Memahami Retinopati: Gejala, Pemeriksaan, dan Deteksi Dini

Diagnosis retinopati diperoleh dari wawancara medis mengenai faktor risiko serta pengamatan klinis melalui pemeriksaan mata, terutama pada bagian belakang bola mata. Upaya deteksi dini ditujukan untuk mengenali lesi awal pada retina, seperti perubahan pembuluh darah kecil yang dapat mengindikasikan gangguan.
Keluhan Awal dan Riwayat Pasien
Pasien dengan retinopati diabetik umumnya mengeluhkan penurunan penglihatan yang terjadi secara bertahap, munculnya bayangan seperti bintik-bintik melayang (floaters), hingga penglihatan seperti terowongan. Keluhan serupa juga sering muncul pada pasien dengan retinopati akibat hipertensi, seperti pandangan yang kabur, penglihatan ganda, sakit kepala, dan penyempitan lapang pandang. Gejala ini biasanya muncul saat penyakit sudah berada pada tahap lanjut.
Pada bayi prematur, informasi penting yang perlu digali dalam anamnesis mencakup usia kelahiran kurang dari 32 minggu, berat badan lahir di bawah 1500 gram, serta faktor risiko lain seperti paparan oksigen tambahan, kondisi hipoksemia saat lahir, dan berbagai penyakit selama masa neonatal.
Untuk retinopati sentral, pasien bisa mengalami penurunan penglihatan secara mendadak, terutama pada bagian tengah penglihatan. Keluhan seperti distorsi bentuk benda (metamorfopsia) dan adanya bayangan gelap (scotoma) pada salah satu mata juga bisa muncul.
Pemeriksaan Oftalmologi dan Temuan Klinis
Pemeriksaan mata dilakukan dengan memfokuskan pada bagian belakang mata menggunakan alat funduskopi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Retinopati Diabetik
Pemeriksaan pada pasien dengan retinopati diabetik akan menunjukkan adanya mikroaneurisma, perdarahan, tumpukan lemak (eksudat), perubahan ukuran pembuluh darah vena, serta pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal. Semua tanda ini bisa berkembang dari fase awal hingga tahap lanjut, yakni retinopati diabetik proliferatif.
Penurunan ketajaman penglihatan bisa terjadi akibat perdarahan dari pembuluh darah yang rapuh. Jika perdarahan berasal dari pleksus kapiler superfisial, maka akan tampak seperti lidah api atau pecahan kaca. Bila perdarahan terjadi lebih dalam, bentuknya menyerupai bercak atau titik-titik kecil. Pasien juga bisa mengalami perdarahan vitreus, pembengkakan makula, atau berkurangnya aliran darah di retina yang dapat mengganggu penglihatan secara signifikan.
Retinopati Hipertensi
Pada funduskopi, retinopati akibat tekanan darah tinggi dapat memperlihatkan berbagai perubahan, seperti penyempitan arteriol, persilangan pembuluh darah yang menonjol, hingga perubahan pada saraf optik dan makula. Beberapa tanda khas yang bisa diamati antara lain vena yang tampak bengkok, menyempit di dekat titik perpotongan dengan arteri, atau tampak lebih penuh pada bagian distal dari titik tersebut.
Refleks cahaya dari pembuluh arteri bisa tampak lebih terang menyerupai kawat tembaga atau perak, sebagai tanda penyempitan pembuluh. Perdarahan retina bisa berbentuk bercak atau seperti lidah api. Tumpukan lemak bisa muncul sebagai eksudat keras, sementara area iskemia saraf tampak sebagai bercak putih lembut seperti kapas. Penumpukan eksudat di sekitar makula bisa membentuk pola seperti bintang, dan pembengkakan saraf optik juga bisa terjadi.
Retinopati pada Bayi Prematur
Retina bayi prematur dibagi menjadi tiga zona, dari pusat hingga tepi retina. Tahapan retinopati prematuritas dimulai dari munculnya garis pemisah antara retina yang belum memiliki pembuluh darah dan bagian yang sudah bervaskularisasi. Pada tahap selanjutnya, batas tersebut menjadi lebih menonjol dan disertai pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal. Jika penyakit terus berlanjut, retina bisa terlepas sebagian hingga total.
Pada bentuk yang lebih agresif, terutama di bagian tengah retina, ditemukan perubahan drastis pada pembuluh darah seperti dilatasi dan bentuk yang berkelok. Hal ini menunjukkan tingginya aktivitas faktor pertumbuhan pembuluh darah dan meningkatkan risiko progresivitas penyakit.
Retinopati Sentral Serosa
Gangguan ini ditandai dengan terangkatnya retina akibat penumpukan cairan serosa, terutama di area makula. Pada beberapa kasus, bisa terjadi pada kedua mata sekaligus. Terkadang ditemukan penumpukan fibrin yang menimbulkan warna kekuningan di bawah retina.
Pemeriksaan Tambahan untuk Evaluasi
- Ultrasonografi B-Scan
Pemeriksaan ini bermanfaat bila bagian dalam mata tidak dapat terlihat jelas, misalnya akibat perdarahan pada vitreus. USG memberikan gambaran struktur retina yang tersembunyi di balik kekeruhan media.
- Optical Coherence Tomography (OCT)
OCT memungkinkan visualisasi tiga dimensi retina. Dengan teknologi ini, dokter dapat mengukur ketebalan retina dan mendeteksi adanya pembengkakan. Pada retinopati diabetik, OCT dapat menampilkan edema makula dan tarikan antara vitreus dan makula. Pemeriksaan ini juga digunakan untuk memantau efektivitas terapi.
Pada kasus retinopati sentral serosa, OCT memperlihatkan bagian retina yang terangkat dengan rongga berisi cairan. Bila berlangsung lama, bisa muncul endapan di bawah retina. Pemeriksaan juga dapat menunjukkan cairan di dalam retina, bercak-bercak di koroid, serta ketidakteraturan pada lapisan fotoreseptor dan pigmen retina.
- Angiografi Fluoresen Fundus
Pemeriksaan ini digunakan sebagai pelengkap pada berbagai jenis retinopati. Pada retinopati diabetik, gambaran khas berupa titik terang kecil yang membesar dan bocor di fase akhir. Perdarahan akan tampak sebagai area gelap yang tidak teraliri darah. Pertumbuhan pembuluh darah baru juga bisa terlihat jelas karena kebocoran zat kontras.
Pada retinopati hipertensi berat, angiografi dapat menunjukkan gangguan aliran darah di kapiler, pola pengisian yang menyerupai cabang-cabang pohon, serta mikronaneurisma. Pemeriksaan ini juga penting dalam evaluasi pertumbuhan pembuluh darah retina secara rinci, sangat membantu untuk mendiagnosis retinopati pada bayi prematur, dan juga dapat menyoroti area retina abnormal pada kasus sentral serosa yang akan menjadi target terapi laser.
- Indocyanine Green Angiography
Teknik ini sangat berguna untuk melihat lapisan pembuluh darah koroid. Pada retinopati hipertensi, bisa muncul tampilan seperti gigitan ngengat pada lapisan tertentu. Pemeriksaan ini juga merupakan metode utama untuk mengevaluasi retinopati sentral serosa kronis. Gambaran khas yang bisa muncul antara lain keterlambatan pengisian pembuluh darah, pembesaran vena di koroid, serta area hiperfluoresen yang menunjukkan kebocoran zat pewarna.
Melalui pemeriksaan klinis dan tambahan yang tepat, retinopati dapat dikenali dan ditangani sejak dini untuk mencegah komplikasi lebih lanjut yang dapat mengganggu kualitas penglihatan bahkan menyebabkan kebutaan.
Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:
(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)
Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


