Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Kacamata-vs-Lensa-Kontak-Mana-yang-Lebih-Cocok-untuk-Anda.png
27/Sep/2025

Memilih antara kacamata atau lensa kontak bukan soal mana yang paling “unggul”, tapi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan, gaya hidup, dan kondisi mata Anda. Berikut kelebihan dan kekurangan masing-masing, agar keputusan Anda lebih tepat.

 

Kelebihan dan Kekurangan

Kacamata

Kelebihan:

  • Cocok untuk semua usia; mudah digunakan dan dilepas.
  • Mengurangi risiko iritasi atau infeksi karena tidak menyentuh bola mata.
  • Lebih murah dalam jangka panjang. Bingkai bisa dipakai lama, hanya perlu mengganti lensa jika resep berubah.
  • Melindungi dari polusi, debu, angin, dan partikel asing lainnya karena menjadi penghalang fisik.
  • Tidak memperparah mata kering atau sensitivitas pada beberapa orang.

Kekurangan:

  • Bisa terasa berat atau kurang nyaman jika lensa tebal.
  • Penglihatan perifer (tepi) bisa terhalang oleh bingkai.
  • Lensa bisa berkabut, terkena embun, atau kotor karena debu atau air.
  • Terasa kurang cocok untuk kegiatan fisik berat atau olahraga.

Lensa Kontak

Kelebihan:

  • Memberikan bidang pandang lebih lebar dan natural karena lensa menempel langsung di mata.
  • Lebih nyaman saat beraktivitas, terutama olahraga atau kegiatan yang banyak bergerak.
  • Tidak akan berkabut atau terganggu hujan seperti kacamata.
  • Ada lensa khusus (seperti ortho-k) yang bisa dipakai malam hari untuk mengoreksi penglihatan sehingga keesokan harinya bisa melihat tanpa kacamata/lensa kontak.

Kekurangan:

  • Memerlukan perawatan yang teliti: membersihkan, menyimpannya dalam larutan yang benar, dan mengganti sesuai jadwal.
  • Risiko mata kering, iritasi, atau infeksi bila kebersihan tidak terjaga.
  • Bisa tidak nyaman jika dikenakan dalam waktu lama atau lupa dilepas saat tidur.
  • Biaya jangka panjang bisa lebih tinggi karena harus mengganti lensa, cairan penyimpanan, dan perlengkapan lainnya.

 

Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Berikut beberapa pertimbangan praktis:

  1. Gaya hidup & aktivitas — Jika Anda banyak bergerak atau berolahraga, lensa kontak bisa lebih fleksibel. Tapi jika lebih banyak di dalam ruangan dan tidak suka ribet, kacamata mungkin lebih cocok.
  2. Kenyamanan & toleransi — Jika mata Anda mudah kering atau sensitif, kacamata bisa lebih aman.
  3. Perawatan & disiplin — Lensa kontak butuh perawatan lebih teliti dan kebersihan yang tinggi.
  4. Biaya — Komponen lensa kontak plus alat pendukungnya bisa membuat total pengeluaran jadi lebih tinggi dari kacamata dalam jangka panjang.
  5. Cadangan — Bahkan jika memilih lensa kontak, memiliki kacamata cadangan berguna bila terjadi iritasi atau mata perlu “istirahat”.

 

Tidak ada jawaban tunggal yang berlaku untuk semua orang antara kacamata atau lensa kontak. Pilihan terbaik tergantung kondisi mata, gaya hidup, dan preferensi Anda. Diskusikan dengan dokter mata agar mendapatkan saran yang sesuai sasaran kesehatan dan kenyamanan mata Anda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Angiografi-Mata-Pemeriksaan-Penting-untuk-Deteksi-Dini-Gangguan-Penglihatan.png
25/Sep/2025

Apa Itu Angiografi Mata?

Angiografi mata juga dikenal sebagai fluorescein angiography adalah pemeriksaan medis yang menggunakan tinta khusus (fluorescein) dan kamera untuk melihat aliran darah di bagian belakang mata (retina dan choroid). Dengan prosedur ini, dokter bisa mengamati apakah pembuluh darah di mata bekerja dengan baik, ada kebocoran, penyumbatan, atau gangguan lainnya.

 

Kapan Perlu Jalani Angiografi Mata?

Pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan jika dokter curiga ada gangguan pada pembuluh darah dalam mata, misalnya:

  • Retinopati diabetik — kerusakan pembuluh darah di retina akibat diabetes.
  • Degenerasi makula — kerusakan pusat penglihatan yang sering pada usia lanjut.
  • Untuk memastikan apakah suatu terapi mata berjalan efektif atau tidak.

 

Persiapan Sebelum Prosedur

Sebelum pemeriksaan, beberapa hal perlu diperhatikan agar hasil dan prosesnya berjalan lancar:

  • Beri tahu dokter jika Anda alergi terhadap zat tertentu (termasuk alergi terhadap tinta atau obat).
  • Lepaskan lensa kontak sebelum pemeriksaan.
  • Saat pemeriksaan, dimungkinkan pupil akan diperlebar dahulu menggunakan tetes mata agar kamera bisa melihat bagian dalam mata dengan lebih jelas.
  • Pastikan ada yang menemani Anda, terutama untuk pulang setelah pemeriksaan karena penglihatan mungkin kabur sementara.

 

Bagaimana Prosedurnya?

Berikut langkah-umum saat menjalani angiografi mata:

  1. Pemberian tetes pelebar pupil
  2. Pemotretan awal tanpa tinta untuk gambaran baseline
  3. Penyuntikan fluorescein melalui lengan
  4. Pemotretan bergantian setelah tinta menyebar ke dalam pembuluh darah mata
  5. Pemantauan kondisi mata setelah pemeriksaan selesai.

 

Setelah Pemeriksaan

  • Penglihatan bisa akan kabur selama beberapa waktu (sekitar 12 jam) dan mata mungkin menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Urin Anda bisa berubah warna (lebih gelap atau agak kekuningan) karena tinta disaring keluar oleh ginjal.
  • Gunakan kacamata hitam jika keluar rumah, untuk melindungi mata dari cahaya terang sampai efek tetes pelebar pupil hilang.

Risiko & Efek Samping

Walau angiografi mata umumnya aman, ada beberapa efek samping dan risiko yang perlu diketahui:

  • Penglihatan kabur sementara
  • Mual atau rasa tidak nyaman setelah suntikan tinta
  • Reaksi alergi ringan seperti ruam, rasa logam di mulut, atau mulut kering
  • Sangat jarang, reaksi alergi berat yang memerlukan penanganan medis segera.

 

Hasil Pemeriksaan: Apa Artinya?

  • Hasil Normal: Tinta mengalir lancar melalui pembuluh darah, tidak ada penyumbatan atau kebocoran.
  • Hasil Abnormal: Bisa menunjukkan adanya kebocoran, penyumbatan, pertumbuhan pembuluh darah abnormal, pembesaran kapiler, atau pembengkakan cakram optic tergantung kondisi mata dan penyakit yang mendasarinya.

Jika ditemukan hasil yang tidak normal, dokter akan menyusun langkah pengobatan selanjutnya berdasarkan kondisi spesifik pasien.

 

Angiografi mata adalah pemeriksaan penting untuk mendeteksi masalah pada pembuluh darah mata seperti retinopati diabetik atau degenerasi makula. Meski ada risiko kecil, manfaatnya besar untuk diagnosis dan menentukan terapi yang tepat. Jika Anda didiagnosis atau mencurigai ada gangguan pembuluh darah di mata, konsultasikan dengan dokter mata mengenai kemungkinan angiografi sebagai bagian dari evaluasi.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)


Hifema-Darah-di-Mata-yang-Tidak-Boleh-Diabaikan.png
22/Sep/2025

Apa Itu Hifema?

Hifema adalah kondisi di mana darah terkumpul di bilik depan mata yaitu ruangan antara kornea (lapisan bening depan mata) dan iris (bagian berwarna di mata). Darah ini bisa menyumbat sebagian atau bahkan seluruh bagian depan mata, sehingga bisa mengganggu pandangan.

 

Penyebab Hifema

Hifema bisa terjadi karena dua sebab utama: trauma (cedera) atau spontan karena kondisi medis.

  • Traumatic hyphema — akibat benturan keras ke mata, olahraga, kecelakaan, atau cedera langsung pada iris atau pupil.
  • Spontaneous hyphema — muncul tanpa benturan, misalnya karena gangguan pembuluh darah di mata, kelainan darah (seperti hemofilia, anemia sel sabit), infeksi, tumor mata, operasi mata sebelumnya, atau kondisi penyakit lain.

 

Gejala yang Mungkin Terlihat

Gejala Hifema tergantung seberapa banyak darah yang tersimpan dan seberapa besar pengaruhnya terhadap bagian depan mata. Berikut beberapa tanda yang biasa terjadi:

  1. Mata merah akibat darah yang terlihat jelas
  2. Perasaan nyeri atau tidak nyaman pada mata
  3. Penglihatan kabur atau terhalang
  4. Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
  5. Tekanan di dalam bola mata meningkat

 

Tingkatan Keparahan

Hifema dibagi menjadi beberapa level tergantung seberapa banyak darah yang ada di bilik depan mata:

  • Derajat 1: darah memenuhi kurang dari sepertiga bilik depan mata
  • Derajat 2: darah sekitar sepertiga hingga setengah bilik depan mata
  • Derajat 3: darah lebih dari separuh bilik depan mata
  • Derajat 4: darah memenuhi seluruh bilik depan mata (kadang disebut total hyphema)

 

Penanganan Hifema

Penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan. Berikut beberapa langkah umum yang dilakukan dokter:

  • Istirahat total, hindari aktivitas yang membuat mata bergerak atau terbebani
  • Posisi kepala saat istirahat sedikit lebih tinggi agar darah tidak menghambat penglihatan
  • Pemberian tetes mata seperti atropin dan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan
  • Obat penghilang rasa sakit yang aman (tidak yang memperparah perdarahan) dan obat untuk menurunkan tekanan mata bila diperlukan
  • Jika hifema sangat berat atau tekanan mata tetap tinggi, dokter dapat melakukan tindakan bedah seperti anterior chamber wash-out atau prosedur lainnya untuk mengeluarkan darah dari mata.

Komplikasi & Kapan Harus Segera ke Dokter

Jika tidak diberi penanganan yang tepat, hifema bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius seperti:

  • Glaukoma (tekanan mata tinggi yang merusak saraf mata)
  • Perubahan warna kornea akibat adanya darah yang terlalu lama di permukaan mata
  • Kerusakan permanen pada saraf penglihatan atau kehilangan penglihatan bila kondisi memburuk

Segera ke dokter jika ada gejala seperti: nyeri hebat, pandangan kabur, atau setelah trauma pada mata dan melihat darah di mata.

 

Pencegahan Singkat

  • Gunakan pelindung mata ketika melakukan aktivitas yang berisiko benturan atau paparan benda asing (misalnya olahraga kontak, pekerjaan konstruksi, penggunaan bahan kimia)
  • Jika memiliki kondisi medis yang bisa memicu spontaneous hyphema, lakukan kontrol dan pengobatan rutin sesuai anjuran dokter

 

Hifema adalah kondisi dimana darah menumpuk di bilik depan mata dan sering disebabkan oleh trauma. Walaupun bisa tampak ringan, bila tidak segera ditangani bisa merusak penglihatan permanen. Memahami gejala, agar cepat ke dokter, dan menjaga keamanan mata adalah langkah penting agar mata tetap sehat

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Cedera-Mata-Penyebab-Gejala-Penangan-dan-Pencegahan.png
19/Sep/2025

Apa Itu Cedera Mata?

Cedera mata adalah kerusakan pada struktur mata yang disebabkan oleh trauma fisik, kontak dengan benda asing, atau paparan bahan kimia. Kondisi ini perlu ditangani dengan benar agar tidak mengganggu penglihatan atau bahkan menyebabkan kebutaan.

 

Penyebab Cedera Mata

Beberapa aktivitas atau situasi yang meningkatkan risiko cedera mata, antara lain:

  • Saat berolahraga atau kecelakaan lalu lintas.
  • Kecelakaan saat bekerja, terutama jika bekerja dengan benda keras, logam, kaca, atau alat berbahaya.
  • Benturan mata dengan bola, batu, pukulan langsung.
  • Mata tergores kuku, tercakar hewan, atau masuk benda kecil seperti pasir, pecahan kaca.
  • Paparan bahan kimia, baik yang bersifat asam maupun basa.

 

Gejala Cedera Mata

Gejala cedera mata bisa muncul tiba-tiba atau berkembang secara bertahap. Beberapa tanda khasnya:

  • Nyeri yang tidak hilang dengan cepat
  • Mata merah atau bahkan perdarahan subkonjungtiva
  • Berair, sensitif terhadap cahaya
  • Bengkak, memar di sekitar mata
  • Sensasi ada benda asing di mata yang tidak hilang meskipun sudah dikedip-kedip atau ditetes air mata buatan
  • Luka pada permukaan mata seperti kornea
  • Kesulitan menggerakkan mata, perubahan bentuk pupil, atau penglihatan terganggu (kabur, ganda, atau ada bagian pandangan yang menyempit)

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika:

  • Ada nyeri berat dan gangguan penglihatan, meski cedera tampak ringan.
  • Mata terkena bahan kimia → lakukan bilasan secepatnya dan dokter harus menangani.
  • Benda asing yang tajam atau berat tersangkut di mata.

 

Diagnosis Cedera Mata

Untuk memastikan apa jenis dan tingkat keparahan cedera, dokter biasanya akan:

  • Menanyakan sejarah kejadian dan aktivitas sebelum cedera.
  • Melihat tanda benda asing, memeriksa pupil, gerakan mata, kondisi permukaan mata.
  • Menggunakan alat khusus seperti slit lamp, tes fluorescein, atau bila perlu sinar X / CT scan jika dicurigai ada patah tulang atau objek di dalam mata.

 

Penanganan dan Pertolongan Pertama

Beberapa langkah awal yang dapat dilakukan di rumah, tergantung jenis cedera:

  • Bilas mata dengan air bersih atau saline jika ada benda asing.
  • Jangan mengucek mata.
  • Kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan bila terjadi benturan.
  • Lindungi mata yang luka sampai mendapat pertolongan medis.
  • Dokter mungkin memberi tetes mata, antibiotik, obat pereda nyeri, atau tindakan operasi jika luka parah.

Komplikasi yang Dapat Terjadi

Jika cedera mata tidak ditangani dengan baik, bisa muncul masalah:

  • Luka kornea permanen atau bekas yang mengganggu penglihatan
  • Infeksi yang bisa menyebar
  • Katarak, glaukoma, atau hilangnya penglihatan

 

Pencegahan Cedera Mata

Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan agar cedera mata bisa dihindari:

  • Menggunakan pelindung mata saat bekerja dengan bahan kimia, benda tajam, atau saat olahraga yang berisiko tinggi.
  • Hindari paparan langsung bahan kimia atau benda asing.
  • Pastikan area rumah atau tempat kerja bebas dari benda tajam atau bahan yang bisa melukai mata.

 

Cedera mata bisa ringan atau berat, dan gejalanya beragam. Segera tangani ketika gejala muncul jangan tunggu memburuk. Penanganan yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan penglihatan Anda. Jika merasa ada cedera pada mata yang sakit, nyeri, atau penglihatan terganggu, jangan ragu konsultasi ke dokter spesialis mata.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Keratoconus-Penyebab-Gejala-dan-Pilihan-Pengobatan.png
18/Sep/2025

Apa Itu Keratoconus?

Keratoconus adalah kelainan mata di mana pada bagian kornea lapisan bening di depan mata menipis dan berubah bentuk menjadi lebih menonjol seperti kerucut. Perubahan ini menyebabkan distorsi penglihatan karena kornea tidak lagi membiaskan cahaya dengan tepat. Kondisi ini biasanya berkembang secara perlahan, sering mulai muncul saat masa remaja, dan bisa berlangsung puluhan tahun jika tidak ditangani.

 

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab pasti keratoconus belum sepenuhnya diketahui. Namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya:

  • Riwayat keluarga dengan keratoconus
  • Kebiasaan menggosok mata secara kuat atau sering
  • Alergi mata atau iritasi kronis pada mata
  • Penyakit autoimun atau gangguan jaringan ikat, seperti sindrom Marfan atau Ehlers-Danlos

 

Gejala Keratoconus

Gejala yang dialami penderita keratoconus bisa berbeda pada tiap individu tergantung stadium dan progresinya. Beberapa tanda yang sering muncul:

  • Penglihatan kabur atau buram pada jarak jauh maupun dekat
  • Garis lurus yang terlihat bengkok atau bergelombang
  • Sensitivitas terhadap cahaya dan silau, terutama di malam hari
  • Mata mudah lelah atau sering merah
  • Dalam kasus parah, penurunan tajam tajam penglihatan yang cepat

 

Bagaimana Keratoconus Dideteksi?

Untuk memastikan diagnosis keratoconus, dokter mata biasanya melakukan beberapa langkah:

  • Pemeriksaan refraksi dan ketajaman penglihatan, melihat apakah ada astigmatisme atau gangguan fokus lain
  • Slit-lamp exam untuk memeriksa perubahan pada struktur kornea secara visual
  • Keratometri dan topografi kornea untuk mengukur kelengkungan dan ketebalan kornea secara akurat

 

Pilihan Pengobatan

Pengobatan keratoconus tergantung pada seberapa parah kondisi dan seberapa cepat kerusakannya bertambah. Beberapa pilihan yang tersedia:

  1. Kacamata atau lensa kontak
    Pada tahap awal, lensa kacamata atau soft contacts dapat memperbaiki penglihatan. Namun jika kornea sudah sangat tidak teratur, diperlukan lensa kontak kaku atau lensa khusus seperti lensa skleral untuk membantu koreksi penglihatan.
  2. Collagen Cross-Linking (CXL)
    Prosedur ini menggunakan tetes riboflavin dan sinar UV untuk memperkuat dan menstabilkan kolagen pada kornea. Ini membantu memperlambat atau menghentikan perkembangan bentuk kerucut kornea.
  3. Implan ring intrastromal (ICRS)
    Dokter dapat memasang cincin kecil di dalam kornea untuk meratakan permukaan kornea yang menonjol. Ini membantu memperbaiki bentuk kornea dan memudahkan pemakaian lensa kontak.
  4. Transplantasi Kornea
    Bila kondisi sudah parah, kornea sangat menipis, atau bekas luka dan distorsi penglihatan sudah signifikan operasi transplantasi kornea (keratoplasty) mungkin diperlukan.

 

Komplikasi Jika Tidak Ditangani

Tanpa penanganan yang tepat, keratoconus dapat menyebabkan:

  • Bekas luka permanen pada kornea yang memperparah penglihatan
  • Hidrops kornea, yaitu keadaan di mana lapisan dalam kornea pecah dan menyebabkan pembengkakan mendadak dan penurunan penglihatan
  • Kehilangan penglihatan permanen jika transplantasi tidak dilakukan dan kornea sudah sangat rusak

Pencegahan & Tips Perawatan

Meskipun keratoconus tidak sepenuhnya bisa dicegah karena faktor genetik dan biologis, ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko dan memperlambat perkembangan:

  • Hindari menggosok mata secara kuat.
  • Gunakan pelindung mata (kacamata hitam) ketika berada di luar ruangan agar kornea tidak terlalu terpapar sinar UV.
  • Periksakan mata secara rutin, terutama bila memiliki riwayat keluarga keratoconus atau alergi mata yang sering.

 

Keratoconus adalah kondisi mata progresif yang bisa sangat mengganggu jika tidak terdeteksi dini. Namun dengan diagnosis yang cepat, penggunaan kacamata atau lensa yang sesuai, dan bila perlu terapi seperti cross-linking atau transplantasi kornea, banyak pasien berhasil memperlambat progres kondisi dan mempertahankan kualitas penglihatan.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Transplantasi-Kornea-Prosedur-Siapa-yang-Membutuhkan-dan-Risiko-yang-Perlu-Diketahui.png
17/Sep/2025

Kornea adalah lapisan bening di depan mata yang membiaskan cahaya agar pandangan menjadi jelas. Bila kornea mengalami kerusakan akibat infeksi, kelainan keturunan, cedera, atau kondisi medis lainnya, penglihatan bisa buram dan rasa tidak nyaman bisa muncul. Salah satu penanganan akhir yang sering dilakukan adalah operasi transplantasi kornea.

 

Apa Itu Transplantasi Kornea?

Transplantasi kornea adalah operasi di mana bagian kornea yang rusak diangkat dan digantikan dengan jaringan kornea sehat dari pendonor yang kompatibel. Tujuannya: memulihkan penglihatan, mengurangi nyeri, dan memperbaiki kondisi kornea yang sudah buram atau terganggu.

 

Siapa yang Harus Menjalani Transplantasi Kornea?

Beberapa kondisi yang biasanya menjadi indikasi transplantasi kornea antara lain:

  • Kornea yang menonjol atau berubah bentuk (keratoconus)
  • Distrofi kornea keturunan, seperti Fuchs, yang menyebabkan sel endotel kornea mati perlahan dan cairan menumpuk
  • Kornea tergores, infeksi yang parah, atau luka yang menyebabkan parut atau buram
  • Kondisi pembengkakan kornea atau lapisan dalam kornea yang rusak

Transplantasi biasanya dipertimbangkan saat metode non-bedah seperti tetes mata, lensa kontak, atau perawatan konservatif lainnya tidak lagi efektif.

 

Prosedur Transplantasi Kornea

Berikut tahap-tahap yang umumnya dilakukan saat transplantasi kornea:

  1. Persiapan Awal
    Pemeriksaan kornea pasien, ukuran donor, dan kondisi mata lainnya. Juga pengaturan obat yang dipakai pasien agar tidak mengganggu proses operasi atau penyembuhan.
  2. Operasi
    • Dilakukan dengan bius, lokal atau sesuai kebutuhan.
    • Bagian kornea yang rusak diangkat, kemudian diganti dengan jaringan donor yang sehat. Bisa seluruh lapisan kornea (keratoplasty penetratif) atau hanya sebagian lapisan saja (teknik lapisan kornea / lamellar) tergantung jenis dan lokasi kerusakan.
    • Jahitan halus dipasang agar donor kornea menempel dengan baik.
  3. Perawatan Pasca Operasi
    • Pemberian tetes mata dan obat-obatan untuk mengurangi infeksi, pembengkakan, dan mencegah penolakan jaringan donor.
    • Kontrol rutin ke dokter mata untuk memantau kondisi, apakah ada tanda-tanda penolakan atau komplikasi. Pemulihan penglihatan bisa memakan waktu beberapa bulan hingga tahun tergantung jenis transplantasi dan kondisi pasien.

Risiko dan Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Meski transplantasi kornea umumnya aman dan efektif, tetap ada risiko yang harus diketahui:

  • Infeksi pasca operasi
  • Kebutaan katarak jika lensa di dalam mata menjadi keruh setelah transplantasi
  • Peningkatan tekanan bola mata → glaukoma
  • Astigmatisme (mata silinder) akibat bentuk kornea yang berubah setelah operasi
  • Reaksi penolakan kornea donor oleh tubuh (rejection) yang bisa muncul beberapa waktu setelah operasi.

 

Transplantasi kornea adalah solusi penting bagi mereka yang mengalami gangguan kornea berat yang tidak bisa ditangani dengan cara lain. Dengan donor yang sesuai, prosedur yang tepat, dan pengawasan medis yang baik, pasien berpotensi mendapatkan kembali penglihatan yang lebih baik. Namun, proses pemulihan dan risiko penolakan tetap menjadi bagian dari perjalanan, sehingga dukungan dan kesabaran sangat dibutuhkan.


Tumor-Mata-Kenali-Risiko-Gejala-dan-Penanganannya.png
16/Sep/2025

Apa Itu Tumor Mata?

Tumor mata adalah benjolan atau pertumbuhan sel abnormal di salah satu bagian mata atau kelopak mata. Tumor ini bisa jinak (tidak menyebar dan tidak selalu mengancam) maupun ganas (kanker, bisa menyebar dan merusak jaringan mata atau bagian tubuh lain).

Tumor bisa berasal dari berbagai jaringan, misalnya kelopak mata, konjungtiva, iris, retina, koroid, atau pembuluh darah di belakang bola mata.

 

Penyebab dan Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tumor mata:

  • Mutasi genetik yang menyebabkan sel tumbuh tidak terkendali.
  • Paparan sinar ultraviolet (UV), misalnya sinar matahari berlebihan.
  • Riwayat keluarga dengan tumor mata atau kondisi-kondisi bawaan tertentu.
  • Usia ekstrem: anak-anak (terutama < 5 tahun) dan orang dewasa paruh baya atau tua.

 

Jenis-Jenis Tumor Mata

Tumor mata bisa dibedakan menjadi jenis jinak dan ganas. Beberapa contoh:

Tumor Jinak:

  • Hemangioma koroid – tumor pembuluh darah di lapisan koroid.
  • Tahi lalat mata (melanosit berkumpul) di iris, konjungtiva, atau koroid.
  • Pinguecula dan pterygium – pertumbuhan jaringan konjungtiva yang bisa disebabkan oleh iritasi atau paparan UV.

Tumor Ganas:

  • Melanoma intraokular – muncul dari sel penghasil pigmen di mata.
  • Retinoblastoma – tumor pada retina, lebih sering dialami anak-anak.
  • Tumor kelopak mata ganas (misalnya karsinoma sel basal, melanoma pada kelopak mata) atau tumor yang menyebar/metastasis dari organ lain.

 

Gejala yang Muncul

Gejala tumor mata bisa bervariasi tergantung jenis dan posisinya. Beberapa tanda umum antara lain:

  • Mata merah, nyeri atau terasa tidak nyaman.
  • Bola mata membengkak atau menonjol (proptosis).
  • Gangguan penglihatan: kabur, floaters (bintik hitam melayang), kilatan cahaya.
  • Kelopak mata turun atau luka/benjolan di kelopak.
  • Perubahan warna bintik pada iris atau permukaan mata.

 

Diagnosis & Pengobatan

Diagnosis:

  • Pemeriksaan mata lengkap oleh dokter mata, termasuk observasi fisik.
  • Pemeriksaan dengan alat seperti slit lamp, USG mata, OCT (Optical Coherence Tomography), atau foto retina.
  • Biopsi jika perlu untuk menentukan apakah tumor jinak atau ganas.

Pengobatan:

  • Pengangkatan tumor melalui operasi jika memungkinkan.
  • Terapi radiasi atau penggunaan sinar khusus jika tumor ganas atau tidak bisa dioperasi secara penuh.
  • Pengobatan tambahan seperti kemoterapi atau obat sistemik jika tumor sudah menyebar.

Pentingnya Deteksi Dini

Tumor mata, terutama yang ganas, bisa menyebabkan kerusakan permanen penglihatan jika terlambat ditangani. Oleh karena itu:

  • Periksakan mata secara rutin jika ada gejala seperti di atas.
  • Waspadai pertumbuhan benjolan atau perubahan warna di mata.
  • Hindari risiko seperti paparan UV berlebih dan lindungi mata dengan kacamata hitam atau topi.

 

Tumor mata adalah kondisi serius yang bisa muncul secara jinak atau ganas. Kenali gejalanya sejak awal, cari penanganan dari dokter spesialis mata, dan jangan remehkan perubahan kecil di mata. Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, risiko komplikasi bisa dikurangi, dan penglihatan dapat dilindungi.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Uveitis-Peradangan-Mata-yang-Tidak-Boleh-Disepelekan.png
15/Sep/2025

Apa Itu Uveitis?

Uveitis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada uvea, yaitu lapisan tengah mata. Lapisan uvea mencakup iris (selaput pelangi), badan siliar (bagian yang menghasilkan cairan mata dan menahan lensa), serta koroid (jaringan pembuluh darah di belakang mata).
Peradangan ini dapat terjadi di bagian depan mata (anterior), tengah (intermediate), belakang (posterior), atau bahkan seluruh uvea (panuveitis).
Waktu munculnya gejala bisa mendadak (kurang dari 3 bulan = uveitis akut) atau berlangsung lama (lebih dari 3 bulan = uveitis kronis).

 

Penyebab Uveitis

Uveitis bisa muncul karena berbagai faktor, kadang-kadang penyebab pastinya tidak diketahui (idiopatik). Namun penyebab umum meliputi:

  • Gangguan autoimun, seperti rheumatoid arthritis, psoriasis, ankylosing spondylitis, sarcoidosis, dan penyakit radang lainnya.
  • Infeksi oleh virus atau bakteri, contohnya herpes, tuberkulosis, toksoplasmosis, sifilis, HIV/AIDS.
  • Trauma atau cedera mata, operasi mata, paparan zat racun.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala uveitis dapat muncul tiba-tiba atau perlahan, tergantung jenis dan lokasi peradangan. Beberapa tanda yang umum:

  • Mata merah
  • Nyeri mata
  • Penglihatan kabur
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia)
  • Muncul bintik-hitam kecil di lapang pandang (floaters)
  • Penurunan ketajaman penglihatan

Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, terutama jika muncul mendadak atau parah, sebaiknya segera ke dokter mata.

 

Bagaimana Cara Dokter Mendiagnosis Uveitis

Untuk menegakkan diagnosis, dokter mata biasanya akan melakukan beberapa langkah:

  1. Wawancara (anamnesis) mengenai gejala, lama timbul, riwayat penyakit autoimun/infeksi.
  2. Pemeriksaan fisik menggunakan alat slit lamp untuk melihat adanya sel inflamasi di bagian depan mata.
  3. Pemeriksaan tekanan bola mata (tonometri).
  4. Pemeriksaan bagian belakang mata (funduskopi), Optical Coherence Tomography (OCT) jika perlu, untuk menilai kondisi retina dan koroid.
  5. Tes darah dan pemeriksaan tambahan jika dicurigai ada infeksi atau penyakit sistemik sebagai penyebab.

 

Pengobatan Uveitis

Tujuan utama pengobatan adalah mengurangi peradangan, menghilangkan penyebab jika diketahui, mencegah kerusakan lebih lanjut, dan menjaga penglihatan:

  • Obat anti-inflamasi (kortikosteroid) dalam bentuk tetes mata atau tablet, tergantung lokasi dan keparahan.
  • Obat sikloplegik untuk melemaskan pupil dan mengurangi nyeri.
  • Jika penyebabnya infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik atau antivirus sesuai agen penyebabnya.
  • Pada kasus kronis atau sulit diobati, mungkin digunakan imunosupresan atau obat penekan sistem imun lainnya.
  • Jika pengobatan obat tidak cukup, tindakan bedah seperti vitrektomi atau implant obat pelepas secara perlahan bisa menjadi opsi.

 

Potensi Komplikasi

Jika uveitis tidak ditangani dengan baik atau terlambat pengobatannya, beberapa komplikasi serius yang bisa terjadi:

  • Katarak (lensa mata menjadi keruh)
  • Glaukoma (kerusakan saraf optik karena tekanan bola mata meningkat)
  • Ablasi retina (lepasnya retina dari jaringan penyangga)
  • Edema makula (pembengkakan di bagian tengah retina)

Pencegahan & Kesimpulan

Walau tidak semua kasus uveitis bisa dicegah, beberapa langkah bisa membantu mengurangi risiko dan mencegah kekambuhan:

  • Rutin kontrol ke dokter mata, terutama bagi yang memiliki penyakit autoimun atau riwayat infeksi mata.
  • Segera obati infeksi yang menyerang organ lain agar tidak menyebar ke mata.
  • Hindari trauma pada mata dan gunakan pelindung jika dibutuhkan.

 

Uveitis adalah kondisi peradangan mata yang bisa muncul secara mendadak atau bertahap. Penanganan cepat dan tepat sangat penting agar tidak menimbulkan kerusakan permanen pada penglihatan. Jika Anda merasakan mata merah, nyeri, atau penglihatan kabur, jangan tunda pemeriksaan ke dokter mata.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Presbiopi-Kenapa-Mata-Mulai-Tak-Fokus-Dekat-saat-Usia-Bertambah.png
11/Sep/2025

Apa Itu Presbiopi?

Presbiopi atau dalam Bahasa Inggris disebut presbyopia adalah kondisi di mana mata perlahan kehilangan kemampuannya untuk memfokuskan objek dekat. Umumnya mulai muncul sekitar usia 40 tahun dan semakin memburuk hingga usia sekitar 65 tahun.

Mengapa Bisa Terjadi?

Seiring bertambahnya usia, lensa mata yang semula fleksibel menjadi semakin kaku. Hal ini membuat mata sulit mengubah fokus antara objek jauh dan dekat. Beberapa literatur menyebutkan bahwa otot pengerut di sekitar lensa juga ikut kehilangan elastisitas, memperparah kondisi.

Tanda-tanda Awal yang Sering Dirasakan

  • Membutuhkan cahaya lebih terang saat membaca
  • Menahan buku atau ponsel dengan tangan menjauh untuk melihat lebih jelas
  • Pandangan kabur saat melihat objek dekat
  • Mudah lelah, nyeri kepala, dan mata lelah setelah membaca

Siapa Saja yang Rentan?

Hampir setiap orang akan mengalami presbiopi diperkirakan sekitar 1,8 miliar orang di seluruh dunia sudah mengalaminya pada 2015, dan jumlahnya terus meningkat seiring pertambahan usia global. Dalam sebuah studi di India, ditemukan bahwa lima puluh persen lebih orang usia menengah bahkan mengidap presbiopi terlebih mereka yang berusia 30–39 tahun, memiliki hipertensi, atau tanpa pendidikan formal.

Bagaimana Cara Memeriksanya?

Presbiopi dapat didiagnosis melalui pemeriksaan oftalmologi sederhana, termasuk uji refraksi untuk melihat ketajaman penglihatan dekat dan pemeriksaan kesehatan mata umum.

Solusi untuk Presbiopi

Koreksi Non-bedah:

  • Kacamata baca: solusi paling umum dan mudah digunakan.
  • Lensa kontak multifokal atau monovision: lensa khusus yang membantu pandangan jarak jauh dan dekat sekaligus.

Prosedur Bedah:

  • PresbyLASIK atau Laser Blended Vision: operasi laser yang memperpanjang kedalaman fokus mata.

Terapi Inovatif (masih dalam pengembangan):

  • Intraocular lens (lensa buatan) dan corneal inlays (implan transparan di kornea) untuk mengatasi presbiopi secara permanen.
  • Tetes mata khusus seperti pilocarpine atau senyawa lipoic acid choline ester yang sedang diuji klinis.

 

Ringkasan Singkat

Aspek Penjelasan Singkat
Definisi Kesulitan fokus dekat akibat penuaan lensa dan otot mata
Gejala Awal Memegang objek jauh, mata cepat lelah, pandangan kabur saat membaca dekat
Pemeriksaan Tes refraksi dan pemeriksaan mata rutin
Solusi Kacamata baca, lensa kontak multifokal/monovision, operasi laser, hingga terapi inovatif
Kapan Mulai Umumnya mulai terasa di usia 40-an

Presbiopi memang bagian alami penuaan, tetapi bukan berarti tak bisa diatasi. Dengan pendekatan yang tepat seperti penggunaan kacamata atau lensa khusus Anda bisa tetap menikmati berbagai aktivitas dekat dengan nyaman.

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Mengenal-Heterochromia-Saat-Mata-Memiliki-Warna-Berbeda-dan-Perlukah-Diobati.png
10/Sep/2025

Apa Itu Heterochromia?

Heterochromia adalah kondisi di mana seseorang memiliki dua mata dengan warna iris berbeda (complete heterochromia), satu iris dengan dua warna (sectoral), atau lingkaran warna berbeda di sekitar pupil (central heterochromia). Biasanya dominan sebagai efek genetik tanpa menyiratkan gangguan kesehatan.

Mengapa Bisa Terjadi?

  1. Lahir (Kongenital/Genetik)
    Disebabkan mutasi genetik yang mengatur distribusi melanin dalam iris. Ini umumnya tidak berbahaya dan tidak mengancam penglihatan.
  2. Didapat (Akusisi)
    Dapat juga muncul akibat trauma mata, peradangan, glaukoma atau pengobatannya, cedera, atau penyakit mata lainnya seperti uveitis, pertumbuhan tumor, dan efek samping dari tetes mata tertentu.

Apakah Heterochromia Dapat Disembuhkan?

Secara umum, tidak perlu perawatan, terutama bila tidak menimbulkan keluhan medis.

Jika heterochromia merupakan Gejala kondisi lain (seperti tumor, iritasi, atau gangguan saraf), maka yang perlu diobati adalah penyebab dasarnya, bukan heterochromia itu sendiri.

Pilihan Secara Estetika

Jika penampilan mata yang berbeda dirasa mengganggu, pilihan kosmetik seperti lensa kontak berwarna bisa dipertimbangkan. Ini murni pilihan personal dan bukan kebutuhan medis.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

  • Bila Anda atau anak tiba-tiba mengalami perubahan warna iris
  • Bila heterochromia disertai gejala lain seperti perubahan pupil, mata merah, pandangan kabur, atau rasa tidak nyaman
    Dokter terutama spesialis mata akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan apakah ada kondisi yang perlu diatasi.

Ringkasan

Aspek Penjelasan
Definisi Perbedaan warna iris antar atau dalam satu mata
Penyebab Genetik (umumnya jinak) atau kondisi medis yang mendasari (trauma, infeksi, tumor, dll.)
Pengobatan Tidak perlu jika jinak; fokus pada penyebab jika ada kondisi lain yang memicu
Pilihan kosmetik Lensa kontak berwarna menjadi opsi estetika, bukan kebutuhan pengobatan
Konsultasi Dianjurkan bila ada perubahan mendadak atau gejala lain menyertai heterochromia

Heterochromia adalah kondisi unik yang dapat muncul secara alami dan biasanya tidak mengancam kesehatan mata. Pengobatan hanya relevan jika terdapat penyakit penyerta. Pada banyak kasus, perbedaan warna inilah yang membuatnya terasa istimewa sebuah tanda keunikan genetik yang memukau.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!