Dapatkan Informasi Mengenai kesehatan Mata dan Informasi Lainnya

Info Untuk Anda

Semoga Informasi ini bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh seputar edukasi tentang kesehatan mata kita.

Category filter:Allkesehatan mataPengumumanProduct KnowledgeUncategorizedVideo Edukasi
No more posts

Mata-Berkunang-kunang-Sinyal-Tubuh-yang-Tidak-Boleh-Diabaikan.jpg
30/May/2025

Mata kerap disebut sebagai jendela jiwa sekaligus jendela ke dunia. Namun, di balik keindahan dan fungsinya yang vital, mata juga bisa menjadi pemberi sinyal awal terhadap kondisi kesehatan yang sedang tidak stabil. Salah satu gejala yang sering dialami namun kerap disepelekan adalah sensasi mata yang berkunang-kunang.

Meski terdengar sepele, mata berkunang-kunang bisa menjadi tanda dari berbagai gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Mari kenali sejumlah penyebab umum yang bisa memicu kondisi ini agar kita lebih waspada dan dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat.

 

  1. Paparan Cahaya Terlalu Terang atau Kilatan Mendadak

Salah satu penyebab paling umum dari mata berkunang-kunang adalah paparan cahaya yang sangat terang atau kilatan cahaya yang datang tiba-tiba. Ini bisa terjadi saat Anda menatap langsung ke arah matahari tanpa pelindung, atau saat terkena flash kamera secara mendadak.

Untuk mencegah hal ini, sebaiknya gunakan kacamata hitam yang mampu menyaring sinar UV saat berada di luar ruangan. Hindari juga melihat langsung ke sumber cahaya yang intens tanpa perlindungan.

 

  1. Ketegangan Mata Akibat Aktivitas Digital

Di era digital saat ini, banyak dari kita menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer, tablet, atau ponsel. Aktivitas ini dapat menyebabkan ketegangan mata, kelelahan visual, dan bahkan rasa berkunang-kunang.

Disarankan untuk menerapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Ini akan membantu merilekskan otot-otot mata dan mengurangi risiko ketegangan.

 

  1. Dehidrasi dan Kurangnya Asupan Nutrisi

Kurangnya cairan dalam tubuh atau dehidrasi bisa mengganggu aliran darah ke mata, yang kemudian memicu sensasi berkunang-kunang. Begitu pula dengan kekurangan vitamin dan mineral penting, seperti vitamin A, C, dan E, yang berperan dalam menjaga kesehatan mata.

Pastikan Anda minum air putih minimal 8 gelas per hari, serta konsumsi makanan bergizi seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan sumber protein sehat.

 

  1. Fluktuasi Gula Darah

Perubahan kadar gula darah secara drastis—baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah—dapat memengaruhi aliran darah, termasuk ke organ penglihatan. Akibatnya, Anda mungkin merasakan penglihatan yang tidak stabil dan mata yang berkunang-kunang.

Untuk menghindarinya, jaga pola makan yang seimbang dengan memilih makanan rendah indeks glikemik, perbanyak serat, dan hindari konsumsi gula secara berlebihan.

 

  1. Gangguan Kesehatan Mata yang Lebih Serius

Dalam beberapa kasus, mata berkunang-kunang dapat menjadi gejala dari gangguan kesehatan yang lebih serius, seperti glaukoma, ablasi retina, atau migrain yang disertai aura. Kondisi-kondisi ini memerlukan diagnosis dan penanganan segera dari tenaga medis profesional.

Jika gejala berkunang-kunang terjadi secara terus-menerus atau disertai dengan gangguan penglihatan lainnya, segera periksakan diri ke dokter spesialis mata.

 

  1. Pengaruh Stres dan Kecemasan

Tidak hanya fisik, kondisi mental seperti stres dan kecemasan juga bisa berdampak langsung pada kesehatan mata. Ketika seseorang mengalami stres, sistem saraf bisa terganggu dan menimbulkan gejala fisik seperti mata berkunang-kunang, pandangan kabur, hingga rasa tidak nyaman di area mata.

Mengelola stres dengan cara yang sehat, seperti melalui olahraga ringan, meditasi, atau melakukan hobi yang menyenangkan, sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh, termasuk penglihatan.

Gejala mata berkunang-kunang bisa jadi bukan hanya karena kelelahan biasa, tapi merupakan peringatan tubuh atas adanya gangguan kesehatan tertentu. Jangan abaikan sinyal ini. Amati pola kemunculannya dan catat faktor-faktor pemicu yang mungkin.

Jika gejala berlanjut atau semakin parah, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. Ingat, menjaga kesehatan mata adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik. Berikan perhatian penuh pada organ yang satu ini agar tetap jernih dan tajam menatap dunia.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Pandangan-Kabur-Ini-5-Cara-Alami-yang-Bisa-Membantu-Atasi-Mata-Buram.jpg
28/May/2025

Pandangan yang tiba-tiba menjadi buram sering membuat seseorang harus menyipitkan mata, berkedip berulang kali, atau bahkan mengucek mata agar bisa melihat dengan lebih jelas. Kondisi ini, yang sering kali dipicu oleh mata kering, tak jarang mengganggu aktivitas harian—mulai dari membaca hingga berkendara.

Meski tampak sepele, ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakan gangguan ini. Langkah-langkah sederhana berikut bisa menjadi pertolongan awal untuk mengembalikan kejernihan penglihatan:

 

  1. Perbanyak Berkedip

Salah satu penyebab umum pandangan kabur adalah mata yang kekeringan. Untuk mengatasinya, cobalah lebih sering berkedip. Gerakan ini membantu memproduksi air mata yang berfungsi menjaga kelembapan dan menyegarkan permukaan mata.

 

  1. Istirahatkan Mata Secara Berkala

Aktivitas yang menuntut fokus mata dalam waktu lama—seperti membaca, menatap layar gadget, atau mengemudi—bisa membuat mata lelah dan pandangan menjadi kabur. Terapkan metode sederhana 20-20-20: setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 6 meter (20 kaki) selama 20 detik. Cara ini memberi waktu bagi mata untuk beristirahat dan kembali fokus.

 

  1. Kompres dengan Air Hangat

Mengompres mata dengan handuk bersih yang dibasahi air hangat selama 5 hingga 10 menit bisa menjadi cara lain untuk meredakan mata buram. Kompres ini membantu merangsang produksi minyak alami dan air mata, yang berfungsi menjaga kelembapan mata. Pastikan suhu air tidak terlalu panas dan selalu gunakan handuk bersih setiap kali mengompres agar tetap higienis.

 

  1. Cukupi Asupan Cairan

Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan dehidrasi, yang berdampak pada kesehatan mata dan memicu kekeringan. Agar mata tetap lembap, pastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Selain minum air putih minimal 8 gelas sehari, konsumsi buah dan sayuran tinggi air seperti semangka dan mentimun juga bisa membantu. Sebaliknya, batasi konsumsi minuman berkafein dan beralkohol yang justru bisa memperburuk kondisi dehidrasi.

 

  1. Konsumsi Makanan Kaya Omega-3

Nutrisi tertentu juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mata. Salah satunya adalah asam lemak omega-3, yang dapat meningkatkan produksi air mata. Sumber alami omega-3 bisa ditemukan dalam ikan sarden, salmon, makarel, tiram, ikan teri, kacang kenari, serta kacang kedelai.

Jika setelah mencoba berbagai langkah di atas kondisi mata masih belum membaik dalam waktu satu minggu, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan lanjutan akan membantu menemukan penyebab pasti dan menentukan penanganan yang paling sesuai untuk kondisi mata Anda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


pterygium.jpg
27/May/2025

Dalam istilah medis, pterygium merupakan kelainan klinis yang ditandai dengan pertumbuhan jaringan fibrovaskular berbentuk segitiga di area limbus kornea. Pada kondisi ini, terdapat selaput yang tumbuh di bagian putih mata yang berpotensi merambat dan menutupi kornea. Kelainan ini dapat terjadi pada salah satu mata ataupun kedua mata, di mana kondisi yang menyerang kedua mata disebut bilateral pterygium.

Meskipun pterygium bukanlah jenis kanker dan jarang menimbulkan komplikasi yang berbahaya, jika tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat, kondisi ini dapat mengganggu penglihatan. Bila pertumbuhan jaringan tersebut sudah menutupi kornea atau bahkan pupil mata, gangguan dalam proses masuknya cahaya dapat terjadi, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kebutaan.

Pterygium masih dapat diatasi apabila penanganan dilakukan secara cepat dan tepat oleh dokter spesialis mata. Bagi siapa saja yang mengalami kondisi serupa, sangat dianjurkan untuk segera mendapatkan perawatan agar kondisi tidak berkembang hingga mengganggu penglihatan.

 

Gejala Pterygium

Penyakit ini umumnya dimulai dengan munculnya bercak kekuningan pada bagian putih mata, yang dikenal sebagai pinguecula. Bercak tersebut terjadi akibat penimbunan protein, lemak, atau kalsium di dalam mata. Pinguecula dapat berkembang menjadi jaringan yang berwarna merah muda dengan tekstur sedikit menonjol, biasanya muncul di bagian mata dekat hidung dan kemudian meluas ke tengah sehingga bahkan bisa mencapai kornea.

Jika pertumbuhan jaringan tersebut terus berlanjut hingga menutupi kornea, maka masuknya cahaya melalui pupil akan terhalang dan menyebabkan gangguan pada penglihatan. Gejala lain yang mungkin timbul meliputi kemerahan pada mata, sensasi gatal atau perih di sekitar jaringan yang tumbuh, dan mata kering disertai rasa panas serta gatal. Rasa tidak nyaman seperti ada pasir yang menghujam mata juga dapat terjadi terutama jika jaringan sudah menebal. Pada beberapa kasus, penglihatan yang kabur atau munculnya bayangan ganda juga dapat dirasakan ketika pertumbuhan jaringan telah mencapai kornea. Oleh karena itu, apabila gejala-gejala tersebut muncul, sebaiknya segera konsultasikan kondisi ini kepada dokter mata guna mencegah komplikasi lebih lanjut.

 

Penyebab Pterygium

Berbeda dengan katarak yang memiliki penyebab yang relatif pasti, akar penyebab pterygium masih belum sepenuhnya dapat dipastikan. Namun, sejumlah penelitian mengindikasikan bahwa ada beberapa mekanisme patogenesis yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini. Secara umum, pterygium dihubungkan dengan degenerasi jaringan yang dipicu oleh paparan sinar ultraviolet dalam jangka waktu yang lama.

Kondisi ini lebih sering ditemui pada individu yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan, seperti peselancar. Selain itu, faktor iritasi kronis serta paparan terhadap kondisi cuaca yang kering dan berdebu juga bisa memicu timbulnya inflamasi kronis. Inflamasi tersebut kemudian merusak jaringan konjungtiva dan akhirnya memicu tumbuhnya pterygium.

 

Pencegahan Pterygium

Karena paparan sinar ultraviolet merupakan faktor utama yang mendasari tumbuhnya pterygium, pencegahan dapat dilakukan dengan memakai kacamata hitam saat berada di luar ruangan, terutama ketika sinar matahari sedang terik. Kacamata hitam tidak hanya melindungi mata dari sinar ultraviolet, tetapi juga membantu melindungi dari debu dan asap.

Selain itu, mengantisipasi kondisi mata kering juga merupakan langkah pencegahan yang penting. Untuk itu, pastikan mata tetap lembab dengan bantuan obat tetes mata yang direkomendasikan. Langkah preventif lainnya adalah dengan melakukan pemeriksaan mata secara berkala dan berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Idealnya, pemeriksaan mata disarankan dilakukan minimal sekali dalam setahun untuk memastikan kesehatan mata dan mencegah munculnya pterygium atau masalah mata lainnya seperti rabun jauh, rabun dekat, maupun mata silinder.

 

Pengobatan Pterygium

Langkah awal pengobatan pterygium dimulai dengan pemeriksaan mata secara menyeluruh menggunakan slit lamp serta alat khusus lainnya untuk mengevaluasi kondisi mata, termasuk memeriksa perubahan lengkungan pada kornea. Pada stadium awal, ketika hanya terdapat selaput tipis yang tidak menimbulkan keluhan berarti, penanganan medis mungkin tidak diperlukan segera.

Namun, apabila muncul gejala peradangan, dokter akan meresepkan obat tetes mata atau salep untuk meredakan inflamasi. Penggunaan obat-obatan tersebut tentunya harus berdasarkan resep dan anjuran dari dokter mata. Jika kondisi pterygium telah berkembang sedemikian rupa sehingga jaringan tersebut menutupi kornea dan berpotensi mengakibatkan kebutaan, maka dokter akan menyarankan dilakukan tindakan operasi sebagai upaya untuk menghentikan perkembangan penyakit dan menyelamatkan fungsi penglihatan.

Dengan mengetahui gejala, penyebab, dan langkah-langkah pencegahan serta pengobatan yang tepat, masyarakat dapat lebih waspada dan segera mengambil tindakan jika mengalami gejala pterygium. Pencegahan sejak dini dan penanganan medis yang tepat merupakan kunci untuk menjaga kesehatan mata dan menghindarkan risiko gangguan penglihatan yang serius.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


Ketahui-Penyebab-dan-Cara-Alami-Mengatasi-Mata-Belekan-Secara-Efektif.jpg
26/May/2025

Bangun tidur dengan mata belekan merupakan hal yang cukup umum dialami banyak orang. Namun, kondisi ini tak selalu bisa dianggap sepele. Dalam beberapa kasus, mata belekan bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebabnya serta cara alami yang bisa membantu meredakan kondisi tersebut secara efektif.

Mata belekan biasanya ditandai dengan adanya kerak berwarna kuning yang keras dan lengket di sudut mata. Meskipun umumnya tidak berbahaya, namun jika terjadi terus-menerus, bisa jadi ini adalah gejala dari suatu penyakit yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Berikut penjelasan lengkap mengenai berbagai penyebab mata belekan serta bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk membantu mengatasinya.

 

Penyebab Mata Belekan

Beberapa faktor bisa menyebabkan mata menjadi belekan, mulai dari alergi hingga infeksi. Berikut adalah beberapa penyebab umum yang perlu diketahui:

  • Alergi

Mata belekan karena alergi biasanya disertai dengan rasa gatal, nyeri, dan pembengkakan di sekitar mata.

  • Infeksi virus

Belekan yang disebabkan oleh infeksi virus umumnya bersifat encer dan tidak lengket, serta bisa menyebar dari satu mata ke mata lainnya.

  • Infeksi bakteri

Infeksi bakteri menyebabkan belekan yang lebih kental dan lengket. Kondisi ini biasanya lebih parah dan memerlukan perhatian medis jika tidak kunjung membaik.

  • Paparan iritan

Zat-zat seperti debu, asap rokok, atau polusi udara dapat mengiritasi mata dan menyebabkan belekan yang cenderung lebih berair daripada lengket.

 

Bahan Alami yang Dapat Membantu Meredakan Mata Belekan

Jika Anda mengalami mata belekan yang ringan, beberapa bahan alami berikut ini bisa menjadi alternatif untuk membantu meredakannya:

 

  • Mentimun

Kaya akan antioksidan, mentimun mampu meredakan peradangan dan memberikan sensasi segar pada area sekitar mata. Caranya cukup mudah: letakkan irisan mentimun di kelopak mata selama sekitar 15 menit untuk membantu mengurangi belekan dan pembengkakan.

 

  • Air mawar

Bahan ini dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Air mawar bisa digunakan untuk membersihkan mata secara rutin, terutama di pagi atau malam hari, guna membantu mengatasi belekan dan peradangan seperti konjungtivitis.

 

  • Kantong teh dingin

Mengompres mata dengan kantong teh yang telah didinginkan juga bisa membantu. Kandungan senyawa antiradang dalam teh, seperti teh hijau, teh hitam, atau teh chamomile, dapat mengurangi pembengkakan dan membantu menangani infeksi ringan pada mata. Selain itu, kompres teh juga memberikan efek relaksasi bagi mata yang lelah.

Meskipun bahan-bahan alami tersebut dipercaya dapat membantu meredakan mata belekan, perlu diingat bahwa efektivitasnya belum sepenuhnya terbukti secara klinis. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat serta potensi efek samping dari penggunaan bahan-bahan ini.

 

Cara Merawat Mata Belekan di Rumah

Selain menggunakan bahan alami, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu mengurangi mata belekan:

  • Gunakan kompres hangat untuk meredakan peradangan di kelopak mata dan membantu mengatasi mata kering.
  • Kompres dingin juga bisa digunakan untuk meredakan pembengkakan dan mengurangi ketidaknyamanan pada mata.
  • Selalu bersihkan riasan wajah dengan baik agar tidak terjadi penumpukan kotoran yang dapat menyebabkan infeksi dan belekan.

Apabila mata belekan tidak kunjung sembuh, bahkan memburuk meskipun telah menggunakan cara-cara di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan menentukan pengobatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-bebas-2.jpg
24/May/2025

Mengempeskan mata bengkak bukan hanya soal penampilan, tetapi juga kenyamanan saat beraktivitas. Kondisi ini bisa mengganggu fokus dan rasa percaya diri, apalagi jika terjadi tiba-tiba. Kabar baiknya, Anda bisa meredakannya dengan cara yang sederhana dan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah tanpa harus keluar biaya besar.

Penyebab mata bengkak sangat beragam, mulai dari kurang tidur, menangis berlebihan, alergi, hingga indikasi adanya penyakit seperti konjungtivitis, blefaritis, bintitan, selulitis, herpes zoster, atau penyakit Graves. Biasanya, mata bengkak bisa sembuh sendiri dalam waktu sehari. Namun, jika ingin mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa tidak nyaman, ada beberapa cara mudah yang bisa Anda coba di rumah.

 

Rekomendasi Cara Mengempeskan Mata Bengkak di Rumah

Penanganan mata bengkak sebenarnya tergantung dari penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi, biasanya dokter akan memberikan salep atau obat tetes khusus. Tapi sebelum sampai ke sana, Anda bisa mencoba beberapa langkah ini untuk meredakan pembengkakan:

 

  1. Kompres Hangat

Mengompres mata dengan air hangat efektif untuk meredakan pembengkakan akibat alergi, penyumbatan kelenjar minyak di kelopak mata, atau peradangan ringan. Selain itu, suhu hangat dapat membantu otot di sekitar mata menjadi lebih rileks.

Cukup celupkan kain bersih ke dalam air hangat, peras, lalu letakkan pada mata selama sekitar 15 menit. Ulangi dua kali sehari untuk hasil optimal.

 

  1. Kompres Dingin

Jika pembengkakan disertai rasa nyeri, kompres dingin bisa menjadi pilihan. Suhu dingin membantu menyempitkan pembuluh darah, mengurangi peradangan, dan mengurangi sensitivitas saraf.

Caranya mudah: rendam kain bersih dalam air dingin atau bungkus es batu dengan kain tipis, lalu tempelkan di area mata selama beberapa menit. Hindari menempelkan es langsung ke kulit karena bisa menyebabkan iritasi.

 

  1. Irisan Mentimun

Mentimun mengandung vitamin C dan asam folat yang bersifat menenangkan dan menyegarkan kulit. Efek antiinflamasinya juga membantu mengempeskan pembengkakan.

Dinginkan mentimun terlebih dahulu di dalam kulkas, lalu iris tipis dan letakkan di atas kelopak mata sambil Anda berbaring santai. Biarkan hingga sensasi dinginnya hilang.

 

  1. Kantong Teh Bekas Seduhan

Kafein dalam teh membantu mengencangkan pembuluh darah dan mengurangi pembengkakan. Selain itu, kandungan tanin di dalamnya juga membantu mengurangi penumpukan cairan yang menyebabkan bengkak.

Seduh dua kantong teh, peras hingga tidak terlalu basah, lalu simpan di kulkas selama 10–20 menit. Setelah dingin, kompreskan kantong teh pada kelopak mata selama 15–30 menit.

 

  1. Pijatan Lembut di Area Mata

Memijat area sekitar mata secara perlahan bisa membantu mengeluarkan cairan yang menumpuk dan mengendurkan otot-otot yang tegang.

Gunakan ujung jari untuk memijat dengan gerakan melingkar di sepanjang kontur mata selama beberapa menit. Hindari tekanan yang terlalu kuat dan hentikan jika terasa nyeri. Anda juga bisa menggunakan alat bantu seperti gua sha, yang memberi sensasi dingin dan membantu melancarkan sirkulasi.

 

Tips Tambahan untuk Mempercepat Pemulihan

Selain langkah-langkah di atas, gaya hidup sehat juga berpengaruh besar terhadap pemulihan. Cobalah untuk:

  • Tidur cukup setiap malam
  • Minum air putih dalam jumlah cukup
  • Mengurangi konsumsi garam dan alkohol
  • Mengonsumsi makanan tinggi kalium seperti pisang, sayuran hijau, dan kacang-kacangan

Namun, bila pembengkakan mata tak kunjung membaik, justru makin parah, disertai nyeri hebat, penglihatan kabur, atau rasa seperti ada benda asing di dalam mata, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menghindari risiko yang lebih serius.

Dengan perawatan yang tepat dan perhatian pada gaya hidup, Anda bisa mengatasi mata bengkak dengan cepat dan kembali menjalani hari dengan nyaman dan percaya diri.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-bebas-1.jpg
19/May/2025

Mata merupakan salah satu organ paling penting dalam tubuh yang berperan besar dalam mendukung aktivitas harian. Tanpa disadari, kamu terus-menerus menggunakan mata sejak membuka mata di pagi hari hingga menjelang tidur di malam hari—untuk melihat, membaca, bekerja, dan berbagai aktivitas lainnya. Aktivitas tanpa henti ini bisa menyebabkan mata mengalami kelelahan secara perlahan, yang pada akhirnya dapat menurunkan fungsi penglihatan.

Namun, kamu tak perlu khawatir. Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga agar mata tetap sehat. Selain mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan vitamin A—seperti wortel—kamu juga bisa melakukan latihan mata secara rutin untuk membantu memperbaiki penglihatan. Latihan ini bermanfaat untuk meredakan ketegangan mata akibat terlalu lama menatap layar, dan membuat mata terasa lebih nyaman.

 

Manfaat Latihan Mata untuk Kesehatan

Salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh mereka yang bekerja di depan layar sepanjang hari adalah ketegangan mata digital. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gejala tidak nyaman seperti mata kering, mata terasa tegang, penglihatan menjadi kabur, hingga sakit kepala. Melakukan latihan mata secara teratur bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketegangan tersebut, terutama jika kamu mulai merasakan iritasi saat bekerja.

Latihan mata juga sering disarankan oleh dokter dalam kondisi-kondisi tertentu, seperti:

  • Kesulitan dalam memfokuskan mata saat membaca.
  • Mata yang condong bergerak keluar atau ke dalam (masalah konvergensi).
  • Pemulihan pasca operasi untuk membantu memperkuat kontrol otot mata.
  • Mata juling (strabismus).
  • Mata malas (amblyopia).
  • Penglihatan ganda.
  • Masalah dalam persepsi kedalaman atau kesulitan melihat secara 3 dimensi.

Meskipun begitu, perlu diingat bahwa latihan mata tidak dapat menyembuhkan kelainan refraksi seperti rabun jauh (myopia), rabun dekat (hipermetropia), atau astigmatisme. Bagi penderita penyakit mata seperti degenerasi makula terkait usia, katarak, atau glaukoma, latihan mata mungkin hanya memberikan manfaat yang terbatas.

 

Jenis-Jenis Latihan Mata yang Bisa Kamu Coba

Berikut ini adalah beberapa latihan mata sederhana yang bisa kamu praktikkan di rumah maupun di tempat kerja untuk membantu menjaga kesehatan dan fungsi penglihatan:

  1. Latihan Mengubah Fokus

Latihan ini bertujuan melatih kemampuan mata dalam berpindah fokus dan sebaiknya dilakukan sambil duduk:

  • Letakkan jari telunjuk beberapa inci dari mata.
  • Fokuskan pandangan pada jari tersebut.
  • Perlahan-lahan gerakkan jari menjauh dari wajah, sambil tetap menjaga fokus pada jari.
  • Alihkan pandangan ke arah kejauhan untuk beberapa detik.
  • Kembalikan fokus ke jari yang masih terulur, lalu gerakkan jari mendekati wajah.
  • Lanjutkan dengan mengalihkan pandangan ke objek yang lebih jauh.
  • Ulangi langkah-langkah ini sebanyak tiga kali.

 

  1. Latihan Gambar Angka Delapan

Latihan ini juga dilakukan dalam posisi duduk dan sangat bermanfaat untuk melatih koordinasi mata:

  • Pilih titik pada lantai yang berjarak sekitar 3 meter di depan kamu. Fokuskan mata ke titik itu.
  • Dengan mata, bayangkan kamu sedang menggambar angka delapan secara horizontal.
  • Lakukan selama 30 detik, lalu ulangi dengan arah yang berlawanan.

 

  1. Menutup Mata dengan Telapak Tangan

Latihan ini berguna untuk memberikan istirahat sejenak bagi mata:

  • Pejamkan mata terlebih dahulu.
  • Tutup mata dengan kedua telapak tangan secara lembut hingga tidak ada cahaya yang masuk.
  • Tahan posisi ini selama 30 detik, pastikan kamu tidak menekan mata.

 

  1. Terapkan Aturan 20-20-20

Salah satu latihan paling mudah dilakukan saat bekerja dengan layar:

  • Setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar.
  • Fokuskan mata pada objek yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

 

  1. Fokus Dekat dan Jauh

Latihan ini melatih fleksibilitas mata dalam berpindah fokus antara objek dekat dan jauh:

  • Tahan ibu jari sekitar 25 cm dari wajah dan fokuslah pada jari selama 15 detik.
  • Alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 3–6 meter dan fokuskan selama 15 detik.
  • Kembalikan fokus ke ibu jari dan ulangi siklus ini sebanyak lima kali.

 

  1. Berkedip Secara Sadar

Saat menatap layar, intensitas berkedip akan berkurang secara tidak sadar, yang bisa membuat mata kering:

  • Saat merasa mata mulai tidak nyaman, hentikan aktivitas sejenak.
  • Coba berkedip dengan frekuensi normal untuk membantu melumasi permukaan mata.

 

  1. Memutar Bola Mata

Latihan ini membantu melenturkan otot-otot mata:

  • Gerakkan bola mata ke kanan dan ke kiri tanpa menggerakkan kepala.
  • Lakukan juga gerakan ke atas dan ke bawah.
  • Ulangi beberapa kali untuk membantu menyegarkan otot-otot mata.

 

-Dengan rutin melakukan latihan-latihan ini, kamu tidak hanya membantu mengurangi ketegangan mata akibat penggunaan layar digital, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan mata jangka panjang. Jadi, jangan tunggu sampai matamu merasa lelah—mulailah merawatnya sejak sekarang!

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-bebas.jpg
17/May/2025

Mata merah pada anak bisa menjadi masalah yang cukup mengganggu, apalagi jika disertai dengan rasa gatal, perih, atau keluarnya cairan. Kondisi ini sering kali membuat anak merasa tidak nyaman, mudah rewel, dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari, terutama bermain atau belajar. Oleh karena itu, mengetahui cara mengobati mata merah pada anak merupakan hal penting yang tidak boleh disepelekan.

Namun, penting untuk diingat bahwa pemberian obat untuk sakit mata tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Anda perlu menyesuaikannya dengan penyebab serta gejala yang dialami anak agar pengobatannya tepat sasaran dan efektif.

 

Mengenal Mata Merah pada Anak

Mata merah, atau secara medis dikenal sebagai konjungtivitis, adalah peradangan pada selaput transparan (konjungtiva) yang melapisi bagian putih bola mata dan bagian dalam kelopak mata. Kondisi ini umum dialami oleh anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun. Penyebabnya pun beragam, mulai dari infeksi virus, bakteri, hingga reaksi alergi.

Gejala mata merah biasanya disertai dengan keluarnya cairan dari mata, rasa gatal, sensasi terbakar, hingga mata tampak bengkak. Untuk mengatasinya, penting untuk mengenali penyebab pastinya terlebih dahulu agar pengobatan yang diberikan bisa bekerja secara optimal.

 

Jenis Obat Sakit Mata Merah pada Anak Berdasarkan Penyebabnya

  1. Mata Merah Akibat Infeksi Virus

Jika penyebabnya adalah infeksi virus, biasanya mata merah akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, gejalanya bisa membuat anak merasa sangat tidak nyaman. Untuk membantu meredakan rasa perih atau sensasi panas di mata, Anda bisa memberikan kompres hangat pada mata anak secara berkala.

Walau bisa sembuh tanpa obat, tetap penting memantau kondisi anak. Jika dalam beberapa hari tidak ada tanda-tanda membaik atau justru semakin parah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

 

 

  1. Mata Merah Karena Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri biasanya menyebabkan keluarnya cairan berwarna kuning atau kehijauan dari mata, disertai pembengkakan dan terkadang muncul kerak yang menempel di kelopak. Untuk kasus ini, dokter biasanya akan meresepkan obat tetes mata atau salep antibiotik.

Dua jenis antibiotik yang umum digunakan adalah *chloramphenicol* dan *asam fusidat (fusidic acid)*. Chloramphenicol tersedia dalam bentuk tetes maupun salep, sedangkan asam fusidat biasanya digunakan jika pengobatan awal tidak efektif. Keduanya bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.

Efek samping ringan seperti rasa perih sementara saat obat digunakan bisa saja muncul, namun biasanya tidak berbahaya. Perlu diingat, obat antibiotik ini hanya boleh digunakan sesuai resep dokter dan tidak dianjurkan untuk digunakan tanpa pemeriksaan medis.

 

  1. Mata Merah Karena Alergi

Jika mata merah disebabkan oleh reaksi alergi, obat yang digunakan biasanya berupa antihistamin. Obat ini tersedia dalam bentuk tetes mata, salep, maupun obat minum.

Gejala mata merah karena alergi umumnya disertai dengan rasa gatal dan pembengkakan di sekitar mata. Dalam kondisi seperti ini, dokter dapat meresepkan antihistamin oral untuk membantu mengurangi rasa gatal dan bengkaknya.

Sama seperti antibiotik, antihistamin pun harus digunakan sesuai dengan petunjuk dan dosis dari dokter. Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan atau malah memperparah kondisi.

 

  1. Air Mata Buatan

Obat lain yang bisa digunakan untuk meredakan mata merah, khususnya yang disebabkan oleh iritasi ringan, adalah air mata buatan. Obat ini berfungsi menjaga kelembapan mata dan membantu meredakan rasa tidak nyaman.

Air mata buatan bisa dibeli secara bebas di apotek, namun tetap harus digunakan dengan hati-hati. Batasi penggunaannya maksimal empat kali sehari, kecuali ada petunjuk berbeda dari dokter.

 

Cara Memberikan Obat Sakit Mata pada Anak dengan Aman

Memberikan obat mata pada anak, terutama balita, bisa menjadi tantangan tersendiri. Anak cenderung gelisah atau takut ketika akan diberikan tetes atau salep mata. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Memberikan Salep Mata

Salep cenderung lebih mudah digunakan dibandingkan tetes mata. Minta anak duduk atau berbaring dalam posisi yang nyaman. Tarik perlahan kelopak matanya ke bawah, lalu oleskan salep di bagian dalam kelopak. Saat anak berkedip, salep akan menyebar dengan sendirinya ke seluruh permukaan mata.

  • Memberikan Tetes Mata

Untuk tetes mata, minta anak berbaring atau mendongakkan kepala. Teteskan obat di sudut dalam mata, lalu biarkan anak membuka dan mengedipkan matanya agar obat menyebar.

  • Menjaga Kebersihan Mata Anak

Selain pemberian obat, menjaga kebersihan area mata sangat penting agar infeksi tidak semakin parah. Bersihkan mata anak dengan kapas atau kain bersih yang dibasahi air hangat sebelum memberikan obat. Gunakan kain berbeda untuk setiap mata jika infeksi terjadi pada kedua mata.

Pastikan Anda mencuci tangan sebelum dan sesudah memberikan obat mata. Cuci handuk atau kain yang digunakan secara terpisah dari pakaian anggota keluarga lainnya untuk mencegah penyebaran infeksi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa anak ke dokter jika:

  • Mata merah tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari.
  • Gejala semakin parah, seperti mata bengkak hebat, demam, atau keluarnya cairan berlebihan.
  • Anak tampak kesakitan atau sering menggosok matanya.

Penanganan yang tepat dan cepat akan membantu mencegah komplikasi serta mempercepat proses pemulihan mata anak.

Jika Anda butuh rekomendasi obat mata yang aman untuk anak atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kondisi mata si kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau dokter mata. Apakah Anda ingin saya bantu buatkan versi carousel Instagram atau TikTok untuk artikel ini?

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

(031) 8495502
(031) 8433050
082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-2025-05-13T144615.898.png
13/May/2025

Kenali Lebih Dalam Tentang Mata Kering

Mata kering adalah kondisi ketika produksi air mata tidak mencukupi atau kualitasnya terganggu, sehingga permukaan mata tidak terlindungi dan terlumasi secara optimal. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai keratoconjunctivitis sicca. Gejalanya bisa sangat mengganggu, mulai dari rasa gatal, nyeri, mata berair, hingga penglihatan kabur.

 

Apa yang Terjadi Saat Mata Menjadi Kering?

Air mata bukan hanya air biasa. Cairan ini mengandung kombinasi air, garam, lemak, protein, dan mucin yang berfungsi menjaga mata tetap lembap dan bersih. Setiap kali kita berkedip, air mata menyelimuti permukaan mata untuk melindunginya dari partikel asing, seperti debu dan kuman. Pada kasus mata kering, produksi air mata menurun atau kandungannya tidak seimbang, sehingga perlindungan alami ini terganggu.

 

Mengapa Mata Bisa Menjadi Kering?

Penyebab mata kering umumnya terbagi dua:

Produksi Air Mata Menurun

Beberapa faktor yang dapat menurunkan produksi air mata meliputi:

  • Penuaan alami
  • Penyakit autoimun, seperti lupus, sindrom Sjogren, atau rheumatoid arthritis
  • Kekurangan vitamin A
  • Efek samping obat tertentu (dekongestan, antihistamin, antidepresan)
  • Tindakan medis seperti terapi hormon atau operasi mata

Air Mata Menguap Terlalu Cepat

Ini bisa terjadi akibat:

  • Paparan udara kering, angin, atau polusi
  • Alergi atau gangguan kelopak mata
  • Terlalu lama menatap layar tanpa jeda
  • Kurangnya kedipan akibat kondisi neurologis seperti Parkinson

 

Siapa yang Lebih Berisiko?

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko mata kering, seperti:

  • Perempuan, terutama saat hamil, menyusui, atau menopause
  • Pengguna lensa kontak jangka panjang
  • Penggunaan pil kontrasepsi
  • Perubahan hormonal

 

Gejala Mata Kering yang Perlu Diwaspadai

Gejala yang dialami penderita bisa berbeda-beda, namun umumnya meliputi:

  • Sensasi terbakar atau kering
  • Mata terasa nyeri atau seperti ada benda asing
  • Kemerahan, mata berair, atau terasa berat
  • Kelopak mata berkedut
  • Penglihatan kabur, terutama saat malam
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Lendir di sekitar mata, terutama saat bangun tidur

 

Risiko Komplikasi Jika Tidak Ditangani

Jika dibiarkan tanpa penanganan, mata kering bisa memicu:

  • Infeksi mata
  • Peradangan kornea (keratitis)
  • Luka pada permukaan mata (ulkus kornea)
  • Gangguan penglihatan jangka panjang

 

Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis?

Untuk memastikan diagnosis mata kering, dokter akan melakukan:

  • Wawancara riwayat medis
  • Pemeriksaan fisik mata
  • Tes pewarnaan kornea
  • Tes Schirmer untuk mengukur produksi air mata
  • Pemeriksaan osmolaritas air mata
  • Tes fluorescein untuk melihat kerusakan pada lapisan mata
  • Pemeriksaan darah jika dicurigai ada penyakit penyerta

 

Penanganan Mata Kering

Pengobatan mata kering disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan, seperti:

  • Perawatan mandiri: berkedip lebih sering, membersihkan mata, menggunakan tetes air mata buatan
  • Obat resep dokter: tetes mata antibiotik, kortikosteroid, cyclosporine
  • Lensa kontak khusus
  • Terapi intensitas cahaya (intense pulsed light) atau pemanasan kelenjar minyak
  • Tindakan bedah untuk menutup saluran air mata jika diperlukan

 

Tips Mencegah Mata Kering

Langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Hindari paparan langsung AC, kipas angin, atau pengering rambut
  • Sering berkedip saat menatap layar atau membaca
  • Gunakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan
  • Istirahatkan mata secara berkala
  • Minum air putih setidaknya 2 liter per hari
  • Konsumsi makanan kaya vitamin A seperti wortel, sayuran hijau, dan telur
  • Hindari merokok dan jaga waktu tidur yang cukup
  • Konsultasikan penggunaan obat sistemik kepada dokter

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejala mata kering mulai mengganggu aktivitas harian atau tidak membaik meski sudah melakukan perawatan mandiri, sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis mata. Pemeriksaan dini dapat mencegah terjadinya komplikasi dan menjaga kesehatan penglihatan Anda.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-31.jpg
07/May/2025

Mata juling, atau yang secara medis dikenal sebagai strabismus, merupakan kondisi ketika kedua bola mata tidak sejajar dan tampak mengarah ke arah yang berbeda—bisa ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah. Dalam kondisi normal, kedua mata bekerja sama secara harmonis untuk melihat objek yang sama. Namun, pada penderita strabismus, koordinasi ini terganggu, sehingga mata tidak bergerak selaras.

Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi penampilan, tetapi juga dapat mengganggu kemampuan penglihatan secara keseluruhan. Jika tidak segera ditangani, mata juling bisa menimbulkan komplikasi serius, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa perkembangan penglihatan.

Berbagai metode pengobatan kini telah tersedia, mulai dari penggunaan kacamata khusus, terapi penglihatan, hingga tindakan medis seperti suntik botoks dan operasi. Tapi sebelum membahas pengobatannya, mari kita pahami lebih lanjut mengenai jenis-jenis mata juling dan penyebabnya.

 

Jenis-Jenis Mata Juling

Strabismus terbagi dalam beberapa jenis, tergantung dari arah penyimpangan mata. Berikut ini tipe-tipe umum mata juling:

  • Esotropia: kondisi di mana mata mengarah ke dalam.
  • Eksotropia: mata mengarah ke luar.
  • Hipertropia: satu mata bergerak ke atas.
  • Hipotropia: satu mata mengarah ke bawah.

Selain itu, strabismus juga dapat dibedakan berdasarkan frekuensi dan pola terjadinya:

  • Intermittent: kondisi mata juling terjadi hanya sesekali.
  • Konstan: kondisi terjadi terus-menerus.
  • Unilateral: hanya satu mata yang terus mengalami juling.
  • Bergantian: kondisi berganti-ganti antara satu mata dan mata lainnya.

 

Mengapa Mata Bisa Menjadi Juling?

Untuk memahami penyebabnya, kita perlu mengetahui bahwa setiap mata digerakkan oleh enam otot yang bekerja secara sinkron. Ketika terjadi gangguan pada koordinasi atau kekuatan salah satu otot, maka ketidaksejajaran gerakan mata bisa terjadi. Dalam kondisi ini, satu mata tetap fokus pada objek yang dilihat, sementara mata lainnya mengarah ke arah yang berbeda.

Sayangnya, hingga kini penyebab pasti dari mata juling belum sepenuhnya diketahui. Namun, sejumlah faktor risiko telah ditemukan, seperti:

  • Riwayat keluarga dengan kondisi serupa
  • Kelainan refraksi seperti rabun jauh atau dekat
  • Bayi lahir prematur
  • Kelainan genetik seperti Down syndrome
  • Gangguan neurologis seperti cerebral palsy
  • Hidrosefalus (penumpukan cairan di otak)
  • Cedera otak atau kepala
  • Stroke
  • Tumor otak

 

Bagaimana Strabismus Mempengaruhi Penglihatan?

Ketika kedua mata tidak selaras, masing-masing akan mengirimkan gambar yang berbeda ke otak. Hal ini membingungkan otak dan bisa menyebabkan gangguan persepsi visual. Beberapa orang akan mengalami penglihatan ganda atau bayangan objek. Dalam beberapa kasus, otak cenderung “mengabaikan” gambar dari mata yang mengalami gangguan untuk menghindari kebingungan, yang pada akhirnya bisa menyebabkan ambliopia atau mata malas.

Ambliopia adalah kondisi ketika kemampuan penglihatan pada satu atau kedua mata terganggu akibat kurangnya stimulasi visual selama masa pertumbuhan. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pada anak-anak, mata juling umumnya mulai terlihat pada usia sekitar tiga tahun. Di usia ini, anak belum mampu mengungkapkan keluhan penglihatan mereka secara jelas. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda awal berikut:

  • Bola mata tampak tidak sejajar
  • Gerakan mata tidak sinkron
  • Sering menyipitkan mata atau berkedip, terutama saat berada di bawah sinar matahari
  • Memiringkan kepala untuk melihat sesuatu
  • Menutup satu mata untuk fokus melihat

Pada orang dewasa, gejala tambahan bisa berupa:

  • Penglihatan ganda
  • Sakit kepala
  • Mata terasa tegang
  • Kesulitan membaca
  • Pandangan menjadi kabur

 

Pilihan Pengobatan Mata Juling

Berikut ini beberapa metode yang umum digunakan untuk menangani mata juling:

Penggunaan Kacamata

Jika strabismus disertai gangguan refraksi seperti rabun jauh atau dekat, kacamata dapat membantu memperbaiki fokus penglihatan, sehingga kerja otot mata menjadi lebih stabil.

Patching (Menutup Mata)

Teknik ini efektif untuk anak-anak dengan ambliopia. Salah satu mata—biasanya yang lebih kuat—akan ditutup agar mata yang lemah dipaksa bekerja lebih keras. Metode ini terbukti efektif jika diterapkan sejak usia dini.

Suntik Botoks

Botoks dapat digunakan untuk melemahkan otot mata yang terlalu aktif. Prosedur ini membantu menyeimbangkan pergerakan bola mata secara bertahap. Biasanya diperlukan beberapa kali suntikan untuk mencapai hasil optimal.

Operasi Mata

Operasi dilakukan untuk memperbaiki posisi otot mata yang tidak seimbang. Prosedur ini bertujuan mengatur ulang otot mata agar bisa bergerak secara normal. Pemulihan pascaoperasi biasanya menunjukkan hasil positif dalam waktu sekitar tiga bulan.

Obat Tetes Mata

Dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan obat tetes mata khusus untuk membantu merilekskan otot mata. Namun, perlu dicatat bahwa obat ini tidak bertujuan untuk meluruskan mata secara langsung, melainkan hanya membantu mengurangi ketegangan otot mata.

 

Kapan Sebaiknya Anda ke Dokter?

Jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala seperti mata tidak sejajar, pandangan ganda, atau kesulitan melihat dengan jelas, segera konsultasikan ke dokter spesialis mata. Deteksi dini akan membantu mencegah komplikasi yang lebih serius dan memberikan peluang lebih besar untuk pemulihan optimal, terutama pada anak-anak.

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia


artikel-29.jpg
06/May/2025

Mata minus dan silinder merupakan gangguan penglihatan yang umum terjadi, dan selama ini kacamata menjadi solusi paling populer untuk mengatasinya. Tapi bagi sebagian orang, terutama yang mengutamakan tampilan atau kepraktisan, kacamata seringkali terasa merepotkan. Maka, tak heran jika lensa kontak mulai dilirik sebagai alternatif yang lebih fleksibel.

Namun muncul pertanyaan yang cukup sering terdengar: apakah lensa kontak bisa membuat mata silinder semakin parah? Banyak orang masih ragu memilih lensa kontak karena khawatir penggunaannya justru memperburuk kondisi mata. Yuk, kita bahas lebih dalam untuk meluruskan mitos dan memahami fakta sebenarnya.

 

Mengenal Mata Silinder Lebih Dekat

Mata silinder, atau dalam istilah medis disebut astigmatisme, adalah kondisi yang terjadi karena bentuk kornea atau lensa mata yang tidak simetris. Idealnya, kornea berbentuk bulat sempurna seperti bola. Tapi pada penderita silinder, bentuknya lebih menyerupai bola rugby atau oval. Ketidaksempurnaan bentuk ini menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus dengan baik ke retina, sehingga penglihatan menjadi kabur pada semua jarak—baik dekat maupun jauh.

Beberapa gejala umum mata silinder yang sering muncul antara lain:

  • Pandangan buram atau tidak fokus
  • Mata cepat lelah, terutama setelah membaca atau menatap layar
  • Ketidaknyamanan pada mata
  • Sakit kepala tanpa sebab jelas
  • Kesulitan melihat di malam hari
  • Sering menyipitkan mata agar bisa melihat lebih jelas

Kalau kamu merasakan satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter mata. Diagnosis dini sangat penting agar pengobatan bisa dilakukan dengan tepat.

Penyebab pasti dari astigmatisme belum diketahui secara pasti. Namun, faktor genetik diduga memainkan peran besar. Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh:

  • Penyakit mata tertentu
  • Cedera atau trauma pada mata
  • Efek pasca operasi mata

Meskipun banyak orang percaya bahwa kebiasaan seperti membaca dalam pencahayaan redup atau menatap layar terlalu lama bisa menyebabkan atau memperparah mata silinder, sebenarnya kebiasaan tersebut tidak secara langsung membuat silinder bertambah parah. Namun, bisa memperburuk kelelahan mata atau ketegangan yang membuat gejala terasa lebih berat.

 

Apakah Lensa Kontak Aman untuk Mata Silinder?

Jawabannya: Ya, asalkan digunakan dengan tepat. Lensa kontak tidak akan memperparah kondisi mata silinder selama kamu memakai jenis yang sesuai dan sesuai anjuran dokter. Untuk penderita silinder, tersedia lensa khusus yang disebut toric contact lenses.

Berbeda dengan lensa biasa yang berbentuk bulat sempurna, toric lenses memiliki desain geometris khusus yang dirancang untuk mengimbangi bentuk mata silinder. Bentuk unik ini memungkinkan cahaya masuk dan difokuskan secara tepat ke retina, sehingga penglihatan tetap jernih.

Tapi karena desainnya lebih kompleks, toric lenses membutuhkan penyesuaian yang lebih detail dan harus didapatkan dengan resep dokter. Setiap mata punya kebutuhan yang berbeda, mulai dari tingkat silinder, ukuran diameter, hingga kekuatan koreksi.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Toric Contact Lenses

Gunakan Ukuran yang Tepat

Ukuran lensa kontak sangat penting untuk kenyamanan dan efektivitasnya. Toric lenses memiliki beberapa elemen penting yang mempengaruhi performa:

  • Ketebalan lensa
  • Desain potongan
  • Berat lensa
  • Stabilisasi agar lensa tidak bergeser

Lensa toric dilengkapi dengan garis atau tanda yang membantu menjaga posisinya tetap stabil di mata. Jika lensa bergeser, maka kejernihan penglihatan juga bisa ikut terganggu.

Durasi dan Perawatan Lensa

Sama seperti lensa kontak biasa, toric lenses juga tersedia dalam berbagai pilihan:

  • Sekali pakai (harian)
  • Pemakaian mingguan atau bulanan
  • Dengan warna (cosmetic lenses)

Pilih jenis yang sesuai dengan gaya hidupmu. Jika kamu sibuk dan ingin yang praktis, lensa harian bisa jadi pilihan. Tapi jangan lupakan perawatan lensa jika kamu memilih tipe yang bisa dipakai lebih lama. Kebersihan adalah kunci untuk mencegah infeksi dan iritasi.

Konsultasi Rutin dengan Dokter Mata

Karena mata bisa berubah seiring waktu, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin agar resep dan jenis lensa tetap sesuai. Jangan asal membeli lensa kontak tanpa pemeriksaan, apalagi yang dijual bebas tanpa pengawasan.

 

Lensa Kontak Aman untuk Mata Silinder, Asal Sesuai Aturan

Menggunakan lensa kontak bukan hanya soal gaya atau kenyamanan. Bagi penderita mata silinder, lensa kontak jenis toric bisa menjadi solusi yang aman dan efektif, asal dipilih dan digunakan dengan benar. Jadi, tak perlu ragu lagi untuk beralih dari kacamata, selama kamu tetap memprioritaskan kesehatan mata.

Jika kamu mengalami gejala gangguan penglihatan, segera konsultasikan dengan dokter mata untuk mendapatkan rekomendasi terbaik. Ingat, mata adalah aset berharga, jaga dan rawat dengan bijak!

 

Jika Anda merasakan gangguan mata yang berkelanjutan, segera kunjungi Surabaya Eye Clinic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat bagi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di:

  • (031) 8495502
  • (031) 8433050
  • 082143717979 (WA only)

Atau Anda bisa kunjungi Surabaya Eye Clinic di Jalan Raya Jemursari No. 108, Surabaya, Indonesia




Our Vision


No person with a blinding condition, eye disease, or visual impairment should be without hope, understanding, and treatment.


Contact Us


Hubungi Kami

(031) 8495502, (031) 8433050
082143717979 ( WA only)


Kunjungi Kami

Jalan Raya Jemursari No. 108,
Surabaya, Indonesia


Email Kami

admin@surabayaeyeclinic.id



Lokasi Kami



Media Sosial


Instagram


facebook


Twitter


Youtube




CopyRight, 2024 | Managed by Markbro | PT Klinik Mata Surabaya




WeCreativez WhatsApp Support
Tim CS Kami Siap Membantu Anda. Silahkan Tanya Kami!