, melihat pemandangan, dan menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, ada satu kondisi serius yang dapat mengancam fungsi penglihatan pusat: degenerasi makula. Kondisi ini terutama menyerang orang lansia dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang signifikan bila tidak ditangani sejak dini.

 

Apa Itu Degenerasi Makula?

Degenerasi makula adalah gangguan pada makula, yaitu bagian kecil di retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan tajam di bagian tengah pandangan misalnya saat membaca huruf kecil atau mengenali wajah orang. Ketika makula mengalami kerusakan, penglihatan pusat menjadi buram dan fungsi visual sehari-hari dapat terganggu.

Kondisi ini termasuk salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada orang berusia di atas 60 tahun. Meskipun umum terjadi pada usia lanjut, degenerasi makula bukan sekadar akibat penuaan biasa; ini adalah penyakit retina progresif yang perlu perhatian medis.

 

Jenis-Jenis Degenerasi Makula

Umumnya ada dua tipe utama:

  1. Degenerasi Makula Kering
    Bentuk yang paling sering terjadi. Kondisi ini berkembang secara perlahan ketika sel-sel di makula menipis atau rusak seiring waktu.
  2. Degenerasi Makula Basah
    Lebih jarang tetapi lebih agresif, terjadi ketika pembuluh darah abnormal tumbuh di bawah retina dan mengalami kebocoran cairan atau darah, mempercepat kerusakan pada makula.

 

Siapa yang Berisiko?

Beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami degenerasi makula antara lain:

  • Usia di atas 60 tahun
  • Riwayat keluarga dengan degenerasi makula
  • Merokok
  • Obesitas atau tekanan darah tinggi
  • Paparan sinar matahari berlebihan

Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang, semakin penting melakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk deteksi dini.

 

Gejala yang Sering Terjadi

Degenerasi makula sering berkembang secara bertahap dan tanpa rasa sakit, sehingga ringan gejala awalnya sering diabaikan. Keluhan yang umum meliputi:

  • Pandangan buram di bagian tengah
  • Garis lurus tampak berombak atau terdistorsi
  • Kesulitan mengenali wajah
  • Sulit melihat di tempat redup atau saat membaca

Jika kondisi memburuk, pusat penglihatan dapat kehilangan detail visual penting, meskipun penglihatan samping biasanya tetap utuh.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Degenerasi Makula

Untuk memastikan diagnosis, dokter mata dapat melakukan beberapa pemeriksaan seperti:

  • Tes garis Amsler, mengukur distorsi visual
  • Oftalmoskopi, melihat kondisi retina secara langsung
  • Optical Coherence Tomography (OCT), memeriksa struktur makula secara detail
  • Fluorescein Angiography, menilai pembuluh darah di retina bila diperlukan

Pemeriksaan rutin ini penting terutama bagi mereka berisiko tinggi.

 

Pengobatan dan Penanganan

Hingga kini belum ada obat yang dapat sepenuhnya mengembalikan visi yang hilang, tetapi beberapa pendekatan dapat memperlambat perkembangan penyakit dan membantu mempertahankan penglihatan yang masih ada, termasuk:

  • Perubahan gaya hidup sehat seperti berhenti merokok, menjaga tekanan darah, dan pola makan bergizi
  • Suplemen nutrisi tertentu untuk kesehatan retina sesuai rekomendasi dokter
  • Suntikan obat anti-VEGF untuk degenerasi makula basah yang mengurangi pertumbuhan pembuluh darah abnormal
  • Terapi laser atau perawatan rehabilitasi penglihatan untuk membantu aktivitas sehari-hari pasien

Penanganan dini memberikan peluang lebih besar untuk mempertahankan kualitas penglihatan yang masih tersisa.

 

Pencegahan dan Pemeriksaan Rutin

Mencegah sepenuhnya degenerasi makula mungkin tidak selalu bisa dilakukan, tetapi ada upaya yang secara medis terbukti membantu mengurangi risiko atau memperlambat perkembangan kondisi ini:

  • Rutin melakukan pemeriksaan mata, terutama setelah usia 50 tahun
  • Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok
  • Mengonsumsi makanan kaya antioksidan dan nutrisi untuk mata
  • Melindungi mata dari paparan sinar UV langsung dengan kacamata pelindung

 

Degenerasi makula adalah kondisi serius yang memengaruhi penglihatan pusat dan kerap terjadi pada usia lanjut. Karena perkembangan awalnya sering tanpa gejala, pemeriksaan mata secara rutin adalah kunci untuk mendeteksi perubahan sejak dini. Jika Anda merasakan perubahan seperti pandangan kabur atau garis yang tampak terdistorsi, segera konsultasikan ke dokter mata untuk evaluasi lebih lanjut.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Minus-vs-Mata-Silinder-Apa-Bedanya-dan-Mengapa-Penting-Diketahui.png
07/Jan/2026

Mata adalah organ vital yang memengaruhi kualitas hidup setiap orang. Ketika penglihatan mulai kabur atau tidak fokus, bisa jadi ini tanda adanya gangguan refraksi mata seperti mata minus (miopi) atau mata silinder (astigmatisme). Meski keduanya sama-sama membuat pandangan tidak jelas, penyebab, gejala, dan cara penanganannya berbeda.

 

Apa Itu Mata Minus dan Mata Silinder?

Mata minus adalah kondisi di mana objek yang jauh terlihat kabur, sementara objek dekat masih tampak jelas. Hal ini terjadi karena bentuk bola mata yang terlalu panjang atau kornea yang terlalu melengkung, sehingga cahaya yang masuk terfokus di depan retina bukan tepat di atasnya.

Sementara itu, mata silinder disebabkan oleh kelainan bentuk kornea atau lensa mata yang tidak merata. Kondisi ini membuat cahaya yang masuk tidak terfokus pada satu titik di retina, sehingga penglihatan bisa kabur atau berbayang, baik pada jarak dekat maupun jauh.

 

Penyebab dan Bagaimana Gejalanya Berbeda

Penyebab Mata Minus

  • Biasanya dipengaruhi oleh faktor genetik
  • Bentuk bola mata yang lebih panjang dari normal
  • Sering terjadi pada masa pertumbuhan anak dan remaja

Penyebab Mata Silinder

  • Kornea atau lensa tidak berbentuk simetris
  • Bisa bersifat bawaan sejak lahir atau berkembang karena faktor lain seperti operasi mata atau cedera mata

Gejala Mata Minus:

  • Sulit melihat objek jauh dengan jelas
  • Pandangan kabur pada jarak jauh
  • Sakit kepala atau mata lelah saat melihat jauh

Gejala Mata Silinder:

  • Penglihatan kabur atau berbayang
  • Garis lurus tampak miring atau terdistorsi
  • Masalah penglihatan baik dekat maupun jauh

 

Bagaimana Cara Mengatasinya

Baik mata minus maupun mata silinder tidak sembuh sendiri, tetapi kedua kondisi ini dapat sangat dibantu dengan koreksi yang tepat:

Mata Minus:

  • Dikoreksi dengan kacamata berlensa cekung (minus) atau lensa kontak
  • Membantu cahaya fokus kembali tepat di retina

Mata Silinder:

  • Diperlukan lensa silinder khusus dalam kacamata atau lensa kontak untuk memperbaiki fokus cahaya
  • Lensa silinder membantu mengoreksi kelengkungan kornea yang tidak rata

Dalam beberapa kasus, prosedur operasi refraktif seperti LASIK juga bisa dijadikan pilihan, setelah pemeriksaan lengkap oleh dokter mata.

 

Kapan Harus Periksa ke Dokter Mata?

Jika Anda mengalami gejala seperti penglihatan kabur, pandangan berbayang, atau sering mengedip untuk melihat lebih jelas, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan mata. Pemeriksaan refraksi dan pemeriksaan mata lengkap dapat membantu mengetahui jenis gangguan penglihatan dan menentukan resep lensa yang tepat.

 

Mata minus dan mata silinder termasuk kelainan refraksi yang paling umum dan bisa terjadi pada semua usia. Perbedaan utama keduanya terletak pada:

  • Penyebab fokus cahaya yang berbeda
  • Ciri-ciri penglihatan yang kabur
  • Jenis koreksi kacamata atau lensa yang dibutuhkan

Dengan pemeriksaan yang tepat dan penggunaan kacamata atau lensa kontak yang sesuai, Anda dapat mempertahankan kualitas penglihatan yang baik dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa gangguan. Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter mata untuk diagnosis dan rekomendasi terbaik sesuai kebutuhan penglihatan Anda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!