5 Tahap Perkembangan Trakhoma Menurut WHO yang Perlu Diwaspadai

Trakhoma merupakan infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan menjadi salah satu penyebab kebutaan yang dapat dicegah di dunia. Penyakit ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkembang secara bertahap. Oleh karena itu, penting untuk memahami setiap tahapannya agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), trakhoma berkembang melalui lima tahap, mulai dari infeksi ringan hingga kerusakan mata yang serius.
Tahap 1: Peradangan Folikular
Tahap awal trakhoma ditandai dengan munculnya folikel atau benjolan kecil di bagian dalam kelopak mata atas. Folikel ini berisi sel darah putih sebagai respons tubuh terhadap infeksi bakteri.
Pada tahap ini, gejala yang dirasakan biasanya ringan, seperti:
- Mata gatal
- Iritasi ringan
- Mata terasa tidak nyaman
Karena gejalanya ringan, kondisi ini sering tidak disadari.
Tahap 2: Peradangan Intens
Jika tidak ditangani, infeksi akan berkembang menjadi peradangan yang lebih berat. Kelopak mata menjadi bengkak, menebal, dan lebih teriritasi.
Pada tahap ini, infeksi lebih aktif dan sangat menular. Gejala yang muncul bisa berupa:
- Mata merah
- Nyeri
- Sensitif terhadap cahaya
Tahap 3: Terbentuknya Jaringan Parut
Infeksi berulang dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut di bagian dalam kelopak mata.
Jaringan parut ini dapat mengubah bentuk kelopak mata dan mulai menimbulkan gangguan pada permukaan mata.
Tahap 4: Bulu Mata Tumbuh ke Dalam (Trikiasis)
Pada tahap ini, perubahan bentuk kelopak mata menyebabkan bulu mata tumbuh ke arah dalam dan menggesek permukaan kornea.
Akibatnya, penderita akan merasakan:
- Nyeri hebat
- Mata berair
- Iritasi terus-menerus
Gesekan bulu mata ini dapat merusak kornea jika tidak segera ditangani.
Tahap 5: Kornea Menjadi Keruh (Opasitas)
Tahap terakhir adalah kerusakan pada kornea akibat peradangan dan gesekan yang terus-menerus. Kornea menjadi keruh sehingga cahaya tidak dapat masuk dengan baik ke dalam mata.
Pada kondisi ini, penderita dapat mengalami:
- Penurunan penglihatan
- Gangguan penglihatan berat
- Kebutaan permanen
Pentingnya Deteksi dan Penanganan Dini
Trakhoma adalah penyakit yang berkembang perlahan, tetapi dapat berakibat serius jika tidak ditangani. Penanganan pada tahap awal dapat mencegah komplikasi seperti jaringan parut hingga kebutaan.
WHO juga merekomendasikan strategi pencegahan melalui kebersihan wajah, penggunaan antibiotik, perbaikan sanitasi, serta tindakan operasi pada kasus lanjut.
Trakhoma berkembang melalui lima tahap, mulai dari peradangan ringan hingga kerusakan kornea yang dapat menyebabkan kebutaan. Mengenali tanda-tanda sejak dini sangat penting agar pengobatan dapat dilakukan sebelum kondisi menjadi lebih parah.
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan mata merupakan langkah penting untuk mencegah dampak serius dari penyakit ini.
Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:
(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)
Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


