Yuk, Mengenal Fotofobia

February 26, 2024 by markbro
artikel-2024-02-26T102902.098.png

Anda pasti sudah akrab dengan istilah “fobia”, yang berarti rasa takut berlebihan. Namun, jangan salah, fotofobia adalah kondisi medis yang berkaitan dengan kesehatan mata daripada gangguan psikis yang disebabkan oleh ketakutan terhadap cahaya.

Secara harfiah, “fobia” berarti takut, dan “foto” berarti cahaya, tetapi Anda tidak bisa menyimpulkannya sebagai takut pada cahaya karena fotofobia adalah penyakit mata yang sangat sensitif terhadap cahaya. Sinar matahari atau cahaya dalam ruangan yang cukup terang dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit pada mata Anda.

Terlalu sensitif pada cahaya mata sebenarnya adalah gejala dari penyakit mata tertentu. Ini biasanya terjadi saat masalah mata muncul dan diikuti oleh gejala lainnya. Fotofobia hanya dapat muncul setelah menonton film, misalnya. Anda pasti akan berkedip atau menyipitkan mata beberapa kali setelah Anda kembali ke ruangan yang lebih terang.

Saat ini, mata Anda sangat sensitif terhadap cahaya terang, dan Anda akan mencoba untuk menyesuaikan diri. Biasanya, kepekaan cahaya akan hilang dalam beberapa menit. Selain perubahan cahaya, gangguan mata tertentu juga dapat menyebabkan fotofobia yang berlangsung selama berhari-hari. Namun, jika masalah mata tersebut ditangani, fotofobia baru yang Anda alami akan hilang.

 

Penyebab Fotofobia

Fotofobia terutama disebabkan oleh gangguan koneksi antara sel-sel di mata yang mendeteksi cahaya dengan saraf di kepala. Hal ini dapat terjadi jika Anda mengalami beberapa hal berikut, seperti:

  • Sakit kepala
    Hampir 80 persen orang yang mengalami migrain, atau sakit kepala berulang, akan merasa terbakar oleh cahaya terang. Jenis sakit kepala lainnya, seperti sakit kepala cluster dan tegang, juga sering menyebabkan fotofobia pada beberapa pengidapnya.
  • Berada dalam kegelapan cukup lama
    Saat menonton bioskop, mata Anda mungkin terlalu sensitif terhadap cahaya. Jika Anda tiba-tiba berpindah ke ruangan yang cukup terang setelah cukup lama berada di tempat gelap, Anda pasti akan memicingkan mata karena kering dan terang. Kondisi ini tampaknya hanya terjadi beberapa detik atau menit. Setelah mata Anda beradaptasi dengan cahaya sekitarnya, mereka akan kembali normal.
  • Gangguan mental
    Orang dengan gangguan mental juga dapat mengalami fotofobia seperti, kecemasan, gangguan bipolar, depresi, serangan panik, dan agorafobia (ketakutan berada di tempat umum)
  • Masalah mata
    Fotofobia adalah salah satu dari banyak masalah mata yang dapat menyebabkan sakit kepala, seperti:

    • Mata kering dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti mata merah, mata berlendir atau berair, gatal dan terbakar, dan sensitif terhadap cahaya.
    • Salah satu gejala uveitis adalah mata merah disertai rasa sakit, pandangan kabur, fotofobia, dan munculnya bintik-bintik kecil saat Anda melihat sesuatu.
    • Konjungtivitis dapat menyebabkan mata menjadi terlalu sensitif terhadap cahaya, merah, bengkak, berair, sangat gatal, dan mengeluarkan lendir keputihan hijau.
    • Iritis, yang dikenal sebagai pembengkakan cincin berwarna di sekitar pupil, menyebabkan beberapa gejala, termasuk nyeri pada mata hingga alis, mata merah, penglihatan jadi kabur, sakit kepala, dan sensitif terhadap cahaya.
    • Abrasi kornea adalah kondisi yang menyebabkan mata terasa mengganjal, sakit saat berkedip, penglihatan kabur, dan terlalu sensitif terhadap cahaya dan kemerahan.
    • Katarak dan sensitif terhadap cahaya. Namun, di malam hari sulit untuk melihat.
    • Selain itu, blepharospasm dapat menyebabkan fotofobia. Memandang cahaya terang, menonton TV, mengemudi, membaca, dan mengalami stres dapat memperburuk kondisi mereka yang mengidap blepharospasm.
  • Gangguan otak
    Fotofobia juga dapat disebabkan oleh beberapa masalah otak, seperti:

    • Meningitis: pembengkakan dan infeksi selaput otak dan sumsum tulang belakang
    • Cedera kepala yang parah
    • Tumor kelenjar pituitari
    • Palsy supranuclear (penyakit otak yang mengganggu gerak dan keseimbangan tubuh)
  • Mengonsumsi obat tertentu
    Efek samping fotofobia dapat disebabkan oleh beberapa obat, seperti:

    • Antibiotik tetracycline dan doxycycline
    • Furosemide adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi seperti gagal jantung kongestif, penyakit liver, dan penyakit ginjal.
    • Quinine, obat yang digunakan untuk mengobati malaria

Gejala Fotofobia

Seseorang dapat mengalami gejala fotofobia, seperti:

  • Banyak berkedip
  • Saat melihat cahaya terang, mata menjadi perih.
  • Mata terasa terbakar
  • Mata yang berair

Cara Mengatasi Fotofobia

Cara terbaik untuk mengatasi mata yang sensitif terhadap cahaya adalah dengan menghindari penyebabnya atau mengobati sumbernya. Jika Anda menderita penyakit tertentu, Anda harus mengikuti pengobatan yang disarankan dokter Anda. Jika obat-obatan adalah penyebabnya, berkonsultasilah dengan dokter Anda. Dokter Anda mungkin akan mengganti obat yang Anda minum dengan yang lebih baik.

Jika tidak ada perbaikan, Anda mungkin perlu menggunakan bantuan kacamata khusus untuk mengatasi fotofobia. Untuk mengatasi kondisi ini, lensa kacamata FL-41 memiliki warna merah. Namun, beberapa orang tidak akan cocok dengan kacamata ini.

Jika fotofobia yang Anda alami dapat diredakan dengan salah satu metode di bawah ini:

  • Hindari paparan langsung matahari
  • Menutup mata Anda
  • Menutup mata dengan kacamata hitam
  • Membuat ruangan lebih gelap

Segera hubungi dokter Anda jika sakit mata Anda semakin parah dan bicarakan tentang penyebab sensitif terhadap cahaya. Pengobatan yang tepat dapat menyembuhkan masalah.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia

markbro



Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!