Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Jangan-Abaikan-Mata-Blur-Bisa-Dipicu-Berat-Badan-Diabetes.png
11/Apr/2026

Penglihatan kabur sering dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda masalah serius, terutama bagi penderita diabetes—terlebih jika disertai dengan berat badan berlebih atau obesitas.

Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah retinopati diabetik, yaitu kerusakan pada pembuluh darah di retina akibat kadar gula darah yang tinggi.

Apa Itu Retinopati Diabetik?

Retinopati diabetik adalah gangguan pada mata yang terjadi ketika pembuluh darah di retina rusak akibat diabetes. Retina sendiri berperan penting dalam proses penglihatan.

Kerusakan ini dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur, muncul bayangan, hingga berujung pada kebutaan jika tidak ditangani dengan baik.

Hubungan Berat Badan dan Diabetes dengan Mata

Berat badan berlebih atau obesitas memiliki peran besar dalam meningkatkan risiko komplikasi diabetes, termasuk retinopati diabetik.

Obesitas membuat tubuh lebih sulit mengontrol kadar gula darah. Akibatnya:

  • Kadar gula darah cenderung tinggi
  • Pembuluh darah lebih mudah rusak
  • Risiko gangguan mata meningkat lebih cepat

Bahkan, penderita diabetes dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami retinopati dibandingkan yang hanya mengalami kelebihan berat badan biasa.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Retinopati diabetik sering tidak menimbulkan gejala di awal. Namun, beberapa tanda yang bisa muncul antara lain:

  • Penglihatan kabur
  • Muncul bintik atau bayangan (floaters)
  • Sulit melihat dengan jelas
  • Penurunan penglihatan secara bertahap

Jika mengalami gejala tersebut, jangan menunda untuk memeriksakan diri.

Cara Mencegah Kerusakan Mata

Kabar baiknya, retinopati diabetik dapat dicegah dengan langkah sederhana, yaitu:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengontrol kadar gula darah secara rutin
  • Menjalani pola hidup sehat
  • Melakukan pemeriksaan mata secara berkala

Langkah-langkah ini sangat penting untuk melindungi kesehatan mata dalam jangka panjang.

Mata kabur bukan sekadar gangguan biasa. Pada penderita diabetes, kondisi ini bisa menjadi tanda retinopati diabetik yang berisiko menyebabkan kebutaan. Kombinasi diabetes dan obesitas semakin meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah di mata. Jangan tunggu sampai penglihatan terganggu parah. Mulai jaga berat badan, kontrol gula darah, dan rutin periksa mata untuk menjaga kesehatan penglihatan Anda.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Kenali-Terapi-Retinoblastoma-untuk-Menyelamatkan-Penglihatan-Anak.png
09/Apr/2026

Retinoblastoma adalah jenis kanker mata yang umumnya menyerang anak-anak. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel retina tumbuh secara tidak terkendali. Jika tidak ditangani dengan baik, retinoblastoma dapat menyebabkan kebutaan bahkan mengancam nyawa.

Kabar baiknya, dengan penanganan yang tepat dan deteksi dini, peluang kesembuhan retinoblastoma cukup tinggi. Salah satu kunci keberhasilan terapi adalah pemilihan metode pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien.

 

Tujuan Pengobatan Retinoblastoma

Pengobatan retinoblastoma tidak hanya bertujuan untuk menghilangkan kanker, tetapi juga:

  • Menyelamatkan nyawa pasien
  • Mempertahankan fungsi penglihatan
  • Mencegah penyebaran kanker ke organ lain

Jenis terapi yang dipilih biasanya disesuaikan dengan ukuran tumor, lokasi, serta tingkat penyebarannya.

 

5 Metode Pengobatan Retinoblastoma

Berikut beberapa metode pengobatan yang umum digunakan:

  1. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan metode yang paling sering digunakan. Terapi ini menggunakan obat untuk membunuh atau mengecilkan sel kanker. Obat dapat diberikan melalui suntikan, infus, atau diminum.

Kemoterapi juga sering digunakan sebagai terapi awal untuk memperkecil tumor sebelum tindakan lain dilakukan.

  1. Terapi Radiasi (Radioterapi)

Radioterapi menggunakan sinar energi tinggi untuk menghancurkan sel kanker. Terapi ini bisa dilakukan dari luar tubuh (external beam) atau dari dalam (brachytherapy).

Metode ini biasanya digunakan pada kasus tertentu, terutama jika kanker sulit ditangani dengan terapi lain.

  1. Terapi Laser

Terapi laser bertujuan untuk menghancurkan pembuluh darah yang memasok nutrisi ke tumor. Dengan terputusnya suplai darah, sel kanker akan mati.

Terapi ini umumnya digunakan pada tumor berukuran kecil.

  1. Cryotherapy (Terapi Dingin)

Cryotherapy adalah metode yang menggunakan suhu sangat dingin untuk membekukan dan menghancurkan sel kanker.

Metode ini efektif untuk tumor kecil dan sering dikombinasikan dengan terapi lain.

  1. Operasi (Enukleasi)

Jika tumor sudah sangat besar atau tidak merespons terapi lain, dokter dapat melakukan operasi pengangkatan bola mata (enukleasi).

Tindakan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran kanker ke bagian tubuh lain. Setelah operasi, pasien biasanya akan menggunakan mata palsu.

 

Kombinasi Terapi untuk Hasil Optimal

Dalam banyak kasus, pengobatan retinoblastoma tidak hanya menggunakan satu metode saja. Dokter dapat mengombinasikan beberapa terapi untuk hasil yang lebih optimal, misalnya kemoterapi dikombinasikan dengan laser atau cryotherapy.

Pendekatan ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus mempertahankan penglihatan semaksimal mungkin.

 

Pentingnya Deteksi Dini

Semakin cepat retinoblastoma terdeteksi, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Munculnya bercak putih pada pupil
  • Mata juling
  • Mata merah atau bengkak

Jika ditemukan gejala tersebut, segera periksakan anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Retinoblastoma merupakan kanker mata pada anak yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Terdapat berbagai metode pengobatan seperti kemoterapi, radioterapi, terapi laser, cryotherapy, hingga operasi. Dengan diagnosis dini dan terapi yang sesuai, peluang kesembuhan sangat besar dan risiko komplikasi dapat diminimalkan. Oleh karena itu, kewaspadaan orang tua sangat penting dalam mengenali gejala sejak awal.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Waspada-Komplikasi-Retinoblastoma-Mata-Anak-Bisa-Terancam.png
06/Apr/2026

Retinoblastoma merupakan kanker mata yang umumnya menyerang anak-anak, terutama usia balita. Penyakit ini terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal di retina, yaitu bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya. Jika tidak ditangani dengan cepat, retinoblastoma dapat mengganggu penglihatan hingga menyebabkan kerusakan permanen pada mata.

 

Komplikasi Retinoblastoma yang Perlu Diwaspadai

Tanpa penanganan yang tepat, retinoblastoma dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, antara lain:

  1. Ablasi Retina (Retina Lepas)

Retina dapat terlepas dari jaringan penyangganya, sehingga mengganggu proses penglihatan dan berisiko menyebabkan kebutaan.

  1. Perdarahan di Dalam Mata

Pertumbuhan tumor dapat memicu perdarahan pada bola mata yang mengganggu fungsi visual.

  1. Glaukoma (Tekanan Mata Tinggi)

Tekanan di dalam mata meningkat akibat tumor, yang dapat merusak saraf optik dan menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

  1. Selulitis Orbita (Peradangan Jaringan Sekitar Mata)

Peradangan serius pada jaringan sekitar mata dapat terjadi dan memperburuk kondisi anak.

  1. Phthisis Bulbi (Bola Mata Menyusut)

Pada kondisi berat, bola mata dapat mengecil dan kehilangan fungsinya secara permanen.

Selain itu, retinoblastoma juga berisiko menyebar ke organ lain (metastasis) jika tidak segera ditangani.

 

Cara Diagnosis Retinoblastoma

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Pemeriksaan mata dengan oftalmoskop untuk melihat kondisi retina secara langsung
  • USG, CT scan, atau MRI guna mengetahui lokasi, ukuran, dan penyebaran tumor
  • Pemeriksaan lanjutan untuk menentukan stadium penyakit dan langkah penanganan yang tepat

 

Pentingnya Deteksi Dini

Gejala retinoblastoma sering kali sulit dikenali, terutama pada bayi dan anak kecil. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Muncul bercak putih pada pupil
  • Mata juling
  • Mata merah atau bengkak
  • Gangguan penglihatan

Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat dan meningkatkan peluang kesembuhan.

 

Retinoblastoma adalah penyakit serius yang dapat mengancam penglihatan anak jika tidak segera ditangani. Komplikasi seperti ablasi retina, glaukoma, hingga penyusutan bola mata bisa terjadi pada kondisi yang sudah lanjut. Karena itu, orang tua perlu lebih waspada terhadap tanda-tanda awal dan tidak menunda pemeriksaan. Penanganan sejak dini dapat menjadi kunci untuk menyelamatkan penglihatan dan kesehatan mata anak.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Penanganan-Retinoblastoma-Langkah-Medis-untuk-Menyelamatkan-Penglihatan.png
04/Apr/2026

Retinoblastoma merupakan kanker yang terjadi pada retina akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak dan dapat terjadi pada satu atau kedua mata.

 

Penyebab Retinoblastoma

Retinoblastoma disebabkan oleh mutasi genetik pada sel retina. Mutasi ini membuat sel terus berkembang tanpa kontrol hingga membentuk tumor.

Terdapat dua jenis penyebab utama:

  • Herediter (keturunan): diturunkan dari orang tua
  • Non-herediter (sporadis): terjadi secara spontan tanpa riwayat keluarga

 

Bagaimana Retinoblastoma Didiagnosis?

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Pemeriksaan mata secara menyeluruh
  • USG mata atau MRI untuk melihat ukuran dan penyebaran tumor
  • Tes genetik untuk mengetahui faktor keturunan

Pemeriksaan ini penting untuk menentukan tingkat keparahan dan rencana pengobatan.

 

Pilihan Pengobatan Retinoblastoma

Penanganan retinoblastoma tergantung pada ukuran dan penyebaran tumor. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:

  1. Kemoterapi

Digunakan untuk mengecilkan tumor atau membunuh sel kanker.

  1. Terapi Laser

Bertujuan menghentikan aliran darah ke tumor sehingga sel kanker mati.

  1. Krioterapi

Metode pembekuan untuk menghancurkan sel kanker.

  1. Radioterapi

Menggunakan radiasi untuk membunuh sel kanker.

  1. Operasi

Pada kasus berat, bola mata mungkin perlu diangkat untuk mencegah penyebaran kanker.

 

Retinoblastoma merupakan kanker mata yang serius, namun dapat ditangani dengan baik jika terdeteksi lebih awal. Dengan diagnosis yang tepat dan terapi yang sesuai, peluang kesembuhan menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk tidak menunda pemeriksaan jika terdapat gejala pada mata anak.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Anak-Tampak-Putih-Bisa-Jadi-Tanda-Retinoblastoma.png
02/Apr/2026

Retinoblastoma adalah kanker mata yang paling sering terjadi pada anak, terutama di bawah usia 5 tahun. Penyakit ini berkembang pada retina, yaitu bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya. Meskipun tergolong langka, retinoblastoma dapat menyebabkan kebutaan bahkan mengancam nyawa jika tidak ditangani sejak dini.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Retinoblastoma sering kali tidak disadari pada tahap awal. Namun, ada beberapa tanda khas yang bisa dikenali oleh orang tua, antara lain:

  • Muncul pantulan putih pada pupil (seperti mata kucing saat terkena cahaya)
  • Mata juling (tidak sejajar)
  • Mata merah atau bengkak tanpa sebab jelas
  • Penurunan penglihatan
  • Nyeri pada mata

Gejala ini dapat terlihat saat memotret anak menggunakan flash atau dalam kondisi pencahayaan tertentu.

 

Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?

Retinoblastoma dapat berkembang dengan cepat. Jika terlambat ditangani, tumor dapat menyebar ke bagian lain tubuh seperti otak dan tulang.

Namun, jika terdeteksi sejak dini, peluang keberhasilan pengobatan sangat tinggi dan fungsi penglihatan masih dapat dipertahankan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika orang tua melihat tanda-tanda berikut:

  • Pantulan putih pada mata anak
  • Mata juling yang muncul tiba-tiba
  • Perubahan bentuk atau warna mata

Pemeriksaan mata secara rutin juga penting, terutama pada anak dengan riwayat keluarga retinoblastoma.

 

Retinoblastoma adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian khusus. Mengenali gejala sejak dini dapat menyelamatkan penglihatan bahkan nyawa anak. Peran orang tua sangat penting dalam mendeteksi tanda awal dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!