Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Manfaat-Krokot-bagi-Kesehatan-Mata-dan-Tubuh-Anda.png
31/Jan/2026

Sayuran sederhana seperti krokot mungkin kurang populer di meja makan, tetapi manfaatnya untuk kesehatan sangat luar biasa termasuk untuk menjaga kesehatan mata. Krokot (Portulaca oleracea) adalah tanaman berdaun hijau yang sering dianggap sebagai gulma, tetapi justru memiliki kandungan gizi yang tinggi dan beragam manfaat kesehatan.

 

Kandungan Nutrisi yang Membuat Krokot Baik untuk Mata

Krokot mengandung sejumlah nutrisi penting yang mendukung kesehatan mata, antara lain:

  1. Vitamin A

Vitamin A memainkan peran utama dalam menjaga fungsi retina dan kesehatan konjungtiva. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan penglihatan, terutama dalam kondisi cahaya rendah.

  1. Beta-karoten

Beta-karoten merupakan prekursor vitamin A yang dapat diubah tubuh untuk memenuhi kebutuhan vitamin A. Senyawa ini membantu melindungi mata dari kerusakan oksidatif dan menjaga penglihatan tetap tajam.

  1. Antioksidan

Selain vitamin A dan beta-karoten, krokot juga kaya antioksidan lain yang membantu melindungi sel-sel mata dari radikal bebas yang dapat menyebabkan penuaan dini dan gangguan penglihatan.

 

Bagaimana Krokot Mendukung Kesehatan Mata?

  1. Melindungi Retina dari Stress Oksidatif
    Antioksidan dalam krokot membantu menetralisir radikal bebas yang dapat merusak sel-sel retina. Ini sangat penting karena retina merupakan jaringan yang sangat sensitif terhadap perubahan oksidatif.
  2. Mendukung Produksi Pigmen Mata
    Vitamin A dan beta-karoten berperan dalam sintesis pigmen visual, yang membantu mata menerima dan mengolah cahaya secara optimal terutama dalam kondisi kurang cahaya.
  3. Meningkatkan Kesehatan Sel Mata Secara Umum
    Nutrisi dalam krokot juga membantu menjaga kesehatan membran sel dan menjaga fungsi otot mata, sehingga membantu mendukung penglihatan yang lebih baik setiap hari.

 

Cara Menikmati Krokot dengan Aman

Krokot mudah diolah dan bisa dimasukkan ke menu harian dengan cara yang beragam, misalnya:

  • Dicampur salad segar
  • Dimasak tumis dengan sayur lain
  • Ditambahkan ke sup atau bubur sayur
    Pastikan krokot dicuci bersih sebelum diolah untuk menghindari kotoran atau pestisida.

 

Walaupun sering dianggap sayuran biasa, krokot ternyata menyimpan manfaat luar biasa untuk kesehatan mata dan tubuh secara keseluruhan. Kandungan vitamin A, beta-karoten, serta antioksidannya membantu melindungi mata dari kerusakan oksidatif, mendukung fungsi visual, dan menjaga kesehatan retina. Ditambah lagi, konsumsi krokot juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung, tekanan darah, serta sistem imun tubuh menjadikannya pilihan sayuran sehat yang layak masuk dalam menu harian.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Tidur-dengan-Lensa-Kontak-Bahaya-yang-Perlu-Kamu-Waspadai.png
30/Jan/2026

Lensa kontak adalah solusi populer bagi banyak orang yang ingin bebas dari kacamata. Namun, kebiasaan memakai lensa kontak saat tidur baik sengaja maupun tidak bisa membawa risiko serius bagi kesehatan mata. Meskipun terlihat sepele, efeknya bisa lebih parah dari yang dibayangkan jika terus dibiarkan.

 

Mengapa Tidur dengan Lensa Kontak Berbahaya?

Saat lensa kontak berada di mata, ia menutupi permukaan kornea dan membuat oksigen masuk ke kornea menjadi lebih terbatas. Saat kamu tidur dengan lensa kontak, pasokan oksigen ke mata menjadi sangat berkurang. Akibatnya, lingkungan di mata menjadi lebih kondusif bagi pertumbuhan bakteri dan jamur yang dapat menginfeksi kornea.

Kurangnya oksigen juga membuat kornea menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan cedera. Itulah alasan mengapa tidur sambil memakai lensa kontak dapat meningkatkan risiko komplikasi yang serius.

 

Risiko Infeksi Mata yang Meningkat

Salah satu risiko terbesar dari tidur memakai lensa kontak adalah infeksi pada kornea (keratitis). Infeksi ini bisa disebabkan oleh bakteri, jamur, atau organisme lain yang berkembang biak di bawah lensa yang tidak bernapas. Gejalanya dapat berupa:

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada mata
  • Mata merah dan bengkak
  • Keluar cairan atau nanah
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Penglihatan menjadi buram
    Keratitis yang tidak ditangani dengan cepat bisa berakibat pada luka kornea permanen atau bahkan kebutaan ringan hingga berat.

 

Iritasi dan Kekeringan Mata

Tidur dengan lensa kontak juga dapat membuat mata menjadi sangat kering dan iritasi. Saat tidur, produksi air mata yang berfungsi melembapkan mata berkurang, sementara lensa kontak tetap menempel di permukaan mata. Ini dapat memperburuk rasa gatal, perih, dan sensasi benda asing di mata setelah bangun tidur.

 

Kapan Risiko Lebih Tinggi Terjadi?

Beberapa kondisi membuat risiko komplikasi dari tidur memakai lensa kontak menjadi lebih tinggi, antara lain:

  • Memakai lensa kontak lebih dari waktu yang dianjurkan
  • Tidak membersihkan atau mengganti lensa kontak secara benar
  • Tidur dengan lensa kontak berjenis harian (yang tidak dirancang untuk dipakai saat tidur)
  • Memiliki riwayat mata kering, alergi, atau gangguan mata lainnya

 

Tips Aman Menggunakan Lensa Kontak

Agar mata tetap sehat dan nyaman, berikut tips penting yang perlu kamu lakukan:

  1. Lepaskan Lensa Kontak Sebelum Tidur

Menjaga lensa kontak jauh dari mata saat tidur adalah langkah paling efektif untuk mencegah komplikasi.

  1. Ikuti Instruksi Perawatan yang Benar

Bersihkan dan simpan lensa kontak sesuai petunjuk dokter atau petunjuk pada kemasan. Gunakan cairan pembersih yang disarankan.

  1. Batasi Durasi Pemakaian

Jangan memakai lensa kontak lebih lama dari yang direkomendasikan. Jika merasa mata cepat lelah atau tidak nyaman, segera lepaskan lensa.

  1. Rutin Pemeriksaan Mata

Lakukan pemeriksaan mata secara rutin dengan dokter spesialis mata agar kondisi kesehatan matamu selalu terpantau.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke dokter mata jika setelah tidur dengan lensa kontak kamu merasakan gejala seperti:

  • Mata merah parah
  • Sensasi nyeri tajam
  • Penglihatan kabur yang tidak hilang setelah melepas lensa
  • Keluar cairan atau nanah dari mata
    Ini bisa menjadi tanda infeksi atau iritasi serius yang memerlukan penanganan medis segera.

 

Tidur sambil memakai lensa kontak mungkin tampak nyaman atau tidak disengaja, tetapi kebiasaan ini dapat membawa risiko serius bagi kesehatan mata. Dengan melepaskan lensa sebelum tidur, mengikuti aturan pemakaian yang benar, dan pemeriksaan rutin, kamu dapat menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko komplikasi yang tidak diinginkan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mata-Cepat-Lelah-dan-Sering-Pusing-Penyebab-dan-Cara-Mengatasinya.png
30/Jan/2026

Mata yang cepat lelah dan sering disertai rasa pusing merupakan keluhan yang umum terjadi di era digital saat ini. Kondisi ini sering dialami oleh orang yang bekerja lama di depan layar komputer, ponsel, atau gadget lainnya. Meski biasanya tidak berbahaya, jika dibiarkan dapat mengganggu kenyamanan, fokus, dan produktivitas harian.

 

Apa Itu Mata Lelah?

Mata lelah, atau eye strain, terjadi ketika otot-otot di sekitar mata bekerja terlalu keras dalam waktu lama sehingga membuat mata merasa tegang, mati rasa, atau kehilangan kenyamanan visual. Pada kasus yang cukup parah, mata lelah juga dapat memicu sakit kepala, pusing, bahkan pandangan kabur.

 

Penyebab Utama Mata Cepat Lelah dan Pusing

  1. Menatap Layar Terlalu Lama

Penggunaan komputer, ponsel, atau tablet dalam waktu panjang membuat otot mata terus bekerja tanpa istirahat. Ketika fokus mata terlalu lama pada jarak dekat, otot mata jadi cepat lelah dan dapat menyebabkan gejala lain seperti pusing atau sakit kepala.

  1. Kurang Berkedip

Saat menatap layar gadget, kita cenderung jarang berkedip, yang membuat permukaan mata jadi kering dan tegang. Ini ikut berkontribusi terhadap rasa tidak nyaman pada mata dan bisa memicu pusing ringan.

  1. Pencahayaan yang Tidak Tepat

Cahaya yang terlalu terang atau terlalu redup saat membaca atau bekerja juga membuat mata bekerja ekstra keras untuk menyesuaikan fokus, sehingga mata cepat lelah dan sering terasa pusing.

  1. Kurang Istirahat atau Masalah Tidur

Kurang tidur membuat otot mata tidak sempat beristirahat dengan baik, sehingga menyebabkan mata terasa berat, lelah, dan lebih mudah terganggu dengan aktivitas visual.

 

Gejala Mata Cepat Lelah dan Pusing

Beberapa gejala yang sering muncul saat mata mulai lelah antara lain:
✔ Mata terasa panas atau nyeri
✔ Mata kering atau berair
Pandangan kabur atau berbayang
✔ Sakit kepala
✔ Sulit fokus
✔ Rasa pusing ringan atau tegang

 

Cara Mengatasi Mata Cepat Lelah dan Pusing

Berikut cara yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi keluhan mata lelah disertai pusing:

  1. Istirahatkan Mata Secara Berkala

Alihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 6 meter selama 20 detik untuk memberi otot mata jeda istirahat.

  1. Atur Pencahayaan dengan Baik

Pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang cukup dan tidak silau dibandingkan layar perangkat yang digunakan. Cahaya yang terlalu terang atau terlalu gelap dapat meningkatkan beban kerja pada mata.

  1. Sering Berkedip atau Gunakan Tetes Mata

Berusaha untuk lebih sering berkedip membantu menjaga kelembapan mata. Jika perlu, gunakan air mata buatan saat mata terasa sangat kering atau tegang.

  1. Atur Jarak dan Posisi Layar

Letakkan layar gadget atau komputer pada jarak yang nyaman (sekitar panjang lengan dari mata) dan sedikit di bawah garis mata agar posisi kepala dan mata tetap rileks.

  1. Istirahat Cukup dan Pola Tidur Teratur

Pastikan tubuh dan mata mendapat istirahat cukup setiap hari. Kurang tidur membuat mata lebih cepat lelah dan meningkatkan risiko munculnya pusing.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Walaupun gejala mata lelah dan pusing biasanya ringan dan dapat diatasi sendiri, ada beberapa kondisi yang sebaiknya diperiksakan oleh dokter, misalnya:

  • Gejala tidak membaik meskipun sudah diistirahatkan
  • Pusing yang terus menerus atau disertai mual hebat
  • Gangguan penglihatan lain seperti penglihatan ganda atau kabur yang menetap

Pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu memastikan apakah gejala ini hanya akibat mata lelah atau menunjukkan gangguan penglihatan lain yang perlu ditangani lebih lanjut.

 

Mata cepat lelah dan sering pusing adalah kondisi umum yang sering terjadi akibat penggunaan layar secara terus-menerus, kurang istirahat, atau kebiasaan visual yang kurang sehat. Dengan menerapkan langkah sederhana seperti istirahat berkala, pengaturan pencahayaan, dan menjaga kebiasaan tidur yang baik, kamu dapat meringankan gejala ini dan menjaga kesehatan mata secara keseluruhan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Cara-Melatih-Perkembangan-Mata-Anak-Lewat-Permainan-Seru.png
28/Jan/2026

Mata merupakan salah satu indera penting yang berkembang sejak usia dini. Tidak hanya tumbuh secara fisik, kemampuan visual anak juga perlu dilatih agar si kecil bisa melihat, fokus, dan memproses informasi visual dengan optimal. Permainan sederhana yang menyenangkan ternyata bisa menjadi alat yang efektif untuk melatih perkembangan mata anak sejak dini.

 

Mengapa Perkembangan Mata Penting pada Anak?

Perkembangan mata yang optimal akan mendukung kemampuan anak dalam:

  • Melihat dan memahami lingkungan di sekitarnya
  • Fokus saat membaca atau belajar
  • Mengatur koordinasi mata dan tangan
  • Mencegah masalah seperti mata malas (amblyopia) dan gangguan fokus lainnya

 

Permainan yang Membantu Melatih Mata Anak

Berikut beberapa permainan sederhana namun bermanfaat untuk merangsang perkembangan visual si kecil:

  1. Menangkap atau Mengejar Bola

Permainan ini membantu anak melatih koordinasi mata dan tangan serta meningkatkan kemampuan fokus saat bola dilempar atau digulingkan.

 

  1. Permainan Puzzle atau Lego

Puzzle serta susunan balok memungkinkan mata anak berlatih dalam menyusun bentuk, mengidentifikasi pola, dan memperkirakan jarak antar objek. Aktivitas ini juga bermanfaat untuk kemampuan konsentrasi.

 

  1. Mencari Benda Tersembunyi (Hide and Seek Visual)

Permainan mencari objek tersembunyi di ruangan atau dalam gambar membantu melatih ketelitian dan fokus mata, terutama saat anak mencoba membedakan bentuk, warna, dan posisi objek.

 

  1. Mengikuti Garis atau Bentuk dengan Jari

Ajak si kecil mengikuti jalur bentuk pada kertas dengan jari atau pensil. Ini membantu koordinasi mata dan motorik halus, sekaligus meningkatkan fokus visual.

 

  1. Permainan Tebak Gambar atau Warna

Permainan sederhana seperti “tebak warna benda” atau “cocokkan gambar” bisa meningkatkan kemampuan anak dalam membedakan detail visual, sekaligus melatih daya ingat visual.

 

Tips Agar Perkembangan Mata Anak Optimal

Selain permainan di atas, ada beberapa hal yang bisa orang tua lakukan untuk mendukung kesehatan mata anak:

  • Batasi waktu layar seperti televisi, tablet, atau ponsel
  • Pastikan pencahayaan ruangan cukup saat bermain atau belajar
  • Ajak anak bermain di luar ruangan untuk memberi stimulasi visual alami
  • Lakukan pemeriksaan mata rutin sejak dini

 

Kapan Perlu Diperiksa ke Dokter Mata?

Jika orang tua melihat tanda-tanda seperti:

  • Anak sering mengucek mata
  • Tidak fokus pada objek di kejauhan
  • Mata sering berair atau tampak melirik
  • Kesulitan membaca atau mengikuti Pelajaran

 

Perkembangan mata anak bukan hanya masalah melihat jelas, tetapi juga keterampilan visual yang mendukung pembelajaran dan koordinasi tubuh. Dengan menggabungkan permainan sederhana dan stimulasi visual yang tepat, orang tua dapat membantu si kecil tumbuh dengan penglihatan yang optimal.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Si-Kecil-Sering-Mengucek-Mata-Ini-Tanda-Ia-Mungkin-Perlu-Kacamata.png
28/Jan/2026

Mata adalah salah satu indera penting pada tumbuh kembang anak. Namun, tidak semua gangguan penglihatan pada anak mudah dikenali, terutama ketika si kecil belum bisa menjelaskan apa yang dia lihat. Karena itu, orang tua perlu tahu tanda-tanda anak yang mungkin memerlukan kacamata agar masalah penglihatan dapat ditangani sejak dini.

 

  1. Sering Mengucek Mata

Anak yang sering mengucek mata, terutama setelah bermain, belajar, atau menatap layar, bisa menjadi sinyal bahwa mata mereka merasa tegang atau kurang nyaman. Meskipun sering tampak sepele, kebiasaan ini bisa jadi pertanda bahwa si kecil mulai mengalami ketegangan visual.

 

  1. Mata Mudah Lelah atau Berkedip Berlebihan

Jika anak cepat lelah saat membaca buku atau melihat benda dalam jarak jauh, atau berkedip lebih sering dari biasanya, ini bisa menunjukkan bahwa otot-otot mata bekerja terlalu keras untuk melihat dengan jelas. Perubahan perilaku seperti ini perlu diperhatikan sebagai tanda awal gangguan penglihatan.

 

  1. Menutup Satu Mata Saat Melihat Sesuatu

Kadang anak akan menutup satu mata, atau memiringkan kepala saat melihat papan tulis atau televisi. Ini bisa menjadi salah satu cara anak ‘mengkompensasi’ penglihatan yang kurang jelas pada salah satu mata. Gejala seperti ini sering kali menjadi penanda bahwa penglihatan anak tidak seimbang antara kedua matanya.

 

  1. Rekomendasi “Tidak Fokus” Pada Objek Jauh atau Dekat

Anak yang sering memegang buku sangat dekat ke wajah, atau berdiri terlalu dekat saat menonton televisi, dapat menandakan bahwa penglihatannya kabur pada jarak tertentu baik dekat maupun jauh. Ini adalah salah satu alasan anak mungkin membutuhkan kacamata untuk koreksi penglihatan.

 

  1. Kesulitan Mengikuti Pelajaran di Sekolah

Anak yang mulai mengeluh sakit kepala saat belajar, atau kesulitan melihat papan tulis dari kejauhan, bisa jadi mengalami gangguan refraksi. Gangguan seperti rabun jauh (myopia), rabun dekat (hypermetropia), atau silinder (astigmatisme) dapat memengaruhi kemampuan anak dalam memproses materi pelajaran secara visual.

 

  1. Mata Terlihat “Tidak Sejajar”

Jika salah satu mata anak tampak melirik ke arah berbeda dari mata lainnya (strabismus), kondisi ini perlu diperiksa dokter mata. Ketidaksejajaran mata dapat menjadi tanda masalah penglihatan yang membutuhkan koreksi khusus, termasuk kacamata atau terapi visual.

 

  1. Rewel atau Menolak Aktivitas Visual

Beberapa anak mungkin tidak dapat menjelaskan gangguan yang mereka rasakan, tetapi akan menunjukkan perilaku seperti sering rewel saat membaca, menonton TV, atau bermain gadget. Perubahan perilaku ini bisa menjadi sinyal bahwa mereka mengalami ketidaknyamanan visual.

 

  1. Riwayat Keluarga dengan Masalah Mata

Faktor genetik bisa berperan dalam gangguan penglihatan. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat rabun jauh, silinder, atau gangguan refraksi lain, kemungkinan anak juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah serupa.

 

Kenapa Pemeriksaan Mata Dini Itu Penting?

Pemeriksaan mata secara periodik terutama pada masa tumbuh kembang sangat penting. Tanda-tanda gangguan penglihatan sering kali tidak disadari oleh anak karena mereka berpikir melihat seperti itulah yang normal. Dengan pemeriksaan mata rutin oleh dokter spesialis mata, kelainan seperti rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme, bahkan mata malas (amblyopia) dapat dideteksi lebih cepat dan ditangani sedini mungkin.

 

Mata yang sehat adalah kunci tumbuh kembang anak yang optimal. Sebagai orang tua, mengenali tanda-tanda bahwa si kecil mungkin membutuhkan kacamata dapat membantu mencegah masalah visual yang lebih serius di kemudian hari. Bila Anda melihat beberapa gejala di atas pada anak, pertimbangkan untuk membawa mereka ke pemeriksaan mata menyeluruh agar solusi yang tepat dapat diberikan sesuai kebutuhan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Gadget-dan-Mata-Malas-Benarkah-Ada-Kaitannya.png
27/Jan/2026

Di era digital seperti sekarang, penggunaan gadget ponsel, tablet, laptop telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, bila digunakan secara berlebihan atau tanpa jeda istirahat yang cukup, gadget bisa berdampak pada kesehatan mata, termasuk meningkatkan risiko terjadinya mata malas atau amblyopia yang muncul lebih cepat dari biasanya.

 

Apa Itu Mata Malas (Amblyopia)?

Ambloypia atau disebut juga mata malas adalah kondisi gangguan penglihatan yang umumnya terjadi ketika satu mata tidak berkembang fungsi penglihatannya dengan baik sejak usia dini. Hal ini membuat otak “mengabaikan” input visual dari mata yang lebih lemah, sehingga penglihatan di mata tersebut tidak berkembang secara optimal.

 

Bagaimana Gadget Bisa Memicu Mata Malas?

Penggunaan gadget, terutama pada anak-anak, dapat berkontribusi terhadap munculnya atau memburuknya gangguan penglihatan karena beberapa alasan berikut:

  1. Penekanan Jangka Panjang pada Jarak Dekat

Saat menatap layar gadget dalam waktu lama, mata dipaksa fokus pada objek yang berada sangat dekat. Ketika hal ini terjadi berulang dalam jangka panjang, otot-otot mata dapat mengalami kelelahan kronis sehingga kemampuan fokus pada jarak jauh menjadi terganggu.

 

  1. Mengurangi Frekuensi Berkedip

Menatap layar gadget yang terus menerus sering membuat seseorang jarang berkedip, sehingga permukaan mata menjadi kering. Mata yang kering bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan fokus yang dapat memengaruhi perkembangan visual, terutama pada anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan.

 

  1. Menurunnya Stimulasi Visual Lainnya

Anak yang lebih sering bermain gadget cenderung melihat objek di jarak dekat, sementara stimulasi visual seperti melihat dan mengamati objek jauh menjadi berkurang. Ketidakseimbangan ini dapat menghambat perkembangan kedua mata secara optimal, sehingga meningkatkan risiko amblyopia atau gangguan fokus mata lainnya.

 

Siapa yang Berisiko Lebih Tinggi?

Mata malas paling sering terjadi pada anak-anak usia dini, karena sistem visual mereka masih dalam tahap pertumbuhan dan sangat responsif terhadap pola penggunaan mata. Namun, jika tidak mendapat perhatian sejak kecil, kondisi ini dapat berlanjut hingga dewasa.

 

Cara Mencegah Mata Malas Terkait Gadget

Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat membantu mencegah gangguan penglihatan akibat penggunaan gadget:

Batasi Waktu Layar

Untuk anak-anak (dan juga orang dewasa), batasi durasi waktu penggunaan gadget setiap hari, serta pastikan ada jeda istirahat secara berkala.

Optimalkan Kondisi Pencahayaan

Pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang cukup dan tidak terlalu silau saat menatap layar elektronik.

Pemeriksaan Mata Rutin

Sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini, pemeriksaan mata secara berkala sangat dianjurkan, terutama pada anak usia sekolah.

 

Penggunaan gadget yang terlalu lama tanpa jeda dapat memicu atau memperburuk gangguan penglihatan seperti mata malas, terutama pada anak yang sedang dalam fase perkembangan mata. Dengan pembatasan waktu layar, pola istirahat yang baik, dan pemeriksaan mata berkala, risiko gangguan visual dapat dikurangi secara signifikan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Cara-Mencegah-Mata-Malas-Amblyopia-dan-Mendukung-Perkembangan-Penglihatan-Anak.png
24/Jan/2026

Mata malas atau amblyopia merupakan kondisi yang sering terjadi pada masa tumbuh kembang anak. Walaupun kacamata atau terapi medis dapat membantu memperbaikinya, peran orang tua dalam pencegahan dan deteksi dini sangat penting untuk keberhasilan pengobatan.

 

Mengapa Amblyopia Harus Dicegah Sejak Dini?

Selama masa kanak-kanak, sistem visual masih dalam tahap perkembangan. Bila satu mata tidak mendapat stimulasi yang cukup, otak cenderung memprioritaskan mata yang lebih baik. Hal ini menyebabkan penglihatan pada mata yang tertinggal tidak berkembang dengan optimal kondisi ini disebut amblyopia.

 

Tanda-Tanda Awal yang Perlu Orang Tua Waspadai

Anak yang mengalami mata malas sering kali menunjukkan tanda-tanda halus seperti:

  • Mata yang tidak sejajar (melirik)
  • Sering menggosok mata atau menyipitkan mata
  • Menghindari aktivitas visual seperti membaca atau menonton
  • Satu mata cenderung “’tidak dipakai” dalam melihat

Deteksi tanda-tanda ini sejak dini sangat membantu dalam mempercepat penanganan.

 

Pola Hidup dan Kebiasaan yang Mendukung Kesehatan Mata Anak

Selain pemeriksaan profesional, kebiasaan baik sejak dini juga mendukung kesehatan visual anak, antara lain:

  • Batasi waktu layar pada gadget yang terlalu lama
  • Pastikan pencahayaan cukup saat membaca atau belajar
  • Jadwalkan pemeriksaan mata rutin pada usia dini
  • Perhatikan perkembangan penglihatan sejak dini

Perubahan kebiasaan sederhana ini dapat membantu stimulasi visual yang lebih optimal.

 

Peran Pemeriksaan Mata Teratur

Pemeriksaan mata secara rutin terutama pada masa tumbuh kembang sangat dianjurkan untuk mendeteksi gangguan seperti amblyopia atau kelainan refraksi lebih awal. Dokter mata dapat melakukan pengecekan fungsi penglihatan lengkap termasuk pemeriksaan tajam penglihatan, pemeriksaan refraksi, serta evaluasi otot mata dan saraf penglihatan.

 

Penanganan yang Bisa Dilakukan

Penanganan amblyopia tidak hanya bersifat medis, tetapi juga melibatkan dukungan pola hidup. Beberapa langkah yang dapat dilakukan setelah diagnosis meliputi:

  • Kacamata korektif untuk memperbaiki fokus visual
  • Terapi menutup mata dominan untuk melatih mata yang lemah
  • Pelatihan visual terarah di bawah pengawasan dokter mata

Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang keberhasilan terapi.

 

Amblyopia adalah gangguan penglihatan yang dapat dicegah dan ditangani secara efektif bila dikenali sejak dini. Peran orang tua dalam pengamatan gejala awal, pengaturan kebiasaan visual yang sehat, dan pemeriksaan mata rutin menjadi kunci keberhasilan mencegah mata malas berkembang lebih lanjut.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Amblyopia-Mata-Malas-Penyebab-Gejala-dan-Pengobatannya.png
21/Jan/2026

Amblyopia atau yang dikenal sebagai mata malas adalah kondisi gangguan penglihatan yang umumnya muncul pada masa kanak-kanak. Kondisi ini terjadi ketika salah satu mata tidak berkembang dengan baik dalam melihat, walaupun saraf mata dan struktur mata secara fisik normal. Amblyopia tidak hanya sekadar rabun jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini dapat berpengaruh pada kemampuan penglihatan permanen.

 

Apa Itu Amblyopia?

Amblyopia adalah gangguan perkembangan visual di mana otak “menyukai” satu mata dan mengabaikan mata lainnya. Akibatnya, mata yang diabaikan tidak berkembang dengan baik sehingga penglihatan menjadi lebih lemah dibanding mata yang dominan.

 

Penyebab Amblyopia

Amblyopia biasanya disebabkan oleh salah satu dari kondisi berikut:

  1. Strabismus (mata juling)
    Ketidaksinkronan otot mata membuat otak mematikan sinyal dari satu mata untuk menghindari penglihatan ganda.
  2. Refraksi yang tidak seimbang
    Perbedaan besar dalam kebutuhan kacamata antara dua mata (misalnya satu mata rabun jauh, satu mata rabun dekat) membuat mata yang lebih lemah tidak “dipakai” otak.
  3. Halangan di depan mata
    Kondisi seperti katarak bawaan atau kelopak mata yang terus menutupi mata dapat menyebabkan amblyopia karena visual tidak terstimulasi dengan baik.

 

Gejala Amblyopia yang Perlu Diwaspadai

Gejala amblyopia bisa jadi tidak jelas pada awalnya, terutama pada anak kecil yang belum bisa menggambarkan penglihatan mereka. Beberapa tanda yang dapat dikenali antara lain:

  • Mata tampak melirik atau tidak sejajar
  • Sering menyipitkan mata
  • Tampak mengabaikan satu mata
  • Sulit fokus pada objek tertentu
  • Menutup satu mata saat melihat sesuatu

Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter mata anak untuk evaluasi lebih lanjut.

 

Penanganan Amblyopia

Penanganan yang dilakukan tergantung pada penyebabnya, namun umumnya meliputi:

  • Koreksi refraksi (misalnya kacamata) untuk memperbaiki fokus
  • Menutup mata dominan (occlusion therapy) agar mata yang lemah “dipaksa” bekerja
  • Obat tetes mata tertentu untuk menurunkan penglihatan di mata dominan sementara
  • Operasi jika amblyopia disebabkan oleh kelainan anatomi seperti katarak atau strabismus

Semakin dini intervensi dilakukan, semakin besar peluang pemulihan penglihatan. Amblyopia yang tidak ditangani sejak usia anak biasanya lebih sulit membaik pada usia dewasa.

 

Amblyopia merupakan gangguan perkembangan visual yang paling sering terjadi pada masa kanak-kanak. Kenali gejala sejak dini dan lakukan pemeriksaan mata secara rutin terutama pada anak usia dini. Dengan terapi yang tepat, banyak kasus amblyopia dapat mengalami perbaikan penglihatan yang signifikan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


5-Gerakan-Olahraga-untuk-Mata-Sehat-yang-Bisa-Dilakukan-di-Rumah.png
17/Jan/2026

Dalam keseharian, mata sering mengalami kelelahan terutama jika banyak menatap layar komputer, ponsel, atau membaca dalam waktu lama. Selain memperhatikan pola makan dan pemeriksaan rutin, olahraga mata sederhana dapat membantu menjaga kebugaran organ penglihatan. Berikut lima gerakan yang mudah dilakukan kapan saja:

 

  1. Aturan 20-20-20: Kurangi Ketegangan Mata

Ketika menatap layar dalam waktu panjang, mata mudah lelah. Aturan 20-20-20 membantu mengurangi ketegangan:

  • Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan
  • Fokus pada objek yang berjarak sekitar 20 kaki (±6 meter)
  • Lakukan selama 20 detik

Gerakan ini membantu otot mata rileks dan mengurangi ketegangan akibat fokus terlalu lama pada jarak dekat.

 

  1. Peregangan Fokus Jauh–Dekat

Gerakan ini melatih kemampuan fokus mata dan fleksibilitas otot fokus (lens):

  1. Fokuskan pandangan pada objek di jarak dekat (sekitar 30 cm) selama 10 detik
  2. Ganti fokus pada objek jauh (lebih dari 6 meter) selama 10 detik
  3. Ulangi beberapa kali secara bergantian

Latihan ini dapat membantu membuat mata lebih siap beradaptasi dari jarak dekat ke jauh tanpa merasa cepat lelah.

 

  1. Gerakan Mengikuti Panjang & Horizontal

Mata memiliki otot yang perlu dilatih juga secara horizontal dan vertikal:

  • Gerakkan pandangan ke kiri dan kanan perlahan
  • Selanjutnya, gerakkan pandangan ke atas dan ke bawah
  • Lakukan masing-masing 10-15 kali

Gerakan ini membantu memperkuat otot di sekitar mata serta memperlancar aliran darah ke area mata.

 

  1. Putaran Mata Searah Jarum Jam dan Sebaliknya

Latihan ini membantu melatih mobilitas bola mata secara menyeluruh:

  1. Tutup mata atau biarkan terbuka
  2. Gerakkan bola mata searah jarum jam 5 kali
  3. Ulangi gerakan berlawanan arah jarum jam 5 kali

Gerakan ini dapat membantu merilekskan otot mata yang bekerja terlalu keras saat menatap layar atau membaca terlalu lama.

 

  1. Pijat Lembut Sekitar Mata

Selain gerakan mata, memberikan pijatan lembut dapat memperbaiki sirkulasi darah:

  • Gunakan ujung jari untuk pijat ringan di sekitar alis, sudut mata, dan tulang pipi
  • Lakukan 1–2 menit setiap kali latihan
  • Pastikan tangan bersih sebelum memijat

Pijatan ini membantu merilekskan otot sekitar mata serta membantu mengurangi rasa tegang atau kering.

 

Tips Tambahan untuk Mata Sehat

Selain olahraga mata, beberapa kebiasaan sehat yang bisa Anda terapkan:

  • Jaga jarak ideal dengan layar (sekitar 50–70 cm)
  • Sesuaikan pencahayaan ruangan agar tidak terlalu silau atau gelap
  • Konsumsi makanan bergizi untuk mata seperti wortel, bayam, omega-3 dari ikan, dan buah-buahan kaya vitamin C

 

Melakukan olahraga mata sederhana secara rutin dapat membantu mengurangi ketegangan, menjaga kelenturan otot mata, dan meningkatkan kenyamanan penglihatan terutama jika Anda sering bekerja dengan layar atau menyelesaikan tugas membaca panjang. Latihan ringan seperti aturan 20-20-20, fokus jauh–dekat, gerakan horizontal, putaran bola mata, serta pijatan lembut bisa menjadi bagian dari rutinitas harian untuk mata yang lebih sehat dan tahan terhadap kelelahan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Tips-Menjaga-Kesehatan-Mata-Setelah-Usia-40-Tahun.png
15/Jan/2026

Memasuki usia 40 tahun, perubahan pada fungsi mata mulai menjadi hal yang umum dialami banyak orang. Mata mungkin lebih mudah lelah, fokus pada objek dekat menjadi lebih sulit (presbyopia), dan risiko gangguan kesehatan mata seperti katarak, glaukoma, atau degenerasi makula meningkat seiring bertambahnya usia.

Bagaimanapun, kesehatan mata tetap bisa dipertahankan dan dijaga dengan langkah-langkah sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa cara yang efektif:

 

  1. Lakukan Pemeriksaan Mata Secara Rutin

Pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata sangat penting, terutama setelah usia 40 tahun. Banyak kondisi mata yang serius seperti glaukoma atau degenerasi makula berkembang tanpa gejala jelas. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah sejak dini sehingga penanganannya bisa lebih efektif.

 

  1. Konsumsi Makanan Bergizi yang Menunjang Kesehatan Mata

Nutrisi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata. Beberapa jenis makanan yang baik dikonsumsi antara lain:

  • Sayuran hijau seperti bayam dan kale yang kaya lutein dan zeaxanthin
  • Ikan berlemak seperti salmon yang mengandung omega-3
  • Buah-buahan seperti jeruk yang kaya vitamin C
  • Kacang-kacangan dan biji sebagai sumber vitamin E dan antioksidan

Kombinasi nutrisi ini dapat membantu melindungi retina, mendukung produksi air mata, dan mengurangi risiko gangguan mata berkaitan usia.

 

  1. Kurangi Waktu Menatap Layar

Aktivitas sehari-hari yang sering melibatkan gadget, komputer, atau layar digital dapat memicu ketegangan mata digital. Untuk mengurangi efeknya, gunakan aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau ±6 meter selama 20 detik. Teknik ini membantu mengurangi kelelahan dan menjaga kenyamanan mata.

 

  1. Lindungi Mata dari Paparan Sinar UV

Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat mempercepat penurunan kualitas lensa mata dan berkontribusi pada risiko katarak atau degenerasi makula. Gunakan kacamata hitam dengan pelindung 100% UV saat berada di luar ruangan, bahkan saat cuaca mendung.

 

  1. Berhenti Merokok dan Terapkan Gaya Hidup Sehat

Merokok dapat meningkatkan risiko gangguan mata seperti katarak dan degenerasi makula. Menghentikan kebiasaan ini serta menerapkan pola hidup sehat seperti olahraga teratur, menjaga tekanan darah dan kadar gula darah dapat mendukung kesehatan mata dan tubuh secara keseluruhan.

 

  1. Kenali Perubahan Mata yang Normal

Seiring bertambahnya usia, beberapa perubahan pada mata adalah hal yang wajar, seperti:

  • Presbyopia kesulitan melihat objek dekat (misalnya membaca huruf kecil) karena lensa mata menjadi kurang fleksibel
  • Penurunan produksi air mata yang dapat menyebabkan mata lebih mudah kering
  • Sensitivitas terhadap silau atau cahaya terang

Mengenali perubahan ini membantu Anda lebih waspada dan mengetahui kapan perlu mencari bantuan medis.

 

Usia 40 tahun ke atas memang membawa sejumlah perubahan pada sistem penglihatan, tetapi dengan langkah-langkah sederhana seperti pemeriksaan mata rutin, pola makan bergizi, perlindungan UV, serta gaya hidup sehat, Anda dapat mempertahankan kesehatan mata lebih optimal. Perubahan kecil yang konsisten dapat membantu menjaga penglihatan tetap tajam dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!