Tanda-Tanda Minus Mata Bertambah dan Pentingnya Pemeriksaan Visus

Miopi atau rabun jauh adalah salah satu gangguan refraksi mata yang paling umum dijumpai. Tak jarang, kita menjumpai orang-orang terdekat yang harus bergantung pada kacamata karena kondisi ini. Miopi terjadi ketika bentuk bola mata terlalu memanjang atau kornea terlalu melengkung, sehingga cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus dengan benar. Akibatnya, objek yang letaknya jauh tampak buram.
Penyebab miopi sangat beragam, mulai dari faktor genetik, lingkungan, hingga gaya hidup modern yang membuat mata terlalu sering terpapar layar. Meski telah mengenakan kacamata atau lensa kontak, bukan berarti kondisi mata akan berhenti memburuk. Minus mata bisa bertambah seiring waktu, terlebih jika mata tidak dirawat dengan baik.
Untuk mengetahui apakah minus Anda bertambah, perhatikan empat ciri berikut ini:
- Penglihatan Jauh Semakin Kabur
Jika Anda mulai kesulitan melihat objek yang sebelumnya bisa terlihat jelas dari jarak tertentu, bisa jadi minus pada mata Anda telah bertambah. Misalnya, Anda sebelumnya dapat membaca papan petunjuk dari jarak 10 meter, tetapi kini harus memicingkan mata atau mendekat. Bahkan ketika memakai kacamata, Anda masih merasa sulit memfokuskan pandangan pada objek jauh. Ini merupakan indikasi kuat bahwa lensa kacamata Anda sudah tidak lagi sesuai.
- Mata Mudah Lelah
Sering merasa mata cepat lelah padahal aktivitas tidak terlalu berat? Ini bisa menjadi tanda bahwa mata Anda bekerja lebih keras dari biasanya. Kacamata dengan lensa minus yang tidak lagi sesuai akan membuat mata terus-menerus menyesuaikan fokus, terutama saat melihat objek jauh. Usaha ekstra ini dapat menegangkan otot-otot mata, membuatnya terasa cepat letih meskipun Anda hanya duduk di depan layar atau membaca.
- Pusing dan Sakit Kepala
Tak hanya lelah pada mata, peningkatan minus juga bisa menimbulkan gejala fisik lain seperti pusing atau nyeri kepala, terutama di sekitar pelipis dan mata. Kondisi ini kerap terjadi karena otot mata yang menegang berlarut-larut memicu ketegangan pada bagian kepala. Beberapa orang bahkan merasakan mual, terutama jika terus menggunakan kacamata dengan resep lama yang tidak lagi sesuai.
- Sensitivitas terhadap Cahaya Meningkat
Mata yang tiba-tiba lebih peka terhadap cahaya bisa menjadi tanda bertambahnya minus. Kondisi ini dikenal sebagai fotofobia, yakni ketidaknyamanan atau bahkan rasa nyeri saat mata terkena cahaya terang. Dalam beberapa kasus, terutama pada miopi degeneratif (miopi berat), perubahan struktur retina dapat memicu fotofobia. Jika Anda mulai merasa silau berlebihan atau nyeri saat melihat cahaya, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter mata.
Kapan Harus Ganti Kacamata?
Jika Anda mulai merasakan satu atau lebih dari gejala di atas, sangat mungkin lensa kacamata Anda sudah tidak sesuai lagi. Namun, sebaiknya jangan hanya mengandalkan perasaan atau gejala. Pemeriksaan mata secara rutin penting dilakukan, minimal setahun sekali. Dengan begitu, dokter mata bisa mengevaluasi apakah lensa kacamata Anda masih efektif atau perlu diperbarui.
Pemeriksaan mata tidak hanya bermanfaat untuk mengetahui tingkat minus, tetapi juga mendeteksi kelainan lain seperti astigmatisme (mata silinder) atau presbiopi (rabun dekat karena usia). Dengan penyesuaian lensa yang tepat, Anda bisa kembali melihat dengan nyaman dan mengurangi risiko ketegangan mata.
Mengenal Tes Visus untuk Menilai Ketajaman Penglihatan
Salah satu cara untuk mengetahui perubahan kondisi mata adalah melalui tes visus. Tes ini dilakukan untuk mengukur ketajaman penglihatan seseorang dalam mengenali objek pada jarak tertentu. Alat yang digunakan biasanya adalah Snellen chart, sebuah bagan berisi huruf-huruf dengan berbagai ukuran yang dikembangkan oleh dokter asal Belanda, Herman Snellen, sejak abad ke-19.
Selama tes, Anda akan diminta membaca barisan huruf dari ukuran besar ke kecil dalam jarak sekitar 6 meter. Jika Anda tidak bisa membaca huruf pada baris tertentu, maka dokter akan menggunakan lensa korektif pinhole untuk menentukan kekuatan lensa yang sesuai dengan mata Anda. Hasil dari tes ini akan memberikan informasi apakah Anda mengalami rabun jauh, rabun dekat, atau mata silinder, dan berapa tingkat koreksinya.
Untuk anak-anak, pemeriksaan ini penting dilakukan setidaknya dua kali dalam setahun. Sedangkan bagi orang dewasa, apalagi yang berusia di atas 40 tahun, tes mata sebaiknya dilakukan secara berkala untuk mendeteksi gangguan penglihatan maupun penyakit mata secara dini.
Alternatif Pemeriksaan untuk Anak-Anak
Untuk anak yang belum bisa membaca huruf, pemeriksaan bisa dilakukan menggunakan E chart, yaitu bagan dengan huruf “E” yang menghadap ke arah berbeda-beda. Anak diminta menunjukkan arah huruf dengan tangannya. Jika dilakukan oleh dokter spesialis mata, pemeriksaan bisa menggunakan teknologi proyeksi dengan lensa yang terus disesuaikan hingga penglihatan menjadi jelas. Ini membantu mengetahui kebutuhan lensa korektif secara akurat.
Menjaga Kesehatan Mata adalah Investasi Jangka Panjang
Perubahan kecil pada penglihatan jangan diabaikan. Meski sepele, penglihatan kabur, mata lelah, atau pusing yang sering terjadi bisa menjadi sinyal penting bahwa mata Anda membutuhkan perhatian. Dengan melakukan pemeriksaan rutin dan mengenakan lensa korektif yang tepat, Anda tidak hanya menjaga kenyamanan dalam melihat, tetapi juga mencegah penurunan fungsi mata lebih lanjut.
Jadi, jika Anda merasa penglihatan semakin kabur, sering pusing, atau mata cepat lelah, segera jadwalkan pemeriksaan mata. Jangan tunggu sampai penglihatan benar-benar terganggu. Mata sehat adalah kunci untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan produktif dan nyaman.
Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:
(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)
Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


